Anda di halaman 1dari 3

Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin

Judul

Ektima

Abstrak

Nama : An. M
Jenis Kelamin : Laki-laki
Berat Badan : 11 kg
Usia : 1 tahun 2 bulan
Agama : Islam
Alamat : Turunan, Gentan

Isi

Keluhan Utama : Bintik kemerahan dikaki kanan dan kiri


Riwayat Penyakit Sekarang : Dikaki kanan dan kiri terdapat bintik merah. Keluhan
sudah dialami sekitar 5 bulan ini. Awalnya bayi M saat usia 1 hari juga keluar
bintik merah disela-sela jari tangan kanan kemudian diobati dengan salep lalu
bintik merah berkurang dan tidak pernah muncul lagi, hingga usia 7 bulan saat
pasien mulai bisa merangkak, kaki anak mulai muncul merah-merah lagi. Lama kelamaan
bintik merah tidak menghilang malah menjadi besar dan menjadi luka lebih dari 1 dan
beberapa sudah tampak keropeng. Tampak bayi juga gelisah dan agak rewel seperti
ingin menggaruk, tetapi waktu istirahat pasien masih baik tidak terganggu. Karena
luka tampak semakin parah, lalu ibu pasien membawa anaknya periksa dipuskesmas
diberi obat konigen salep dan obat minum (ibu pasien tidak ingat nama obatnya)
tetapi tidak ada perubahan hingga akhirnya pasien dibawa ke poliklinik.
Riwayat Penyakit Dahulu : Saat usia 1 hari bayi juga timbul bintik merah tetapi
dibagian sela jari tangan bukan di daerah kaki. Riwayat alergi (belum diketahui)
Riwayat Penyakit Keluarga: Riwayat keluarga menderita keluhan serupa, alergi,
penyakit kulit lain, hipertensi, gangguan ginjal, diabetes, maupun hepar disangkal.
Riwayat Personal Sosial : Pasien tinggal bersama kedua orang tuanya. Pasien
diraawat dengan ibunya sendiri, ibu pasien tidak pernah lewat untuk memandikan
bayinya. Riwayat ayah merokok (+) tetapi sudah 2 tahun terakhir ini sudah tidak
merokok lagi.

Pemeriksaan Fisik:
- Status Generalis
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Berat Badan : 11 kg
Predileksi : Tungkai bawah kanan dan kiri
- Status Dermatologis
UKK :
*Ekstremitas bawah Dx : Ulkus cekung, erosi (+) dasar eritema, pus (-),
multiple krusta kekuningan dan papul eritem
*Ekstremitas bawah Sn : plak reritem, skuama (-) krusta (-) ukuran sekitar 2
cm berbatas tegas.

Diagnosis

Ektima

Terapi
� Amoxicilin Sirup 3x 1 Cth
� (Betamethasone 0.25 mg + Dexclorpheniramine maleat 2.0 mg) Sirup 3 x � Cth
� Mupirocin Cream 3 x 1 ue
Diskusi
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis ektima. Pasien
merupakan bayi usia 1 tahun 2 bulan dengan keluhan gatal ditunjukkan dari sifat
bayi yg sekarang mulai rewel dan gelisah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ujud
kelainan kulit (UKK) yaitu pada ekstremitas bawah dextra terdapat ulkus cekung,
erosi dengan dasar eritema, pus (-) disertai krusta berwarna kekuningan dan
terdapat pula papul eritem. Kemudian di ekstremitas bawah sinistra terdapat plak
eritem, skuama (-) krusta (-) dengan ukuran sekitar 2 cm berbatas tegas. Tanda khas
yang mengarah pada diagnosi ektima yaitu ulkus dengan krusta kekuningan dan
predileksi di ekstremitas bawah yang merupakan daerah yg rawan trauma sehingga
sering dapat terjadi infeksi dan menyebabkan terjadinya ektima.
Dari pemeriksaan fisik, UKK pasien hampir sama dengan impetigo krustosa dimana
lesinya sama-sama ditutupi krusta. Tetapi predileksinya bukan lokasi yang umumnya
terjadi pada impetigo krustosa yaitu diwajah dan punggung. Sehingga diagnosis ke
arah impetigo krustosa dapat disingkirkan. Lesi yg dialami pasien berupa papul atau
pustul tanpa rambut ditengahnya. Sehingga dugaaan ke arah folikulitis dapat
disingkirkan. Jadi dapat disimpulkan gambaran klinis pasien ini lebih mendekati ke
UKK Ektima.
Penatalaksanaan pada pasien ini yaitu diberikan amoxicilin sirup yang merupakan
obat antibiotik; Proceles sirup yangg berisi Betamethasone 0.25 mg +
Dexclorpheniramine maleat 2.0 mg sebagai kortikosteroid dan antihistamin. Dengan
kata lain proceles sebagai obat aintiinflamasi sistemik dan alergi. Kemudian untuk
antibiotik topikal pasien diberi mupirosin. Penatalaksanaan sudah sesuai dengan
penatalaksanaan pada ektima.

