Anda di halaman 1dari 43

Resume (16/11/2018)

Kulwhap
Home Safety
Gemar Rapi Feat. Safe Kids
Materi:

http://bit.ly/materiSKIxGemarRapi
Tanya Jawab 1

Pertanyaan : sepertinya standar dan pola pikir kita ttg keselamatan


jauh di bawah negara luar, benarkah? apa budaya indonesia yg bisa
dicontoh ttg safety?
Jawaban Gemar Rapi
Sebenarnya utk pola pikir ttg keselamatan masy. Indonesia sudah cukup baik.
Hanya saja perilaku dan kebiasaannya harus lebih ditingkatkan lagi. Oleh karena
itu kami di Gemar Rapi memasukkan faktor Safety sebagai salah satu poin
penting untuk disebarluaskan. Makanya kita ajak juga tim SKI disini utk
menambah ilmu ttg home safety. Karena Rapi dan Aman harus sejalan. Budaya
yang bisa dicontoh: mengaitkan safety dengan kebersihan dan budaya memberi
contoh/teladan. Contoh nyata yg pernah saya alami nih. Ketika waktu kecil, saya
pernah menyuapi Ibu saya makanan. Ibu menyuruh saya untuk menadahkan
tangan dibawah sendok ketika menyuapnya, tujuannya apa? agar tidak ada
makanan yang jatuh tercecer dan tidak mengotori lantai. Hal simpel, tapi
merasuk ke sanubari, hehee..
Jawaban Paman Billie

Jawaban dari cak mbenk sudah mantab banget tuh. Betul sebenarnya secara
intelektual kita ga kalah dengan negara lain, tetapi memang perlu sekali
meningkatkan pola pikir dan prespektif tentang safety.

Satu locap wisdom yg baik adalah semboyan *alon-alon asal kelakon* yg erat
kaitannya dengan safety
Jawaban Gemar Rapi

(Ibu tata) Menambahkan jawaban Cak Mbenk, budaya safety masyarakat


Indonesia dulu itu lebih ke istilah pamali.. Jadi pakai common sense. Misalnya
ngga boleh makan sambil berdiri, pamali. Padahal krn takut tersedak. Atau kalau
mau tidur dikibasin dulu tempat tidurnya. Itu jg berlandaskan safety aslinya hehe
khawatir ada serangga atau benda tajam.
Tanya Jawab 2

