Anda di halaman 1dari 13

KARAKTERISTIK WATAK LAMPU PIJAR

Disusun oleh :

ALFIANISA KARROMAH SUNARDI

NRM 1302617020

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2018
KARAKTERISTIK WATAK LAMPU PIJAR

ALFIANISA KARROMAH SUNARDI1) , WIRDA NILAWARI, M.SI 2)

1. Mahasiswa Program S1 Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri


Jakarta
2. Dosen Pendidikan Fisika Univesitas Negeri Jakarta

Program Studi Pendidikan Fisika, Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta

Email : alfianisakarromah@gmail.com

Abstrak

Lampu pijar adalah atau disebut juga Incandescent Lamp adalah jenis lampu listrik yang
menghasilkan cahaya dengan cara memanaskan kawat filamen di dalam bola kaca yang diisi
dengan gas tertentu seperti nitrogen, argon, kripton atau hidrogen. Lampu pijar tergolong
lampu listrik generasi awal yang masih digunakan hingga saat ini. Dalam praktikum kali ini
akan dibuktikan hukum ohm yang menyatakan bahwa arus yang melalui suatu peranti selalu
berbanding lurus dengan beda potensial atau tegangan yang diterapkan dalam peranti
tersebut. Dengan dibuktikannya pernyataan hukum ohm, kita akan mengetahui watak dari
lampu pijar, yakni kebenaran watak lampu pijar terbukti dalam hukum ohm, yaitu kuat arus
yang mengalir sebanding dengan tegangan antara ujung–ujung penghantar, Semakin besar
tegangan yang digunakan maka semakin meningkat daya yang diperoleh dalam rangkaian,
Semakin meningkat daya yang diperoleh dalam rangkaian, maka semakin terang menyala
kawat filamen dalam lampu pijar.

Kata kunci: lampu pijar, watak lampu pijar, hukum ohm

PENDAHULUAN

Lampu pijar tergolong lampu listrik memanaskan kawat filamen di dalam bola
dimana cahaya lampu pijar dibangkitkan kaca yang terdapat gas-gas tertentu
dengan mengalirkan arus listrik. Lampu
pijar menghasilkan cahaya dengan
Pengaruh Suhu Pada Tahanan V, R dengan V, dan P dengan V. Jadi yang
di.maksud dengan Watak Lampu Pijar
Arus yang mengalir dalam suatu
adalah hubungan antara :
penghantar besarnya sebanding dengan
tegangan (beda potensial) antara ujung- 1. Tegangan yang terpasang dengan
ujung penghantar tadi atau dinyatakan arus listrik yang mengalir.
dengan persamaan:
2. Tegangan yang terpasang dengan
𝑉 tahananya.
𝐼= (1)
𝑅

3. Tegangan yang terpasang dengan


dengan I = arus; dan V = tegangan; dan R
daya yang diambil.
adalah bilangan tetap yang dinamakan
tahanan dari penghantar. Penghantar yang Pemilihan Bagan dalam Pengukuran V dan
mengikuti Hukum Ohrn dinamakan I
penghantar yang Linier. Pada umumya
Untuk memperoleh watak lampu pijar
tahanan berubah dengan berubahnya
diperlukan pengukuran V dan I secara
temperatur Untuk penghantar dari logam,
simultan dengan cara pemasangan
besarnya tahanan bertambah besar jika
Voltmeter dan Ampermeter seperti bagan 1
temperatur makin tinggi.
dan bagan 2 dibawah.
Dissipasi Tenaga dalam suatu Penghantar
Bagan 1
Jika dalam suatu penghantar mengalir arus
Pada bagan 1 dapat di analisis ada
listrik , maka dalam penghantar ini ada
kesalahan pembacaan ampermeter, karena
tenaga listrik yang hilang dan berubah
yang terukur adalah jumlah dari arus yang
menjadi panas. Dikatakan ada tenaga
lewat lampu dan yang lewat voltmeter.
listrik yang terdissipasi. Besarnya tenaga
yang terdissipasi tiap detiknya, atau daya
yang terdissipasi adalah 𝑃 = 𝑉 ∙ 𝐼 (Watt
atau Joule per detik).

