Anda di halaman 1dari 13

PENERTIAN, FUNGSI & SKALA PENGUKURAN,

DAN TEKNIK PENGEMBANGAN INSTRUMEN

MAKALAH
METODE PENELITIAN AKUNTANSI

Dosen:
Wawan Sadtyo Nugroho, S.E., M.SI., AK., CA

Kelompok 12:
Desi Dwi Lestari 14.0102.0003
Firsa Angga Hardana 14.0102.0033
Tri Porwanti 14.0102.0039

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
TAHUN AKADEMIK 2018
PEMBAHASAN

I. PENGERTIAN FUNGSI DAN JENIS SEKALA PENGUKURAN


Data yang akan dikumpulkan dapat berupa elemen-elemen data yang sudah dapat diukur
besarannya, tetapu juga kadang-kadang masih berupa konsep yang belum dapat diukur, Jika
masih berupa konsep maka harus diuraikan sedemikian rupa supaya menjadi dimensi-dimensi
dan elemen-elemen yang dapat diukur. Setelah konsep dapat di definisakan untuk dapat di ukur,
maka si perlukan alat untuk mengukurnya yang disebut dengan skala.
Pengukuran (measurement) Yaitu pemberian nilai property, dimana properti adalah
karakteristik suatu obyek yaitu entitas yang diteliti. Properti dapat berupa:
1. Pengukuran Property Fisik, jika obyek manusia property fisiknya adalah tinggi badam.
Warna rambut, umur dan lainnya, jika obyeknya perusahan property fisiknya adalah
ukuran perusahaan, lokasi perusahaandan lainya. property fisik mudah dilakukan karena
dapat di observasi dngan mudah
2. Pengukuran Property Psikologi misal sikap masuia, kepintaran, motivasi dll.
pengukuran ini mudah diobservasi karena bersifat konsep dan abstrak, missal
pengukuran konsep belajar
3. Pengukuran Property Sosial misalnya adalah persepsi masyarakat, mudah di observasi
karena bersifat konsep dan abstrak.
Pengoprasionalan konsep / mendefinisikan konsep secara operasi adalah menjelaskan
karakteristik dari objek (property) ke dalam elemen-elemen yang dapat di observasi yang
menyebabkan konsep dapat di ukur dan di operasional kan di dalam riset. Hasilnya adalh
definisi konsep dari masing – masing variabel-variabel dan kosnep yang digunakan riset.
Dimensi dari waktu konsep adalah bagiandari propert yang menunjukkan karakteristik
utama dari property konsep, dimensi belum dapat di ukur sehingga belum bias di pecah menjadi
elemen elemen yangmerupakan perilaku yang dapat di observasi dan diuur suatu konsepatau
dimensi.
Elemen-elemen merupakan perilaku yang dapat di observasi dan diukur dari suatu konsep
atau dimensi.
Konsepnya adalah
Konsep Dimensi- Elemen-
dimensi elemen

Sekaran (2003) member usulan dengan mendefinisikan konsep belajar secara operasi dan
memecahnya menjadi 3 dimensi yaitu
1. Dimensi, dapat di ukur dengan elemen-elemen sebagai berikut: dapat menjawab
poertayaan dengan benar dan memberikan contoh yang tepat.
2. Dimensi Retensi, dan dapat diukur dengan elemen-elemen yang dapat memangil materi
dari otak setelah beberapa waktu lamanya.
3. Dimensi Aplikasi dapat diukur dengan lemen-elemen sebagai berikut: mampu
memecahkan masalah dengan menerpakan konsep-konsep yang dipahami.

Setelah konsep berhasil di definisikan maka selanjautnya adalah melakukan pengukuran


dengan skala yaitu suatu alat atau mekanisme yang dapat dilakukan guna membedakan
individual-ndividual ke dalam variabel yang akan digunakan di dalam riset. Terdapat 4
macam tipe dasar dari skala yaitu:

1. Skala Nominal yaitu bernilai klasifikasi, ex : laki perempuan untuk gender


2. Skala Ordinal yaitu klasifikasi dan order (ada urutannya) Misal Penilaian ( Kurang baik,
baik , sangat baik)
3. Skala Interval yaitu bernilai klasifikasi, order (ada urutannya), dan berjarak (perbedaan
dua nilai berarti). ex: skala likert 1 s/d 5, dengan jarak 1 s/d 2 mempunyai jarak yang
sama dengan 2 s/d 3 dst.
4. Skala Rasio yaitu: bernilai klasifikasi, prder, distance (berjarak) dan mempunyai nilai
awal (origin). Ex: unit waktu sebesar 20 menit yg mempunyai nilai awal 0. Rasio dalam
hal ini tidak harus dalam pembagian.

