Anda di halaman 1dari 10

JEMIS VOL. 4 NO.

2 TAHUN 2016 e-ISSN 2477-6025

ANALISIS PERBANDINGAN UTILITAS DAN PERILAKU PEMANFAATAN PELICAN


CROSSING DI AREA UNIVERSITAS BRAWAIJAYA

Ratih Ardia Sari1), Remba Yanuar Efranto2), Amanda Nur Cahyawati3)


Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya1,2,3)

Abstract Pelican Crossing is one of facilities that available in Malang City for pedestrians. Although it had
been provided, pedestrians sometimes donot utilize this pelican crossing. This research would be carried out
a comparative analysis of pelican crossing utilization and road user behavior on Veteran and MT Haryono
street. Worksampling was used to determine the utilization of pelican crossing. From this study, pelican
crossing utilization in Veteran street higher than in MT Haryono street during weekday at 51%. The behavior
of road users could be seen in the breakdown of activities undertaken at the time of observation. The
behavior of road users tend to be more dicipline in the pelican crossing in MT Haryono compared with
Veterans.Percentage of incompatibility used of pelican crossing by road users at Veteran's higher than MT
Haryono. Incompatibility use of pelican crossing due to the ignorance of community about crossing facilities,
undicipline behavior of road user and malfunction of the pelican crossing.

Key Words behavior, pelican crossing, utilization, worksampling

1. Pendahuluan
Kota Malang yang memiliki predikat sebagai Penyeberang jalan kurang memanfaatkan
kota pendidikan dan kota pariwisata fasilitas pejalan kaki, seperti trotoar, jembatan
menyebabkan kota ini berkembang dengan penyeberangan, zebra crossing dan pelican
pesat. Perkembangan yang pesat ini akan crossing. Begitu pula dengan pengendara
mengakibatkan peningkatan aktivitas kendaraan bermotor, mereka cenderung kurang
masyarakat kota yang dapat dilihat dari mengutamakan penyeberang jalan ketika akan
penggunaan dan mobilitas jalan raya yang menyeberang, dan tetap memacu kendaraannya
cukup tinggi. Peningkatan aktivitas ini apabila dengan kecepatan yang relatif tinggi atau
tidak diimbangi dengan penyediaan sarana dan konstan.
prasarana transportasi yang memadai akan Fasilitas yang diberikan untuk pejalan
dapat mengurangi tingkat keselmatan, kaki atau pedestrian dapat berupa zebra
kenyamanan dalam berlalu lintas di jalan raya. crossing maupun pelican cross. Pelican crossing
Keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas merupakan pengembangan zebra crossing
perlu mendapatkan prioritas utama. Apabila dengan adanya penambangan tombol serta
tidak dijadikan prioritas utama dalam sarana bunyi untuk membantu penyeberang jalan
dan prasarana lalu lintas maka akan dalam melakukan aktivitasnya. Pelican
memberikan dampak negatif bagi para crossing merupakan alat penyebrangan jalan
penggunanya serta menimbulkan kesemrawutan yang memudahkan pejalan kaki untuk
kota. Saat ini kemajuan Kota Malang kurang menyebrang jalan sehingga pejalan kaki merasa
diimbangi dengan fasilitas jalan yang memadai aman dan nyaman ketika menyebrang jalan.
terutama untuk pejalan kaki. Pelican crossing berasal dari nama pedestrian
Dari hasil data kepolisian pada tahun light controled dengan "O" diubah menjadi "A"
2015, kecelakaan di kawasan Kota Malang sehingga menjadi pelican crossing. Secara
salah satunya seringkali melibatkan pengendara umum sistem kerja pelican crossing hampir
kendaraan bermotor dengan penyeberang jalan. sama dengan traffic light tetapi pada pelican
Pengendara bermotor ini baik untuk roda dua crossing terdapat dua warna lampu yaitu warna
maupun roda empat. Baik penyeberang jalan merah dan hijau serta beberapa rambu
maupun pengendara kendaraan bermotor pendukung lainnya. Ketika pejalan kaki ingin
kurang memanfaatkan dan kurang sopan dalam menyebrang jalan, pejalan kaki cukup menekan
menggunakan fasilitas di jalan raya. tombol yang berada pada tiang pelican
crossing. Dalam aplikasinya di jalan raya,
* Corresponding author. Email : rath.ardia@ub.ac.id penggunaan pelican crossing membutuhkan
Published online at http://Jemis.ub.ac.id
Copyright ©2016 JTI UB Publishing. All Rights Reserved
pengertian yang tinggi bagi pengendara

DOI: 141
JEMIS VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2016 e-ISSN 2477-6025

