Anda di halaman 1dari 33

MAKALAH

BIOLOGI SEL

“ RETIKULUM ENDOPLASMA DAN RIBOSOM”

OLEH

KELOMPOK III

ANDI A. SEKO (1401040037)

ANDRE R. KOROHAMA (1401040013)

ARANCI D. TUNGGA (1401040005)

INGRID F. POLIN (1401040033)

MARIA F. ABRIANI (1401040040)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2016

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa,atas berkat-Nya
penulis dapat menyelesaikan tugas serta dapat menyusunnya dalam bentuk makalah. Adapun
pengkajian makalah ini tentang Retikulum Endoplasma Dan Ribosom.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
guna menyempurnakan makalah ini.

Kupang, 29 September 2016

Tim Penulis

2
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR.................................................................................................. i

DAFTAR ISI................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang............................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.......................................................................................... 2
C. Tujuan............................................................................................................. 2
D. Manfaat........................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Retikulum Endoplasma................................................................................. 3
a. Retikulum Endoplasma pada sel tumbuhan......................................... 4
b. Retikulum Endoplasma pada sel hewan................................................ 4
c. Bentuk Mikroskopis Retikulum Endoplasma...................................... 5
d. Retikulum endoplasma kasar ( REK ).................................................. 5
e. Retikulum endoplasma halus ( REH )................................................... 7
f. Fungsi retikulum endoplasma............................................................... 7
g. Struktur dan Komposisi Membran...................................................... 8
h. Enzim-enzim pada RE........................................................................... 10
i. Hidroksilasi pada RE............................................................................. 11
B. Ribosom......................................................................................................... 12
a. Struktur Ribosom................................................................................. 16
b. Ultrasentrifugasi telah digunakan untuk mengukur ukuran ribosom
Dan Komponennya.................................................................................... 18
C. Proses Sintesis Protein................................................................................... 20
a. Tahap Sintesis Protein....................................................................... 20
D. Hubungan Retikulum Endoplasma, Ribosom,
dan Organel-organel lainnya....................................................................... 28

BAB III PENUTUP

A. SIMPULAN................................................................................................. 29

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di dalam sel pada sitoplasma terdapat membran yang berbentuk pembuluh,
gelembung atau vakuola dan rongga-rongga pipih yang saling berhubungan yang disebut
Retikulum Endoplasma. Retikulum endoplasma merupakan organel yang tidak statis dan
dapat dianggap sebagai salah satu komponen dari suatu sistem dinamik yang mempunyai
hubungan dengan membran plasma dan membran luar selaput inti. Sedangkan organel-
organel lain tidak mempunyai hubungan langsung tapi dapat terjadi interaksi secara
langsung atau tidak. Retikulum endoplasma mempunyai fungsi dalam berbagai sintesis,
dapat ditemukan pada sel eukariotik dan memiliki struktur yang menyerupai kantung
berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi,
tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang
demikian banyak sehingga retikulum endoplasma meliputi separuh lebih dari total
membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan
retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).
Pada bagian Retikulum endoplasma tertentu terdapat ribuan ribosom. Ribosom
merupakan tempat dimana proses pembentukan protein terjadi didalam sel. Bagian ini di
sebut Retikulum Endoplasma Kasar atau REK ( Rough endoplasmic reticulum ) yang
mengisolir dan membawa protein tersebut kebagian lainnya. Sedangkan reticulum
endoplasma yang tidak diselimuti oleh ribosom disebut Retikulum Endoplasma Halus
atau REH ( smooth endoplasmic reticulum ) untuk membentuk lemak dan steroid.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka kelompok kami akan membahas tentang
Retikulum Endplasma dan Ribosom.

4
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Retikulum Endoplasma ?
2. Apa yang dimaksud dengan Ribosom ?
3. Bagaimana proses sintesis protein pada ribosom ?
4. Bagaimana hubungan antara retikulum endoplasma, ribosom, dan organel-organel
lainnya ?

C. Tujuan
1. Untuk memahami tentang Retikulum Endoplasma
2. Untuk memahami tentang Ribosom
3. Untuk memahami tentang proses sintesis Protein
4. Untuk memahami tentang hubungan antara Retikulum Endoplasma, Ribosom, dan
Organel-organel lainnya

D. Manfaat

Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Sebagai bahan informasi bagi para pembaca khususnya mahasiswa biologi

2. Sebagai salah satu alat penilaian pada mata kuliah biologi sel

5
BAB II
PEMBAHASAN

E. Retikulum Endoplasma
Retikulum berasal dari kata reticular yang berati anyaman benang atau jala.
Karena letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma) dan karena
strukturnya sebagian anyaman dan untuk sebagian besar terdapat dalam endoplasma.
Dengan ditemukannya Retikulum Endoplasma ini sebuah sel tidak lagi dapat di
anggap sebagai kantong yang berisi enzim, RNA, DNA, dan larutan-larutan bahan
yang dibatasi oleh membran luar seperti pada bakteri yang primitif. Banyak rongga-
rongga yang dibatasi oleh membran yang bertanggung jawab atas fungsi sel yang
vital, di antaranya pemisahan dan himpunan sistem enzim. Dan maka dari itu disebut
disebut sebagai Retikulum Endoplasma (disingkat RE). Retikulum Endoplasma (RE)
adalah organel yang dapat ditemukan pada semua sel eukariotik baik sel hewan atau
pun sel tumbuhan.

