Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN ANALISA KASUS DAN PENGKAJIAN

KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

1. Identitas Pasien
Nama pasien : Tn”A” Pekerjaan : Mahasiswa
Umur : 22 tahun No.RM : 863607
Alamat : Tana Toraja Tgl Masuk :22/11/2018
Jenis Kelamin : Lak-laki Tgl Pengkajian : 22/11/2018
Diagnosa Medik : Spinal Shock Due Fracture
GCS : 15
Cara Datang
Datang Sendiri √ Rujukan Diantar Keluarga

Transportasi waktu datang :

√ Ambulance Kendaraan Sendiri Kendaraan Umum

3. Alasan Masuk
a. Keluhan Utama (KU) : nyeri pada tulang belakang
Riwayat KU: keluhan dialami sejak 3 hari yang lalu akibat kecelakaan lalulintas. riwayat
pingsan tidak ada, tidak ada riwayat mual dan muntah. riwayat kejang tidak ada riwayat
demam tidak ada pasein rujukan dari RSUD LAKIPADADA.
Mekanisme trauma : pasien sedang mengendarai sepeda motor, tiba-tiba bertabrakan dengan
motor dari arah berlawanan, pasien terjatuh ke aspal
Tanda-Tanda Vital
Heart Rate (HR) : 80x/mnt Suhu : 36,8ºC
Tekanan Darah : 110/70 mmHg Respiration Rate (RR) : 26 kali/menit
PENGKAJIAN PRIMER

Rimary Survey Trauma Score


A. Airway A. Frekuensi Pernapasan
1. Pengkajian jalan napas 10-25 4
Bebas
√ 25-35 3
√ Tersumbat
>35 2
Palatum Mole jatuh
<10 1
Sputum (lendir)
0 0
Darah
B. Usaha Bernapas
Benda asing Normal 1
 Resusitasi : Tidak dilakukan resusitasi √ Dangkal 0
 Re-evaluasi : Tidak dilakukan resusitasi
2. Assement : --- C. Tekanan Darah Sistolik
3. Masalah Keperawatan: --- √ >89 mmHg 4
4. Intervensi/Implementasi : ---
70-89 mmHg 3
5. Evaluasi : ---
B. Breathing 50-69 mmHg 2
Fungsi Pernapasan
1-49 mmHg 1
 Dada simetris : Ya Tidak
 Sesak Napas : Ya Tidak 0 0
 Respirasi :28 kali/menit
D. Pengisisan Kapiler
 Krepitasi : Ya √ Tidak
<2 detik 2

 Suara napas: Tidak ada >2 detik 1
Kanan
Tidak ada 0
Ada √ Jelas Menurun
E. Glasgow Coma Scale (GCS)
Vesikuler Stridor
√ 14-15 5
Wheezing Ronchi
11-13 4
Kiri
8-10 3
Ada √
Jelas Menurun
5-7 2
Vesikuler Stridor
3-4 1
Wheezing Ronchi
TRAUMA SCROE (A+B+C+D+E) =
 Saturasi O2 : --- %
3+0+4+2+5 = 14
 Assement : Vital Sign
 Resusitasi : Tidak dilakukan resusitasi
REAKSI PUPIL
 Re-evaluasi: Tidak dilakukan resusitasi
Kanan Ukuran (mm)
Masalah Keperawatan : ---
√ Cepat
Intervensi/Implementasi : ---
Konstriks
Evaluasi : ---
Lambat
C. Circulation
Dilatasi
Keadaan Sirkulasi
Tak bereaksi
 Tekanan darah: 132/64 mmHg
Kiri Ukuran (mm)
 HR : 100 x/menit
√ Cepat
Kuat Lemah
√ Konstriks
Reguler Irreguler
Lambat
 Suhu axilla : 36,4 ºC
Dilatasi
 Temperatur Kulit
Tak bereaksi

