Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Fenomena globalisasi dan perdagangan bebas telah terjadi di dunia Internasional yang
ditandai dengan terbentuknya World Trade Organization (Organisasi Perdagangan
Internasional). dan dengan adanya fenomena pasar bebas persaingan antar negara pun
semakin meningkat. Baik persaingan dalam merebut sumber daya, merebut pasar baru
maupun dalam mempertahankan pasar yang ada. Pasar bebas pada awalnya membawa
harapan tentang semakin mudahnya aliran barang dan jasa antar negara sehingga memicu
peningkatan kualitas dan kualitas barang yang diperdagangkan karena terkait dengan
persaingan yang tinggi. Namun, ternyata pasar bebas ini tidak begitu berdampak baik pada
negara berkembang malahan membawa kesengsaraan karena dipaksakan kepada kondisi
perekonomian mereka yang belum mampu menerima arus peraingan bebas yang bergulir
dalam pasar bebas. Terdapat kekhawatiran bahwa dengan adanya pasar bebas maka produksi
atau industri didalam negeri akan mati karena tergerus oleh masuknya barang dari luar negeri
dengan kualitas yang lebih bagus dan harga yang bersaing.
Salah satu perjanjian perdagangan bebas adalah NAFTA (North America Free Trade
Aggreement). NAFTA merupakan suatu bentuk organisasi kerjasama perdagangan bebas
negara-negara Amerika Utara. Diantaranya adalah Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
Pada hakekatnya NAFTA telah terbentuk sejak tahun 1988, karena sejak tahun tersebut telah
dimulai kerjasama pedagangan bebas antara Amerika Serikat dan Kanada. Pada saat itu
kerjasama ekonomi antara Kanada dan Amerika tersebut masih bersifat bilateral, dalam
rangka memperbaiki kondisi perekonomian Kanada yang semakin memburuk diakibatkan
meningkatnya pengangguran dan banyaknya perusahaaan-perusahaan Kanada yang
memindahkan investasi ke Amerika Serikat.
B. RUMUSAN MASALAH
Apa ketentuan yang mengatur anggota NAFTA?
Apa ketentuan yang mengatur pihak di luar anggota NAFTA?
Bagaimana dampak NAFTA terhadap negara-negara anggotanya?
Bagaiman pengaruh NAFTA terhadap perdagangan Internasional?

1
BAB II
PEMBAHASAN

Perdagangan merupakan bentuk dari liberalisme ekonomi dimana mekanisme pasar akan
berjalan spontan menurut mekanisme atau hokumnya sendiri. Hokum ini dipandang melekat
dalam proses produksi ekonomi dan perdagangan. Perekonomian merupakan wilayah
kerjasama bagi keuntungan timbale balik antar negara dan juga antarindividu. Dengan
demikian, perekonomian internasional seharusnya didasarkan pada perdagangan bebas.
Adapun perdagangan bebas menurut Ricardo adalah:
“Aktivitas komersial yang dijalankan secara bebas dari perbatasan nasional akan membawa
keuntungan bagi semua partisipan sebab perdagangan bebas menjadikan terjadinya
spesialisasi dan spesialisasi meningkatkan efisiensi dan dengan demikian, meningkatkan
produktivitas.”[1]
Dalam liberalisme ekonomi ini aktor sentralnya adalah individu sebagai konsumen juga
sebagai produsen. Jalan menuju kesejahteraan manusia adalah melalui perluasan yang bebas
atas perekonomian pasar bebas, kapitalisme, bukan hanya dalam masing-masing negara tapi
juga lintas batas internasional. dengan berkembangnya pasar bebas ini dimana yang menjadi
actor adalah indivudu, seakan-akan negara sudah tidak memiliki batas lagi karena dengan
aktifnya individu bermain tanpa ada campur tangan dari negara. Dan seperti inilah bentuk
dari liberalisme ekonomi.
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara
dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud
dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah
suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara,
perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP.[2]
Sebuah negara melakukan hubungan kerjasama karena ada yang ingin dicapai. Selain sebuah
negara tidak dapat memenuhi kebutuhan negara sendiri tanpa ada campur tangan dari negara
lain. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan negara merasa perlu untuk melakukan
perdagangan internasional adalah sebagai berikut;
 Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
 Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
 Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
mengolah sumber daya ekonomi.
2
 Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual
produk tersebut.
 Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya,
dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan
adanya keterbatasan produksi.
 Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
 Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
 Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup
sendiri.[3]
Gagasan free trade diusung oleh Adam Smith dan David Ricardo untuk menciptakan
spesialisasi perdagangan antar negara melalui pembagian kerja untuk menghasilkan produk
yang melebihi kebutuhan dalam negeri dan mengeluarkan kelebihannya dengan produk lain
yang tidak dihasilkan atau tidak produktif. Dan salah satuk blok perdagangan adalah NAFTA.
Dan NAFTA adalah perjanjian perdagangan bebas antara negara Amerika Utara yang mana
beranggotakan Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. NAFTA juga merupakan salah satu
blok atau organisasi perdagangan bebas yang menjanjikan negara-negara pesertanya
kemudahan di bidang ekonomi, mulai dari diberikannya pembebasan tarif bea masuk bagi
komoditi-komoditi tertentu hingga adanya perlakuan adil terhadap penanam modal asing
yang akan menanamkan modalnya di tiga negara tersebut.

