Anda di halaman 1dari 8

Kemajuan dalam Ilmu Sosial, Pendidikan dan Penelitian Humaniora, volume 200

Seminar Internasional Tahunan ke-3 tentang Pendidikan Transformatif dan Kepemimpinan Pendidikan (AISTEEL 2018)

Pengaruh Panduan Praktikum Kimia Inovasi


dan Model Inkuiri Panduan Terpandu Kit untuk
Keterampilan Siswa pada Kelas XI Semester
Kedua SMU Sekolah
Nur Akmalia Program Pascasarjana Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan Medan, Indonesia
maia.akmalia.11@gmail.com
Ramlan Silaban Program Pascasarjana Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan Medan, Indonesia
Mahmud Program Pascasarjana Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan Medan, Indonesia
Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan praktikum dan kit praktikum kimia yang valid untuk
kelas XI semester 2 model penyelidikan terpadu sekolah menengah sesuai dengan kriteria BSNP dan mengetahui
efektivitas panduan praktikum kimia dan kit inkuiri terbimbing terintegrasi pada keterampilan siswa. Sampel dalam
penelitian ini adalah 2 buku pedoman praktikum kimia dengan penerbit yang berbeda dari kelas XI semester II SMA,
panduan praktikum yang telah dikembangkan, 5 guru kimia, 5 peer review, 2 dosen program pendidikan kimia
pascasarjana Universitas Negeri Medan, dan 22 siswa kelas XI SMA IPA Muta'allimin Aceh Besar. Pemilihan sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan ADDIE.
Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari angket praktikum panduan
analisis validitas sesuai dengan kriteria BSNP, angket angket praktikum analisis validitas sesuai kriteria BSNP, dan
lembar observasi keterampilan siswa. Hasil analisis validitas panduan praktikum yang digunakan di sekolah memiliki
nilai rata-rata 3,01 dengan kategori valid, tetapi ada beberapa komponen panduan praktikum yang perlu dikembangkan.
Panduan praktikum kimia yang dikembangkan memiliki nilai rata-rata 3,54 dengan kategori sangat valid. Kit praktikum
yang dikembangkan memiliki nilai rata-rata 3,54 dengan kategori yang sangat valid. Efektivitas penggunaan panduan
praktikum kimia dan kit pada keterampilan siswa menunjukkan skor rata-rata 79,92 berarti bahwa nilai rata-rata
keterampilan siswa lebih besar daripada skor KKM 73.
Kata kunci-praktikum panduan, kit praktikum, panduan model penyelidikan, siswa keterampilan.
Hak Cipta © 2018, Penulis. Diterbitkan oleh Atlantis Press. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-NC
(http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/).
61 I. PENDAHULUAN Mata pelajaran kimia memiliki karakteristik yang sama dengan IPA, karena merupakan
salah satu bidang ilmu sains. Tuntutaneksplisit dan targetdari kurikulum kimia adalah keseimbangan kemampuan

masing-masing siswa antara keterampilan intelektual dan fisik mereka. Oleh karena itu, guru kimia harus
melakukan kegiatan belajar mengajar melalui metode yang memberikan pengalaman individual langsung kepada

siswa [9]. Proses memberikan pengalaman langsung dalam pembelajaran kepada siswa bertujuan untuk
mengembangkan kompetensi untuk memahami pembelajaran secara ilmiah. Zidny, dkk. (2017) menyatakan bahwa
kimia adalah ilmu yang perlu membuktikan eksperimen yang memiliki dua hal yang sangat terkait dan tidak

dapat dipisahkan, yaitu kimia sebagai produk (pengetahuan kimia dalam bentuk fakta, konsep, teori dan prinsip)

dan prosesnya (ilmiah kerja).


Praktikum memiliki peran penting dalam pembelajaran sainspembelajaran terutamakimia karena kimia adalah
sains eksperimental yang tidak dapat dipelajari hanya melalui membaca, menulis, atau mendengarkan saja. Sesuai
dengan pernyataan dari [1] yang menyatakan bahwa lab adalah bagian penting dari pendidikan sains. Ini
membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman mereka tentang sains, mempelajari sains berbasis bukti dan

mendapatkan pengalaman langsung sangat penting bagi siswa untuk maju dalam sains. Siswa harus diberi
kesempatan untuk melakukan eksperimen dan penyelidikan yang menyenangkan dan beragam. Praktikum yang

dilakukan di laboratorium, [6] juga memberikan pendapat bahwa laboratorium memiliki peran penting dalamsains

pendidikan, dan pendidik sains telah menyarankan bahwa ada banyak manfaat dalam pembelajaran yang berasal
dari penggunaan kegiatan laboratorium. Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an.
Kemajuan dalam Ilmu Sosial, Pendidikan dan Penelitian Humaniora, volume 200
Implementasi praktikum yang baik tidak dapat dipisahkan dari
II. METODE ketersediaan panduan praktikum digunakan sebagai pedoman siswa dalam kegiatan praktikum.

