Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian

Hemoroid ( wasir /ambeien/piles )adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal. Hemorroid
adalah pelebaran pembuluh darah/flexus vena. Hemoroid berasal dari kata Yunani , haemorrhoides yang
berarti darah yang mengalir (haem = blood, rhoos = flowing). Istilah piles berasal dari kata latin, pila yang
berarti pil atau bola. Jadi memang tepat kedua istilah tersebut, karena selain ada perdarahan, penyakit
ini ditandai dengan adanya / keluarnya benjolan . Di Indonesia disebut wasir, sedangkan ambeien berasal
dari kata Belanda ‘ambeijen’ ( diambil dari kata buah arbij).

Hemorroid sangat umum terjadi. Pada usia 50-an, 50% individu mengalami berbagai tipe hemorroid
berdasarkan luasnya vena yang terkena . Sering terjadi namun kurang diperhatikan kecuali kalau sudah
menimbulkan nyeri dan perdarahan. Literatur lain menyebutkan bahwa hemorrhoid adalah varices vena
eksternal dan / atau internal dari kanal anus yang disebabkan oleh adanya tekanan pada vena-vena
anorektal. Jika tidak mendapat penanganan maka hemoroid akan semakin bertambah parah, jarang yang
mengalami perbaikan dengan sendirinya karena biasanya kelainan ini melibatkan secara luas pembuluh
darah, jaringan lunak dan otot-otot anus . Hemoroid dibagi menjadi 2, yaitu hemoroid interna dan
eksterna. Hemoroid interna merupakan varises vena hemoroidalis superior dan media dan hemoroid
eksterna merupakan varises vena hemoroidalis inferior. Sesuai istilah yang digunakan, maka hemoroid
eksterna timbul di sebelah luar otot sfingter ani, dan hemoroid interna timbul di sebelah dalam sfingter.

2.2 Penyebab

Penyebab hemoroid tidak diketahui, konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi mungkin penting.
Mengejan menyebabkan pembesaran dan prolapsus sekunder bantalan pembuluhdarah hemoroidalis.
Jika mengejan terus menerus, pembuluh darah menjadi berdilatasi secara progresif dan jaringan sub
mukosa kehilangan perlekatan normalnya dengan sfingter internaldi bawahnya, yang menyebabkan
prolapsus hemoroid yang klasik dan berdarah. Selain itufaktor penyebab hemoroid yang lain yaitu :
kehamilan, obesitas, diet rendah serat dan aliran balik venosa.

Faktor Resiko hemoroid :

1. Keturunan à Dinding pembuluh darah yang lemah dan tipis


2. Anatomic àVena darah anorektal tidak mempunyai katup dan plexus hemorhoidalis kurang mendapat
sokongan otot dan fasi sekitarnya

3. Pekerjaan à Orang yang harus berdiri dan duduk lama atau harus mengangkat barang berat,
memounyai predisposisi untuk hemoroid

4. Umur à Pada umur tua timbul digenerasi dari seluruh jaringan tubuh, juga otot sfingter menjadi tipis
dan atonis

5. Endokrin à Misalnya pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstermitas dan anus (sekresi hormon
kelaksin)

6. Mekanis à Semua keadaan yang mengakibatkan timbulnya tekanan yang meninggi dalam rongga
perut. Misalnya penderita hipertrofi prostat

7. Fisiologis à Bendungan pada peredaran darah portal misalnya pada penderita dekompensiasio hordis
atau sikrosis hepatis

8. Radang à Adalah faktpr penting yang menyebabkan fitalitas jaringan di daerah itu berkurang.

2.3 Patofisiologi

Distensi vena awalnya merupakan struktur yang normal pada daerah anus, karena vena vena ini
berfungsi sebagai katup yang dapat membantu menahan beban, namun bila distensi terjadi terus
menerus akan timbul gangguan.

