Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI


PADA NY.T DI RUANG MELATI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI
LAMPUNG

DI SUSUN OLEH :
1. DITA JULYANI
2. GUSTIANI
3. HESTY ELISA
4. MASTRIANA
5. MELATI DEVITA
6. RATNA NINGSIH
7. NOVICA ARYANTI
8. EKO NOVI YUNIATI SASMI
9. DESTA WULANDARI
10. RISMA ANGGRAINI
11. SELFI WIDIAWATI
12. YUYUN SUNDARI
13. WIDHATUL
14. TITIN KUSNIA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKes) MUHAMMADIYAH


PRINGSEWU LAMPUNG
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas Rahmat-Nyalah
sehingga tugas “ ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN GANGGUAN
PERSEPSI SENSORI HALUSINASI “ ini dapat terselesaikan dengan tepat
waktu.
Terima kasih kami ucapkan kepada pihak – pihak yang telah membantu kami
dalam penulisan makalah ini. Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini
masih belum sempurna. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dari
teman – teman yang bersifat membangun.
Demikianlah penulisan makalah kami ini semoga bermanfaat bagi para
pembaca.

Pringsewu, Juni 2015

Kelompok
TINJAUAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN

Nama Inisial : NY.T


Alamat : Tulang Bawang
Umur : 22 thn
Pendidikan : SD
Suku / Bahasa : jawa/indonesia
Agama : islam
Tanggal Masuk RS : : 08 Mei 2015
Tanggal Pengkajian : 02 juni 2015
Nomor Register : 026550
PENANGGUNG JAWAB

Nama : NY.U
Alamat : Tulang Bawang
Umur : 38 thn
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Suku / Bahasa : Jawa
Agama : Islam
Hubungan Dengan Klien : Kakak Kandung

B. ALASAN MASUK
Klien datang ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung melaui UGD pada
tanggal 08 Mei 2015 pukul 14.15 WIB diantar keluarganya dengan keluhan
bingung, tertawa sendiri, marah-marah dengan ibunya, merusak, sulit tidur , BAB
dan BAK sembarangan. Selama ini klien berobat kedukun dan tidak berhasil
bahkan semakin parah dan akhirnya klien di bawa ke Rumah Sakit Jiwa.
C. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Riwayat penyakit gangguan jiwa masa lalu
Ya, Klien sebelumnya pernah mengalami gangguan jiwa dengan tanda dan gejala
marah marah, bicara sendiri, sejak 5 tahun yang lalu.
2. Pengobatan Sebelumnya
Tidak berhasil, klien sebelum masuk RSJ pernah melakukan pengobatan ke
dukun. Namun tidak berhasil.
Masalah Keperawatan : Penatalaksanaan Pengobatan Tidak Efektif
3. Penganiayaan
Klien mengatakan pernah memukul ibunya di bagian punggung pada usia 10
tahun.
Masalah keperawatan : Resiko Perilaku Kekerasan
4. Dalam keluarga apakah ada/ tidak yang mengalami gangguan jiwa
Di dalam keluarganya ada yang mengalami riwayat gangguan jiwa yaitu bibinya.
5. Pengalaman tidak menyenangkan
Klien sering tidak naik kelas. Klien mengatakan tidak lulus SD, klien malu
dengan temannya.
Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah

D. PENERIKSAAN FISIK
1. Tanda-tanda vital
 Nadi : 87 x/menit
 Suhu : -
 TD : 100/60 mmHg
 P : 20x/menit

2. Ukur
 TB : 145 cm
 BB : 40 kg
3. Keluhan Fisik
 Klien mengatakan rambutnya acak-acakan tidak rapih
 Klien mengatakan kulitnya kering, kukunya panjang, dan badan nya sering
gatal-gatal
Masalah Keperawatan : Defisit Perawatan Diri
Kerusakan Integritas kulit

D. PSIKOSOSIAL
Genogram

Keterangan :