Pertanyaan : Untuk anak anak di bawah 5 tahun bagaimana cara kita


menerapkan pemahaman akan pentingnya safety kepada anak.. mana
yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan apa saja resikonya namun
dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak? Sehingga ke
depannya ini bisa menjadi habit bagi anak tersebut untuk selalu aware
terhadap keselamatan walaupun misalnya kita sedang tidak ada di
dekat anak tersebut pada saat itu. Terima kasih.
Jawaban Mba Dyah SafeKids
yang pertama, pahami dulu konsep A.N.A.K seperti di materi. Agar kita jd orang tua tidak
melulu melarang ini itu pd tahap perkembangan dan explorasi anak. Anak kita tentu perlu
bermain kan Nah, selanjutnya sebagai ortu kita bisa melakukan modifikasi pd
peralatan, furniture, atau perabot di rumah dengan home proofing (seperti di materi) utk
mengurangi risiko. Jadi misal anak tdk terjepit krn pintu sudah dilengkapi pengaman atau
door stopper. Utk komunikasi bahaya, anak saya belum dr umur 2.5 thn sudah saya
biasakan dengan frase "bahaya". Misal dia lari2, "nak, lari2 itu bahaya, nanti kamu bisa jatoh"
dan sebagainya. Skrg dia sudah fasih sekali bilang bahaya pd tempatnya 😂 Next, bisa
gunakan stiker utk menunjukkan area bahaya yg misal anak perlu didampingi orng dewasa.
Misal di area sekitar kompor diberi stiker tanda seru (❗) Komunikasikan ke anak jika ada
tanda itu maka harus minta tolong mama atau papa ya. Dan komunikasi safety itu
continous berulang2. Semoga menjawab 🙏 👌
Jawaban Paman Bilie
saya akan menambahkan dari tataran konsep. karena SKI tertarik kepada cara berpikir dan
mengubah kebiasaan. Hai Bunda Rizza. Terima kasih pertanyaannya ya. Layaknya seperti
topik mulia lainnya, safety juga harus dikomunikasikan dengan baik dan benar. Bagaimana
cara komunikasi yang baik kepada anak? Yaitu dipilih waktu yang tepat (bagi anak), cara
komunikasi sesuai dengan umurnya, dengan nada yang tepat. dan alangkah elok jika
pertanyaannya menjadi : apa yang orang tua harus pelajari/ lakukan. bukan apa yang anak
harus lakukan. karena kendali dan tanggung jawab ada di orangtua. Kami menyarankan
untuk orangtua tidak focus kepada DO dan DONTS, terutama kepada larangan dan kata
JANGAN yang dapat memblokir kreativitas dan rasa ingin tahunya. Namun lebih ke diskusi
mengenai bahaya dan risiko dari suatu aktivitas. Pancing anak supaya ia sendiri yang dapat
memahami bahaya dan risiko. Jadi fungsi orangtua adalah memfasilitasi dan membimbing
caranya berpikir. Sehingga anak tidak menjadi parno dan penakut tetapi menjadi anak yang
dapat memperhitungkan dan menganalisa risiko.
Jawaban Paman Bilie
Dalam konsep SKI kami tidak pernah membagi secara kaku : aktivitas anak yang BOLEH
dan TIDAK BOLEH dilakukan. Kami percaya anak punya hak dan kewajiban untuk bermain
dan explore. SKI menyarankan agar orang tua atau orang dewasa bisa menghentikan
kegiatanan anak jika memenuhi 2 kategori : (1) sudah membahayakan bagi anak itu sendiri
maupun orang lain, dan (2) sudah melanggar norma2 yang disepakati di masyarakat. Jadi
kami tidak pernah bilang manjat pohon, naik ke teralis, mengenali api, memotong dengan
pisau itu adalah perbuatan yang dilarang. Karena aktivitas itu semua ada guna dan
manfaatnya bagi perkembangan anak. Yang kami ajak supaya orang tua dapat mengenali
bahaya dan mengurangi risiko di sekitar anak. Metode yang kami tawarkan adalah dengan
A.N.A.K. Contohkan perbuatan keselamatan sejak dini. Ingat ya CONTOHKAN bukan
sekedar instruksikan ke anak. Because children are great imitator but worst interpreter.
Dan tentunya harus konsisten yaaaa
Tanya Jawab 3

Pertanyaan : Isu terkait home safety ini saya pikir masih merupakan
konsumsi masyarakat yang melek ilmu, bagaimana kita bisa
menularkan ilmu ini kepada masyarakat awam?

Apakah ada strategi khusus dari Tim Gemarrapi?


Jawaban Gemar Rapi
Strategi kami adalah dengan mengadakan seminar di masyarakat awam misalnya
lewat pengajian, PKK tingkat RT/RW, selain itu lewat liputan di media sosial dan
media cetak. Monggo kalau ada yg mau mengajukan seminar utk RT/RW atau
pengajian bisa langsung hubungi kami. Ada slot khusus utk kegiatan sosial dan
non profit 😉

Kedepan kami akan mencoba bekerja sama dengan stakeholders dan instansi
pemerintahan agar bisa menyasar lebih banyak kalangan.
Jawaban Paman Bilie
Nyambung dengan mindset yang cak mbenk bilang

Jelas, saat dilihat ada tindakan berbahaya tanggung jawab kita untuk intervensi langsung.
Kalau tidak akan terlambat dan bisa terjadi kecelakaan.