kendaraan untuk memprioritaskan pejalan kaki pejalan kaki. Pejalan kaki merupakan posisi
menyeberang ketika pelican crossing menyala terlemah apabila mereka bercampur di ruang
merah. Pengendara bermotor diharuskan untuk lalu lintas/jalan. Kondisi ini dapat
mengatur emosi ketika ada pejalan kaki yang menyebabkan dampak kecelakaan lalu lintas
menyeberang. yang tinggi apabila tidak di dukung dengan
Menurut penelitian yang dilakukan oleh prasarana/ fasilitas yang tepat bagi pejalan kaki
Sari et al (2012) [1] dikemukakan bahwa daerah sehingga perlunya perhatian penyediaan
dengan utilitas penggunaan zebra crossing yang fasiIitas untuk pejalan kaki.
tinggi adalah daerah sekitar kampus dan Pada kenyataannya saat ini, pejalan kaki
sekolah serta area perbelanjaan. Oleh karena juga terkadang kurang memanfaatkan pelican
itu keberadaan zebra crossing sangat cross dalam aktivitas menyeberang jalan.
dibutuhkan pada area tersebut. Begitu pula pada Mereka enggan untuk memanfaatkannya
area Universitas Brawijaya, keberadaaan zebra dengan berbagai alasan. Sistem lalu lintas ini
crossing sangat diperlukan mengingat perlu mendapatkan perhatian lanjut karena
banyaknya mahasiswa yang mengenyam dalam suatu sistem haruslah memperhatikan
pendidikan di universitas ini dan mobilisasinya produktivitas sehingga sistem dapat dikatakan
baik menggunakan kendaraan bermotor bermanfaat dalam menjalankan fungsinya.
maupun pejalan kaki. Menurut penelitian Oleh karena itu, rasio produktif pada pelican
Efranto et al ( 2012) [2] fasilitas penyeberang crossing sangat diperhatikan dalam suatu sistem
jalan di sekitar kampus Universitas Brawijaya untuk mengetahui apakah sistem tersebut
membutuhkan penambahan fasilitas pelican berjalan sesuai dengan fungsinya.
crossing karena banyaknya kendaraan yang Menurut penelitian yang dilakukan oleh
melintas serta bahayanya pejalan kaki apabila Efranto et al (2016) [3] pelican crossing pada
menyeberang dalam kondisi jalan raya yang daerah MT Haryono memiliki rasio produktif
cukup ramai. Saat ini fasilitas penyeberangan di yang cukup kecil berkisar pada 31 – 37 % baik
Universitas Brawijaya sudah dilengkapi dengan pada saat weekend maupun weekday serta
pelican crossing. Letak pelican crossing ini di prosentase ketidaktepatan penggunaan pelican
depan Fakultas Teknik (Jalan MT Haryono) dan crossing sebanyak 6-7 %. Pada penelitian ini
Jalan Veteran. akan dilakukan analisis perbandingan
Saat ini penambahan pelican crossing penggunaan pelican crossing pada pelican cross
telah dilakukan di kawasan tersebut. Namun, pada jalan MT Haryono dan Jalan Veteran baik
berdasar hasil observasi, pelican crossing dari segi pemanfaatan maupun dari segi
tersebut dengan berbagai alasan sudah tidak ketidaktepatan penggunaan pelican crossing
begitu sering digunakan oleh pejalan kaki untuk oleh pengendara kendaraan bermotor dan
menyeberang. Para pejalan kaki lebih memilih pejalan kaki. Penentuan pemanfaatan
menyeberang di sembarang tempat selain pada penggunaan pelican crossing dilakukan dengan
pelican crossing tanpa menyadari bahaya yang menggunakan metode worksampling. Sistem
bisa saja terjadi. Fasilitas penyeberangan yang pada pelican cross akan dianggap sebagai sitem
satu ini memiliki banyak kelebihan, salah kerja dimana dapat dianalisa mengenai rasio
satunya adalah pejalan kaki yang berjalan di produktif dan tidaknya. Selain itu akan
atas zebra cross akan mendapatkan prioritas dilakukan analisa penyeba terjadinya
terlebih dahulu untuk menyeberang. ketidaktepatan penggunaan pelican cross oleh
Pengendara kendaraan yang melintas akan pengguna jalan raya.
mengurangi laju kendaraannya saat pejalan kaki
menyeberang di zebra cross. Namun saat ini 2. Pembahasan
pemanfaatan pelican crossing kurang Pada bab ini akan dijelaskan mengenai
mendapatkan perhatian dari pengendara metodologi penelitian, pengumpulan data,
kendaraan bermotor. Mereka justru enggan pengolahan data, serta analisa hasil dan
memberikan prioritas bagi para pengguna jalan. pembahasan. Pelican Crossing pada penelitian
Keadaan ini perlu mendapatkan perhatian ini dianggap sebagai sistem kerja dimana
dalam manajemen rekayasa lalu lintas. pejalan kaki dan kendaraan bermotor
Selain pengaturan terhadap manajemen merupakan input dan output yang dihasilkan.
dan rekayasa lalu lintas ini, peningkatan atau Fasilitas pelican cross dapat dianggap seperti
perencanaan dalam prasarana jalan perlu fasilitas produksi yang dapat digunakan untuk
dilakukan agar pengguna jalan, khususnya mengubah input menjadi output. Fasilitas

DOI: 142
JEMIS VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2016 e-ISSN 2477-6025