: Laki-Laki

: Perempuan

: Garis Perkawinan

: Garis Keturunan

: Klien

: Meninggal

Klien mengatakan anak ke 4 dari 5 bersaudara, umur klien 22 tahun. Pola asuh :
sejak kecil, klien selalu dibeda-bedakan oleh orang tua dan saudaranya.
Pengambilan keputusan : klien jarang diiukutsertakan dalam pengambil keputusan
. komunikasi klien dakam keluarga kurang baik.
Masalah keperawatan : Koping keluarga tidak efektif
2. Konsep Diri
a. Gambaran diri
klien mengatakan tidak menyukai rambutnya.
Masalah keperawatan : Gangguan Gambaran Diri
b. Identitas diri
Klien mengatakan statusnya sebagai anak, klien kurang puas karena sebagai
anak klien belum memberikan yang terbaik karena tidak pernah naik kelas.
Klien senang menjadi seorang perempuan.
Masalah Keperawatan : Gangguan Identitas Diri
c. Peran
Klien mengatakan perannya di dalam keluarga sebagai anak yang tugasnya
membantu orang tua seperti mencuci piring.
d. Ideal diri
Klien mengatakan ingin rambutnya cepat panjang, ingin cepat sembuh
supaya bisa membantu orang tua nya. Klien mengatakn berharap pulang
karena ingin bertemu dengan keluarganya.
e. Harga diri
Klien mengatakan malu karena hanya lulus SD. Tidak bisa seperti teman-
temannya yang bisa sekolah tinggi dan bisa membantu orang tuanya.
Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah

3. Hubungan Sosial
a. Orang terdekat
Klien mengatakan orang yang terdekat adalah kedua orang tua nya.
b. Peran serta kegiatan kelompok / masyarakat
Klien mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan dalam masyarakat.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien tidak dapat melakukan hubungan sosial dengan baik, klien lebih suka
menyendiri. Saat dirumah sakit klien kurang berinteraksi dengan teman-
temannya.
Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial

4. Spritual
a. Nilai dan keyakinan
klien mengatakan bahwa sakitnya ini sudah takdir dari Allah SWT dan akan
sembuh.
b. Kegiatan Ibadah
Klien mengatakan beragama islam dan klien jarang melakukan sholat 5
waktu.
Masalah Keperawatan : Distres Spiritual