Watak Lampu Pijar

Karena ada daya yang terdisipasi menjadi


panas maka jelaslah bahwa tahanan suatu
lampu pijar berubah dengan berubahnya Gambar 1. Skema pengukuran arus
tegangan. Dalam percobaan Watak Lampu menggunakan Amperemeter
Pijar kita teliti hubungan antara I dengan
Arus yang terbaca berlebihan: 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑑𝑖𝑝𝑖𝑙𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑔𝑎𝑛 1, 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘𝑛𝑦𝑎
𝑟
× 100% dengan r = tahanan lampu dan 𝑟 𝜌
𝑅 >
𝑅 𝑅
R = tahanan Voltmeter. Jika kesalahan
𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑖𝑙𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑔𝑎𝑛 2
yang kita kehendaki maksimal sebesar a %
maka haruslah:
𝑟 𝑟 𝜌
× 100% < 𝑎% Untuk mengetahui besarnya dan dan
𝑅 𝑅 𝑅

dapat dilakukan pengukuran seperti dalam


Bagan 2
prosedur percobaan. Dengan menganggap
Pada bagan 1 dapat di analisis ada
tahanan dalam dari sumber dapat diabaikan
kesalahan pembacaan Voltmeter, karena
maka dapat dibuktikan bahwa:
yang terukur adalah jumlah dari tegangan
𝑟 𝑉 𝐼′ − 𝐼 𝑉 𝐼′
pada lampu dan ampermeter. = ′= = ′ ( − 1)
𝑅 𝑉 𝐼 𝑉 𝐼

dan

𝑉 ′′
𝜌 𝐼′
= −1
𝑅 𝑉 − (𝑉 ′ − 𝑉 )
𝐼 𝐼
𝑟 𝜌
Harga terhadap dibandingkan.
𝑅 𝑅
Gambar 2. Skema pengukuran hambatan Kemudian dipilih bagan yang lebih baik
menggunakan Voltmeter untuk ketiga contoh tegangan di atas.

Tegangan yang terbaca berlebihan: Daya Listrik


𝜌
× 100% dengan 𝜌 = tahanan Daya listrik adalah tenaga listrik persatuan
𝑅

amperemeter. Jika kesalahan yang kita waktu. Kalau tenaga dinyatakan dengan
kehendaki maksimal a%, maka haruslah: Joule dan satuan waktu dalam detik maka

