Anda di halaman 1dari 16

P R O G R A M KESELAMATAN

INSTALASI LABORATORIUM

RUMAH SAKIT PMI BOGOR

TAHUN 2016

0
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................ 1

PROGRAM KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

A. Pendahuluan ......................................................................... 3

B. Latar Belakang........................................................................ 3

C. Tujuan ................................................................................ 3

D. Kegiatan Pokok ...................................................................... 4

E. Cara Melaksanakan Kegiatan ...................................................... 4

KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

A. Pendahuluan .........................................................................5

B. Tujuan ................................................................................5

C. Kesehatan Petugas Laboratorium .................................................5

D. Alat Pelindung Diri ..................................................................6

E. Pengamanan Pada Keadaan Darurat .............................................6

F. Tindakan Khusus Terhadap Darah dan Cairan Tubuh ..........................9

G. Tertusuk Jarum Suntik .............................................................10

H. Evaluasi ...............................................................................11

PROGRAM PATIEN SAFETY

A. Pendahuluan .........................................................................12

B. Latar Belakang .......................................................................12

C. Tujuan ................................................................................13

D. Kegiatan Pokok dan Rincian kegiatan ............................................13

E. Cara Melaksanakan Kegiatan ......................................................13

1
F. Sasaran ................................................................................14

G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .....................................................15

H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan .................................15

I. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi .............................................16

ORIENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN BAHAN-BAHAN BERBAHAYA


(B3) KARYAWAN BARU LABORATORIUM RS PMI BOGOR

A. Pendahuluan .............................................................................17

B. Tujuan ....................................................................................17

C. Kegiatan Pokok ..........................................................................18

D. Cara Pelaksanaan .......................................................................18

E. Analisa Pencapaian .....................................................................19

F. Kesimpulan ..............................................................................20

2
PROGRAM KESELAMATAN DI LABORATORIUM

A. Pendahuluan

Keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam suatu kondisi yang aman
secara fisik, sosial, spiritual, finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun
pendidikan dan terhindar dari ancaman terhadap faktor-faktor tersebut. Untuk mencapai
hal ini, dapat dilakukan perlindungan terhadap suatu kejadian yang memungkinkan
terjadinya kerugian ekonomi atau kesehatan. Untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah
sakit dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja ( K3RS ), maka perlu upaya upaya
dalam rangka menyediakan fasilitas keselamatan dan keamanan bagi pasien, pengunjung
dan karyawan di rumah sakit.
RS PMI Bogor sebagai suatu area umum tempat banyak orang berupaya untuk
menyediakan suatu fasilitas keamanan agar memenuhi standar keamanan dan keselamatan
para karyawan, pasien dan pengunjung rumah sakit.

B. Latar Belakang
Penanganan keamanan dan keselamatan ini merupakan hal yang sangat penting untuk
diketahui dalam penanganan keselamatan yang ada dilingkungan kerja RS. Penanganan
keselamatan dan keamanan ini dilakukan untuk pencegahan terhadap bahaya keamanan
dan keselamatan yang dapat terjadi dan menimpa karyawan aatau pasien maupun
pengunjung pasien.

C. Tujuan

1. Umum
Dapat memberikan rasa aman dan nyaman berada di lingkungan RS PMI Bogor.

2. Khusus
a. Meningkatkannya profesionalisme tenaga kerja dalam penanganan
keselamatan dan keamanan RS.
b. Terlindunginya serta menjamin keselamatan dan keamanan bagi pasien,
pengunjung pasien dan juga pekerja sehingga dapat mencegah terjadinya
Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja.
c. Mengamankan peralatan kerja, bahan baku dan hasil pemeriksaan dalam hal
kontak dengan spesimen, serta menciptakan kerja yang baik, aman dan benar

3
D. Kegiatan Pokok
Adapun kegiatan pokoknya adalah sebagai berikut :

1. Inventarisasi kelengkapan keselamatan dan keamanan


2. Melengkapi peralatan keselamatan dan keamanan
3. Melakukan pemeliharaan perlengkapan keselamatan dan keamanan

E. Cara Melaksanakan Kegiatan


1. Inventarisasi kelengkapan keselamatan dan keamanan
a. Menentukan jenis perlengkapan keselamatan dan keamanan pasien
b. Membuat daftar ketersediaan perlengkapan keselamatan dan keamanan pasien
1. Melengkapi peralatan keselamatan dan keamanan
a. Pembuatan analisa kebutuhan
a. Mengajukan pengadaan perlengkapan keselamatan dan keamanan
2. Melakukan pemeliharaan perlengkapan keselamatan dan keamanan
a. Dilakukan secara rutin oleh petugas pelaksana lapangan

KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

4
A. Pendahuluan

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di rumah sakit merupakan salah satu
perlindungan bagi tenaga kesehatan. Laboratorium dalam melakukan berbagai tindakan
dan kegiatan selalu berhubungan dengan spesimen yang berasal dari manusia maupun
bukan manusia. Bagi petugas laboratorium yang selalu kontak dengan spesimen, maka
berpotensi terinfeksi kuman patogen. Potensi infeksi juga dapat terjadi dari petugas ke
petugas lainnya, atau keluarganya dan ke masyarakat. Untuk mengurangi bahaya yang
terjadi, perlu adanya kebijakan yang ketat. Petugas harus memahami keamanan
laboratorium dan tingkatannya, mempunyai sikap dan kemampuan untuk melakukan
pengamanan sehubungan dengan pekerjaan sesuai SPO, serta mengontrol bahan/spesimen
secara baik menurut praktik laboratorium yang benar.

B. Tujuan
1. Umum
Mencegah serta mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja
2. Khusus
a. Memberi perlindungan kepada seluruh staf di Instalasi Laboratorium, pasien
dan pengunjung
b. Mencegah kecelakaan kerja, paparan bahan berbahaya, kebakaran dan
pencemaran lingkungan
c. mengamankan peralatan kerja, bahan baku dan hasil pemeriksaan dalam hal
kontak dengan spesimen, serta menciptakan kerja yang baik, aman dan benar

C. Kegiatan Pokok
1. Pemeriksaan medical chek up Petugas laboratorium.
2. Training penggunaan APD
3. Sosialisasi dan edukasi resiko keselamatan kerja

D. Cara Melaksanakan Kegiatan


1. Pemeriksaan medical chek up Petugas laboratorium.
Kegiatan Medical check up untuk petugas laboratorium diatur oleh bagian SDM
RS PMI Bogor
2. Training penggunaan APD
Training penggunaan APD di laboratorium dilakukan bersamaan dengan training
kerja yaitu 3 bulan pertama masuk kerja, serta penyegaran untuk seluruh

5
karyawan berupa in house training pada rapat bulanan
3. Sosialisasi dan edukasi resiko keselamatan kerja
Sosialisasi dan edukasi resiko keselamatan kerja dilakukan bersamaan dengan
training kerja yaitu 3 bulan pertama masuk kerja, serta penyegaran untuk
seluruh karyawan berupa in house training pada rapat bulanan

E. Evaluasi
Tindak lanjut pasca terjadinya kejadian, Instalasi Laboratorium berkoordinasi
dengan Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit dan mengimplementasikan
rekomendasi yang diperoleh dari Direksi dan Tim Keselamatan Pasien Rumah sakit.

PROGRAM PATIENT SAFETY

6
A. Pendahuluan
Keselamatan pasien (patient safety) adalah proses dalam suatu rumah sakit yang
memberikan pelayanan yang lebih aman. Termasuk di dalamnya assesmen resiko,
identifikasi, dan manajemen resiko terhadap pasien, pelaporan dan analisi insiden,
kemampuan untuk belajar dan menindak lanjuti insiden, dan menerapkan solusi untuk
mengurangi resiko. Yang dimaksud dengan insiden keselamatan pasien adalah
keselamatan medis (medical error), kejadian yang tidak diharapkan dan nyaris terjadi.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien RS PMI Bogor mempunyai
kebijakan tentang pelaksanaan keselamatan pasien. Dengan adanya program
keselamatan pasien ini diharapkan tidak ada kejadian KTD ( Kejadian Tidak Diinginkan )
di laboratorium dan KNC ( Kejadian Nyaris Cedera ) dapat dikurangi.