F. STATUS MENTAL
1. Penampilan
Klien mengtakan mandi hanya 1x perhari,klien mengtakan mandi tidak
menggosok gig, klien mengtakan mandi tidak menggunakan shampoo,Klien
terlihat kurang rapih, klien bau, rambut klien kotor, klien menggunakan
pakaian sebagai mana mestinya.
Masalah keperawatan : Defisit Perawatan Diri
2. Pembicaraan
Pada saat berkomunikasi klien terlihat bingung, tatapan mata kurang, sering
melihat-lihat sekelilingnya. Klien dapat menjawab pertanyaan yang
diberikan namun terkadang klien bingung dan hanya tersenyum.
3. Aktivitas motorik
Klien terlihat gelisah, klien sering melihat ke sekeliling dan senyum-senyum,
klien dapat disuruh duduk dan berkomunikasi, aktivitas klien terarah jika
diarahkan oleh perawat, namun klien terkadang diam dan bingung.
Masalah Keperawatan : GPS Halusinasi, Resiko Perilaku Kekerasan.
4. Alam perasaan
Ekspresi dan suara klien terlihat sedih, dari cerita klie yang di ucapkan,
klien sering marah dengan orang tua dan sering pergi dari rumah.
5. Afek
Afek klien tumpul, klien hanya mau berinteraksi jika ada orang yang
bertanya
6. Interaksi selama wawancara
Selama wawancara klien bersikap kooperatif namun terkadang klien
bingung dan tidak mau mendengarkan, kontak mata kurang, terkadang tidak
menatap lawan bicara, klien lebih suka melihat apa yang ada di
sekelilingnya.
7. Persepsi Halusinasi
Klien mengatakan sering mendengar suara-suara/ bisikan-bisikan, klieb
mengatakan suara-suara itu mengajak klien pergi, klien mengatakan
terkadang bingung dan mengikuti suara-suaraitu. Klien mengatakan suara
itu paling sering muncul pada malam hari dan saat klien menyendiri. Klien
mengatakan takut dan bingung dengan apa yang harus dilakukan, bahkan
klien pernah pergi dan tidak pulang kerumah selama beberapa hari.
Masalah Keperawatan : GPS Halusinasi
8. Proses pikir
Selama berinteraksi dengan perawat terkadang pembicaraan tidak ada
hubungan antara satu kaliamat dengan kalimat yang lain, dan klien tidak
menyadarinya.
Masalah Keperawatan : -
9. Isi Pikiran
Klien mempunyai pikiran untuk pulang kerumah, ditandai dengan selalu
bertanya kapan bisa pulang kerumah. Klien belum bisa menjawab dengan
topik yang ditanyakan.
10. Tingkat kesadaran
Klien terlihat bingung dengan keadaanna sekarang, namun klien tahu bahwa
ia sekarang sedang berada di rumah sakit jiwa untuk berobat. Klien mampu
menyebutkan nama dan tempat tinggalnya.
11. Memori
Klien mengatakan mengingat kenangan yang tidak menyenangkan pada saat
klien sekolah dulu, klien tidak pernah naik kelas dan malu. Klien
mengatakan dia sering lupa dengan apa yang telah ia lakukan sekarang.
Masalah Keperawatan : Kerusakan Memori
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien tidak mampu berkonsentrasi dengan baik, klien tidak dapat
menjelaskan kembali pembicaraan yang sedang dibicarakan. Namun klien
dapat berhitung 1-10 dengan baik.
13. Kemampuan Penilaian
Klien tidak dapat menilai mana yang baik dan mana yang buruk, kliem
belum bisa mengambil keputusan dengan baik.
Masalah Keperawatan : Kerusakan penilaian
14. Daya Tilik
Klien menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan jiwa, klien
mengatakan bahwa dirinya berada di rumah sakit jiwa untuk berobat.

G. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan dan Minum
Klien mengatakan makan 3x/hari dengan mandiri tanpa bantuan orang lain dengan
porsi yang diberikan habis dan setelah makan klien minum air putih.
2. BAB dan BAK
Klien mampu BAB dan BAK dikamar mandi dengan mandiri, klien mengatakan
BAB 1x/hari dan BAK 5-6x/hari dan klien membersihkan dengan menyiramnya.
3. Mandi
Klien mengatakan mandi 2x/hari pagi dan sore tanpa bantuan orang lain, memakai
sabun, sampo dan menggosok gigi.
Masalah Keperawatan : DPD
4. Berpakaian/berhias
Klien mengatakan mampu memakai celana dan baju sendiri dan mengganti
pakaian yang kotor, klien mampu berhias tanpa bantuan orang lain.
Masalah Keperawatan : DPD
5. Istirahat / Tidur
Klien mengatakan tidur pada siang hari dan malam hari ± 8-10 jam, tetapi klien
mengeluh saat tidur malam selalu terbangun karena sering mendengar suara-suara
yang mengganggu.
Masalah Keperawatan : Gangguan Pola Tidur
6. Penggunaan Obat
Klien mampu minum obat yang diberikan perawat secara baik, namun klien tidak
tahu apa kegunaan dan kerugian minum obat.

