Anda di halaman 1dari 11

Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784

Dalam Penanggulangan Korupsi

PENERAPAN TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER, COMPUTER


SELF EFFICACY DAN ETIKA PROFESI PADA
KINERJA AUDITOR DI SURAKARTA
DAN YOGYAKARTA

Triyatno
*Akuntansi, Ekonomi, Universitas Islam Batik Surakarta
*triya.thewinner@gmail.com

Abstract
This study was to determine the effect of the application of Computer Assisted Audit Techniques
(CAATs), Computer Self Efficacy (CSE) and the performance of auditors. This study uses
Computer Assisted Audit Techniques Computer Self Efficacy and professional ethics as
independent variables and the performance of auditors as the dependent variable. The
variable in this study was measured using a questionnaire with 4 Likert scale. This study was
conducted in public accounting firms that are members of the Indonesian Institute of Certified
Public Accountants (IAPI) area of Surakarta and Yogyakarta. Data was collected by distributing
questionnaires to auditors as respondents using purposive sampling method of sampling.
Techniques of analysis using multiple linear regression analysis. These results indicate that the
variable Computer Assisted Audit Technique does not affect the performance of auditors,
while Computer Self Efficacy and professional ethics affect the performance of auditors.

Keywords: computer assisted audit techniques, computer self efficacy, professional ethics, the
performance of auditors.

Pendahuluan membutuhkan. Akuntan publik adalah


Dengan terjadinya banyak akuntan yang menjalankan pekerjaan di
perkembangan teknologi di masa sekarang bawah suatu Kantor Akuntan Publik yang
ini, menyebabkan akan terus menerus memberikan jasa auditing profesional kepada
berkembangnya berbagai teknologi informasi klien (Halim, 2008).
yang kemudian mempengaruhi tahapan Keberadaan auditor tidak terlepas dari
proses audit. Auditor tentu mendapatkan adanya kebutuhan manajemen akan
keuntungan yang sangat besar, terutama pertanggungjawaban kinerja perusahaan.
dalam efisiensi dan efektivitas audit apabila Auditor harus mampu menjadi mediator
peduli dalam menggunakan berbagai untuk perbedaan-perbedaan kepentingan
teknologi informasi dalam pekerjaannya. antar berbagai pelaku bisnis dan masyarakat.
Semakin meluasnya kebutuhan jasa Agar mampu menjalankan peran tersebut,
profesional akuntan publik sebagai pihak auditor harus selalu menjaga mutu jasa yang
independen, menuntut profesi akuntan publik diberikannya serta independensi, integritas,
untuk terus meningkatkan kinerja agar dapat dan objektivitas profesinya.
menghasilkan produk audit yang dapat Kinerja auditor sendiri merupakan salah
diandalkan bagi pihak-pihak yang satu tolak ukur yang digunakan untuk