Menurut [14] kimia dalam proses pembelajaran dalam bentuk manual praktikum kimia sangat diperlukan, dan
kebutuhan proses pembelajaran berbasis sains proses sains berbasis untuk meningkatkan keterampilan ilmiah

siswa. Panduanpraktikum bertujuan untuk membimbing siswa dalam melakukan laboratorium dan untuk membantu
guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Panduanpraktikum disusun dan ditulis oleh sekelompok staf pengajar

yang menangani praktikum dan mengikuti aturanpenulisan ilmiah [7].

Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Medan, MAS Muta'allimin Aceh Besar dan SMAN 1 Sukamakmur

Aceh Besar pada Oktober 2017 - April 2018. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 pemandu praktikum kimia
dengan penerbit berbeda, pemanduterpandu praktikum, 22 siswa kelas XI MIA 1 MAS Muta'allimin Aceh Besar,

5 guru kimia, 3 peer review, dan 2 dosen kimia Program Magister Pascasarjana Kimia Universitas Negeri Medan.
Pemilihan sampel dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling.
Beberapa masalah yang berhubungan dengan sekolah termasuk peralatan atau bahan kimia yang tidak memadai,
tidak ada laboratorium, waktu yang tidak mencukupi, tidak adalaboratorium asisten, pekerjaan praktis berbahaya,

aturan keamanan menghambat pekerjaan praktis, pekerjaan praktis tidak diperiksa, dan guru merasa kurang siap
atau tidak memiliki pengalaman [3] . Menurut [4] untuk melakukan kegiatan praktis siswa diberi fotokopi lembar

kerja dan kadang-kadang guru menulis langsung menginjak papan pada hari latihan. Instruksi dalam panduan

yang diberikan membatasi kreativitas dalam melakukan praktikum sehingga pembelajaran menjadi kurang
bermakna. Ini juga karena panduan praktikum yang belum terintegrasi dengan model pembelajaran sutau. Xu dan

Talanquer (2012) juga menyatakan bahwa kegiatan laboratorium di sekolah dan pendidikan perguruan tinggi relatif
kecil, yang didasarkan padasiswa keterampilanmasih kurang baik dan panduannya tidak cukup pada saat
praktikum.
Jenis penelitian ini adalah pengembangan penelitian dengan ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan,
Implementasi, dan Evaluasi). Data yang diperoleh pada tahap analisis adalah dengan menganalisis buku

panduan kimia kelas XI SMA / MA Semester II dari 2 penerbit yang berbeda. Pada tahap desain, panduan
praktikum dan kit yang akan dikembangkan disiapkan dalam bentuk desain awal. Beberapa rencana termasuk
mempersiapkan kerangka pedoman dan kit pratikum, menentukan pengembangan sistematis panduan dan kit

praktikum, serta merancang tampilan panduan dan kit praktikum. Pada tahap pengembangan, pengumpulan data
dilakukan dalam bentuk validasi dari panduan dan perangkat praktik yang telah dikembangkan. Pada tahap

implementasi, bimbingan dan kit praktikum kimia dikembangkan dalam implementasi untuk 22 siswa SMA X
kemudian melakukan pengamatan keterampilan siswa. Pada tahap evaluasi, peneliti mengevaluasi Upaya yang
dilakukan untuk mengatasi masalah adalah mengintegrasikan model pembelajaran ke dalam panduan praktis, salah
satu model yang dapat diintegrasikan adalah inkuiri terbimbing yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk

panduan praktis. Menurut [11] laboratorium

panduan dan kit praktikum didasarkan pada keseluruhan kegiatan yang telah dilakukan sehingga produk yang
dihasilkan dalam bentuk panduan dan kit laboratorium inovatif untuk kelas XI SMA / MA Semester II

terintegrasi model inkuiri terbimbing. pendekatan inkuiri menekankan seluruh proses ilmiah, di mana peserta didik

memiliki kesempatan untuk mengidentifikasi masalah dari pengamatan mereka, merumuskan hipotesis,

merencanakan prosedur dan melakukan investigasi, menjelaskan fakta yang diperoleh dalam eksperimen, dan
menyampaikan kesimpulan.

