Anda di halaman 1dari 2

Deliverabilitas adalah kemampuan dari suatu sumur gas untuk berproduksi, yang dinyatakan dalam bentuk

grafik (Pr2-Pwf2) vs Qsc.


Tekanan static tekanan reservoar akan menurun jika diproduksikan untuk jangka waktu tertentu, sehingga
dengan demikian kemampuan produksi suatu sumur juga akan berubah.
Water coning Yaitu ikut terproduksinya air yang semakin lama semakin tinggi. Hal ini karena rate yang
terlalu besar atau kesalahan perforasi yang terlalu dekat dengan batas gas-air (GWC) dan biasanya dijumpai
pada reservoar di bawah pengaruh air yang kuat.
Skin effek Kerusakan formasi dimana permeabilitasnya semakin mengecil dan mengakibatkan aliran dari
formasi ke lubang bor akan terhambat.
Jenis aliran Pada tes sumur gas dan analisanya, biasanya dianggap alirannya adalah laminar, yaitu untuk
harga n = 1. Untuk aliran yang turbulen, dimana harga n tidak sama dengan satu, persamaan yang digunakan
akan berbeda, sehingga deliverabilitynya juga akan berubah.
Jenis reservoir Untuk tekanan reservoar yang berada di bawah depletion drive, tekanannya akan cepat
turun sejalan dengan waktu produksi dan hal ini dapat diamati setelah selang waktu produksi tertentu.
untuk mengetahui kemampuan sumur berproduksi dengan memberikan tekanan balik (back pressure) yang
berbeda-beda. Pelaksanaan dari tes yang konvensional ini dimulai dengan jalan menutup sumur, untuk
menentukan harga PR.
Tes ini terdiri dari serangkaian proses penutupan sumur sampai mencapai stabil, P R, yang diteruskan dengan
pembukaan sumur, sehingga menghasilkan laju produksi tertentu selama jangka waktu t, tanpa menanti
kondisi stabil. Setiap perubahan laju produksi didahului oleh penutupan sumur sampai tekanan mencapai
stabil, PR.
Metode ini merupakan pengembangan dari metode isochronal, perbedaannya terletak pada penutupan
sumur tidak perlu mencapai kondisi stabil. Pada reservoar yang ketat, penggunaan tes isochronal belum tentu
menguntungkan bila diinginkan penutupan sumur sampai mencapai keadaan stabil.
). Untuk keperluan tersebut, ada tiga metode analisa yang digunakan, yaitu :
1. Metode Rawlins-Schellhardt,
2. Metode Jones-Blount-Glaze, dan
3. Metode Laminer-Inertia Turbulence-Pseudo Pressure atau LIT

Qsc  C P r  Pwf
2

2 n
25 g q 2 T Z f MD EXPS   1
pwf  ptf EXPS  
2 2

Sd 5
logq sc1  logq sc2
n

log P r  Pwf
2 2
  log P
1 r
2
 Pwf
2

2

Pwf2  ( 25 g q 2 T Z f H EXPS   1) / Sd 5 Q, Pwf, Ptf…Ptf vs Qsc


p tf 
2

EXP( S )

Qsc vs ptf (1) vs (2)


Ptf  Psep
2

 (25 g qsc2 TZfL) / d 5 
0.5
0,032
f  1/ 3
D
Pwf2  ( 25 g q 2 T Z f H EXPS   1) / Sd 5
p tf 
2
Kompresor
EXP( S )
25 g q T Z fL 2

p12  p 22  S = 0,0375(TVD)/ TZ,


d5
3.027 PscT1k Z1 ( k 1) / k
w (r  1)
Tsc (k  1)