Hangat panas dingin

 Gambaran kulit

Normal Kering
Lembab
 Pengisian Kapiler
< 2 detik >2 detik

 Output urine : Tidak ada (Hematuria)
 Assesment : Vital Sign
 Resusitasi :Tidak dilakukan resusitasi
 Re-evaluasi : Tidak dilakukan resusitasi
Masalah Keperawatan : ---
Intervensi/Implementasi : ---
Evaluasi : ---
D. Disabillity
1. Penilaian fungsi neurologis
Alert : ---
Verbal response : ---
Pain response :----
Unresponsive :---
2. Masalah Keperawatan
3. Intervensi Keperawatan
4. Evaluasi
E. Exposure
1. Penilaian Hipothermia/hiperthermia
Hipothermia :---
Hiperthermia :---
2. Masalah Keperawatan
3. Intervensi / Implementasi
4. Evaluasi

PENILAIAN NYERI :
Nyeri : Tidak √ Ya, lokasi : wajah (0-10) : 6 (skala)
Jenis : Akut Kronis

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
          

PENGKAJIAN SEKUNDER / SURVEY SEKUNDER


a. RIWAYAT KESEHATAN
a. S :Sign/symptoms (tanda dan gejala)
Pasien nampak terbaring lemah dan sesekali meringgis kesakitan
b. A : Allergies (alergi)
Pasien tidak memiliki riwayat alergi
c. M : Medications (pengobatan)
terpasang NACL 0,9 % pada tangan kiri
d. P : Past medical history (riwayat penyakit)
e. L : Last oral intake (makanan yang dikonsumsi terakhir, sebelum sakit)

 nasi dan sayur


f. E : Event prior to the illnesss or injury (kejadian sebelum injuri/sakit).
pasien sedang mengendarai sepeda motor saat pergi ke jalan ke rumah teman, tiba-tiba
pasien terjatuh dan kepala terbentur aspal, pasien tidak menggunakan helm, klien
mengalami perdarahan dari hidung yang takkunjung henti sehingga keluarga dan pihak
rumah sakit RSUD LAKIPADADA merujuk klien ke RSUP WAHIDIN
SUDIHUROSODO
b. RIWAYAT DAN MEKANISME TRAUMA (Dikembangkan menurut OPQRST)
O : Onset (seberapa cepat efek dari suatu interaksi terjadi)

 Pasien mengatakan nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk dan bertambah saat


bergerak tiba-tiba dan berbicara
P : Provokatif (penyebab)

 Beraktivitas
Q : Quality (kualitas)

 Nyeri dirasakan tajam seperti tetusuk tusuk


R : Radiation (paparan)

 dirasakan di semua area kepala terutama wajah


S : Severity ( tingkat keparahan)

 6NRS (sedang)
T : Timing (waktu)

 Hilang Timbul ( >20 menit )

c. TANDA-TANDA VITAL
Frekunsi Nadi : 80 x/menit
Frekuensi Napas : 26x/menit
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Suhu tubuh : 36,8 0C
d. PEMERIKSAAN FISIK (HEAD TO TOE)
a. Kepala
Kulit kepala : hangat, ada nyeri tekan tekan pada daerah sekitar wajah dan dahi
pertumbuhan rambut rata dan warna rambut hitam.
Mata :

 Kunjungtiva : Anemis
 Edema : Tidak terdapat edema pupil
 Palpasi : Ada Nyeri Tekan
Telinga : Tampak simetris, tidak ada serumen dan tidak terdapat
nyeri tekan
Hidung : Tampak simetris, tidak tampak adanya serumen dan
ada nyeri tekan
Mulut dan gigi : Mulut tampak ada bekas darah yang sudah membeku be dan
simetris, mukosa kering, tidak ada bau mulut dan tidak ada nyeri
tekan
Wajah : Tampak simetris dan ada nyeri tekan
b. Leher :
Bentuk/Kesimetrisan : Simetris Kiri dan Kanan, Mobilisasi leher baik, tidak terdapat
kelenjar tiroid dan nyeri tekan.
c. Dada/ thoraks
Paru-paru :
 Inspeksi : Simetris kiri dan kanan
 Palpasi : tidak ada nyeri tekan pada lapang dada
 Perkusi : Sonor
 Auskultasi : Vesikuler