𝜌 satuan daya listrik adalah ”watt” atau joule


× 100% < 𝑎%
𝑅 per sekon. Daya pada arus bolak balik
Pemilihan Bagan merupakan fungsi waktu, karena itu apa
yang sering disebut daya pada arus bolak
Jika,
balik pada hakekatnya adalah daya rata-
𝑟 𝜌
< rata selama satu periode. Secara matematis
𝑅 𝑅
daya rata-rata dapat di ekspresikan 𝑃 =
1 𝑇 tidak melebihi titik lebur filamennya. Hal
∫ 𝑉 ∙ 𝑖 ∙ 𝑑𝑡, dengan T = Periode, V =
𝑇 0
ini dapat dilaksanakan dengan mengatur
harga tegangan sesaat, dan i = harga arus
besarnya arus listrik yang dialirkan lewat
sesaat. Apabila 𝑉 = 𝑉𝑚𝑎𝑥 sin 𝜔𝑡 dan 𝐼 =
filamen.
𝐼𝑚𝑎𝑥 sin 𝜔𝑡 maka 𝑃 = 𝑉 ∙ 𝐼 cos 𝜃, dengan
V dan I harga efektif dari tegangan dan Energi listrik diperlukan lampu pijar untuk
arus, sedang 𝜃 adalah beda fase antara V menghasilkan cahaya yang terang lebih
dan I. Pada percobaan ini dianggap tidak besar dibandingkan dengan sumber cahaya
ada perbedaan fase (𝜃 = 0). Sehingga: 𝑃 = buatan lainnya seperti lampu pendar dan
𝑉 ∙ 𝐼 Dengan demikian hubungan P = f(V) dioda cahaya, maka secara bertahap pada
dapat kita buat berdasarkan pengamatan di beberapa negara peredaran lampu pijar
atas.1 mulai dibatasi. Di samping memanfaatkan
cahaya yang dihasilkan, beberapa
Lampu pijar tergolong lampu listrik
penggunaan lampu pijar lebih
generasi awal yang masih digunakan
memanfaatkan panas yang dihasilkan,
hingga saat ini. Cahaya lampu pijar
contohnya adalah pemanas kandang ayam,
dibangkitkan dengan mengalirkan arus
dan pemanas inframerah dalam proses
listrik dalam suatu filamen yang pada
pemanasan di bidang industri. Komponen
akhirnya energi listrik diubah menjadi
utama dari lampu pijar adalah bola lampu
energi panas dan cahaya. Arus listrik
yang terbuat dari kaca, filamen yang
dalam filamern merupakan gerakan
terbuat dari wolfram, dasar lampu yang
elektron-elektron bebas yang karena
terdiri dari filamen, bola lampu, gas
pergerakannya mengakibatkan terjadinya
pengisi, dan kaki lampu.3
benturan dengan elektron-elektron yang
terikat pada inti atom.2 Untuk mengurangi hilangnya panas maka
konstruksi filamen dibuat spiral dan ujung
Panjang filamen menentukan tegangan
filamen ini dihubungkan dengan kawat
kerja yang diperlukan sedangkan diameter
nikel yang terletak pada glass pinch.
filamen mementukan besar arus yang
Kawat pada glass pinch harus melewati
diizinkan. Untuk dapat memancarkan
kawat pengaman yang terbuat dari
sebanyak mungkin cahaya tampak maka
campuran tembaga dan nikel. Pada saat
suhu filamen harus ditingkatkan tetapi
panas filamen ini akan melentur. Supaya
1
Tim Dosen Fisika Dasar . 2014 . Panduan tidak mudah putus diberikan penyangga
Praktikum Fisika Dasar II . Jakarta: Universitas
Negeri Jakarta
2 3
Van Harten. 2002. Instalasi Listrik Arus 2. Muhaimin. 2001. Teknologi Pencahayaan.
Jakarta: Trimitra Mandiri Bandung: PT. Refika Aditama
dari bahan molibdenum karena bahan ini i. Dapat
tidak mudah beroksidasi dan dapat beroperasi
menyalurkan sebagian panasnya. dengan
tegangan DC
Kelebihan Kekurangan
atau AC
a. Pola distribusi a. Efikasi Tebel 1. Kelebihan dan Kekurangan
cahaya mudah rendah lampu Pijar4
dikendalikan b. Temperatur
b. Harga beli oprasinya Faktor - Faktor yang Mempengaruhi
rendah sangat tinggi Besarnya Sebuah Hambatan
c. Sederhana, c. Komponen Ada tiga faktor yang mempengaruhi
tidak butuh inframerahny besarnya sebuah hambatan yaitu:
peralatan a tinggi  Besarnya hambatan sebanding
tambahan d. Sangat dengan panjang kawat (l)
(ballas) dipengaruhi
 Besarnya hambatan sebanding
d. Keluaran oleh variasi
dengan jenis kawat penghantar ( r )
cahaya tidak tegangan
 Besarnya hambatan berbanding
dipengaruhi e. Sumber
terbalik dengan luas penampang
temperatur nyala
kawat (A)
lingkungan menyilaukan
e. Berukuran f. Life time
Jadi secara matematis persamaan untuk
kecil pendek (750-
hambatan dapat ditulis:
f. Pengaturan 1000 jam) 𝑙 𝐴
𝑅 = 𝜌 𝐴 𝑑𝑎𝑛 𝑟 = 𝑅
intensitas g. Terbatas 𝑙

