Anda di halaman 1dari 17

Memori Peninjauan Kembali

Atas

Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2218K/Pid.Sus/2015 tertanggal 23 Oktober 2015


Juncto Putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor :129/Pid.sus/2015/PT.Mks
tertanggal 08 Juni 2015 Juncto Putusan Pengadilan Negeri Bantaeng
Nomor:104/Pid.Sus/2014/PN.Ban. (anak) tertanggal 01 April 2015

Perihal : Permohonan Peninjauan Kembali

Lampiran : - Bukti baru (Novoem)

Kepada Yang Terhormat :

Ketua Mahkama Agung Republik Indonesia

Jl. Medan Merdeka Utara 9-13

di,-

Jakarta

Melalui

Yang Terhormat

Panitera Pengadilan Negeri Bantaeng

di,-

Bantaeng

Dengan hormat,

ijinkan dan perkenankan saya atas nama Terdakwa:

Nama : H. Sahabuddin., R. S.Ag., M.Si. bin Rupi;


Tempat Lahir : Bantaeng;

Umur/Tanggal Lahir : 46 Tahun/1 Januari 1971;

Jenis Kelamin : Laki-laki;

Kebangsaan : Indonesia;

Tempat Tinggal : Kampus Pesantren DDI Mattoanging, Kecamatan

Bantaeng, Kabupaten Bantaeng;

Agama : Islam;

Pekerjaan : PNS Depatemen Agama;

Pendidikan : S-2 (Magister);

Selanjutnya,dahulu sebagai Terdakwa, Pembanding, Pemoho Kasasi, serta sekarang


disebut Pemohon Peninjauan Kembali;

Bahwa sebelum Pemohon Peninjauan Kembali (Pemohon PK) menegemukakan


alasa keberatan yang mendasari Permohonan Peninjauan Kembali ini, ijinkan dan
Perkenankan kami mengemukan alasan-alasan diajukannya Permohonan Peninjauan
Kembali adalah sebagai berikut:

1. Bahwa Klien kami tersebut di atas dalam Perkara Pidana Nomor:


104/Pid.Sus/2014/PN.Ban. (anak) sebagai Tedakwa dan oleh Pengadilan
Negeri Bantaeng pada tanggal 01 April 2015 telah diperiksa dan di adili dengan
Amar Putusan sebagai berikut:
-------------------------------------------------Mengadili------------------------------------------
1. Menyatakan H. Sahabuddin, R. S.Ag., M.Si., bin Rupi tersebut diatas,
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
“denagan sengaja membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan
dilakukan perbuatan cabul dimana perbuatan tersebut ada
hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai
satu perbuatan berlajut” sebagaimana dalam dakwaan alternative
pertama;
2. Menjatuhkan Pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana
Penjara selama 7 (tujuh) tahun dan denda sejumlah Rp. 60.000.000,- (enam
puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar
diganti dengan kurungan selama 6 (enam) bulan;
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani
Terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan;
5. Menetapkan Barang Bukti berupa:
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Purnawan Dwi Ahmadana
dan ditandatngani saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid
dan diktahui Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04
Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Abd. Gafur dan ditandatngani
saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diktahui
Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Jaya Kususma dan
ditandatngani saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan
diktahui Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober
2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Aidil Akbar dan ditandatngani
saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diktahui
Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Ridwan dan ditanda tangani
saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diketahui
Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Muh. Asran A.R dan ditanda
tangani saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan
diketahui Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober
2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan yang tidak ditanda tangani oleh
saudara Khaerul Akbar dan telah ditanda tangani oleh saksi Drs. H.
Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diketahui Lurah Lamalaka
Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 06 September 2014;
tetap terlampir dalam berkas perkara ini;
6. Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah
Rp5.000,00 ( lima ribu rupiah).

