Anda di halaman 1dari 81

LAPORAN PENDAHULUAN IBU

HAMIL TRIMESTER I

LAPORAN PENDAHULUAN
IBU HAMIL TRIMESTER I

1. DEFINISI
- Kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi yang dihitung dari hari
pertama haid (HPHT) sampai lahirnya janin (Prawirohardjo Sarwono, 2008,
hal:89)
- Kehamilan adalah keadaan yang diwali dengan bertemunya sel sperma dan ovum
kemudian membentuk zigot, dalam proses selanjutnya zigot akan berubah menjadi
morulla, blastula, blastokist, yang akan melakukan nidasi pada endrometrium.
Kemudian hasil konnsepsi (janin dan plasenta) akan tumbuh dan berkembang
sampai aterim dan di akhiri persalinan (Sastrawinata, 2005, hal:100)
Definisi Kehamilan Trimester I
- Kehamila antara 0 – 12 minggu (Manjoer Arief, 2009)
- Kehamilan trimester I adalah kehamilan dengan usia kehamilan antara 0 sampai
12 minggu. Kehamilan adalah proses mata rantai yang berkesinambungan dan
terdiri dari, ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan
zigot, nidasi pada uterus, pertumbuhan plasenta, dan tumbuh kembang hasil
konsepsi sampai aterm (Ida Bagus Gede, 2002)
- Trimester pertama dianggap sebagai masa penentuan untuk membuktukan bahwa
wanita dalam keadaan hamil (Kusmiati, Yuni dkk. 2009)

2. TANDA-TANDA KEHAMILAN
a. Tanda-tanda Persumtif
- Amenore (tidak dapat haid)
- Mual dan muntah (nusea dan vomiting)
- Hiperemesis
- Mengidan (ingin makan khusus)
- Tidak tahan bau-bauan
- Pingsan
- Tidak ada selera makan
- Lelah (Fatique)
- Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri
- Miksi (sering kencing)
- Konstipasi / Obstipasi
- Pigmentasi kulit
- Epulsi (hipertropi dari papil gusi)
- Pemekaran vena-vena (varises)
b. Tanda-tanda kemungkinan hamil
- Perut membesar
- Uterus membesar
- Tanda hegar
- Tanda chadwick
- Tanda piscaseck
- Kontraksi-kontraksi kecil pada uterus bila dirangsang
- Teraba ballotement
- Reaksi kehamilan positif

c. Tanda pasti
- Gerakan janin yang terlihat atau dirasakan atau diraba, juga bagian-bagian janin
- Denyut jantung janin
 Didengar dengan stetoskop-monoral laennec
 Dicatat dan didengar dengan alat dopler
 Dicatat dengan foto elektrokardiogram
 Dilihat pada ultrasonografi
- Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen

3. PERUBAHAN FISIOLOGI WANITA HAMIL PADA TRIMESTER I ( 0 –


12 minggu)
a. Vulva dan Vagina
- Karena pengaruh esterogen terjadi perubahan pada vulva dan vagina. Akibatnya
hiervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan yang sering
disebut dengan tanda chadwick
- Selama masa hamil pH sekresi vagina menjadi lebih asam, keasaman berubah
dari 4 menjadi 6,5. Hal ini menyebabkan keputihan
b. Servik Uteri
- Serviks menjadi lunak yang disebut tanda Goodell
- Sekresi kelenjar menjadi leebih banyak dan mengeluarkan pervaginam lebih
banyak. Sebab perlunakan servik karena pembuluh darah dalam serviks
bertambah.
- Keadaan serviks pada TM I terjadi peningkatan hormon esterogen sehingga
terjadi Lochorea
c. Uterus
- Uterus membesar yang disebabkan oleh hipertrofi dan hiperplasi otot-otot polos
rahim, serabus-serabus kologen yang ada menjadi higrokopik
- Uterus yang mengalami perubahan berat, bentuk dan posisi menekan kandung
kemih menyebabkan wanita hamil nocturia (sering kencing)
- Pada minggu ke 8 uterus membesar sebesar telur bebek
- Pada kehailan 0 – 12 minggu, kavum uteri masih berisi gumpalan darah /
tegangan, besarnya kira-kira 2-3 jari di atas sympisis. Untuk akomodasi
pertumbuhan janin, rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos
rahim, serabut-serabut kelagennya menjadi higroskopik. Endometrium menjadi
desidua
- Pada bulan-bulan pertama kehamiilan bentuk rahm seperti buah alpukat
- Berat uterus akan naik secara luas bisa dari 300 gram sampai 1000 gram pada
akhir kehamilan (40 minggu)
- Rahim pada kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa
- Pada minggu pertama isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah
panjang sehingga bisa diraba terasa lunak disebut tanda hegar
- Posisi rahim pada awal kehamilan dalam letak antefleksi atau retrofleksi
d. Ovarium
- Ovulasi terhenti. Masih terdapat karpus luteum graviditas sampai terbentuknya
plasenta yang mengalami alih pengeluaran esterogen dan progesteron
- Terjadi pembentukan plasenta dan akan sempurna pada usia kehamilan 16
minggu
- Corpus luteum menghasilkan hormon estrogen progesteron serta relaxin
mempunyai pengaruh menenagkan hingga pertumbuhan janin menjadi baik
hingga aterm

e. Metabolisme
- Pada wanita hamil basal metabolisme rate (BMR) meningkat, sistem endokrin
menjadi meningkat
- Berat badan wanita hamil meningkat akan naik kira-kira 6,5 – 16,5 kg rata-rata
12,5 kg. Pada trimester I penambahan berat badan ± 1 kg
- Metabolisme lemak juga terjadi kadar kolesterol meningkat sampai 350 mg/lebih
per 100 cc
- Kalsium dibutuhkan rata-rata 1,5 mg perhari
- Fosfor : rata 2 gram/hari
- Zat besi ± 800 mg atau 30 – 50 mg / hari
- Air : wanita hamil cenderung mengalami retensi air
f. Mammae
- Terjadi peningkatan esterogen mempengaruhi pembesaran mammae disebabkan
hypertrofi dari alveoli. Hal ini sering menyebabkan hypersensitivitas mammae
- Terjadi hiperpigmentasi menyebabkan papila mammae membesar lebih tegang
dan hitam dan areola menjadi lebih titam dan lebar serta glandula montgomery
lebih jelas dan menonjol
- Timbul strie pada payudara. Teraba noduli-noduli akibat hipertrofi karena
kelenjar alveolus
- Bayangan vena-vena lebih membiru
g. Sistem Pencernaan
- Pengeluaran asam lambung meningkat menyebabkan daerah lambung terasa
panas
- Akibat peningkatan HC6 dan estrogen menyebabkan pengelaran air liur berasa
berlebihan (hipersalivasi)
- Tonus otot-otot saluran pencernaan melemah sehingga motilitas dan makanan
akan lebih lama berada dalam saluran pencernaan.
- Resorbsi makanan baik, namun akan menimbulkan obstipasi
- Gejala muntah (emesis gravidarum) sering terjadi, diasanya pada pagi hari
disebut moring sickness
h. Sirkulasi Darah
- Volume plasma meningkat rata-rata 50% sementara masa RBC mingkat
hanya 18–30 % maka terjadi penurunan hematokrit selama kehamilan normal
sehingga disebut anmia fisiologis
- Tekanan darah menurun selama 24 minggu pertama kehamilan akibat terjadi
penurunan dalam periver
- Hidung tersumbat atau berdarah akibat pengaruh hormon esterogen dan
progesteron
i. Sistem Integumen
- Mulai muncul linea nigra
- Meningkatkan sirkulasi dan aktivitas vasomotor, jaringan elastis kulit mudah
pecah menyebabkan strie gravidarum
- Biasanya terjadi deposit pigmen pada dahi, pipi, hidung dikenal sebagai kloasma
gravidarum
- Vulva terjadi hiperpigmentasi merah kebiruan disebut tanda chadwick
j. Tulang dan Gigi
- Persedian panggul akan terasa lebih longgar
- Terjadi pelebaran pada ruang persendian
- Apabila pemberian makanan tidak memenuhi kebutuhan kalsium janin, kalsium
maternal pada tulang-tulaang panjang akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan
- Bila konsumsi kalsium cukup, gizi tidak akan kekurangan kalsium menurunkan
resiko gingivitis
k. Sistem Pernapasan
- Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan nafas pendek
- Seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam
- Yang menonjol adalah pernafasan dada (thorack breathing)
l. Sistem Perkemihan
- Ginjal bekerja lebih berat
- Pada TM I ibu mengeluh sering kencing karena vesikula urinaria tertekan uterus
(Kusmiati, Yuni. 2009)

4. KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I


a. Oksigenasi (O2)
Konsumsi keseluruhan oksigen meningkat sekitar 15 – 20 % dalam kehamilan
sekitar setengah dari peningkatan ini disebabkan oleh rahim dan isinya. Sisanya
disebabkan terutama oleh peningkatan kerja ginjal dan jantung ibu, penambahan
yang lebih kecil adalah akibat kerja otot pernafasa dan payudara (Mukhtar
rusman, 2008)
b. Nutrisi
Untuk mengakomodasikan perbahan yang terjadi selama kehamilan. Banyak
nutrisi yang digunakan dalam jumlah besar daripada jumlah yang dibutuhkan
orang dewasa normal. Rekomendasi untuk meningkatkan asupan nutrsi tertentu
selama kehamilan telah diatur oleh nasional reseach cancil 1989 dalam bentuk
RPA. Nutrisi-nutisi yang dibutuhkan antara lain :
- Energi : sumber energi adalah karbohidrat
- Cairan : asupan cairan yang cukup memperbaiki BAB yang kadang-kadang
menjadi masalah selama hamil. Jumlah masukan cairan yang direkomendasikan
dalam sehari sekitar 6-8 gelas (1500 sampai 2000 ml)
- Vitamin : terdapat peningkatan kebutuhan vitamin A, D, E, K selama kehamilan
serta vitamin B6 dan B12
- Zat Besi : kebutuhan wanita hamil akan Fe meningkat untuk pembentukan
plasenta dan sel darah merah sebesar 200 – 300 % perkiraan beserta zat besi
c. Personal Hygiene
- Kebersihan tubuh
Memberikan rasa nyaman dan memberikan ketenangan karena tubuh yang dirawat
akan menghindari dari infeksi penyakit
- Mulut (gusi dan gigi)
- Memeriksa gigi dengan teratur dan merawat dengan baik pada masa kehamilan
sangat penting karena perubahan hormon saat hamil dapat mengakibatkan
masalah pada gigi
- Payudara
Menjaga puting selama hamil sangat penting untuk persiapan pada saat laktasi
- Mandi
Mandi minimal 2x sehari
- Vulva
Merupakan pintu gerbang bagi kelahiran anak. Kebersihan vulva harus dijaga
betul-betul dengan lebih serius membersihkannya
d. Kebutuhan Istirahat
Kebutuhan istirahat pada ibu hamil TM I meningkat dikarenakan pada kehamilan
TM I banyak ketidaknyamanan yang menyebabkan kebutuhan istirahat
bertambah. Untuk memenuhi kebutuhan istirahat maka istirahat pada siang hari
juga di tingkatkan

e. Eliminasi
Pada ibu hamil sering terjadi obstipasi, di anjurkan untuk minum 8-12 gelas / hari
f. Seksualitas
Memahami seksualitas selama kehamilan, selama kehamilan berjalan normal
coitus diperbolehkan sampai akhir kehamilan, tetapi beberapa ahli mengatakan
jangan melakukan hubungan seksual 12 hari menjelang kelahiran. Sangat perlu
diperhatikan posisi melakukan hubungan seksual selama kehamilan coitus tidak
diperkenakan jika:
- Terdapat perdarahan pervaginam
- Terdapat riwayat abortus berulang
- Abortus / partus prematurus iminens