Nilai data di variabel dapat juga diklasifikasikan sebagai data metric dan data nonmetrik.

 Data metrik berisi nilai kuantitatif dan yang termasuk data metric adalah tipe data
interval dan rasio.
 Data Non Metrik adalah data kualitatif yang dapat berbentuk suatu atribut,
karakteristik atau kategori atau dikotomi. Yang termasuk data non metrik adalah
tipe data nominal dan ordinal.

Metode Penskalaan

Setelah empat macam skala di pahami (nominal, ordinal, interval dan rasio) maka perlu
memberikan nilai-nilai kepada variabel sesuai dengan skalanya. Pemberian nilai ke variabel ini
disebut Metpde Penskalaan. Dimana terdapat dua macam metode penskalaan yaitu:

1. Skala Rating (Rating Scale) digunakan untuk memberikan nilai (rating) kesuatu variabel.
Skala rating yang sering digunakan adalah :
a. Skala Dikotomi (dichotomous scale), skala ini membrika nilai dikotomi missal
Nilai Ya atau tidak. Tipe data yang digunakan adalah nominal.
Ex : Anda mempunyai kartu kretid Ya Tidak

b. Skala kategori (Category Scale), skala ini memberikan nilai beberapa itemuntuk
dipilih, tipe yang di gunakan adalah tipe nominal.
Ex: Pilih Industri dari perusahaan :
………. Pabrikan;
………. Jasa;
………. Gas dan minyak

c. Skala Likert (Likert scale) skala ini digunaka untuk mengukur respon subyek ke
dalam 5 poin skala dengan interval yang sama, tipe yang di gunakan tipe Interval.
Ex: Dengan menggunakan skala likert, apakah anda setuju dengan pendapat ini :
STS TS TT S
Kuliah di S2 menarik 1 2 3 4
Dosen Memberikan Wawasan 1 2 3 4

d. Skala perbedaan Semantik (semantic differential scale), skala ini menggunakan dua
buah nilai ekstrim dan subjek diminta untuk menentukan responsnya di antar dua
nilai tersebut di ruang yang disediakan yang disebut dengan ruang sematik. Tipe
data yang digunakan adalah tipe Interval.
Ex: Setuju …… Tidak Setuju
Pintar ……. Naif

e. Skala numeric (Numerical scale), sama denga sekala perbedaan sematik hanya
mengganti ruang sematik yang disediakan dengan anka-angka numeric (misal 1 s/d
5 untuk 5 poin skala likert atau 1 s/7 untuk 7 poin skala riket). Tipe data yang
digunakan tipe Interval
Ex: Setuju 1 2 3 4 5 6 7 Tidak Setuju

f. Skala Penjumlahan tetap atau konstan (fixed or constant sum scale), subyek diminta
untuk mendistribusikan nilai responnya kedalam beberapa item yang sudah
disediakan dengan jumlah yang tetap. Tipe yang digunakan Tipe Ratio.
Ex : Didalam memilih pendidikan S2, tentukan besarnya nilai alokasi yang anda
berikan dengan total nilai 100 poin,
Fasilitas Komputer -----
Fasilitas Basis Data -----
Kenyamanan Kuliah -----
Gelar Dosen Tetap -----
Materi Kulia -----
Total -----

g. Skala Stape (stapel scale), skal aini dimaksudkan tidak hanya mengukur intensitas
respons dari subjek tetapi juga arah responsnya. Karena nilai 0 tidak di sebutkan
dengan eksplisit, maka tipe data yang digunakan adalah Tipe Interval.
Ex : Tunjukkan bagaimana anda menilai dosen yang mengajar di kelas dengan
melingkari nilai jawabannya :
+3 +3 +3
+2 +2 +2
+1 +1 +1
Serius Menarik Pintar
-1 -1 -1
-2 -2 -2
-3 -3 -2

