Anda di halaman 1dari 21

TUMOR GINJAL

ERSHANTY R.S YASIN, METRILA HARWATI

I. PENDAHULUAN

Tumor ginjal adalah pertumbuhan sel yang tidak normal dari sel jaringan ginjal.

Tumor lunak atau kista pada umumnya tidak ganas dan yang padat ganas atau tumor

merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal yang sangat cepat perkembangannya dan

mendesak sel-sel sekitarnya. Tumor ginjal dapat berasal dari tumor primer maupun tumor

sekunder yang berasal dari metastasis keganasan ditempat lain. Tumor ginjal primer

dapat mengenai parenkin ginjal ataupun mengenai sistem saluran ginjal. Selain tumor

ganas, beberapa tumor jinak dapat mengenai ginjal.(1,2)

Dirumah sakit tumor ginjal merupakan tumor urogenitalia nomor tiga terbanyak

setelah tumor prostat dan tumor kandung kemih. Semakin meluasnya penggunaan

ultrasonografi abdomen sebagai salah satu pemeriksaan screening (penyaring) diklinik-

klinik rawat jalan, makin banyak ditemukan kasus-kasus tumor ginjal yang masih dalam

stadium awal. Tumor ginjal padat jinak lebih jarang ditemukan dibanding tumor ganas.(2)

Tumor ginjal padat jinak ialah adenoma, onkositoma, leiomioma, lipoma,

hemangioma dan hamartoma. Tumor ginjal ganas biasanya berupa tumor padat yang

beasal dari urotelium, yaitu karsinoma sel transisional (TCC) atau berasal dari sel epitel

ginjal atau adenokarsinoma, yaitu tumor Grawitz atau dari sel nefroblas, yaitu tumor

Wilms.(1)

1
Karsinoma sel renal (Adenokarsinoma) dan tumor Wilms merupakan kasus tumor

ganas yang paling sering ditemukan. Karsinoma sel renal adalah jenis kanker ginjal yang

banyak ditemukan pada orang dewasa. Tumor Wilms atau nephroblastoma adalah jenis

tumor yang sering terjadi pada anak-anak dibawah umur 10 tahun, jarang ditemukan pada

orang dewasa. Paling sering dijumpai pada anak umur tiga tahun dan kira-kira 10%

merupakan lesi bilateral. Tingkat keganasan ditentukan berdasarkan gambaran histologik

dan dibagi menjadi dua golongan menurut prognosisnya, yaitu dengan prognosis baik dan

buruk.(1)

II. Insidens dan Epidemiologi

Di Amerika Serikat kanker ginjal meliputi 3% dari semua kanker, dengan rata-rata

kematian 12.000 akibat kanker ginjal pertahun. Tumor ginjal sedikit lebih banyak terjadi pada

laki-laki dibanding wanita (2:1) umumnya terdiagnosa pada usia antara 50-70 tahun, tapi

dapat terjadi pada usia berapa saja. Karsinoma sel renal merupakan salah satu tumor ganas

yang sering ditemukan dan menempati sekitar 3% dari tumor ganas pada orang dewasa.(3,4)

Tumor Wilms adalah jenis tumor yang sering terjadi pada anak-anak dibawah umur 10

tahun, jarang ditemukan pada orang dewasa. Kira-kira 500 kasus terdiagnosa tiap tahun di

Amerika Serikat dan 6% diantaranya melibatkan kedua ginjal.. 75% ditemukan pada anak-

anak yang normal, 25% terjadi dengan kelainan pertumbuhan pada anak. Tunor ini responsive

dalam terapinya, 90% pasien bertahan hidup hingga 5 tahun. Tumor Wilms merupakan

sekitar 10% keganasan pada anak. Paling sering dijumpai pada anak berusia 3 tahun dan

10%nya merupakan lesi bilateral. Insindens tumor Wilms tiga kali lebih tinggi pada bangsa

2
Afrika dan Afro-Afrika dibandingkan dengan Asia Timr dan jauh lebih tinggi sibandingkan

dengan populasi kulit putih di Eropa dan Amerika.(3,4)

Di Amerika Serikat, tumor Wilms lebih sering mengenai anak perempuan dibandingkan

anak laki-laki dengan perbandingan 1:1.92 tumor untuk unilateral dan 1:1.6 untuk tumor

bilateral. 75% penderita tumor Wilms berusia dibawah 5 tahun. Usia rata-rata dari penderita

tumor Wilms berusia dibawah 5 tahun. Usia rata-rata dari penderita tumor Wilms bilatereeal

ketika diagnosis ditegakkan adalah 30 bulan (laki-laki 29.5 bulan dan perempuan 32.6 bulan).