Salah satu faktor predisposisi yang dapat menimbulkan distensi vena adalah peningkatan tekanan intra
abdominal. Kondisi ini menyebabkan peningkatan tekanan vena porta dan tekanan vena sistemik, yang
kemudian akan ditransmisi ke daerah anorektal. Elevasi tekanan yang berulang-ulang akan mendorong
vena terpisah dari otot disekitarnya sehingga vena mengalami prolaps. Keadaan yang dapat
menyebabkan terjadinya elevasi yang berulang antara lain adalah obstipasi / konstipasi, kehamilan dan
hipertensi portal. Hemorrhoid dapat menjadi prolaps, berkembang menjadi trombus atau terjadi
perdarahan.

Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik dari vena hemoroidalis.
Penyakit hati kronik yang disertai hipertensi portal sering mengakibatkan hemoroid karena vena
hemoroidalis superior mengalirkan darah ke dalam sistem portal. Selain itu sistem portal tidak
mempunyai katup sehingga mudah terjadi aliran balik.

2.4 Tanda dan Gejala

HEMOROID INTERNA

Gejala - gejala dari hemoroid interna adalah pendarahan tanpa rasa sakit karena tidak adanya serabut
serabut rasa sakit di daerah ini.
Hemoriud interna terbagi menjadi 4 derajat :

* Derajat I

Timbul pendarahan varises, prolapsi / tonjolan mokosa tidak melalui anus dan hanya dapat di temukan
dengan proktoskopi.

* Derajat II

Terdapat trombus di dalam varises sehingga varises selalu keluar pada saat depikasi, tapi seterlah
depikasi selesai, tonjolan tersebut dapat masuk dengan sendirinya.

* Derajat III

Keadaan dimana varises yang keluar tidak dapat masuk lagi dengan sendirinya tetapi harus di dorong.

* Derajat IV

Suatu saat ada timbul keaadan akut dimana varises yang keluar pada saat defikasi tidak dapat di
masukan lagi. Biasanya pada derajat ini timbul trombus yang di ikuti infeksidan kadang kadang timbul
perlingkaran anus, sering di sebut dengan Hemoral Inkaresata karena seakan - akan ada yang menyempit
hemoriod yang keluar itu, padahal pendapat ini salah karena muskulus spingter ani eksternus
mempunyai tonus yang tidak berbeda banyak pada saat membuka dan menutup. Tapi bila benar terjadi.
Inkaserata maka setelah beberapa saat akan timbul nekrosis tapi tidak demikiaan halnya. Lebih tepat bila
di sebut dengan perolaps hemoroid.

HEMOROID EKSTERNA

Hemoroid eksrterna jarang sekali berdiri sendiri, biasanya perluasan hemoroid interna.

Tapi hemoroid eksterna dapat di klasifikasikan menjadi 2 yaitu :

1. Akut

Bentuk akut berupa pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus dan sebenarnya adalah hematom,
walaupun disebut sebagai trombus eksterna akut.

Tanda dan gejala yang sering timbul adalah:

* Sering rasa sakit dan nyeri

* Rasa gatal pada daerah hemorid

Kedua tanda dan gejala tersebut disebabkan karena ujung – ujung saraf pada kulit merupakan reseptor
rasa sakit.

2. Kronik
Hemoroid eksterna kronik atau “Skin Tag” terdiri atas satu lipatan atau lebih dari kulit anus yang berupa
jaringan penyambung dan sedikit pembuluh darah.

2.5 Akibat

· Terjadinya perdarahan

Pada derajat satu darah kelur menetes dan memancar.

· Terjadi trombosis

Karena hemoroid keluar sehinga lama - lama darah akan membeku dan terjadi trombosis.

· Peradangan

Kalau terjadi lecet karena tekanan vena hemoroid dapat terjadi infeksi dan meradang karenadisana
banyak kotoran yang ada kuman – kumannya.

2.6 Penanganan

Penanganan hemoroid dengan diet tinggi serat

Tujuan diet serat tinggi adalah untuk memberi makanan sesuai dengan kebutuhan gizi sehingga dapat
merangsang peristaltik usus agar defekasi dapat berjalan normal sehingga dapat mencegah obstipasi,
hemoroid, dan diverticulosis.

Syarat-syarat diet tinggi serat

· Energi cukup sesuai dengan umur , gender, dan aktivitas.