h. Skala grafik (graphic rating scale). Skala ini menggunakan grafik skala dan subyek
member tanda pada tempat di grafik untuk meresponsnya. Tipe data yang
digunakan Tipe Interval.
Ex: Bagaimana anda secara umum menilai dosen 10 memuaskan
Di mata kuliah ini 5 Cukup Baik
1 Sangat Mengecewakan
2. Skala Rangking (Ranking Scale) membandingkan dua atau lebih objek untuk memilih objek
yang lebih baik. skala rangking terdiri dari :
 Skala berbandingan Berpasangan, digunakan untuk memilih satu dari objek secara
berpasangan. Jumlah pasangan yang ada adalah sebanyak (n x (n-1) / 2 ) dengan n
adalah jumlah objek, tipe data yang di gunakan adalah ordinal.
Ex : Diantara kandidat pasangan presiden dan wakil presiden mana yang akan
anda pilih menjadi presiden perusahaan saudara.:
----- Ali ----- Ali ---- Ali
----- Basuki ----- Centil ---- Didik
 Skala rangking, dipaksakan, skala ini mengurutkan langsung relativesatu terhadap yang
lainnya, tipe data yang digunakan tiper ordinal.
Ex: Diantara kandidat pasangan presiden dan wakil presiden mana yang akan anda pilih
menjadi presiden perusahaan saudara.(beri nilai rangking 1 s/d 6)
---- Ateng
---- Basuki
 Skala Komparatif. Skala ini membandingkan dengan standar atau benchmark yang
lainnya. Tipe data yang digunakan adalah ordinal.
Ex: Dibandingkan dengan nilai kinerja manajer periode kemarin, kinerja manajer
sekarang:
Interfior Hampir Sama Superior
1 2 3 4 5

II. TEKNIK PENGEMBANGAN INSTRUMEN


1. Teknik Observasi
Teknik observasi merupakan teknik atau cara untuk mendapatkan data primer dengan cara
mengamati langsung objek datanya, dan tidak berinteraksi dengan objek datanya, tetapi
hanya mengopservasi saja. Pendekatan ini baik Untuk mengamati suatu proses, kondisi,
kejadian-kejadian atau perilaku manusia.
a. Klasifikasi Pendekatan Observasi ada 2 yaitu :
 Observasi perilaku ( behavional observastion) dan
a) Analisis nonverbal ( nonverbal analysis) dapat dilakukan dengan gerakan bukan
ucapan, ex : obersvasi terhadap bahasa tubuh seseroran, ekpresi wajah dsb
b) Analisis Linguistik (linguistic analysis) dilakukan pada analisi bahasa yang
digunakan oleh seseorang atau beberapa orang yang sedang berinteraksi.
c) Analisis Linguistikekstra (extralinguistik analysis) dilakukan denagn
mengoservasi empat dimensi yaitu :
1) Vokal (Tinggi nada, kekerasan, kualitas)
2) Tempo (Kecepatan bicara, durasi, ritmenya)
3) Interaksi ( tendensi untuk menginterupsi pembicaraan, mendominasi)
4) Cara bicara (kosa kata, dialek dan ekspresi wajah)

d). Analisis spatial (Spatial Analysis) mengobsevasi hubungan antara orang secara
fisik. Ex: oberserfasi salesmen secara fisik mendekati pelanggan.