pelican cross merubah pejalan kaki dari satu mengumpulkan informasi mengenai kerja
tempat ke tempat lainnya dengan mengndalikan mesin atau operatornya (Sutalaksana, 2006)[4].
pengguna kendaran bermotor yang melewati Secara garis besar metode sampling kerja ini
fasilitas penyeberangan tersebut. dapat digunakan untuk (Wignjosoebroto, 1995)
[5]:
2.1 Metodologi Penelitian a. Mengukur Ratio Delay dari sejumlah
Penelitian ini dilakukan untuk melakukan mesin, operator / karyawan atau
analisa perbandingan pemanfaatan pelican fasilitas kerja lainnya.
crossing di area Universitas Brawijaya yaitu di b. Menetapkan Performance Level dari
Jalan MT Haryono dan Jalan Veteran. Langkah- seseorang selama waktu kerja
langkah penelitian diperlukan sehingga berdasarkan waktu-waktu dimana orang
penelitian dilakukan secara tepat dan berurutan itu bekerja atau tidak bekerja, terutama
serta mepermudah peneliti dalam pembuktian sekali untuk pekerjaan manual.
kebenaran, analisa, dan perbaikan kesalahan c. Menentukan waktu baku untuk suatu
untuk pengembangan selanjutnya. proses operasi kerja.
Penelitian diawali dengan tahap
persiapan yang merupakan tahap pengumpulan Sampling kerja atau sering disebut
informasi awal untuk mengidentifikasi, sebagai work sampling, ratio delay study,atau
merumuskan, dan menentukan tujuan dari random observation method adalah salah satu
pemecahan masalah dengan teknik untuk mengadakan sejumlah besar
mempertimbangkan pengetahuan berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin,
literatur yang ada. Studi literarur digunakan proses atau pekerja/operator. Pengukuran kerja
untuk memberi acuan bagi penyelesaian dengan cara ini juga diklasifikasikan sebagai
permasalahan yang ada. Pada tahap ini peneliti pengukuran kerja secara langsung. Karena
mencari, mengumpulkan dan mempelajari pelaksanaan kegiatan pengukuran harus
literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan secara langsung ditempat kerja yang
akan menjadi kerangka berpikir di dalam diteliti (Wignjosoebroto, 1995) [5]. Metode
mengembangkan penelitian. Selain studi sampling kerja dikembangkan berdasarkan
literatur juga dilakukan studi lapangan yang hukum probabilitas atau sampling. Oleh karena
dimaksudkan untuk mengetahui kondisi nyata itu pengamatan terhadap suatu obyek yang
dari lokasi pelican cross saat ini, terutama ingin diteliti tidak perlu dilaksanakan secara
berkaitan dengan obyek yang akan diamati. menyeluruh (populasi) melainkan cukup
Survey ini diperlukan untuk mengetahui dilaksanakan secara mengambil sampel
karakteristik obyek amatan. pengamatan yang diambil secara acak (random)
Tahap selanjutnya adalah perumusan (Wignjosoebroto, 1995) [5]. Banyaknya
masalah serta tujuan penelitian yang pengamatan yang harus dilaksanakan dalam
berorientasi untuk mengobservasi objek kegiatan sampling kerja dipengaruhi oleh 2
amatan. Penentuan tujuan ini berguna agar hasil faktor, yaitu:
yang dicapai sesuai dengan sasaran.Dari hasil 1. Tingkat kepercayaan (confidence level).
perumusan masalah dan penentuan tujuan maka 2. Tingkat ketelitian (degree of accuracy).
dilakukan pengumpulan data yang diperlukan Dalam melakukan worksampling perlu
sebagai bahan pertimbangan di dalam dilakukan preworksampling untuk menentukan
melakukan penelitian ini baik yang bersifat jumlah pengamatan. Baik prework samping
kualitatif maupun yang kuantitatif. Data work maupun sampling dilakukan dengan langkah
sampling yang dibutuhkan terkait dengan sebagai berikut:
penggunaan pelican crossing, penyeberang a. Membuat tabel angka acak / bilangan
jalan dengan atau tanpa menggunakan pelican random dan konversinya pada lembar
crossing, jumlah pelanggaran rambu pelican pengamatan
crossing oleh pengendara bermotor. Adapun b. Melakukan pre work sampling untuk
pada tahap ini dapat dibagi menjadi 2 bagian menentukan jumlah data yang
meliputi pre-work sampling dan work dibutuhkan. Pengamat memberi tally
sampling. pada elemen kerja yang sedang
Worksampling merupakan salah satu dilakukan oleh server sesuai dengan
metode pengukuran yang telah terbukti sangat random waktu yang telah dibuat.
efektif dan efisien untuk digunakan dalam c. Menghitung nilai N’ dari data hasil Pre

DOI: 143
JEMIS VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2016 e-ISSN 2477-6025