Jantung

 Inspeksi : Simetris kiri dan kanan


 Palpasi : tidak ada nyeri tekan pada lapang dada
 Perkusi : Batas paru dan jantung ICS 2-3
 Auskultasi :
 Suara napas tambahan: bunyi napas rales pada paru Sus. Cor Pulmonal
 Bunyi jantung I dan II murni reguler.
 Terdengar bunyi Lup pada fase sistol dan terdengar bunyi dup pada fase diastole.
d. Abdomen
Inspeksi :
 Kesimetrisan:
 Auskultasi :
 Perilstatik : Peristaltik usus 8 x/menit
Perkusi :
 Identifikasi batas organ :
Palpasi :
 Hepar : Tidak teraba adanya pembesaran hepar dan ada nyeri tekan pada bagian
perut bagian kuadrat kiri bawah.
e. Perineum dan rektum : tidak dikaji klien mengatakan tidak ada masalah
f. Genitalia : tidak dikaji klien mengatakan tidak ada masalah
g. Ekstremitas

Kedua tangan dan kaki tidak dapat digerakkan , kekuatan otot 1 1

1 1

terpasang infus pada lengan kanan pasien NaCl 0,9% 20 tpm


h. Neurologis : baik
Fungsi sensorik : baik
Fungsi motorik : baik

HASIL LABORATORIUM

NILAI
PEMERIKSAAN HASIL SATUAN
RUJUKAN
HEMATOLOGI
WBC 10.09 4.00-10.0 103/UL
RBC 4.81 4.00-6.00 106/UL
HGB 14.5 12.0-16.0 Gr/dl
HCT 42 37.0-48.0 %
MCV 88 80.0-97.0 fL
MCH 30 26.5-33.5 Pg
MCHC 34 31.5-35.0 Gr/dl
PLT 258 150-400 103/UL
RDW-SD 12.7 37.0-54.0 fL
RDW-CV 9.4 10.0-15.0
PDW 9.2 10.0-18.0 fL
MPV 10.3 6.50-11.0 fL
PL-LCR 24.1 13.0-43.0 %
PCT 0,21 0.15-0.50 %
NEUT 0.00 52.0-75.0 %
LYMPH 11.44 20.0-40.0 %
MONO 0.91 2.00-8.00 103/UL
EO 0.62 1.00-3.00 103/UL
BASO 0.00 0.00-0.10 103/UL

PEMERIKSAAN RADIOLOGI
KLINIS

 Spinal shock

URAIAN KESAN PEMERIKSAAN

 Spondylolisthesis CV C4 terhadap C5 ke posterior grade III (klasifikasi menyerding)


disertai penyempitan discus intervertebralis dan canalis spinalis
 Fraktur CV C4 dan C5 disertai fraktur arcus posterior dan facet joint dextra, avulsi
aspek anteroinferior CV C4
 Fraktur procesus spinosus CV C6
 Soft tissue swelling prevertebra CV C1-4

TERAPI
 IVFD NaCl 0,9% 20 TPM
 Omeprazole 1g/12 jam/intravena
 Ranitidin 50 mg/12jam/intravena
 Ketarolac 30 mg/8jam/intravena
Klasifikasi Data

Data Subjektif Data Objektif

 Klien mengatakan sesak  Klien nampak sesak


 Klien mengatakan susah bernafas  Nafas dangkal
 Klien mengatakan nyeri pada belakang  Terpasang 02 NRM 8 liter/menit
 Klien mengatkan nyeri yang dirasakan seperti  Klien nampak lemah
tertusuk-tusuk dan hilang timbul selama 10-20  Klien nampak meringis
menit  Skala nyeri 6 NRS (0-10)
 Klien mengatakan semua aktifitas klien dibantu  Nampak semua aktifitas klien
dibantu seperti minum
 Kedua tangan dan kaki klien
tidak dapat digerakkan
 Kekuatan otot 1 1
1 1
ANALISA DATA

No Data Masalah
1. DS : Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan
trauma
 Klien mengatakan sesak
 Klien mengatakan susah bernafas
 Klien nampak sesak
DO :
 Nafas dangkal
 Terpasang O2 NRM 8 liter/menit
 Klien nampak lemah

