Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung
merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya
sama dengan otot serat lintang, tetapi cara bekerjanya menyerupai otot polos yaitu
diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom).
Perikardium merupakan lapisan jantung paling luar yang merupakan
selaput pembungkus terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan parietal dan viseral yang
bertemu di pangkal jantung membentuk kantung jantung. Diantara dua lapisan
jantung ini terdapat lendir sebagai pelicin untuk menjaga agar pergesekan antara
perikardium pleura tidak menimbulkan gangguan terhadap jantung. Jantung
bekerja selama kita masih hidup, karena itu membutuhkan makanan yang dibawa
oleh darah, pembuluh darah yang terpenting dan memberikan darah untuk jantung
dari aorta asendens dinamakan arteri koronaria.
Perikardium dapat terlibat dalam berbagai kelainan hemodinamika, radang,
neoplasi, dan bawaan. Penyakit perikardium dinyatakan oleh timbunan cairan
(disebut efusi perikardium), radang (yaitu perikarditis).
Perikarditis adalah peradangan perikardium viseralis atau parietalis dengan
atau tanpa disertai timbulnya cairan dalam rongga perikardium baik bersifat
transudat atau eksudat atau purulen dan disebabkan oleh berbagai macam
penyebab. Penyebab yang paling sering ialah reuma, yang merupakan 55% dari
seluruh kasus. Perikarditis / septic (28%) disebabkan oleh Staphylococcus aureus,
Diplococcus pneumonie dan Streptococcus hemolyticus.
Pada perikarditis, ditemukan reaksi radang yang mengenai lapisan
perikardium viseratis dan atau parietalis.ditemukan banyak penyebab tetapi yang
paling sering ialah akut, perikarditis non spesifik (viral), infark miokard, dan
uremia.
Untuk itu dalam makalah ini, kelompok akan menjelaskan tentang konsep
penyakit perikarditis beserta asuhan keperawatannya dan diharapkan bisa
membantu mahasiswa untuk lebih memahami tentang masalah perikarditis

1
1.2. RUMUSANMASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan perikarditis ?


2. Apa saja anatomi fisiologinya ?
3. Apa yang menjadi etiologi perikarditis ?
4. Bagaimana patofiologi perikarditis ?
5. Apa saja manifestasi klinisperikaritis ?
6. Komplikasi apa yang bisa disebabkan oleh perikarditis ?
7. Pemeriksaanpenunjang apa saja yang mendukung perikarditis ?
8. Bagaimana penatalaksaan medis perikaritis ?

1.3. TUJUAN PENULISAN

1.2.1 Tujuan Umum

Diharapkan mahasiswa dapat memahami konsep perikarditis.

1.2.2 Tujuan Khusus

1. Mahasiswa mampu mengkaji tanda-tanda dan gejala perikarditis.


2. Mahasiswa mampu menegakkan diagnose keperawatan pada klien dengan
perikarditis.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. PENGERTIAN
Perikarditis adalah peradangan perikardium parietal, perikardium viseral,
atau kedua-duanya (Arif Mansjoer, 2000). Perikarditis adalah peradangan
perikardium viseralis atau parietalis dengan atau tanpa disertai timbulnya cairan
dalam rongga perikardium baik bersifat transudat atau eksudat atau purulen dan
disebabkan oleh berbagai macam penyebab (Ngatisyah, 2005).

2.2. ANATOMI FISIOLOGI


2.2.1. Ukuran dan Bentuk
Jantung adalah organ berongga berbentuk kerucut tumpul yang memiliki
empat ruang yang terletak antara kedua paru-paru di bagian tengah rongga toraks.
Dua pertiga jantung terletak di sebelah kiri garis midsternal. Jantung dilindungi
mediastinum. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya
(Ethel, 2003: 228).
2.2.2. Pelapis

1. Perikardium adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan


mengecil, membungkus jantung dan pembuluh darah besar. Kantong ini
melekat pada diafragma, sternum dan pleura yang membungkus paru-paru. Di
dalam perikardium terdapat dua lapisan yakni lapisan fibrosa luar dan lapisan
serosa dalam.
2. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal
(Ethel, 2003: 228-229)

2.2.3. Dinding Jantung


Terdiri dari tiga lapisan :

1. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel-sel mesotelial yang berada di atas
jaringan ikat.

