Anda di halaman 1dari 7

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PASIEN IGD

Fathin :

Menurut Depkes RI (1997), Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang mendorong proses
kesembuhan klien.

Devi :

Komunikasi terapeutik juga merupakan salah satu cara untuk memberikan informasi yang
akurat dan membina hubungan saling percaya dengan klien sehingga klien akan merasa puas
dengan pelayanan keperawatan yang diterimanya.

Dela :

Tujuan komunikasi terapeutik pada klien gawat darurat menciptakan kepercayaan antara
perawat dengan klien yang mengalami kondisi kritis atau gawat darurat dalam melakukan
tindakan, sehingga klien cepat tertolong dan tidak terjadi hal yang fatal.

Siti :

Teknik komunikasi pada klien gawat darurat :

a. Mendengarkan

b. Menunjukkan penerimaan

c. Mengulang pernyataan klien

d. Klarifikasi

e. Menyampaikan hasil pengamatan

Yuni :

Prinsip komunikasi gawat darurat :

a. Caring f. Berpegang pada prinsip profesional

b. Menerima pasien apa adanya g. Bahasa yang mudah dimengerti

c. Respect

d. Empati

e. Memberi kepercayaan
KASUS

Ny. Fatin umur 30 tahun, ia bekerja disebuah pabrik yang memproduksi makanan.
Setiap hari ia selalu pulang pada saat sore hari pukul 5 sore. Pada sabtu, 12 Januari 2019 saat
ia pulang kerja ia sedang berjalan kaki menuju rumahnya lalu tiba-tiba dari belakang ia ditabrak
oleh pengendara sepeda motor. Pengendara tersebut melamun dan akhirnya tidak sengaja
menabrak Ny. Fatin hingga didapati luka-luka yang cukup serius pada bagian kaki Ny.F.
Akibat hal tersebut Ny. Fatin tidak dapat berjalan dan ia mengalami sesak nafas akibat Syok
karena mengalami kecelakaan tersebut. Ditambah lagi Ny. Fatin mengatakan bahwa ia memang
memiliki riwayat penyakit asma.

NASKAH ROLEPLAY

1. Dela Aviantika (2720170041) sebagai Perawat 2 dan pengendara motor

2. Devi Apta Sari (2720170036) sebagai Perawat 1 dan narator

3. Fathin Azizah M. (2720170040) sebagai Pasien

4. Sri Wahyuni M. (2720170033) sebagai Dokter dan penolong 1

5. Siti Hosimah (2720170009) sebagai Keluarga (Adik) dan penolong 2

Pada sore hari tepatnya pukul 5 sore, Ny. Fatin seperti biasa telah selesai dengan
pekerjaannya dan langsung pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki karena jarak tempat
bekerjanya dengan rumahnya yang tidak terlalu jauh. Ketika dalam perjalanan pulang tiba-tiba
seorang pengendara sepeda motor yang melamun akhirnya menabrak Ny. Fatin dari arah
belakang. Ny. Fatin akhirnya terjatuh dan mengalami luka yang cukup serius pada bagian
kakinya dan merintih kesakitan. Sementara itu terdapat 2 orang pejalan kaki yang sedang
berjalan kaki dan melihat kejadian tersebut dan mencoba menghampiri untuk memberikan
bantuan.

Fatin : (sedang berjalan dan tidak mengetahui ada motor dibelakangnya)

Dela : (mengendarai motornya dalam keadaan melamun dan tidak fokus dan akhirnya
menabrak fatin)

Fatin : (Suara tabrakan) “Astagfirullah..” (Kaget lalu terjatuh)


Dela : (Kaget dan akhirnya berhenti melihat ke belakang) “Ya Allah.. Astagfirullah..” (Turun,
menghampiri fatin)

Dari kejauhan Yuni dan Siti tiba-tiba kaget mendengar dan melihat kecelakaan tersebut.
Akhirnya mereka bergegas menghampiri fatin yang tepat ada didepan mereka dari kejauhan.

Yuni : “Astagfirullah, eh tuh liat ada kecelakaan..”

Siti : “Astagfirullah iya itu ditabrak tuh dari belakang. Ayo kita samperin kita tolongin.
(Bergegas menghampiri fatin dan dela)

Siti : “Kenapa ini? Bu? Ibu gapapa? (Sambil melihat kearah fatin yang merintih kesakitan
dan terlihat sesak)

Yuni : “Kenapa ini mbak? Ngelamun ya bawa motornya?”

Dela : “Iya saya tidak sengaja saya tadi mengendarai sambil melamun akhirnya saya
menabrak ibu ini. Mbak tolong bantu saya, saya mau bawa ibu ini ke rumah sakit saya
takut makin parah.”

Siti : (Sambil masih mencoba menenangkan fatin dan melihat kondisinya) “Ayo cepat
segera dibawa kerumah sakit. Ibu ini sesak dan kakinya juga lukanya lumayan parah.”

Akhirnya mereka langsung membawa fatin ke IGD RS As-Syafi’iyah. Setibanya disana


fatin langsung dibawa masuk.