6
Dilihat dari bentuknya, terdapat 3 macam bentuk Retikulum Endoplasma yang
berbeda;

 Bentuk lamelar (kebanyakan), yang terdiri atas susunan sejumlah kantung membran
yang pipih. Ribosom pada membran RE yang berbentuk lamelar tidak merata
(asimetri). Membran membentuk kantung pipih disebut sisternae.
 Bentuk kantung (vesikular), kebanyakan terdapat REH, ruangan pada retikulum
endoplasma yang berbentuk seperti gelembung-gelembung kecil.
 Bentuk tubular (pembuluh). Bentuk ini terutama dimiliki oleh REH, berbentuk
sebagai pipa pipa kecil yang saling berhubungan. menunjukkan sifat yang dinamik
dari RE dan mempunyai hubungan erat dengan gerakan membran, pemisahan dan
fusi dalam sistem membran (jaringan cytocavitary).

a. Retikulum Endoplasma pada sel tumbuhan


Pada sel tumbuhan, retikulum endoplasma bertindak sebagai saluran untuk
masuknya protein dalam membran. Ini juga memainkan peran penting dalam
biosintesis dan penyimpanan lipid. Ada sejumlah membran larut, yang berhubungan
dengan enzim dan molekul pendamping. Fungsi umum dari retikulum endoplasma
pada sel tanaman yang mensintesis protein dan pematangan. Retikulum endoplasma
pada sel tumbuhan memiliki beberapa fungsi tambahan, yang tidak ditemukan pada
sel hewan. Fungsi tambahan melibatkan sel untuk komunikasi sel antara sel-sel
khusus dan juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk protein. Retikulum
endoplasma pada sel tanaman mengandung enzim dan protein struktural, yang terlibat
dalam proses Biogenesis badan minyak dan penyimpanan lipid. Pada tumbuhan,
retikulum endoplasma terhubung antara sel-sel melalui plasmodesmata.
b. Retikulum Endoplasma pada sel hewan
Pada sel-sel hewan, retikulum endoplasma adalah jaringan kantung, yang
memainkan peran penting dalam manufaktur, pengolahan dan pengangkutan berbagai
jenis senyawa kimia untuk penggunaan di dalam dan di luar sel. Hal ini terhubung ke
selubung nukleus berlapis ganda, yang menyediakan pipa antara inti dan sitoplasma
dari sel-sel hewan. Retikulum endoplasma pada sel hewan adalah organel multifungsi,
yang mensintesis membran lipid , protein dan juga mengatur kalsium intraseluler.

c. Bentuk Mikroskopis Retikulum Endoplasma

7
Retikulum endoplasma mempunyai fungsi yang bervariasi, hal ini
menyebabkan adanya variasi secara morfologis. Ada dua macam retikulum
endoplasma sebagai berikut :

d. Retikulum endoplasma kasar ( REK )


Retikulum endoplasma kasar dimana pada membrannya yang
menghadap sitosol ditempeli ribosom , berfungsi untuk sintesis protein yang
selanjutnya protein tersebut akan ditranslokasikan kedalam retikulum
endoplasma. Di dalam retikulum endoplasma protein tersebut akan
diglikosilasi dengan menambahkan oligosakarida

8
( berisi kurang lebih 14 residu gula ) kepada protein. Sehingga terbentuk glikoprotein,
selanjutnya akan ditranspor ke badan golgi, lisosom, membran plasma. Retikulum
Endoplasma (RE) memiliki peran anabolik dan protektif.
Peran anabolik yaitu mensintesis kolesterol, hormon steroid, dan asam-asam
empedu. Peran katabolik yakni dapat mengubah atau menetralisir bahan yang bersifat
toksik. Mekanisme kerja antar Retikulum Endoplasma (RE) dan organel lain seperti
mitokondria dapat saling berhubungan. RE kasar merupakan tempat Penggabungan
Protein Membran Integral dan Lipid Membran. Retikulum endoplasma kasar memiliki
daerah yang sebagian besar tidak mengandung ribosom. Daerah-daerah tersebut
merupakan daerah peralihan, karena dari situlah dibentuk vesikula-vesikula transpor
atau vesikula transisi atau retikulum endoplasma transisi. Vesikula-vesikula tersebut
megandung protein atau lipida yang diangkut secara intraseluler. Vesikula-vesikula
transisi atau vesikula transport berperan mengangkut makromolekul (protein) dari
reticulum endoplasma. Di dalam vesikula transport terdapat protein yang larut yang
berasal dari lumen retikulum endoplasma (protein sekretori) atau protein yang terikat
pada membran vesikula (protein membran). Vesikula-vesikula dapat bergabung
dengan membran sasaran dan melepaskan isinya. Membran vesikula merupakan
bagian dari membran sasaran.
Pada saatnya nanti kandungan protein sebagai hasil sintesis akan diangkut ke
dalam kompleks golgi, dengan cara melepaskan dalam gelembung gelembung kecil
(mikrovesikel). Mikrovesikel tersebut sudah tidak memiliki butir-butir ribosom pada
permukaan luarnya. Retikulum endoplasma kasar banyak ditemukan dalam sel-sel
kelenjar, terutama pada sel-sel kelenjar yang sedang aktif mensintesis sekretnya; pada
pewarnaan tampak basofil karena banyaknya retikulum endoplasma kasar. Basofilia
yang khas ini disebabkan oleh sejumlah besar partikel-partikel kecil dari
ribonukleoprotein (RNP) disebut ribosom, yang melekat keluar permukaan membran,
sesuai dengan istilah retikulum endoplasma kasar. Elemen karakteristik dari retikulum
endoplasma kasar adalah berupa lembaran tipis yang terdiri dari 2 membran bersatu
pada bagian tepi masing masing dan dibatasi oleh suatu cavite berbentuk kantong
yang aplatis ( sakulus ). Letak dan jumlah dari sakulus bervariasi, tergantung pada
jenis sel dan fungsi aktivitasnya.