5. PERKEMBANGAN JANIN KEHAMILAN TRIMESTER I


a. Minggu ke-1
Minggu ini merupakan proses pembentukan antara sperma dan telur yang
memberikan informasi bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin
sudah mempunyai segala bekal ginetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis
kromosom manusia.
b. Minggu ke-2
Perubahan terjadi pada akhir minggu ke dua. Sel telur yang telah dibuahi
membelah dua. Sambil terus membelah,sel telur bergerak di dalam lubang falop
menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morulla.pada hari
ke-12 jumplahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaud pada
endometrium
c. Minggu ke-3
Sampai usia kehamilan tiga minggu, sel telur membelah menjadi ratusan dan akan
menempel pada dinging rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil
berdiameter
0,1 – 0,2 mm
d. Minggu ke-4
Bayi membentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (chorionic
Gonadotropin – HCG ) saat ini terjadi pembentukan otak dan tulang belakang
serta jantung dan aorta.
e. Minggu ke-5
Terbentuk 3 lapisan yaitu, eksoderm, mesoderm dan endoderm. Eksoderm adalah
lapisan yang paling atas yang akan membentuk sistem saraf pada janin tersebut
dan seterusnya mementuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan
mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membantuk organ jantung, buah
pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan endoderm yaitu lapisan paling
dalam yang akan membentuk usus, hati, pangkreas dan pundi kecil
f. Minggu ke-6
Ukuran embrio rata-rata 2-4mm yang diukur dari puncak, hingga bokong. Saraf
sepanjang punggung bayi telah tertutup sistem pernafasan dan sistem pencernaan
mulai terbentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki
mulai tampak
g. Minggu ke-7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram. Kira kira
sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan
tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri,
begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru
h. Minggu ke-8
Panjaang kira-kira 14 sampai 20 mm. Bayi sudah mulai berbentuk diantaranya
pemebntukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Anggota tanggan serta kaki
juga berbentuk walaupun belum sempurna

i. Minggu ke-9
Telingga bagian luar mulai berbentuk, kaki dan tangan terus berkembang, berikut
jari kaki dan tangan mulai tampak. DJJ mulai terdengar, panjang sekitar 22-30
mm dan beratnya sekitar 4 gram.
j. Minggu ke-10
Semua organ penting mulai bekerjasama, pertumbuhan otak meningkat dengan
cepat hampir 250.000 sel saraf baru di produksi setiap menit. Bayi mulai seperti
manusia kecil dengan panjang 32-40 mm dan berat 7 gram
k. Minggu ke-11
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm, baik rambut, kuku jari tanggan dan
kakinya mulai tumbuh. Posisi bayi mulai berputar dan bisa dirasakan ibu.
l. Minggu ke-12
Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil, jari-jari tangan dan kaki
yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada dalam rongga perut akibat
meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin meningkat, panjangnya
sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram

6. KETIDAKNYAMANAN PADA TRIMESTER I / SERTA CARA


MENGATASINYA
a. Ngidam makanan
- Tidak seharusnya menimbulkan kekawatiran asal cukup berganti dan makanan
yang di idamkan bukan makanan yang tidak sehat
b. Morning sickness
- Minum teh panas dengan gula saat bangun dan sebelum berjalan
- Makan porsi sedikit tapi sering yang bergizi
c. Hipersalivasi
- Gunakan pembersih mulut jika diperlukan
- Kunyahlah permen karet dan hisaplah prmen yang keras
d. Sering berkemih atau nokturia
- Berkemihlah sesuai keperluan sekurang-kurangnya setiap 2 jam
- Tingkatkan mium air putih dan hindari cafein
e. Nyeri ulu hati
- Makan sedikit demi sedikit tapi sering
- Hindari makanan yang berlemak
f. Keringat bertambah
- Pakailah pakaian yang menyerap keringat atau dari bahan katun
- Banyak minum sedikit sedikit sesuai kebutuhan
- Mandi setelah keringat kering
g. Sakit kepala
- Lakukan latihan nafas dalam dan tehnik relaksasi supaya bisa rileks
- Mium 7 -8 gelas sehari sepaya idak mengalami dehidrasi
- Istirahatlah yang cukup dan makan sesuai gizi seimbang
h. Keputihan
- Tingkatkan kebersihan alat vital
- Hindari pakaian ketat dan CD yang terlalu ketat
- Setiap kali bak cebok dan ganti CD setelah mandi
i. Hidung tersumbat atau berdarah
- Gunakan pavorizer udara dingin
- Hindri penggunaan obat-obatan kombinasi
(Kusmiati, Yuni. 2009)
POHON MASALAH

Kehamilan
TM II
Hormon Esterogen & Progesteron meningkat
TM I
Hormon Esterogen meningkat
TM III

Sekresi HCL
Pembesaran & gerakan
Lambung menurun

BMR meningkat
Kapiler
Kandung kemih tertekan
Cairan vagina meningkat
Kebutuhan O2 meningkat
Rekalsasi otot otot
Relaksasi otot otot halus vaskuler
Hiperplasia
Mukosa, vagina, lendir 7 kelenjar endoserviks meningkat
Uterus membesar

- KIE perubahan fisiologi TM I


- KIE Keb nutrisi
- KIE Keb Istirahat
- KIE kontrol teratur
Kelelahan
Sering BAK
Mual dan Muntah
Perubahan darah meningkat
Metabolisme karbohidrat
Kapasitas kandung kemih menurun
Keputihan
Kerja jantung meningkat
Sirkulasi

- KIE perubahan fisiologi TM I


- KIE personal hygeine
- KIE kontrol teratur
Hiung berdarah
- KIE perubahan fisiologi TM I
- KIE kontrol teratur

- KIE perubahan fisiologi TM I


- KIE Keb Istirahat
- KIE kontrol teratur
- KIE perubahan fisiologi TM I
- KIE personal hygiene
- KIE pola minum
- KIE kontrol teratur

INTERVENSI
Diagnosa : G ..... P ....., ...... mg kesan jalan lahir normal, KU ibu baik
Tujuan : Ibu dapat menjalini masa kehamilan TM I hingga TM II tanpa
komplikasi
KH : KU baik
Kesadaran : Composmentis
TTV : TD : 110/70 – 120/80 mmHG
N : 80 – 100 x/menit
S : 36,5 – 37,5 C
RR : 16 – 24 x/menit
BB naik ± 1 kg dari sebelum hamil
TFU : 0-12 mg : 1 – 2 jari diatas symphisis
PP Test : (+) positif
Intervensi
1. Lakukan pendekatan terapeutik pada klien dan keluarga
R: dengan pendekatan terapeutik akan tercipta hubungan saling percaya dan
terjalin kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dan klien
2. Lakukan Cuci tangan sebelum dan setelah melakukan tindakan
R : mencegah infeksi silang antara pasien dan petugas kesehatan
3. Lakukan pemeriksaan fisik ibu hamil dan jelaskan hasil pemeriksaan
R : dengan melakukan pemeriksaan dapat menentukan tindakan selanjutnya dan
deteksi dini adanya bahaya kehamilan dan dengan penjelasan hasil pemeriksaan,
klien dapat mengetahui keadaannya dan bersedia bekerjasama dengan nakes saat
melakukan tindakan
4. Jelaskan pada ibu tentang perubahan fisiologi yang akan dialami ibu trimester I
R : ibu dapat beradaptasi, tidak cemas dan tidak khawatir dengan perubahan-
perubahan yang terjadi
5. Jelaskan tentang tanda-tanda bahaya yang mungkin terjadi pada kehamilan
trimester I
R : ibu dapat mengambil tindakan segera bila terjadi suatu masalah
6. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi
R : Trimester I masa pembentukan untuk janin sehingga perlu nutrisi yang cukup
agar janin terbentuk sempurna
7. Jelaskan tentang kebutuhan nutrisi ibu hamil
R : trimester I masa pembentukan untuk janin sehingga perlu nutrisi cukup agar
janin terbentuk sepurna
8. Lakukan pemeriksaan penunjang laboratorium
R : untuk menegakan diagnosa
9. Berikan tablet kalk
R : kalsium diperlukan untuk pembentukan organ-organ janin
10. Berikan tablet FE + Vit C
R : FE : volume plasma darah meningkat 50% sedangkan RBC meningkat hanya
10 -30% sehingga terjadi penurunan hematokrit
Vit C : membantu mengoptimalkan penyerapan FE
11. Memotivasi ibu untuk kunjungan ulang
R : deteksi dini tanda bahaya dan memantau perkembangan janin
12. Dokumentasi hasil pemeriksaan
R : sebagai bukti tertulis telah dilaukan tindakan dan untuk memantau
kesejahteraan janin

Masalah
A. Mual Muntah
Tujuan : masalah mual muntah teratasi
KH : KU ibu baik
Kesadaran : composmentis
N : 80-100 x/menit
Mata tidak cekung
Turgor kulit baik
Mual muntah berkurang dan ibu dapat makan dengan baik
Intervensi
1. Jelaskan penyebab terjadinya mual muntah
R : dengan penjelasan penyebab mual muntah yang diakibatkan saat kehamilan
terjadi perubahan hormn yang menyebabkan prubahan adaptasi lambung terhadap
makanan sehingga sering mual muntah, setelah dijelsakan maka ibu akan
mengerti dan bersedia bekerjasama dengan nakes saat melakukan tindakan
2. Anjurkan ibu menghindari bau-bauan yang menyengat atau faktor penyebab mual
muntah
R : mengurangi rasa mual yang menyebabkan muntah
3. Sarankan pada ibu agar tidak langsung turun dari tempat tidur ketika bangun tidur
R : menyesuaikan / menstabilkan aliran darah saat tidur dan pada saat baru
bangun, yang jika alirannya tiba-tiba berubah akan menyebabkan pusing dan
terjadinya mual muntah
4. Anjurkan ibu untuk makan dengan pola sedikit tapi sering
R : dengan makan sedikit tapi sering akan mengurangi rasa mual dan muntah
karena lambung akan cepat absorbsi makanan yang menurunkan tingkat keasaman
lambung sehingga bmual muntah dapat dicegah
5. Anjurkan ibu untuk duduk tegak setiap selesai makan
R : dengan posisi duduk tegak setelah makan, maka makanan akan cepat turun ke
lambung dan cepat diabsorbsi sehingga mual dapat dihindari

B. Sering buang air kecil


Tujuan : Keluahan sering buang air kecil teratasi
KH : KU ibu baik
Kesadaran : composmentis
Ibu mengerti tentang penyebab sering kencing
Intervensi
1. Jelaskan penyebab terjadinya sering kencing
R : dengan penjelasan sering kencing maka ibu akan mengerti dan bersedia
bekerjasama dengan nakes saat melakukan tindakan
2. Anjurkan ibu untuk segera mengosongkan kandung kemihnya saat ada dorongan
kuat untuk BAK
R : dengan segera mengosongkan kandung kemih maka akan mencegah infeksi
sehingga tingkat kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Kebutuhan cairan ibu dan
janin dapat terpenuhi dan dehidrasi dapat dicegah
3. Anjurkan ibu untuk menghindari konsumsi minuman yang mengandung zat
diuresis (misalnya: kopi, teh dll)
R : dengan menghindari konsumsi minumanan yang mengandung zat diuresis
seperti kopi dan teh yang merangsang BAK maka keluhan BAK akan berkurang
4. Ajari dan anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan genetalia dengan cara yang
benar
R : dengan menjaga kebersihan genetalia dengan cara benar maka infeksi dapat
dicegah sehingga tingkat kesehatan ibu dan janin tetap terjaga
C. Keputihan
Tujuan : masalah keputihan dapat teratasi
KH : KU ibu baik
Inspeksi genetalia tidak ditemukan ada gejala / tanda infeksi akibat
keputihan
Keputihan yang terjadi jernih sampai dengan putih
Tidak gatal dan tidak bau
Intervensi
1. Jelaskan penyebab terjadinya keputihan
R : dengan penjelasan penyebab keputihan yaitu akibat perubahan hormon
kehamilan yang meningkat eksresi genetalia yang menyebabkan keputihan,
setelah dijelaskan ibu akan mengerti dan bersdia bekerjasama dengan nakes saat
melakukan tindakan
2. Ajarkan dan anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan genetalia dengan cara yang
benar
R : dengan menjaga kebersihan genetalia dengan cara yang benar akan mencegah
terjadinya infeksi sehingga tingkat kesehatan ibu dan janin tetap terjaga
3. Anjurkan ibu untuk mengunakan celana dalam dengan bahan katun
R : dengan mengunakan celana dalam berbahan katun akan memudahkan
penyerapan cairan yang di dapat dari genetalia sehingga mencegah timbulnya
kuman dan jamur pada gentalia dan mencegah infeksi sehingga tingkat kesehatan
ibu dan janin tetap terjaga
4. Anjurkan ibu untuk menghindari pencucian vagina dengan bahan kimia
R : dengan mencegah pemakaian pencuci vagina berbahan kimia yang akan
menurunkan tingkat keasaman vagina dan mengandung kuman pada genetali yang
menyebabkan infeksi, dengan menghindari pemakaian pencucian vagina, maka
tingkat kesehatan ibu dan janin akan tetap terjaga