Data yang diperoleh dengan kuesioner diproses dengan statistik deskriptif. Persamaan yang digunakan untuk

menghitung hasil kuesioner adalah perhitungan rata-rata yang diusulkan [2] yaitu:

effort Upaya lain untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan melakukan laboratorium kimia dengan skala

mikro. Praktik skala mikro adalah ̅ = Praktikum nilai rata-rata dengan alat dan bahan yang digunakan juga

dengan desain berukuran lebih kecil dari peralatan yang digunakan di lab biasa. Alat dan x = Jumlah validator
/jawaban subjek tes bahanyang digunakan, dikemas dalam kotak yang biasa disebut kit praktikum [12]. [5]
Menyatakan bahwa kit praktikum adalah salah satu dari praktis
n = Jumlah validator /tes subjek
mediayang dapat digunakan dalam pembelajaran kelas. Kit praktikum adalah seperangkat alat praktis yang

dikemas dalam kotak yang berisi alat praktikum. Implementasi kursus pembelajaran kimia dengan lab
III. HASIL DAN PEMBAHASAN kit menjadi lebih mudah, lebih sederhana, kurang mengintimidasi, lebih aman
bagi kesehatan, Tahap pertama dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis laboratorium panduan dan dapat

mengurangi risiko kecelakaan laboratorium.


ahli kimia A dan penerbit B yang beredar. Analisis ini
Berdasarkan pada uraian masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan panduan

praktikumkimia yang valid dan kituntuk model penyelidikan terintegrasi kelas XI SMA semester kedua sesuai
dengan kriteria BSNP dan mengetahui efektivitas panduan praktikum kimia. dan kit inkuiri terpandu terintegrasi
pada keterampilan siswa.
dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan praktikum baik dari aspek kelayakan konten, kelayakan bahasa,

kelayakan presentasi, dan kelayakan kelulusan sesuai dengan standar BSNP yang telah dimodifikasi untuk
panduan praktis. Hasil dari panduan studi lab dapat dilihat pada Gambar 1.
62

berdasarkan BSNP menunjukkan bahwa nilai rata-rata


panduan praktikum dari penerbit A sebesar 3,17 cukup layak
untuk digunakan dan penerbit B sebesar 2,86 berarti cukup layak
untuk digunakan. menjadi digunakan, tetapi dalam kedua

panduan masih ada beberapa bagian yang perlu ditambahkan.

Pada fase pengembangan, langkah pertama adalah


menggambarkan indikator berdasarkan kompetensi inti dan

kompetensi dasar dalam kurikulum 2013. Setelah itu, dirancang


Gambar 1 Grafik Panduan Praktikum Panduan Awal Hasil Analisis Penerbit A dan
B percobaan apa pun yang
dikembangkan panduan praktikum kimia tidak hanya
Informasi: terintegrasi dengan model inkuiri yang dipandu tetapi juga
dilengkapi dengan pengantar, daftar isi, analisis kurikulum 2013,
A: Kelayakan konten
pengantar bahan kimia, pengantar bahan kimia, pesanan
B: Kelayakan bahasa

C: Kelayakan presentasi laboratorium, keselamatan laboratorium, eksperimen yang


akan dimasukkan ke dalam pengembangan panduan latihan.
dikembangkan, dan daftar pustaka. Komponen penyusun
Subyekdikembangkan dalam panduan praktis ini adalah percobaan meliputi halaman materi,eksperimen judul, tujuan
asam-basa,asam titrasibasa,hidrolisis garam, larutan buffer,
eksperimental, landasan teori, merumuskan masalah,
kelarutan dan hasil kali kelarutan, dan koloid. Selain
merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, alat dan bahan,
itu,terintegrasi buku panduanuntuk model praktikum
metode kerja, menguji hipotesis, pengamatan, pertanyaan dan
penyelidikan terpandu dan ketersediaan kit praktikum.
tugas, merumuskan kesimpulan, kinerja siswa penilaian, dan
D: Kelayakan grafiti daftar pustaka.