2. Bahwa terhadap Putusan Pengadilan Negeri Bantaeng dalam Perkara Pidana


Nomor: 104/Pid.Sus/2014/PN.Ban. (anak) telah diajukan dan dimintakan
Permohonan Banding tanggal 06 April 2015, sesuai dengan Akta Permohonan
Banading Nomor:10/Akta.Pid/2015/PN.Ban dan kemudian telah diperiksa dan diadili
oleh Majelis Hakim Pada Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan dengan Perkara Nomor
:129/Pid.sus/2015/PT.Mks dengan Amar Putusan sebagai berikut:
-------------------------------------------Mengadili Sendiri--------------------------------------
1. Menyatakan H. Sahabuddin, R. S.Ag., M.Si., bin Rupi tersebut diatas,
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
melakukan perbuatan cabul dengan sesame jenis sebagaimna dawaan
alternatif ke dua;
2. Menjatuhkan Pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana
Penjara selama 4 (empat) tahun ;
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani
Terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan;
5. Menetapkan Barang Bukti berupa:
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Purnawan Dwi Ahmadana
dan ditandatngani saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid
dan diktahui Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04
Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Abd. Gafur dan ditandatngani
saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diktahui
Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Jaya Kususma dan
ditandatngani saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan
diktahui Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober
2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Aidil Akbar dan ditandatngani
saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diktahui
Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Ridwan dan ditanda tangani
saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diketahui
Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Muh. Asran A.R dan ditanda
tangani saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan
diketahui Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober
2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan yang tidak ditanda tangani oleh
saudara Khaerul Akbar dan telah ditanda tangani oleh saksi Drs. H.
Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diketahui Lurah Lamalaka
Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 06 September 2014;

tetap terlampir dalam berkas perkara ini;


6. Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah
Rp5.000,00 ( lima ribu rupiah).

10. Bahwa terhadap Putusan Banading di Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan


dalam Nomor : telah diajukan dan dimintakan Permohonan Kasasi tanggal 13 Juli
2015, sesuai dengan Akta Permohonan Kasasi Nomor :45/Akta.Pid/2015/PN.Ban,
kemudian telah diperiksa dan diadili dengan Amar Putusan dengan perkara Nomor:
2218 K/Pid.Sus/2015 sebagai berikut:
------------------------------------------Mengadili Sendiri---------------------------------------
1. Menyatakan H. Sahabuddin, R. S.Ag., M.Si., bin Rupi tersebut diatas,
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
“denagan sengaja membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan
dilakukan perbuatan cabul dimana perbuatan tersebut ada
hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai
satu perbuatan berlajut”;
2. Menjatuhkan Pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana
Penjara selama 7 (tujuh) tahun dan denda sejumlah Rp. 60.000.000,- (enam
puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar
diganti dengan kurungan selama 6 (enam) bulan;
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani
Terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan;
5. Menetapkan Barang Bukti berupa:
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Purnawan Dwi Ahmadana
dan ditandatngani saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid
dan diktahui Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04
Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Abd. Gafur dan ditandatngani
saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diktahui
Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Jaya Kususma dan
ditandatngani saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan
diktahui Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober
2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Aidil Akbar dan ditandatngani
saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diktahui
Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Ridwan dan ditanda tangani
saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diketahui
Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober 2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan saudara Muh. Asran A.R dan ditanda
tangani saksi Drs. H. Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan
diketahui Lurah Lamalaka Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 04 Oktober
2014;
 1 (satu) lembar Surat Pernyataan yang tidak ditanda tangani oleh
saudara Khaerul Akbar dan telah ditanda tangani oleh saksi Drs. H.
Jamaluddin, Syahrir, S.Pd., Drs. A. Hafid dan diketahui Lurah Lamalaka
Hasanuddin. S.Sos. pada tanggal 06 September 2014;

tetap terlampir dalam berkas perkara ini;


6. Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah
Rp. 2.500,-00 ( dua ribu lima ratus rupiah).

