Anda di halaman 1dari 3

Siprofloksasin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Jump to navigationJump to search
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan.
Informasi dalam artikel ini boleh digunakan hanya untuk penjelasan
ilmiah, bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan
diagnosis medis.
Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat
medis. Wikipedia bukan pengganti dokter.
Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan
profesional.

Nama sistematis (IUPAC)

1-cyclopropyl-6-fluoro-4-oxo-7-(piperazin-1-yl)-quinoline-3-carboxylic

acid

Data klinis

Nama dagang Ciloxan, Cipro, Neofloxin, others

AHFS/Drugs.com monograph

MedlinePlus a688016

Data lisensi US FDA:link

Kat. kehamilan B3(AU) C(US)


Status hukum Prescription Only (S4) (AU)POM (UK) ℞-only (US)

Rute Oral, Terapi intravena, topical (tetes telinga, tetes

mata)

Data farmakokinetik

Bioavailabilitas 69%[1]

Metabolisme Hati, termasuk CYP1A2

Waktu paruh 4 jam

Ekskresi Ginjal

Pengenal

Nomor CAS 85721-33-1

Kode ATC J01MA02 S01AE03S02AA15 S03AA07

PubChem CID 2764

DrugBank DB00537

ChemSpider 2662

UNII 5E8K9I0O4U

KEGG D00186

ChEBI CHEBI:100241

ChEMBL CHEMBL8

NIAID ChemDB AIDSNO:001992

Data kimia
Formula C17H18FN3O3

Massa mol. 331.346 g/mol

SMILES eMolecules & PubChem

InChI[tampilkan]

Ciprofloxacin (INN) adalah antibiotika untuk pengobatan beberapa infeksi bakteri. Antibiotik ini
termasuk fluoroquinolone generasi kedua. Spektrum aktivitasnya melingkupi beberapa strain
bakteri patogen yang menyerang pernapasan, sistem urin, gastrointestinal, dan infeksi
abdominal, termasuk di dalamnya adalah bakteri patogen gram negatif Escherichia
coli, Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Legionella pneumophila, Moraxella
catarrhalis, Proteus mirabilis, dan Pseudomonas aeruginosa dan gram positif, yang sensitif
namun belum menjadi resisten terhadap methicillin, seperti Staphylococcus
aureus, Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus epidermidis, Enterococcus faecalis,
dan Streptococcus pyogenes.
Ciproflaxacin dan jenis-jenis fluoroquinolones lainnya bernilai tinggi karena spektrum aktivitasnya
yang lebar, menembus jaringan dengan sempurna, dan tersedia dalam bentuk obat maupun
suntikan.

Resistensi[sunting | sunting sumber]


Akibat penggunaan yang meluas untuk mengobati infeksi ringan yang sebenarnya bisa diobati
dengan antibiotik yang lebih lama dan spektrumnya lebih sempit, kini banyak bakteri yang telah
mengembangkan resistensi terhadap obat ini, sehinga ciprofloxacin menjadi lebih tidak efektif
dibanding sebelumnya.[2][3]
Resistensi antibiotika terhadap ciprofloxacin dan jenis fluoroquinolones bisa berkembang lebih
cepat, bahkan dalam masa pengobatan. Sejumlah patogen seperti enterococci, Streptococcus
pyogenes, dan Klebsiella pneumoniae kini telah memperlihatkan resistensi terhadap
ciprofloxacin[4]. Penggunaan fluoroquinolones untuk binatang peliharaan, terutama di Eropa, juga
berperan dalam hal ini[5]. Sementara itu, beberapa strain Burkholderia cepacia, Clostridium
innocuum, dan Enterococcus faecium mulai mengembangkan resistensi terhadap ciprofloxacin
dalam derajat yang berbeda-beda</ref> Widespread veterinary usage of the fluoroquinolones,
particularly in Europe, has been implicated. Meanwhile, some strains have developed resistance
to ciprofloxacin to varying degrees.[6].

Referensi[sunting | sunting sumber]


1. ^ Drusano GL; Standiford HC; Plaisance K; Forrest A; Leslie J; Caldwell J (September
1986). "Absolute oral bioavailability of ciprofloxacin". Antimicrob Agents Chemother. 30 (3): 444–
6. doi:10.1128/aac.30.3.444. ISSN 0066-4804. PMC 180577  . PMID 3777908.
2. ^ A.C. Vatopoulos; V. Kalapothaki (1997). "Bacterial Resistance to Ciprofloxacin in Greece:
Results from the National Electronic Surveillance System" (PDF).
3. ^ "Bacterial resistance prompts concern among health officials". 26 February 2009.[pranala nonaktif]
4. ^ M Jacobs, Worldwide Overview of Antimicrobial Resistance. International Symposium on
Antimicrobial Agents and Resistance 2005.
5. ^ "Update On Extra-Label Use Of Fluoroquinolones". Center for Veterinary Medicine (CVM). 16
July 1996. Diakses tanggal 12 August 2009.
6. ^ "Ciprofloxacin spectrum of bacterial susceptibility and Resistance" (PDF). Diakses tanggal 4
May 2012.