Sementara itu, usia rata-rata anak-anak dengan tumor Wilms unilateral adalah 40 bulan (laki-

laki 41.5 bulan dan perempuan 46.9 bulan).(3)

Tumor ginjal merupakan insiden tumor urogenitalia nomor tiga terbanyak setelah tumor

prostat dan tumor kandung kemih. Semakin meluasnya penggunaan ultrasaonografi abdomen

sebagai salah satu pemeriksaaan screening (penyaring) diklinik-klinik rawat jalan, makin

banyak ditemukan kasus tumor ginjal yang masih dalam tahap awal.(2)

III. Etiologi dan Patofisiologi

Ginjal terdiri atas parenkim ginjal dan sistem saluran ginjal / sistem pelviocalices. Kedua

bagian ginjal itu bisa terserang tumor jinak maupun ganas, dengan gambaran klinik dan

prognosis yang berbeda. Tumor ginjal dapat berasal dari tumor primer ataupun merupakan

tumor sekunder yang berasal dari metastasis keganasan ditempat lain.(2)

1. Tumor jinak

Tumor mulai pada sel-sel yang membentuk jaringan-jaringan yang membentuk

organ-organ tubuh. Normalnya sel-sel tubuh membelah dan membentuk sel-sel baru

ketika dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi kadan proses yang teratur ini berjalan salah.(7)

3
Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak memerlukan mereka, dan sel-sel tua

tidak mati ketika mereka seharusnya mati. Sel-sel ekstra ini dapat membentuk suatu

massa dari jaringan yang disebut suatu pertumbuhan atau tumor.(2)

a. Hamartoma Ginjal

Hamartoma atau angiomiolipoma ginjal adalah tumor ginjal yang terdiri

atas komponen lemak, pembuluh darah dan otot polos. Lesi ini bukan

merupakan tumor sejati, tetapi paling cocok disebut hamartoma. Tumor jinak

ini biasanya berbentuk bulat atau lonjong dan menyebabkan terangkatnya

sampai ginjal. Hamartoma ginjal sering tanpa menunjukkan gejala dan

kadang-kadang didapatkan secara kebetulan pada saat pemeriksaan rutin

dengan ultrasonografi abdomen.(2)

Pada kasus tumor ginjal sering ditemukan pada anak-anak dan dewasa. Insiden

kasus yang paling sering ditemukan yang diderita oleh orang dewasa yaitu

Adenokarsinoma ginjal, Sedangkan insidens kasus yang paling sering terjadi pada

anak-anak yaitu tumor Wilms. Berikut pembahasan Adenokarsinoma dan tumor

Wilms.(5)

2. Tumor ganas

a. Adenokarsinoma Ginjal

Adenokarsinoma ginjal adalah tumor ganas parenkim ginjal yang berasal

dari tubulus proksimalis ginjal. Tumor ini dikenal dengan nama lain sebagai

tumor Grawitz, Hipernefroma, Karsinoma sel ginjal atau Internist Tumor.(2)

Tumor ini merupakan 3% dari seluruh keganasan pada orang dewasa.

Umumnya adenokarsinoma ditemukan pada pasien usia lanjut (setelah usia 40

4
tahun), tetapi dapat pula menyerang usia yang lebihmuda. Kejadian tumor pada

kedua sisi (bilateral) terdapat pada 2% kasus.(2)

Banyak faktor yang diduga dapat menjadi penyebab timbulnya

adenokarsinoma ginjal, tetapi hingga saat ini belum diketemukan agen yang

spesifik sebagai penyebabnya. Merokok merupakan faktor risiko yang paling

dekat dengan timbulnya kanker ginjal. Semakin lama merokok, dan semakin

muda seseorang mulai merokok maka semakin besar pula kemungkinan

menderita kanker ginjal. Meskipun belum ada bukti yang kuat diduga kanker

ginnjal berhubungan dengan komsumsi kopi, obat-obatan jenis analgetika, dan

pemberian estrogen.(2)