3
2. Miokardium tengah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi utnuk
memompa darah. Kontraksi miokardium menekan darah keluar ruang menuju
arteri besar.
3. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotellial yang melapisi pembuluh
darah yang memasuki dan meninggalkan jantung (Ethel, 2003).

2.2.4. Ruang Jantung

1. Ada empat ruang, atrium kanan dan kiri atas yang dipisahkan oleh septum
intratrial, ventrikel kanan dan kiri bawah dipisahkan oleh septum
interventrikular.
2. Dinding atrium relatif tipis. Atrium menerima darah dari vena yang membawa
darah kembali ke jantung. Atrium kanan terletak dalam bagian superior kanan
jantung, menerima darah dari seluruh jaringan kecuali paru-paru. Atrium kiri
di di bagian superior kiri jantung, berukuran lebih kecil dari atrium kanan,
tetapi dindingnya lebih tebal. Atrium kiri menampung empat vena pulmonalis
yang mengembalikan darah teroksigenasi dari paru-paru.
3. Ventrikel berdinding tebal. Bagian ini mendorong darah ke luar jantung
menuju arteri yang membawa darah meninggalkan jantung. Ventrikel kanan
terletak di bagian inferior kanan pada apeks jantung. Darah meninggalkan
ventrikel kanan melalui trunkus pulmonar dan mengalir melewati jarak yang
pendek ke paru-paru. Ventrikel kiri terletak di bagian inferior kiri pada apeks
jantung. Tebal dindingnya 3 kali tebal dinding ventrikel kanan darah
meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta dan mengalir ke seluruh bagian
tubuh kecuali paru-paru. Trabeculae carneae adalah hubungan otot bundar
atau tidak teratur yang menonjol dari permukaan bagian dalam kedua ventrikel
ke rongga ventrikuler (Ethel, 2003).

2.2.5. Katup Jantung

1. Katup Trikuspid yang terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan.
2. Katup Bikuspid yang terletak antara atrium kiri dan ventrikel kiri.
3. Katup Semilunar aorta dan pulmonari terletak di jalur keluar ventrikular
jantung sampai ke aorta ke trunkus pulmonari.

4
2.3. ETIOLOGI
Penyebab yang paling umum diketahui adalah :

1. Demam Rematik
2. Infeksi virus
3. Infeksi bakteri
4. Trauma
5. Sindrom pascainfark miokard
6. Sindrom pasca perikardiotomi
7. Neoplasma
8. Idiopatik

2.4.PATOFISIOLOGI
Sebenarnya beberapa peneliti percaya bahwa virus terutama menyebabkan
kasus perikarditis “idiopatik” akut, walaupun tidak semua. Diantara kasus
perikarditis virus yang dikenal yang disebabkan oleh virus Coxsackie B, influenza
A, dan B, beberapa virus ekho dan epstein-barr (dalam hubungan dengan
mononukleosis) amat penting. Patogenesis perikarditis virus tidak jelas. Sering
terjadi infeksi akut saluran bagian pernafasan bagian atas, walaupun demikian
tidak diketaui dengan jelas virus penyebab itu kemudian menyebar ke dalam
perikardium. Terdapat beberapa penunjang pandangan itu, bahwa banyak virus
tidak secara langsung menyerang jaringan perikardium,tetapi lebih utama dengan
berbagai cara menggalakan hipersensitivitas yang kemudian melibatkan
perikardium.
Bakteri dapat mencapai perikardium baik secara langsung dari struktur
terkena seperti paru dan pleura, atau oleh karena penyebarn hematogen atau
limfatik. Pada tahun-tahun terakhir ini, angka kejadian perkaditis bakteri telah
nyata menurun. Meskipun penyebab stafilokokus dan tuberkulosis tetap penting.
Terutama pada anak, perikarditis stafilokokus relatif sering dan hampir selalu
diikuti entah dengan pneumoni atau osteomielitis. Nyatanya baik penyertaan
perikarditis spesis yang menguasai gambaran klinik maupun hanya sebagian kecil
gambaran klinik, memang bervariasi.