work sampling. N adalah jumlah data menggunakan metode work sampling pada
yang dibutuhkan dengan perhitungan: objek amatan. Tahap terakhir yang dilakukan
p(1  p) adalah penarikan kesimpulan sehingga tujuan
Sp  k penelitian dapat tercapai.
N (pers.1)
2.2 Pengumpulan Data
dimana: Pemerintah Kota Malang pada tahun
Sp : Tingkat ketelitian yang 2014 menyediakan fasilitas penyeberangan
dikehendaki dan dinyatakan dalam untuk pejalan kaki yang disebut pelican cross.
desimal Fasilitas ini salah satunya dipicu karena adanya
p : Prosentase terjadinya kejadian wacana untuk diberlakukannya jalur satu arah
yang diamati dan dinyatakan di daerah lingkaran Universitas Brawijaya. Saat
dalam bentuk desimal ini, jalur satu arah sudah tidak diberlakukan,
N : Jumlah pengamatan yang harus tetapi jalur dua arah juga cukup membahayakan
dilakukan untuk sampling kerja bagi keselamatan penyebrang jalan.
k : Harga indeks yang besarnya Pelican cross merupakan fasilitas
tergantung dari tingkat penyeberangan yang dilengkapi dengan lampu
kepercayaan yang diambil, lalu lintas dan dioperasikan oleh pejalan kaki,
dimana: biasanya dilengkapi juga dengan tombol untuk
 Untuk tingkat kepercayaan 68% mengaktifkan lampu hijau bagi pejalan kaki.
harga k adalah 1 Pelican crossing merupakan traffic light bagi
 Untuk tingkat kepercayaan 95% pengendara kendaraan dan pejalan kaki, lampu
harga k adalah 2 traffic light bagi pengendara kendaraan di jalan,
 Untuk tingkat kepercayaan 99% lampu penyeberang jalan 2 (dua) warna, yaitu
harga k adalah 3 merah yang berarti tidak boleh menyeberang
d. Melakukan work sampling sesuai dan hijau yang berarti penyeberang jalan
dengan hasil pre work sampling diperbolehkan berjalan, serta zebra cross dan
e. Uji kecukupan data per-harinya dengan rambu-rambu pendukung lainnya. Pelican cross
p adalah nilai p elemen terkecil data ini dipasang pada lokasi-lokasi yang memiliki
sampai hari ke-n. arus penyeberangan dan lalu lintas tinggi
f. Perhitungan average % idle, average % sehingga dapat mengurangi dampak kecelakaan
working. yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor.
Pelican cross disediakan di sekitar
Berdasar hasil pengamatan tersebut, Universitas Brawijaya karena kepadatan arus
selanjutnya dilakukan pengukuran respon lalu lintas dan kecepatan tinggi dari kendaraan
penyeberang jalan terhadap penggunaan pelican yang melewati dikawasan tersebut serta untuk
crossing. Pengukuran ini dimaksudkan untuk melindungi dan mempermudah pejalan kaki
memperoleh gambaran berapa banyak jumlah untuk menyeberang. Dibutuhkan pengertian dan
penyeberang jalan yang menggunakan fasilitas toleransi yang tinggi dari pengendara kendaraan
tersebut dibandingkan dengan keseluruhan guna memprioritaskan pejalan kaki
jumlah penyeberang jalan. menyeberang, terutama di pelican crossing
Untuk memperkuat analisa, selanjutnya ketika lampu traffic light menyala merah.
dilakukan wawancara tentang faktor penyebab Penelitian ini dilakukan untuk
ketidaksesuaian penggunaan pelican crossing meganalisa perbedaan pemanfaatan pelican
yang terjadi baik bagi pengendara bermotor crossing di daerah sekitar Universitas
maupun pejalan kaki. Metode pengumpulan Brawijaya yaitu pelican Cross di Jalan Veteran
data menggunakan teknik sampling accidental. dan di Jalan MT Haryono (depan Fakultas
Hal ini dikarenakan jumlah populasi Teknik Universitas Brawijaya). Pemilihan
pengendara tidak dapat ditentukan. Pelican Cross ini dikarenakan tingkat arus lalu
Dari hasil pengumpulan data maka akan lintas yang tinggi serta kecepatan kendaraan
dilakukan pengolahan data serta dilakukan yang melaluinya.
analisa dari hasil pengolahan data yang telah Pengumpulan data dibagi menjadi dua
diakukan untuk dapat menyelesaikan sesi pada saat weekend dan weekday pada
permasalahan. Adapun pada tahap ini dapat bulan Mei 2015. Pengamatan weekday
dilakukan berdasar hasil pengukuran dilakukan mulai hari Senin-Kamis, sedangkan

DOI: 144
JEMIS VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2016 e-ISSN 2477-6025

weekend mulai hari Jumat- Minggu. Hal ini apakah jumlah pengambilan data yang telah
dilakukan untuk mengetahui perbedaan rasio dilakukan sudah memenuhi dan cukup untuk
produktif pada saat hari kerja maupun pada saat dianalisis maka diperlukan perhitungan N’.
liburan. Prework sampling diambil untuk Pada penelitian ini digunakan tingkat
menentukan jumlah data yang seharusnya kepercayaan sebesar 95% sehingga nilai k yang
diambil agar mencapai kecukupan data sesuai digunakan adalah 2. Untuk tingkat ketelitian
dengan tingkat kepercayaan dan ketelitian yang yang digunakan adalah 5%. Apabila data belum
ditentukan. Dari prework sampling kemudian cukup maka akan dilakukan pengumpulan data
dilakukan pengambilan data worksampling kembali, tetapi apabila sudah mencukupi maka
untuk memenuhi kekurangan data yang diambil dapat dihitung jumlah aktifitas produktif dan
pada saat prework sampling. tidak produktif dan dihitung ratio produktif
Baik dalam pengamatan pre-work maupun tidak produktif. Uji kecukupan
sampling maupun work sampling, aktivitas dilakukan dengan menggunakan rumus
yang diamati dikategorikan sebagai berikut:
1. Penyebrang jalan menekan tombol 𝑘 2 (1−𝑝)
𝑁′ = 𝑠2 𝑝
(pers.2)
pelican cross serta menyeberang di
zebra cross yang telah disediakan (A)
2. Penyebrang jalan menekan tombol Dimana N’ merupakan jumlah data yang
pelican cross tetapi tidak menyeberang seharusnya diambil. Dari hasil uji kecukupan
di zebra cross yang telah disediakan (B) didapatkan bahwa niali N’ dari perhitungan
3. Penyebrang jalan menekan tombol didaptkan hasil yang lebih kecil dibandingkan
pelican cross tetapi kendaraan tidak dengan data yang telah dikumpulkan. Hal ini
berhenti (C) menunjukkan bahwa semua data yang
4. Penyebrang jalan tidak menekan dikumpulkan telah cukup secara statistik.
tombol pelican cross tetapi Setelah dilakukan uji kecukupan maka
menyeberang di zebra cross yang telah dapat dihitung berapa rasio produksti dan tidak
disediakan (D) produktif penggunaan pelican crossing. Rasio
5. Penyebrang jalan tidak menekan Produktif dan Tidak Produktif Pelican Cross
tombol pelican cross serta tidak Jln. Veteran dapat dilihat pada Tabel 1 serta
menyeberang di zebra cross yang telah prosentase masing-masing sesi dapat dilihat
disediakan (E) pada Gambar 1 dan 2.
6. Tidak ada penyebrang jalan (F)
7. Kegiatan lain selain yang disebutkan Tabel 1. Rasio Produktif dan Tidak Produktif
pada point di atas (Others) pelican Cross Jalan Veteran
Kesesuaian penggunaan pelican crossing
Sesi Ratio Ratio Tidak
ditunjukkan pada aktivitas A, B dan C, Produktif Produktif
sedangkan ketidaksesuaian penggunaan atau Week end 21% 79%
pelanggaran ditunjukkan pada aktiviats D, E, F Week Day 50.3% 49.7%
dan Others.
Pengamatan pada pelican Crossing di
Jalan Veteran dilakukan sebanyak 1000 data
pengamatan pada saat weekend dan 1800 data
pada saat weekday. Pengamatan dilakukan pada
pukul 11.00 – 14.00 karena dianggap sebagai
waktu paling banyak pengguna jalan
menggunakan fasilitas penyeberangan jalan.
Sedangkan untuk pelican crossing di Jalan MT
Haryono dilakukan sebanyak 1438 data
pengamatan pada saat weekday dan sebanyak
1150 data pada saat weekend