Yuni : (Sambil mendorong fatin di kursi roda dibawa masuk kedalam IGD) “Suster-suster
tolong ini pasien kecelakaan ditabrak motor terus dia juga sesak.”

Dela : “Iya sus, ini saya yang nabrak ibu ini tidak sengaja saya melamun. Dia jatuh terus
sesak seperti ini.”

Devi : “Tenang dulu. Silahkan hubungi pihak keluarganya terlebih dahulu ya dan silahkan
urus administrasinya didepan ya mba. Ibunya silahkan ditempatkan dulu ditempat tidur
disebelah sini. Saya akan segera periksa.”

Dela : “Oh iya baik sus.”

Siti : “Ini saya tadi menemukan hp nya jatuh dijalan mungkin karena kecelakaan tadi.
Mungkin bisa hubungi keluarganya dari sini.”

Dela : “Oh iya terima kasih ya. Terima kasih sudah mau bantu saya bawa ibu itu ke sini ya.”
Yuni : “Iya sama-sama ya mba. Kalo begitu kami pamit dulu..”

Setelah berpamitan Dela langsung mencoba membuka hp tersebut dan mencoba


mencari kontak keluarganya yang mungkin saja ada di hp tersebut.

Dela : “Assalamualaikum, apa benar ini Ibu siti?”

Siti : “Iya betul dengan saya sendiri? Ini siapa ya? Kok hp kakak saya sama mbak?”

Dela : “Ini bu, tadi kakak ibu kecelakaan ditabrak sama saya, saya ga sengaja karena saya
melamun. Kakak ibu luka-luka dan juga sesak dan saya langsung bawa ke IGD RS As-
Syafi’iyah.”

Siti : “Astagfirullah.. Baik kalo gitu saya langsung kesana sekarang. Terima Kasih
informasinya ya. Assalamualaikum”

Dela : “Iya sama-sama bu. Waalaikumsalam.”

Setelah menghubungi pihak keluarga dan mengurus administrasinya dan adik dari Ny.
Fatin pun sudah datang akhirnya dela langsung meminta maaf dan sudah bertanggung jawab
atas kesalahan yang dibuatnya. Adik Ny. Fatin pun memaafkannya lalu ia langsung mencari
dan menghampiri kakaknya tersebut yang sudah ada didalam IGD sejak dari tadi yang sedang
diberikan tindakan oleh perawat.

Siti : (Menghampiri fatin dan panik melihat kondisi tersebut) “Suster bagaimana kakak saya?
Saya Siti, adik dari ibu Fatin. Kakak saya baik-baik aja kan? Cuma luka-luka aja kan?”

Devi : “Perkenalkan bu sebelumnya saya Perawat Devi. Saya perawat di IGD ini yang akan
bertugas dari jam 2 sampai jam 9 malam nanti. Iya ibu jadi dibagian kakinya ibu Fatin
ini luka-luka lumayan cukup serius, mengeluarkan cukup banyak darah juga. Tapi tadi
sudah kita bersihkan, sudah kita lakukan tindakan untuk membersihkan darah dari luka
itu seperti yang ibu Siti lihat sekarang. Lalu ibu Fatin ini juga sesak nafas. Sesak nafas
ini diakibatkan juga karena beliau mengalami syok akibat kecelakaan yang
menimpanya. Apakah disamping dari itu ibu Fatin memiliki riwayat penyakit Asma?”

Siti : “Iya suster. Kakak saya memang sudah dari lama punya penyakit Asma. Apakah itu
berpengaruh sus?”

Devi : “Ohh kalau begitu memang betul sangat mempengaruhi juga. Jadi sesak nafasnya ini
juga ada sangkut pautnya karena ibu Fatin memiliki riwayat penyakit Asma. Tapi
tenang aja ya bu nanti kita akan bantu memberikan oksigen kepada ibu Fatin untuk
membantu pernafasannya ibu Fatin.”

Dela masuk menghampiri Siti dan Devi yang sedang menjelaskan kepada keluarga klien.

Dela : “Ibu saya perawat Dela. Saya juga perawat di IGD yang akan bertugas hari ini dari
jam 2 siang sampai jam 9 malam nanti. Jadi barusan sudah dijelaskan yah sama suster
Devi bahwa ibu Fatin ini sesak nafasnya karena syok, makanya kita sekarang mau
pasang oksigen ke ibu Fatin tujuannya untuk membantu ibu Fatin dalam bernafas dan
agar tidak sesak lagi. Bagaimana bu? Apakah boleh kakanya kami beri tindakan
pemberian oksigen?”

Siti : “Iya sus. Gapapa lakukan yang terbaik aja untuk kakak saya ya.”

Dela : (Berbicara kepada pasien) “Ibu Fatin saya mau pasang oksigen kepada ibu ya supaya
ibu ga sesak lagi, ibu mau yah?”

Fatin : (Sambil sesak) “Iiiiyahh suss..”