5
Diantara perikarditis metabolik, yang paling sering terjadi karena uremi,
bentuk perikarditis metabolik yang jarang dengan etiologi tidak diketahui, disebut
perikarditis kolesterol karena terdapat kristal kolesterol dalam cairan
intraperikardium.
Perikarditis neoplasi, hampir selalu berasal dari tumor langsung atau
metastase tumor yang terjadi di luar kantung perikardium. Paling sering
penyebaran langsung dari limfoma mediastinumatau dari karsinoma bronkogenik
atau esofagus. Meskipun metastasis kangker apa pun dalam tubuh dapat
melibatkan perikardium, penyebaran semacam itu pada umumnya jarang.
Perikarditis traumatik relatif lebih sering disebabkan oleh karena dada tak
tembus. Hal ini mencerminkan baik kontusi ringan permukaan perikardium
jantung maupun adanya darah dalam kantung perikardium yang menyebabkan
respon perbaikan, seperti dalam ruang pleura atau peritoneum. Jarang luka tembus
dada menyebabkan penyebaran langsung kuman ke dalam ruang perikardium,
yang menyebabkan perikarditis supuratif. Perikardium seperti selaput serosa lain ,
sangat rentan pada status hipersensivitas.

2.5. MANIFESTASI KLINIS


Gejala yang khas pada perikarditis adalah :

1. Nyeri hebat di dalam dada, yang kadang-kadang menjalar ke bahu.


2. Nafas yang cepat
3. Lesu dan lemas
4. Demam dan menggigil
5. Batuk

2.6. KOMPLIKASI
Komplikasi yang dapat terjadi adalah Efusi Perikardial.

2.7. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

 EKG ( Elektrokardiografi )

6
Kelainan yang ditemukan sesuai dengan keadaan pasien apakah dalam fase
akut / telah lama.

 Pemeriksaan Radiologi

Dilakukan dalam sikap berdiri atau duduk akan tampak perbesaran jantung
yang berbentuk segitiga dan akan berubah bentuk menjadi globular pada sikap
tiduran. Kadang tampak pula bendungan vena. Jumlah cairan dan besar jantung
yang sebenarnya dapat diduga dengan angiokardiogram atau ekokardiogram.

 Pemeriksaan Laboratorium

Laju endap darah umumnya meninggi terutama pada fase akut. Terdapat
pula leukositosis yang sesuai dengan kuman penyebab. Cairan perikard yang
ditemukan sesuai dengan penyebab terjadinya perikarditis. Cairan perikard harus
dilakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap jenis sel yang ditemukan,
pemeriksaan kimia terhadap komposisi protein yang ada dan pemeriksaan
bakteriologis dengan sediaan langsung, pembiakan kuman yang ditujukan pada
pemeriksaan basil tahan asam maupun kuman lainnya.

 Foto Toraks

Dilakukan untuk mengetahui adanya cairan pericardial.

2.8. PENATALAKSANAAN MEDIS


Pada perikarditis purulenta pengeluaran cairan diteruskan dengan drainase
yang dilakukan di bagian bedah. Pada kasus yang sudah lama yang disertai
penebalan perikard (pantser heart) atau prikarditis konstruktiva dengan perlekatan
yang menimbulkan gangguan hemodinamik, harus dilakukan perikardiektomi.