 Obeservasi non Perilaku (non-behavioral observation).


a. Analisis Catatan (record analysis) berupa pengumpulan data baik dari catatan
data sekarang atau catatan data historys.
b. Analisis KOndisi Fisik (Psysical sondition analysis) dilakukan terhadap data
kondisi fisik seperti fisik sediaan, kondisi keamanan pabrik.
c. Analisi Proses fisik (Physycal prosess analysis) berupa observasi pada time and
motion daru suatu proses, prosedur0prosedur akuntasi dsb.
b. Melakukan Obeservasi
Observasi dapat berupa:
 Observasi yang sederhana adalah obeserfasi yang tidak memiliki pertanyaanriset.
Observasi ini di gunakan di penelitian esploratori yang belum di ketahui dengan
jelas variable-variabel yang digunakan.
 Observasi yang terstruktur merupkan observasi yang mempunyai prosedur standar
yang tersetruktur. Langkah-langkah tersetruktur dari observasi ini adalah :
1) Menentukan data yang akan di observasi
2) Membuat rencana pengumpulan data
3) Memilih dan melatik pengamat
4) Mencatat dan merekap yang di obeservasi

c. Validitas Observasi
Sewaktu melakukan observasi, pengamatan atau pengobservasi beradadi lokasi
observasi.
d. Kebaikan Obserfasi
Kebaikan-kebaikan observasi adalah:
1) Untuk catatan dan prosedur-prosedur mekanik observasi merupakan cara satu-
satunya yang dapat dilakukan.
2) Data dapat diperoleh secara orisinal pada saat terjadinya.
3) Observasi menghindari data yang dilupakan atau disarigng.
4) Data diperoleh langsung dari pengatur alamiah yang belum di ubah atau di buat
oleh peneliti.
5) Observasi tidak menanyakan langsung kepada responden yang dapat membuat
responden tertekan.

e. Kelemahan Observasi ada bebarapa yaitu :


1) Proses observasi lama dan mahal
2) Kadang kejasian yang akan di observasi belum jelas
3) Proses observasi hanya melihat bagian yang tampak saja.
4) Pengamat tidak dapat mengontrol lingkungan observasi sehingga tidak dapat
melakukan eksperimen apa yang terjadi jika kondisi berbeda.
5) Terbatas pada kejadian yang sedang terjadi pada saat dan tempat tertentu saja.
2. Teknik Wawancara
Wawancara adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden.
Wawancara di bagi menjadi dua yaitu:
a. Wawancara Personal dan Wawancara Intersep yaitu wawancara dengan melakukan
tatap muka langsung dengan responden. Wawancara intersep sama dengan wawancara
personal tapi responden dipilih di lokasi umum missal mall.
1) Faktor sukses wanwancara personal adalah :
a) Responden yang dipilih harus mempunyai informasi yang diinginkan
b) Responden harus bersedia kerjasama yang baik untuk menghasilkan informasi
yang di butuhkan.
2) Permasalahan – permasalahan wawancaraadalah terjadinya kealahan responden
yaitu data jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan. Kesalahan responden
terjadi karena :
a) Pewancara gagal membuat responden berkerjasama
b) Pewawancara gagal melakukan wawancara dengn prosedur yang benar dan
konsisten.
c) Pewawancara gagal menciptakan lingkungan yang menyenangkan.
d) Pewawancara gagal menangkap jawaban yang tidak jujur dari responden.
e) Pewawancara gagal mempengaruhi perilaku responden
f) Pewawancara gagal mencatat jawaban dengan lengkap dan akurat.
g) Bias, karena respon terjadi akibat responden tidak mempunyai pengetahuan
yang akan di wawancarainya.
h) Bias yang lain dari responden karena perntanyaan menyangkur daerah pribadi
responden sepertu umur, masalah-masalah pribadi.
3) Validasi wawancara personal
Dengan menggunakan teknik probing yaitu teknik untuk menstimulasi responden
menjawab lebih banyak dan lebih relevan. Caranya adalah:
a) Pewawancara memberikan kesan mengerti dan mendengarkan
b) Member waktu responden untuk berbicara lagi setelah responden mengakhiri
kalimatnya
c) Mengulangi pertanyaan jika respoden ragu-ragu atau tidak mengerti dengan
pertanyaan.
d) Mengulangi jawaban responden
e) Member pertanyaan netral seperti “apa yang anda maksud?”
f) Member perntanyaan klarifikasi jika jawaban melenceng
g) Menyakinkan bahwa teknik wawancara penting
h) Membuat situate menyenangkan
i) Menyakinkan bahwa responden adalah orang yang suka membantu
j) Menghindari mempermalukan responden
k) Menghindari isi wawancara yang tidak disukai responden
l) Menghindari rasa takut responden untuk partisipasi.