327
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper
Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784
Dalam Penanggulangan Korupsi
menentukan apakah suatu pekerjaan yang Berbantuan Komputer atau Computer
dilakukan baik atau malah sebaliknya. Assisted Audit Techniques (CAATs) ialah
Pengukuran atau penilaian kinerja adalah setiap penggunaan dari semua teknologi
suatu proses penilaian kemajuan pekerjaan informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan
terhadap tujuan dan sasaran yang mana telah audit.
ditentukan sebelumnya. Kualitas kinerja Kemampuan seseorang dimana dalam
auditor dilihat dari respon yang akurat menyelesaikan tugasnya dibantu dengan
diberikan oleh auditor untuk setiap tugas menggunakan komputer biasa dikenal dengan
audit yang dilakukan. istilah Computer Self Efficacy (CSE). Konsep
Pentingnya dari peran profesi akuntan self efficacy merupakan sebuah konsep yang
publik serta beragamnya pengguna jasa, dapat digunakan untuk mengukur
menyebabkan jasa profesi akuntan publik kemampuan seseorang manusia. Self efficacy
tentu harus dipertanggungjawabkan kepada mengarah pada penilaian ataupun keyakinan
pihak-pihak yang berkepentingan. Baik atau seseorang mengenai kemampuannya
tidak pertanggungjawaban yang diberikan melakukan suatu tindakan (Heliyawati,
tergantung dari kinerja auditor. Kinerja 2011). Dalam konteks audit, konsep dari
auditor adalah kemampuan dari auditor Computer Self Efficacy diharapkan mampu
menghasilkan temuan, hasil pemeriksaan dari untuk mengukur kemampuan auditor dalam
kegiatan pemeriksaan atas pengelolaan serta menyelesaikan tugas-tugas auditnya dengan
tanggung jawab keuangan yang dilakukan menggunakan teknik audit berbantuan
dalam satu tim pemeriksaan. komputer (TABK) sehingga akan
Didalam menjalankan profesinya meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini
akuntan publik juga akan dituntut memiliki dilakukan untuk menganalisis pengaruh
prinsip dan moral, serta perilaku etis yang Teknik Audit Berbantuan Komputer,
sesuai dengan etika. Memahami peran Computer Self Efficacy dan etika profesi
perilaku etis seorang auditor dapat memiliki terhadap kinerja auditor di kantor akuntan
efek yang luas pada bagaimana bersikap publik di wilayah kota Surakarta dan
terhadap klien mereka agar dapat bersikap Yogyakarta.
sesuai aturan akuntansi berlaku umum.
Melihat dari Standard Akuntansi Seksi Kajian Pustaka dan Pengembangan
327, dalam lingkungan sistem informasi Hipotesis
akuntansi terkomputerisasi, maka tidaklah Kajian Pustaka
praktis bagi auditor melakukan pengujian Auditing
manual. Jadi, perlu ada teknik audit Auditing merupakan pemeriksaan
terkomputerisasi yang mampu membantu laporan keuangan yang bertujuan menilai
auditor seorang dalam upaya meningkatkan kewajaran penyajian laporan yang bersifat
kinerjanya, efektifitas serta efisiensi proses material mengenai posisi keuangan.
pendeteksian fraud yang mana dikenal Pemeriksaan atau auditing adalah proses
dengan istilah TABK (Teknik Audit yang terdiri dari kegiatan berupa
Berbantuan Komputer). Teknik Audit pengumpulan, penganalisaan, pengevaluasian

328
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper
Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784
Dalam Penanggulangan Korupsi
bukti-bukti pemeriksaan yang dilakukan dipertimbangkan berdasarkan dari Pernyataan
secara sistematis, terarah, dan terencana Standar Akuntansi (PSA) No.59 (Standar
untuk dijadikan dasar merumuskan pendapat Akuntansi Seksi 327), yaitu :
yang independent dan professional 1. Pengetahuan, keahlian, pengalaman
(professional opinion) atau pertimbangan komputer yang dimiliki auditor
(judgement) tentang tanggung jawab 2. Tersedianya TABK dan fasilitas
pimpinan mengenai kebijakan dan keputusan komputer yang sesuai.
yang dibuatnya. 3. Ketidakpraktisan pengujian manual.
Menurut Yeganeh et al. (2010), audit 4. Efektivitas dan efisiensi.
memiliki peranan penting didalam informasi 5. Saat pelaksanaan.
keuangan sebagai alat untuk mengurangi
risiko investasi, meningkatkan pengendalian Computer Self Efficacy (CSE)
keputusan didalam dan diluar organisasi, dan Computer Self Efficacy merupakan
meningkatkan efisiensi maupun kejujuran, sebuah variabel penting dalam penelitian
serta mendorong efisiensi dari pasar modal. teknologi informasi. Konsep self efficacy
Auditor yang ditugaskan untuk mengaudit merupakan sebuah konsep yang dapat
tindakan ekonomi untuk entitas individual digunakan untuk mengukur kemampuan
atau entitas hukum umumnya masing–masing individu.
diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok Self efficacy ini muncul pertama kali
Halim (2008), yaitu auditor internal, auditor dari cetusan Allert Bandura seorang pakar
pemerintah, auditor independen (akuntan psikologi perilaku. Arti dari Self efficacy
publik). adalah suatu keyakinan seseorang mengenai
peluangnya untuk berhasil dalam
Teknik Audit Berbantuan Komputer menjalankan tugas tertentu. Hasil riset
(TABK) Compeau dan Higgins pada tahun 1995
Penggunaan teknik audit berbantuan menunjukkan, bahwa ada tiga faktor yang
komputer (TABK) sangat diperlukan didalam mempengaruhi CSE, yaitu: dorongan dari
pemeriksaan berbagai laporan keuangan pihak lain, pihak lain sebagai pengguna,
karena dengan adanya bantuan komputer dukungan dari organisasi pengguna
maka akan membantu auditor dalam komputer. Selanjutnya, dijelaskan ada tiga
melakukan pengauditan menjadi lebih efektif dimensi CSE, yaitu : magnitude,strenght dan
dan efisien. Penerapan teknik audit generalibility.
berbantuan komputer (TABK) diatur didalam
Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) - Etika Profesi
Pernyataan Standard Akuntansi (PSA) No. 59 Etika profesi adalah nilai-nilai tentang
(Standard Akuntansi Seksi 327) tentang tingkah laku yang diterima dan digunakan
teknik audit berbantuan komputer. oleh organisasi profesi akuntan yang meliputi
Dalam menentukan apakah akan kepribadian, kecakapan profesional dan
digunakan teknik audit berbantuan komputer tanggung jawab, pelaksanaan kode etik dan
, faktor-faktor berikut ini harus penafsiran dan penyempurnaan kode etik.