Tumor ini berasal dari tubulus proksimalis ginjal yang mula-mula berada

didalam korteks, dan kemudian menembus kapsul ginjal. Beberaoa jenis tumor ini

bisa berasal dari tubulus distalis maupun duktus kolegentes. Biasanya tumor ini

disertai dengan pseudokapsul yang terdiri atas parenkim ginjal yang tertekan oleh

jaringan tumor dan jaringan fibrosa. Tidak jarang ditemukan kista yang berasal

dari tumor yang mengalami nekrosis dan diresorbsi. Fasia gerota merupakan

barier yang menahan penyebaran tumor ke organ sekitarnya. Pada irisan tampak

berrwarna kuning sampai oranye. Sedangkan pada keadaan histopatologik

terdapat berbagai jenis, yakni clear cell, granular, sarkomatoid, papiler dan bentuk

campuran. Yang paling sering adalah campuran sel jernih, sel bergranula, dan

sarkomatoid.(1,2)

5
Stadium adenikarsinoma menurut Robson :

1. Stadium I : tumor terbatas pada kapsul ginjal

2. Stadium II : tumor terbatas pada Fasia Gerota

3. Stadium III : tumor telah menginvasi menembus Fasia Gerota

a. Secara makroskopik tumor mengenai vena renal, vena kava

(supra dan subdiafragma serta atrium kanan)

b. Metastasis kelenjar limfe regional

c. Sekaligus terdapat invasi vena dan metastasis kelenjar limfe

4. Stadium IV : menginvasi organ sekitar atau metastasis jauh.(4,7)

b. Tumor Wilms

Tumor Wilms atau Nefroblastoma adalah tumor ginjal yang tumbuh dari

sel embrional primitive di ginjal yang banyak menyerang anak berusia kurang

dari 10 tahun dan paling sering dijumpai pada anak berusia 3,5 tahun. Tumor ini

meupakan tumor urogenitalia yang paling banyak menyerang anak- anak.

Kurang lebih 10% tumor ini menyerang kedua ginjal secara bersamaan.

Penyebab belum diketahui pasti, tetapi diduga melibatkan faktor genetik seperti

kelainan saluran kemih, anridia, hemihipertrofi.(2)

Tumor bisa tumbuh cukup besar, tetapi biasanya tetap berada dalam

kapsulnya dan menyebar kebagian tubuh lainnya. Setelah keluar dari kapsul

ginjal tumor akan menginvasi organ sekitarnya dan menyebar secara limfogen

melalui kelenjar limfe para aorta. Penyebaran secara hematogen melalui vena

renalis ke vena cava, kemudia bermetastasis ke paru (85%), hepar (10%) dan

bahkan pada stadium lanjut menyebar ke ginjal kontralateral.

6
Resiko keturunan dari pasien tumor Wilms unilateral untuk terkena

nefroblastoma adalah kurang dari 2%. Nefroblastoma bilateral terjadi sekitar

8%kasus. Secara mikroskopis, nefroblastoma paling sering menyerupai blastema

ginjal, yang merupakan jaringan mesodermal primitive pada embrionik ginjal

pimordium dan terdiri dari sel kecil berbentuk kumparan dengan inti

hiperkromatik dan sitoplasma sedikit. Neoplasma yang tidak berdiferensiasi

menunjukkan aplasia, nekrosis, dan kecepatan mitosis yang tinggi. Diferensiasi

dapat menjadi struktur tubulus epithelial, struktur glomerulus primitif dan

berbagai jaringan mesenkim seperti tulang rawan, otot polos, otot lurik dan

tulang. Terkadang, tumor masa kanak yang menyerupai tumor Wilms dibentuk

oleh sel-sel yang memperlihatkan diferensiasi seperti otot rangka primitive

(rabdoid sarkoma) atau sel jernih (sarkoma sel jernih ).(9)

Pasien dapat disertai malformasi kongenital, seperti defek kornea,

gigantisme, sindrom Beckwith-Wiedermann (organomegali, glosomegali,

omfalokel dan retardasi mental), malformasi saluran genitourinarius (displasia

renal, dislokasi renal, duplikasi renal, ginjal polikistik, hipospadia,

kriptorkismus). Kasus tumor Wilms jarang walaupun 1-2% pasien yang

menderita memiliki riwayat keluarga. Gen tumor Wilms WT1 berlokasi di

11p13. WT1 yang ditemukan pada gen merupakan keadaan kritis untuk

perkembangan ginjal normal Itu menunjukkan tumor Wilms berkaitan dengan

abnormalitas materi genetik tertentu selama perkembangan embrio. Sebagian

pasien memiliki delesi lengan pendek kromosom 11 spesifik tumor, studi lebih

lanjut menunjukkan gen nefroblastoma terletak di area 11p13, disebut gen WT1.