D. Kelelahan
Tujuan : Masalah kelelahan teratasi
KH : KU ibu baik
Kesadaran : composmentis
Ibu dapat menrima perubahan fisiologi tentang kelelahan yang terjadi
Intrvensi
1. Jelaskan penyebab terjadinya kelelahan
R : dengan penjelasn penyebab perjadinya kelelahan maka ibu akan mengerti dan
bekerjasama dengan nakes saat melakukan tindakan
2. Anjurkan ibu untuk cukup istirahat
R : dengan cukup istirahat maka tenaga ibu tidak akan banyak terkuras sehingga
tingkat kelelahan ibu dapat ditekan
3. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi vitamin B komleks
R : dengan konsumsi vitamin akan menjaga kestabilan matabolisme tubuh ibu dan
stamina ibu tetap terjaga sehingga tingkat kelelahan dapat ditekan
4. Anjurkan ibu untuk rutin melakukan olahraga yang ringan
R : dengan olahraga maka otot-otot menjadi tidak tegang dan erguna
memperlancar peredaran darah
5. Anjurkan ibu untuk cek Hb secara rutin
R : dengan cek Hb dapat mengetahui apakah Hb rendah karena menyebabkan
kelelahan dan cemas sehingga dengan cek Hb dapat mencegah terjadinya
komlikasi kelelahan akibat anemia

E. Hidung tersumbat / berdarah


Tujuan : masalah Hidung tersumbat teratasi
KH : KU ibu baik
Kesadaran : composmentis
RR : 16 – 24 x / menit
Ibu dapat mengerti penyebab hidung tersumbat
Intervensi
1. Jelaskan penyebab hidung tersumbat
R : dengan penjelasan hormon kehamilan yang menyebabkan hemodilusi
sehingga menyebabkan hidung tersumbat/berdarah, setelah dijelaskan ibu akan
mengerti dan bersedia bekrjasama dengan nakes saat melakukan tindakan
2. Anjurkan ibu menggunakan daun sirih untuk menghentikan perdarahan pada
hidung
R : dengan menggunakan daun sirih pendrahan hidung dapat terhenti dan
terhindar dari infeksi karena daun sirih mengandung antibiotik

Kebutuhan
A. KIE tentang perubahan fisiologi kehamilan TM I
Tujuan : kebutuhan informasi perubahan fisiologi
KH : KU ibu baik
TTV dalam batas normal
Pengetahuan ibu bertambah tentang perubahan fisiologi kehamilan
TM I
Intervensi
1. Jelaskan keadaan ibu dan janin ssat ini
R : dengan penjelasan keadaan ibu dan janin maka ibu akan mengerti dan
termotivasi untuk mnjga kesehatan sehingga kesehatan ibu dan janin terjaga
2. Jelaskan perubahan fisiologi kehamilan TM I
R : dengan mengtahui perubahan fisiologi kehamilan TM I maka ibu akan
menegrti dan terhindar dari khawatiran yang terjadi pada tubuhnya dalam batas
normal
3. Jelaskan tanda tanda bahaya kehamilan TM I
R : dengan penjelasan tanda bahaya kehamilan TM I maka ibu akan mengerti dan
termotivasi untuk melakukan tindakan sesuai dengan anjuran nakes
B. KIE tentang personal Hygiene
Tujuan : kebutuhan informasi kebersihan diri terpenuhi
KH : Kebersihan ibu terjaga
Kebutuhan informasi tentang kebersihan diri bertambahh
Intervensi
1. Jelaskan dan beri contoh cara membersihkan diri yang benar
R : dengan penjelasan yang diberikan contoh cara membersihkan diri maka ibu
akan mengerti dan termotivasi melakukan tindakan sesuai sehingga tingkat
kesehatan ibu dan janin tetap terjaga

IMPLEMENTASI
Tindakan dari intervensi sesuai kebutuhan klien

EVALUASI
Dilakukan untuk mengetahui sejauhmana keefektifitasan asuahan kebidanan yang
dilakukan dengan mengacu pada kriteria hasil

DAFTAR PUSTAKA

Kusmiati, yuni. Dkk.2009. Perawatan ibu hamil (asuhan Ibu Hamil).Jakarta:


Fitramaya
Manuaba, Ida Bagus Gede. 2009. Memahami kesehatan reproduksi Wanita.
Jakarta :EGC
Mochtar, Rustam. 2008. Sinopsis Obstetri, jilit I. Jakarta.EGC
Masjoer, Arif.2010.Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Jakarta : Media
Aesculapius
Prawirohardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayayasan Bina
Pustaka
LAPORAN PENDAHULUAN ANC TRIMESTER 1

LAPORAN PENDAHULUAN
ANC TRIMESTER 1

Oleh:

Nama: DESAK MADE BUDIARTINI

NIM: 1812063

YAYASAN KEPERAWATAN YOGYAKARTA


AKADEMI KEPERAWATAN “YKY”

YOGYAKARTA

2013

LAPORAN PENDAHULUAN

ANC TRIMESTER 1

OLEH

NAMA: DESAK MADE BUDIARTINI

NIM: 1812063

Telah Disyahkan Dan Disetujui Untuk Menjadi Laporan Individu Pada Tanggal:

Praktikan

(DESAK MADE BUDIARTINI)

Pembimbing Lapangan Pembimbing Pendidikan


( ) ( )

KEHAMILAN TRIMESTER I

I. PENGERTIAN

Kehamilan normal merupakan masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya
janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung
dari hari pertama haid terakhir.

Kehamilan dibagi dalam 3 trimester yaitu trimester pertama dimulai dari


konsepsi sampai 3 bulan, trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, trimester
ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.

Perubahan yang terjadi pada kehamilann Trimester I yaitu suatu perubahan


yang terjadi secara fisiologis pada seorang ibu hamil pada usia kehamilan 0-12 minggu.

II. TANDA DAN GEJALA WANITA HAMIL

1. Amenorhoe ( tidak dapat haid ). Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita
hamil tidak dapat haid lagi.

2. Nausea ( enek ) dan emesis ( muntah ). Enek terjadi umumnya pada bulan – bulan
pertama kehamilan, disertai kadang – kadang oleh emesis. Sering terjadi pada pagi hari,
tetapi tidak selalu. Keadaan ini lazim disebut morning sickness.

3. Mengidam sering terjadi pada bulan – bulan pertama, akan tetapi menghilang dengan
makin tuanya kehamilan.

4. Pingsan dijumpai bila berada pada tempat – tempat ramai. Hilang sesudah kehamilan
16 minggu.

5. Mammae menjadi tegang dan membesar. Keadaan ini disebabkan oleh pengaruh
estrogen dan progesterone yang merangsang duktuli dan alveoli di mammae.

6. Anoreksia
7. Sering kencing terjadi karena kandung kencing pada bulan – bulan pertama kehamilan
tertekan oleh uterus yang mulai membesar.

8. Obstipasi terjadi karena tonus otot menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormone
steroid.

9. Pigmentasi kulit terjadi pada kehamilan 12 minggu ke atas

10. Epulis suatu hipertrofi papilla ginggivae

11. Varises

12. Tanda Hegar

13. Tada Chadwick

14. Tanda Piscaseck. Uterus membesar kesalah satu jurusan sehingga menonjol jelas
kejurusan pembesaran tersebut.

15. Tanda Brackton Hicks, bila uterus dirangsang mudah berkontraksi

16. Suhu basal yang sesudah ovulasi tetap tinggi terus antara 37.2˚C sampai 37,8˚C

17. Cara khas yang dipakai untuk menentukan adanya human chorionic gonadotropin pada
kehamilan muda adaalh air kencing pertama pagi hari

III. TANDA PASTI KEHAMILAN

1. Dapat diraba dan dikenal bagian – bagian janin

2. Dapat dicatat dan didengar bunyi DJJ

3. Dapat dirasakan gerakan janin dan ballottement

4. Pada pemeriksaan USG / sinar rontgen tampak kerangka janin, kantong janin, panjang
janin.

IV. KEHAMILAN MUDA

1. Tubuh ibu akan berubah selama kehamilan. Rahim dan payudaranya akan membesar.
Banyak diantaranya yang akan merasa mual selama kehamilan muda
2. Untuk menjaga kesehatannya ibu perlu makan makanan yang bergizi seimbang dalam
jumlah cukup untuk kehamilannya.

a. Makan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
Hal ini perlu dijelaskan dengan contoh jenis makanan yang tersedia setempat dan
porsinya

b. Setiap hari makan lebih banyak makanan yang mengandung 2 jenis mineral yang
penting untuk kehamilan yaitu kalsiun dan zat besi. Makanan kaya kalsium misalnya ikan
kecil yang dimakan dengan tulangnya seperti teri, makanan berasl dari kedelai, seperti
tempe dan tahu. Makanan kaya zat besi misalnya hati ayam, ikan dan sayuran daun
berwarna hijau tua.

c. Makan makanna yang kaya zat besi, misalnya ayam, ikan, kacang dan biji – bijian. Bila
makanan tersebut dimakan dengan makanan yang mengandung vitamin C, seperti
tomat, sayuran berdaun hijau yang tidak dimasak terlalu matang dan buah – buahan
maka dapat menambah penyerapan zat besi

d. Minum 6 – 8 gelas cairan

3. Ibu hamil perlu minum tablet penambah darah untuk mencegah anemia :

a. Anemia menimbulkan rasa lelah dan tidak mampu bekerja keras. Pada ibu hamil,
anemia mengganggu kesehatan ibu dan janin

b. Tablet zat besifolat perlu diminum tiap hari paling sedikit selama 90 hari dan tidak
boleh diminum dengan susu, teh atau kopi, karena akan mengganggu penyerapannya.
Tablet zat besi folat dapat diperolehdari bidan atau dapat dibeli diapotek.

c. Kadang – kadang terdapat gangguan seperti sembelit, mual atau diare, bila ibu minum
tablet zat besi folat. Tetapi keluhan ini biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Bila
gangguan menetap, ibu perlu berkonsultasi dengan bidan.

4. Ibu hamil perlu menjaga agar tubuhnya bersih, merawat giginya dan berolahraga
ringan setiap hari

5. Ibu hamil perlu menghinari beberapa hal berikut selama hamil dan menyusui :

a. Berada dekat orang yang sedang sakit

b. Minum obat tanpa advis dokter dan tanpa alas an yang tepat

c. Gas yang mengganggu, asap rokok, debu dan zat kimia beracun
d. Masak dan menyimpan makanan dalam wadah yang mengandung zat
kimiadidalamnya.

V. KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN TRIMESTER I

1. Perdarahan nidasi

Proses nidasi blastosis kedalam endometrium akan menimbulkan perlukaan pada


jaringan endometrium, perdarahan nidasi tidak dianggap patologik, karena hanya
sedikit, berlangsung sebentar dan tidak berpengaruh buruk terhadap kehamilan

2. Abortus

Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandung

3. Kehamilan embriogenik

Kehamilan patologik, dimana mudigah tidak berbentuk sejak awal

4. Mola hidatidosa

Penyakit yang mengenai sel - sel trofoblas dan hanya ditemukan bila wanita itu hamil

5. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi bila telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh diluar
endometrium kavum uteri

VI. DIAGNOSIS BANDING KEHAMILAN

Pembesaran perut wanita tidak selamanya suatu kehamilan sehingga perlu dilakukan
diagnosis banding diantaranya :

1. Hamil palsu ( pseudocysesis ) atau kehamilan spuria


Dijumpai tanda dugaan hamil, tetapi dengan pemeriksaan alat canggih dan tes biologis
tidak menunjukkan kehamilan

2. Tumor kandungan atau mioma uteri

a. Terdapat pembesaran rahim, tetapi tidak disertai tanda hamil

b. Bentuk pembesaran tidak merata

c. Perdarahan banyak saat menstruasi

3. Kista ovarii

a. Pembesaran perut, tetapi tidak disertai tanda hamil

b. Dating bulan terus berlangsung

c. Lamanya pembesaran perut dapat melampaui umur kehamilan

d. Pemeriksaan tes biologis kehamilan dengan hasil negatif

4. Hematometra

a. Terlambat datang bulan yang dapat melampaui umur hamil

b. Perut terasa sakit setiap bulan

c. Terjadi tumpukan darah dalam rahim

d. Tanda dan pemeriksaan hamil tidak menunjukkan hamil yang positif

e. Sebab hymen in perforata

5. Kandung kemih yang penuh

Dengan melakukan kateterisasi, maka pembesaran perut akan menghilang

V. JADWAL PEMERIKSAAN ANC UNTUK TRIMESTER I


1. Dilakukan setiap 1 bulan sekali.
2. Pemeriksaan meliputi anamnesa untuk mengetahui keadaan normal dan keluhan
hamil muda.