7. Pemeliharaan Kesehatan
Klien memerlukan dukungan dari keluarga untuk pemulihan kesehatan nya.
8. Kegiatan klien di dalam rumah
Klien mengatakan mampu melaksanakan kegiatan sehari-hari, namun klien belum
mampu membersihkan tempat tidur sendiri, klien lebih senang tidur. Klien tidak
bisa mencuci pakaian sendiri dan tidak mampu mengatur keungan.
9. Kegiatan di luar rumah
Klien mengatakan lebih suka melakukan kegiatan diluar rumah dan keluyuran
tidak jelas

H. MEKANISME KOPING
1. Adaptif
Klien mengatakan selalu berinteraksi dengan orang lain, klien mengatakan tidak
mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
2. Mal Adaptif
Klien mengatakan hanya mau berbicara dengan orang-orang tertentu saja, klien
sering diam dan senyum-senyum sendiri. Klien tidak pernah mengonsumsi
minuman alkohol.

I. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


- Klien berhubungan dengan dukungan kelompok spesifik
Klien mengatakan tidak mengikuti kegiatan di masyarakat
- Masalah berhubungan dengan lingkungan fisik
Klien mengatakan malas bergaul dengan lingkungan
- Masalah berhubungan dengan pendidikan spesifik
Klien mengatakan pendidikan sampai SD
- Masalah berhubungan dengan perubahan spesifik
Klien mengatakan tinggal bersama kedua orang tuanya
- Masalah berhubungan dengan pekerjaan
Klien mengatakan bekerja sebagai petani membantu orang tuanya

- Masalah berhubungan dengan ekonomi


Klien mengatakan bermasalah dalam ekonomi
- Masalah berhubungan dengan pelayanan kesehatan
Klien mengatakan pelayan kesehatan yang diberikan cukup baik.
Masalah Keperawatan : -

J. Aspek Medik
Diagnosa Medik : Skizofrenia
Terapi Medik :
- Tryhexcilphenidil 2 x 2/ hari 2mg
- Cholpromazine 1 x 2/hari 25mg
- Respiridon 2 x 1,5/hari 3mg

K . DATA FOKUS
DS :
- Klien mengatakan mendengar suara-suara
- Klien mengatakan suara-suara tersebut mengajak klien pergi
- Klien mengatakan mengikuti suara yang mengajak klien pergi
- Klien mengatakan tidak dapat berinteraksi dengan orang lain
- Klien mengatakan malas bergaul
- Klien mengatakan sulit untuk berbicara mengobrol dengan teman-
temannya
- Klien mengatakan hanya lulus SD
- Klien mengatakan malu akan keadaan nya sekarang
- Klien mengatakan mandi 2x sehari
- Klien mengatakan mandi tidak memakai sabun, shampo dan tidak
menggosok gigi
- Klien mengatakan hanya mau berbicara dengan orang-oarang tertentu saja
- Klien mengatakan tidak dapat melakukan hubungan sosial dengan baik
- Klien mengatakan ada bisikan pada telinganya yang menyuruhnya
mengamuk
- Klien mengatakan sedih
- Klien mengatakan tidak pernah naik kelas
- Klien mengatakan sulit tidur
- Klien mengatakan sering terbangun
- Klien mengatakan tidak menyukai rambutnya
- Klien mengatakan tidak dapat mengambil keputusan dengan baik
- Klien mengatakan tidak tau mana yang baik dan mana yang buruk
- Klien mengatakan tidak sepenuhnya mengingat masalalu
- Klien mengatakan anak ke 4 dari 5 bersaudara
- Klien mengatakan tidak puas sebagai seorang anak
- Klien mengatakan tidak mampu menjelaskan perannya sebagai seorang
anak
- Klien mengatakan dalam berkomunikasi dengan keluarga kurang baik dan
selalu di beda-bedakan.
- Klien mengatakan beragama islam
- Klien mengatakan jarang melakukan sholat 5 waktu
- Klien mengatakan pernah dibawa ke dukun
- Klien mengatakan kulitnya kering
- Klien mengatakan bingung apa yang harus dilakukan.