2. DS : Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera


fisik
 Klien mengatakan nyeri pada belakang
 Klien mengatkan nyeri yang dirasakan seperti
tertusuk-tusuk dan hilang timbul selama 10-20
menit
DO :
 Klien nampak meringis
 Skala nyeri 6 NRS (0-10)

3. DS : Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan


kelemahan tubuh
 Klien mengatakan semua aktifitas klien dibantu
DO :
 Nampak semua aktifitas klien dibantu seperti
minum
 Kedua tangan dan kaki klien tidak dapat
digerakkan
 Kekuatan otot 1 1
1 1

DIAGNOSA KEPERAWATAN

TGL
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TGL TERATASI
DITEMUKAN
1. Ketidakefektifan pola nafas 22-11-2018
berhubungan dengan trauma

2. Nyeri akut berhubungan dengan agen 22-11-2018


cedera fisik

3. Hambatan mobilitas fisik 22-11-2018


berhubungan dengan kelemahan
tubuh
INTERVENSI KEPERAWATAN

INISIAL PASIEN : Tn”A”


RM : 863607
RUANGAN : IGD BEDAH

Diagnosa Rencana Keperawatan


Keperawatan
No
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

Ketidakefektifan NOC NIC:


1. pola nafas 1. Respiratory status: 1. Airway Management :
berhubungan dengan Ventilation  Monitor kecepatan, irama, kedalaman, dan kesulitan bernapas
2. Respiratory status: Airway
trauma  Catat pergerakan dada, catat ketidaksimetrisan, penggunaan
patency
Kriteria Hasil: otot-otot bantu pernapasan, dan retraksi pada otot
supraclavicularis dan interkosta
1. Menunjukkan jalan nafas  Monitor suara napas tambahan seperti ngorok atau mengi
yang paten (klien tidak  Monitor pola napas (misalnya: bradipneu, takipneu,
merasa tercekik, irama nafas, hiperventilasi, pernapasan kussmaul
frekuensi pernapasan dalam  Monitor saturasi oksigen seperti SaO2, SvO2, SpO2 untuk
rentang normal, tidak ada
pasien dengan penurunan tingkat kesadaran
suara nafas abnormal)
2. Mampu mengidentifikasi dan 2. Monitor Neurologis
mencegah factor yang dapat  Monitor tingkat kesadaran dengan menggunakan skala Koma
menghambat jalan nafas. Glasgow
 Monitor tanda-tanda vital: tekanan darah, nadi, pernapasan,
dan suhu
 Monitor status pernapasan: pola napas, kedalaman, irama, dan
usaha bernapas
 Hindari kegiatan yang dapat meningkatkan tekanan
intrakranial
 Beri jarak kegiatan keperawatan yang diperlukan yang bisa
meningkatkan tekanan intrakranial
 Beritahu Dokter mengenai perubahan kondisi pasien

