Anda di halaman 1dari 11

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode

penelitian komparatif dengan desain eksperimen semu (pre-eksperiment

design).Penelitian komparatif adalah penelitian yang membandingkan

keberadaan suatu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang

berbeda, atau pada waktu yang berbeda. (Sugiyono, 2011).

Desain eksperimen semu dengan pendekatan pre-post design

merupakan salah satu dari metode pra eksperimen yang tidak ada kelompok

pembanding (kontrol), tetapi sudah dilaksanakan observasi pertama (pre-test)

yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah

adanya perlakuan (eksperiment). Jenis penelitian ini dapat diketahui dengan

lebih akurat, karena dapat membandingkan keadaan sebelum dan sesudah

diberikan penyuluhan kesehatan tentang posyandu (Sukardi, 2015).

Tabel 4.1
Desain Penelitian Pre-Post Design
Pre-test Perlakuan Post-test
O1 X O2

Keterangan :
X : Perlakuan terhadap kelompok eksperimen yaitu melakukan

penyuluhan kesehatan tentang posyandu

O1 : Kelompok yang diukur sebelum diberikan penyuluhan tentang

posyandu

O2 : Kelompok yang diukur setelah diberikan penyuluhan tentang


43

posyandu

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di 5 desa yang termasuk suku

Bajo wilayah kerja Puskesmas Wawolesea Konawe Utara yaitu

Barasanga, Kampung Cina, Lemobajo, Kampoh Bunga dan Tanjung

Bunga.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini akan berlangsung pada bulan Mei tahun 2018.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya (Sugiyono, 2011).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita suku Bajo

yang ada di wilayah kerja Puskesmas Wawolesea bulan Mei tahun 2018

yaitu sebanyak 225 orang.

2. Sampel

a. Besar Sampel

Sampel adalah bagian atau jumlah dan karakteristik yang

dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011). Sampel dalam

penelitian ini menggunakan simple random sampling, hakikatnya

adalah bahwa setiap anggota atau unit dari populasi mempunyai

kesempatan yang sama untuk di seleksi sebagai sampel dengan teknik

lotre tecnicque yaitu setiap subjek yang terdaftar sebagai populasi


44

diberi nomor urut mulai dari 1 sampai dengan banyaknya subjek,

ditulis pada kertas kecil dan satu nomor satu kertas, kemudian

digulung. Dengan tanpa prasangkan ambil gulungan yang besarnya

sesuai dengan jumlah sampel,nomor yang tertera pada kertas

gulungan tersebutlah yang akan menjadi sampel atau subjek yang

akan diteliti (Notoatmodjo, 2014). Pengambilan sampel menggunakan

rumus menurut (Notoatmodjo, 2014 yaitu sebagai berikut.

𝑁
𝑛=
1 + 𝑁 (𝑑 2 )

Keterangan :

n : besar sampel

N : jumlah populasi

d : Tingkat kepercayaan/ ketepatan yang diinginkan (0,1)

𝑁
𝑛=
1 + 𝑁 (𝑑 2 )

225
=
1 + 225 (0,01)

225
=
1 + 2,25

= 69,23 = 69 orang

Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 69 orang.

3. Kriteria Pengambilan Sampel

a. Kriteria Inklusi

Kriteria Inklusi adalah kriteria dimana subjek penelitian mewakili

sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel (Nursalam,

2010).

Pada penelitian ini yang menjadi kriteria inklusi adalah :


45

1) Ibu yang memiliki anak usia balita pada saat penelitian

berlangsung

2) Bersedia menjadi responden

3) Dapat berkomunikasi dengan baik

b. Kriteria Eksklusi

Kriteria Eksklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian tidak

dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel

penelitian (Nursalam, 2010). Kriteria eksklusi pada penelitian ini

adalah :