2.3 Pengolahan Data Gambar 1 Rasio Produktif Dan Tidak Produktif


Dari hasil pengumpulan data yang telah Sesi Weekend Pada Pelican Cross Jl
dilakukan, langkah selanjutnya adalah Veteran
melakukan uji kecukupan. Untuk melihat

DOI: 145
JEMIS VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2016 e-ISSN 2477-6025

Gambar 2 Ratio Produktif dan Tidak Produktif Sesi


Weekday pada Pelican Cross di Jl. Gambar 4. Ratio Produktif dan Tidak Produktif
Veteran Pelican Cross di Jl. MT Haryono Sesi
Dari Gambar 1 dan 2 menunjukkan bahwa Weekday
pelican cross yang terdapat di jalan Veteran
pada sesi week end sebanyak 21% dari data Dari Gambar 4 dan 5 menggambarkan
pengamatan adalah kegiatan produktif dan 79 bahwa pelican cross yang terdapat di Jl MT
% adalah kegiatan yang tidak produktif. Namun Haryono kegiatan produktif pada sesi weekend
pada sesi week day menunjukan trend hal yang sebanyak 31% dari data pengamatan dan 69 %
berbeda. Sebanyak 50.3% merupakan kegiatan adalah kegiatan yang tidak produktif. Pada sesi
yang produktif dan 49.7% adalah kegiatan yang week day pun menunjukan trend yang sama.
tidak produktif. Hal ini menunjukkan bahwa Sebanyak 36.5% merupakan kegiatan yang
pelican cross sering digunakan dalam aktivitas produktif dan 63.5% adalah kegiatan yang tidak
penyeberangan pada saat hari biasa mengingat produktif. Hal ini menunjukkan bahwa baik
letak fasilitas penyeberangan ini berada di pada saat weekend maupun pada saat weekday
daerah sekitar universitas dan juga sekolah penggunaan pelican crossing di daerah ini tidak
SMA maupun SMK. banyak digunakan.
Rasio Produktif dan Tidak Produktif
Pelican Cross di jalan MT Haryono dapat 2.4 Analisa Hasil dan Pembahasan
dilihat pada Gambar 3 dan 4. Dari Hsil pengolah data ddidapatkan hasil
yang cukup berbeda antara utilitas pemanfaatan
pelican crossing di daerah MT haryono dan di
Tabel 2 Rasio Produktif dan Tidak Produktif daerah Jalan Veteran. Pelican pada jalan Veteran
Sesi Ratio Ratio Tidak lebih produktif pada saat weekday
Produktif Produktif dibandingkan dengan pelican crossing di jalan
Week end 36.6% 63.4% MT Haryono. Hal ini salah satunya disebabkan
Week Day 31.5% 68.40% karena letak fasilitas penyeberangan ini.
Fasilitas pelican crossing di jalan Veteran ini
berada di kawasan yang cukup ramai di kota
Malang yang terletak dengan pusat
perbelanjaan (shopping center Malang Town
Square (Matos) dan MX Mall), Universitas
Brawijaya, Politeknik Negeri Malang, SMA 8
Malang dan SMK negeri 2 Malang. Pelican
Cross disini digunakan untuk mempermudah
pelajan kaki yang biasanya merupakan murid
SMA atau SMK, mahasiswa universitas
Brawijaya dan Polinema serta pengunjung pusat
perbelanjaan di Kota Malang untuk sampai
tempat tujuan. Kawasan ini merupakan
kawasan yang memiliki tingkat kepadatan yang
Gambar 3. Ratio Produktif dan Tidak Produktif tinggi baik dari pejalan kaki, pengendara motor,
Pelican Cross di Jl. MT Haryono Sesi pengendara mobil serta bus pariwisata. Pelican
Weekend Cross sangat dibutuhkan pada kawasan ini
untuk keselamatan pejalan kaki yang jumlahnya
cukup besar. Fasilitas ini dimungkinkan akan