329
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper
Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784
Dalam Penanggulangan Korupsi
Kode etik akuntan yang ada di merupakan pencapaian dari kualitas
Indonesia diatur dalam Kode Etik Ikatan pemeriksaan yang efisien dan efektif dalam
Akuntan Indonesia yang terdiri dari kode etik melakukan tugas pengauditan yang
umum akuntan Indonesia, lalu kode etik dibebankan.
kompartemen, dan interpretasi kode etik
kompartemen. Maka dari itu etika profesional Pengembangan Hipotesis
dikeluarkan oleh organisasi profesi untuk TABK adalah penggunaan komputer
mengatur perilaku anggotanya dalam dalam kegiatan pemeriksaan. Audit sekitar
menjalankan praktek profesi bagi masyarakat. komputer merupakan black box dimana audit
Etika profesional harus lebih dari dilakukan hanya di sekitar box saja karena
sekedar prinsip-prinsip moral. Etika ini pemrosesan dalam komputer akan
meliputi standar perilaku bagi seorang dianggap benar bila output sudah sesuai
profesional yang dirancang untuk tujuan dengan input.
praktis dan idealistik. Sedangkan kode etik Sumber daya manusia dalam hal
professional ini dapat dirancang untuk penerimaannya terhadap teknologi audit
mendorong perilaku yang ideal, sehingga sekitar komputer merupakan faktor sentral
harus bersifat realistik dan dapat ditegakkan. dalam menentukan sukses atau tidaknya
Sebagai profesional, akuntan publik auditor dalam mengerjakan suatu
mengakui tanggung jawabnya terhadap pemeriksaan audit dengan menggunakan
masyarakat, terhadap klien dan terhadap TABK. Hal penting yang harus diperhatikan
rekan seprofesi, termasuk untuk perilaku oleh pelaku bisnis adalah seberapa besar
yang terhormat. suatu sistem dapat meningkatan kinerja baik
individu maupun organisasi secara
Kinerja Auditor keseluruhan.
Kinerja adalah hasil yang dicapai Penelitian yang dilakukan Agung Wira
seseorang dalam melaksanakan, dan Sari Widhiyani pada tahun 2016
menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan mengenai pengaruh teknik audit berbantuan
kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, komputer, pelatihan profesional, dan etika
pengalaman, dan ketepatan waktu. Kinerja profesi terhadap kinerja auditor.
(performance) juga merupakan gambaran Menggunakan teknik audit berbantuan
atau ilustrasi hasil mengenai tingkat komputer (X1), pelatihan profesional (X2),
pencapaian pelaksanaan dari kegiatan yang etika profesi (X3) dan kinerja auditor sebagai
dilakukan oleh individu atau organisasi guna Y. Dengan menggunakan regresi linier
mencapai sasaran, tujuan, visi dan misi berganda menyimpulkan bahwa teknik audit
organisasi yang tertuang dalam strategic berbantuan komputer (TABK), pelatihan
planning suatu organisasi. profesional, dan etika profesi berpengaruh
Seorang yang profesional dituntut positif terhadap kinerja auditor. Hal ini
memiliki kinerja yang baik dan memberikan menunjukan bahwa semakin meningkatnya
dampak positif pada organisasi tempat dia pemakaian teknik audit berbantuan komputer
bekerja. Peningkatan kinerja auditor (TABK) dan auditor sering mengikuti