7
Gen WT1 telah dipastikan sebagai supresor onkogen dari nefroblastoma,

kelainan fungsi atau strukturnya berperan penting dalam timbulnya tumor

Wilms.(4,8)

Gen WT1 pada kromosom 11p13 adalah gen jaringan spesifik untuk sel

blastema ginjal dan epitel glomerulus dengan dugaan bahwa sel prekursor kedua

ginjal merupakan lokasi asal terjadinya Tumor Wilms. Ekspresi WT1 meningkat

pada saat lahir, dan menurun ketika ginjal telah makin matur. WT1 merupakan

onkogen yang dominan sehingga bila ada mutasi yang terjadi hanya pada 1 atau

2 alel telah dapat mempromosikan terjadinya tumor Wilms. Gen WT2 pada

kromosom 11p15 tetap terisolasi tidak terganggu. Tumor berasal dari blastema

metanefrik dan terdiri atas blastema, stroma, dan epitel. Dari irisan berwarna

abu-abu dan terdapat fokus nekrosis atau perdarahan.(6)

Tingkat keganasan ditentukan berdasarkan gambaran histologik dan dibagi

menjadi dua golongan menurut prognosisnya yaitu baik dan buruk. Golongan

kedua menunjukkan gambaran histologik dengan bagian anaplastik, inti yang

atipik, hiperdiploidi dan banyak translokasi kompleks. Tumor Wilms terjadi

pada parenkim ginjal yang tumbuh dengan cepat dengan lokasi dapat unilateral

atau bilateral.(6)

Tingkat penyebaran Wilms Tumor menurut NWTS dibagi dalam 5

stadium :

I. Tumor terbatas pada ginjal dan dapat dieksisi sempurna

8
II. Tumor meluas keluar ginjal dan dapat dieksisi sempurna, mungkin

telah mengadakan penetrasi ke jaringan lemak perirenal, limfonodi

para aorta atau ke vasa renalis

III. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari biopsy

atau ruptur yang terjadi sebelum atau selama operasi

IV. Metastasis hematogen

V. Tumor bilateral.(2)

IV. Anatomi dan Fisiologi

Gambar 1. Anatomi ginjal(14)

Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang teletak di rongga retroperitoneal bagian

atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Cekungan

ini disebut hilus renalis, yang di dalamnya terdapat apeks pelvis renalis dan struktur lain yang

merawat ginjal, yakni pembuluh darah, sistem limfatik dan sistem saraf. Ginjal kanan sedikit

lebih rendah dibandingkan ginjal kiri karena tertekan kebawah oleh hati, Kutub atasnya

9
terletak setinggi kosta 12, sedangkan kutub atas ginjal kiri terletak setinggi kosta 11. Setiap

ginjal terdiri dari kira-kira 1,3 juta nefron. Pada autopsi klinis didapatkan bahwa ukuran rerata

ginjal orang dewasa adalah 11,5cm (panjang) x 6cm (lebar) x 3,5cm (tebal). Beratnya

bervariasi antara 120-170 gram atau kurang lebih 0,4% dari berat badan.(2,10)

Secara anatomis ginjal terbagi menjadi 2 bagian yaitu korteks dan medulla ginjal.

Didalam korteks terdapat berjuta-juta nefron sedangkan didalam medulla banyak terdapat

duktuli ginjal. Nefron adalah unit fungsional terkecil dari ginjal yang terdiri atas tubulus

kontortus proksimalis, tubulus kontortus distalis, dan duktus kolegentes.(10,11,12)

Fungsi primer ginjal adalah mempertahankan volume dan komposisi ECF dalam batas-

batas normal. Komposisi dan volume cairan ekstrasel ini dikontrol oleh filtrasi glomerulus,

reabsorbsi dan sekresi tubulus.(8)

Ginjal menerima sekitar 20% dari aliran darah jantung atau sekitar 1 liter permenit darah

dari 40% hematokrit, plasma ginjal mengalir sekitar 600 ml/ menit. Normalnya 20% dari

plasma disaring di glomerulus dengan LFG 120ml/menit atau sekitar 170 liter perhari.