2. Nyeri akut NOC


berhubungan dengan NIC
agen cedera fisik  Pain level
 Pain control Pain management
 Comfort level
Kriteria hasil : - Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk
lokasi , karakteristik , durasi, frekuensi kualitas dan factor
1. Mampu mengontrol nyeri ( presipitasi.
tahu penyebab nyeri, - Observasi reaksi non verbal dari ketidaknyaman.
mampu menggunakan - Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui
teknik nonfarmakologi pengalaman nyeri pasien.
untuk mengurangi nyeri , - Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri.
mencari bantuan ) - Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
2. Melaporkan bahwa nyeri - Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang
berkurang dengan ketidakefektifan control nyeri masa lampau
mengunakan menajemen - Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan
nyeri. dukungan.
3. Mampu mengenali nyeri ( - Control lingkungan yang dapat mempengarui nyeri seperti
skala, instensitas, suhu, pencahayaan dan kebisingan.
frekuensi, dan tanda nyeri) - Kurangi factor presipitasi nyeri
4. Menyatakan rasa nyaman - Pilih dan lakukan penanganan nyeri ( farmakologi , non
setelah nyeri berkurang farmakologi dan interpersonal )
- Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi
- Ajarkan ternik non farmakologi
- Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
- Evaluasi ketidakefektifan control nyeri
- Tingkatkan istirahat
- Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan
tindakan nyeri tidak berhasil
- Monitor penerimaan pasien tentang menagemen nyeri.
Analgesic administration
- Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas dan derajat nyeri
sebelum pemberian obat
- Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis dan frekuensi
- Cek riwayat energy
- Pilih analgesic yang diperlukan atau kombinasi dari
analgesic ketika pemberian lebih dari satu
- Tentukan pilihan analgesic tergantung tipe dan beratnya
nyeri
3. Hambatan mobilitas NOC NIC
fisik berhubungan 1. Join movement : Active Pain management
dengan kelemahan 2. Mobility Level - Monitoring vital sign sebelum/ sesudah latihan dan lihat
3. Self care : ADL respon pasien saat latihan
tubuh
4. Transfer performance - Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana ambulasi
Kriteria Hasil sesuai dengan kebutuhan
1. Klien meningkat dalam - Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan dan
aktivitas fisik cegah terhadap cedera
2. Mengerti tujuan dari - Ajarkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik
peningkatan mobilitas ambulasi
3. Memverbalisasikan - Kaji kemmpuan pasien dalam mobilisasi
perasaan dalam - Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ADLs secara
meningkatkan kekuatan dan mandiri sesuai kemampuan
kemampuan berpindah - Dampingi dan bantu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi
4. Memperagakan penggunaan kebutuhan ADL
alat bantu untuk monilitas - Berikan alat bantu jika klien memerlukan
(walker) - Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan
bantuan jika diperlukan
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
INISIAL PASIEN : Tn”A”
RM : 863607
RUANGAN : IGD BEDAH