7
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

3.1 PENGKAJIAN
Tanggal Pengkajian : 19 Desember 2016
Waktu : 10:00 wib
Ruang : Kenanga

3.1.1 IDENTITAS KLIEN :


Nama : An.A
Usia : 5 Tahun
Seks : Perempuan
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Alamat : Lubuk Pakam
Pendidikan :-
Tgl Masuk : 20 Desember 2016
No RM : 337583
Diagnosa Medis : Perikarditis

3.1.2 IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


Nama : Tn.B
Usia : 35 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Lubuk Pakam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Hubungan Dgn Klien :Ayah

8
a.Riwayat penyakit sekarang
Keluhan utama : Ibu mengatakan bahwa badan anaknya panas, nyeri
dada,sesak nafas
b.Riwayat penyakit dahulu
Klien tidak memiliki penyakit/kelainan bawaan
c.Riwayat kehamilan dan persalinan
1. Prenatal : selama hamil sehat tidak ada kelainan seperti perdarahan
2. Natal : Melahirkan usia kehamilan 9 bulan 7 hari, spontan ,tidak
ada kelainan,anak langsung menangis keras, BB : 3 kg, PB : 48 cm
3. Post Natal : Bayi sehat, tidak ada kelainan, Talipusat lepas hari ke
7
d.Riwayat Imunisasi : Ibu mengatakan bahwa Imunisasi anaknya sudah lengkap.
e.Riwayat kesehatan Keluarga :
Ayah : tidak ada keuarga yang menderita penyakit perikarditis
Ibu : Ibu menderita Hipotensi

3.1.3 PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : Lemah


Kesadaran : Composmentis
TD :-
Nadi : 100 x/mnt
Suhu : 37,50C
RR : 18 x/mnt
BB sekarang : 18 kg
TB : 113 cm
LK : 35 cm
LILA : 15 cm

Pemeriksaan Fisik :
Kepala : warna rambut hitam, kulit kepala bersih
Muka : terlihat pucat

9
Mata : simetris, konjungtiva tidak anemis, kelopak mata
tidak oedema, sklera tidak ikterus
Hidung : tidak ada sekret
Mulut : tidak ada stomatitis, lidah bersih, gusi tidak epulis
Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar
thyroid
Dada : simetris, ada wheezing, ada ronchi
Perut : tidak ada kembung tetapi terdapat nyeri tekan
Genetalia : tidak ada kelainan
Ekstremitas : simetris, tidak oedema, pada tangan kiri terpasang
infus D5 16 tetes/menit
Kulit : turgor baik

Pemeriksaan Khusus
a. Pemeriksaa EKG :Tidak khas

ST-T changes inferior

Gangguan konduksi jantung

b. Foto Toraks :Tidak khas

Pembesaran jantung dengan efusi perikard atau pleura.

c. Ekokardiografi :

Pembesaran jantung kiri

Dapat di bedakan dengan kardiomiopati hipertrofi dan

mitral stenosis.

10
3.1.4 ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah


1 DS : Ibu klien Kemampuan dilatasi jantung Nyeri akut
mengatakan anaknya
Kontraktilitas ventrikel kiri
dada terasa sakit.

curah jantung
DO :

- Skala nyeri 5 O2

- Aritmia (+)
Nyeri akut

2 DS : Ibu klien Kemampuan dilatasi jantung Penurunan curah


mengatakan dada jantung
Kontraktilitas ventrikel kiri
anaknya terasa sakit.

curah jantung menurun


DO : Klien tampak
kesakitan

TD :-

Nadi : 100 x/mnt

Suhu : 37,50C

RR : 18 x/mnt

- Aritmia (+)

- wajah terlihat pucat


3 DS : Ibu klien Perfusi jaringan Intoleransi
mengatakan badan Aliran darah tidak adekuat ke aktivitas
anaknya terasa lemah sistemik

Kelemahan fisik
DO: klien tidak
mampu bermobilisasi
di tempat tidur .
3.2 DIAGNOSA KEPERAWATAN

