Anda di halaman 1dari 75

REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I.

RAKNAMO)

BAB 8
PERENCANAAN DINDING PENAHAN

8.1 DASAR PERENCANAAN

8.1.1 Desain Dasar Dimensi Dinding Penahan

Tipe dinding penahan untuk perencanaan pada Bendung Kuledoki II direncanakan


menggunakan Tipe-T atau Tipe Kantilever, yang akan dibagi menjadi 3 bagian,
yaitu bagian hulu bendung, bagian mercu bendung dan bangian hulu bendung
berdasarkan kondisi ketinggian bangunan pada masing-masing bagian, dengan
tipikal dimensi adalah sebagai berikut :

Dimana,

B0 : Lebar total pondasi, m


B1 : Lebar telapak kaki pondasi bagian depan, m
B2 : Tebal pangkal dinding penahan, m
B3 : Lebar telapak kaki pondasi bagian belakang, m
B4 : Tebal ujung (atas) dinding penahan, m
H0 : Tinggi total dinding penahan, m
H1 : Tinggi ujung telapak kaki pondasi bagian depan, m
H2 : Selisih tinggi ujung dan pangkal telapak kaki pondasi, m
H3 : Tinggi dinding penahan, m

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 1


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

8.1.2 Desain Pembebanan Terhadap Dinding Penahan

Beban yang terjadi terhadap dinding penahan ditunjukan pada gambar dibawah
ini :

(a) Beban hidup

Beban hidup terhadap dinding penahan adalah akibat adanya jalan inspeksi
dimana harus menerima beban kendaraan sebesar 1.0 t/m2 (beban kendaraan
untuk inspeksi dan pemeliharaan ringan). Dua kasus pembeban oleh beban hidup
(q dan q’) seperti ditunjukan pada gambar di atas.

(b) Beban mati

Beban mati merupakan beban sendiri dari struktur termasuk material-material


pengisinya yang merupakan faktor reaksi struktur terhadap gaya-gaya eksternal
yang terjadi terhadapnya untuk mendapatkan kondisi kestabilan.

(c) Tekanan tanah pasif

Tekanan tanah pasif tidak diperhitungkan dalam analisis karena relatif kecil dan
dipertimbangkan sebagai bagian angka keamanan struktural.

(d) Tekanan tanah aktif

Tekanan tanah aktif terjadi adanya beban tanah akibat timbunan dibelakang
bangunan yang memberikan tekanan pada dinding penahan.

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 2


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

8.1.3 Tekanan Tanah Terhadap Dinding Penahan

Salah satu tekanan yang bekerja pada dinding penahan atau bangunan adalah
tekanan tanah. Tekanan tanah arah samping, dapat dihitung dengan menggunakan
Cara Rankine.

Menurut Rankine, tekanan samping aktif dan pasif adalah:

Aktif : Ea = ½ Ka.γ H1 – 2C.H1.√Ka

Pasif : Ep = ½ Kp.γ H2 + 2C.H2.√Kp

Dimana :

Ea = tekanan aktif, kN/m

Ep = tekanan pasif, kN/m

Ka = koefisien tekanan aktif

Kp = koefisien tekanan pasif, tidak diperhitungkan

γ = berat volume tanah, kN/m3

H1 = tinggi tanah untuk tekanan aktif, m

H2 = tinggi tanah untuk tekanan pasif, m

C = kohesi tanah, kN/m2

 = sudut dinding terhadap arah vertikal

 = sudut geser internal

 = sudut geser dinding (dinding terhadap tanah)

- 2C √Ka

H1o

Ep Ea
H2o (H1-Zo)/3

Gambar : Tegangan samping aktif dan pasif, Cara Rankine

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 3


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

8.1.4 Tekanan Air Terhadap Dinding Penahan

Tekanan hidrostatik adalah fungsi kedalaman di bawah permukaan air dan sama
dengan :

P = w . H

Dimana:
P = tekanan hidrostatik, kN/m2
w = berat volume air, kN/m3
H = jarak dari permukaan air bebas, m

El. MA Banjir h
El. MA Air Tanah

H1

Pb El. MA Normal evel


Pg
Pn

½ w. H1 ½ w. Hn ½ w. Hg

Up
Gambar : Tekanan air pada dinding

Tekanan air yang bekerja terhadap dinding penahan yang lain adalah Tekanan Air
Ke atas (Uplift), yang bekerja berdasarkan beda tinggi muka air terhadap dasar
pondasi, dan dicari dengan persamaan

Up = ½ Hw .B.U

Dimana,

Up = tekanan uplift, kN/m

Hw = beda tinggi muka air terhadap dasar pondasi, m

U = koefisien uplift

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 4


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

8.1.5 Tegangan Ijin (σd

Tegangan izin untuk beton (bertulang), baja dan kayu diuraikan dalam standar
perencanaan di bawah ini:

- pasangan batu σd = 7 N/mm2 (=7 kgf/cm2)

- psangan bata merah σd = 7 N/mm2 (=7 kgf/cm2)

