Anda di halaman 1dari 5

Asuhan Keperawatan Pasien Perawatan Paliatif

A. Pengkajian
1. Anamnese
a. Data demografi yang mencakup : nama, umur, jenis kalmin, agama, alamat,
pekerjaan, pendidikan, status pernikahan, suku bangsa, tempat lahir, dan lain-lain
b. Riwayat penyakit masa lalu
c. Riwayat penyakit keluarga
d. Status kesehatan sekarang
e. Pengobatan yang pernah atau sedang dilakukan seperti : kemoterapi, pembedahan,
rdioterapi, pengobatan nyeri, ARV
f. Cairan dan sirkulasi
g. Pernapasan
h. Neurosensory
i. Sistem pencernaan
j. Eliminasi
k. Integumen
l. Reproduksi
m. Mobilisasi
n. Makan dan minum
o. Kebutuhan hygiene
p. Kebutuhan istrahat tidur
q. Komunikasi
r. Faktor keamanan dan lingkungan
s. Faktor psikologis, sosial, ekonomi, kultural dan spritual
2. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum dan tingkat kesadaran
b. Tanda-tanda vital
c. Pemeriksaan head-to-toe
d. Pemeriksaan khusus pada kasus paliatif seperti: luka, stoma, decubitus, udema
ekstermitas, asites, delirium dan gejala utama lainya
3. Analisa hasil pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan darah lengkap, fungsi lifer dan fungsi ginjal
b. Foto thorak untuk melihat kondisi jantung dan paru
c. USG melihat adanya masa atau kelainan organ
d. Biopsi untuk melihat adanya keganasan
e. Pemeriksaan penunjang lainnya
B. Diagnosa Keperawatan
Berikut adalah beberapa diagnosa keperawatan untuk berbagai kasus terminal
1. Nutrisi
- Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
- Gangguan menelan
- Resiko gangguan fungsi hati
- Resiko ketidakseimbangan elektrolit
- Kekurangan volume cairan
- Resiko kekurangan volume cairan
- Kelebihan volume cairan
- Resiko ketidakseimbangan volume cairan
2. Eliminasi dan pertukaran
- Gangguan eliminasi urin
- Inkontinenurin
- Retensiurin
- Konstipasi
- Resiko konstipasi
- Konstipasi fungsional kronis
- Diare
- Disfungsi motilitas gastrointestinal
- Inkontinenfekal
- Gangguan pertukaran gas
3. Aktivitas dan Isitrahat
- Insomia
- Deprivasi tidur
- Perubahan pola tidur
- Gangguan mobilitas di tempat tidur
- Gangguan mobilitas fisik
- Gangguan duduk
- Gangguan berdiri
- Gangguan berjalan
- Fatik
- Intoleran aktivitas
- Ketidakefektifan pola napas
- Penurunan curah jantung
- Resiko gangguan fungsi kardiovaskuler
- Resiko ketidakefektifan perfusi gastrointestinal
- Resiko ketidakefektifan perfusi ginjal
- Gangguan ventilasi spontan
- Resiko penurunan refusi jaringan jantung
- Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer
- Defisit perawatan diri, mandi, berpakaian, makan, toileting
4. Persepsi dan Kognisi
- Konfusi akut & kronis
- Defisit pengetahuan
- Gangguan memori
- Gangguan komunikasi verbal
5. Persepsi Diri
- Keputusasaan
- Resiko pelemahan martabat
6. Hubungan Peran
- Resiko gangguan perlekatan
- Disfungsi proses keluarga
- Keterputusan proses keluarga
- Ketidakefektifan hubungan
- Ketidakefektifan performa peran
- Gangguan interaksisosial
7. Seksualitas
- Disfungsi seksual
- Ketidakefektifan pola seksual
8. Koping dan toleransi stres
- Ansietas
- Koping defensive
- Ketidakefektifan koping
- Kecemasan kematian
- Ketakutan
- Duka cita
- Duka cita rumit
- Ketidakberdayaan
- Gangguan penyesuaian diri
- Kepedihan kronis
- Stres berlebihan
9. Prinsip hidup
- Konflik pengembalian keputusan
- Distress moral
- Gangguan religiositas
- Distres spiritual
10. Keamanan/perlindungan
- Risiko infeksi
- Ketidakefektifan jaln napas
- Resiko aspirasi
- Resiko perdarahan
- Resiko jatuh
- Resiko cedera
- Resiko luka tekan
- Resiko syok
- Kerusakan integritas kulit
- Resiko ketidakseimbangan suhu tubuh
- Hipertermi
- Hipotermi
11. Kenyamanan
- Gangguan rasa nyaman
- Neusea
- Nyerikronis
- Sindrom nyeri kronis
- Isolasi sosial
C. Rencana Tindakan Keperawatan Pada Kasus Terminal
Perencanaan tindakan yang akan dilakukan harus didasarkan pada diagnose
keperawatan yang telah ditetapkan berdasarkan hasil pengkajian, sehingga tujuan
tindakan berfokus pada :
- Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dengan berfokus pada keluhan utama
pasien seperti mengurangi nyeri, mengurangi sesak napas, melakukan
perawatan luka.
- Upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh
- Pengajaran terhadap pasien dan keluarga sehingga mereka dapat menerima
kenyataan yang ada
- Pengajaran kepada keluarga atau pelaku rawat untuk mengenali tnada-tanda
yang mengindikasikan penurunan status kondisi pasien sehingga dapat
mengubungi petugas bila terjadi kondisi darurat.
- Pencegahan terhadap timbulnya masalah baru.
D. Pelaksanaan/ Implementasi
Perinsip-prinsip di dalam penanganan masalah keperawatan paliatif didasarkan pada
prioritas masalah keperawatan yang timbul
E. Evaluasi
Evaluasi berdasarkan pada kategori masalah keperawatan yang disesuaikan dengan
kondisi pasien. Evaluasi mencakup dua elemen yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil.
Untuk dapat melihat keberhasilan setiap diagnose keperawatan diukur sesuai dengan
kriteria hasil.