9
e. Retikulum endoplasma halus ( REH )
Retikulum endoplasma halus, permukaan hyaloplasmiknya tidak mengandung
ribosom. Oleh sebab itu, sering dinamakan retikulum endoplasma agranuler.
Retikulum endoplasma halus terutama terdapat di dalam sel yang memegang peranan
penting dalam metabolisme lipida, dan mempunyai peranan dalam sintesis kolesterol
dan metabolisme hormon-hormon steroid dari kolestrol yang terjadi pada sel sel
adrenal bagian korteks. Retikulum endoplasma halus mengandung enzim-enzim yang
dibutuhkan untuk sintesis lipoprotein, misalnya sel-sel hepatosit. Selain itu, juga
mengandung enzim-enzim yang berperan dalam detoksifikasi, misalnya enzim
sitokrom p450.
Retikulm endoplasma halus berfungsi dalam berbagai macam proses
metabolisme, termasuk sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, dan menawarkan obat
dan racun yang larut dalam air. Didalam reticulum endoplasma halus juga terdapat
reticulum endoplasma sarkoplasmik. RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE
halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang
membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus
mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion
kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.

f. Fungsi retikulum endoplasma


Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom.
Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah
sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak
memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa
proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi
kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein
membran sel. RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik
ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari
RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE
sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan
dalam pemicuan kontraksi otot. RE kasar dan RE halus bersama-sama berfungsi
transportasi molekul-molekul dan bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain.
Fungsi retikulum endoplasma antara lain untuk sintesis lipid, lemak, fosfolipid, dan

10
steroid; mengatur metabolisme karbohidrat dan menghancurkan racun dan obat-
obatan di dalam sel hati; dan menyimpan ion kalsium yang penting untuk kontraksi
otot. Selain itu, retikulum endoplasma juga memiliki fungsi khusus, diantaranya:
a. Detoksifikasi
Retikulum endoplasma selain mngnadung enzim untuk sintesa lipid juga mengandung
enzim detoksifikasi obat-obatan dan metabolit yang tidak larut dalam air. Enzim yang
berperan dalam detoksifikassi adalah sitokrom P450. Adanya enzim ini menjadikan
obat-obatan yang tidak larut air menjadi larut dalam air melalui serangkaian proses
kimia sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh lewat urine.
b. Sintesa lipida
Pada membran retikulum endoplasma menghasilkan hampir semua macam lipida
yang dibutuhkan untuk pembentukan membran yang meliputi fosfolipida dan
kolesterol. Fosfolipida yang dihasilkan akan angkut oleh vesikel transpor ke membran
sel, membran aparatus golgi, dan membran pada lisosom. Sedangkan fosfolipida
untuk membran organel yang lain dibawa oleh proetin transfer fosfolipida.
c. Menghasilkan seramida
Membran retikulum endoplasma menghasilkan seramida yang akan dibawa ke
aparatus golgi sebagai bahan baku untuk sintesis gliko sfingolipida

g. Struktur dan Komposisi Membran


 Struktur membran reticulum endoplasma
Pada umumnya membrane RE merupakan model mozaik cair yang terdiri dari
lipid dan protein. Perbedaannya dengan membrane plasma dari ketebalannya,
membrane RE lebih tipis dari membrane plasma. Retikulum Endoplasma sendiri
terdiri atas ruangan-ruangan kosong yang ditutupi dengan membran dengan ketebalan
4 nm (nanometer, 10-9 meter). Membran ini berhubungan langsung dengan selimut
nukleus atau nuclear envelope. Rasio protein terhadap lemak lebih tinggi dan
konsentrasi kolestrol lebih rendah dari membrane plasma. Jumlah protein yang lebih
besar menyebabkan strukturnya lebih stabil dari membrane plasma, oleh sebab itu RE
mempunyai sifat yang kurang cair.
Retikulum endoplasma Sebagian sel eukariotik mengandung retikulum
endoplasma tetapi perlu kita ketahui bahwa jumlah maupun jenisnya bervariasi .
misalnya, pada pankreas lebih banyak mengandung retikulum endoplasma kasar,

11
sedangkan pada sel-sel epitel sebagian besar kandungannya adalah retikulum
endoplasma halus. Jumlah total pada beberapa sel berbeda pada sel-sel pankreas
misalnya sangat rapat dengan retikulum endoplasma, sedangkan pada sel-sel
tumbuhan tingkat tinggi hanya sedikit. Jumlah total dan proporsi retikulum
endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus berubah-ubah bergantung pada
keadaan metabolisme sel. Sebagai organel yang termasuk pada sistem membran,
dibandingkan dengan membran sel, maka membran retikulum endoplasma relatif
lebih tipis. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan komposisi molekulnya. Pada
membran retikulum endoplasma kandungan proteinnya lebih tinggi daripada lipidnya
bila dibandingkan dengan dengan membran sel, sehingga menyebabkan membran
retiukulum endoplasma sifatnya lebih stabil dan kental.

 Komposisi kimia
Selaput Retikulum Endoplasma dari analisis kimia diperoleh bahwa, selaput
retikulum endoplasma terdiri atas lipida 30% dan protein 70%. Lipida sebagian besar
berupa fosfatidilkolin. Selaput retikulum endoplasma mengandung lebih sedikit
glikolipida dan kolesterol daripada selaput sel. Sedangkan protein selaput retikulum
endoplasma umumnya adalah berupa glikoprotein dengan berat molekul (BM) sekitar
10.000-20.000 dalton. Dengan teknik patah-beku dan sitokimia dapat diketahui bahwa
babarapa diantara protein tersebut merupakan enzim dan rantaian pemindahan
elektron. Enzim yang terdapat di selaput retikulum endoplasma sangat bervariasi,
antara lain glukosa-6-fosfatase atau nukleosida fosfatase dan kosiltransferase.
Glukosa-6-fosfatase atau nukleosida fosfatase yaitu enzim yang berperan dalam
metabolisme asam lemak, sintesis fosfolipida dan steroida. Sedangkan
kosiltransferase yaitu enzim yang berperan dalam sintesis glikolipida dan glikoprotein
Isi lumen retikulum endoplasma (RE) merupakan cairan yang mengandung sejumlah
holoprotein, glikoprotein dan lipoprotein. Kandungan lumen RE ini sangat bervariasi
seiring dengan jenis sel dan keadaan fisilogis sel tersebut. Misalnya RE plasmosit (sel
plasma) berisi imunoglobulin, RE fibroblas berisi rantaian protokolagen dan enzim-
enzim hidrolase.