PENGERTIAN NAFTA
NAFTA (North America Free Trade Aggreemnet) merupakan suatu bentuk organisasi
kerjasama perdagangan bebas negara-negara Amerika Utara yang terdiri dari Amerika
Serikat, Kanada dan Meksiko. NAFTA didirikan pada tanggal 12 Agustus 1992 di
Washington DC oleh wakil-wakil dari pemerintahan Kanada serta pemerintahan tuan rumah
yaitu Amerika Serikat. Dan diresmikan pada tanggal 1 Januari 1994. Pada dasarnya NAFTA
merupakan organisasi yang menjanjikan kemudahan bagi negara-negara persertanya di
bidang ekonomi, mulai dari diberikannya pembebasan tarif bea masuk bagi komoditi-
komoditi tertentu hingga adanya perlakuan adil terhadap penanam modal asing yang akan
menanamkan modalnya di masing-masing negara peserta.
NAFTA menghilangkan semua batas-batas nontarif bagi perdagangan sektor pertanian antara
Amerika dan Meksiko. Ketentuan-ketentuan agrikultural Amerika-Kanada digabungkan
dengan NAFTA dengan bergabungnya Meksiko. Dengan ketentuan tersebut semua tarif pada
perdagangan sektor pertanian antara Kanada dan Amerika dicakup oleh tariff-rate quotas
3
(TRQ’s) dihapus sejak 1 Januari 1998.[4] Tujuan pembentukan NAFTA adalah untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja melalui usaha menghilangkan
berbagai hambatan perdagangan, menciptakan iklim untuk mendorong persaingan yang adil,
meningkatkan peluang investasi, memberikan perlindungan terhadap hak milik intelektual,
dan menciptakan prosedur yang efektif dalam penyelesaian perselisihan perdagangan antara
ketiga negara anggotanya.[5]