10. Bahwa terhadap Putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia,


Klien kami tidak sependapat dan sangat keberatan serta menolak tegas
terhadap Penetapan Hukum pada setiap Tingakatan, serta putusan tersebut
tidak didasarkan pada pertimbangan hukum yang benar yang didasarkan pada
fakta-fakta dipersidangan melainkan hanya melegitimasi pada surat dakwaan
dan tuntusan dari saudara Jaksa Penuntut Umum, serta tidak menerapkan cara-
cara mengadili yang benar sebagaimana di maksud dalam Pasal 160 ayat (1)
Huruf c Jo. Pasal 185 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981
maka oleh karena itu maka Klien kami menemukan bukti Baru (novoem)
sehingga Putusan Pengadilan Negeri Bantaeng Nomor :
104/Pid.Sus/2014/PN.Ban. (anak), Putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi
Selatan Nomor: , Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor :
, tersebut harus dibatalkan;

FAKTA-FAKTA

1. Bahwa sebuah kasus tindak pidana tidak hanya berisikan fakta terjadinya tindak
pidana dan aturan hukum yang mengaturnya, namun juga sering terdapat fakta
yang membuat suatu tindak pidana seolah-olah pernah terjadi;
2. Bahwa pada awal munculnya Permasalahan ini setidak-tidaknya pada akhir
bulan September 2014 karena ada 3 (tiga) orang Santri yang diancam oleh
Pembina (Terdakwa) mau diskors dan tidak diikutkan belajar, sehingga mereka
pun melapor. Tetapi waktu itu ketiganya belum diskors, hanya berupa ancaman
saja;
3. Bahwa ketiga orang Santri tersebut mau diskors karena ketiganya telah
melanggar peraturan yaitu sering menginap di luar Pondok Pesantren tanpa ijin
ditambah lagi ketiganya sudah pernah membuat Surat Pernyataan sebelumnya;
4. Bahwa adapun ketiga santri tersebut bernama ASRIADI, KAHAR, dan YAYAT,
yang mana saat itu ketika masih subuh, Terdakwa mendapati mereka lompat
pagar dari luar Pondok Pesantren, ketika Terdakwa tanyakan mereka mengaku
baru saja mencari makanan untuk puasa sunnah padahal hari itu bukan hari
senin maupun kamis, selain itu mereka juga berbohong kepada Terdakwa
sehingga Terdakwa memukul mereka;
5. Bahwa saat kejadian itu Ustadz HARIS dan JAMAL menghadap kepada
Terdakwa dan mengatakan kalau ketiga Santri tersebut sudah banyak
pelanggarannya ditambah lagi dengan adanya Surat Pernyataan mereka yang
bersedia dikeluarkan apabila melanggar peraturan, namun waktu itu Terdakwa
katakan tidak usah dikeluarkan cukup diskors saja;
6. Bahwa oleh karena ketiga orang Santri Madrasah Aliyah yang diskors itu tetapi
belum dikeluarkan yaitu Yayat, Asriadi, dan Kahar. Adapun mereka diskors
karena sudah berulang kali melanggar peraturan sekolah dan juga melanggar
kesepakatan yang telah dibuat sebagaimana pada poin 4 dan 5 diatas;
7. Bahwa setelah adanya tindakan skors tersebut, saat Terdakwa masih berada di
Jakarta, Ustadz HARIS menyampaikan kepada Terdakwa melalui telepon
bahwa KING ABDUL AZIS pernah datang menghadap dan akan melakukan
demo apabila ketiga orang Santri tersebut di skors atau dikeluarkann dengan