h. Enzim-enzim pada RE
12
Hasil analisis kimia membran retikulum endoplasma terdapat enzim-enzim
dan rantai molekul-molekul pembawa electron. Berikut ini tabel dari jenis enzim
secara terperinci

ENZIM LOKASI PERMUKAAN

Sitokrom b5 Sitoplasma (sitosol)


NADH-sitokrom b5 reduktasa Sitoplasma
NADH-sitokrom c reduktasa Sitoplasma
Sitokrom P 450 (paling banyak) Sitoplasma, lumen
ATP asa Sitoplasma
5’ – nukleotidasa Sitoplasma
Nukleosida pirofosfatasa Sitoplasma
GDP – manosil transferasa Sitoplasma
Nukleosida difosfatasa Lumen
Glukosa – 6 – fosfatasa Lumen
Acetanalide – hidrolizing esterase Lumen
Glukuronidasa Lumen

Banyaknya enzim hidroksilase dalam membran RE menyebabkan hidroksilasi.


Hidroksilasi yang terjadi pada membran sel RE seanding dengan keampuan sel dalam
fungsi anabolik dan protektif. Dalam kaitannya dengan fungsi anabolik dan protektif
membran RE mampu mengubah zat toksik menjadi lebih hidrofil sehingga menjadi
lebih mudah disekresikan.

Enzim yang paling banyak pada RE adalah sitokrom P-450 yang terdapat
sebanyak 10% dari protein mikrosom. Enzim-enzim dalam RE mempunyai induktor
untuk pengaktifannya. Induktor itu antara lain adalah 3-metil kolantrene, anaftofalfon,
fenobarbital, dan dioxin (2-3-7-8tetrakioro dibenzo-p-dioxin). Contoh mekanisme
induksi yang dilakukan zat-zat y=tersebut pada enzim RE adalah sebagai berikut: jika
fenobarbital diberikan maka aktivitas enzim pada RE kasar akan berubah. Aktivitas
sitokrom p450 reduktase akab meingkat demikian juga dengan sitokrom B5 juga
meningkat meskipun sedikit. Sementara itu akrivotas glukosa-6-fosfatase, ATPase,
dan NADH sitokrom B5 reduktase aktivitasnya justru akan meurun.

13
i. Hidroksilasi pada RE

Kemampuan membrane RE untuk menghidroksilasi suatu substrat memberi


kemampuan kepada sel dalam fungsi anabolik dan protektif. Secara anabolik
berfungsi dalam sintesis kolestrol, hormone hormone steroid dan asam asam empedu.
Dalam reaksi reaksi kimianya RE sering bekerja sama dengan mitokondria.

Secara protektif, dapat mengubah bahan-bahan yang bersifat toksik baik


materi endogen atau eksogen menjadi lebih hidrofil sehingga mudah larut dalam air
yang siap untuk diekresikan. Diantara materi materi tersebut ialah obat obatan,
insketisida, anastetik, bahan bahan yang berasal dari minyak bumi dan karsinogen.
Reaksi kimianya berupa hidroksilasi aromatic, alifatik, N-Dealkilasi, O-Dealkilasi,
deaminasi, sulfosidasi dan N-oksidasi. Dengan demikian retikulum endoplasma
berperan dalam mendetoksifikasi berbagai bahan-bahan toksik yang terdapat di dalam
sel.

14
F. Ribosom

Dalam pengamatan pada sitoplasma dapat dilihat adanya granula-granula yang


banyak sekali dalam sitoplasma yang mempunyai sifat mengikat zat warna basis.
Granula ini mula-mula dinamakan komponen basofil dari sitoplasma atau Chromophil
subtance dan kemudian juga dinamakan granula palade yang sekarang dikenal
dengan Ribosom.
Granier melakukan penelitian ini dan mendapatkan bahwa benda ini
mempunyai kaitan erat dengan kegiatan sel sehingga dinamakan Ergastoplasma.
Ternyata kemudian apa yang diketemukan oleh Granier ini sebenarnya adalah
retikulum endoplasma yang pada dindingnya menempel banyak sekali ribosom.

Di dalam sitoplasma ribosom terdapat dalam dua bentuk, yaitu bebas dalam
matriks sitoplasma dan terdapat menempel pada dinding/membran retikulum
endoplasma. Ribosom yang berada bebas di sitoplasma berfungsi untuk mengadakan
sintesis protein yang akan digunakan sendiri oleh sel yang nantinya akan digunakan

15
untuk pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Sedangkan ribosom yang menempel pada
retikulum endoplasma berfungsi untuk mengadakan sintesis protein yang akan

dikeluarkan dari sel melalui organel yang mempunyai fungsi sekresi. Adakalanya
dalam sitoplasma dijumpai ribosom yang tersusun berderet dengan satu sama lain
dihubungkan oleh semacam benang halus yang dinamakan Poliribosom dan
mempunyai fungsi untuk mengadakn sintesis protein yang lebih kompleks.