Hasil analisis panduan kimia kimia SMA XI Semester II


Gambar 2 Panduan Praktis
Kemajuandalam Ilmu Sosial, Pendidikan dan Penelitian Kemanusiaan, volume 200
63
Penerbit A 2.79 3.33 3.07 3.5
Penerbit B 2.49 3.17 3.03 2.73
3.5 1.5
4 1

3 0.5
0
2.5 ABCD
2

Kemajuandalam Penelitian Ilmu Sosial, Pendidikan dan Humaniora, volume 200


Kit eksperimental yang dikembangkan terdiri dari tigapraktikum
kotak. Di dalam kotak ini ada juga manual tentang penggunaan yang terkandung dalam panduan praktikum yaitu hidrolisis garam, kit p
penyangga yang mencantumkan alat-alat dan bagaimana mereka digunakan, cara- solusi, kelarutan dan produk kelarutan. Dalam Ala

keamanan, bahan, dan karya eksperimental. bahan-bahan yang dibutuhkan untuk ketiga laboratorium semuanya tersusun dengan rapi
Gambar 3 Kit Praktikum
Untuk menghasilkan panduan dan kit praktik yang memenuhi syarat untuk digunakan harus melalui proses validasi. Tingkat kelayaka
yang dikembangkan dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4 Grafik Bimbingan Pendahuluan Hasil Analisis KelayakanDikembangkan
Informasi yang: panduan praktikum yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan. Sejalan A: Kelayakan konten B: Kelayakan bah
Kelayakan presentasi D: Kelayakan grafiti

dengan [8] yang menunjukkan bahwa panduan praktikum dasar kimia I yang terintegrasi dengan pendekatan penyelidikan laya
dibuktikan dari hasil validasi yang memiliki rata-rata 3,85 yang berarti panduan praktis layak digunakan.
Hasil analisis praktikum kimia dikembangkan telah menunjukkan bahwa nilai rata-rata 3,54 berarti bahwa
Tingkat kelayakan kimia panduan praktikum kit yang dikembangkan dapat dilihat pada Gambar

5. 64 3,65 3,61 3,61 3,60 3,55 3,53

3.30
ABCD Komponen Uji
KemajuanKemajuan dalam Ilmu Sosial, Pendidikan dan Penelitian Kemanusiaan, volume 200
5.00
4.00
3.61 3.40 3.68 3.31 3.81 3.80
3.52
3.06 3.00
2.00
1.00
0.00
ABCDEFGH Aspek Penilaian
Gambar 5 Grafik Tingkat Kelayakan Rata-rata Kit Praktikum
Informasi:
A: Keterkaitan dengan materi pelajaran
B: Nilai pendidikan
C: Resistansi perangkat
D: Keakuratan alat
E: Efisiensi alat
F: Keamanan bagi siswa
G: Estetika
H: Kotak kit
65 Hasil analisis kit kimia percobaan yang dikembangkan menunjukkan bahwa nilai rata-rata 3,54 berarti bahwa kit praktikum yan

sangat layak untuk digunakan. [10] menyatakan bahwa kit praktikum sebagai media pembelajaran pada bahankimia kesetimban

berbasis penyelidikan layak untuk digunakan pada persyaratan validitas, berdasarkan validitas isi dan validitas konstruk yang dip
rata-rata 77,07% deng

Tahap terakhir adalah tahap implementasi, tahap ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan pedoman dan kit laborato

dikembangkan untuk keterampilan siswa. Data observasiketerampilan siswa pada saat berlatihgaram hidrolisisdapat dilihat pada Ga

6. 100,00 80,00 84,09 84,09 70,45 84,09 77,27

Aspek Keterampilan
Gambar 6 Grafik Hasil Pengamatan Mahasiswa Penilaian Keterampilan SelamaPraktikum
Informasi:
1: Siapkan alat dan bahan sesuai denganpraktik
prosedurdan dalam kondisi bersih
2: Lakukan prosedur kerja secara sistematis
3: Menggunakan alat praktikum dengan benar dan tepat.
4: Catat pengamatan yang dilakukan dengan benar dan terperinci dalam tabel pengamatan.
Kemajuan dalam Ilmu Sosial, Pendidikan dan Penelitian Kemanusiaan, volume 200