· Karbohidrat

· Protein

· Lemak cukup

· Vitamin dan mineral tinggi terutama vitamin B untuk membantu memperkuat saluran otot cerna.

· Cairan tinggi untuk memperlancar defekasi, pemberian minum sebelum makan akan membantu
merangsang peristaltic usus.

Serat tinggi yang diberikan sebaiknya berasal dari :

· Serat larut air yang berasal dari beras tumbuk, beras merah, roti gandum, kacang-kacangan,
sayuran dan buah.
· Kacang-kacangan yang dianjurkan : kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, serta olahan kacang
seperti tahu dan tempe.

· Beberapa sayuran yang tinggi serat diantaranya adalah daun singkong, daun papaya, daun kacang
panjang, brokoli, jagung muda, oyong, pare, buncis, kacang panjang, dan ketimun.

· Buah-buahan yang berserat tinggi diantaranya adalah jeruk, nanas, manga, salak, pisang, pepaya,
sirsak, serta buah yang dimakan dengan kulitnya seperti apel, anggur, belimbing, dan jambu biji.

Direkomendasikan untuk mengkonsumsi serat tidak larut sebanyak 25-30 gram per hari.

Pengertian Diet Rendah sisa.

Ø Diet Rendah Sisa adalah makanan yang terdiri terdiri dari bahan makanan rendah serat dan hanya
sedikit meninggalkan sisa.

Ø Yang dimaksud dengan sisa adalah bagian2 makanan yang tidak diserap seperti yang terdapat dalam
susu dan produk susu serta serat daging yang berserat kasar/liat.

Ø Disamping itu makanan lain yang merangsang saluran cerna harus dibatasi.

Diet Rendah Sisa ini ada dua macam yaitu :

1. Diet Rendah Sisa I

2. Diet Rendah Sisa II

Rata’’ nilai diet Rendah Sisa 1 adalah:

• Energi : 1441 kkal

• Protein : 40 g

• Lemak : 58 g

• KH : 188 g

• Kalsium : 100 mg

• Besi : 6,5 mg
• Vit C : 118 mg

• Serat : 1,5 mg

Rata’’ nilai diet Rendah Sisa 2 adalah:

• Energi : 1750 kkal

• Protein : 61 g

• Lemak : 60 g

• KH : 281 g

• Kalsium : 800 mg

• Besi : 16 mg

• Vit C : 117 mg

• Serat : 6,3 mg

Tn.T nilai Kebutuhan gizi nya saat ini adalah :

v Energi : 1744,128 kkal

v Protein : 65,4048 g

v Karbohidrat : 261,619 g

v Lemak : 48,448 g

Karena Tn.T Nilai Kebutuhan Gizi nya Mendekati dengan Nilai Diet Rendah Sisa 2 , maka Tn.T diberi Diet
Rendah Sisa 2.

Diet rendah sisa II merupakan peralihan dari diet rendah sisa I ke makanan biasa

Diberikan bila penyakit mulai membaik atau bila penyakit bersifat kronis

Makanan diberikan dalam bentuk cincang atau lunak

Makanan berserat sedang diperbolehkan dalam jumlah terbatas


Susu maksimal 2 gelas sehari

Lemak dan gula diberikan dlm bentuk mudah cerna

Kandungan serat maksimal 4-8 gram

Bahan makanan yang di anjurkan Untuk Tn.T adalah :

v Bubur/nasi tim, roti bakar, kentang rebus, mi, bihun direbus, krakers, tepung2an dipuding/dibubur

v Daging empuk, hati ayam, ikan direbus,ditumis,diungkep,dipanggang, telur rebus/ceplok air.

v Tahu, tempe ditim dan direbus, ditumis, susu kedelai

v Sayuran berserat rendah : kacang panjang, buncis,bayam labu siam,wortel rebus, tomat masak.

v Buah2an : Semua sari buah, Buah segar yg matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak menimbulkan gas,
seperti : Pepaya, pisang, jeruk, Avokad dan Nanas.

v Lemak : Margarin, mentega dan minyak dlm jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup.

v Minuman : teh encer, kopi, sirup

v Bumbu : Garam, gula, cuka, salam, laos, kunyit, kunci, dlm jumlah terbatas.