R = hambatan dengan satuan Ohm


cahaya pada operasi
l = panjang kawat dengan satuan m
sederhana tegangan
r = hambat jenis dengan satuan Ohm.m
g. Saat starting yang lebih
A = luas Penampang dengan satuan m 2
dan restarting rendah
tidak ada
Jadi hambat jenis suatu kawat penghantar
penundaaan
adalah hambatan sepotong kawat
h. Tidak ada
penghantar yang panjangnya satu meter
permasalahan
stroboscopic 4
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/632/jbptitbpp-
gdl-yuniaryani-31579-3-2008ts-2.pdf
dan luas penampangnya satu meter 1. Bola lampu
persegi. Berikut adalah tabel hambat jenis 2. Gas bertekanan
rendah (argon,
beberapa zat
neon, nitrogen)
3. Filamen wolfram
4. Kawat penghubung ke kaki tengah
5. Kawat penghubung ke ulir
6. Kawat penyangga
7. Kaca penyangga
8. Kontak listrik di ulir
9. Sekrup ulir
10. Isolator
11. Kontak listrik di kaki tengah

Gambar 3. Tabel nilai hambat jenis5


Berikut fungsi dari beberapa komponen
Komponen utama dari lampu pijar adalah yang digunakan untuk bola lampu:
bola lampu yang terbuat dari kaca, filamen a. Gelas kaca
yang terbuat dari wolfram, dasar lampu Gelas kaca adalah penutup filamen
yang terdiri dari filamen, bola lampu, gas batang karbon suatu lampu pijar
pengisi, dan kaki lampu. sederhana yang berbahan dasar kaca
berwarna bening. Gelas kaca ini berfungsi
untuk melindungi filamen dari rekasi
oksidasi.
b. Gas pengisi
Pada awalnya bagian dalam bola lampu
pijar dibuat hampa udara namun
belakangan diisi dengan gas mulia
bertekanan rendah seperti argon, neon,
kripton, dan xenon atau gas yang bersifat
tidak reaktif seperti nitrogen sehingga
filamen tidak teroksidasi. Konstruksi
lampu halogen juga menggunakan prinsip
yang sama dengan lampu pijar biasa,
perbedaannya terletak pada gas halogen
yang digunakan untuk mengisi bola lampu.
5
https://dokumen.tips/watak-lampu-pijar
c. Kaki lampu membesarnya aliran listrik maka
Dua jenis kaki lampu adalah kaki lampu membesar pula probabilitas terjadinya
berulir dan kaki lampu bayonet yang dapat tumbukan di dalam filamen.6
dibedakan dengan kode huruf E (Edison)
Karakteristik Lampu Pijar
dan B (Bayonet), diikuti dengan angka
Lampu pijar akan memancarkan cahaya
yang menunjukkan diameter kaki lampu
ketika ada arus listrik melewati filamen
dalam milimeter seperti E27 dan E14.
kawat lampu pijar kemudian temperatur
filamen naik sehingga lampu dapat
Cara Kerja Lampu Pijar
berpijar. Filamen tersebut mempunyai
Pada dasarnya filamen pada sebuah lampu hambatan yang tidak tetap. Hambatan
pijar adalah sebuah resistor. Saat dialiri filamen tungsten akan semakin tinggi jika
arus listrik, filamen tersebut menjadi temperatur naik sehingga kenaikan
sangat panas, berkisar antara 2800° Kelvin tegangan akan mengakibatkan menaiknya
hingga maksimum 3700° Kelvin. Ini hambatan yang juga akan terjadi sedikit
menyebabkan warna cahaya yang kenaikan arus yang mengalir. Hambatan
dipancarkan oleh lampu pijar biasanya filamen kira-kira seperempat belas dari
berwarna kuning kemerahan. Pada keadaan temperatur normal dalam keadaan
temperatur yang sangat tinggi itulah dingin. Salah satu yang perlu diperhatikan
filamen mulai menghasilkan cahaya pada dalam karakteristik lampu pijar ini adalah
panjang gelombang yang kasat mata. Hal pengaruh tegangan terhadap lampu.7
ini sejalan dengan teori radiasi benda
hitam.