330
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper
Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784
Dalam Penanggulangan Korupsi
pelatihan profesional serta auditor yang merupakan ilmu yang mengajarkan tentang
patuh pada etika profesi, maka kinerja penilaian hal yang baik dan hal yang buruk,
auditor semakin meningkat. tentang hak dan kewajiban moral. Demi
H1: teknik audit berbantuan komputer untuk meningkatkan kinerja auditor, maka
berpengaruh positif pada kinerja auditor. auditor dituntut untuk selalu menjaga standar
perilaku etis.
Computer Self Efficacy merupakan Penelitian Heru kurniawan tahun 2016
salah satu prediktor yang penting bagi berjudul pengaruh pengalaman, otonomi, dan
seseorang untuk mau mempelajari dan etika profesi terhadap kinerja auditor. Yang
menggunakan sistem komputer. Dalam menggunakan variabel pengalaman (X1),
konteks audit, konsep dari Computer Self otonomi (X2), etika profesi (X3) dan kinerja
Efficacy diharapkan mampu mengukur auditor (Y). Dengan alat analisis yang
kemampuan auditor dalam menyelesaikan digunakan adalah regresi linear berganda,
tugas auditnya dengan menggunakan teknik menunjukkan hasil penelitian bahwa variabel
audit berbantuan komputer sehingga mampu pengalaman, otonomi, dan etika profesi
meningkatkan kinerjanya. berpengaruh terhadap kinerja audit. Hal ini
Pada penelitian berikutnya oleh menunjukkan bahwa pengalaman, otonomi,
Girinatha Surya (2016) yang berjudul dan etika profesi berpengaruh terhadap
penerapan teknik audit berbantuan komputer peningkatan kinerja auditor.
dan computer self efficacy pada kinerja H3: Etika profesi berpengaruh positif
auditor, menggunakan teknik analisis regresi terhadap kinerja auditor.
linier berganda penelitian ini menunjukkan
bahwa computer self efficacy berpengaruh Metode Penelitian
positif signifikan pada kinerja auditor. Jenis Penelitian
H2 : computer self efficacy berpengaruh Dalam penelitian ini, jenis penelitian
positif pada kinerja auditor. yang digunakan adalah deskriptif kualitatif
yaitu penelitian tentang riset yang
Etika profesi mengarahkan anggota menggambarkan keadaan subjek atau objek
dalam memenuhi tanggungjawab dalam penelitian dapat berupa orang,
profesionalnya. Prinsip ini meminta lembaga, masyarakat dan yang lainnya yang
komitmen auditor yang memenuhi prinsip pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta
etika profesi. Etika profesi mampu yang tampak atau apa adanya.
memberikan rasa tanggungjawab yang tinggi
terhadap pekerjaannya serta hubungan Variabel Penelitian dan Pengukuran
kerjasama yang baik terhadap rekan kerja. Variabel Independen
Rasa tanggungjawab membuat auditor Adalah variabel yang mempengaruhi
berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya atau yang menjadi sebab perubahan akan
dengan baik dan berkualitas. timbulnya variabel dependen atau terikat
Etika profesi merupakan faktor yang (Sugiyono, 2007). Variabel independen yang
mempengaruhi kinerja auditor. Etika profesi hendak diuji dalam penelitian ini adalah

