Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KINERJA HASIL KEGIATAN

PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL


TAHUN 2018

Disusun Oleh :
URIYAH

PUSKESMAS TEGALGUBUG
Jl. Lapang Bola No.100 Telp (0231) 8830125
email : pkmtgb12@gmail.com
KATA PENGANTAR

Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer adalah penerapan kesehatan tradisional


yang memanfaatkan ilmu biomedis dan biokultural dalam penjelasannya serta manfaat dan
keamanannya terbukti secara ilmiah. Pengobatan tradisional merupakan salah satu upaya
pengobatan dan atau perawatan cara lain diluar ilmu kedokteran dan atau keperawatan, yang
banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan.
Obat Tradisional adalah oabta- obatan yang diolah secara tradisional, turun- temurun
berdasarkan resep nenek moyang, adat- istiadat, kepercayaan atau kebiasaan setempat baik
bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat- obatan
tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih
mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saaat ini
banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkan efek samping,
karena masih bisa dicerna oleh tubuh.
Beberapa perusahan mengolah obat- obatan tradisional yang dimodifikasi lebih lanjut.
Bagian dari tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah akar, rimpang,
batang, buah, daun dan bunga. Bentuk obat- obatan tradisional yang banyak dijual dipasar dalam
bentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia dan tablet.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Tugas Pokok dan Fungsi
BAB II Analisa Situasi
1.1 Gambaran Umum
1.2 Keadaan Khusus
BAB III Hasil Kegiatan
3.1 Program dan kegiatan
3.2 Cakupan program
BAB IV Masalah dan Alternatif Masalah
4.1 Masalah dan hambatan
4.2 Alternatif pemecahan masalah
BAB V Kesimpulan dan saran
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
BAB VI Penutup
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pembangunanan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan nasional mempunyai


tujuan untuk meningkatkan kesadaran ,kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Undang-Undang
Republik Indonesia nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan pasal 5 menyebutkan bahwa
setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman,bermutu
dan terjangkau.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019


didasarkan pada Visi, Misi, dan Nawacita Presiden yang ditetapkan pada Peraturan
Presiden Nomor 2 Tahun 2015 dalam rangka mewujudkan VISI Indonesian yang
Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.

Agenda Pembangunan kesehatan tahun 2015-2019 adalah mewujudakan akses dan


mutu pelayanan kesehtan yang semakin mantap. Rencana Strategis tahun 2015-2019,
Kementrian Kesehatan telah menetapkan 2 tujuan utama yaitu 1) Meningkatnya Status
Kesehatan Masyarakat dan 2) Meningkatnya Responsiveness dan Perlindungan
Masyarakat terhadap Resiko Sosial dan Finansial di bidang Kesehatan.

Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di


satu wilayah kecamatan atau bagian wilayah kecamatan yang difungsikan sebagai Gate
Keeper dalam pelayanan kesehatan,harus dapat memberikan jaminan terhadap
penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat dan perorangan yang
paripurna,adil,merata, berkualitas dan memuaskan masyarakat.

Guna meningkatkan fungsi Puskesmas dalam rangka peningkatan upaya kesehatan


pada masyarakat tersebut, maka perlu dilaksanakan upaya pembinaan yang terus menerus,
terarah,terpadu dan dapat terlibat pada pencapaian hasil distribusi masing-masingdesa.

1.2 TUJUAN

Tercapainya suatu pelayanan pengobatan tradisional yang menjamin keamanan, dan


keselamatan, baik dari segi mutu serta akses yang mudah bagi setiap anggota masyarakat.
Pendataan tempat pelayanan dan tenaga pengobatan tradisional di wilayah kerja
Puskesmas Pakisaji.Terjaminnya mutu produk dan keahlian dari tenaga penyehat
tradisional di wilayah kerja Puskesmas Tegalgubug. Tercapainya sasaran mutu
pengobatan tradisional.
1.3 Tugas Pokok dan Fungsi
Petugas pelayanan kesehatan tradisional komplementer memiliki tugas pokok dan
fungsi sebagai berikut:
1.3.1 Pembinaan pengobatan tradisional
1.3.2 Penyuluhan pada masyarakat dan pengobat tradisional
1.3.3 Sosialisasi obat- obat tradisional dan manfaatnya

BAB II
ANALIASA DAN SITUASI
PUSKESMAS TEGALGUBUG
1.1 GAMBARAN UMUM

Puskesmas Tegalgubug terletak di desa Tegalgubug kecamatan Arjawinangun


kabupaten Cirebon, merupakan Puskesmas yang berada di wilayah pantura, dengan
luas wilayah Puskesmas 2.231.005 Ha, yang terdiri dari 11 desa, diantaranya :

1. Tegalgubug
2. Tegalgubug Lor
3. Rawagatel
4. Karangsembung
5. Arjawinangun
6. Junjang
7. Junjang Wetan
8. KebonTuri
9. Geyongan
10. Sende
11. Bulak

Bila dilihat dari segi geografisnya puskesmas Tegalgubug memiliki batas wilayah
meliputi :