tuntutan dari para Santri yaitu : Terdakwa dikeluarkan dari DDI Mattoangin, Santri
Kelas III diluluskan semuanya, dan ketiga orang Santri tidak dikeluarkan serta
mereka juga diluluskan;
8. Bahwa oleh karena Terdakwa tidak mengindahkan acaman dari para santri yang
ingin melakukan demo, maka para santri benar-benar melakukan demo yang
dipinpin oleh KING ABDUL AZIZ dengan kesepuluh saksi korban di lingkungan
Pondok Pesantren DDI Mattoangin dengan Tuntutan dalam aksinya yaitu : santi
yang diskors tetap masuk belajar dan skors dicabut oleh Terdakwa, Terdakwa
dikeluarkan dari DDI Mattoangin, Santri Kelas III diluluskan semuanya;
9. Bahwa berdasarkan tuntutan Para santri dalam aksinya, maka pihak Pondok
Pesantren menerima Tuntutan Para santri tersebut, yang pada initinya skors
yang dilakukan kepada ketiga santri di cabut dan ketiga santi tersebut kembali
menikuti pembelajaran di Pondok Pesantren, santri kelas III tidak bisa dijamin
kelulusannya kerena kelulusan seseorang santri tergantung dengan nilai yang
mereka dapatkan dalam Ujian Nasional, terdakwa belum bisa dikeluarkan dari
pondok peranteran karena tindakan yang dilakukan belum terbukti
kebenarannya;
10. Bahwa setelah aksi yang dilakukan oleh para santi yang diterima baik oleh pihak
Pondok pesantren, maka ketiga santi yang diskors dipanggil kembali mengikuti
pelajaran di Pondok Pesantren, namun ketiga santri tersebut lebih memilih untuk
pidah Sekolah;
11. Bawa pada bukan Oktober 2014 Terdakwa berangkat ke Jakarta dalam rangka
Pelantikan Anggota DPR RI yaitu Pak Asikin;
12. Bahwa setalah kembali dari Jakarta Terdakwa baru mengetahui bahwa
Terdakwa sudah dilaporkan ke Polres Bantaeng dengan Tindak Pidana
Pencabulan, dalam Pelaporan Di Polres Bantaeng ada beberapa oknum Guru
yang mempengaruhi para Santri sehingga mereka melaporkan Terdakwa ke
Polisi diantaranya adalah KAMARUDDIN, FADLI, dan SYAMSUAR, mereka
semua adalah Guru dan mantan bendahara. Ketiganya pernah bermasalah
dengan Terdakwa, misalnya KAMARUDDIN sebagai mantan bendahara pernah
bermasalah dengan Terdakwa dalam hal pengelolaan keuangan, karena tugas
bendahara diawasi oleh Terdakwa;
13. Bahwa adanya oknum Guru yang mempengaruhi para santri melaporkan
Terdakwa Ke Polres bantaeng di ketahui ketika oknum Guru tersebut
mengumpulkan para santri di sebuah rumah di Sasayya;
14. Bahwa adapun para Santri yang melaporkan Terdakwa tersebut mengaku
awalnya hanya main-main/iseng-iseng saja melapor ke Polisi untuk mencari
kehebohan, dan oleh karena pemberitaan yang sedang hangat di televisi adalah
kasus pelecehan seksual di JIS makanya dibuatlah cerita sodomi. Namun
kemudian ada 4 (empat) orang Santri yang mengaku menyesal telah
melaporkan Terdakwa, dimana salah satunya adalah JAYA KUSUMA, dan
keempatnya juga mengaku bahwa laporan itu tidak benar yaitu AIDIL AKBAR;
15. Bahwa berdasarkan uraian fakta di atas menunjukkan adanya niat jahat dalam
melaporkan Terdakwa ke pihak kepolisian terkait perkara a quo;