Ribosom dibagi menjadi dua subunit, satu lebih besar daripada yang lain.
Mengikat subunit kecil untuk mRNA, sedangkan mengikat subunit yang lebih besar
kepada tRNA dan asam amino. Ketika selesai membaca mRNA ribosom, kedua
subunit terpecah. Ribosom telah diklasifikasikan sebagai ribozim, karena RNA
ribosomal tampaknya paling penting bagi aktivitas transferase peptidil yang
menghubungkan asam amino bersama. Ribosom dari bakteri, archaea dan eukariota
(tiga domain kehidupan di Bumi), memiliki struktur secara signifikan berbeda dan
urutan RNA. Perbedaan-perbedaan dalam struktur memungkinkan beberapa antibiotik
untuk membunuh bakteri oleh ribosom menghambat mereka, sementara
meninggalkan ribosom manusia tidak terpengaruh.

16
Sebagai contoh, apa yang ditemukan oleh Warmer bahwa pada pembentukan
hemoglobin di dalam sel eritroblas, ribosom rata-rata berderet membentuk
poliribosom yang masing- masing mengandung 5 butir ribosom. Hal ini rupanya
berguna untuk menggabungkan polipeptid-polipeptid dari beberapa rantai sehingga
terbentuk molekul hemoglobin.
Di atas telah disinggung bahwa fungsi utama ribosom ialah untuk mengadakan
sintesis protein. Dalam melaksanakan tugasnya ini ribosom dikontrol oleh inti sel
yang menghasil RNA yang disebut “mesengger RNA” atau mRNA dan dibantu oleh
“transfer RNA“ atau tRNA yang terdapat dalam ribosom. Kerja sama dari ketiga
macam RNA inilah yang akan menentukan jenis, struktur dan sifat daru protein yang

akan disintesis. Mesengger RNA mempunyai susuan molekul hampir sama dengan
DNA karena mRNA ini merupakan hasil “cetakan” molekul DNA atau mRNA
merupakan bentuk komplementer molekul DNA yang dipakai sebagai polanya.
Pembentukan molekul mRNA dengan menggunakan molekul DNA sebagai polanya
dinamakan proses transkripsi yaitu untuk memindahkan informasi yang berupa kode
dengan membutuhkan enzim RNA polimerase. mRNA yang terbentuk ini kemudian
meninggalkan inti sel melewati porinya masuk kedalam sitoplasma
Transfer RNA merupakan kelompok RNA yang terdiri atas molekul kecil
yang seperti halnya mRNA dibuat dalam inti sel dan berfungsi untuk mengenali
mRNA sekaligus mengenali asam amino yang khusus yang sesuai dengan mRNA.
Jadi tRNA ini mempunyai fungsi mengikat asam amino tertentu dan mengikat mRNA
kemudian membawanya ke ribosom.
Ribosom RNA merupakan RNA terbanyak dalam sebuah sel dan juga dibuat
dalam inti sel dan kemudian menempati tempatnya dalam riosom. Ribosom sebagai
tempat sintesis protein sekaligus merupakan mesin yang mengatur dan memilih
komponen – komponen yang terlibat dalam sintesis protein. Ribosom pada dasarnya
mempunyai dua sub unit yaitu sub unit besar yang akan mengikat tRNA dan sub unit
kecil yang akan mengikat mRNA.

17
Pada gambar 6.1 menunjukan sebutir ribosom dengan sub unit besar dan kecil
yang masing-masing berhubung/terikat dengan tRNA dan dengan mRNA dan juga
dengan asam amino dalam proses sintesis protein. Ribosom yang menempel pada
retikulum endoplasma memasukkan hasil produksinya kedalam retikulum
endoplasma. Sintesis protein dalam ribosom ini akan banyak dibahas dalam bidang
ilmu lain yaitu Biokimia.Diatas telah dikatakan bahwa ribosom mempunyai sifat
mengikat zat warna basis tetapi ternyata pada hasil penelitian dengan menggunakan
pewarnaan Hematoxylen Eosin (H.E) tidak selamanya demikian. Ribosom bebas yang
terdapat dalam sel hidup akan mengikat zat warna basis tetapi pada pewarnaa HE
pada sel tumor ribosom tidak mengikat zat basis. Hal yang sama terjadi pula pada sel-
sel yang pertumbuhannya sangat cepats seperti sel-sel embrio, sel-sel daerah
penyembuhan luka dan termasuk juga sel- sel tumor.

18
c. Struktur Ribosom

Ribosom umumnya terdapat di retikulum endoplasma dan selaput inti, dan


sebagian lainnya terdapat bebas di dalam sitoplasma. Ribosom bertindak sebagai
mesin produksi protein dan akibatnya ribosom sangat melimpah pada sel yang sedang
aktif dalam sintesis protein. Sejumlah protein yang dihasilkan, diangkut ke luar sel.
Ribosom eukariot diproduksi dan dirakit di dalam nukleolus.
Ribosom terbentuk globular dengan diameter sekitar 250 sampai 350 nm.
Ribosom tersusun oleh empat jenis RNA ribosom (rRNA) dan hampir 80 protein
yang berbeda. Ribosom merupakan partikel yang padat terdiri dari ribonukleoprotein.
Ribosom ada yang tersebar secara bebas di sitoplasma dan ada yang melekat pada
permukaan external dari membran Retikulum Endoplasma. Ribosom ini adalah
organel yang memungkinkan terjadinya sintesa protein. Struktur dari ribosom
memiliki sifat sebagai berikut :
1. Bentuknya universal, pada potongan longitudinal berbentuk elips.
2. Pada teknik pewarnaan negatif, tampak adanya satu alur transversal, tegak lurus
pada sumbu, terbagi dalam dua sub unit yang memiliki dimensi berbeda.
3. Dimensi ribosom serta bentuk menjadi bervariasi. Pada prokariot, panjang
ribosom adalah 29 nm dengan besar 21 nm. Dan eukariot, ukurannya 32 nm
dengan besar 22 nm.