 Sebelah utara berbatasan dengan kecamatan Gegesik


 Sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Susukan
 Sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Panguragan
 Sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Ciwaringin

1.2 KEADAAN KHUSUS

1. Jumlah sasaran kesehatan


a. Jumlah Puskesmas :1
b. Jumlah Putsu :1
c. Jumlah BP swasta : 12
d. Jumlah Polindes :2
e. Poskesdes : 11
f. Jumlah Posyandu : 80

2. Jumlah Tenaga di Puskesmas


a. Dokter Umum :2
b. Dokter Gigi :0
c. Bidan :16
d. Paramedis : 10
e. Perawat Gigi :2
f. Sanitarian :0
g. Jurim :1
h. Tenaga Pelaksana Gizi :0
i. Tenaga Farmasi :3
j. Administrasi Puskesmas :1
k. Petugas Laboratorium :1
l. PTT :5
m. PKD :3
n. Tanaga Sukwan : 28

3. Jumlah Kader Kesehatan


a. Jumlah Kader yang di latih :
b. Jumlah Kader yang aktif :
4. Jumlah Sekolah
a. Jumlah TK/RA : 15 Sekolah
b. Jumlah SD/MI : 34 Sekolah
c. Jumlah SLTP/MTs : 16 Sekolah
d. Jumlah SMA/SMK/MA : 9 Sekolah
BAB III
HASIL KEGIATAN

3.1 Program dan kegiatan


Kegiatan - kegiatan program Pelayanan Pengobatan Tradisional
Komplementer antara lain:
3.1.1 Melakukan pelayanan dan pembinaan upaya kesehatan traditional menggunakan
metode akupuntur, akupresur, dan ramuan
3.1.2 Mengintervensi pengobat traditional yang ada di wilayah kerja
3.1.3 Membina dan mengembangkan “ self care” (pengobatan di rumah) dengan cara
traditional
3.1.4 Kultural
3.1.5 Pemantauan praktek pengobat traditional
3.1.6 Menggerakkan dan membina TOGA bersama tim penggerak PKK Kecamatan

3.2 Capaian program Pelayanan Pengobatan Tradisional Komplementer

No Indikator Sasaran Target Pencapaian Kesenjangan


(%)
1 Pembinaan Pengobatan Tradisional 75
13%
(BATRA) 13% 0%

2 Pembinaan Tanaman Obat Keluarga 1


100% 100 % 0%
(TOGA)

3 Pengobatan Tradisional Berizin 12 100% 0% -100%


BAB IV
MASALAH DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

4.1 Masalah dan hambatan


Pemberian pembinaan bagi pengobat (petugas) tradisional dan fasyankestrad di wilayah
kerja Puskesmas Tegalgubug, belum dapat terlaksana pada tahun 2018.
4.2 Prioritas Masalah
Pengobatan tradisional masih banyak yang belum berizin.
Dari permasalahan yang didapatkan,maka diperoleh prioritas masalah :
Pemberian pembinaan penyehat tradisional ramuan,ketrampilan, dan fasilitas
pelayan kesehatan tradisional untuk memiliki/mengurus ijin pelayanan, di wilayah kerja
Puskesmas Tegalgubug, belum dapat terlaksana pada tahun 2018.

1. Pengobatan Tradisional yang berizin

Sarana Manusia
Pengetahuan pe Pengetahuan pengobat
tugas ttg ijin ramuan tradisional
tradisional masih kurang

Leaflet masih kurang


Pengobatan
Tradisional yang
berizin

Penyusunan program blm maksimal Dukungan pihak terkait (dinkes)


kurang

Metode Lingkungan

4.3 Alternatif Pemecahan Masalah

Rangking Masalah Alternatif pemecahan masalah


1. Belum adanya Hatra dengan 1. Penjadwalan ulang pembinaan
keterampilan yang belum 2. Sosialisasi kepada pengobat

Berizin. tradisonal.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
Penyajian Laporan Tahunan ini merupakan hasil kegiatan yang kami
laksanakan selama kurun waktu satu tahun dan kami merasa kegiatan ini belum
maksimal, karena masih banyak permasalahan – permasalahan yang perlu diperbaiki.

SARAN
Demikian laporan kegiatan program pelayanan kesehatan tradisional
komplementer di Puskesmas Tegalgubug 2018 ini kami buat dengan harapan dapat
di gunakan sebagai acuan dalam melakukan kegiatan, mengevaluasi, dan
memperbaiki apabila dalam pelaksanaan masih banyak kekurangan. Untuk
meningkatkan pencapaian kinerja yang akan datang, dengan melihat keberhasilan
dan kegagalan yang dicapai selama tahun 2018 maka kami mohon saran dan kritik
demi perbaikan baik secara administrasi maupun operasional kepada semua pihak .

Mengetahui, Arjawinangun, 02 Januari 2019


Kepala UPT Puskesmas Tegalgubug Pelaksana Program Batra

Dr.H.NASWIDI URIYAH
NIP. 19801025 201412 1 002 NIP.