Diagnosis Hari /
Jam Implementasi dan Hasil Evaluasi
Keperawatan Tanggal
Ketidakefektifan 22-11-2018 Airway Management Pukul 16.00 Wita
pola nafas 14.05 1. Pantau frekuensi, irama, kedalaman S :
 Klien mengatakan masih sesak
pernapasan
O:
Hasil : Frekuensi napas pasien masih dalam  Pasien nampak sesak
keadaan sesak RR : 26x/i, irama vasikuler.  P : 24x/i
A : ketidakefektifan pola nafas belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
14.10 2. Pemberian terapi oksigen via NRM 8 Airway Management :
liter/menit  Monitor kecepatan, irama, kedalaman,
dan kesulitan bernapas
Hasil : pernapasan klien sudah mulai teratur  Catat pergerakan dada, catat
dan RR 24x/m ketidaksimetrisan, penggunaan otot-
otot bantu pernapasan, dan retraksi
14.15 3. Mengauskultasi suara nafas pada otot supraclavicularis dan
Hasil : Suara nafas vesikuler, tidak ada suara interkosta
nafas tambahan  Monitor suara napas tambahan seperti
ngorok atau mengi
 Monitor pola napas (misalnya:
bradipneu, takipneu, hiperventilasi,
pernapasan kussmaul
 Monitor saturasi oksigen seperti SaO2,
SvO2, SpO2.
Nyeri akut 22-11-2018 15.30 1. Melakukan pengkajian nyeri dengan PQRST Pukul 16.05 WITA
berhubungan Hasil : klien mengatakan nyeri pada bagian S:
dengan agen belakang, nyeri yang dirasakan seperti tertusuk-  klien mengatakan nyeri pada belakang
cedera fisik tusuk dan hilang timbul selama 10-20 menit  Nyeri yang dirasakan bersifat hilang
dengan skala nyeri 6 NRS dan ekspresi wajah timbul selama 10-20 menit
nampak meringis O:
 Klien nampak meringis
15.35 2. Mengobservasi reaksi nonverbal dari ketidak  Skala nyeri 6 (0-10)
nyamanan A : Nyeri akut belum teratasi
Hasil : klien kadang meringis
P : Lanjutkan intervensi
15.40 3. Mengontrol lingkungan yang dapat
mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, Pain management
pencahayaan dan kebisingan - Lakukan pengkajian nyeri secara
Hasil: pasien mengatakan merasa tenang dan komprehensif termasuk lokasi ,
bisa istrahat dengan baik jika tidak ada karakteristik , durasi, frekuensi
kebisingan dan pencahayaan yang terlalu terang kualitas dan factor presipitasi.
- Observasi reaksi non verbal dari
15.45 4. Mengurangi faktor presipitasi nyeri seperti ketidaknyaman.
membatasi aktivitas gerak pasien tidak bisa - Gunakan teknik komunikasi terapeutik
untuk terlalu banyak menoleh kekiri dan kenan , untuk mengetahui pengalaman nyeri
Hasil : pasien beristirahat dengan tenang pasien.
- Kaji kultur yang mempengaruhi
15.55 5. Pemberian obat anti nyeri ketorolac 30 mg /iv respon nyeri.
Hasil : setelah 1 jam dilakukan observasi nyeri - Evaluasi pengalaman nyeri masa
berkurang dengan skala nyeri 5 NRS lampau
- Evaluasi bersama pasien dan tim
kesehatan lain tentang
ketidakefektifan control nyeri masa
lampau
- Bantu pasien dan keluarga untuk
mencari dan menemukan dukungan.
- Control lingkungan yang dapat
mempengarui nyeri seperti suhu,
pencahayaan dan kebisingan.
- Kurangi factor presipitasi nyeri
- Pilih dan lakukan penanganan nyeri (
farmakologi , non farmakologi dan
interpersonal )
- Kaji tipe dan sumber nyeri untuk
menentukan intervensi
- Ajarkan ternik non farmakologi
- Berikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
- Evaluasi ketidakefektifan control nyeri
- Tingkatkan istirahat
- Kolaborasikan dengan dokter jika ada
keluhan dan tindakan nyeri tidak
berhasil
- Monitor penerimaan pasien tentang
menagemen nyeri.
Analgesic administration
- Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas
dan derajat nyeri sebelum pemberian
obat
- Cek instruksi dokter tentang jenis
obat, dosis dan frekuensi
- Cek riwayat energy
- Pilih analgesic yang diperlukan atau
kombinasi dari analgesic ketika
pemberian lebih dari satu
Tentukan pilihan analgesic tergantung
tipe dan beratnya nyeri
Hambatan 22-11-2018 16.00 1. Mengobservasi adanya pembatasan klien Pukul 16.30 WITA
mobilitas fisik dalam melakukan aktivitas seperti makan ,
berhubungan duduk, ketoilet S:
dengan Hasil: klien belum mampu beraktivitas  Pasien mengatakan semua aktifitas
kelemahan secara mandiri seperti makan, duduk dan ke pasien dibantu
tubuh toilet O:
 pasien hanya berbaring di tempat tidur
16.05 2. Mendampingi dan membantu pasien saat
penuhi kebutuhan ADL seperti makan dan  kebutuhan pasien dibantu seperti
minum,bab/bak. minum
Hasil : Kebutuhan pasien terpenuhi seperti A : Hambatan Mobilitas fisik belum teratasi
makan/ minum dan bak/bab P : Lanjutkan intervensi
Pain management
16.10 3. Membantu klien untuk mengidentifikasi - Monitoring vital sign sebelum/ sesudah
aktivitas yang mampu dilakukan latihan dan lihat respon pasien saat latihan
Hasil: klien hanya baring di tempat tidur dan - Konsultasikan dengan terapi fisik tentang
mempertahankan tira baring rencana ambulasi sesuai dengan
kebutuhan
- Bantu klien untuk menggunakan tongkat
saat berjalan dan cegah terhadap cedera
- Ajarkan pasien atau tenaga kesehatan lain
tentang teknik ambulasi
- Kaji kemmpuan pasien dalam mobilisasi
- Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan
ADLs secara mandiri sesuai kemampuan
- Dampingi dan bantu pasien saat
mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan
ADL
- Berikan alat bantu jika klien memerlukan
- Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi
dan berikan bantuan jika diperlukan