KETENTUAN YANG MENGATUR ANGGOTA NAFTA


Tujuan utama NAFTA adalah untuk mengatur hak-hak dan kewajiban serta kepentingan-
kepentingan negara-negara anggotanya dalam bidang sebagai berikut:
a. Perdagangan
Dalam bidang perdagangan pengaturannya memuat ketentan tentang penghapusan hambatan
tarif dan non tarif. Tarif akan diturunkan secara perlahan, tergantung jenis dan tingkat
kepentingan terhadap produk. Menjelang tahun 1994, 50% tarif dihilangkan dan penurunan
terhadap tarif yang lain dilakukan dalam waktu 5 s/d 10 tahun diharapkan secara perlahan
ketiga negara NAFTA pada akhirnya dapat memperoleh keuntungan dari penghapusan tarif..
Hambatan non tarif seperti user fees, izin impor (import License) dan kuota akan segera di
hapus dengan beberapa pengecualian, kuota masih dikenakan terhadap bidang energi,
pertanian, otomotif dan tekstil.
b. Keimigrasian
Di bidang keimigrasian, NAFTA memberikan kemudahan bagi pengusaha yang akan
melakukan kegiatan bisnisnya, NAFTA mengizinkan adanya visa sementara kepada
pengusaha dan barang barang untuk tujuan tertentu (temporary entry for bussines person &
goods), bentuk insentif yang diberikan untuk mempermudah investasi dengan membebaskan
orang, barang, peralatan promosi seperti televisi alat peraga, barang-barang dengan tujuan
pameran serta barang modal dibebaskan masuk secara temporer.
c. Finansial
Dalam bidang finansial, hak-hak yang diatur adalah hak untuk transfer mata uang dalam
investasi dan perdagangan, pembebasan penggunaan mata uang ketiga negara berdasarkan
nilai pasar pada saat hari transaksi. Ketentuan dalam bidang finansial ini juga mengatur
tentang larangan transfer yang berkitan dengan kepailitan.
d. Investasi
NAFTA mengatur tentang Investasi, yang menurut definisi umum berarti pembelian aset
untuk meningkatkan nilai suatu produk, yang meliputi tanah, bangunan, barang modal dan
4
bahan baku serta bahan penolong untuk kegiatan produksi, Investasi dalam pengertian
NAFTA bukan merupakan investasi portofolio. Definisi investasi meliputi juga Stock, Bond,
Loans, Income, Profit, Interest, Real Estate. Dalam bidang investasi NAFTA memberlakukan
ketentuan “equal treatment”, persamaan perlakuan terhadap investor di masing-masing
negara anggota. Investor yang menanamkan investasi di Kanada akan mendapat perlakuan
yang sama di negara Amerika Serikat dan Meksiko, begitu juga sebaliknya, investor dari
Amerika Serikat dan Meksiko akan diperlakukan sama di Kanada. Perlakuan kepada investor
masing-masing negara ini berdasarkan perdagangan internasional yang adil, transparan dan
liberal dan akan memperoleh proteksi penuh dan jaminan keamanan di masing masing
negara, negara bagian.

KETENTUAN NAFTA TERHADAP PIHAK LUAR


1. perdagangan
Ketentuan terhadap pihak diluar NAFTA dalam masalah perdagangan, memberlakukan
ketentuan proteksi untuk memaksimalkan keuntungan angota NAFTA. Produk-produk
perdagangan dari negara diluar NAFTA, disamping dikenakan hambatan tarif yang
bervariasi, juga dikenakan hambatan non tariff yang ditujukan untuk melindungi,
memaksimalkan produksi dan penggunaan tenaga kerja anggota NAFTA. Untuk mendeteksi
barang-barang yang berasal dari luar NAFTA maka, diberlakukan ketentuan asal barang,
yang di dalamnya juga diperinci presentase bahan baku, asal bahan baku dan komponen biaya
lain seperti upah buruh, transportasi dan lain-lain.
b. Investasi
Dalam meningkatkan kesempatan investasi, akan memiliki pengaruh secara langsung
terhadap pihak-pihak di luar NAFTA. Peningkatan kesempatan investasi ini bisa berarti
membuka peluang semakin banyaknya investor menanamkan modal di NAFTA dengan
memberlakukan proteksi yang di tujukan untuk menarik investasi asing masuk ke dalam
NAFTA Investor yang akan diperlakukan diskriminatif adalah mereka :
1). Mereka yang tidak memiliki bisnis yang substansial, yaitu mereka yang tidak melakukan
investasi nyata di bidang bidang manufaktur atau kegiatan lain yang memberikan keuntungan
substansial bagi NAFTA.
2). Investor yang memiliki perusahaan di NAFTA, namun pengendali perusahaan itu berasal
dari negara-negara yang memliki hubungan diplomatik yang buruk dengan negara anggota
NAFTA atau negara yang diembargo salah satu negara NAFTA.
c. Imigrasi
5
Dalam NAFTA di atur ketentuan mengenai Temporary entry for business person (TEFBP).
TEFBP ini di berikan kepada para pengusaha yang berasal dari luar NAFTA yang melakukan
kegiatan usaha di bidang perdagangan dan investasi, yaitu pekerja professional, pedagang dan
investor substantial, perpindahan perkerja antar perusahaan danPengusaha yang melakukan
kunjungan bisnis. Keempat golongan tersebut di bebaskan dari keharusan memiliki
sertifikat/perijinan kerja, di bebaskan dan keharusan mengikuti test kelayakan kerja.
Ketentuan NAFTA ini bersifat diskriminatif terhadap orang-orang di luar keempat golongan
di atas. Dengan adanya ketentuan ini, investor potensial di beri kemudahan untuk melakukan
bisnis di NAFTA.