B. Latar Belakang
Berdasarkan data Laporan Kejadian patient safety di laboratorium pada tahun
2013 dan 2014 ada beberapa insiden terdiri dari :
1. Terjadi kesalahan dalam menginput pemeriksaan laboratorium (2 insiden).
2. Pengambilan sampel dua kali karena ketidak telitian dalam mengidentifikasi
pemeriksaan (2 insiden )
3. Salah memasukan nama dokter dalam orderan permintaan laboratorium (1
Insiden)
4. Salah memasukan hasil laboratorium (1 insiden)
5. Salah menyerahkan hasil laboratorium (1 insiden)

Setelah dievaluasi, kejadian tersebut terjadi akibat kurangnya ketelitian dari


petugas saat identifikasi jenis pemeriksaan yang diminta, menginput data pasien
serta belum berjalannya LIS (Laboratory Information System).
Kurangnya kemampuan teknis petugas pada saat melakukan pengkajian tahapan
pemeriksaan laboratorium.

C. Tujuan
1. Umum :
Terciptanya pelayanan laboratorium yang berorientasi pada keselamatan pasien.

2. Khusus

7
a. Menciptakan pelayanan laboratorium dengan mengutamakan patient
safety
b. Meningkatkan kinerja laboratorium agar dapat menjadi sarana
penunjang yang mampu meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan
Patient Safety.
c. Mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien.
d. Terciptanya budaya keselamatan pasien di laboratorium RS PMI Bogor

D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


1. Kegiatan Pokok
Pemantauan tahapan proses di laboratorium salah satunya dengan memberikan
warna stabilo pada formulir permintaan laboratorium
Diklat Teknis Laboratorium untuk seluruh petugas laboratorium yaitu pelatihan
phelobotomis untuk pelaksana laboratorium.

2. Rincian Kegiatan
a) Melaksanakan diklat Teknis Laboratorium
b) Menghindari kesalahan dalam pengambilan specimen darah
c) Mencegah keterlambatan diagnosis dokter berhubungan dengan pemeriksaan
pasien rawat jalan
d) Mencegah kesalahan pemeriksaan laboratorium
e) Mencegah kesalahan input hasil laboratorium
f) Mencegah kesalahan penyerahan hasil laboratorium pasien rawat jalan dan
rawat inap

E. Cara Melaksanakan Kegiatan


1) Menghindari kesalahan dalam pengambilan specimen darah
- Sebelum pengambilan specimen siapkan tempat specimen dengan identitas
nama pasien, no laboratorium, tanggal pemeriksaan
- Menanyakan identitas pasien secara aktif
- Cek gelang pasien untuk pasien Rawat Inap
2) Mencegah keterlambatan diagnosis dokter berhubungan dengan pemeriksaan
pasien RAWAT JALAN
- Apabila ada hasil laboratorium yang berada dalam nilai kritis segera laporkan ke
dokter / asisten
3) Mencegah kesalahan input hasil laboratorium

8
- Input hasil laboratorium sesuai dengan formulir yang ada di laboratorium
- Sebelum di cetak di kertas, dilihat dulu di monitor
- Koreksi hasil oleh pelaksana dan penanggung jawab
4) Mencegah kesalahan input hasil Hematologi
- Menyalin hasil dari alat ke formulir laboratorium per pasien dengan
memperhatikan kesesuaian identitas hasil dan formulir.

5) Mencegah kesalahan penyerahan hasil laboratorium pasien rawat jalan


- Cocokan tanda bukti transaksi laboratorium yang di bawa pasien dengan hasil
laboratorium yang akan di serahkan
-Pencocokan meliputi Nama, No RM, nama dokter dan jenis pemeriksaan
-Apabila sesuai hasil tersebut dapat diserahkan ke pasien
-Membubuhkan cap “Hasil sudah diambil” pada kwitansi pembayaran.
6) Pemantauan terhadap kegiatan identifikasi resiko
7) Pencatatan dan pelaporan kejadian pasien safety

F. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dari program patient safety laboratorium ditahun 2016
adalah tidak ada KTD dan penurunan KNC serta KTC sebesar 80 % dibandingkan tahun
2014 di laboratorium.

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


No KEGIATAN BULAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Melaksanakan diklat Teknis X X X X X X X X X X X X
Laboratorium
2 Menghindari kesalahan dalam X X X X X X X X X X X X
pengambilan specimen darah
3 Mencegah keterlambatan X X X X X X X X X X X X
diagnosis dokter berhubungan
dengan pemeriksaan pasien
rawat jalan
4 Mencegah kesalahan X X X X X X X X X X X X
pemeriksaan laboratorium
5 Mencegah kesalahan input X X X X X X X X X X X X
hasil laboratorium
6 Mencegah kesalahan X X X X X X X X X X X X
penyerahan hasil