 Pemeriksan fisik (umum, khusus, tambahan).

3. Pada kehamilan muda / trimester I pembesaran rahim belum/sulit diraba dari luar
sehingga perlu pemeriksa dalam.

VI. TUJUAN PEMERIKSAAN DAN PENGAWASAN IBU HAMIL

1. Tujuan Umum

Yaitu : menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu serta janin selama
dalam kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan bayi yang sehat.

2. Tujuan Khusus

a. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan,


persalinan dan nifas.

b. Mengenali dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin.

c. Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak.

d. Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan KB, persalinan, nifas
dan laktasi.
DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana. Jakarta : EGC

Mochtar, Rustam. 1999. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC

Prawirihardjo, Sarwono. 2006. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka

Depkes RI. 1999. Pedoman Pelayanan Kebidanan Dasar. Jakarta : Depkes RI


Laporan Pendahuluan Kehamilan

KEHAMILAN

Kehamilan adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel
telur dituba

Proses Kehamilan :

1. Konsepsi
Konsepsi adalah pertemuan ovum dengan inti Spermatozoa dan membentuk
zigot

2. Nidasi
Nidasi adalah proses penanaman blasma

3. Plasentasi

Perubahan Fisiologis saat Kehamilan

1. Perubahan Sistem Reproduksi


a. Uterus
Uterus membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim, serabut –
serabut kolagennya menjadi higroskopik. Bentuk dan konsistensi uterus juga
berubah, uterus biasanya mobil, pembuluh darah balik mengembang dan
bertambah. Serviks bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak.

b. Indung Telur

Ovulasi terhenti, korpus luteum graviditas masih ada sampai terbentuknya uri.

c. Vagina dan Vulva

Vagina dan Vulva terlihat lebih merah / kebiruan akibat hipenvaskularisasi dan
pembuluh darah genetalia internal membesar.

2. Payudara

Payudara membesar dan tegang akibat hormon samatomamotropin,


estrogen dan progesteron akan terapi belum mengeluarkan air susu.

3. Perubahan sistem Cardiovaskuler

Volume darah bertambah 25 % diikuti curah jantung yang meningkat


sebanyak  30 % kenaikan plasma darah mencapai 40 %, Leokosit meningkat
10.000 cc.

4. Perubahan Sistem Resprasi

Akibat perbesaran rahim usus tertekan kearah diafrakma sehingga timbul


keluha gerak dan nafas pendek.

5. Perubahan Sistem Urinarius

Kadang kencang tertekan oleh uterus yang membesar sehingga timbul sering
kencing.

6. Perubahan Sistem Pencernaan

Salivasi meningkat terus otot-otot pencernaan melemah sehingga mobilitas


dan makanan akan lebih lama dalam saluran pencernaan, resorpsi makanan
baik manun akan menimbulkan obstiposi
7. Perubahan Sistem Integumen

Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi yang disebabkan


oleh MSH yang meningkat.

8. Perubahan Sistem Endokrin

Kelenjar hipofise membesar.Selama kehamilan HCG diproduksi dalam


jumlah luar biasa begitu pula dengan hormon estrogen dan progesteron.

9. Metabolisme

BMR meningkat hingga 15 – 20 % dibutuhkan banyak protein untuk


pertumbuhan fetus, alat kandungan, payudara, badan ibu serta persiapan laktasi.

Jadwal Pemeriksaan Kehamilan

1. Periksa pertama kali sedini mungkin ketika haid terlambat 1 bulan.

2. Periksa ulang 1 x sampai kehamilan 7 bulan.

3. Periksa ulang 2 x sampai kehamilan 9 bulan.

4. Periksa ulang setiap minggu setelah kehamilan 9 bulan.

5. Periksa khusus bila ada keluhan.

DIAGNOSA KEHAMILAN

Lama kehamilan berlangsung sampai persalinan aterm sekitar 280-300 hari


dengan perhitungan sebagai berikut:

1. Kehamilan sampai 28 minggu dengan berat janin 1000 gram bila berakhir
disebut keguguran

2. Kehamilan 29-36 Minggu bila terjadi persalinan disebut prematuritas.

3. Kehamilan berumur 37-42 minggu disebut aterm.


4. Kehamilan 42 minggu disebut kehamilan lewat waktu atau postdastism
(serotinus)

Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan, yaitu :

1. Triwulan pertama : 0 – 12 Minggu

2. Triwulan kedua : 13 – 28 Minggu

3. Triwulan ketiga : 29 – 42 Minggu

Untuk dapat menegakkan kehamilan ditetapkan dengan melakukan penilaian


terhadap beberapa tanda dan gejala kehamilan :

1. Tanda-tanda dugaan hamil .

a. Amenorea (tidak dapat haid)

Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel degraf


dan ovulasi. Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan rumus naegel
dapat ditentukan perkiraan persalinan.

b. Mual (nausea) dan muntah (emesis)

Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pembentukan asam yang


berelebihan. Menimbulkan mual dan muntah terutama pagi hari yang dapat
disebut morning sickness. Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat diatasi.
Akibat mual dan muntah , nafsu makan berkurang.

a. Ngidam

Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang


demikian disebut ngidam.

b. Sinkop atau pingsan

Terjadi gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia


susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope atau pingsan. Keadaan ini
menghilang setelah usia kehamilan 16 minggu.

c. Payudara tegang.
Pengaruh estrogen –progesteron dan somatomamotropin menimbulkan
deposit lemak, air dan garam pada payudara. Payudara membesar dan tegang.
Ujung saraf tertekan dan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama.

d. Sering miksi

Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh


dan sering miksi. Pada triwulan kedua sudah menghilang.

e. Konstipasi atau obstipasi

Pengaruh progesterone dapat menghambat peristaltik usus menyebabkan


kesulitan untuk buang air besar.

f. Pigmentasi kulit

- Sekitar pipi (cloasma gravidarum), keluarnya melaniphore stimulating hormone


hipofisis anterior menyebabkan pigmentasi kulit pada kulit.

- Dinding perut (striae livide, striae nigra, dan linea alba makin hitam).

- Sekitar payudara (hiperpigmentasi areola mamae, puting susu makin menonjol,


kelenjar Montgomery menonjol, dan pembuluh darah menifes sekitar payudara.

g. Epulis.

Hipertropi gusi disebut epulis dapat terjadi bila hamil

h. Varises atau penampakan pembuluh darah vena.

Karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron terjadi penampakan


pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat.
Penampakan pembuluh darah itu terjadi di sekitar genetalia eksterna, kaki, betis
dan payudara. Penampakan pembuluh darah ini dapat menghilang setelah
persalinan.

2. Tanda tidak pasti kehamilan.

a. Rahim membesar sesuai tuanya kehamilan.

b. Pada pemeriksaan dalam dijumpai (tanda hegat, tanda chadwicks, tanda


piscaseck, kontraksi braxton hicks, dan teraba ballottement)

c. Pemeriksaan tes biologi kehamilan positif (sebagian kemungkinan positif palsu).


3. Tanda pasti kehamilan.

a. Gerakan janin dalam rahim : terlihat/teraba gerakan janin dan teraba bagian-
bagian janin.

b. Denyut jantung janin: didengar dengan stetoskop laenec, alat kariotokografi, alat
doppler. Dilihat dengan ultrasonografi. Pemeriksaan alat canggih, yaitu rontgen
untuk melihat kerangka janin, ultrasonografi.

4. Keluhan Fisiologi

a. Emesis Gravidarum

Emesis Gravidarum merupakan keluhan umum yang disampaiakn pada


kehamilan muda. Terjadinya kehamilan menimbulkan perubahan hormonal pada
wanita karena terdapat peningkatan hormon estrogen, progesteron dan
dikeluarkannya Human chorionic gonadotropine plasenta. Hormon-hormon inilah
yang diduga menyebabkan emesis gravidarum. Gejala Emesis Gravidarum
adalah kepala pusing terutama pada pagi hari disertai mual muntah sampai
kehamilan berumur 4 bulan.

b. Kram pada kaki

Keluhan kram kaki terutama betis. Kejadian kram betis berkaitan dengan
mual, muntah, kurangnya makan, sehingga terdapat perubahan keseimbangan
elektrolit dengan kalium, kalsium dan natrium yang menyebabkan terjadi
perubahan berkelanjutan dalam darah dan cairan tubuh. Ditambah makanan
yang masuk berkurang sehingga terjadi perubahan metabolisme tubuh yang
menjurus ke arah pembakaran lemak dan protein dengan menimbulkan badan
keton.

Perubahan metabolisme dapat mengubah keseimbangan asam-basa,


cairan tubuh dan darah sehingga menambah terjadinya kram pada kaki. Keluhan
ini berangsur-angsur akan menghilang atau berkurang dengan makin tuanya
umur kehamilan dan masukan makanan yang bertambah.

c. Varises

Varises merupakan pembesaran dan pelebaran pembuluh darah vena,


kejadian varises pada wanita hamil disebabkan oleh:

1. Faktor bakat atau keturunan


2. Faktor multi para sampai grandemultipara

3. Terdapat peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama hamil.

d. Ngidam

Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan demikian


disebut ngidam .

e. Sering Miksi

Desakan rahim kedepan menyebabkan kandung kemih terasa cepat penuh


dan sering miksi. Pada triwulan kedua sudah menghilang.

f. Konstipasi atau obstipasi

Pengaruh hormon progesteron dapat menghambat peristaltik usus


sehingga menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.

I. PENGKAJIAN DATA FOKUS

 Data Subyektif

 Riwayat obstetri

Riwayat Haid : HPHT lama haid, siklus, jumlah, menarche, dismenothoe, flour
albus

 Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu dan sekarang ANC, imunisasi
TT, keluhan misalnya : Mual. Muntah, sering kencing, sesak nafas.

 Riwayat Kesehatan

 Pola kehidupam sehari-hari

 Keadaan psikososial

 Data Obyektif

 TTV, suhu, nadi, tekanan darah, RR

 Keadaan umum

 Pemeriksaan fisik (inspeksi, palpasi, uopold, perkusi, aulkustasi)


II. DIAGNOSIS KEBIDANAN

G papah usia kehamilan .................... dengan ...................

Masalah.

1. Perubahan anatomis dan fisiologis

2. Keluhan-keluhan dalam kehamilan

Fisik dan psikologis

Kebutuhan :

Memberikan penyuluhan dan konseling kepada ibu hamil sesuai kebutuhan ibu.

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL

____

IV. EVALUASI KEBUTUHAN SEGERA

____

V. PERENCANAAN DAN RASIONALISASI

Kebidanan Intervensi Rasionalisasi

G... Papah 1. Melakukan TTV 1. Mengetahui keadaan dan kondisi


pasien secara umum
Usia Kehamilan
2. Mengetahui suatu kelainan secara
A/T/H 2. Pemeriksaan fisik inspeksi umum
Intia Utelin 3. Mengetahui TFU sesuai dengan
3. Pemeriksaan palpasi uopold usia kehamilan / tidak

 Masalah emesis
graviidarum 4. Mempersiapkan kebutuhan darah
saat persalinan, mengurangi mual
4. Pemberian Fe vitamin dan yodium muntah, meningkatkan kecerdasan
Penurunan ras percaya bayi.
diri 5. Untuk mengetahui perkembangan
dan kelainan lebih lanjut dalam
masa kehamilan
Body image

Suring Kencing 5. Jadwal kunjungan ulang 1. Mengetahui proses dan perubahan


selama hamil

2. mengurangi mual muntah dan


mencukupi kebutuhan nutrisi

1. Menjelaskan proses kehamilan dan


perubahan yang terjadi selama 3. Memenuhi kebutuhan nutrisi
hamil

2. Menganjurkan minum teh hangat 4. Makanan berlemak dapat


dan biskuit sebelum beranjak dari meningkatkan rasa mual, agar
tempat tidur
mual berkurang
3. Menganjurkan makan sedikit tapi
sering
1. Mengetahui perubahan yang
4. Menganjurkan mengurangi
terjadi selama kehamilan
makanan berlemak.
2. Agar pasien lebih percaya diri
percaya diri dan mengetahui
perubahan pada dirinya adalah
normal dalam kehamilan
1. Menjelaskan perubahan anatomis
kehamilan

2. Konseling dan penyuluhan

1. Karena keluhan akan menghilang


bila telah terjadi persalinan

1. Mengetahui proses dan perubahan


selama kehamilan
1. Konseling pada pasien tidak perlu 2. Agar ibu tidak merasa lemas dan
takut dan kawatir khawatir tentang keluhan tersebut

1. Menjelaskan proses dan perubahan


selama kehamilan

2. Menjelaskan keluhan sering kencing


adalah fisiologis pada trimester I
karena penekanan pembesaran
rahim pada vesica urinaria

DAFTAR PUSTAKA

Wiknjosastro, Hanifa, 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBPSP

Manuaba, Ida Bagus Gde, 2002. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC

BPPUK, 1999. Pedoman Penanggulangan Efek Sampling Komplikasi Kontrasepsi.