1) Ibu balita yang bukan suku Bajo

2) Tidak berada di tempat pada saat penelitian sedang berlangsung

D. Pengumpulan Data

1. Data primer

Data primer pengumpulanya diperoleh melalui lembar observasi

dengan responden menggunakan kuesioner yang telah disiapkan

(Arikunto, 2010). Data primer adalah data yang diperoleh atau

dikumpulkan oleh peneliti secara langsung pada ibu balita suku bajo yang

ada di wilayah kerja Puskesmas Wawolesea

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen

tertulis (Arikunto, 2010), yaitu data yang didapat dari Puskesmas

Wawolesea

E. Pengolahan dan Analisis Data

1. Pengolahan Data

Menurut Arikunto (2010), data yang diperoleh dari kuesioner akan

dilakukan pengolahan sebagai berikut :


46

a) Editing

Penelitian ini dilakukan editing dengan cara memeriksa kelengkapan,

kesalahan pengisian dan konsistensi dari setiap jawaban dan

pertanyaan yang dilakukan di lapangan.

b) Coding

Setelah semua kuesioner diedit selanjutnya dilakukan pengkodean atau

coding yaitu mengubah data yang berbentuk kalimat menjadi data

angka.

c) Scoring

Pertanyaan yang dijawab diberi skor atau nilai sesuai dengan yang

telah ditetapkan oleh peneliti. Setelah diberi kode selanjutnya menilai

sesuai jumlah soal yang dijawab dengan benar. Setelah diperoleh hasil

pengukuran pengetahuan.

d) Entry

Merupakan suatu proses memasukkan data kedalam komputer yang

selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan program

computer SPSS.

e) Tabulating

Kegiatan ini dilakukan dengan cara menghitung data dari jawaban

kuesioner yang sudah diberi kode, kemudian dimasukkan ke dalam

tabel. Melakukan penataan data, kemudian menyusun dalam bentuk

tabel distribusi frekuensi

f) Cleaning (Pembersihan )

Cleaning data adalah melakukan pembersihan dan pengecekan

kembali data masuk. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk mengetahui

apakah ada kesalahan ketika memasukan data.


47

2. Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan statistik

analitik yaitu analisa data dilakukan dengan mengunakan program SPSS

dengan maksud untuk melakukan pengujian suatu hipotesis yang telah di

ajukan apakah diterima atau ditolak.

a) Analisis Univariat

Analisa univariat yaitu menganalisa terhadap tiap variabel dari

hasil penelitian untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan

presentase dari hasil variabel. (Notoadmojo, 2012). Menganalisis

variabel-variabel yang ada secara deskriptif dengan menghitung

distribusi frekuensi dan proporsi untuk mengetahui karakteristik dan

subyek penelitian.

b) Analisis Bivariat

Analisis bivariat digunakan untuk membandingkan persamaan

atau perbedaan antara dua variabel. Untuk melihat perbedaan antara

nilai pengetahuan dan sikap sesudah dan sebelum penyuluhan

kesehatan maka analisis data yang digunakan pada penelitian ini

menggunakan uji Paired t test (Notoatmodjo, 2012). Hasil penelitian

dianalisis apakah memiliki distribusi normal atau tidak secara statitik

dengan uji normalitas Shapiro-Wilk karena jumlah sampel ≤50. Jika

data terdistribusi normal maka digunakan metode statistik parametrik

yaitu uji One Way ANOVA. Bila tidak memenuhi syarat uji parametrik

akan digunakan uji non parametrik dengan Kruskal-Wallis. Hipotesis

dianggap bermakna bila ρ<0,05. Jika pada uji ANOVA atau Kruskal-

Wallis menghasilkan ρ<0,05, maka dilanjutkan dengan melakukan

analisis Post-hoc LSD yaitu untuk melihat perbedaan antara kelompok


48

perlakuan atau uji alternatif dari Post-hoc LSD yaitu Mann-Whitney

(Dahlan 2014).

F. Instrumen Penelitian

Peneliti menggunakan alat pengumpul data berupa angket atau

kuisioner. Kuisioner yang diberikan kepada responden untu dimintai

memberi tanda (√) sesuai dengan data. Kuisioner atau yang dikenal sebagai

angket merupakan salah satu tehnik pengumpulan data dalam bentuk

pengajuan yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan harus diisi oleh

responden (Siswanto dkk, 2014).

Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar

kuesioner yang berisi tentang data demografi dan pertanyaan-pertanyaan

yang sesuai dengan variabel penelitian yaitu perilaku pemakai narkoba dan

perilaku agresif.