11
1. Nyeri akut
2. Penurunan curah jantung
3. Intoleransi aktivitas

3.3 INTERVENSI KEPERAWATAN

N Diagnosa Keperawatan NOC NIC


o.
1 Nyeri akut NOC Activity therapy :
 Tingkat
Batasan karakteristik : kenyamanan  Kelola nyeri pasca
 Pengendalian bedah awal dengan
 Mengungkapkan nyeri pemberian obat
secara verbal atau  Tingkat nyeri yang terjadwal
melaporkan nyeri  Bantu pasien
dengan isyarat. Kriteria hasil : mengidentifikasi
 Respons autonomik tindakan
(misalnya diaforesis,  Memperlihatkan kenyamanan yang
perubahan tekanan teknik relaksasi efektif
darah, pernapasan, secara  Bantu pasien untuk
atau nadi, dilatasi individual yang lebih berfokus pada
pupil) efektif untuk aktivitas bukan pada
 Perubahan selera mencapai nyeri
makan kenyaman  lakukan perubahan
 Posisi untuk  Mempertahanka posisi
menghindari nyeri n tingkat nyeri  ajarkan penggunaan
 Bukti nyeri yang ( dengan skala tekhnik
dapat diamati 0-10 ) nonfarmakologi
 Melaporkan misalnya kompres
Faktor yang nyeri kepada hangat atau dingin
berhubungan : penyedia dan masase
pelayanan
Agens-agens penyebab kesehatan
cedera (misalnya  Tidak
biologis, kimia, dan mengalami
psikologis) gangguan dalam
frekuensi
pernapasan,frek
uensi
jantung,atau
tekanan darah
 Mempertahanka
n selera
makanan yang
baik

12
2 Penurunan Curah NOC NIC
jantung  Tingkat
keparahan Activity therapy :
Batasan karakteristiki: kehilangan
darah  Kolaborasi dengan
 perubahan pola  Efektivitas dokter menyangkur
EKG pompa jantung patameter
 peningkatan atau  Status sirkulasi pemberian atau
penurunan  Perfusi jaringan penghentian obat
tekanan vena  Status tanda tekanan darah
sentral ( CVP ) vital  Ubah posisi pasien
 peningkatan atau keposisi datar atau
penurunan Kriteria hasil : trendlenburg
tekananan baji  Pantau frekuensi
arteri pulmonal  Menunjukkan jantung,irama dan
 pengisian ulang curah jantung nadi
kapiler yang  Pantau tanda-tanda
memanjang memuaskan vital
 penurunan curah  Menunjukkan
jantung status sirkulasi
 Menunjukkan
Faktor yang peningkatan
berhubungan : toleransi
terhadap
 peningkatan kerja aktivitas fiisik
ventrikel
 kerusakan ventrikel
 iskemia ventrikel
 keterbatasan
ventrikel
3 Intoleransi aktivitas NOC NIC

Batasan karakteristik :  Konserpasi Terapi Aktivitas


energi
 Respon tekanan  Toleransi  Kolaborasikan
darah abnormal dengan tenaga
Aktivitas
terhadap aktivitas Rehabilitasi medik
 Respon Frekuensi  Perawatan dalam
jantung abnormal Diri merencanakan
terhadap aktivitas  prrogram terapi
 Perubahan EKG yang tepat
yang mencerminkan Kriteria Hasil  Bantu klien untuk
aritmia mengidentifikasi
 Perubahan EKG  Berpartisipasi aktivitas yang
yang mencerminkan dalam aktivitas mampu dilakukan
iskemia  Bantu untuk
fisik tanpa
 Ketidaknyamanan memilih aktivitas

13
stelah beraktivitas disertai konsisten yang
 Dipsnea setelah peningkatan sesuai dengan
beraktivitas tekanan dara, kemampuan fisik ,
 Menyatakan merasa nadi dan RR
psikologi dan sosial
letih  Bantu untuk
 Mampu
 Menyatakan merasa mengidentifikasi
lemah melakukan dan mendapatkan
aktivitas sehari- sumber yang
Faktor yang hari (ADLs) diperlukan untuk
berhubungan secara mandiri aktivitas yang
 Tanda-tanda diinginkan
 Tirah baring atau  Bantu untuk
vital normal
imobilisasi mendapatkan alat
 Energy
 Kelemahan bantuan aktivitas
umum Psikomotor seperti kursi roda,
 Ketidakseimbang  Level krek
an kelemahan  Bantu umtuk
 Imobilitas  Mampu mengidentifikasi
 Gaya hidup aktivitas yang
berpindah:
monoton disukai
dengan atau  Bantu klien untuk
tanpa bantuan membuat jadwal
alat latihan diwaktu
 Status luang
kardiopulmonar  Bantu pasien/
y adekuat Keluarga untuk
mengidentifikasikek
 Sirkulasi status urangan dalam
baik beraktifitas
 Status respirasi :  Kembangkan
Pertukaran gas motivasi diri dan
dan ventilasi penguatan
adekuat