4) Kebaikan wawancara personal adalah


a) Kerjasama yang baik dari responden dapat dilakukan
b) Pewawancara dapat melakukan probing untuk mengurangi jawaban yang bias.
c) Bantuan visual khusus atu alat penilai lainnya dapat dilakukan
d) Responden yang tidak mempunyai pengetahuan dapat diidentifikasi
e) Pewawancara dapat menyaring responden sesuai kebutuhan

5) Kelemahan wawancara personal adalah :


a) Biaya mahal jika responden tidak mudah diakses
b) Membutuhkan pewawancara yang terlatih
c) Waktu pengumpulan data lama
d) Beberapa responden tidak mau berbicara dengan orang yang tidak dikenal di
rumahnya.
e) Responden dapat diatur oleh pewawancara sesuai dengan kehendak
pewawancara.

b. Wawancara Lewat Telepon


Wwancara lewat telepon sekarang sangat mudah dengan kemajuan teknologi yang ada
dan canggih pewawancara dapat melakukan telepon dengan data yang ada dan dapat
langsung menyimpan jawaban dari responden.
1) Kebaikan wawancara telepon
a) Biaya lebih murah
b) Letak geografis responden lebihluas
c) Membutuhkan sedikit waktu
d) Mengurangi bias dari pewawancara
e) Waktu penyelesaian yang tepat
f) Akses yang lebih baik karena dapt di telfon berkali kali sebelum telpon
tersambung
g) Dapat menggunakan computer untuk telpon yang diacak
h) Dapat menggunakan CATI sehingga data dapat langsung direkam di computer.
2) Kelemahan wawancara telepon
a) Tingkat Respon lebih rendah
b) Biaya pulsa telpon mahal jiga di sebar secara geografis
c) Banyak no telpon yang tidak tercatat
d) Respon tidak terselesaikan jika sambungan telpon terputus
e) Ilustrasi tidak dapat dilakukan sewaktu wawancara

3. Teknik Eksperimen
Eksperimen adalah studi yang dapat melibatkan keterlibatan peneliti memanipulasi
beberapa variable, mengamati dan mengobservasi efeknya.
a. Perbedaan eksperimen dan ekperimen kuisi
Eksperimen-betulan Eksperimen-kuasi
- Dilakukan dengan memanipulasi - Tidak dilakukan manipulasi secara
secara eksplisit terhadap satu atau ekplisit, tetapi memanipulasi terhadap
lebih variable independen variable independen sudah terjadi
karena oleh suatu peristiwa yang
tigak di intervensi oleh peneliti.
- Data eksperimen berupa fakta yang - Data berupa fakta yang sudah terjadi
sedang terjadi di eksperimen sebelumnya (ex-post facto)
- Grup eksperimen dibentuk dari - Grup eksperimen di bentuk dari
subjek-subjek yang diberi treatmen subjek-subjek yang sudah mendapat
atau di manipulasi dan grup control treatmen akibat peristiwa atau kejadian
dibentuk dari subjek=subjek yang tertentu yang sudah terjadi dan grup
tidak diberi treatmen. control dibentuk dari subjek-subjek
yang tidak mendapat treatmen
peristiwa tersebut.
- Metode rendomisasi di guanakan - Menggunakan metode pairmatching
untuk mengurangi bahwan untuk membentuk grup control.
menghilangkan perngaruh variable-
variabel ekstrani (extraneus variables)
b. Randomisasi
Randomisasi di gunakan untuk meminimalkan atau bahkan menghilangkan pnegaruh
dari variable ekstani.
c. Pair – matching ( metode pedanaan sepasang)
Pair-macthing adalah cara yang dilakukan ntuk mengontrol efek variable ekstrani.
Dilakukan dengan cara masing-masing
d. Validitas internal adalah pengukuran seberapa benar di variable dependen diakibatkan
oleh variasi dari variable-varibel independennya. Ancaman terhadap variable internal
dapat di sebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :
1) Histori adalah pengaruh peristiwa peristiwa lain yang terjadi antara peropde pretest
dan postrest.
2) Maturasi adalah pengaruh waktu yang mempengaruhi subjek
3) Pengujian adalah pengaruh pengujian sebelumnya yang membuat subjek belajar
yang akan mempengaruhi pengujian selainjutya
4) Instrumensasi adalah pengaruh penggantian instrument atau pengamat
5) Seleksi adalah pengaruh karakteristik subjek yang berbeda di grup treatmen dengan
yang di grup control.
6) Regresi adalah pengaruh menuju garis regresi yang breupa nilai ekspektasi
sehingga nilai-nilai kecil akan cenderung bergerak naik dan nilai-nilai besar akan
cenderung bergerak turun.
7) Mortaliti Eksperimen adalah pengaruh perubahan komposisi subjek di grup
treatmen.