5: Bersihkan alat dan tempat kerja yang digunakan di laboratorium untuk mengamati sifat hidrolisis garam dan mengatur ulang mereka

kit yang disediakan


[6] Hofstein, A. dan Lunetta, VN (2003). Laboratorium Pendidikan Sains: Yayasan untuk Abad Dua Puluh Satu. Laboratorium Pendidikan Sains, 28-54.
6: Menghasilkan laporan praktikum mengamatihidrolisis garam
sifat
[7] Irmi, N. M, Adlim, dan Rahmayani, RF (2017). Pengembangan Penuntun Praktikum Kimia Dasar Ii Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Reaksi Redoks Dan Elek
Mahasiswa Pendidikan Kimia, skor rata-rata keterampila
2(1), 27-34. praktikum berdasarkan enam indikator adalah 79,92 dengan kategori baik. Menurut [8] panduan laboratorium kimia d
mengintegrasikan pendekatan inkuiri siswa yang mudah dipahami. Ini dapat dilihat dari hasil penilaian afektif dan psikomotor [8] Lub
Jahro, IS (2016). Pengembangan Penuntun Praktikum Kimia Dasar I Terintegrasi Dukungan Inkuiri. Jurnal Pendidikan Kimia, 8(2), 95-104.

siswa baik dengan peringkat afektif rata-rata 2,5 dan [9] Mulyono. (2005). Pengembangan dan Implementasi Model Praktikum Kimia rata-rata dan aspe
rata-rata 2,34. Hasil belajar pada aspek kognitif siswa mendapat nilai rata-rata pretest yang setara dengan Lingkungan Tempat Tinggal Siswa pa
Jurnal

Pengajaran MIPA, 6(1), 61-73. ke 69,31 dan rata-rata posting sama dengan 82,73. Ini membuktikan bahwa penggunaan pedoman u
terintegrasi I dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik secara kognitif, afektif dan [10] Rusdianawati, D. dan Sukarmin. (2017). Pengembangan
Media Pembelajaran Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Berbasis Inkuiri Pada Materi Kesetimbangan Kimia Kelas XI. UNESA As
Jurnal Pendidikan Kimia, 6(2), 308-314.
[11] Supasorn, S. (2012). Meningkatkan pemahaman konseptual sarjana IV. KESIMPULAN 1. Tingkat kelayakan panduan kimia SMA / MA
dari ekstraksi asam-basa-netral organik menggunakan eksperimen berbasis penyelidikan. Procedia-Sosial dan Ilmu Perilaku, 46, 4643-4650.

kelas XI semester II yang beredar dari 2 berbeda [12] Wardani, S. (2008). Pengembangan keterampilan proses dalam penerbit memiliki kategori yang

beberapa komponen dari panduan yang perlu dilakukan pembelajaran kromatografi lapis tipis melalui praktikum skala mikro. Jurnal
Inovasi Pendidikan Kimia, 2(2), 317-322. pengembangan. 2. Panduan praktikum kimia yang dikembangkan memilikisangat valid
kategori yang, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran kimia. [13] Xu, H., dan Talanquer, V. (2012). Pengaruh tingkat penyelidikan percobaan labo
tertulis siswa kimia umum. Jurnal Pendidikan Kimia, 90(1), 21-28. 3. Kit praktikum yang dikembangkan memiliki kategori yang sangat valid, s

digunakan dalam pembelajaran kimia. 4. Efektivitas penggunaan panduan praktikum kimia dan perlengkapan pada keteram
menunjukkan nilai rata-rata lebih besar dari
[14] Zulaiha, Hartono, dan Ibrahim, AR (2014). Pengembangan Buku Panduan Praktikum Kimia Hidrokarbon Berbasis Keterampilan Proses Sains Di SMA. Jurnal Penelitian P

87-93. skor KKM 73. DAFT


[1] Abrahams, I. dan Millar, R. (2008). Apakah kerja praktek benar-benar berhasil? Sebuah studi tentang efektivitas kerja praktek sebagai metode pengajaran dan pembelajara
Jurnal internasional pendidikan sains, 30(14), 1945-1969.
[2] Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta:
PT. Rineka Cipta.
[3] Bradley, JD, Durbach, S., Bell, dan Mungarulire, J. (1998). Kimia Praktis Praktis untuk Semua — Mengapa dan Bagaimana ?. Jurnal Pendidikan Kimia, 75(11), 1406-1409.
[4] Deli, AC (2017). Pengembangan Penuntun Praktikum Inovatif Terintegrasi Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Materi Reaksi Reduksi Oksidasi Terhadap Hasi
Keterampilan Siswa Kelas X SMA. Tesis. Medan: Pascasarjana Universitas Negeri Medan.
[5] Epinur, Afrida, Syahri, W., dan Purwanti, I. (2015). Pengembangan Kit Praktikum Dan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Materi Laju Reaksi Untuk Siswa SMA. Prosid
bidang MIPA BKS-PTN Barat, 418-424.
66