3.4 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

14
Diagnosa Hari/
No. Implementasi Keperawatan
Keperawatan Tanggal
1 Nyeri akut Rabu, 21  Mengkelola nyeri pasca bedah
Desember awal dengan pemberian obat
2016 keterolac ½ amp/12 jam
 Membantu pasien
mengidentifikasi tindakan
kenyamanan yang efektif yaitu
posisi semifowler
 Membantu pasien untuk lebih
berfokus pada aktivitas bukan
pada nyeri
 Melakukan perubahan posisi
setiap 2 jam sekali.
 Mengajarkan penggunaan
tekhnik nonfarmakologi
kompres hangat atau dingin dan
masase kepada ibu klien
2 Penurunan curah Kamis, 22  Mengubah posisi pasien dari
jantung Desember posisi supinasi ke posisi
2016 trendlenburg
 Memantau frekuensi
jantung,irama dan nadi

 Memantau tanda-tanda vital


3 Intoleransi aktivitas Jumat, 23  Membantu untuk mendapatkan
Desember alat bantuan aktivitas: kursi
2016 roda
 Membantu umtuk
mengidentifikasi aktivitas yang
disukai: menonton TV
 Mengembangkan motivasi diri
dan penguatan : menjelaskan
dan menguatkan anak untuk
tetap semangat saat sakit dan
banyak berdoa

3.5 EVALUASI KEPERAWATAN

15
No. Diagnosa Keperawatan Hari/ Tanggal Evaluasi Keperawatan
1 Nyeri akut Kamis, 22 S: Ibu klien mengatakan nyeri
Desember dada pada anak mulai
2016 berkurang

O: Klien tampak lebih rileks

Skala nyeri: 3

A: Masalah nyeri akut teratasi


sebagian

P: Intervensi dilanjutkan
2 Penurunan curah Jumat, 23 S: Ibu klien mengatakan sesak
jantung Desember anaknya mulai berkurang
2016
O: Klien tampak tenang

A: Masalah penurunan curah


jantung belum teratasi

P: Intervensi dilanjutkan
3 Intoleransi aktivitas Sabtu, 24 S: Ibu klien mengatakan
Desember aktivitas anaknya masih
2016 dibantu

O: Klien tampak menggunakan


kursi roda saat beraktivitas

A: Masalah intoleransi aktivitas


teratasi sebagian

P: Intervensi dilanjutkan

BAB IV
PENUTUP

16
4.1. KESIMPULAN
Perikarditis adalah peradangan perikardium parietal, perikardium viseral,
atau kedua-duanya. Penyakit perikarditis tidak menular atau menjadi kanker,
kecuali disebabkan penyebaran kanker di tempat lain. Adapun penyebab dari
perikarditis belum diketahui secara pasti, akan tetapi secara umum yang
menyebabkan perikarditis oleh banyak faktor baik bisa disebabkan oleh penyakit
lain maupun infeksi dari virus. Pada tanda dan gejala, pasien lebih sering
merasakan nyeri pada daerah dada karena terjadinya peradangan pada lapisan
jantung yang paling luar.

4.2. SARAN
Dalam kesimpulan diatas maka penulis dapat mengemukakan saran – saran
sebagai berikut :

1. Dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien Perikarditis perawat


harus memahami konsep dasar asuhan keperawatan perikarditis sehingga
asuhan keperawatan dapat terlaksana dengan baik.
2. Dalam melakukan tindakan keperawatan harus melibatkan pasien dan
keluarganya serta tim kesehatan lainnya. Sehingga data yang diperoleh
sesuai dengan tindakan yang dilakukan.
3. Dalam melakukan tindakan keperawatan disarankan untuk mengevaluasi
tindakan tersebut secara terus menerus.

DAFTAR PUSTAKA

17