19
4. Pada prokariot sub unitnya kecil, memanjang, bentuk melengkung dengan 2
ekstremitas, memiliki 3 digitasi, menyerupai kursi. Pada eukariot, bentuk sub unit
besar menyerupai ribosom E. coli.

Ribosom mampu menyebarkan maupun menyerap electron dengan sangat kuat


sehingga mikroskop electron dapat digunakan secara intensif untuk meniliti ribosom
lebih dalam, sebenarnya selain dengan mikroskop elektron, ribosom dapat diteliti
dengan berbagai cara antara lain dengan defraksi sinar X, sentrifugasi atau
pemusingan, maupun dengan imunositokimia. Analisis biokimia juga bisa dilakukan
untuk mengetahui jumlah dan mengidentifikasi protein-protein dalam sub unit
ribosom.
Ribosom ditemukan baik pada sel prokariota maupun eukariota. Pada sel
prokariota ribosom terdapat bebas di sitosol. Sedangkan pada sel eukariota selain
terdapat bebas di sitosol juga terdapat di matriks mitokondria, stroma kloroplas atau
menepel pada permukaan membrane retikulum endoplasma kasar. Hasil penelitian
secara biokimia menunjukkan bahwa ribosom sel-sel prokariota memiliki massa
molekul yang lebih kecil jika dibandingkan dengan massa molekul ribosom pada sel
eukariota . Hasil ini didapat dengan analisis sedimentasi.. Selain koefisien Svedberg,
laju pengendapan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yaitu berat molekul, bentuk
makromolekul, atau rakitan, makromolekulnya. Beberapa buah ribosom terkadang
berkumpul membentuk lingkaran-lingkaran kecil disebut polisom. Hasil pengamatan
dengan teknik pewarnaan negatif dan pengamatan dengan mikroskop elektron
menghasilkan petunjuk bahwa ribosom terdiri dari dua bagian yang tidak sama besar.
Ribosom sub unit kecil, tampilannya mirip embrio yaitu seperti memiliki
kepala dan badan yang dihubungkan dengan leher yang pendek. Leher tersebut
dibentuk dengan takikan (sedikit lekukan) pada satu sisi dan lekukan yang dalam paa
sisi yang lain. Badannya berbentuk batang yang membengkak. Pada subunit kecil
terdapat daerah datar pada satu sisi bagian ini menempel pada sub unit.

d. Ultrasentrifugasi telah digunakan untuk mengukur ukuran ribosom dan


komponennya.

20
Awal proses kemajuan dalam memahami struktur ribosom secara terperinci,
tidak datang dari pengamatan dengan mikroskop elektron tetapi dari analisis
komponennya dengan ultrasentifugasi. Setiap sub unit dicirikan oleh koefisiensi
sedimentasi yang dinyatakan dalam unit Svedberg (S). Ribosom utuh memiliki
koefisien sedimentasi 80s untuk eukariot dan 70s untuk bacteria, dan masing-masing
dapat dipecah / dibagi dalam komponennya lebih kecil.
 Masing-masing ribosom meliputi 2 subunit, pada prokariot sub unit ini 60s
dan 40s. Pada bakteria adalah 50s dan 30s, dengan catatan koefisien
sedimentasi tidak additive karena hal terebut tergantung pada bentuk seperti
halnya masa.
 Subunit terbesar berisi 3 rRNAs pada eukariot ( 285, 5.85 dan 55 rRNAs )
tapi hanya ada 2 pada bacteria ( 235 dan 53 rRNAs ). Pada bacteria eukariot
sepadan dengan 5.8 rRNA termuat dalam 23 rRNA.
 Subunit ribosom mengandung rRNA tunggal pada kedua tipe organisme,
masing-masing sebuah 18s rRNA pada eukariot dan sebuah 16s rRNA pada
bakteria.
 Kedua subunit berisi berbagai protein ribosomal. Dengan angka-angka yang
lebih detail ada pada gbr. 11.10. protein ribosom yang kecil disebut S1, S2 dan
seterusnya dan yang besar disebut L1, L2 dan seterusnya. Hanya ada satu dari
masing-masing protein tiap ribosom, kecuali L7, L12 yang ada sebagai dimer.

21
Gambar 10.11. Komposisi ribosom pada eukariot dan prokariot. Gambar yang lebih
detail menunjukan type ribosom eukariot dan ribosom E. coli. Variasi
diantara perbedaan spesies berhubungan dengan protein ribosomal.

22
G. Proses Sintesis Protein

Proses sintetis atau pembentukan protein memerlukan adanya molekul RNA


yang merupakan materi genetik dalam kromosom, serta DNA sebagai pembawa sifat
keturunan. Informasi genetik pada double helix DNA berupa kode-kode sandi atau
kode genetik. Kode-kode sandi tersebut nantinya akan dibawa atau dicetak untuk
membentuk RNA. Informasi berupa urutan kode-kode sandi pada RNA akan
dirangkai menjadi asam-asam amino, peptida, polipeptida, sampai terbentuk protein.
Protein-protein yang terbentuk akan menyusun sebagian besar komponen dalam
tubuh. Contoh protein sebagai komponen penyusun tubuh adalah miosin, aktin,
keratin, kolagen, hemoglobin, dan insulin. Variasi dari 20 asam amino yang ada,
dapat membentuk protein yang beda-beda. Oleh karena itu setiap individu akan
mempunyai bermacam-macam protein yang berbeda pula satu sama lain. Setiap
komponen yang berbeda tentunya akan menghasilkan sifat pada individu.