Penyuluhan di RT yg dimaksud sangat baik namun itu dalam ranah edukasi. Saat kita
melihat unsafe act (pinjem istilah cak mbenk) ya harus intervensi 😊🙏
Tambahan Gemar Rapi
Selama ini seminar atau penyuluhan di akar rumput masih powerfull utk
mensosialisasikan gemar rapi ini bun. Bahkan kami pun sempat diundang Polres
Bekasi utk mengisi materi. Masyarakat kita suka diberi ilmu dgn contoh yg nyata.
Materi dari tim SKI pun saya kira akan sangat powerful jika bisa di sebarluaskan
yg ada gbr anak dibawah umur membawa motor itu Mungkin juga perlu
influencer yaitu pak RW dan perangkat nya agar lebih bisa mensosialisasikan
bahaya naik motor utk anak dibawah usia ke orang2 tua mereka. Dan bisa
langsung mengintervensi dengan cara melarang spt kata paman Billie. Nambahi
sedikit juga ttg influencer.. Di beberapa daerah tokoh keagamaan biasanya
mempunya andil besar dalam mempengaruhi masyarakat, ada juga yg tokoh
adat. Kita bisa masuk lewat beliau2 ini juga untuk intervensi melalui influencer
Tanya Jawab 4

Pertanyaan :

Paman Bilie, Bagaimana memberikan pemahaman tentang konsep


bahaya pada anak, sedangkan tipe anaknya adalah tipe learning by
experience?
Jawaban Paman Bilie

Metodenya tetap sama, komunikasi yang efektif tetap digunakan ya. Cari pola komunikasi
yg cocok. Setiap anak unik dan berbeda.

Tips bisa dicari cerita atau tokoh yg disukainya. Konten2 anak ttg safety juga banyak.
Misalnya Robocar Poli, Disney Safety, Sam the fireman dsb.

Juga bisa dari pengalaman saudara2 dan teman2nya..


Tanya Jawab 5

Pertanyaan :

Bagaimana cara agar kita bisa selalu konsisten dalam membuat rumah
selalu rapi dan aman,,terkadang jika udah capek,,barang-barang yg tdk
sesuai tempatnya dibiarkan begitu saja..
Jawaban Gemar Rapi
Konsisten itu ranah habit/kebiasaan bahasannya. Hrs dibentuk dulu
kebiasaannya. Habit erat kaitannya dgn mindset. Nah, mindset ini ada kaitannya
dengan komitmen diri untuk mau berubah. Jika mindset belum diubah dan ngga
ada komitmen, sulit untuk bisa konsisten/membentuk habit. Contoh mindset :
berantakan ga habis habis yaudah ga usah rapi rapi, tar balik lagi. >> ini mindset
yg perlu diubah, bisa disetting ulang.

Kalau capek, itu juga hrs digali lagi hehe.. Apakah capek karena tdk ada waktu
sebab barang2nya terlalu banyak? Atau memang energi kita terserap justru
karena clutter yg bertebaran itu sendiri?
Jawaban Mba Dyah SafeKids
Nambahin sedikit ya dr jawaban tim Gemarrapi.

Barang yg tdk sesuai tempat dan berserakan jg menimbulkan risiko tersendiri.

Misal mainan lego anak berserakan di hallway atau lorong atau di depan pintu. Jika terjadi
kondisi darurat, tentu lego tersebut bs menjadi bahaya sendiri dan berpotensi tersandung
saaat evakuasi. Itulah kenapa 5R (yg saya ketahui) , terkait dengan unsafe conditions dan
lead to potential incident..
Tanya Jawab 6

Pertanyaan :

Bagaimana menghadapi anak yg hiperaktif?


Jawaban Mba Dyah SafeKids

Hai mom, hiperaktif berarti anaknya suka bgt eksplorasi ya..

Seperti td yg paman billie sampaikan, kami tidak pernah menentukan do and donts yg baku
dan saklek. Sejauh eksplorasi anak tdk membahayakan utk diri sendiri, orang lain, dan
sesuai norma, go ahead. Asal ortu selalu mengawasi dan komunikasi secara konsisten
Tanya Jawab 7

Pertanyaan :

Saya ibu dari seorang bayi 7 bulan. Bayi sy tidur bersama sy di kasur yg
cukup tinggi. Akhir2 ini teman2 sy banyak yg mengalami anaknya jatuh
dr kasur saat tmn2 sy tidur (tdk sadar kl bayinya bangun). Sy khawatir
bayi sy terjatuh, tetapi sy tdk memiliki kasur lantai dan kami sdg low
budget jd blm bs membelinya. Apakah ada saran agar bayi kami tdk
jatuh dr kasur? Atau seandainya terjatuh tdk berbenturan langsung dg
lantai/karpet. Terima kasih.
Jawaban Mba Dyah SafeKids
Hi mom, Anak umur 7 bulan memang lg suka belajar tengkurep kanan kiri ya.