ALASAN KEBERATAN

Bahwa adapun alasan-alasan diajaukannya Keberatan atas Putusan Pengadilan


Negeri Bantaeng Nomor : 104/Pid.Sus/2014/PN.Ban. (anak), Putusan Pengadilan
Tinggi Sulawesi Selatan Nomor: , Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
Nomor : tersebut disusun dengan alasan-alsan hukum berdasarkan pasal 263 ayat (2)
KUHAP sebagai berikut:
 BAB I : KEDAAN BARU YANG MENIMBULKAN DUGAAN KUAT,
BAHWA JIKA KEADAAN ITU SUDAH DIKETAHUI PADA
WAKTU
SIDANG BERLANSUNG, HASILNYA AKAN BERUPA
PUTUSAN
BEBAS ATAU LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN
HUKUM (NOVOEM);
 BAB II : PENERAPAN HUKUM PUTUSAN TERSEBUT DENGAN
JELAS
MEMPERLIHATKAN SUATU KEHILAFAN MAJELIS HAKIM
ATAU KEKELIRUAN YANG NYATA;
 BAB III : KESIMPULAN DAN PERMOHONAN;

BAB I

KEDAAN BARU YANG MENIMBULKAN DUGAAN KUAT,BAHWA JIKA


KEADAAN ITU SUDAH DIKETAHUI PADA WAKTU SIDANG BERLANSUNG,
HASILNYA AKAN BERUPA PUTUSAN BEBAS ATAU LEPAS DARI SEGALA
TUNTUTAN HUKUM (NOVOEM)

Bahwa untuk m

- Bahwa oleh Karena terdakwa tidak memiliki kecendrungan bi seksual maka


sangatlah tidak munkin bila terdakwa melakukan perbuatan sebagaimana yang
didakwakan kepadanya sebagaimana diterangkan oleh saksi Ahli Popy
Amaliah.
Karena pada prinsipnya Terpidana Saharuddin tidak memiliki rasa ketertarikan
sexsual kepada sesama jenis atau kepada anak laki-laki dan bila kita
memperhatikan dengan baik hasil pemerikasaan atau asesment yang dilakukan
HARLINA HAMID ...... yang termuat pada laporan piskologis terpidana
(terlampir pada Berita Acara kepolisian Laporan Psikologis ) juga tidak ada hal
yang menyatakan bahwa terpidana memiliki kecendrungan sexsual kepada
sesama jenis bahkan dalam laporan tersebut terpidana memiliki kecendrungan
yang besar kepada lawan jenis (wanita ) .
- Bahwa Keterangan saksi Ahli Harlina halaman sebagaimana yang termuat
dalam Berita Acara Kepolisian Tersangka Saharuddin Bin Rupi halaman dua
point liman dan enam sebagai berikut :

Dapatkah saudari menjelaskan cara / metode seperti apa yang dilakukan dalam
melakukan pemeriksaan psikologis terhadap tersangka saudara H.
SAHARUDDIN S. Ag Bin RUPI , dan bagaimana hasilnya, ?
------------ Metode yang digunakan alat ukur psikologis wawancara, Tes
tertulis dan memintanya untuk menggambar.

Dengan hasil pemeriksaan psikologis adalah yang bersangkutan


terlihat sangat cemas dan tertekan, yang bersangkutam
menunjukkan gejala depresi.

Dari Hasil Pemeriksaan Saudara Ahli Seperti Yang telah diuraikan datas dan
dihubungkan dengan hasil pemeriksaan terhadap saudara H SAHARRUDDIN
Bin Rupi yang dilakukan oleh penyidik /penyidik pembantu sebagaimana yang
diterangkan dalam berita acara pemeriksaan dan menyankal telah melakukan
pencabulan, apakah ketarangan Haji saharudiin Sa, Ag M,Si Bin Rupi yang ia
sampaikan / Terangkan telah sesuai atau tidak benar ?
------------ Jadi keterangan Saudara H. Saharuddin S, Ag, yang telah
meyankal atau tidak mengakui perbuatan ia telah melakukan
tindakan pencabulan terhadap korban adalah tidak benar atau
ia bohong.

Bahwa bila menghubungkan kedua keterangan tersebut yang dituangkan


dalam berita acara pemeriksaan adalah keteragan yang tidak memiliki
hubungan causalitas karena pada poitn lima
menjelaskan................................. tentang lalu pada point berikutnya
menjelaskan benar atau tidak benarnya keterangan tersangka/ terdakwa/
terpidana .
- Bahwa dalam putusan 104/Pid.Sus/2014/PN.Ban. halaman 88 keterangan
saksi ahli HARLINA HAMID, S.Psi, M.Si, M.Psi, Psikolog Binti Hamid
menerangkan Terdakwa sangat
- Bahwa kami menilai ahli dalam memberikan keterangannya tidak bebas dan
mandiri dalam memberikan penilaian Psikologis terhadap tersangka /
terdakwa/ terpidana SAHARUDDIN BIN RUPI, bahkan cendrung keterangan
tersebut dipengaruhi pada opini Media dan kepentingan lain serta kepentingan
penyidik yang cendrung untuk mengkriminalisasi Pemohon dahulunya
TERSANGKA/ TERDAKWA/TERPIDANA.