Dengan mengalirnya arus elektron melalui


filamen tipis menghasilkan tumbukan-
tumbukan elektron di dalam filamen
sehingga membentuk cahaya serta panas
sebagai residu. Seiring bertambahnya
voltase listrik yang digunakan maka
semakin tinggi intensitas cahaya, sebab
naiknya tegangan memacu naiknya aliran
6
Van Harten. 2002. Instalasi Listrik Arus 2.
listrik karena resistan bersifat tetap jika Jakarta: Trimitra Mandiri
7
kenaikan suhu dihiraukan, dan Maulana, Rachmat. 2011. Interfacing PC dan
Multimedia Eksperimen Karakterisasi Lampu
Pijar. Depok: Universitas Indonesia
METODE

Metode yang dilakukan yaitu dengan ampermeter dengan sumber) = VI dan


melakukan penelitian eksperimen. pembacaan ampermeter = I'. Kemudian
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji membuat rangkaian seperti bagan 2.
watak atau karakteristik lampu pijar. Misalkan pembacaan voltmeter (ujung
Untuk mengkajinya dilakukan percobaan ujung sumber) = V" dan pembacaan
watak lampu pijar. Terlebih dahulu ampermeter = I". Mencatat hasil
𝒓
menentukan bagan untuk mengetahui pengukuran V, I, V', I', V ", I " untuk
𝑹
𝒓 𝝆
𝝆 mendapatkan nilai, dan (rumus dalam
dan yang digunakan, dapat dilakukan 𝑹 𝒓
𝒓

pengukuran-pengukuran tegangan sumber teori). Tentukan bagan yang akan

(variak) diukur pada waktu lampu dan digunakan dalam percobaan watak lainpu

ampermeter tidak terpasang (voltmeter pijar.

dipasang langsung pada ujung output dari Setelah menentukan bagan, dilakukan

variak). Misal 25 volt. Pembacaan pengamatan terhadap watak lampu pijar

voltmeter ini = V. Ampermeter dipasang dengan mengatur variak (sumber

seri dengan lampu dan dihubungkan tegangan) sehingga tegangan yang

dengan ujung variak. Arus yang lewat ditunjukkan oleh voltmeter 10 Volt.

lampu diukur tanpa mengukur tegangan Membaca nilai yang ditunjukan pada

(voltmeter tidak terpasang). Misalkan amperemeter. Mencatat besarnya arus (I)

pembacaan ampermeter = I. Setelah tersebut sebanyak 5 kali pengulangan.