Utk mengurangi kemungkinan jatuh, mom bisa meletakkan bantal/guling besar di


sekeliling anak, jika ingin ditinggalkan sesaat.

Tp perhatikan jg krn penggunaan bantal guling besar jika tidak diawasi pun bisa potensi
anak terjadi sudden death infant, atau kematian anak krn jalur napasnya tertutup bantal
atau guling.

Jd lbh baik tetap diawasi ya

Atau dipan yg digunakan utk kasur bisa dicopot dlu agar kasur bs lbh rendah.
Jawaban Paman Bilie
Kalau mau menghilangkan bahayanya (eliminasi) ya bayi seharusnya
ditidurkan di box bayi (crib) ya. Namun memang itu belum jadi budaya kita
ya.

Mungkin tidak pernah ada cara yg benar2 jitu ya. Yg SKI mau ajak adalah
orangtua dapat berpikir utk mengurangi risikonya sekecil mungkin hingga
risiko itu dapat diterima (acceptable Risk)
Tanya Jawab 8

Pertanyaan :

1.Bagaimana sebaiknya tata letak furniture utk daerah rawan gempa?

2.Bagaimana penanganan debu di bagian yg sulit terjangkau, misal atas


lemari, bawah tempat tidur, gorden dsb?"
Jawaban Mba Dyah SafeKids
1. Utk mengurangi risiko tertimpa furniture:

Hook lemari/TV ke dinding agar lbh stabil dan dpt menahan lemari/TV jika ada goncangan.
jangan meletakkan benda berat di bagian atas lemari, jauhkan barang pecah belah dari
area bermain anak, hindari menaruh lemari dekat pintu, jika jatuh dpt menghalangi akses
evakuasi, evaluasi kembali furniture di rumah, apakah terlalu banyak? Jika iya apakah ada
kemungkinan utk dikurangi agar ada cukup area utk evakuasi?

Serta pertimbangkan kembali jumlah penggunaan frame/pigura di rumah.

Gunakan furniture yang aman dan kokoh. Misal: kurangi furniture berbahan kaca.
Jawaban Gemar Rapi
2. Untuk menangani debu, bisa dirutinkan dengan membuat jadwal setiap bulan
untuk membersihkan area yang berdebu dan mengganti hordeng.

Khusus membersihkan debu bisa dengan mesin penghisap debu atau


menggunakan lap basah.

Usahakan sirkulasi udara didalam rumah terjaga dengan lancar.


Tanya Jawab 9

Pertanyaan :

Bagaimana cara yg baik untuk melarang anak 1y mendekati


bahaya?anak saya sk sklai pgang rol kabel dan colokan hp yg msih
nancap di stop kontak?ketika ia saya larang mlah smkn mnjd keinginan
untuk memegangnya,, trmksih
Jawaban Mba Dyah SafeKids
Nah, skrg pertanyaan nya kenapa colokan hp nya msh terpasang pdhl hp nya ga ada
hehehe.. Ada bbrp hal yg bs dilakukan:

1. Jika ada colokan terbuka, bs gunakan safety plug (biasanya ada di supermarket peralatan
rumah atau olshop), utk mengurangi risiko tersetrum.

2. Letakkan kabel roll atau peralatan listrik di area yg sulit terjangkau anak

3. Komunikasikan ke anak bahaya tersetrum listrik, bisa dengan memberikan stiker


"jauhkan tangan" atau tanda "tangan dicoret" jika anak blm bs baca

4. Alihkan anak utk main ke benda lain agar stimulasi anak tetap ada
Tanya Jawab 10

Pertanyaan :

Dalam konteks toilet training, saat mengajarkan kemandirian anak


untuk bisa pipis sndiri/mandi sendiri. Sy sbg ortu msh worry krn
kmgkinan lantai yg licin, adakah tips agar anak aman saat dikamat
mandi?terimakasih
Jawaban Mba Dyah SafeKids
1. Gunakan karpet anti slip dari karet (yg biasa terpasang di tempat wudhu)