331
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper
Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784
Dalam Penanggulangan Korupsi
teknik audit berbantuan komputer (X1), Indonesia di Kota Surakarta dan Yogyakarta
computer self efficacy (X2), dan etika profesi tahun 2016.
(X3).
Responden
Variabel Dependen Responden penelitian ini adalah auditor
Adalah variabel yang dipengaruhi atau yang telah bekerja minimal selama satu tahun
yang menjadi akibat karena adanya variabel atau lebih, pernah menggunakan komputer
bebas (Sugiyono, 2007). Variabel dependen dalam mengaudit laporan keuangan dan
penelitian ini adalah kinerja auditor (Y). bekerja sesuai norma-norma atau kode etik
Ikatan Akuntan Indonesia.
Pengukuran
Dalam penelitian ini pengukuran Populasi dan Sampel
dilakukan dengan bantuan skala likert yang Populasi penelitian ini adalah seluruh
mengacu pada pengukuran variabel yang auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan
digunakan. Skala likert pada penelitian ini Publik di Kota Surakarta dan Kota
menggunakan poin 1-4 dengan pilihan Sangat Yogyakarta yang telah terdaftar pada
Setuju (4), Setuju (3), Tidak Setuju (2), Direktori Institut Akuntan Publik Indonesia
Sangat Tidak Setuju (1). Pada perhitungan (IAPI) tahun 2016. Sampel dalam penelitian
skala likert ini tidak menggunakan pilihan ini adalah auditor yang telah bekerja minimal
netral dikarenakan untuk menghilangkan bias selama satu tahun atau lebih, pernah
ragu-ragu terutama bagi responden yang menggunakan komputer dalam mengaudit
ragu-ragu atas kecenderungan jawaban. laporan keuangan dan bekerja sesuai norma
atau kode etik Ikatan Akuntan Indonesia.
Jenis Data dan Responden Berdasarkan kriteria tersebut maka yang
Data primer dijadikan sampel dalam penelitian ini ialah
Merupakan sumber data penelitian yang 40 orang.
diperoleh secara langsung dari sumber asli /
tidak melalui media perantara. Dalam Instrumen Penelitian
penelitian ini adalah jawaban-jawaban yang Pengumpulan data dalam penelitian ini
diberikan oleh responden berupa pernyataan menggunakan metode non probability
dalam kuesioner. sampling dengan teknik purposive sampling,
yaitu teknik pengambilan sampel dengan
Data sekunder kriteria atau pertimbangan tertentu. Kriteria
Merupakan sumber data penelitian yang tersebut adalah auditor yang telah bekerja
diperoleh peneliti secara tidak langsung minimal selama satu tahun atau lebih, pernah
melalui media. Dalam penelitian ini adalah menggunakan komputer dalam mengaudit
data yang dikumpulkan dari sumber lain yaitu laporan keuangan dan bekerja sesuai norma
daftar Kantor Akuntan Publik yang terdaftar atau kode etik Ikatan Akuntan Indonesia.
pada Direktori Institut Akuntan Publik Kriteria ini digunakan karena auditor yang
sudah bekerja selama satu tahun dianggap

332
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper
Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784
Dalam Penanggulangan Korupsi
pernah melakukan audit dan telah memiliki mengetahui hubungan antara lebih dari
kemampuan, pengetahuan serta memahami satu variabel independen dengan satu
sistem audit berbantuan komputer, sehingga variabel dependen.
akan mampu memberikan jawaban maupun 2. Uji Hipotesis
pernyataan dari pertanyaan yang ada pada Tujuan dari pengujian hipotesis adalah
kuesioner dengan baik. untuk menentukan apakah jawaban
teoritis yang terkandung dalam
Teknik Analisis Data pernyataan hipotesis tersebut didukung
Uji Instrumen oleh fakta yang dikumpulkan dan
a. Validitas, adalah ukuran yang mana dianalisis dalam proses pengujian data
menunjukkan tingkat kesahihan suatu atau tidak.
tes. Tes ini memiliki validitas yang 3. Uji Koefisien Determinasi
tinggi jika hasilnya sesuai dengan Digunakan untuk mencari seberapa
kriteria, dalam artian memiliki besar variasi variabel independen dapat
kesejajaran antara tes dan kriteria. menjelaskan secara keseluruhan variasi
Untuk menguji validitas setiap butir variabel independen.
soal maka skor-skor yang ada pada
butir yang dimaksud dikorelasikan
dengan skor totalnya. Hasil dan Pembahasan
b. Uji Reliabilitas, adalah suatu tingkat Sejumlah 57 kuesioner dibagikan
keajegan (konsitensi) suatu tes, yakni kepada auditor yang bekerja pada Kantor
sejauh mana suatu tes dapat dipercaya Akuntan Publik di Kota Surakarta dan
untuk menghasilkan skor yang relatif Yogyakarta. Kuesioner yang kembali 50 buah
tidak berubah walaupun diteskan pada dan yang dapat diolah sebanyak 40 buah.
situasi yang berbeda-beda. Adapun penjelasannya disajikan pada tabel
sebagai berikut :
Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik digunakan dengan
maksud untuk mendeteksi ada atau tidak ada
penyimpangan asumsi klasik atas persamaan
regresi berganda yang digunakan. Uji asumsi
klasik yang diuji adalah uji normalitas, uji
autokorelasi, uji multikolinearitas, dan uji
heterokedastisitas. Regresi yang baik
memiliki data yang terdistribusi secara
normal, lalu tidak terjadi autokorelasi, dan
bebas multikolinearitas, serta bebas
heterokedastisitas. Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan
1. Uji Regresi Linier Berganda, adalah bahwa jumlah kuesioner yang dikembalikan
metode yang digunakan untuk oleh responden sebanyak 50 kuesioner.