- Bahwa hal tersebut dapat dilihat dari proses penyilidikan serta penyidikan
perkara aquo dimana surat perintah penahanan nomor polisi : Sp. Han
/57/X.2004/Reskrim yang diterbitkan oleh KEPALA RESORT BANTAENG yang
ditanda tangani oleh KASAT RESKRIM AJUN KOMISARIS Muh Ramli, selaku
penyidik tertanggal 11 oktober 2014 sedangkan pengambilan keterangan Ahli
sebagaimana yang termuat pada berita acara Pemeriksaan Leny Eko Prihati,
S,Psi, M.pd, Psikolog Binti Muh Asri sebagai Saksi Ahli tertanggal 17 Oktober
2014 dan Berita Acara Pemeriksaan SaksiPada Ahli Harlina Hamid S, Psi, M.Si,
Psikolog Binti Hamid diambil keterangannya pada tanggal 28 Oktober 2014,
dengan demikian pemohon Peninjauan Kembali dahulunya TERSANGKA/
TERDAKWA/TERPIDANA SAHARUDDIN BIN RUPI telah ditahan dengan alasan
melanggar pasal ............................. adalah sebuah proses penyidikan dan
penahanan yang melanggar pasal .......KUHAP tentang batas minimal
pembuktian sebab penahanan tersebut hanya didasarkan hanya pada
keterangan Pelapor tampa didukung bukti-bukti lain, mengingat pada tanggal
11 oktober 2014 belum diambil keterangan ahli sehingga
................................................. selain daripada itu, pada kesempatan ini
perlu kami sampaikan bahwa pada waktu bergulirnya perkara aquo telah
banyak melibatkan pihak –pihak lain termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten
Bantaeng dalam hal ini Bupati Bantaeng yang tentunya memiliki tujuan lain
terhadap perkara ini.
Bahwa selain hal tersebut diatas keterangan saksi ahli yang menurut hemat
kami tidak mandiri dan cendrung tendesius, sehingga melahirkan penyidikan
yang tidak obyektif dimana pada pemohon disebutkan dalam uraian
keterangan pada point lima berita acara pemeriksaan adalah Pribadi yang tidak
memiliki kecendrungan bisexsual apa lagi terhadap anak dan hal ini sangatlah
bertentagan dengan perilaku sehari- hari termohon yang memiliki empati
dan simpati terhadap orang lain disekelililngnya sebagaimana keterangan –
keterangan Bapak jamaluddin dan

- Bahwa seharusnya Majelis hakim dalam memeriksa perkara aqua melakukan


pemeriksaan dengan cermat dan teliti sehingga dalam mengambil
pertimbangan untuk memutus perkara karena hal tersebut berhubungan erat
dengan Hak Asasi Manusia terdakwa, sebagaimana yang dialami oleh terpidana
saharuddin yang kini telah menjalani hukumana kurang lebih tiga tahun .