2. Rutin membersihkan area lantai kamar mandi agar tidak licin

3. Komunikasikan anak selalu berhati2 jika masuk kamar mandi

4. Dampingi anak jika anak blm cukup besar utk ke kamar mandi sendiri

5. Pastikan penerangan kamar mandi ckup terang utk anak melangkah

6. Gunakan potty seat utk toilet training agar anak aman saat duduk di kloset. Jika
menggunakan yg ada ladders nya, pastikan kaki ladders nya terlindungi karet anti slip.
Tanya Jawab 11
Pertanyaan :

Saya mempunyai dua balita yg suka berlarian di dlm rumah & lompat2 di
tempat tidur (bed ditaruh di lantai) tp mereka sering sekali kepalanya
kepentok tembok.

Saya pernah melihat di acara reality show triplet Song, Return of


Superman dari Korea, mereka menempelkan eva matt disekitar dinding
kamar setinggi anak2 mereka.Saya ingin meniru cara mereka seperti itu.

Tapi apa Paman Billie ada saran atau referensi lain spy tembok disekitar
playroom & tempat tidur aman utk balita (dan tetep enak dilihat)?

Terimakasih 🙏
Jawaban Mba Dyah SafeKids
Halo mom, mohon maaf bru respon yaa.. Wah anaknya aktif bgt yaaa mom.. memang sudah
tugas anak utk bermain, berlari, bergerak.

Loncat2 baik utk melatih motorik kasar anak, menyehatkan jg melatih kekuatan. Menurut
kami, betul bisa di pasang bumper di sekitar area tempat tidur. Atau di bawah sofa
diberikan playmat yg cukup tebal jika anak terjatuh. Jika ada budget khusus bs jg sediakan
trampoline di rumah agar anak ttp explore tp ga bikin kasur rusak 😂 Selain itu diberikan
abosorber utk ujung2 dipan kasur yg biasanya dari kayu dan berbentuk sudut. Bisa jd faktor
risiko anak kejedot dan cidera.

Yg penting jg, selalu komunikasikan pd anak bahaya loncat2. Misal: loncat2 tidak terlalu
tinggi/ kencang, tidak sambil dorong2, loncat di bagian tengah kasur bukan di pinggir, dll.
Tanya Jawab 12
Pertanyaan :

Bagaimana menyatukan pemikiran dengan suami dalam hal declutering.


Suami masih berpikiran "barang ini belum rusak, barang ini masih bisa
dipakai" tapi gak tahu kapan. Sampai ada ban motor di dapur, di kolong
bawah kompor, padahal itu menyebabkan penambahan nyamuk, kalo di
letakkan di luar takut hilang. Itu salah satu contohnya, kalo di ikutkan
dalam materi gemarrapi, jelas susah suami saya😁😁

Terimakasih 🙏
Jawaban Gemar Rapi
Pertama, kita sebagai istri harus yakin dulu kepada apa yang ingin kita
sampaikan kepada suami. Suami biasanya mendukung dan oke selama kita
menyampaikan secara baik dan logis.

Kedua, memang butuh ‘waktu’ yang pas untuk mengetuk hati suami. Bisa dicoba
kira-kira di waktu-waktu apa beliau mau meng-iyakan.

Ketiga, dengan action. Jika memang itu masih dibutuhkan. Berikan deadline
tanggal dan kesepakatan. Jika sudah melebihi tanggal tersebut, sepakati untuk
segera didiscard.
Tanya Jawab 13
Pertanyaan :