DO :
- Klien ketakutan
- Klien bingung
- Klien pergi dari rumah
- Klien selalu menyendiri
- Klien hanya duduk dan terdiam
- Klien terlihat tidur saja
- Klien hanya diam dan senyum sendiri
- Klien malu
- Klien terlihat kotor
- Klien sering terlihat tidur
- Klien tampak terdiam
- Klien gelisah
- Klien tampak bingung
- Klien terlihat sedih
- Klien terlihat murung dan terdiam
- Klien terlihat lemah
- Mata klien cekung
- Rambut klien acak-acakan
- Klien tidak dapat mengambil keputusan
- Klien tampak mengingat masalalu
- Klien seorang anak ke 4 dari 5 bersaudara
- Klien tidak menjalankan perannya dengan baik
- Keluarga klien tidak memperhatikan kondisi klien klien dibawa kedukun
- Kulit klien kering dan kusam
L. ANALISA DATA

NO DATA MASALAH
1. DS :
- Klien mengatakan mendengar
suara-suara Gangguan Persepsi Sensori
- Klien mengatakan suara-suara Halusinasi
tersebut mengajak klien pergi
- Klien mengatakan pernah
mengikuti suara yang mengajak
klien pergi
DO :
- Klien ketakutan
- Klien bingung
- Klien pergi dari rumah
2. DS :
- Klien mengatakan tidak dapat
berinteraksi dengan orang lain.
- Klien mengatakan malas bergaul
- Klien mengatakan sulit
berbicara/mengobro dengan
teman-teman di rumah sakit. Isolasi Sosial
DO :
- Klien selalu menyendiri
- Klien hanya duduk dan terdiam
- Klien terlihat tertidur saja
DS :
- Klien mengatakan malu berbicara
3. dengan temannya
- Klien mengatakan hanya lulus
SD
- Klien mengatakan malu dengan
keadaan sekarang Harga Diri Rendah
DO :
- Klien hanya diam dan senyum
sendiri
- Klien minder
4 DS :
- Klien mengatakan mandi 2x
sehari
- Klien mengatakan mau mandi Defisit Perawatan Diri
jika di suruh
- Klien mengatakan mandi tidak
memakai sabun, shampoo dan
tidak mengosok gigi.
DO :
- Klien bau
- Klien terlihat kotor

5. DS :
- Klien mengatakan ada bisikan
pada telinganya Resiko Perilaku Kekerasan
- Klien mengatakan ada bisikan
yang menyuruhnya mengamuk
DO :
- Klien gelisah
- Klien tampak binggung
`
8 DS :
- Klien mengatakan sulit tidur Gangguan Pola Tidur
- Klien mengatakan sering
terbanggun
DO :
- Klien terlihat lemah
- Mata klien cekung

9 DS :
- Klien mengatakan tidak
menyukai rambutnya. Gangguan Gambaran Diri
DO :
- Rambut klien tidak rapih
10. DS :
- Klien mengatakan tidak dapat Kerusaka Penilaian
menggambil keputusan dengan
baik
- Klien mengatakan tidak tahu
mana yang baik mana yang benar
DO :
- Klien mengatakan tidak dapat
mengambil keputusan

11.
DS :
- Klien mengatakan tidak Kerusakan Memori
sepenuhnya mengigat masalalu
DO :
- Klien tampak sulit mengingat
masa lalu
12.

DS :
- Klien mengatakan anak ke 4 dari
5 bersaudara Gangguan Identitas Diri
- Klien merasa tidak puas sebagai
seorsng anak
DO :
- Klien seorang anak ke 4 dari 5
saudara
M. POHON MASALAH