DAMPAK NAFTA TERHADAP NEGARA ANGGOTANYA


Keuntungan
Adapun keuntungan-keuntungan yang telah dicapai dengan terbentuknya organisasi
perdagangan bebas ini adalah sebagai berikut:
 Sektor Pertanian Amerika
Kanada dan Meksiko adalah pasar ekspor kedua dan ketiga terbesar bagi Amerika. Gabungan
kedua ekspor tersebut lebih besar dibanding eksport ke Jepang atau 15-anggota Uni Eropa.
Sejak tahun fiskal (1992-1998), nilai ekspor keluar sektor pertanian Amerika meningkat 26
persen. Selama periode tersebut ekspor pertanian dan makanan pada kedua pasar NAFTA
meningkat 48 persen.
 Perdagangan dengan Meksiko
Selama tahun fiskal 1997-1998 ekspor makanan dan pangan Amerika ke Meksiko meningkat
dari 881 juta dolar menjadi 5,9 milyar dolar – level terbesar selama 5 tahun dalam NAFTA.
Amerika banyak mengekspor produk pangan ke Meksiko dibanding China, Hongkong dan
Rusia tahun lalu. Sekarang Amerika mensuplai hampir 75 persen impor pangan Meksiko.
NAFTA menjaga pasar Meksiko tetap terbuka bagi produksi pangan Amerika walaupun
sejarah krisis ekonomi terburuk Meksiko modern. Saat melemahnya peso ekspor pangan
Amerika turun sampai 11 persen tahun 1995, dan meningkat kembali 60 persen tahun 1998.
Meski perdagangan pangan telah meningkat pada dua arah dibawah NAFTA, ekspor Amerika
ke Meksiko meningkat dengan cepat dibanding impor dari Meksiko. Surplus perdagangan
pangan Amerika dengan Meksiko adalah 1,32 milyar dolar pada tahun 1998.
 Perdagangan dengan Kanada
Kanada telah menjadi pasar yang stabil bagi perdagangan pangan Amerika dibawah FTA,
dengan bertambahnya ekspor pangan 10 persen setiap tahun sejak tahun 1990-1998. Ekspor
6
Amerika mencapai rekor 7 milyar dolar ke Kanada tahun 1998, dan bertambah lebih dari 89
persen sejak 1990. Buah-buahan dan sayuran segar, makanan ringan, dan konsumsi makanan
lainnya mendekati hampir tiga perempat penjualan di Amerika.[8]
Di atas telah dijelaskan bahwa NAFTA telah memberikan banyak keuntungan namun dari
keuntungan-keuntungan tersebut ternyata yang mendapatkan banyak keuntungan terbanyak
adalah negara Amerika Serikat. Baik dalam sektor pertanian Amerika Serikat, perdagangan
Meksiko, perdagangan dengan Kanada. Amerika Serikat telah menjalankan kepentingan
dengan mengadakan banyak perjanjian termasuk dalam perjanjian perdagangan bebas dengan
negara-negara Amerika Utara ini. Dan dari penjelasan tersebut, terlihat jelas bahwa blok
perdagangan bebas ini bersifat deskriminasi karena keuntungan yang diperoleh tidak bersifat
merata. Negara Amerika yang merupakan negara super power ini yang kemudian menjadi
pihak yang sangat untung.