Jakarta : BPPUK
laporanpendahuluan
ibu hamil trimester 1
BINTANG SIRIUS - 00.08

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurunkan Angka Kematian Anak. Angka kematian bayi di Indonesia


menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dari 68 pada tahun 1991
menjadi 34 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, sehingga target
sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 diperkirakan da
pat tercapai. Demikian pula dengan target kematian anak diperkirakan a
kan dapat tercapai. Namun demikian, masih terjadi disparitas regional p
encapaian target, yang mencerminkan adanya perbedaan akses atas pel
ayanan kesehatan, terutama di daerah-
daerah miskin dan terpencil. Prioritas kedepan adalah memperkuat sist
em kesehatan dan meningkatkan akses pada pelayanan kesehatan terut
ama bagi masyarakat miskin dan daerah terpencil.(MDGs4)
Meningkatkan Kesehatan Ibu. Dari semua target MDGs, kinerja penurun
an angka kematian ibu secara global masih rendah. Di Indonesia, angka
kematian ibu melahirkan (MMR/Maternal Mortality Rate) menurun dari
390 pada tahun 1991 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada ta
hun2007
Target pencapaian MDG pada tahun 2015 adalah sebesar 102 per 100.0
00 kelahiran hidup, sehingga diperlukan kerja keras untuk mencapai tar
get tersebut. Walaupun pelayanan antenatal dan pertolongan persalina
n oleh tenaga kesehatan terlatih cukup tinggi, beberapa faktor seperti ri
siko tinggi pada saat kehamilan dan aborsi perlu mendapat perhatian. U
paya menurunkan angka kematian ibu didukung pula dengan meningkat
kan angka pemakaian kontrasepsi dan menurunkan unmet need yang di
lakukan melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB dan keseh
atan reproduksi.
Ke depan, upaya peningkatan kesehatan ibu diprioritaskan pada perluas
an pelayanan kesehatan berkualitas, pelayanan obstetrik yang kompreh
ensif, peningkatan pelayanan keluarga berencana dan penyebarluasan k
omunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Setelah melaksanakan praktek klinik, diharapkan mahasiswa dapat mela


ksanakan Asuhan Kebidanan Antenatal Care pada ibu hamil fisiologi tri
mester II menggunakan pola pikir ilmiah melalui pendekatan manajeme
n kebidanan.

2. Tujuan Khusus

Diharapkan mahasiswa mampu :

a. Melakukan pengkajian pada ibu hamil.

b. Menentukan identifikasi diagnosa atau masalah pada ibu.

c. Menentukan antisipasi masalah potensial.

d. Mengidentifikasi kebutuhan segera.

e. Menentukan rencana Asuhan Kebidanan disertai rasional dan interve


nsi.
f. Melaksanakan intervensi yang telah ditetapkan.

g. Mengevaluasi keberhasilan asuhan yang dilakukan.

BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Konsep Dasar Kehamilan Trimester II

1 Pengertian
Masa kehamilan trimester II merupakan suatu periode pertumbuhan ya
ng cepat. Pada periode ini bunyi jantung janin sudah dapat didengar, ge
rakan janin jelas, panjang janin kurang lebih 30 cm dan beratnya kurang
lebih 600 gr. Pada periode ini , dokter dan bidan biasanya mengadakan
pemeriksaan terhadap berat dan tekanan darah, pemeriksaan urin, deta
k jantung baik ibu maupun janin serta kaki dan tangan untuk melihat ad
anya pembekakan (odema) dan gejaja gejala yang umum terjadi.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kemungkinan timb


ulnya suatu penyakit yang membahayakan proses pertumbuhan dan per
kembangan janin pada akhir masa kehamilan

2 Tanda-tanda Kehamilan

Tanda dan gejala kehamilan, yaitu :

a. Tanda-tanda persumtif atau tanda-tanda mungkin kehamilan :

1) Amenorrhoe (tidak haid).

2) Mual dan muntah (nausea dan vimiting).

3) Mengidam (ingin makan sesuatu).

4) Tidak tahan suatu bau-bauan.

5) Pingsan.

6) Tidak selera makan (anoreksia).


7) Lelah (fatique).

8) Payudara membesar.

9) Miksi sering.

10) Konstipasi atau obstipasi.

11) Pigmentasi kulit.

12) Epulsi.

13) Penekanan vena-vena (varises).

b. Tanda-tanda kemungkinan hamil

1) Perut membesar.

2) Uterus membesar.

3) Tanda Hegar.

4) Tanda Chadwick.

5) Tanda Piskacesk.

6) Braxton Hicks.

7) Teraba Ballotement.
8) Reaksi kehamilan (Mochtar,)

c. Tanda-tanda pasti hamil

1) Gerakan janin.

2) Denyut jantung janin.

3) Terlihat tulang-tulang janin dalam foto Rontgen. (Mochtar, )

3 Perubahan Anatomi dan Fisiologis Wanita Hamil

a. Sistem Reproduksi

1) Uterus

Terjadi perubahan bentuk dan ukuran uterus akibat pengaruh dari estro
gen dan progesteron. Pada kehamilan 4 bulan uterus berbentuk bukit. H
ubungan antara besarnya dengan tuanya kehamilan sangat penting dike
tahui, diantaranya untuk mengetahui diagnosa apakah wanita tersebut
hamil fisiologis atau hamil ganda atau menderita penyakit seperti mola
hidatidosa dan sebaganinya (Saifudin, Abdul Bari. 2008)

2) Ovarium
a) Fungsi proliferasi (generatif) yaitu sumber ovum selama masa repro
duksi.

b) Fungsi Sekretorik (vegetatif) yaitu tempat pembentukan dan pengelu


aran hormon steroid (estrogen, progesteron, androgen) dengan terjadin
ya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum gravidaru
m akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sem
purna pada umur 16 minggu seterlah plasenta terbentuk, korpus luteu
m mengecil (Saifudin, Abdul Bari. 2008)

3) Vagina

Karena hormon estrogen dan progesteron terus meningkat dan perjadi


hipervascularisasi mengakibatkan pembuluh –
pembuluh darah dan alat genetalia interna akan membesar. Hal ini terj
adi karena oksigenasi dan nutrisi pada alat –
alat genetalia tersebut meningkat. Peningkatan sensitifitas dan mening
katkan keinginan dan bangkitnya nafsu seksual. Khususnya selama Trim
ester II kehamilan. Peningkatan Kongesti kehamilan relaksasi dingin pe
mbuluh darah dan uterus akan dapat menyebabkan timbulnya odema d
an varices vulva. (Kusmiati, Yuni. 2009)

b. Payudara

Pada kehamilan 12 minggu ke atas dari puting susu dapat keluar cairan
berwarna putih agak jernih disebut colostrum. Colostrum berasal dari as
inus yang bersekresi. Selama trimester kedua pertumbuhan kelenjar ma
mmae meningkat secara progesif. Kadar hormon luteal dan plasenta pa
da masa hamil meningkatkan proliferasi ductus laktiferus dan jaringan l
ubulus alveolar sehingga pada palpasi teraba penyerapan nodul kasar. P
eregangan ligamentum cooper sucpensosium fibrosa. Walaupun perkem
bangan kelenjar mammae secara fungsional lengkap pada pertengahan
masa hamil, tetapi laktasi terlambat sampai kadar estrogen menurun, y
akni setelah janin dan plasenta lahir. (Pantikawati, Ika. 2010)

c. Sistem Respirasi

Karena adanya penurunan tekanan CO2 seorang wanita hamil sering me


ngeluhkan sesak nafas sehingga meningkatkan usaha bernafas. (Pantika
wati, Ika. 2010.

d. Sistem Pencernaan

Biasanya terjadi Konstipasi karena pengaruh hormon progesteron yang


meningkat selain itu perut kembung juga terjadi karena adanya tekanan
uterus yang membesar dalam rongga perut yang mendesak organ –
organ dalam perut khususnya saluran pencernaan, usus besar, ke arah
atas dan lateral, wasir (hemoroid). Cukup sering pada kehamilan sebagi
an besar akibat konstipasi dan naiknya tekanan vena –
vena di bawah uterus termasuk vena hemoroid, perut panas (heartburn
) terjadi karena aliran balik asam gastrik ke dalam esofagus bagian bawa
h (Kusmiati, Yuni. 2009)

e. Sistem Kardiovasculer

Pada usia kehamilan 16 minggu, mulai jelas kelihatan terjadinya proses


hemodilusi. Setelah 24 minggu tekanan darah sedikit demi sedikit meng
alami kenaikan kembali tekanan darah sebelum aterm.

Perubahan auskultasi mengiringi perubahan ukuran dan posisi jantung j


uga menimbulkan perubahan hasil auskultasi yang umum terjadi selama
masa hamil. Bunyi spitting S1 dan S2 lebih jelas terdengar. S3 lebih jelas t
erdengar setelah minggu ke 20 gestasi. Selain itu murmur ejeksi sistolik
tingkat II dapat di dengar di daerah pulmonal. (Pantikawati, Ika. 2010)

f. Sistem tractus urinarius

Kandung kemih tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang.


Pada trimester II kandung kemih tertarik keatas dan keluar dari panggul
sejati kearah abdomen. Uretra memanjang sampai 7,5 cm karena kandu
ng kemih bergeser ke arah atas. Kongesti panggul pada masa hamil di tu
njukkan oleh hyperemia kandung kemih dan uretra. Peningkatan vaskul
arisasi ini membuat mukosa kandung kemih dapat menurun. Hal ini me
mungkinkan distensi kadung kemih sampai sekitar 1500 ml. Pada saat y
ang sama pembesaran uterus menekan kandung kemih, menimbulkan r
asa ingin berkemih, walaupun kemih haya berisi sedikit urine. (Pantikaw
ati, Ika. 2010)

g. Sistem musculosletal

Selama trimester II mobilitas persendian akan berkurang terutama di da


erah siku dan pergelangan tangan dengan meningkatnya retensi cairan
pada jaringan konektif/ jaringan yang berhubungan di sekitarnya. (Panti
kawati, Ika. 2010)

h. Sistem Integument

Akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron kadar MSH


nya pun meningkat (Kusmiati, Yuni. 2009)

i. Sistem endokrin

Adanya peningkatan estrogen dan progesteron serta bertambahnya pe


mbentukan FSH dan LH. (Pantikawati, Ika. 2010)

j. Kenaikan berat badan

Kenaikan berat badan 0,4 –


0,5 kg perminggu selama sisa kehamilan. (Pantikawati, Ika. 2010)
4. Perubahan Psikologi Ibu Hamil Trimester II

Trimester II adalah periode dimana ibu sudah menerima kehamilannya.


Dalam trimester II alat-
alat telah dibentuk, tetapi belum sempurna dan viabilitas janin masih

disangsikan.Perubahan psikologis pada kehamilan trimester kedua yaitu


:

a. Morning sickness (mual, muntah pagi hari) mulai hilang, keadaan ibu
hamil lebih sehat.

b. Ibu sudah siap dan konsentrasi terhadap kehamilan.

c. Ibu memilih berkonsul atau diserahkan kepada orang tua (ibu).

d. Keadaan ibu tidak stabil tetapi labil (mudah marah).

e. Merasakan gerakan bayi (usia kehamilan 4-5 bulan pertama).

f. Terkadang ibu hamil merasa menyesal.

g. Libido meningkat.

Reaksi emosional selama kehamilan trimester kedua :

a. Perasaan cenderung menjadi lebih stabil.

b. Kedua pasangan lebih sering tampak sehat dan bersemangat untuk


menyiapkan kelahiran bayinya.
c. Pada usia kehamilan 20 minggu mulai terasa pergerakan janin, perut
membesar dan kehamilan mulai nyata.

d.Cenderung mencintai dirinya sendiri atau pasif, tertutup karena berko


nsentrasi pada kebutuhannya sendiri yaitu bayinya.