DOI: 146
JEMIS VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2016 e-ISSN 2477-6025

memiliki utilitas yang tinggi baik dari hari kerja Jalan Veteran pada saat weekend menunjukkan
maupun akhir pekan karena kemungkinan bahwa pengguna pelican cross didominasi oleh
pengguna yang cukup besar yang berasal dari siswa sekolah menengah atas karena libur pada
siswa SMA dan SMK sekitar, orang yang ingin hari Minggu. Selain itu utilitas yang rendah
pergi ke pusat perbelanjaan serta mahasiswa disebabkan karena penyebrang jalan tidak
yang akan pergi maupun pulang ke kampus. menngunakan pelican cross sebagaimana
Sedangkan untuk pelican crossing di jalan mestinya.
MT Haryono, fasilitas ini berada di sekitar Aktivitas yang diamati pada sistem
kampus Universitas Brawaijaya yaitu Fakultas kerja penyeberangan jalan ini dibreakdown
Teknik dan Fakultas Kedokteran serta fasilitas menjadi 7 aktivitas. Breakdown aktivitas ini
makan dan fotokopi mahasiswa. Di sekitar dilakukan salah stunya untuk mengetahui
pelican cross ini terdapat berbagai fasilitas perilaku orang dalam menyeberang jalan.
untuk mahasiswa seperti tempat fotokopi, rental Sehingga dapat diketahui ketidaksesuaian yang
komputer, warung makan, tempat kos, swalayan terjadi pada penggunaan pelican crossing baik
dsb. Daerah ini biasanya sangat padat arus lalu dari pihak pejalan kaki maupun pengendara
lintasnya karena aktivitas mahasiswa, kendaraan bermotor. Aktivitas A menunjukkan
karyawan, dosen dari kedua fakultas pulang bahwa penyebrang jalan menekan tombol
pergi kampus serta istirahat ataupun untuk pelican cross serta menyeberang di zebra cross
menggandakan berkas. Pelican Cross ini yang telah disediakan, B menunjukkan
dimungkinkan akan memiliki utilisasi yang penyebrang jalan menekan tombol pelican cross
tinggi ketika jam kerja pada hari kerja karena tetapi tidak menyebrang di zebra cross yang
aktivitas baik mahasiswa, karyawan maupun telah disediakan, C menunjukkan penyebrang
dosen di kedua Fakultas yang berdekatan. jalan menekan tombol pelican cross tetapi
Utilitas Pelican Cross dapat dilihat rasio kendaraan tidak berhenti (C). Aktivitas A, B
rasio tidak produktif. Dari hasil pengolahan dan C ini dikategorikan sebagai aktivitas yang
data untuk Pelican Cross di jalan Veteran produktif karena menggunakan pelicak cross
didapatkan hasil bahwa untuk hari kerja atau dengan menekan tombol pelican cross.
weekday memiliki rasio produktif sebesar 50.3 Aktivitas C dikategorikan sebagai aktivitas
persen sedangkan 49.7 % rasio tidak produkti, karena walaupun penyebrang tidak
produktifnya. Karena penggunaannya yang dapat menyebrang tetapi pelican cross tersebut
mencapai 50% maka utilitas fasilitas ini difungsikan.
termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan Sedangkan aktivitas yang dikategorikan
untuk hari Jumat, Sabtu dan Minggu aktivitas tidak produktif adalah D, E dan F
penggunaan pelican cross ini cenderung rendah dimana D merupakan penyebrang jalan tidak
dengan persentase 21%. Hal ini menunjukkan menekan tombol pelican cross tetapi
bahwa pelican cross ini jarang digunakan oleh menyeberang di zebra cross yang telah
pejalan kaki. disediakan, E yang menunjukkan penyebrang
Utilitas Pelican Cross pada saat jalan tidak menekan tombol pelican cross serta
weekday yang dalam kategori sedang ini tidak menyeberang di zebra cross yang telah
dikarenakan banyaknya aktivitas dari siswa disediakan serta F yang menunjukkan tidak ada
sekolah pada saat datang dan pulang sekolah. penyebrang jalan.
Siswa sekolah baik dari SMA 8 Malang Pada saat weekend pada pelican crossing
maupun SMKN 2 Malang sering menggunakan jalan Veteran, persentase terbesar adalah
pelican cross untuk aktivitas menyebrang dalam aktivitas F yang berarti tidak ada penyebarng
rangka mencari angkutan umum untuk pulang jalan. Hal ini menunjukkan bahwa pada hari
ataupun berjalan-jalan dengan teman sebayanya Minggu tidak banyak pejalan kaki yang
di sekitar sekolah. Dengan banyaknya jumlah melewati. Keadaan ini dikarenakan pejalan kaki
siswa yang menyeberang mengakibatkan yang akan pergi ke pusat perbelanjaan lebih
utilitas fasilitas ini sedang. Utilitas ini dapat sedikit bila dibandingkan dengan jumlah
ditingkatkan dan menjadikan pelican cross ini pengunjung pusat perbelanjaan yang
harus disediakan oleh dinas perhubungan dan menggunakan kendaraan. Persentase tertinggi
oleh Pemkot Malang untuk membantu pejalan kedua adalah aktivitas E yang menunjukkan
kaki terutama siswa sekolah dalam aktiviats di pengguna jalan tidak menekan tombol pelican
jalan raya. cross dan tidak menyebrang di zebra cross. Hal
Ketidakproduktifan Pelican Cross di ini menunjukkan bahwa kesadaran pengguna

DOI: 147
JEMIS VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2016 e-ISSN 2477-6025