1. Keterangan Saksi
 Saksi Sahrul Gunawan (Saksi Pelapor)
Terhadap keterangan Pelapor yang pada intinya menerangkan bahwa
dirinya pernah disodomi 4 (kali) kali oleh terdakwa denga kejadian pertama
pada saat saksi duduk di bangku kelas 2 Madrasah Aliyah Yakni pada pagi
hari sekitar pertengahan tahun 2013, bertempat di Rumah Dinas Terdakwa
yang terletak di Kompleks Pondok Pesantremn DDI Mattoangin, Kecamatan
Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Kejadian Kedua terjadi pada malam
sebelum pemilihan Umum Legislatif tahun 2014 sekitar pukul 02.00 Wita,
bertempat di rumah Dinas Terdakwa yang terletak di Kompleks Pondok
Pesantremn DDI Mattoangin, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng,
Kejadian Ketiga terjadi sekitar pagi hari diawal bulan September 2014 di
Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) terletak di Kompleks Pondok
Pesantremn DDI Mattoangin, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng,
serta Kejadian Keempat terjadi pada hari minggu , tanggal 28 September
2014 sekitar pukul 11.00 Wita, bertempat di Kantor Sekertariat, Pimpinan
Pesantren DDi Mattoangin yang terletak di Kompleks Pondok Pesantremn
DDI Mattoangin, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng [vide Putusan
Pengadilan Negeri Bantaeg Nomor : 104/Pid.Sus/2014/PN.Ban (Anak) hal
44-45].
Bahwa berdasarkan Visum Et Refertum Nomor : 354/RSU-BTG/X/2014
tertanggal 9 Oktober 2014 yang dibuat dan ditandatngani oleh dr. Erwin S.,
SPB., Dokter Pemeriksa/Pembuat Visum Et Refertum pada RSUD Prof. Dr.
H. M. Anwar Makatutu Bataeng atas seorang Penderita bernama Gunawan
Bin Nurdin Ambo Dalle, dengan hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya
tanda-tanda kekerasan pada Regio Anal (daerah anus), Majelis hakim
berependapat bahwa hal tersebut bisa saja terjadi mengingat rentang wakru
yang cukup lama antara terjadinya peristiwa sodomi yang dialami oleh Saksi
yakni pada saksi duduk di bangku kelas 2 Madrasah Aliyah yakni malam
sebelum pemilihan Umum Legislatif tahun 2014 sekitar pukul 02.00 wita,
dengan waktu pemeriksaan terhadap diri saksi yang dituangkan dalam
Visum Et Refertum pada tanggal 9 Oktober 2014, selain itu, anus tidak
dapat dipersamakan dengan vagina yang mengalami kekrasan sebab pada
vagina terdapat selaput darah yang akan meninggalkan bekas robekan
meski kekerasan teralah lama terjadi sedangkan pada anus sulut robek
karena elastisitas otot spincter yang bisa mengakomodir penetrasi benda
yang jauh lebih besar dan tidak sampi robek atau luka, sehingga hasil Visum
Et Refertum tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk mengatakan saksi
tidak benar dan tidak pernah terjadi peristiwa sodomi terhadap dirinya.
 Saksi King Andul Aziz
 Purnawan Dwi Ahmadana
 Aidil Akbar
 Jaya Kusuma Wardana
 Khaerul Akbar
 Abdul Gafur
Dibantah keteranganya olehnurul istiqoma dan Sitti mutmainnah
 Muh. Ashar
 Ridwan
 Ismail
Dibantah keterangannya oleh sopir, zaenuddin
3. Perilaku Terdakwa menurut orang-orang yang pernah bekomunikasi dan sering
bergaul dengan Terdakwa
Abd. Haris, ahmad yani
4. Perilaku Para saksi Pelapor
Nurkholis, Aidil

BAB II

PENERAPAN HUKUM PUTUSAN TERSEBUT DENGAN JELAS


MEMPERLIHATKAN SUATU KEHILAFAN MAJELIS HAKIM

1. Vusim Et Refertum

Bahwa berdasarkan Visum Et Refertum Nomor : 354/RSU-BTG/X/2014


tertanggal 9 Oktober 2014 yang dibuat dan ditandatngani oleh dr. Erwin S., SPB.,
Dokter Pemeriksa/Pembuat Visum Et Refertum pada RSUD Prof. Dr. H. M.
Anwar Makatutu Bataeng atas seorang Penderita bernama Gunawan Bin Nurdin
Ambo Dalle, dengan hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda
kekerasan pada Regio Anal (daerah anus), Majelis hakim berependapat bahwa
hal tersebut bisa saja terjadi mengingat rentang wakru yang cukup lama antara
terjadinya peristiwa sodomi yang dialami oleh Saksi yakni pada saksi duduk di
bangku kelas 2 Madrasah Aliyah yakni malam sebelum pemilihan Umum
Legislatif tahun 2014 sekitar pukul 02.00 wita, dengan waktu pemeriksaan
terhadap diri saksi yang dituangkan dalam Visum Et Refertum pada tanggal 9
Oktober 2014, selain itu, anus tidak dapat dipersamakan dengan vagina yang
mengalami kekrasan sebab pada vagina terdapat selaput darah yang akan
meninggalkan bekas robekan meski kekerasan teralah lama terjadi sedangkan
pada anus sulut robek karena elastisitas otot spincter yang bisa mengakomodir
penetrasi benda yang jauh lebih besar dan tidak sampi robek atau luka, sehingga
hasil Visum Et Refertum tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk mengatakan
saksi tidak benar dan tidak pernah terjadi peristiwa sodomi terhadap dirinya.