Bahan Makanan yang tidak Di anjurkan Untuk Tn.T adalah:

• Buah2an : Semua sari buah, Buah segar yg matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak menimbulkan
gas, seperti : Pepaya, pisang, jeruk, Avokad dan Nanas.

• Lemak : Margarin, mentega dan minyak dlm jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup.

• Minuman : teh encer, kopi, sirup

• Bumbu : Garam, gula, cuka, salam, laos, kunyit, kunci, dlm jumlah terbatas.

• Buah-buahan :.Buah yang dimakan dengan kulit, seperti apel, jambu biji, dan pir serta jeruk yang
dimakan dg kulit ari. Buah yang menimbulkan gas seperti durian, dan nangka

• Lemak : Minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan.

• Miuman : Kopi, teh kental, minuman yg mengandung soda dan alkohol.

• Bumbu : Cabe dan merica.

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :


· Hemoroid adalah adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal. Hemorroid adalah
pelebaran pembuluh darah/flexus vena. Hemoroid berasal dari kata Yunani , haemorrhoides yang berarti
darah yang mengalir (haem = blood, rhoos = flowing). Istilah piles berasal dari kata latin, pila yang berarti
pil atau bola. Jadi memang tepat kedua istilah tersebut, karena selain ada perdarahan, penyakit ini
ditandai dengan adanya / keluarnya benjolan .

· Faktor Resiko hemoroid :

Keturunan, anatomic, pekerjaan, umur, endokrin, mekanis, fisiologis, radang.

· Pada dasarnya hemoroid di bagi menjadi dua klasipikasi, yaitu :

1. Hemoroid interna à merupakan varises vena hemoroidalis superior dan media

2. Hemoroid eksterna à merupakan varises vena hemoroidalis inferior.

· Hemoriud interna terbagi menjadi 4 derajat :

* Derajat I

* Derajat II

* Derajat III

* Derajat IV

· Hemoroid eksterna dapat di klasifikasikan menjadi 2 yaitu :

1. Akut

2. Kronik

· Penanganan Hemoroid bias dilakukan dengan diet tinggi serat.

v Dari contoh kasus di atas Nilai Gizi Tn.T harus di berikan Diet Rendah Serat 2.

3.2 Saran

Perlu penyuluhan yang intensif tentang penyakit, proses penyakit dan pengobatannya pada
penderita hemoroid. Menginformasikan tentang pencegahan-pencegahan terjadinya hemoroid dengan
cara :

1. Makan makanan tinggi serat, vitamin K, dan vitamin B12.

2. Sarankan untuk tidak banyak duduk atau kegiatan yang menenkan daerah bokong.

3. Sarankan untuk tidak terlalu kuat saat mengedan karena dapat menambah besar hemoroid.
4. Sarankan agar mengurangi makan makanan pedas yang dapat mengiritasi hemoroid.

5. Sarankan untuk melakukan hemoroidektomi apabila stadium hemoroid telah mencapai derajat III
hemoroid interna untuk mencegah terjadinya infeksi.

DFTAR PUSTAKA

Arkanda, Sumitro. 1989. Ringkasan Ilmu Bedah. Jakarta: PT. Bina Aksara.

Brunner & Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Vol. 2. Jakarta: EGC.

Djuhari,Widjajakusumah. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.

Doenges (2001). Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta: EGC

Jusi, H. D. 1991. Dasar-Dasar Ilmu Bedah Vaskuler. Jakarta: Balai Penerbit.

Lauralee,Sherwood. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC

Parakrama,Chandrasoma. 2006. Ringkasan Patofisiologi Anatomi Edisi 2. Jakarta: EGC.

Price, Sylvia Anderson. 1984. Patofisiologi Edisi 4. Jakarta: EGC.

Robbins, Stanley L. 1989. Buku Saku Dasar Patologi Penyakit. Jakarta: EGC

Schrock, Theodore R. 1991. Ilmu Bedah. Jakarta: EGC.

Sjamsuhidajat, R. Wim de Jong. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Jakarta: EGC.

Diposkan oleh Candra Wijayanti di 23.19