jalan kurang untuk menggunakan fasilitas yang dianalisa dari persentase tiap aktivitas. Aktivitas
disediakan pemerintah kota. Pejalan kaki terbesar adalah aktifitas F yang menunjukkan
banyak yang seenaknya sendiri dalam tidak ada penyebrang jalan di pelican cross.
menyebrang yang terpenting bagi mereka Penyebarng jalan di daerah ini relative banyak
adalah jarak yang relatif dekat dengan temapat tetapi mereka tidak menyebrang pada pelican
tujuan tanpa menghiraukan keselamatan cross maupun zebra cross yang ada. Mereka
dirinya. Selain itu dari hasil wawancara dengan lebih memilih untuk menyebrang di sembarang
penyebrang jalan yang tidak menekan pelican ruas jalan agar cepat mencapai tujuan. Hal ini
cross dan tidak meelelwati zebra cross cukup berbahaya bagi pengguna
didapatkan alasan mereka tidak menggunakan jalan.Kesadaran untuk tertib lalu lintas sangat
pelican cross. Alasan yang pertama adalah diperlukan demi kelancaran arus allu lintas dan
karena mereka belum mengetahui bagaimana juga keselamatan pengguna jalan baik
pengoperasian pelican cross ataupun mereka pengendara kendaraan maupun pejalan kaki.
belum mengenal pelican cross yang berfungsi Aktivitas kedua terbesar adalah aktivitas
menghentikan laju kendaraan agar pejalan kaki penggunaan pelican cross secara tepat yaitu
dapat lewat dengan adanya bunyi peringatan menekan tombol dan menyebrang melewati
yang ditekan pada tiang lampu lalu lintas. zebra cross. Aktivitas ini salah satunya dipicu
Begitu pula dengan kendaraan yang melewati karena masyarakat sudah memahami adanya
pelican cross, mereka juga belum mengerti ada serta kegunaan pelican cross sehingga mereka
pelican cross yang apabila tombol pelican cross menggunakannya. Aktivitas terbesar
ditekan dan mengeluarkan bunyi menunjukkan selanjutnya adalah aktivitas tidak produktif D
mereka harus berhenti dan mengikuti rambu dan E dimana pejalan tidak menekan tombol
lalu lintas yang ada di pelican cross. Kendaraan serta tidak menyebrang di zebra cross. Kegaiatn
yang tidak berhenti ini menyebabkan pejalan ini dilakukan karena daerah ini cukup ramai dan
kaki tidak dapat menyeberang dan hak pejalan sering terjadi kemacetan, sehingga pelican cross
kaki untuk menggunakan fasilitas jalan raya ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya
terkurangi. Faktor ini yang menyebabkan karena walaupun sudah berbunyi, kendaraan
masyarakat enggan untuk berjalan kaki tidak dapat berpindah dari zebra cross akibat
dibandingkan dengan menggunakan kendaraan kemacetan. Selain itu aktivitas ini juga
bermotor yang secara tidak langsung akan dikarenakan tombol pelican cross yang kadang-
memepengaruhi kesehatan mereka di masa kadang tidak berbunyi walaupun sudah ditekan.
yang akan datang. Alasan kedua pejalan kaki Pelican cross tidak dapat berbunyi kembali
tidak mengunakan pelican cross adalah karena apabila ada interval waktu yang relative singkat
letak tombol pelican cross yang tersembunyi. anatra penekanan tombol pertama dengan
Hal ini menyebabkan pejalan kaki kebingungan selanjutnya. Penekanan tombol dan tombol
dalam mencari sehingga demi kecepatan untuk dapat berbunyi apabila ada waktu interval
sampai di tempat tujuan mereka tidak menekan sekitar 1-2 menit. Selain itu kadang-kadang
tombol. Selain itu, karena fasilitas walaupun sebelumnya tombol pada pelican
penyeberangan ini memisahkan antara dua jalan cross tidak digunakan, tetapi kadang-kadang
berlawanan arah yang relative besar, maka pelican cross tidak mengeluarkan bunyi serta
kadang-kadang kendaraan tidak ikut berhenti di lampu tidak berwarna merah atau dapat
satu sisi. Hal ini menyebabkan pejalan kaki dikatakan bahwa pelican tidak berfungsi
berfikiran sama saja antara menekan pelican sebagai mana mestinya. Ketidakberfungsian
cross maupun tidak karena kendaraan bermotor fasilitas penyeberangan ini harusnya
tidak ikut berhenti apabila bunyi pelican cross ditindaklanjuti oleh dinas terkait sehingga
terdengar. keselamatan pengguna jalan dapat diutamakan.
Sedangkan untuk Pelican Cross di jalan Karena hal inilah yang menyebabkan rendahnya
MT Haryono menunjukkan bahwa baik untuk utilitas pelican cross.
weekend mauapun weekday utilitasnya Ketidaksesuaian pengunaan pelican
tergolong rendah yaitu sekitar 36.6 persen pada crossing atau bisa disebut pelanggaran dapat
saat weekend dan 31.5% pada weekday. Hal ini dilihat berdasarkan persentase aktivitas yang
cukup mengejutkan karena dari pengamatan telah dibreakdown. Pelanggaran dalam
sehari-hari pengguna fasilitas ini cukup banyak penggunaan pelican cross ini dimaksudkan
digunakan untuk aktivitas dimana penyebarng menekan
Rasio produktif yang cukup rendah dapat tombol pelican cross dan berbunyi tetapi

DOI: 148
JEMIS VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2016 e-ISSN 2477-6025