2. Kehilafan hakim dalam menerapkan pembuktian.


BAB III

KESIMPULAN DAN PERMOHONAN

KESIMPULAN

Daru uraian-uraian yang saya kemukakan tersebut diatas, maka saya berkesimpulan
sebagai berikut:

1. Bahwa Terdakawa H. Sahabuddin., R. S.Ag., M.Si. bin Rupi tidak terbukti


secara sah dan bersalah melakukan Tindak Pidana “denagan sengaja
membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan
cabul dimana perbuatan tersebut ada hubungannya sedemikian rupa
sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlajut” sebagaimana
dalam dakwaan alternative pertama;
2. Bahwa sangat nyata Pertimbanagn Hukum Putusan Pengadilan Negeri
Bantaeng Nomor : 104/Pid.Sus/2014/PN.Ban. (anak), Putusan Pengadilan
Tinggi Sulawesi Selatan Nomor: , Putusan Mahkamah Agung Republik
Indonesia Nomor :2218 K/Pid.Sus/2015 telah bertentanagan dengan keadaan
baru atau bukti baru (Novoem) yang Pemohon Peninjaun Kembali ajukan;
3. Bahwa sangat jelas dan nyata terdapat kekelirunan dan/atau kehilafan
majelis Hakim dalam pertimbangan Hukum Putusan Pengadilan Negeri
Bantaeng Nomor : 104/Pid.Sus/2014/PN.Ban. (anak), Putusan Pengadilan
Tinggi Sulawesi Selatan Nomor: , Putusan Mahkamah Agung Republik
Indonesia Nomor :2218 K/Pid.Sus/2015 sebagaimana dalam Permohonan
Peninjauan Kembali telah diuraikan oleh Pemohon;

PERMOHONAN

Berdasarkan uraian hukum Pemohon Peninjaun Kembali diatas, dengan segala


kerendahan hati saya memohon kiranya Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia
Cq. Majelis Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia yang memeriksa dan
mengadili perkara Aquo berkenan mengambil keputusan yang didasarkan pada
pertimbangan hukum dan hati nurani, dengan Putusan yang Amarnya berbunyi:

1. Menerima dan mengabulkan Permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan


Pemohon peninjauan Kembali atas nama H. Sahabuddin., R. S.Ag., M.Si. bin
Rupi, untuk seluruhnya;
2. Mengabulkan seluruh alasa-alasan hukum Pemohon peninjauan Kembali atas
nama H. Sahabuddin., R. S.Ag., M.Si. bin Rupi;
3. Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Bantaeng Nomor :
104/Pid.Sus/2014/PN.Ban. (anak), Putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi
Selatan Nomor: , Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor
:2218 K/Pid.Sus/2015;
4. Memulihkan nama baik Terdakwa H. Sahabuddin., R. S.Ag., M.Si. bin Rupi, dan
mengembalikan Harkat, Martabat Serta Keudukannya di masyarakat dengan
merahabilitasi nama baik Terdakwa H. Sahabuddin., R. S.Ag., M.Si. bin Rupi;
5. membebankan seluruh biaya yang timbul dalam Perkara ini kepada Negara;

Atau apabila Majelis Hakim yang Mulia berpendapat lain mohon putusan yang seadil-
adilnya (ex aquo at bono) berdasarkan hukum yang berlaku. Akhirnya tibalah saatnya
saatnya menutup Permohonan Peninjaun Kembali ini. Hukum bukan hanya
menghukum tetapi juga bertujuan yakni keinsafan masyarakat yang kemudian
dituangkan dalam hukum sebagai sarana pengendali dan pengubah agar terciptanya
kedamaian dan ketentraman masyarakat.

Hormat saya Terdakwa

H. Sahabuddin., R. S.Ag., M.Si. bin Rupi