1. Tolong artikan dengan menggunakan contoh sehari-hari pengertian


"membenarkan” yg biasa bukan membiasakan yg benar…
2. Sering saya jumpai pemakaian stop kontak yg bertumpuk tumpuk,
bagaimana mensiasatinya?
3. Untuk anak aktif usia < 4thn, lebih cenderung senang mengeksplorasi diri,
seperti memanjat. Saya punya kasus, dimana saking takutnya orang tua
terhadap bahaya, anak tersebut sejak bayi selalu dilarang jika ingin
memanjat, alhasil sekarang anaknya jadi penakut dan mengalami
Dispraksia. Batasan apa yg harus kita gunakan untuk kata ""berbahaya""
terhadap anak yg aktif?
Jawaban Paman Bilie
1. Contoh: kita tahu anak nyetir motor itu dilarang. Awalnya kita geram dan kesal tetapi
tidak berbuat sesuatu. Lama2 kebiasaan buruk itu kita biarkan, akhirnya jadi
pembenaran. Yang lain lagi misalnya asalnya kita belikan carseat untuk anak,
pertama2 kita coba pakaikan ke anak, lalu lama2 anak meronta dan tidak betah.
Akhirnya pun kita "menyerah" (saya yakin banyak yg seperti ini) dan akhirnya
kebiasaan tidak memakai carseat, jadi pembenaran dan kita mencari justifikasi :
anaknya rewel, ga betah pakai carseat, ribet pasangnya, nangis2 di jalan, kesiangan
diikat2 dan banyak justifikasi lainnya. Hehe. Menurut penelitian kebiasaan TIDAK
DAPAT DIHILANGKAN namun dapat DIGANTIKAN dengan kebiasaan baik.
Jawaban Paman Bilie
2. Gunakan kabel ekstensi, colokan T atau yang lainnya sesuai dengan jumlah
outletnya. Jangan ditumpuk dan gunakan yang sudah SNI dan ada saklar on-off nya.

3. Untuk itu SKI tidak menganjurkan orangtua melarang dengan membabi-buta


apalagi menggunakan kata JANGAN karena kata itu sangat kuat untuk anak.

Misalnya daripada : "JANGAN MEMANJAT" bisa diganti "lebih baik mainnya di bawah
sini yuk. Nanti adik bisa jatuh"

Kata berbahaya itu tidak apa-apa kok, hanya penekanan dan intonasi nya yang harus
tepat. Terimakasih
Tanya Jawab 14
Pertanyaan :

Prinsip yg harus ditanamkan pada anak utk mengenal bahaya dan aman
serta prakteknya dalam keseharian bagaimana tanpa harus dgn teriakan,
ancaman dll?
Jawaban Paman Bilie
Penggunaan volume dan intonasi tinggi dalam berkomunikasi dengan anak kurang
disarankan ya. Pada saat anak merasa terancam maka yang berfungsi adalah otak
bagian belakang atau primitifnya atau otak . Yang sifatnya defensif. Anak bisa jadi
tidak percaya diri.

Kalaupun anak menurut biasanya hanya karena kuatir dimarahi. Cara paling efektif
adalah memberi contoh TINDAKAN. Dan ortu harus jeli dapat melihat peluang untuk
memasukkan Edukasi di setiap kesempatan. Termasuk edukasi safety.

Caranya adalah saat melihat tindakan orang lain, saat melihat tayangan atau konten
internet. Misalnya saat di jalan raya melihat anak nyebrang sembarangan, lihat orang
naik motor gak pakai helm dsb
Tanya Jawab 15
Pertanyaan :

Gimana caranya biar bisa konsisten ngerapiin rumah aman tp ttp bikin
nyaman semua org krn si ayah sering ngerasa keilangan peralatan
ngebengkelnya & si bue sering ngerasa kehilangan perlengkapan
dapurnya😅 tp pengen ngajarin si kecil juga perlengkapan2 secara
sungguhan
Jawaban Gemar Rapi
Pertama, kita ubah mindset dulu bahwa berbenah ini menyenangkan dan emang
menjadi kebutuhan..

Kedua, teknis berbenah juga perlu dikomunikasikan kepada seluruh anggota


keluarga. Terutama dalam hal menyimpan barang yang ada didalam rumah. Buat
kesepakatan bersama.

Ketiga, libatkan seluruh anggota keluarga. Baik yang muda, orang tua bahkan
sikecil sekalipun. Agar tercipta wiring yang baik terhadap barang yang ada
didalam rumah..
Instagram

Thank You ^^ @gemarrapi

@safekidsindo
Selebihnya bisa follow media
sosial kami :