kendaran tidak berhenti untuk memberikan oleh penguna kendaraan bermotor dapat dilihat
jalan pada pejalan kaki. Pelanggaran juga dapat pada aktivitas C. Pada pelican di jalan Veteran
dimaksudkan untuk aktivitas tidak produktif persentase pelanggaran sebesar 10-12 % lebih
yang terdiri dari kegiatan tidak menggunakan banyak dibandingkan dengan pelican crossing
pelican cross sebagaimana mestinya. di jalan MT Haryono sebesar 6-7%.
Pelanggaran oleh kendaraan bermotor Sedangkan untuk aktivitas tidak
dapat dilihat pada aktivitas C yaitu berturut- produktif dimana pengguna jalan tidak
turut sebesar 11.67% dan 9.5% pada pelican mengunakan pelican cross sebagaimana
cross di jalan Veteran untuk weekday dan fungsinya pada pelican crossing di Jalan
weekend. Sedangkan untuk pelican cross di Veteran lebih besar dibandingkan dengan di
jalan MT Haryono persentase sebesar 6.26% Jalan MT Haryono. Dari pengamatan dapat
dan 6.61 % untuk weekend dan weekday. dilihat bahwa utilitas pemanfaatan pelican
Persentase ini cukup besar untuk pelanggaran crossing di jalan Veteran lebih tinggi dari
yang dilakukan kendaraan bermotor dengan pelican crossing di jalan MT haryono, tetapi
tidak berhenti ketika pelican cross berbunyi ketertiban baik pengendara kendaraan bermotor
serta lampu lalu lintas menyala merah. maupun pejalan kaki lebih baik di kawasan
Pelanggaran ini disebabkan karena minimnya jalan MT Haryono.
pengetahuan mengenai pelican cross ataupun
karena ego dari pengendara yang tidak mau 3. Penutup
memberikan hak kepada pejalan kaki. Dari hasil pengumpulan, pengolahan data
Masyarakat cenderung masih asing dengan serta analisa dan pembahasan dapat
pelican cross, bagaimana fungsinya serta apa disimpulkan beberapa hal di bawah ini:
yang harus dilakukan oleh pejalan kaki maupun 1. Utilitas pemanfaatn pelican crossing di
pengendara yang kebetulan sedang melewati Jalan Veteran lebih tinggi dibandingkan
jalan. Untuk mengurangi pelanggaran yang dengan utilitas pemanfaatan pelican
dilakukan baik yang dilakukan oleh pejalan crossing di Jalan MT Haryono pada
kaki maupun oleh pengendara kendaraan saat weekday yaitu 51 % untuk pelican
bermotor adalah sosialisasi mengenai fasilitas crossing di Jalan Veteran dan 30% di
penyebrangan pelican cross yang dapat Jalan MT Haryono. Untuk utilitas
dilakukan melalui spanduk atau baliho di pemanfaatan pada saat weekend hampir
sekitar pelican cross. Petunjuk penggunaan sama antara pelican crossing di Jalan
pelican cross juga dibutuhkan berdekatan Veteran dan MT Haryono yaitu sebesar
dengan fasilitas agar pejalan kaki dapat 30-40% atau dapat dikategorikan
memanfaatkannya. Selain itu kesadaran rendah.
masyarakat untuk tertib berlalu lintas juga perlu 2. Perbedaan utilitas pemanfaatan
ditingkatkan agar pelanggaran dapat disebabkan dari letak pelican crossing
diminimalkan. yang berpengaruh pada penguna yang
Dari uraian diskripsi di atas maka memanfaatkan fasilitas tersebut.
perbandingan pemanfaatan pelican crossing di 3. Ketidaksesuaian penggunaan pelican
Jalan Veteran dan Jalan MT Haryono adalah crossing atau perilaku pengguna jalan
bahwa utilitas pemanfataan di Jalan Veteran atau pelanggaran yang dilakukan oleh
lebih tinggi dibandingkan dengan utilitas pengendara kendaraan bermotor pada
pemanfaatan pelican crossing di Jalan MT pelican di jalan Veteran memiliki
Haryono pada saat weekday. Untuk utilitas persentase pelanggaran sebesar 10-12
pemanfaatan pada saat weekend hampir sama % lebih banyak dibandingkan dengan
antara pelican crossing di Jalan Veteran dan MT pelican crossing di jalan MT Haryono
Haryono yaitu sebesar 30-40% atau dapat sebesar 6-7%.
dikategorikan rendah. 4. Ketidaksesuaian penggunaan pelican
Pada pelican crossing di Jalan Veteran cross sebagaimana fungsinya
pada sesi weekday untuk aktivitas produktif A disebabkan karena ketidaktahuan
atau pejalan kaki yang menggunakan pelican masayarakat akan fasiliats
crossing sebagaimana mestinya lebih banyak penyeberangan ini yang maih tergolong
sebesar 33% dibandingkan dengan pengguna baru bila dibandingakn dengan kota-
jalan di jalan MT Haryono yang hanya sebesar kota besar lainnya, perilaku pengguna
19%. Sedangkan pelanggaran yang dilakukan jalan sendiri yang tidak mau

DOI: 149
JEMIS VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2016 e-ISSN 2477-6025

mengutamakan pejalan kaki serta tidak Nasional PEI, Universitas Widyatama,


berfungsinya tombol pelican crossing. Bandung

Daftar Pustaka [3.] Efranto, Remba Y. ; Sari, Ratih A.; and


Cahyawati, Amanda N. (2016) “Analisis
[1.] Sari, Ratih A. and Efranto, Remba Y.. Pemanfaatan Pelican Crossing Di Kawasan
(2012), “A Case Study: Utilization of Jalan MT Haryono Malang Dengan
Zebra Crossing in Term of Work System Metode Work Sampling” Seminar
Design.” The Second International Nasional dan Silatnas FORDEBI V,
Conference on Interdisciplinary Research Fakultas Ekonomi, Universitas
and Development (INRIT2012). Bangkok, Darussalam , Ambon
Thailand
[4.] Sutalaksana, Iftikar Z. (2006) Teknik
[2.] Efranto, Remba Y. and Sari, Ratih A. Perancangan Sistem Kerja, ITB, Bandung
(2012), “Analisis Pemanfaatan dan Beban
Puncak Zebra Cross di Kota Malang”. [5.] Wignjosoebroto, Sritomo. (2008)
Seminar Nasional Ergonomi dan Konggres Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu, Guna
Widya, Surabaya.

DOI: 150