pengukuran V dan I didapat, membuat Mengulangi langkah a untuk tegangan -

rangkaian seperti bagan 1. Misal tegangan : 40, 60, 80, dan 100 volt

pembacaan voltmeter (ujung-ujung

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini yang berjudul Adapun tujuan dari percobaan ini adalah
“Watak Lampu Pijar”. Lampu pijar memahami hukum ohm, memperagakan
merupakan sebuah kawat filamen yang untai pengukuran arus dan tegangan suatu
dipanaskan dalam bola kaca yang berisi lampu pijar, membuat interpretasi bagan
nitrogen, argon maupun kripton. listrik, membuat interpretasi grafik
hubungan antara; tegangan yang terpasang
dengan arus yang mengalir; tegangan yang
𝜌
terpasang dengan tahanannya; tegangan lampu lalu menghitung besar . Setelah
𝑟
yang terpasang dengan daya yang diserap, 𝑟 𝜌
didapatkan nilai 𝑑𝑎𝑛 𝑟 , maka dapat
𝑅
menentukan tahanan dalam lampu,
diketahui bagan yang akan digunakan
memahami karakteristik watak lampu
dalam percobaan watak lampu pijar ini.
pijar. 𝑟 𝜌
Apabila < , maka dipilih bagan 1,
𝑅 𝑟
Alat dan bahan yang digunakan adalah 𝑟 𝜌
sebaliknya apabila > , maka dipilih
𝑅 𝑟
voltmeter AC, amperemeter AC, lampu
bagan 2. Pada percobaan, praktikan
pijar dan juga sumber tegangan (variak)
𝑟 𝜌
dan juga kabel-kabel untuk mendapatkan besar == −0,658 dan =
𝑅 𝑟
𝑟 𝜌
menghubungkan alat-alat tersebut. 2,854 sehingga didapatkan < 𝑟 , maka
𝑅

Pada dasarnya lampu pijar merupakan dalam percobaan kali ini praktikan

jenis lampu dengan penyalaan kawat halus menggunakan metode bagan 1.

dalam bola gelas vakum. Apabila selama Setelah mendapatkan bagan yang
pengaliran arus pada lampu tersebut nilai digunakan, selanjutnya melakukan
tahanan listriknya konstan, maka kelakuan percobaan untuk membuktikan watak
lampu pijar tersebut sesuai dengan hukum lampu pijar tersebut, dengan cara
ohm dan hubungan antara kuat arus dan mengatur sumber tegangan sehingga
tegangan akan linier. memperoleh tegangan sebesar 40 volt

Sebelum melakukan pengamatan pada dengan menghubungkannya pada

lampu pijar, terlebih dahulu harus voltmeter. Selanjutnya merangkai

menentukan bagan dengan rangkaian listrik sesuai dengan bagan yang


𝑟 𝜌 digunakan, yaitu bagan 1, dengan mencatat
membandingkan antara 𝑑𝑎𝑛 𝑟 . Terdapat
𝑅
arus listrik yang didapatkan dengan
dua pilihan bagan, yang pertama dengan
mengambil data sebanyak lima kali setiap
cara mengukur tegangan sumber dengan
30 detik. Setelah memperoleh 5 data kuat
menghubungkan pada voltmeter lalu
𝑟
arus yang didapatkan, kemudian
menghitung besar , cara kedua dengan
𝑅 mengulangi percobaan nya kembali
menghubungkan sumber tegangan dengan dengan menggunakan sumber tegangan 60
amperemeter yang dipasang seri dengan volt, 80 volt dan 100 volt.
Berdasarkan percobaan yang telah praktikan lakukan diperoleh data sebagai berikut :

Tegangan Kuat arus Hambatan Daya

(Volt) (Ampere) (Ohm) (Watt)

40 (6,788 ± 0,006) x 10-2 (5,983 ± 0,040) x 102 (2,715 ± 0,022)

60 (7,790 ± 0,003) x 10-2 (7,702 ± 0,040) x 102 (4,674 ± 0,026)

80 (8,762 ± 0,002) x 10-2 (9,130 ± 0,038) x 102 (7,009 ± 0,029)

100 (9,726 ± 0,008) x 10-2 (10,3 ± 0,03) x 102 (9,72 ± 0,03)