RPK

Kerusakan Penilaian

Kerusakan Memori

KIK

DPD GPS : Halusinasi SPP

Isolasi Sosial

HDR

Penatalaksanaan Koping keluarga tidak efektif


pengobatan tidak efektif
O.DAFTAR MASALAH

- Gangguan persepsi sensori : Halusinasi


- Isolasi Sosial
- Harga Diri Rendah
- Defisit perawatan diri
- Koping individu tidak efektif
- Resiko perilaku kekerasan
- Berduka kompleks
- Gangguan pola tidur
- Gangguan gambaran diri
- Kerusakan penilaian
- Kerusakan memori
- Gangguan identitas diri
- Gangguan peran diri
- Koping keluarga tidak efektif
- Distres spiritual
- Penatalaksanaan pengobatan tidak efektif
- Kerusakan integritas kulit
- Kebinggungan kronis
P. RENCANA KEPERAWATAN
HALUSINASI Pasien
Sp1
1. Mengidentifikasi jenis halusinasi pasien
2. Mengidentifikasi isi halusinasi pasien
3. Mengidentifikasi waktu halusinasi pasien
4. Mengidentifikasi frekuensi halusinasi pasien
5. Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan
halusinasi
6. Mengidentifikasi respon pasien terhadap
halusinasi
7. Mengajarkan pasien menghardik halusinasi
8. Menganjurkan pasien memasukkan cara
menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan
harian
SP II p
1. 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian
pasien
2. Melaih pasien mengendalikan halusinasi
dengan cara bercakap-cakap dengan orang
lain.
3. Menganjurkan pasien memasukan dalam
jadwal kegiatan harian

S SP III p
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Melatih pasien mengendalikan halusinasi
dengan melakukan kegiatan (kegiatan yang
biasa dilakukan pasien)
3. Menganjurkan pasien memasukan dalam
kegiatan harian
SP IV p
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Memberikan pendidikan kesehatan tentang
penggunaan obat secara teratur
3. Menganjurkan pasien memasukan dalam
kegiatan harian
ISOLASI SOSIAL SP 1
o Bina hubungan saling percaya
o Identifikasi penyebab isolasi sosial
SP 2
o Diskusikan bersama Klien keuntungan
berinteraksi dengan orang lain dan kerugian
tidak berinteraksi dengan orang lain
o Ajarkan kepada Klien cara berkenalan dengan
satu orang
o Anjurkan kepada Klien untuk memasukan
kegiatan berkenalan dengan orang lain dalam
jadwal kegiatan harian dirumah
SP 3
o Evaluasi pelaksanaan dari jadwal kegiatan
harian Klien
o Beri kesempatan pada Klien mempraktekan
cara berkenalan dengan dua orang
o Ajarkan Klien berbincang-bincang dengan dua
orang tetang topik tertentu
o Anjurkan kepada Klien untuk memasukan
kegiatan berbincang-bincang dengan orang
lain dalam jadwal kegiatan harian dirumah
SP 4
o Evaluasi pelaksanaan dari jadwal kegiatan
harian Klien
o Jelaskan tentang obat yang diberikan (Jenis,
dosis, waktu, manfaat dan efek samping obat)
o Anjurkan Klien memasukan kegiatan
bersosialisasi dalam jadwal kegiatan harian
dirumah
o Anjurkan Klien untuk bersosialisasi dengan
orang lain
Q. CATATAN PERKEMBANGAN
IMPLEMENTASI EVALUASI
Tanggal : 02 juni 2015 S:
Pukul : 18 : 30 WIB - Klien merasa senang ,diskusi
tentang suara-suara yang
mengganggu latihan
Data : menghardik
- Klien mengatakan mendengar - Klien mengatakan senang,
suara-suara yang membisik, diskusi cara mandi dengan
suara itu mengganggu, tampak baik.
senyum-senyum. O:
- Klien mengatakan sudah mandi, - Klien mampu menghardik
mandi tidak pakai sabun, tampak - Klien mampu mandi dengan
kusam, gigi kotor. baik
A:
Diagnosa : - GSP Halusinasi
- GSP Halusinasi - Defisit perawan diri
- Defisit perawan diri P:
- Menghardik 3x sehari
Tindakan : - Mandi 2x sehari
- Pukul 15:00 : mengajarkan
klien untuk mengidentifikasi
halusinasi dan latihan
menghardik
- Pukul 16:00 : mengajarkanklien
kebersihan diri dan latihan
mandi

RTL :
- Latihan mengontrol halusinasi
dengan minum obat
- Latihan cara berdandan dan
mandi yang bersih.