333
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper
Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784
Dalam Penanggulangan Korupsi
Setelah diperiksa terdapat 10 kuesioner yang
tidak dapat digunakan sebagai responden
dalam penelitian karena tidak diisi serta tidak
memenuhi kriteria.

Dalam penelitian ini menggunakan 40


sampel sehingga nilai df = 40-2 = 38 dengan
sig 5%, diperoleh rtabel sebesar 0,320. Nilai
rhitung > rtabel atau nilai rtabel < rhitung, maka
Penelitian ini menggunakan 40 sampel semua item pertanyaan dari variabel X3
sehingga nilai df = 40-2 = 38 dengan sig 5%, dinyatakan valid seperti yang dapat dilihat
diperoleh rtabel sebesar 0,320. Nilai rhitung > dari tabel 4.
rtabel atau nilai rtabel < rhitung, maka semua item
pertanyaan dari variabel X1 dinyatakan valid
seperti yang dapat dilihat dari tabel 2.

Dalam penelitian ini menggunakan 40


sampel sehingga nilai df = 40-2 = 38 dengan
sig 5%, diperoleh rtabel sebesar 0,320. Nilai
rhitung > rtabel atau nilai rtabel < rhitung, maka
Dalam penelitian ini menggunakan 40 semua item pertanyaan dari variabel Y
sampel sehingga nilai df = 40-2 = 38 dengan dinyatakan valid seperti yang dapat dilihat
sig 5%, diperoleh rtabel sebesar 0,320. Nilai dari tabel 5.
rhitung > rtabel atau nilai rtabel < rhitung, maka
semua item pertanyaan dari variabel X2
dinyatakan valid seperti yang dapat dilihat
dari tabel 3.

334
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper
Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784
Dalam Penanggulangan Korupsi

Dilihat dari tabel 6 menunjukkan


bahwa nilai koefisien Cronbach Alpha semua
variabel dalam penelitian ini lebih besar dari
0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa
variabel-variabel tersebut reliabel.

Dari uji Kolmogorov-Smirnov pada


tabel 7 dapat diketahui signifikansi sebesar
0,535, karena nilai dari signifikansi > 0,05 Hasil output pada gambar 1
maka disimpulkan bahwa data berdistribusi menunjukkan bahwa titik-titik tidak
normal. membentuk pola yang jelas, yaitu menyebar
diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y.
Jadi, penelitian dapat disimpulkan bahwa
tidak terjadi heteroskedastisitas.

Hasil output dari pengujian Nilai Durbin-Watson dilihat dari tabel


multikolinearitas pada tabel 8 menunjukkan 9 adalah sebesar 1,686. Nilai dL dan dU
bahwa nilai tolerance semua variabel bebas dapat dilihat dari DW tabel pada signifikansi
diatas 0,10, sedangkan nilai VIF (Variance 0,05 dengan n = 40 dan k = 3, maka didapat
Inflation Factor) semua variabel bebas di nilai dL adalah 1,3384 dan dU adalah 1,6589.
bawah 10. Sehingga dapat disimpulkan Nilai DW berada diantara dU dan 4-dU
bahwa model regresi terbebas dari gejala (1,6589 ; 1,686 ; 2,3411), maka dapat
multikoleniaritas. disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.