Gambaran proses sintesis secara umum

a. Tahap Sintesis Protein

pada tahun 1950, Paul Zamecnik melakukan percobaan untuk mengetahui


tahapan dan tempat terjadinya sintesis protein. Paul menginjeksikan asam amino radio
aktif ke tubuh tikus dan berhasil menjelaskan tempat terjadinya sintesis protein yaitu
di dalam ribosom. Selanjutnya, penelitian dilakukan bersama dengan Mahlon dan
menyimpulkan bahwa molekul RNA pemindah (RNAt) berperan dalam sintesis
protein.

23
Tahapan sintesis protein mengikuti aturan dogma sentral dimana informasi
genetik dipindahkan dari DNA ke RNA melalui tahap transkripsi. Selanjutnya dari
RNA ke protein melalui sintesis protein. Sebelum terjadi sintesis protein, DNA pada
struktur Nukleosom akan lepas dari protein histon oleh bantuan kerja Enzim
Polimerase. Mekanisme sintesis protein terjadi melalui 2 tahap, yakni transkripsi dan
translasi.

1. Transkripsi
Tahap pertama dari sintesis protein adalah transkripsi. Proses ini berlangsung
di dalam inti sel. Transkripsi merupakan proses sintesis langsung RNA dari DNA.
Pada saat inti sel memerintahkan perlunya sintesis protein, informasi DNA dialihkan
melalui RNA pembawa pesan yang disebut RNA messenger (mRNA). mRNA berisi
salinan langsung pasangan basah dari DNA tahap inilah yang dinamakan transkripsi.
Transkrip berarti salinan. Kode genetik disalin dari DNA untuk dibawa keluar dari
nukleus menuju lokasi pembuatan protein di ribosom yang berada di sitoplasma.
Urutan basa nitrogen yang dibawa keluar Nukleus dalam mRNA ini dinamakan
sebagai kodon. Dalam proses transkripsi, banyak proses enzimatik yang terjadi,
seperti pemutusan ikatan-ikatan hidrogen pada rantai DNA serta pembacaan urutan
basa nitrogen dan prosesnya mirip dengan duplikasi DNA.

24
Tahap inisiasi transkripsi dimulai dengan pengenalan daerah gen di DNA oleh
enzim RNA polimerase. Daerah ini dinamakan dengan promoter, yakni tempat
dimulainya sintesis pasangan DNA oleh mRNA. Daerah DNA yang disalin hanyalah
satu bagian rantai saja yang dinamakan dengan sense (daerah template) dan rantai
yang lainnya dinamakan rantai antisense. Pembacaan DNA oleh RNA polimerase ini
dimulai dari ujung 3' menuju ujung 5' dan tidak pernah sebaliknya. RNA polimerase
akan membuka ikatan double helix pada bagian gen yang dikenali dan kemudian akan
menyalin urutan basa yang ada pada DNA sense (template) sehingga terbentuk DNA
baru dari arah ujung 5' menuju ujung 3'. Proses ini dinamakan dengan elongasi.
Proses transkripsi diakhiri jika gen di daerah rantai template telah selesai
dibaca (terdapat kodon stop). DNA memiliki mekanisme agar RNA polimerase dapat
mengenali akhir dari gen dengan kode basa tertentu, daerah ini dikenal dengan nama
terminator. Proses akhir dari transkripsi ini dinamakan dengan terminasi. Setelah itu,
rantai mRNA akan keluar dari DNA menuju ribosom di sitoplasma.

25
2. Translasi
Translasi adalah langkah terakhir dalam sintesis protein dari DNA. Translasi
adalah proses sintesis protein yang disutradarai oleh template mRNA. Selama proses
translasi molekul asam amino dihubungkan bersama dalam bentuk rantai polipeptida
yang kemudian akan dilipat menjadi protein. Ini adalah proses di mana, ribosom sel
membentuk protein. Translasi adalah proses di mana, messenger RNA yang
dihasilkan oleh transkripsi yang menafsirkan untuk menghasilkan rantai asam amino
atau polipeptida yang nantinya akan melipat ke protein aktif.

Kita dapat membagi translasi, sintesis rantai polipeptida menjadi tiga tahap : inisiasi,
elongasi dan terminasi.

26
1. Inisiasi

Tahap inisiasi dari translasi terjadi dengan adanya mRNA, sebuah tRNA yang
memuat asam amino pertama dari polipeptida, dan dua sub unit ribosom. Pertama, sub
unit ribosom kecil mengikatkan diri pada mRNA dan tRNA inisiator khusus. Sub unit
ribosom kecil melekat pada segmen leader pada ujung 5’(upstream) dari mRNA. Pada
arah kebawah tempat pelekatan Ribosom sub unit kecil pada dari mRNA terdapat
kodon inisiasi, AUG yang membawa asam amino metionin, melekat pada kodon
inisiasi.

27
2. Elongasi

Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino ditambahkan satu peratu pada asam
amino pertama(metionin)
a. Pengenalan kodon : kodon mRNA pada tempat A dari ribosom membentuk ikatan
hydrogen dengan anti kodon molekul tRNA yang baru masuk yang membawa asam
amino yang tepat.
b. Pembentukan ikatan peptida : molekul rRNA dari subunit ribosom besar,
berfungsi sebagai ribozim, mengkatalis pembentukan ikatan peptida yang
menggabungkan polipeptida memanjang dari tempat P keasam amino yang baru tiba
di tempat A. pada tahap ini polipeptida memisahkan diri dari tRNA tempat
perlekatannya semula, dan asam amino pada ujung karboksilnya berikatan pada asam
amino yang dibawa oleh tRNA ditempat A.
c. Translokasi : tRNA ditempat A, sekarang terikat pada polipeptida yang sedang
tumbuh, di translokasikan ketempat P. saat RNA berpindah tempat, antikodonnya
tetap berikatan dengan hydrogen pada kodon mRNA, mRNA bergerak bersama-sama
dengan anti kodon ini dan membawa kodon berikutnya untuk ditranslasi di tempat A.
sementara itu tRNA yang tadinya berada pada tempat P ke tempat E dan dari tempat
ini keluar dari ribosom.