KERUGIAN
 Kemiskinan di Meksiko
Meskipun banyak keutungan yang dijanjikan NAFTA, rata-rata warga Meksiko tidak
merasakan manfaatnya sejak dilaksanakannya perjanjian ini. Pada dua bulan pertama tahun
1995 stok pasar jatuh 24%, ratusan perusahaan tutup, dan lebih dari 250000 warga Meksiko
kehilangan pekerjaan. Pekerja Amerika juga tidak melihat manfaatnya dari perjanjian
perdagangan ini. Satu setengah tahun pertama dilaksanakannya NAFTA terlihat perdagangan
Amerika menjadi defisit hampir 80000 pekerja Amerika kehilangan pekerjaannya. Para
pekerja dari utara juga tidak mendapat kebaikan: upah di Meksiko menurun sekitar 40%-
50%. Sementara biaya hidup meningkat 80% pendapatan hanya meningkat 30%. Tingkat
inflasi tahun 1996 meningkat lebih dari 51% dan 20000 usaha bisnis kecil dan sedang mulai
bangkrut dengen meningkatnya persaingan dari perusahaan-perusahaan multinasional.
Sampai dengan tahun 1996 lebih dari 2.3 juta warga Meksiko kehilangan pekerjaanya sejak
dilaksanakannya NAFTA. Harga kebutuhan dasar seperti bahan bakar dan listrik meningkat
pada tingkatan yang tidak terduga. Setahun setelah jatuhnya mata uang peso, tiga perempat
keluarga Meksiko tidak mampu mendapatkan makanan dasar dan pelayanan dibutuhan agar
menjaganya tetap di atas garis kemiskinan. Begitu menyedihkan nasib rakyat ini karena
perdagangan yang tidak merata keuntungannya ini.

7
 Permasalahan Sektor Pertanian di Meksiko
Sebelum dilaksanakannya NAFTA, sebagian lahan Meksiko digunakan untuk produksi
jagung yang dihasilkan oleh 2,5 juta petani. Tahun 1996 Meksiko mengimpor senilai 1,1
milyar dolar jagung, yang merupakan salah satu produksi terkuatnya.
Kerugian dari NAFTA ini ternyata banyak dialami oleh Meksiko berbeda ahlnya dengan
yang disakan oleh Amerika Serikat yang menikmati banyak keuntungan. Dari kasus tersebut
telihat jelas bahwa NAFTA dan bentuk perjanjian perdagangan bebas lainnya tidak
memberikan kesejahteraan secara merata namun hanya, sebelah pihak. Seperti kasus yang
terjadi di Meksiko karena adanya pasar bebas, maka produk-produk dan perusahaan-
perusahaan kesil di Meksiko menjadi bangkrut dan tutup.

DAMPAK NAFTA TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL


NAFTA sebagai instrumen baru perdagangan international, bersifat liberal dan terkedepan
dalam melaksanakan ketentuan GATT, namun sangat protektif dan diskriminatif bagi pihak
lain diluar NAFTA. Sebagai suatu blok perdagangan yang memproteksi investasi dan
perdagangan negara-negara anggotanya, NAFTA telah menyebabkan terjadinya perubahan
struktur perdagangan dunia dan menyebabkan terjadinya perubahan peta lokasi industri
dunia. Perubahan struktur perdagangan dunia disebabkan oleh besarnya peran perekonomian
negara-negara NAFTA dalam perdagangan dunia. Sebagai blok perdagangan yang protektif,
ketentuan NAFTA telah menyebabkan terjadinya pemisahan siapa yang diuntungkan dan
siapa yang dirugikan, serta merubah jenis barang yang dapat diperdagangkan. Mereka yang
diuntungkan adalah mereka yang karena ketentuan NAFTA dapat melakukan kegiatan
perdagangan, menggatikan posisi pihak yang tidak lagi dapat melakukan kegiatan
perdagangan dan investasi di NAFTA.
NAFTA memberlakukan proteksi untuk tujuan menarik investor asing yang di sebut dengan
istilah “Administered protection to encourage foreign investment.” Strategi ini menuntun
investor asing untuk masuk ke dalam “Dinding Proteksi” (inside protection wall).[10]
Mereka yang dianggap anggota NAFTA adalah investor yang berasal dari luar NAFTA
namun berinvestasi dan memiliki bisnis yang substansial di NAFTA maka mereka akan
dianggap sebagai anggota NAFTA.