1. Kuisioner A

Kuisioner yang terdiri dari data demografi yang berisikan identitas

responden yaitu nama, umur, pendidikan dan pekerjaan.

2. Kuisioner B

Kuisioner tentang prosedur penyuluhan kesehatan tentang posyandu.

3. Kuisioner C

Kuisioner tentang pengetahuan ibu balita terhadap posyandu yang terdiri

dari 10 item pertanyaan. Untuk pengukuran menggunakan skala Guttman,

jika responden menjawab “Ya” maka diberi skor 1 dan “Tidak” maka

diberi skor 0. Kuisioner yang digunakan diadopsi dari Moningka (2013)

yang telah diuji validitas dan realibilitas.


49

4. Kuisioner D

Kuisioner tentang sikap ibu balita tentang posyandu terdiri dari 10 item

pertanyaan. Untuk pengukuran menggunakan skala Likert jika responden

menjawab “Sangat Tidak Sesuai (STS)”maka diberi skor 1, “Tidak Sesuai

(TS)” diberi skor 2, “Kurang Sesuai (KS)” diberi skor 3, “Sesuai (S)”

diberi skor 4, dan “Sangat Sesuai (SS)” diberi skor 5. Kuisioner yang

digunakan diadopsi dari Aindrawati dan Kartika (2012) yang telah diuji

validitas dan realibilitas.

G. Etika Penelitian

Masalah etika penelitian dalam pedoman nasional etik penelitian

kesehatan (Kemenkes, 2011 dikutip dalam Sarwin, 2016) adalah sebagai

berikut:

1. Prinsip menghormati harkat martabat manusia (respect or persons)

Bentuk penghormatan terhadap harkat martabat manusia sebagai pribadi

(personal) yang memiliki kebebasan berehendak atau memilih dan

sekaligus bertanggung jawab secara pribadi terhadap keputusannya

sendiri.

2. Prinsip berbuat baik (beneficence) dan tidak merugikan (non-maleficence)

Prinsip etik berbuat baik menyangkut kewajiban membantu orang lain

dilakukan dengan mengupayakan manfaat maksimal dengan kerugian

minimal serta subyek manusia dalam penelitian kesehatan dimaksudkan

untuk membantu tercapainya tujuan penelitian kesehatan yang benar-benar

sesuai untuk diaplikasikan kepada manusia.

3. Prinsip keadilan (justice)

Mengacu pada kewajiban etik untuk memperlakukan setiap orang sama

dengan moral yang benar dan layak dalam memperoleh haknya. Hal ini
50

dilakukan dengan memperhatikan distribusi usia dan gender, status

ekonomi, budaya dan konsiderasi etik.

H. Alur Penelitian

Pengambilan data awal

Penelitian

Hipotesis

1. Ada perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita suku Bajo sebelum
dan sesudah penyuluhan kesehatan tentang posyandu
2. Ada perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita suku Bajo sebelum
dan sesudah penyuluhan kesehatan tentang posyandu

Variable Independent : pengetahuan & sikap

Variable Dependent : penyuluhan kesehatan


tentang posyandu

Instrument Penentuan Responden


Penelitian 1. Populasi sebanyak 39 orang
2. Sampel 39 orang
Kuisioner 3. Teknik total sampling

Tempat Penelitian Pengumpulan Data


Puskesmas Wawolesea Kuisioner

Kesimpulan Hasil Penelitian dan Analisa Data


dan Saran Pembahasan Univariat, Bivariat

Bagan 4.1 : Alur Penelitian


51

I. Jadwal Penelitian

Tabel 4.1
Jadwal Penelitian

2018
No Kegiatan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul

1 Survey awal

2 Pengajuan Judul

Pengambilan Data
3
Awal

Penyelesaian dan
Bimbingan
4
Proposal dari BAB
I-BAB IV

5 Ujian Propsal

6 Revisi Proposal

7 Penelitian

Penyelesaian dan
8
Bimbingan Skripsi

Ujian Hasil
9
Penelitian

10 Ujian Skripsi/tutup
52