- tidak boleh ada tegangan tarik pada bangunan dari pasangan

8.1.6 Faktor Keamanan (Sf

(1) Faktor keamanan terhadap Gaya Guling

Harga-harga faktor keamanan terhadap bahaya guling (overturning) diberikan


pada tabel berikut:

SF = Mt / Mg

Dimana :

SF = angka keamanan (safety factor)

Mt = momen tahan terhadap guling

Mg = momen guling

Faktor Keamanan sesuai Kondisi Pembebanan

Kondisi Pembebanan Faktor Keamanan


1. Kondisi Normal 2.00
2. Kondisi Gempa 1.25

(2) Faktor keamanan terhadap Gaya Gelincir

Harga-harga faktor keamanan terhadap bahaya gelincir (sliding) diberikan pada


tabel berikut:

SF = f . ΣV / ΣH

Dimana :

SF = angka keamanan (safety factor)

f = koefisien gesek

ΣV = total gaya vertical (gaya tahan)

ΣH = total gaya horizontal (gaya geser)

Faktor Keamanan sesuai Kondisi Pembebanan

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 5


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Kondisi Pembebanan Faktor Keamanan


1. Kondisi Normal 2.00
2. Kondisi Gempa 1.25

8.2 PERHITUNGAN STABILITAS DINDING PENAHAN BENDUNG BENDUNG KULEDOKI II

Data Desain :

- Elevasi muka air banjir : + 53.14 m

- Elevasi muka air normal : + 50.00 m

- Elevasi dasar sungai hulu : + 47.50 m

- Elevasi top dinding hulu : + 53.90 m

- Elevasi dasar sungai hilir : + 46.75 m

- Elevasi dasar kolam : + 45.20 m

- Elevasi top dinding hilir : + 52.90 m

- Kedalaman pondasi : 2.25 m (dari elev dasar sungai)

8.2.1 Desain Kondisi Dinding Penahan Bendung Bendung Kuledoki II Bagian Hulu

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 6


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

A. Tinjauan Dalam Kondisi Air Normal

Dimensi rencana Dinding Penahan pada posisi Hulu Bendung :

Ringkasan ketentuan perencanaan Dinding Penahan pada posisi Hulu Bendung :

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 7


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 8


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 9


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 10


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 11


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 12


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 13


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 14


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 15


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 16


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 17


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

B. Tinjauan Dalam Kondisi Air BANJIR


Dimensi rencana Dinding Penahan pada posisi Hulu Bendung :

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 18


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 19


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 20


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 21


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 22


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 23


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 24


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 25


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 26


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 27


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

8.2.2 Desain Kondisi Dinding Penahan Bendung Bendung Kuledoki II Bagian Hilir

A. Tinjauan Dalam Kondisi Air NORMAL

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 28


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 29


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 30


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 31


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 32


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 33


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 34


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 35


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 36


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 37


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

B. Tinjauan Dalam Kondisi Banjir

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 38


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 39


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 40


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 41


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 42


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 43


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 44


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 45


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 46


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 47


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

8.3 KESIMPULAN STABILITAS DINDING PENAHAN

8.3.1 Dinding Penahan Bendung Kuledoki II Bagian Hulu

1. Desain Dimensi

Gambar 8.1 Dimensi Dinding Penahan Bagian Hulu Bendung Bendung Kuledoki II

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 48


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

2. Stabilitas

a. Tinjauan Kondisi Air Normal

b. Tinjauan Kondisi Air Banjir

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 49


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

8.3.2 Dinding Penahan Bendung Kuledoki II Bagian Hilir

1. Desain Dimensi

Gambar 8.2 Dimensi Dinding Penahan Bagian Hilir Bendung Bendung Kuledoki II

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 50


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

2. Stabilitas

a. Tinjauan Kondisi Normal

b. Tinjauan Kondisi Banjir

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 51


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

8.4 PERHITUNGAN STRUKTURAL DINDING PENAHAN BENDUNG KULEDOKI II

Dari perhitungan/analisa kestabilan dinding penahan kondisi paling kritis untuk


dinding penahan Bendung Kuledoki II ini adalah kondisi air normal dengan gempa,
dimana gaya-gaya pasif/reaksi berkurang akibat kosongnya air di sungai, sehingga
untuk perhitungan kekuatan struktur dinding penahan hanya ditinjau dalam
kondisi air normal dengan gempa.

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 52


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

8.4.1 Dinding Penahan Bendung Kuledoki II Bagian Hulu

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 53


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 54


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 55


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 56


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 57


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 58


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 59


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 60


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 61


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 62


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 63


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 64


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 65


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Gambar 7.8 Pengaturan Baja Tulang Dinding Penahan Bagian Hulu Bendung Bendung
Kuledoki II

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 66


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

8.4.2 Dinding Penahan Bendung Kuledoki II Bagian Hilir

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 67


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 68


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 69


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 70


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 71


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 72


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 73


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 74


REVIEW DESAIN SUB D.I. KULEDOKI II (D.I. RAKNAMO)

Gambar 7.6 Pengaturan Baja Tulang Dinding Penahan Bagian Hilir Bendung
Bendung Kuledoki II

Laporan Konstruksi Bendung VIII - 75