8
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
NAFTA (North America Free Trade Aggreemnet) merupakan suatu bentuk organisasi
kerjasama perdagangan bebas negara-negara Amerika Utara yang terdiri dari Amerika
Serikat, Kanada dan Meksiko. Perdagangan bebas yang dijalankan oleh ketiga negara ini
telah diikat oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku dan telah disepakati oleh masing-masing
pihak. NAFTA juga memiliki kerjasama bilateral di luar dari ketiga negara tersebut dan juga
dalam kerjasama diluar anggota dari NAFTA telah atur dalam sebuah ketentuan-ketentuan
antara NAFTA dengan negara lain. Oleh sebab itu, NAFTA bukan hanya memberikan
pengaruh terhadap negara-negara anggotanya tetapi juga terhadap perdagangan internasional.
Dalam perdagangan bebas ini ternyata tidak begitu memberikan dampak yang baik terhadap
sebua negara. Karena perdagangan bebas ternyata bersifat deskriminatif. Negara yang
menikmati hasil dari perdagangan bebas adalah negara-negara yang memiliki daya saing
yang kuat. Misalnya saja negara beekembang belum mampu menjadi pesaing yang tangguh
dalam memasarkan produknya sehingga produknya terseut tidak laku dipasaran karana kalah
saing oleh produk dari negara maju. Seperti yang terjadi di Meksiko, karena adanya blok
perdagangan bebas yaitu NAFTA sehingga produk dari luar bebas masuk dan menyebabkan
banyak perusahaan yang bangkrut dan tutup akibat pemasaran yang sudah beralih ke produk
dari luar negeri.

B. SARAN
Dari kasus dan penjelasan dari blok perdagangan bebas diatas ternyata bukan sebuah
penyelesaian untuk memberantas kemiskinan tapi hanya sebagai alternative kuat bagi para
penanam modal untuk menjalankan kepentingan-kepentingannya. Sehingga dapat dikatakan
bahwa Free Trade bukan lagi hal yang harus diterapakan karena hanya bersifat deskriminatif.
Dan sekarang yang perlu diperhatikan adalah masyarakat kecil yang tidak menikmati sistem
yang berjalan ini. Oleh sebab itu, perdagangan bebas ini perlu dganti dengan perdagangan
adil atau Fair Trade. Fair Trade ini merupakan sistem yang adil dimana deskriminasi
terhadap negara-negara berkembang akan dihapuskan. Seperti dari namanya yaitu
perdagangan yang bebas berarti bukan perdagangan yang hanya menguntungkan sebelah
pihak saja.

9
DAFTAR PUSTAKA
Robert Jackson & Georg Sorenson .1999. Pengantar Studi Hubungan Internasional.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
www.wikipedia.com/perdagangan internasional.html di akses pada tanggal 18 Januari 2018
pukul 15.30
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/perdagangan-internasional-7.html diakses pada
tanggal 18 Januari 2018 pukul 15.30
http://www.ustr.gov/trade-agreements/free-trade-agreements/north-american-free trade-
agreement-nafta.html diakses pada tanggal 18 Januari 2018 pukul 15.30
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/bab-11-neraca-pembayaran-arus-modal-asing-
dan-utang-luar-negeri.html diakses 18 Januari 2018 pukul 15.30
http://id.reingex.com/NAFTA-Perjanjian-Perdagangan-Bebas-Amerika-Utara.html diakses
pada tanggal 18 Januari 2018 pukul 15.30
http://www.nafta-sec-alena.org diakses 18 Januari 2018 pukul 15.30
http://www.ustr.gov/trade-agreements/free-trade-agreements/north-american-free-trade-
agreement-nafta.html diakses 18 Januari 2018 pukul 15.30

10