5. Ketidaknyamanan Pada Ibu Hamil Trimester ll

a. Rasa nyeri ulu hati

Fisiologi : peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan rel


aksasi otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesa
r yang mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambu
ng naik ke kerongkongan.

Solusi : jangan makan dalam jumlah yang besar terutama sebelum m


au tidur, jauhi makanan pedas berminyak/berlemak, waktu tidur malam
tinggikan posisi kepala.

b. Pembengkakan
Fisiologi : Hal ini terjadi karena peningkatan hormon progesteron
yang bersifat menahan cairan. Pada trimester kedua ini akan tampak se
dikit pembengkakan kaki dan tangan, hal ini sering terjadi karena psosisi
duduk atau berdiri yang terlalu lama.

Solusi : -
Jangan melakukan posisi duduk dan berdiri yang terlalu lama, biasaka
n jalan-jalan di pagi hari

c. Pusing

Fisiologi : Pusing menjadi keluhan yang sering selama kehamilan


trimester kedua. Hal ini dapat terjadi ketika pembesaran rahim ibu men
ekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah men
urun.

Solusi : Atasi dengan melakukan perpindahan posisi perlahan-


lahan atau bertahap untuk menghindari perubahan tekanan darah men
dadak.

d . Perubahan kulit

Fisiologi : Perenggangan kulit yang berlebih biasannya pada perut da


n payudara akibat perenggangan kulit ini ibu hamil dapat merasa gatal.

Solusi : -
Krim yang mengandung vitamen E juga dapat membantu menghilangk
an garis-garis rengangan pasca lahir.
-
Jika saat hamil merasa gatal didaerah rengangan, bisa dikompres deng
an air hangat untuk mengurangi rasa gatal.

e. Kram pada kaki

Fisiologi : Kram otot ini timbul karena pembesaran uterus yang me


mberikan tekanan pada pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menja
di lambat saat kehamilan.

Solusi : -
Atasi dengan istirahat dengan jalan kaki diangkat ke atas

- Minum-minuman cukup kalsium

- Bila kram saat duduk atau tidak, coba untuk menggerakan jari-
jari ke arah atas.

6. Tanda bahaya kehamilan

Pada umumnya 80-


90 % kehamilan akan berlangsung normal dan hanya 10-
12 % kehamilan yang disertai dengan penyulit atau berkembang menjad
i kehamilan patologis. Kehamilan patologis tidak terjadi secara mendada
k karena kehamilan dan efeknya terhadap organ tubuh berlangsung sec
ara bertahap dan berangsur-
angsur. Deteksi dini gejala dan tanda bahaya selama kehamilan merupa
kan upaya terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan yang serius ter
hadap kehamilan ataupun keselamatan ibu hamil. Faktor predisposisi da
n adanya penyulit penyerta sebaiknya diketahui sejak awal sehingga da
pat dilakukan berbagai upaya maksimal untuk mencegah gangguan yang
berat baik terhadap kehamilan dan keselamatan ibu maupun bayi yang
dikandungnya, diantaranya perdarahan, preeklamsi, nyeri hebat di daer
ah abdominopelvikum.

Gejala dan tanda lain yang harus diwaspadai yang terkait dengan gangg
uan serius selama kehamilan adalah muntah berlebihan, disuria, meng
gigil atau demam, ketuban pecah dini atau sebelum waktunya, uterus
lebih besar atau lebih kecil dari kehamilan yang sesungguhnya. (Sarwo
no, 2008)

Menurut Yeyeh (2009), Pada ibu hamil ada tujuh tanda bahaya dalam ke
hamilan, meliputi :

a. Perdarahan vagina pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak

normal adalah merah, perdarahan banyak, atau perdarahan dengan nye


ri.

b. sakit kepala yang hebat. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masal
ah yang serius adalah sakit kepala hebat, yang menetap dan tidak hilang
dengan beristirahat. dengan sakit kepala yang hebat, penglihatan ibu m
enjadi kabur atau terbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan a
dalah gejala dari preeklampsi.

c. Pandangan kabur, rabun senja (Anemia)

d. Demam tinggi yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa.

e. Nyeri abdomen yang hebat. Nyeri abdomen yang hebat, menetap, da


n tidak hilang setelah beristirahat. Hal ini seperti appendicitis, persalina
n preterm, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang panggul, gastritis
, penyakit kantong empedu, abrupsi plasenta, infeksi saluran kemih dan
infeksi lain.

f. Bengkak pada muka atau tangan bisa menunjukkan masalah serius jik
a muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan d
isertai dengan keluhan fisik yang lain.

g. Bayi kurang bergerak seperti biasa. Ibu mulai merasakan gerakan bay
inya pada bulan ke5 atau ke-
6, beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi t
idur gerakannya akan melemah.

h. Ketuban Pecah Dini (KPD), Ketuban pecah dini adalah keluarnya caira
n ketuban dari vagina setelah kehamilan berusia 22 pekan. Ketuban din
yatakan pecah lebih dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangs
ung. Jika ibu hamil mengalami ketuban pecah dini, hendaknya memeriks
akan diri ke bidan atau dokter, karena kondisi tersebut dapat memperm
udah terjadinya infeksi pada kandungan yang dapat membahayakan ibu
maupun janinnya.
7. Kebutuhan Dasar Ibu Hamil

a. Oksigen
Paru-
paru bekerja lebih berat untuk keperluan ibu & janin. Pada hamil tua se
belum kepala masuk panggul, paru-
paru terdesak ke atas sehingga menyebabkan sesak
nafas. Untuk mencegah hal tersebut maka ibu hamil perlu:

1) Latihan nafas dengan senam hamil

2) Tidur dengan bantal yang tinggi

3) Makan tidak terlalu banyak

4) Hentikan merokok

5) Konsultasikan ke dokter bila ada gangguan nafas seperti asma


Posisi miring kiri dianjurkan untuk meningkatkan perfusi uterus dan oksi
genasi fetoplasenta dengan mengurangi tekanan vena asenden (hipoten
si supine)

b. Nutrisi
Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat 15 % dibandingkan dengan kebutuh
an wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan i
bu dan janin. Makanan dikonsumsi ibu hamil 40 % digunakan untuk pert
umbuhan janin dan sisanya (60 %) digunakan untuk pertumbuhan ibuny
a. Secara normal kenaikan berat badan ibu hamil 11-13 kg.
c. Personal Hygiene
Personal hygiene adalah kebersihan yang dilakukan untuk diri sendiri. K
ebersihan badan mengurangkan kemungkinan infeksi, karena badan yan
g kotor banyak mengandung kuman-kuman.

d. Pakaian
Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman, mudah menyerap keri
ngat, mudah dicuci, tanpa sabuk / pita yang menekan dibagian perut / p
ergelangan tangan, pakaian juga tidak baik terlalu ketat dileher, stoking
tungkai yang sering digunakan oleh sebagian wanita tidak dianjurkan ka
rena dapat menghambat sirkulasi darah. Pakaian wanita hamil harus rin
gan dan menarik karena wanita hamil tubuhnya akan tambah menjadi b
esar. Sepatu harus terasa pas, enak dan aman, sepatu bertumit tinggi da
n berujung lancip tidak baik bagi kaki, khususnya pada saat kehamilan k
etika stabilitas tubuh terganggu dan cedera kaki yang sering terjadi. Kao
s kaki ketat tidak boleh digunakan

e. Eliminasi
Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancar
, untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu min
um dan menjaga kebersihan sekitar kelamin perubahan hormonal mem
pengaruhi aktivitas usus halus dan besar, sehingga buang air besar men
galami obstipasi (sembelit). Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang
disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil, untuk mengatasi se
mbelit dianjurkan untuk meningkatkan gerak, banyak makan makanan b
erserat (sayur dan buah-
buahan). Sembelit dapat menambah gangguan wasir menjadi lebih besa
r dan berdarah.

f. Seksual
Masalah hubungan seksual merupakan kebutuhan biologis yang tidak d
apat ditawar, tetapi perlu diperhitungkan bagi mereka yang hamil, keha
milan bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual.
Pada hamil muda hubungan seksual sedapat mungkin dihindari, bila ter
dapat keguguran berulang atau mengancam kehamilan dengan tanda in
feksi, pendarahan, mengeluarkan air. Pada kehamilan tua sekitar 14 hari
menjelang persalinan perlu dihindari hubungan seksual karena dapat m
embahayakan. Bisa terjadi bila kurang higienis, ketuban bisa pecah, dan
persalinan bisa terangsang karena, sperma mengandung prostaglandin.
Perlu diketahui keinginan seksual ibu hamil tua sudah berkurang karena
berat perut yang makin membesar dan tekniknya pun sudah sulit dilaku
kan. Posisi diatur untuk menyesuaikan pembesaran perut.

g. Mobilisasi, Body Mekanik

Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri de


ngan baik dan kiat berdiri duduk dan mengangkat tanpa menjadi tegang
. Body mekanik (sikap tubuh yang baik) diinstruksikan kepada wanita ha
mil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-
hari yang aman dan nyaman selama kehamilan.
h. Exercise / Senam Hamil

Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai be
rikut:

1) Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi


hati untuk dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, v
arices, bengkak dan lain-lain.

2) Melatih dan mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dala


m kehamilan dan proses persalinan. Dengan demikian proses relaksasi d
apat berlangsung lebih cepat dan kebutuhan 02 terpenuhi

3) Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-


otot dinding perut, otot-otot dasar panggul dan lain-lain.

4) Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama kehamilan.

5) Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan r


elaksasi.

6) Mendukung ketenangan fisik Beberapa persyaratan yang harus diper


hatikan untuk melakukan senam hamil sebagaiberikut

a) Kehamilan normal yang dimulai pada umur kehamilan 5 bulan (22 mi


nggu)
b) Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yan
g menjalani kesakitan persalinan/melahirkan anak prematur pada persal
inan sebelumnya.

c) Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang

d) Berpakaian cukup longgar dan nyaman untuk bergerak

e) Gunakanm alas khusus atau matras.

i. Istirahat / Tidur

Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi t


idak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang
tidak disukainya. Wanita hamil juga harus menghindari posisi duduk, be
rdiri dalam waktu yang sangat lama. Ibu hamil harus mempertimbangka
n pola istirahat dan tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun k
esehatan bayinya. Kebiasaan tidur larut malam dan kegiatan-
kegiatan malam hari harus dipertimbangkan dan kalau mungkin dikuran
gi hingga seminimal mungkin. Tidur malam + sekitar 8 jam/ istirahat/ tid
ur siang ± 1 jam.
j. Imunisasi
Kehamilan bukan saat untuk memakai program imunisasi terhadap berb
agai penyakit yang dapat dicegah. Hal ini karena kemungkinan adanya a
kibat yang membahayakan Janin. Imunisasi harus diberikan pada wanita
hamil hanya imunisasi TT untuk mencegah kemungkinan tetanus neona
torum. Imunisasi TT harus diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak wakt
u TT1 dan TT2 minimal 1 bulan, dan ibu hamil harus sudah diimunisasi le
ngkap pada umur kehamilan 8 bulan..

k. Travelling
Wanita hamil harus berhati-
hati melakukan perjalanan yang cenderung lama dan melelahkan, karen
a dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan gangguan s
irkulasi serta Oedema tungkai karena kaki tergantung jika duduk terlalu
lama. Sabuk pengaman yang dikenakan dikendaraan jangan sampai me
nekan perut yang menonjol. Jika mungkin perjalanan yang jauh sebaikny
a dilakukan dengan pesawat udara. Ketinggian tidak mempengaruhi keh
amilan, bila kehamilan telah 35 minggu ada perusahaan penerbangan y
ang menolak membawa wanita hamil ada juga yang menerima dengan c
atatan keterangan dokter yang menyatakan cukup sehat untuk bepergia
n. Berpergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi / diar
e karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti bia
sanya karena akibat perjalanan yang melelahkan
l. Persiapan Laktasi

Persiapan menyusui pada masa kehamilan merupakan hal yang penting


karena dengan persiapan dini ibu akan lebih baik dan siap untuk menyu
sui bayinya. Untuk itu ibu hamil sebaiknya masuk dalam kelas Bimbinga
n Persiapan Menyusui (BPM). Suatu pusat pelayanan kesehatan seperti
RS, RB dan Puskesmas harus mempunyai kebijakan yang berkenaan den
gan pelayanan ibu hamil yang menunjang keberhasilan menyusui

8. Standar Pelayanan Ante Natal Care (ANC)

Standar 1 : Metode Asuahan

Asuahan kebidanan dilakukan dengan metode manajamen, kebidanan

dengan langkah : Pengumpulan data dan analisis data, penentuan diagn


osa perencananevaluasi dan dokumentasi.