28
3. Terminasi

Tahap akhir translasi adalah terminasi. Elongasi berlanjut hingga kodon stop
mencapai tempat A di ribosom. Triplet basa yang istimewa ini yaitu UAA, UAG,
UGA, tidak mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sebagai sinyal untuk
menghentikan transasi. Suatu protein yang disebut sebagai faktor pelepas langsung
mengikatkan diri pada kodon stop ditempat A. faktor pelepas ini menyebabkan
penambahan molekul air, bukan asam amino, pada rantai polipeptida. Reaksi ini
menghidrolisis polipeptida yang sudah selesai ini dari tRNA yang berada ditempat P,
melepaskan polipeptida dari ribosom. Sisa-sisa penyusunan translasi kemudian
terpisah-pisah.

Kode Genetik

Kode genetik adalah urutan basa nukleotida DNA dan RNA, kode ini untuk
rantai asam amino. Tiga basa nukleotida untuk asam amino atau mereka kode untuk
inisiasi dan terminasi sintesis protein. Asam amino dihubungkan bersama untuk
membentuk protein.

Kode genetik adalah informasi yang dikodekan dengan materi genetik dan
diterjemahkan menjadi protein oleh sel-sel hidup. Decoding ini dilakukan dengan
ribosom yang menghubungkan satu asam amino yang lain menggunakan molekul
tRNA. Kode genetik adalah serupa di antara semua organisme dan dapat dinyatakan
dengan 64 jenis.

29
30
H. Hubungan Retikulum Endoplasma, Ribosom, dan Organel-organel lainnya.
Didalam sitoplasma, terdapat sejumlah organel-organel berbatas membran
seperti mitokondria, lisosom, badan golgi, mikrobodi dan inti. Retikulum endoplasma
bersama-sama dengan sistem membran yang lain membentuk suatu jalinan di dalam
sel yang disebut jaringan rongga sel (Cytocavity). Jalinan rongga sel tersebut
memisahkan sel menjadi dua kompartemen, yaitu kompartemen sitoplasma dan
kompartemen rongga dalam (intracavity). Dengan satu sisi mengarah ke sitosol dan
sisi yang lain menghadap ke lumen jalinan rongga sel.
Jalinan rongga sel pada umumnya dan reticulum endoplasma pada khususnya
membentuk suatu sistim peradaran didalam sel dan enzim-enzim disebarkan secara
meluas untuk aktivitas katabolisme dan anabolisme. Dengan adanya jalinan rongga
sel tersebut, maka substrat-substrat yang penting dengan cepat mencapai bagian
dalam sel dengan cara fusi membran dan gerakkan membran. Sehingga bahan-bahan
yang disintesis dan dirakit dibagian dalam sel dapat dengan cepat diangkut ke
permukaan sel. Bila sistem membran tidak dinamis, maka substrat tidak mampu
berdifusi ke enzim-enzimnya secepat yang diinginkan. Demikian pula bahan-bahan
sisa dan bahan pembangun yang penting tertimbun sehingga mencapai konsentrasi
yang tidak berguna.

31
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut :
1. Retikulum berasal dari kata reticular yang berati anyaman benang atau
jala. Karena letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma
(endoplasma) dan karena strukturnya sebagian anyaman dan untuk
sebagian besar terdapat dalam endoplasma. Retikulum Endoplasma (RE)
adalah organel yang dapat ditemukan pada semua sel eukariotik baik sel
hewan atau pun sel tumbuhan. Retikulum endoplasma ini mepunyai bentuk
yang berbeda-beda dan pada dasarnya dibedakan menjadi 3 macam jenis
yaitu: Sisterna, tubuler, vesikuler.
2. Ribosom adalah komponen sel yang mampu melakukan sintesis protein.
Ribosom umumnya menempel di retikulum endoplasma dan sebagian
lainnya terdapat bebas dalam sitoplasma. Ribosom dibagi menjadi dua
subunit, satu lebih besar daripada yang lain. Mengikat subunit kecil untuk
mRNA, sedangkan mengikat subunit yang lebih besar kepada tRNA dan
asam amino.
3. Proses sintetis atau pembentukan protein memerlukan adanya molekul
RNA yang merupakan materi genetik dalam kromosom, serta DNA
sebagai pembawa sifat keturunan. Tahapan sintesis protein terdari
Transkripsi dan Translasi.
4. Didalam sitoplasma, terdapat sejumlah organel-organel berbatas membran
seperti mitokondria, lisosom, badan golgi, mikrobodi dan inti. Retikulum
endoplasma bersama-sama dengan sistem membran yang lain membentuk
suatu jalinan di dalam sel yang disebut jaringan rongga sel (Cytocavity).
Jalinan rongga sel tersebut memisahkan sel menjadi dua kompartemen,
yaitu kompartemen sitoplasma dan kompartemen rongga dalam
(intracavity). Dengan satu sisi mengarah ke sitosol dan sisi yang lain
menghadap ke lumen jalinan rongga sel.

32
DAFTAR PUSTAKA

Juwono, Achmad Zulfa Juniarto. 2012. Biologi Sel. Buku kedokteran EGC. Jakarta

Fatchiyah,dkk. 2011. Biologi Molekular. Erlangga. Jakarta

Yunita, Oeke. 2013. Harmonisasi Organel dalam Sel. Surabaya : PT Revka Petra
Media

Winatasasmita,Djamhur. 1994. Biologi Sel. Universitas Terbuka Press. Jakarta

33