Pernyaringan terjadi ditubular ginjal dengan lebih dari 99% yang terserap kembali

meinggalkan pengeluaran urin teakhir 1-1,5 liter perhari.(2,11,12)

Ginjal mendapat aliran darah dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari

aorta abdominalis, sedangkan darah vena dialirkan melalui vena renalis yang bermuara

kedalam vena kava inferior. Sistem arteri ginjal yaitu yang tidak mempunyai anastomosis

dengan cabang-cabang arteri lain, sehingga jika terdapat kerusakan pada salah satu cabang

arteri ini, berakibat timbulnya iskemia / nekrosis pada daerah vaskularisasinya.(10,11)

Menurut Sherwood, ginjal memiliki fungsi yaitu:

a. Pembentukan urin

10
b. Penghasil eritropoietin, rennin dan prostaglandin

c. Mempertahankan keseimbangan H2O dalam tubuh

d. Memelihara volume plasma yang sesuai sehingga sangat bereperan dalam pengaturan

jangka panjang tekanan darah arteri

e. Membantu memelihara keseimbangan asam basa dalam tubuh

f. Mengekskresikan produk-produk sisa metabolism tubuh

g. Mengekskresikan senyawa asing seperti obat-obatan.(13)

V. Diagnosis

A. Gambaran Klinik

Gambar 2. Clear cell carcinoma renal(16)

Pada gambran klinik adenokarsinoma didapatkan tanda trias klasik berupa : nyeri

pinggang, hematuria, dan massa pada pinggang yang merupakan tanda tumor dan stadium

lanjut. Gabungan dari ketiga gejala ini terjadi pada < 10% pasien. Nyeri terjadi akibat

invasi tumor ke dalam organ lain, sumbatan aliran urin, atau massa tumor yang

menyebabkan peregangan kapsula fibrosa ginjal. Hipertensi, polisitemia (akibat

menurunnya aliran darah) ke JGA yang mengakibatkan meningkatnya jumlah rennin dan

11
eritropoietin). Anemia karena terjadi perdarahan intratumoral, penurunan berat badan,

hiperkalsemia, disfungsi hati dan tanda- tanda metastasis keparu atau kehepar.(2,7)

Gambar 2. Tumor Wilms pada anak-anak

Gambaran klinik pada Tumor Wilms yaitu biasanya pasien dibawa kedokter oleh

orangtuanya karena diketahui perutnya membuncit serta terdapat benjolan di perut

sebelah atas, nyeri perut yang timbul jika invasi tunor menembus ginjal, atau diketahui

kencing berdarah karena invasi tumor yang menembus sistem pelveokalises. Pada

pemeriksaan kadang-kadang didapatkan hipertensi, demam, massa padat pada perut

sebelah atas yang kadang-kadang telah melewati garis tengah dan sulit digerakk,

n.demam, malaise, nafsu makan berkurang, mual dan muntah, sembelit, pertumbuhan

berlebih pada salah satu sisi tubuh.(2)

B. Gambaran Radiologi

pada pasien yang diduga tumor ginjal didiagnosis pasti dengan pemeriksaan

radiologi. Pada pasien hematuria terlebih dahulu harus melakukan pemeriksaan USG, jika

menemukan lesi yang menempati ruang baru dilakukan pemeriksaan lanjut radiologi

untuk diagnosis pasti seperti kontras CT atau MRI. Usg dilakukan untuk evaluasi primer

dan dilanjutkan pemeriksaan CT atau MRI untuk Konfirmasi.(10)

12
1. Foto polos abdomen

Gambar 3. Foto polos abdomen Tumor Wilms, tampak


massa yang mendesak organ abdomen(10)

Dapat dijumpai adanya massa tumor jaringan lunak dan pendesakan

organ-organ abdomen lainnya oleh massa tumor ini. Kalsifikasi dapat

ditemukan pada sekitar 10% kasus, biasanya berupa titik-titik atau cincin.

2. Ultrasonography (USG)

Pemeriksaan USG abdomen seringkali menjadi langkah pertama yang

sangat potensial dalam mendiagnosis tumor ginjal. Melalui USG dapat

dibedakan massa intrarenal dari massa yang berasal dari kelenjar adrenal atau

struktur-struktur disekitarnya. Evaluasi vena cava inferior penting karena

tumor dapat meluas ke struktur tersebut.