9
laboratorium pasien rawat
jalan dan rawat inap
8 Melaksanakan diklat Teknis X X X X X X X X X X X X
Laboratorium
9 Menghindari kesalahan dalam X X X X X X X X X X X X
pengambilan specimen darah

H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan


Evaluasi pelaksanaan jadwal kegiatan Program Patient Safety dilakukan setiap
bulan, sehingga bila terjadi pergeseran atau penyimpangan jadwal yang sudah
ditetapkan dapat segera dilakukan perbaikan, sehingga tidak mengganggu jalannya
program secara keseluruhan, dilakukan oleh Kepala Instalasi Laboratorium. Evaluasi
dilakukan tiap triwulan untuk dilaporkan kepada Kepala Instalasi Laboratorium.

I. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi


Pencatatan Program Patient Safety dilakukan oleh petugas laboratorium pada
buku yang sudah disediakan. Pelaporan dibuatkan rangkuman dari hasil pencatatan oleh
Kepala Instalas Laboratorium setiap 6 bulan dan pada akhir tahun program dibuatkan
evaluasi seluruh kegiatan program untuk dilaporkan oleh Kepala Instalasi Laboratorium
kepada Direktur Rumah Sakit melalui Wadir Penunjang Medis.

Orientasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Bahan - Bahan Berbahaya (B3)
Karyawan Baru Laboratorium RS PMI Bogor

10
A. Pendahuluan
Instalasi Laboratorium merupakan Instalasi penunjang diagnostik yang memberikan jasa
pelayanan pemeriksaan Laboratorium dengan output hasil pemeriksaan yang cepat, tepat
dan teliti. Hal tersebut harus ditunjang oleh SDM yang berkualitas, trampil,
berpengetahuan luas dan ramah dalam melayani pengguna jasa.
Dalam melakukan berbagai tindakan dan kegiatannya petugas laboratorium selalu
berhubungan dengan spesimen yang berasal dari manusia maupun bukan manusia. Dengan
demikian petugas laboratorium berpotensi terinfeksi kuman patogen. Potensi infeksi juga
dapat terjadi dari petugas ke petugas lainnya, atau keluarganya dan ke masyarakat.
Untuk mengurangi bahaya yang terjadi, perlu adanya kebijakan yang ketat. Petugas harus
memahami keamanan laboratorium dan tingkatannya, mempunyai sikap dan kemampuan
untuk melakukan pengamanan sehubungan dengan pekerjaan sesuai SPO, serta mengontrol
bahan/spesimen secara baik menurut praktik laboratorium yang benar. Untuk mendukung
program tersebut diperlukan kerja sama yang baik dengan pihak terkait yaitu Bidang
keperawatan, bidang K3 rumah sakit, bidang SDM dan Direksi.

B. Tujuan
A. Tujuan
1. Umum
a. Terciptanya cara kerja, lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman dan dalam
rangka meningkatkan derajat kesehatan karyawan Rumah Sakit.
b. Mencegah serta mengurangi terjadinya kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit
akibat kerja (PAK)
c. Semua petugas Laboratorium dan petugas terkait mempunyai pengetahuan,
ketrampilan dan pemahaman mengenai Keselamatan dan Keamanan Kerja.

2. Khusus
a. Memberi perlindungan kepada seluruh staf di Instalasi Laboratorium, pasien dan
pengunjung
b. Mencegah kecelakaan kerja, paparan bahan berbahaya, kebakaran dan pencemaran
lingkungan
c. Mengamankan peralatan kerja, bahan baku dan hasil pemeriksaan dalam hal kontak
dengan spesimen, serta menciptakan lingkungan kerja yang baik, aman dan benar
d. Program Keselamatan kerja Laboratorium dapat dilaksanakan oleh seluruh
personel yang bekerja di Instalasi Laboratorium sesuai prosedur, sehingga tidak
menimbulkan kecelakaan kerja maupun dampak lain terhadap lingkungan
laboratorium.
e. Petugas Laboratorium mampu untuk mengidentifikasi risiko keselamatan kerja
f. Petugas laboratorium dapat melakukan pencegahan penular penyakit dari pasien

11
(terpapar spesimen pasien), tertusuk jarum, bahaya kebakaran, tersengat listrik,
terpapar bahan kimia, serta bahaya terpeleset.