Tanggal : 03 juni 2015


Pukul : 17:30 WIB
S:
- Klien merasa tenang diskusi
Data : tentang suara-suara yang
DS : mengganggu, latih
- Klien mengatakan sudah tidak menghardik.
mendengar suara-suara - Klien mengatakan, segar ,
- Klien mengatakan mandi diskusi cara mandi, mandi
menggunakan sabun, shampoo, dengan baik.
dan sikat gigi O:
DO : - Klien mampu menghardik
- Klien mampu menjelaskan cara - Klien mampu mandi dengan
mengontrol halusinasi dengan baik
cara menghardik A:
- Klien mampu menjelaskan - GPS : Halusinasi
perawatan diri dengan mandi - Defisit perawatan diri
menggunakan sabun, shampoo P:
dan gosok gigi - Menghardik 3x perhari
- Mandi 2x sehari
Diagnose Keperawatan :
- Halusinasi
- Defisit Perawatan Diri

Tindakan :
- Pukul 15:00 : mengajarkan klien
untuk mengidentifikasi
halusinasi dengan cara
menghardik dan minum obat
- Pukul 16:00 : mengajarkan klien
kebersihan diri dan latih mandi

RTL :
- Melatih cara mengontrol
halusinasi dengan minum obat
- Mengevaluasi cara mandi yang
bersih dan melatih klien untuk
mengontrol isolasi social dengan
cara
- berkenalan.
IMPLEMENTASI EVALUASI
Hari / tanggal : Kamis, 04 Juni 2015 S:
Pukul :17.00 WIB - Klien merasa tenang karena
Data mampu mengontrol
DS : halusinasi dengan cara
- klien mengatakan masih mendengar minum obat
suara- suara - Klien merasa tenag karena
- klien mengatakan sudah bisa bisa berkenalan
menghardik O:
- klien mengatakan tidak mau - Klien mau minum obat
berinteraksi dengan orang lain - Klien mampu menghardik
DO : - Klien mampu berkenalan
- Klien tampak senyum P:
- Klien menghardik - Lanjutkan bercakap-cakap
- Klien menyendiri saat halusinasi datang
Diagnosa Keperawatan - Latih berkenalan 2x/hari
- Halusinasi
- Isolasi Sosial
Tindakan
- Mengajarkan cara mengontrol
halusinasi dengan cara minum
obat
- Mengajarkan cara mengontrol
isolasi sosial dengan cara
berkenalan
RTL
- Latih cara mengontrol halusinasi
dengan cara bercakap-cakap saat
halusinasi datang
- Latih cara berkenalan dengan 1-
2 orang.
IMPLEMENTASI EVALUASI
Hari/ Tanggal : Jumat, 05 Juni 2015 S:
Pukul : 10. 00 WIB - Klien merasa tenang karena
Data mampu bercakap-cakap
DS : dengan perawat dan teman-
- Klien mengatakan sudah tidak temannya
mendengar suara-suara lagi - Klien merasa tenag karena
- Klien mengatakan sudah bisa sudah bisa mengobrol dengan
cara menghardik dan bercakap- pasien lain
cakap O:
DO : - Klien mampu berinteraksi
- Klien tidak gelisah dengan orang lain
- Klien menghardik - Klien mampu berkenalan
- Klien mengobrol dengan pasien A :
lain - Halusinasi
Diagnosa keperawatan - Isolasi Sosial
- Halusinasi P:
- Isolasi Sosial - Lanjutkan bercakap-cakap
Tindakan saat halusinasi datang
- Mengajarkan mengontrol - Latih berbicara saat
halusinasi dengan bercakap- melakukan kegiatan harian.
cakap saat terjadi halusinasi
- Mengajarkan cara melatih
pasien melakukan kegiatan
isolasi sosial seperti meminta
sesuatu
RTL
- Latih cara mengontrol halusinasi
- Latih cara berbicara sosia
meminta sesuatu dan menjawab
pertanyaan