13
Gambar 4. Karsinoma ginjal yang
diidentifikasi sebagai massa yang
bulat yang terbentang dari bagian
posterior ginjal (anak panah)(17)

gambar 5. Karsinoma ginjal sebelah kanan


menggunakan USG Doppler(17)

3. CT scan

CT adalah metode pencitraan yang paling spesifik, karena ada

perbandingan kontras yang lebih baik. CT memiliki kemampuan akurasi yang

cukup tinggi dalam mengetahui adanya penyebaran tumor pada vena renalis,

vena cava, ekstensi perirenal dan metastasis pada kelenjar limfe

retroperitoneal.

Ct scan berguna sebagai tambahan ketepatan dalam membedakan antara

kista atau tumor padat terutama dalam melakuka staging. Dapat juga

dilakukan untuk melihat adanya sisa tumor setelah pembedahan atau adanya

rekurensi tumor pasca bedah.(17)

14
Gambar 6. CT scan abdomen pada pasien anak
penderita tumor Wilms (17)

Gambar 7. Tumor Wilms pada


anak-anak 4tahun dengan massa
di abdomen. Massa heterogenus
diginjal kiri dan metastase besar
multiple. Metastase hepar
multiple dengan thrombus
tumor divena porta.(17)

Gambar 8. A) adanya kalsifikasi fokal


pada bagian atas ginjal kanan. B) adanya
massa yang besar pada ginjal kanan
disertai dengan kalsifikasi, infasi kelobus
hepar. C) adanya kalsifikasi fokal pada
bagian atas ginjal sebelah kanan (panah
putih).(17)

Gambar 9. Sel ginjal karsinoma pada


ginjal kanan yang didedikasi pada CT scan
ginjal sebelum pengangkatan kontras. Sel
ginjal karsinoma dengan ct scan kontras
ginjal denga ukuran 101.(17)

15
4. MRI

MRI bisa memberikan keterangan tambahan mengenai penyebaran tumor.

MRI dapat mengungkapkan adanya infasi tumor pada vena renalis dan vena

cava tanpa membutuhkan kontrs, tetapi kelemahannya adalah kurang

sensitive mengenali lesi solid yang berukuran kurang dari 3cm. MRI dapat

menunjukkan informasi penting untuk menentukan perluasan tumor didalam

vena cava inferior termasuk perluasan kedaerah intrakardial.(17)

Gambar 10. Karsinoma renalis


sinistra pada pasien yang
mengalami nefrektomi untuk sel
ginjal karsinoma. (17)

Gambar 11. Karsinoma sel


ginjal yang besar sebelah
kanan denan invasi vena kava
inferior. Potongan aksial tI
weighted MRI sebelum
peningkatan kontras.
Karsinoma sel ginjal yang
besar sebelah kanan dengan
invasi vena kava inferior. (17)

16
5. Intravenous Pielogram (IVP)

Gambar 12. Tampak massa dalam ginjal. Tampak


distorsi kalik. (10)

VI. Differensial Diagnosis


Kunci utama dalam penegakan tuor ginjal adalah ditandai dengan adanya massa

pada abdomen, namun seringkali tersamarkan oleh keadaan lain yang juga

menimbulkan massa yang abnormal dalam abdomen, seperti :

a. Hidronefrosis

Hidronefrosis adalah pembengkakan ginjal akibat penumpukan urin,

umunya terjadi pada satu ginjal tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada

kedua ginjal. Penyakit ini diakibatkan dilatasi piala dan perifer ginjal pada satu

atau kedua ginjal akibat adanya obstruksi pada aliran normal urin yang

menyebabkan urin mengalir balik sehingga tekanan diginjal meningkat.(18)

17
Etiologi hidronefrosis yaitu jaringan parut diginjal atau ureter, batu di

ginjal, neoplasma, hipertrofi prostat, kelainan congenital pada leher kandung

kemih dan uretra, penyempitan uretra.(18)

Gambar 13. Gambaran


hidronefrosis

b. Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah kanker pada sistem saraf yang sering ditemukan pada

masa kanak-kanak. Kanker ini bisa tumbuh diberbagai bagia tubuh. Kanker ini

berasal dari jaringan simpatis (bagian dari sistem saraf yang mengatur fungsi

tubuh involunter/diluar kehendak, dengan cara meningkatkan denyut jantung dan

tekanan darah, mengkerutkan pembuluh darah dan merangsang hormone tertentu.