C. Kegiatan Pokok
Adapun kegiatan pokok dalam orientasi K3 dan B3 ini adalah sebagai berikut
- Pelatihan dasar pemadam kebakaran
- Sosialisasi penanganan bahaya yang dapat terjadi di Laboratorium
- Sosialisasi identifikasi risiko keselamatan kerja di laboratorium serta cara
pencegahanya.
- Sosialisasi cara cuci tangan
- Sosialisasi penggunaan APD
D. Cara Pelaksanaan
Program orientasi ini, dilaksanakan dengan cara diantaranya :
Pelaksanaan kegiatan orientasi K3 dan B3 untuk karyawan baru dilakukan pada
tiga bulan pertama bekerja, serta penyegaran bersama karyawan lama selama 3 bulan
sekali berupa inhouse training saat rapat bulanan. Disamping itu, setiap karyawan juga
secara bergiliran mengikuti orientasi K3 RS sesuai jadwal yang ditetapkan oleh tim K3
RS PMI Bogor. Untuk pelatihan dasar pemadam kebakaran bekerjasama dengan pihak K3
RS serta bidang SDM. Sosialisasi penangan bahaya dan identifikasi risiko serta cara
pencegahanya dilakukan dengan metode presentasi dan praktek oleh narasumber.

Jadwal Kegiatan Orientasi Keselamatan kerja


Pertemuan ke -
No Jenis Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Pengenalan ruangan Laboratorium
2 Pengenalan APD di Laboratorium dan Cara
Penggunaannya
3 Pengenalan alur limbah laboratorium
4 Pengenalan Prosedur Keamanan Kerja
Laboratorium

12
5 Pengenalan secara umum peralatan laboratorium
6 Pengenalan dan praktik Cara Mencuci Tangan
7 Pelatihan dasar pemadam kebakaran
8 Sosialisasi penanganan bahaya yang dapat terjadi
di Laboratorium

E.Analisa Pencapaian
Pencapaian Kegiatan Orientasi Keselamatan kerja
NO JENIS KEGIATAN PESERTA WAKTU DAN KETERANGAN
TEMPAT
1. Pelatihan dasar pemadam Seluruh Bogor - Sebagian sudah
kebakaran karyawan mengikuti
- Mengikuti
Laboratorium
program K3 RS
2. Sosialisasi penanganan Karyawan Laboratorium Sudah
2016
bahaya yang dapat terjadi Baru dan lama Dilaksanakan
di Laboratorium Laboratorium terhadap
karyawan baru
3. Sosialisasi identifikasi Karyawan Laboratorium Sudah
2016
risiko keselamatan kerja di Baru dan lama Dilaksanakan
laboratorium serta cara Laboratorium terhadap
pencegahanya. karyawan baru
4. Pengenalan APD di Karyawan Laboratorium Sudah
2016
Laboratorium dan Cara Baru dan lama Dilaksanakan
Penggunaannya Laboratorium terhadap
karyawan baru

5. Pengenalan dan praktik Karyawan Baru Laboratorium Sudah Dilaksanakan


Cara Mencuci Tangan dan lama 2016 terhadap semua
Laboratorium karyawan
6. Pengenalan alur limbah Karyawan Baru Laboratorium Sudah Dilaksanakan
laboratorium dan lama 2016 terhadap karyawan
Laboratorium baru
7. Pengenalan ruangan Karyawan Baru Laboratorium Sudah Dilaksanakan
Laboratorium dan lama 2016 terhadap karyawan
Laboratorium baru
8. Pengenalan Prosedur Karyawan Baru - Belum Dilaksanakan
Keamanan Kerja dan lama
Laboratorium Laboratorium

13
F. Kesimpulan
Orientasi praktek K-3 Instalasi Laboratorium RS PMI Bogor per 31 Januari 2016
sebagian telah dilaksanakan dengan baik.

Lampiran

Rincian Kegiatan Orientasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan

Bahan – bahan Berbahaya (B3) di Laboratorium RS PMI Bogor

Nama :

NIK :

Pertemuan ke -
No Jenis Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Pengenalan ruangan Laboratorium


2 Pengenalan APD di Laboratorium dan
Cara Penggunaannya

14
3 Pengenalan alur limbah laboratorium
4 Pengenalan Prosedur Keamanan Kerja
Laboratorium
5 Pengenalan secara umum peralatan
laboratorium
6 Pengenalan dan praktik Cara Mencuci
Tangan
7 Pelatihan dasar pemadam kebakaran
8 Sosialisasi penanganan bahaya yang
dapat terjadi di Laboratorium

15