Standar 2: Pengkajian

Pengumpulan data tentang status kesehatan klien di lakukan sacara sist


ematis berkisinambungan.Data yang dioeroleh dicatat dan dianalisis.

Standar 3 : Identifikasi ibu hamil


Bidan memlakukan kunjungan rumah dan berintraksi dengan masyaraka
t secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotipasi ibu , su
ami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan
kehamilannya sejak dini dan teratur.

Standar 4 : Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal

Bidan memeberi sedikitnya 4x pelayanan antenatal.Pemeriksaan melipu


ti anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk men
ilai apakah pembengkakan berlangsung normal. Bidan juga harus menge
nal kehamilan risti/ kelainan, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi,
PMS, (Penyakit Menular Seksual) / infeksi HIV (Human Imumuno Deficie
ncy Virus) ; memberikan pelayanan imunisasi , nasehat dan penyuluhan
kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas, m
ereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. Bila dite
mukan kelainan, mereka harus mampu megambil tindakan yang diperlik
an dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.

Standar 5 : Palpasi Abdomenal


Bidan melakukan pemeriksaan abdomenal secara seksama dan melakuk
an abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk pemeriksaa
n usia kehamilan; serta bila umur kehamilan bertambah memeriksa posi
si, bagian terendah janin kedalam rongga panggul, untuk mencari kelain
an, serta melakukan rujukan tetap waktu.

Standar 6 : Pengelolaan Anemia pada Kehamilan

Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan / a


tau rujukan semua khasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketent
uan yang berlaku.

Standar 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan

Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada keha
milan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsi lainnya, serta menga
mbil tindakan yang tepat dan merujuknya.
Standar 8 : Pemeriksaan Persalinan

Bidan memberipat kepadakan saran yang tepat pada ibu hamil, suami s
erta keluarganya pada trimester ke tiga, untuk memastikan bahwa persi
apan persalinan yang bersih dan aman suasana yang menyengkan akan
direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya
untuk merujuk, bila tiba-
tiba terjadi keadaan gawat darurat, Bidan hendaknya melakukan kunjun
gan rumah untuk hal ini.

9. Penatalaksanaa Ante Natal Care (ANC)

Pelayanan Ante Natal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang di b


erikan pada ibu selama kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan
Ante Naltal Care (ANC). Dalam penerapan oprasionalnya dikenal dengan
“14T” untuk pelayanan Ante Natal Care (ANC) yang terdiri atas:

a) Timbang berat badan dan ukur tinggi badan

b) Pemeriksaan Tekanan darah

c) Pemeriksaan Tinggi fundus uteri (puncak rahim)

d) Pemberian Tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan

e) Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi (TT)

f) Tes laboraturiumpemeriksaan Hb
g) Tes lab, VDRL

h) PerawaTan & pijat payudara

i) Tingkat kebugaran (senam)

j) Temu wicara (bimbingan konseling), termasuk juga Perencanaan Pers


alinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan.

k) Tes lab, reduksi urine

l) Tes lab, protein urine

m) PemberianTerapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok

n) Pemberian Terapi anti malaria untuk daerah endemis malaria

B. Konsep Dasar Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisio


logis Trimester II

I. PENGKAJIAN

Tanggal pengkajian :

Waktu pengkajian :

Nama pengkaji :

a. DATA SUBJEKTIF
1.) IDENTITAS

Nama Istri/Suami: Dikaji dengan nama yang jelas dan lengkap untuk me
nghindari adanya kekeliruan atau untuk membedakan dengan pasien y
ang lain (Wulandari,2008)

Umur: Menentukan prognosis kehamilan. Jika umur terlalu tua atau terl
alu muda, maka persalinan lebih banyakresikonya (Hani, dkk. 2010)

Suku :

Agama :

Pendidikan: Untuk mengetahui tingkat intelektual karena tingkat pendid


ikan mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang (Wulandari, 2008)

Pekerjaan: Untuk mengetahui pekerjaan pasien dan tanggung jawabny


a dalam rumah sehingga dapat mengidentifikasi resiko yang yang berhu
bungan dengan pekerjaan pasien (Wulandari,2008).

Alamat: Untuk mempermudah hubungan jika diperlukan dalam keadaan


mendesak sehingga bidan mengetahui tempat tinggal pasien (Wulanda
ri, 2008)

No. Register :
2. Alasan datang periksa:

Apakah alasan kunjungan ini ada keluhan atau hanya untuk pemeriksaa
n kehamilan.

Keluhan utama :

Ketidaknyamanan yang umum terjadi pada kehamilan trimester II antar


a lain: gangguan rasa nyaman (varices, edema tungkai, nyeri punggung,
nyeri epigastrik, konstipasi), gangguan gambaran diri, perubahan prose
s keluarga, kecemasan, perubahan pola seksual (Mitayani, 2009).

3. Riwayat kesehatan klien:

a. Riwayat kesehatan saat ini

Menurut Varney (2008) riwayat kehamilan saat ini dikaji untuk mendete
ksi komplikasi, beberapa ketidaknyamanan, dan setiap keluhan seputar
kehamilan yang dialami klien sejak haid terakhir (HPHT).

1) Keluhan tiap trimester

2) Pergerakan anak pertama kali (Quickening)

3) Pemeriksaan kehamilan

4) Pendidikan kesehatan yang sudah didapatkan

5) Imunisasi
b. Riwayat kesehatan yang lalu

1) Penyakit jantung : 1-
4% dari kehamilan akan terjadi penyakit jantung, yang tanpa gejala kel
ainan jantung sebelumnya. (Sarwono, 2010)

2) Hipertensi : Hipertensi dapat berakibat pada pre-


eklampsi dan komplikasinya adalah abrupsio plasenta, disseminated intr
avascular coagulation, perdarahan otak, gagal hati, gagal ginjal, IUGR,
premature, dan IUFD (Prawirohardjo,2010)

3) Hepatitis: Hepatitis dapat ditularkan pada bayinya saat persalinan m


aupunmelalui plasenta. Pada kehamilan tidakberpengaruh banyak. Na
mun dapat menyebabkan gagal hati dan karsinoma hepatoseluler prime
r pada bayinya’ pada ibu dapat menyebabkan abortus. (Prawirohardjo,2
010)

4) TBC: TBC dapat memperberat kehamilan dengan adanya risiko prem


aturitas, IUGR, BBLR, dan Still birth. (Prawirohardjo,2010)

5) Asma Bronchial: Asma dapat mengakibatkan kematian perinatal, hip


eremesis gravidarum,premature, hipertensi kronik, pre-
eklampsi, BBLR, dan perdarahan. (Prawirohardjo,2010)

6) Diabetes Mellitus :DM meningkatkan resiko terjadinya preeklamsia s


aat persalinan, SC, dan makrosomia dengan komplikasi utama yang mu
ngkin terjadi adalah trauma kelahiran seperti distosia bahu ,fraktur tula
ng, dan injuri plekus brakialis (Sarwono, 2010)

7) Anemia : Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan resiko terjadiny


a perdarahan perdarahan postpartum. Bila anemia terjadi sejak awal ke
hamilan dapat menyebabkan terjadinya persalinan prematur. (Proveraw
ati,2009,p.76)
8) Infeksi Saluran Kemih (ISK):Wanita hamil dengan ISK berat dengan ge
jalanya nausea, vomitus, takikardia, pireksia, nyeri pinggang serta perut
yang onsetnya mendadak, urin berbau busuk dan mengandung protein
akan berisiko anemia, pre-
eklampsia, pielonefritis kronis dan kerusakan ginjal serta janin berisiko p
remature dan retardasi pertumbuhan. (Helen Farrer, 2001)

9) Psikosis/Gangguan mental: Ibu pernah menderita penyakit psikiatrik


s eperti bipolar disorder atau schizoaffektif disorder mempunyai resiko y
ang lebih tinggi untuk terkena psikosis post partum. ( Sujiyanti. 2010 )

10) Ginjal
: Gagal ginjal kehamilan dapat mengakibatkan gagal ginjal jika terjadi p
re-
eklampsi,eklampsi, sindrom HELLP dan plasenta previa/solusio plasenta.
(Prawirohardjo,2010)

11) Riwatat alergi:

12) Riwayat pembedahan: Bekas operasi caesar dapat menyebabpkan n


yeri ketika memsuki usia kehamilan tua (Sujianti 2010)

4. Riwayat kesehatan keluarga

Penyakit yang perlu dikaji adalah kelainan genetika dan penyakit-


penyakit kronis, riwayat sosial, usia, pekerjaan, kebiasaan seperti mero
kok, minum-minuman keras, olahraga dan diet

Penyakit tertentu dapat terjadi secara genetik atau berkaitan dengan ke


luarga, dan beberapa di antaranya berkaitan dengan lingkungan fisik at
au sosial tempat keluarga tersebut tinggal (Fraser & Cooper, 2009)

.
5. Riwayat Menstruasi

Wanita seringkali keliru mengartikan bercak darah akibat implantasi se


bagai periode menstruasi, meski menstruasi ini sangat berbeda dari me
nstruasi yang biasa ia alami (Varney, 2007).

Siklus: 28 ± 2 hari

Lama: 3-8 hari (Mochtar, 2011)

HPHT: Merupakan dasar untuk menentukan usia kehamilan dan perkira


an taksiran partus (Varney, 2007)

7. Riwayat Obstetri

No Kehamilan Persalinan Anak Nifas

Suami Ank UK Peny Jenis Pnlg Tmpt Peny JK BB/PB H M Abnormalitas Laktsi Peny

Kehamilan :

UK : Prematuritas dapat berulang pada kehamilan saat ini.

Penyakit : Penyakit yang diderita saat kehamilan yang lalu dapat terjadi
pada kehamilan saat ini. Misalnya : DM kehamilan.

Persalinan
Jenis : Adanya persalinan Caesar dapat mengindikasikan kelainan pada k
ehamilan maupun jalan lahir.

Penolong : Penolong persalinan menggambarkan kepercayaan wanita d


an/ keluarganya pada orang tersebut.

Tempat : Terdapat kecenderungan wanita akan mendatangi tempat yan


g sama dengan persalinan terdahulu untuk melahirkan

Penyakit : Terjadinya komplikasi saat persalinan terdahulu dapat berula


ngpada persalinan saat ini yang harus dideteksi sedini mungkin.

Anak

Usia : Jarak kelahiran yang ≤12 bulan dapat mengakibatkan premature.


Sedangkan jarak kelahiran yang ≤ 1 th meningkatkan resiko anemia.

Abnormalitas : Adanya abnormalitas pada anak terdahulu dapat mengin


dikasikan kelainan genetik .

8. Riwayat Kontrasepsi

Riwayat penggunaan kontrasepsi, meliputi jenis kontrasepsi yang perna


h digunakan, lama pemakaian dan jarak antara pemakaian terakhir den
gan kehamilan.

9. Pola Fungsional Kesehatan

Pola

Nutrisi Jumlah tambahan kalori yang dibutuhkan pada ibu hamil adalah 300 kalori perhari, deng

Cairan: paling sedikit 8 gelas berukuran 250 ml/hari. Cairan ekstra juga membantu mele
mengeluarkan racun dan produksi sisa dari tubuh, mengurangi pembengkakan yang ber

Eliminasi
Untuk memastikan keadaan kesehatan keluarga (Sulistyawati, 2009). Dikaji BAB berapa

Istirahat Untuk mengetahui hambatan yang mungkin muncul jika didapatkan data yang senjang t

Aktivitas Pada saat hamil, ibu akan mengalami mudah lelah karena menurunnya BMR /Basal Met

Personal Hygiene Mandi minimal 2 kali perhari, ganti baju minimal 2 kali perhari dan ganti celana dalam m

Kebiasaan Kebiasaan minum alkohol, jamu-jamuan, obat-


obatan, perokok aktif maupun pasif, narkoba dan kepemilikan binatang peliharaan meru

Seksualitas Data seksual yang perlu dikaji adalah perilaku seksual saat hamil saja, yang perlu ditanya

10. Riwayat Psikososiokultural Spiritual

a. Psikologis : Kehamilan di rencanakan/tidak

Kehamilan di terima/tidak
Kondisi Psikologis saat ini

b. Sosial : Riwayat pernikahan: Pernikahan ke berapa

Lama menikah

Status pernikahan

Penerimaan keluarga terhadap kehamilan ini

c. Kultural :Budaya yang dapat membahayakan ibu dan janin

d. Spiritual : Tradisi keagamaan yang membahayakan ibu dan janin.