335
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper
Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784
Dalam Penanggulangan Korupsi
termasuk dapat disampaikan pada bagian ini
[Times New Roman, 12, normal].
Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh teknik audit berbantuan
komputer, computer self efficacy, dan etika
profesi terhadap kinerja auditor. Variabel
independen dalam penelitian ini adalah teknik
audit berbantuan komputer, computer self
efficacy, dan etika profesi. Variabel dependen
penelitian ini adalah kinerja auditor. Analisis
Dari tabel 10, angka-angka akan data dilakukan dengan regresi linear
dimasukkan kedalam model persamaan berganda. Berdasarkan data yang telah
regresi linear sebagai berikut : dikumpulkan dan hasil pengujian yang telah
Y = 3,619 - 0,260X1 + 0,707X2 + 0,365X3 + e dilakukan terhadap permasalahan, maka hasil
dari penelitian ini adalah dari variabel teknik
audit berbantuan komputer, nilai -thitung < -
ttabel (1,861 < 1,688), dengan signifikansi
(0,071 > 0,05) maka H0 diterima, sehingga
dapat disimpulkan bahwa teknik audit
berbantuan komputer tidak berpengaruh
terhadap kinerja auditor. Dari variabel
computer self efficacy, nilai thitung > ttabel
(5,499 > -1,688), dengan signifikansi (0,000
< 0,05) maka H0 ditolak, sehingga dapat
disimpulkan bahwa computer self efficacy
berpengaruh terhadap kinerja auditor. Dari
variabel etika profesi, nilai thitung > ttabel (3,289
Berdasarkan nilai koefisien determinasi > -1,688), dengan signifikansi (0,002 < 0,05)
atau Adjusted R Square adalah sebesar 0,574, maka H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan
menunjukkan bahwa besarnya pengaruh bahwa etika profesi berpengaruh terhadap
teknik audit berbantuan komputer, computer kinerja auditor.
self efficacy, dan etika profesi terhadap
kinerja auditor adalah sebesar 57,4%, Saran
sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor- Berdasarkan simpulan yang diperoleh
faktor lain yang tidak diteliti. dalam penelitian, saran-saran yang
dikemukakan adalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini sangat terbatas karena
Simpulan jumlah dan lingkup area tidak begitu
Simpulan luas (hanya terbatas pada tujuh kantor
Simpulan berisi rangkuman singkat atas Akuntan Publik di Kota Surakarta dan
hasil penelitian dan pembahasan. Saran
336
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper
Peran Profesi Akuntansi ISSN 2460-0784
Dalam Penanggulangan Korupsi
Yogyakarta) sehingga penelitian yang Heliyawati, Putri. 4 Mei 2011. Pengaruh
selanjutnya diharapkan bisa menambah Computer Anxiety Terhadap Niat
atau memperluas penelitian ke kota lain Penggunaan Teknologi Informasi
Dengan Computer Self Efficacy
agar diperoleh hasil penelitian yang
Sebagai Variabel Moderating (Studi
lebih baik untuk digeneralisasi dan Empiris Pada Mahasiswa Program
memberikan gambaran yang lebih riil Diploma III Akuntansi Fakultas
tentang kinerja auditor. Ekonomi Universitas Syiah Kuala
2. Bagi penelitian mendatang diharapkan Banda Aceh).
agar dapat menambah faktor atau Kurniawan, Heru. 2016. Pengaruh
mengembangkan variabel lainnya yang Pengalaman, Otonomi, Dan Etika
Profesi Terhadap Kinerja Auditor
mungkin berpengaruh pada kinerja
(Studi Empiris Pada Kantor Akuntan
auditor agar hasilnya dapat terdefinisi Publik di Wilayah Surakarta dan
dengan lebih baik. Faktor lain yang Semarang). Fakultas Ekonomi dan
kemungkinan berkaitan dengan kinerja Bisnis, Universitas Muhammadiyah
auditor seperti faktor motivasi kerja, Surakarta
factor pelatihan auditor, factor Wira Praktiyasa, I Gusti Agung Made. 2016.
kompetensi auditor, profesionalisme Pengaruh teknik audit berbantuan
komputer, pelatihan profesional, dan
dan kecerdasan spiritual.
etika profesi terhadap kinerja auditor.
3. Diperlukan pendekatan kualitatif untuk Yaganeh, Yahya, and Hassas. 2010. The
memperkuat kesimpulan karena relationship Between Auditors
instrumen penelitian rentan terhadap Opinions, Corporate Governance And
persepsi responden yang tidak Accounting Infomation Quality.
menggambarkan keadaan sebenarnya. Journal Social Science Research
Network Electronic Paper Collection.
Pendekatan ini bisa dilakukan dengan
observasi atau pengamatan langsung
kedalam obyek yang dijadikan lokasi
penelitian.

Referensi
Compeau, Deborah R. and Christopher A
Higgins. 1995. Computer Self Efficacy:
Development Of A Measure And Initial
Test. MIS Quarterly, pp: 189.
Girinantha, I Gede, Ni Luh Sari Widhiyani.
2016. penerapan teknik audit
berbantuan komputer dan computer self
efficacy pada kinerja auditor.
Halim, Abdul. 2008. Auditing (Dasar-
dasar Audit Laporan Keuangan).
Jilid1.Edisi Keempat.Yogyakarta: UPP
STIM YKPN.

337
th
Seminar Nasional dan The 4 Call for Syariah Paper