Tumor ini paling sering berasal dari kelenjar adrenal diperut dan biasanya

menyebar ke kelenjar getah bening, hati, tulang dan sumsum tulang.(10)

Gejalan neuroblastoma yaitu tergantung asal tumor dan luas penyebarannya.

Gejala awal biasanya perut yang membesar, terasa penuh dan nyeri perut, diare,

malaise, anemia dikarenakan berkuranagnya jumlah sel darah merah, rentan

18
infeksi karena berkurangnya sel darah putih dan masih terdapat gejala lain

tergantung asal dan luas penyebaran tumornya.(10)

gambar 14. CT scan abdomen pasien dengan


neuroblastoma kiri.(20)

VII. Komplikasi

a. Metastasis keparu-paru, hati, otak, sumsung tulang belakang

b. Sesak nafas

c. Efek samping dari kemoterapi dan radiasi (mual, muntah, suhu tubuh meningkat,

kerontokan rambut)

d. Komplikasi pembedahan (atelektasis, pneumonia,hemoragik)

VIII. Penatalaksanaan

a. Penatalaksanaan tumor Wilms

Tujuan pengobatan tumor wilms ialah mengusahakan penyembuhan

dengan kemungkinan komplikasi dan morbiditas serendah mungkin. Denan

terapi kombinasi (pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi) dapat

diharapkan hasil yang memuaskan. Pengobatan pilihan adalah nefroktomi

dan deseksi elenjar limfe dengan kapsul gerota yang intak.(2)

19
b. Penatalaksanaan Adenokarsinoma Renal

Dalam penatalaknsanaan karsinoma sel ginjal dapat dilakukan

tindakan operatif dan pemberian terapi medikamentosa secara sistemik. Hasil

pengobatan dan jenis tindakan yang akan dilaksanakan tergantung pada

stadium tumor ada atau tidaknya metastasis jauh.(2)

Pengobatan pilihan untuk tumor yang belum menunjukkan tanda-

tanda metastasis adalah radikal nefroktomi yaitu pengangkatan en blok ginjal

beserta tumornya dan kapsul gerota secara intak. Tindakan ini dapat

dilakukan melalui sayatan torakoabdominal atau transabdominal dan

sebelum melakukan pengangkatan ginjal, didahului dengan kontrol terhadap

pembuluh ginjal.(2)

Apabila sudah ada metastasis maka pengobatan yang dianjurkan

adalah nefrokomi dengan harapan akan memperpanjang harapan hidup,

mengurangi lesi metastasis, meninggikan efektifitas pengobatan tambahan

lainnya, mengurangi keluhan setempat dan mengurangi pengaruh kejiwaan

terhadap keganasan. Namun demikian, karena angka mortalitsa operasi pada

tumor metastasis relative tinggi, maka operasi ini hanya dianjurkan bila

harapan hidup diperkiran\ka lebih dari 6 bulan. Tindakan lainnya adalah

embolisasi arteri renalis, sedangkan radioterapi dapat diberikan sebagai

pengobatan untuk keluhan sakit akibat metastasis ketulang.

Pemeriksaan pada follow up meliputo pemeriksaan fisik untuk

mendeteksi adanya rekurensi setempat, pembesaran kelenjar limfe abdominal

dan tanda- tanda metastasis lainnya.(2)

20
IX. Prognosis

a. Prognosis pada tumor wilms

Faktor yang mempengaruhi harapan hidup pada penyakit ini

adalah jenis histologi, keterlibatan kelenjar limfe dan stadium. Pada umumnya

denan komninasi radioterapi, nefroktomi dan kemoterapi, hasil yang diperoleh

baik. Angka kelangsungan hidup dua tahung setinggi 90% dan kelangsungan

hidup dua tahun biasanya berarti kesembuhan. Hasil ini luar biasa karena anya

penderita dengan metastasis paru, ditemukan pada saat diagnosis, menghilang

dengan pengobatan terapeutik.(2)

b. Prognosis Adenokarsinoma Renal

Faktor yang mempengaruhi prognosa pada penyakit ini seperti

pada keadaan klinis, usiaa pasien, stadium, penyebaran, dereajat keganasan,

derajat histologi dan ukuran tumor. Adenokarsinoma yang masih terlokalisasi dan

tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda metastasis, dengan nefroktomi radikal

jika diikuti pemberian interferon diperkirakan memberikan hasil yang lebih baik.

Kendala yang ditemukan adalah bahwa pasien dating dalam stadium lanjut dan

telah ada metastasis jauh.(2)

21