e. Desain eksperimen
Deain experiment menunjukkan bentuk dai eksperimen yang akan dilakukan. Tujuan
dari deisain ekspeirmen ini adalah untuk mendapatkan bentuk eksperimen yang
diinginkan sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada sehingga didapatkan bentuk
eksperimen yang tepat untuk mengontril kontaimansi yang terjasi di hubungan kausal
antara variable-variabel independen terhadap variable dependen. Terdapat 3 kelompok
desain eksperimen yaitu:
1) Pre-Exsperimen merupakan desain eksperimen yang sederhana yang tidak
menggunakan sampel control atau jika digunakan sample control tetapi tidak
ekuivalen dengan sempel treatmennya karena sampel – sampel nya tidak di pilih
secara random. Desain Pre-Experimen adalah :
a) One-Shot Case Study
Pemberian treatmen di => Pengukuran di v
variable (X) independen ariable dependen (y)
T => P2

b) One-group pretest-post-test desing


Pengukuran Pemberian Tratmne Pengukuran di
Sebelum => di variable => Variabel
Treatmen independen (x) dependen (y)
P1 => T => P2

c) Static Group Comparison


Pemberian Tratmen Pengukuran di
Grup di variable => Variabel dependen
independen (x) (y)
Treatmen T => P2
Kontrol P4

2) Eksperimen Bentulan Klasik


Menggunakan Pre-Experimen dan True Experimen karena ekuivalensi antar kedua
sampel dapat dilakukan dengan cara randomisasi atau pair-matching.
3) Eksperimen Bentulan Ekstensi ekstensi dari eksperimen bentulan klasik adalah
a) Completely Randomized Design
b) Randomized block design
c) Latin Square Design

f. Langkah – langkah eksperimen


1. Memilih variable-variabel yang relevan
2. Menentukan tingkat dari treatmen
3. Mengontrol lingkungan yang sesuai
4. Memilih desain eksperimen yang sesuai.

4. Teknik Survei
Untuk mendapatkan data opini individu, teknik pengumpulan data yang dapat
digunakan adalah teknik pengumpulan data survey. Untuk mendapatkan data opini grup.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengumpulan Delphi.
Survey atau lengkapnya Self-administered- survey adalah metode pengumpulan data
primer dengan mengumpulkan pertanyaan pertanyaan kepad responden individu. Survey
dapat di kelompokan dalam mail survey, computer delicered survey dan intercept survey.
Permasalahan Survei adalah terletak di pertanyaan-pertanyakan yang ditanyakan dan
tidak meresponya responden. Permasalahan utama adalah jumlah pertanyaan yang banyak
yang membuat responden enggan untuk menjawab. Dan ketidakjelasan pertanyaan yang
membuat responden tidak mengerti atau tidak yakin menjawab

5. Survey Dikirim Lewat Komputer


Sekarang banyak di gunakan biasanya di kiirm melalui grup-grup diskusi yang relevan
dengan survei yang dilakukan. Penyebaran dapat melalui e-mail atau web-site

6. Teknik Pengumpulan Data Arsip


Pengumpulan data arsip dapat berupa data primer atau data sekunder. Untuk mendapatkan
data primen, teknik pengumpulan data yang dapat digunakan adalah teknik pengumpulan
data analisi isi (content analysis). Untuk mendapat kan dta sekunder, pengumpulan data
yang digunakan adalah teknik pengumpulan dta di basis data.