B. Data Obyektif

1. Pemeriksaan Umum

a. Keadaan Umum

Kesadaran :Composmentis/apatis/somnolen/sopor/ koma/delirium


Ekspresi wajah : ceria/senang
Keadaan emosional : tidak emosi

a. Tanda-tanda vital

Tekanan darah : Sistolik menurun 8-


10, sementara diastolik menurun >12 poin. (Varney, 2006)

Suhu : 36,5-37,50C

Nadi : Denyut nadi meningkat ±15x/menit (Varney,2006)

Pernafasan : 16-20x/menit

c. Antropometri

Tinggi badan : > 145 cm

Berat badan sebelum hamil


: Klien yang menurut BMI berada pada rentang obesitas lebih beresiko
mengalami komplikasi kehamilan (Fraser & Cooper, 2009)

Berat badan sekarang : Bertambah berat badan 6 kg (Stoppard, 2009).

LILA : ≥23,5 cm
Pemeriksaan panggul :

a. Distansia Spinarum

Jarak antara spina iliaca anterior superior kiri dan kanan. Jarak normal a
dalah: 23-26 cm.

b. Distansia Kristarum

Jarak yang terjauh antara crista iliaca kanan dan kiri. Jarak normal adala
h : 26-29 cm

c. Konjugata externa

Jarak antara pinggir atas symphisis pubis dan ujung processus spinosus r
uas tulang lumbal ke V. jarak normal adalah : 18-20 cm

1. Pemeriksaan Fisik
Inspeksi

Kepala

Kulit kepala tidak ada lesi, oedema, dan ketombe konstruksi rambut k
uat distribusi rambut merata tekstur rambut kasar atau halus, kebersiha
n rambut. rambut yang mudah rontok atau rambut yang mudah dicab
ut menandakan kurang gizi atau ada kelainan tertentu.

Wajah
Kloasma Gravidarumada/ tidak, Oedem ada / tidak Oedem adalah tan
da klasik preeklamsia Bidan harus mengecek di area pergelangan kaki,
pretibia, jari atau wajah (Varney, 2007) Pucat/tidak tidak

Mata

Kelopak mata, warna konjunctiva konjunctiiva yang berwarna putih,


atau pucat tanda anemia(Musrifatul, 2009)Sklera tidak ikterik

Hidung/penciuman

Kebersiha,tidak ada sekret, tidak ada polip, kelainan bentuk, dan tidak
ada pernafasan cuping hidung.

Telinga/pendengaran

Bentuk simetris, tidak ada serumen berlebih dan tidak berbau.

Mulut
Tidak ada stomatitis dan karies dentis,
Leher

tidak ada pembesaran tonsil.Vena Jugularis (Terjadinya undulasi pada


vena jugularis salah satu indikasi penyakit jantung, Musrifatul, 2009) t
idak ada pembengkakan kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelen
jar getah bening

Thorax

Bentuk elips, Tidak ada retraksi dinding dada.

Payudara

Simetris, belum ada kolostrum (Sarwono, 2009) terdapat hiperpigmen


tasi pada areola (Sarwono, 2009)Puting susu lebih besar, kehitaman dan
tegak (Sarwono, 2009)
Ketiak

Tidak ada benjolan dan pembesaran kelenjar limfe

Abdomen

Linea alba atau linea nigra,ada striae (Sarwono, 2009) bekas operasi
Mengidentifikasi pelahiran melalui seksio sebelumnya (Varney, 2007)

Genetalia

Tidak ada varises, edema, condiloma, serta penyakit lainnya, tidak ad


a pengaluaran keputihan yang abnormal, Keunguan ; tanda chadwijck. (
Sarwono, 2009) Servik lunak tanda Goodle mengeluarkan banyak cairan
mukus karna pertambahan dan pelebaran pembuluh darah. (Sarwono, 2
009) Anus Tidak hemoroid; namun, biasanya juga terdapat hemoroid a
kibat konstipasi karena peningkatan hormone progesterone. (Varney,
2006)

Ektremitas

Simetris (Sarwono, 2009)Tidak terdapat varises. Edema tungkai, tanda


kemungkinan terjadinya pre eklamsia(Manuaba, 2007).
Palpasi

Kepala :Tidak ada oedema,dan lesi

Wajah : Tidak ada oedema

Mata : Tidak ada oedema, dan nyeri tekan

Telinga : Tidak kaku

Hidung : Tidak ada polip


Leher :Tidak ada pembesaran vena jugularis, kel.Tiroid dan Limfe.

Mamae
:Tidak ada massa, Mamae semakin membesar dan papilla menegang

Abdomen

TFU

 Baru teraba pada akhir bulan III (12 mg); 1-


2 jari atas symphysis (obstetric fisiologi, Unpad)

28 mg (3 jari atas pusat)

32 mg (pertengahan Px-pusat)

36 mg (sampai arcus costarum/3 jari bawah px)

40 mg (pertengahan Px-


pusat) primigravida (tetap setinggi arcus costarum dan menonjol kedep
an) multigravida

Leopold I: Fundus uteri teraba bagian yang lunak, kurangmelenting kura


ng bundar. (Obstetric Fisiologi Unpad, 2006)

Leopod II
: Teraba bagian panjang dan keras seperti papan pada sebelah kanan/kir
i ibu dan dibagian sebaliknya teraba bagian kecil janin (Obstetric Fisiolo
gi Unpad, 2006)
Leopold III: Pada SBR, teraba bagian keras, bulat dan melenting. Bagian i
ni masih/sudah tidak dapat digoyangkan. (Obstetric Fisiologi Unpad, 200
6)

Leopold IV
: Belum masuk PAP Konvergen / sejajar / divergen (Mochtar, 2011)

Genetalia Eksterna
: Untuk mengetahui ada tidaknya pembesaran kelenjar bartholin, benjo
lan atau massa.

Anus : Untuk mengetahui ada tidaknya oedem, benjolan atau massa

Ekstremitas: Untuk mengetahui ada tidaknya oedem, benjolan atau mas


saoedem adalah tanda klasik preeklamsia. Bidan harus mengecek di are
a pergelangan kaki, pretibia, jari atau wajah. Edema pada kaki dan perg
elangan kaki saja biasanya merupakan edema dependen saja yang diseb
abkan oleh penurunan aliran darah vena akibat penekanan uterus yang
membesar. (varney, 2007) Cavilari revil normal kembali dalam 2 detik.
Auskultasi

Dada : Mengalami derajat kesulitan bernafas .

inspirasi dan ekspirasi yang terdengar semakin jelas mencerminkan peni


ngkatan beban kardiovaskuler (Varney, 2006)

Tidak terdapat suara nafas tambahan seperti ronchi dan whezing

Abdomen : Bising usus berkurang5-35 kali/menit

Daerah / letak DJJ


:Terdengar disebelah kiri/kanan sedikit di bawah pusat

Denyut jantung janin :DJJ yang mengalami perubahan, frekuensi kemu


ngkinan besar & berbahaya bagi janin & salah satu indikasi gawat jani
n <100 atau >180x/menit (Obstetric William, 2005).

Frekuensi : Normal 120-160x/menit (Varney 2006)

Perkusi

Dada : Timpani

Abdomen : Perut kembung

Ekstremitas
: Pemeriksaan refleks tendon sebaiknya dilakukan karena hiperefleksi
menandakan adanya komplikasi kehamilan.

Refleks Biseps. Respons normal fleksi pada siku dan kontraksi biseps.

Refleks Triseps.. Menyebabkan kontraksi otot triseps dan ekstensi sik


u.

Refleks Patella. Kontraksi quadriseps dan ekstensi lutut adalah respon


s normal.

Refleks Babinski. Terjadi kontraksi jari kaki dan menarik bersamaan.


2. Pemeriksaan Khusus

Pemeriksaan kontraksi uterus/his :

Pemeriksaan dalam/vaginal tussae :

Pemeriksaan panggul :Keadaan panggul

3. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium :
Urine: PP Test, Protein Urine, Glukosa,Urine
Darah: Hemoglobin, Golongan Darah

Pemeriksaan USG


USG : pengkajian usia kandungan dan identifikasi kelainan janin (Varney
, 2006). Gelombang suara sampai sekarang dinyatakan tidak berbahaya.


Fetal Electro Cardiografi (ECG) : dapat direkam mulai minggu ke 12 (M3
, 2013)
Pemeriksaan diagnostik lainnya

II. INTERPRETASI DATA DASAR

Data dasar yang sudah dikumpulkan di interpretasikan sehingga dapat


merumuskan diagnosis dan masalah yang spesifik.

Diagnosis :
Diagnosis kebidanan adalah diagnosis yang ditegakkan oleh profesi (bid
an) dalam lingkup praktik kebidanan dan memenuhi standar nomenklat
ur diagnosis kebidanan.

Diagnosis : G...Papah usia kehamilan..... minggu

janin tunggal/ganda, hidup/mati,

intrauterin/ekstrauterin.

G : Gravida

P : Para -> a : aterm

p : premature

a : abortus

h : hidup ( Varney, 2006)

-
Intrauterin hanya boleh ditulis jika ada pemeriksaan penunjang berupa
USG atau dilakukan pemeriksaan khusus (VT) dan diyakini kehamilan me
rupakan kehamilan intrauterin.

Masalah : hal-
hal yang berkaitan dengan pengalaman hal yang sedang dialami klien y
ang ditemukan dari hasil pengkajian atau yang menyertai diagnosis.

Kebutuhan : Hal-
hal yang dibutuhkan oleh klien dan belum teridentifikasi dalam diagnosi
s dan masalah.

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSIS/MASALAH POTENSIAL


Langkah ini diambil berdasarkan diagnosis dan masalah aktual yang tela
h diidentifikasi. Pada langkah ini juga dituntut untuk merumuskan tinda
kan antisipasi agar diagnosis/masalah potensial tersebut tidak terjadi.

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA

Langkah ini mencakup rumusan tindakan emergensi/darurat yang harus


dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Rumusan ini mencakup ti
ndakan segera yang bisa dilakukan secara mandiri, kolaborasi, atau bers
ifat rujukan.

V. INTERVENSI

Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh sebagai kelanju


tan manajemen terhadap diagnosis dan masalah yang tekah diidentifika
si.

1. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu

Rasional
: Agar ibu mengetahui tentang hasil dari pemeriksaan yang telah dilakuk
an.

2. Berikan KIE

-Mengenai nutrisi ibu hamil.

Rasional :Karena dengan terjadinya kehamilan, metabolisme tubuh men


galami perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin ting
gi untuk pertumbuhan janin
-Mengenai perawatan payudara.

Rasional : Perawatan payudara perlu dilakukan sedini mungkin, untuk m


empersiapkan secara optimal dalam proses menyusui setelah persalina
n.

3. Anjurkan ibu untuk melakukan imunisasi TT

Rasional : Imunisasi TT perlu diberikan kepada ibu hamil, agar terhindar


dari resiko tetanus neonatorum.

4. Jadwalkan kunjungan ulang

Rasional : Pemberian asuhan antenatal ideal pada kehamilan untuk men


deteksi kemungkinan penyimpangan dengan segera guna memungkinka
n tindakan preventif atau korektif (Henderson, 2005)

VI. IMPLEMENTASI

Pelaksanaan dilakukan dengan efisien dan aman sesuai dengan rencana


asuhan yang telah disusun. Pelaksanaan ini bisa dilakukan seluruhnya ol
eh bidan atau sebagian dikerjakan oleh klien atau anggota tim kesehata
n lainnya.

VII. EVALUASI

Evaluasi merupakan penilaian tentang keberhasilan dan keefektifan asu


han kebidanan yang telah dilakukan. Evaluasi didokumentasikan dalam
bentuk SOAP.
DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Prof. dr. Ida Bagus Gde, Sp. OG. 2011. Ilmu Kebidanan Penyak
it Kandungan & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: P
enerbit Buku Kedokteran EGC.

Mochtar, Prof. Dr. Rustam, MPH. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: Pener
bit Buku Kedokteran EGC.

Universitas Padjajaran Bandung. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung: Pene


rbit Eleman.

Varney, Helen, Jan M. Kriebs, Carolyn L. Gegor. 2008. Buku Ajar Asuhan
Kebidanan Vol. 2 Edisi 4. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Winkjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pust


aka Sarwono Prawirohardjo.