Berdasarkan data di atas dapat besar sumber tegangan yang digunakan


disimpulkan bahwa semakin tinggi maka semakin bertambahnya arus yang
tegangan yang digunakan, maka semakin mengalir dalam rangkaian dan semakin
tinggi kuat arus yang mengalir pada sempurna menyala kawat filamen pada
rangkaian, sehingga dapat membuktikan lampu pijar tersebut yang sesuai teori yang
hukum ohm. Hukum ohm menyatakan menyatakan bahwa tingkat terang dan
bahwa arus yang mengalir atau melalui redupnya lampu dipengaruhi oleh besarnya
suatu peranti selalu berbanding lurus daya yang diterima suatu rangkaian.9
dengan beda potensial atau tegangan yang
Bedasarkan percobaan yang praktikan
diterapkan dalam peranti tersebut.8
lakukan, maka dapat disimpulkan
Adapun kekurangan praktikum kali ini hubungan dari komponen – komponen
yaitu, saat kami mengukur arus pada yang digunakan dalam percobaan, yaitu
tegangan 40, 60, 80 dan 100 V, lampu adanya hubungan tegangan dengan kuat
yang menjadi sorotan pada praktikum arus, tegangan dengan hambatan dan
Watak Lampu Pijar ini tidak menyala. tegangan dengan daya yang mengalir,
Padahal seharusnya lampu akan menyala maka dihasilkan grafik hubungan sebagai
semakin terang seiring dengan berikut :
bertambahnya arus yang mengalir pada
rangkaian listrik tersebut. Hal itu
membuktikan pada hukum ohm semakin

8 9
Halliday. 2005. Fisika Dasar Edisi 7 Jilid 2. Tooley,Michael. 2002. Rangkaian Elektronika
Jakarta:Erlangga Prinsip dan aplikasi Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga.
Grafik Hubungan V dengan I, R dan P
35

30

25

20

15

10

0
40 V 60 V 80 V 100 V

I R P

Dapat dilihat dalam grafik, bahwa semua digunakan akan semakin meningkat nilai
komponen memiliki hubungan terikat dan kuat arus yang mengalir, hambatan dan
perbandingannya berbanding lurus, daya yang diperoleh.
semakin tinggi sumber tegangan yang

KESIMPULAN

1. Hukum ohm menyatakan bahwa arus 3. Rangkaian bagan listrik yang digunakan
yang melalui suatu peranti selalu adalah bagan I, dimana diperoleh dalam
𝑟 𝜌
berbanding lurus dengan beda potensial perhitungan 𝑅 < 𝑟 .
atau tegangan yang diterapkan dalam 5. Berdasarkan grafik yang diketahui,
peranti tersebut. nilai daya berbanding lurus dengan arus
2. Pengukuran arus pada lampu pijar listrik dan tegangan yang digunakan.
didapatkan dengan menghubungkan 6. Semakin besar tegangan yang
hambatan pada lampu dengan digunakan maka semakin meningkat
amperemeter yang dipasang seri dengan daya yang diperoleh dalam rangkaian
sumber tegangan. Pengukuran tegangan 7. Semakin meningkat daya yang
didapatkan dengan menghubungkan diperoleh dalam rangkaian, maka
voltmeter dipasang paralel dengan semakin terang menyala kawat filamen
hambatan dan amperemeter. dalam lampu pijar.
8. Kebenaran watak lampu pijar terbukti mengalir sebanding dengan tegangan
dalam hukum ohm, yaitu kuat arus yang antara ujung–ujung penghantar.

DAFTAR PUSTAKA
Halliday. 2005. Fisika Dasar Edisi 7 Jilid Tooley, Michael. 2002. Rangkaian
2. Jakarta:Erlangga Elektronika Prinsip dan aplikasi Edisi
Harten, Van. 2002. Instalasi Listrik Arus Kedua. Jakarta : Erlangga.
2. Jakarta: Trimitra Mandiri
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/632/jbptit
Maulana, Rachmat. 2011. Interfacing PC
bpp-gdl-yuniaryani-31579-3-2008ts-
dan Multimedia Eksperimen
2.pdf
Karakterisasi Lampu Pijar. Depok:
Universitas Indonesia https://dokumen.tips/watak-lampu-pijar

Muhaimin. 2001. Teknologi Pencahayaan.


Bandung: PT. Refika Aditama