Kesimpulan
Ektima merupakan pioderma kulit ulseratif yang umumnya disebabkan oleh streptokokus
beta hemolitikus. Penyebab lainnya bisa Stafilokokus atau kombinasi dari
keduanya.dengan predileksi ditungkai bawah yang merupakan tempat yang relatif
banyak mendapat trauma. Pada ektima akan tampak ulkus dengan krusta tebal warna
kunig.
Diagnosis ektima dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Untuk menguatkan diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan
gram dan kultur. Insidensi ektima diseluruh dunia tepatnya tidak diketahui. Ektima
dapat terjadi pada anak-anak dan orang tua, tidak ada perbedaan ras dan jenis
kelamin (pria dan wanita sama). Pada anak-anak kebanyakan terjadi pada umur 6 bulan
sampai 18 tahun.
Penatalaksanaannya jika terdapat sedikit krusta diberi antibiotik topikal. Jika
lesi banyak maka diberi antibiotik topikal dan sistemik. selain terapi
medikamentosa pasien juga perlu diberi edukasi untuk menjaga kebersihan badan dan
lingkungan untuk mencegah timbulnya dan penularan penyakit kulit.

Referensi
1. Berman, Kevin. Ecthyma. [updated 15 Mey 28] [accessed: 24 November 2011].
Available from: URL: http://medlineplus.com
2. Craft N, Lee PK, Zipoli MT, Weinberg AN, Swartz MN, Johnson RA. Superficial and
Cutaneous Infections and Pyodermas. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest
BA, Paller A, Leffell DJ, editors. Fitzpatrick's Dermatology in General Medicine.
7th ed. USA: McGraw-Hill; 2008. p. 1694-9.
3. Djuanda A. Pioderma, Dalam: Djuanda A,eds. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi
4. Jakarta: FKUI; 2008. p. 57-60.
4. Juanda A. Pioderma. In: Juanda A, Hamzah M, Aisah S, Kosasih A, Wiryadi BE,
Natahusada EC, et al., editors. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 5th ed. Jakarta:
Badan Penerbit FKUI; 2010. p. 57-60.
5. Loretta D. Ecthyma. Available from: URL: http://emedicine.medscape.com.
6. Cevasco N.C. Common Skin Infection, Bacterial Infection. Available from: URL:
http://www.clevelandclinicmeded.com.
7. Wolfff K, Johnson R. In: Wolfff K, Johnson R, editors. Fitzpatrick's Color Atlas
& Synopsis of Clinical Dermatology 6th ed. New York: McGraw-Hill; 2009. p. 598-604.
8. Ngan Vanessa. Fusidic Acid and Mupirocin. [online] 2008 [cited 2014 November
21]:[1 screen]. Available from: URL: http://www.dermnetnz.org
9. Waskito, Fajar. Systemic Antibiotics and Antifungal Agents. dalam: Kumpulan
Makalah, National Symposium & Workshop Therapy in Dermatovenerology: Dermatotherapy
Update. Banten, Kerjasama PERDOSKI dan Balai Penerbit FKUI: 2013.hal 91-3.