Devi : (Sambil memeriksa tanda-tanda vital klien)

Devi : “Baik ibu sekarang sudah selesai diberikan oksigen sudah diperiksa juga tekanan
darah ibu Fatin. Nanti untuk selanjutnya ibu Siti akan dipanggil oleh Dokter, Dokter
akan menjelaskannya kepada ibu Siti bagaimana tindaklanjutnya ibu Fatin secara jelas.”

Siti : “Iya suster. Terima kasih ya.”

Devi : “Iya ibu sama-sama. Ibu Fatin gimana? Sudah yah dipasang oksigennya. Lukanya juga
udah kita obatin. Nanti Dokter yang jelasin lebih lanjut ya ibu Fatin.”

Fatin : (Sambil masih terbaring sesak dan merintih sedikit-sedikit karena kesakitan luka di
kakinya) “Iiyaa suss ter.. Te... te.. terima kasih..”

Dela : “Iya ibu sama-sama”

Setelah itu Yuni memanggil Siti untuk menghadap Yuni untuk menjelaskan bagaimana kondisi
kakaknya tersebut.

Yuni : “Keluarga ibu Fatin...”

Siti : “Iya Dokter.. Jadi bagaimana kakak saya dokter? Apa harus dirawat?”
Yuni : “Iya ibu, ibu Fatin harus dirawat selama beberapa hari. Karena sesak nafasnya juga
diakibatkan karena juga ibu Fatin ternyata memiliki riwayat penyakit Asma kan. Lalu
untuk luka akibat kecelakaan tersebut pada bagian kaki ibu Fatin harus dilakukan
pemeriksaan CT Scan ibu supaya kita dapat mengetahui takutnya ada patah tulang
didalam atau bagaimana kita akan lebih mengetahui jika kita lakukan CT Scan.”

Siti : “CT Scan?? Apakah itu berbahaya dokter? Kalau saya fikir-fikir boleh ga dok?”

Yuni : “Tidak kok ibu. Kita hanya melakukan pemeriksaan biasa saja seperti melakukan
rontgen. Boleh gapapa. Tapi kalau bisa secepatnya ya bu keputusannya supaya kita bisa
langsung memberikan tindakan lanjut jika hasilnya menunjukkan ada masalah lain pada
bagian kaki ibu Fatin.”

Siti : “Iya baik dok.” (Kembali menemani kakaknya sambil merasa ragu dan memikirkan
ST Scan tersebut)

Devi : “Bagaimana bu? Apa yang sudah dijelaskan dokter?”

Siti : “Kata dokter kakak saya harus di CT Scan sus? Apakah itu berbahaya? Saya ragu.”

Devi : “Tidak kok bu. CT Scan itu dilakukan hanya untuk memeriksa apakah apa komplikasi
lanjutan padaa bagian kaki ibu Fatin akibat dari kecelakaannya tersebut.”

Siti : “Oh begitu ya sus? Jadi gapapa kan ya?”

Dela : “Gapapa kok bu. Secepatnya diperiksakan jadi bisa kami berikan tindakan lanjut jika
ada masalah lanjutan.”

Siti : “Baiklah kalo gitu saya mau bilang dokter dulu kalo saya sudah menyetujui.”

Dela : “Iya bu silahkan.”

Siti : “Dokter saya setuju kakak saya dilakukan CT Scan.”

Yuni : “Baiklah kalo ibu siti sudah setuju silahkan tanda tangan pada inform concern ini. Ini
menandakan bahwa ibu sudah menyutujui tindakan yang akan kami berikan kepada ibu
Fatin.”

Siti : “Baik dok.”


Dela : “Ibu Fatin, tadi ibu siti sudah menyetujui bahwa ibu akan melakukan CT Scan pada
bagian kaki ibu. Kita akan periksa apakah ada komplikasi yang lebih serius pada bagian
kaki ibu. Ibu mau yah?”

Fatin : “Iya suster. Saya mau. Supaya kaki saya cepet sembuh.”

Setelah itu Fatin dibawa untuk melakukan CT Scan dan tinggal menunggu hasilnya.

Devi : “Ibu Fatin gimana keadaannya sekarang setelah udah diobatin luka dikakinya, sudah
diberikan juga oksigennya. Apakah sudah berkurang sesaknya?”

Fatin : “Sudah suster saya sudah tidak sesak seperti saat tadi setelah kecelakaan. Kaki saya
juga rasanya sakitnya udah mulai berkurang.”

Devi : “Baiklahh kalau begitu ibu. Ibu kan harus dirawat nih, jadi ibu nanti tinggal dipindahin
ke kamar rawat inap yah.”

Fatin : “Iya suster. Terima Kasih.”

Dela : “Ibu nanti bisa panggil kami jika ada membutuhkan bantuan apa-apa lagi. Atau ibu
Siti bisa memanggil kami jika ada yang perlu kami bantu.”

Fatin : “Iya suster. Sudah kok sesak saya sudah mendingan saya tinggal nunggu dipindahin
ke kamar aja kan.”

Dela : “Iya ibu betul. Kalo begitu kami permisi ya ibu.”

Siti : “Terima Kasih yah suster.”

Dela&Devi : “Baik ibu. Sama-sama.”