Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dikenal 4 kelas ikan dan vertebrata sejenis ikan, antara lain kelas Agnatha atau
vertebrata tidak berahang yang diwakili Ostrachodermi (punah) dan yang masih ada adalah
Cyclostomata (lamprey dan hag fishes), ikan purba berahang keras Placodermi (punah), kelas
Chondrichthyes atau ikan tulang rawan (ikan hiu, pari dan chimaera) dan kelas Osteichthyes
atau ikan tulang sejati. Dua kelas terakhir dikelompokkan dalam superkelas pisces. (Sukiya,
2005) Yang termasuk klas Chondrichthyes, misalnya ikan hiu dan ikan pari. Hampir
semuanya hidup di laut, hanya sedikit sekali yang hidup di air tawar. Mempunyai rahang
yang kuat, pasangan sirip dan kerangka yang tersusun atas tulang rawan. Celah insang
tampak karena tidak berpenutup insang. Ikan hiu merupakan jenis ikan karnivor yang bisa
menyerang manusia. Semua hewan yang termasuk klas Osteichthyes mempunyai kerangka
yang tersusun atas tulang biasa. Jumlah jenis beribu-ribu, habitat air tawar atau laut. Yang
termasuk klas ini, misalnya : ikan mas, ikan lele, ikan salem. Celah insang tidak tampak
karena ditutup oleh operkulum (penutup insang). Siripnya ada yang berpasangan dan ada
yang tunggal. Sirip yang berpasangan misalnya sirip dada dan sirip perut. Sirip tunggal
misalnya: sirip punggung, sirip ekor dan sirip belakang. Mempunyai gelembung renang yang
berfungsi sebagai alat hidrostatik. (Zander,2009)
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah ciri-ciri umum dari pisces?
2. Bagaimana habitat dan kebiasaan pisces?
3. Ada berapa super kelas dari pisces?
4. Bagaimana struktur tubuh dan ciri khsus dari masing-,asing super kelas tersebut?
5. Bagaimanakah klasifikasinya?
C. Tujuan
1. Mengetahui ciri-ciri umum dari pisces.
2. Mengetahui habitat dan kebiasaan pisces.
3. Mengetahui super kelas pisces.
4. Mengetahui struktur tubuh dan ciri khusus dari masing-masing super kelas pisces.
5. Mengetahui klasifikasi super kelas pisces.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 1


BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PISCES (IKAN)


Pisces (ikan) adalah hewan yang hidup didalam air, mereka dapat bernafas didalam
air karena insang yang mereka miliki. Pisces dapat ditemukan di air tawar (danau dan sungai)
maupun air asin (laut dan samudra). Pisces merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm),
artinya suhu tubuhnya berubah-ubah sesuai dengan suhu air ditempat dia hidup.
Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam, dengan jumlah
spesies lebih dari 27.000 spesies di seluruh dunia. Struktur tubuh ikan sebagian besar
dibentuk oleh rangkanya, tulang penyusun tubuhnya ada tulang rawan, dan adapula tulang
sejati. Insang dan ekor yang mereka miliki membantu mereka untuk bergerak dengan cepat
didalam air.

B. CIRI-CIRI UMUM PISCES (IKAN)


1. Tubuh terdiri atas kepala, badan. Tubuh ditutupi kulit yang umumnya berlendir dan
bersisik. Sisik juga berfungsi sebagai rangka luar (eksoskeleton)
2. Pisces hidup di air, ada yang hidup di air tawar, ada juga yang hidup di air asin, yang
mana pengaturan pertukaran air dan garam didalam tubuh ikan di atur oleh insang.
3. Pisces bernafas dengan insang. Pada beberapa spesies, insang memiliki penutupnya yang
disebut dengan operkulum.
4. Pisces bersifat poikiloterm (berdarah dingin). Jadi suhu tubuhnya dipengaruhi oleh
lingkungan.
5. Alat kelamin hemafrodit (terpisah). Fertilisasi terjadi didalam atau diluar tubuh.
6. Pisces memiliki sirip yang memudahkannya untuk berenang. Sirip terdapat dikiri dan
kanan tubuhnya, juga di bagian ekornya.
7. Pisces ada yang bertulang rawan, ada pula yang bertulang sejati.
8. Tidak semua ikan termasuk dalam golongan pisces (paus dan lumba-lumba), akan tetapi
semua pisces merupakan ikan.
9. Pisces memiliki vertebra (tulang belakang) yang membentuk rangka tubuhnya, dan juga
sebagai tempat lewatnya saraf-saraf yang mempersarafi organ didalam tubuhnya.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 2


C. KLASIFIKASI PISCES (IKAN)
Pisces dikelompokkan pada Filum Kraniata/Vertebrata karena telah memiliki
notokord atau disebut juga dengan sumbu tubuh dalam yang beruas-ruas. Super Kelas Pisces
dibagi menjadi 2 kelas yaitu:

1. SUPERKELAS CHONDRICHTHYES
Chondrichthyes berasal dari bahasa latin yaitu (chondros = tulang rawan;
ichtyes=ikan), yang artinya ikan bertulang rawan. Chondrichthyes atau ikan bertulang
rawan adalah ikan berahang, mempunyai sirip berpasangan, lubang hidung berpasangan,
sisik, jantung beruang dua, dan rangka yang terdiri atas tulang rawan bukan tulang sejati.
Mereka dibagi menjadi dua subkelas:Elasmobranchii(hiu, pari danskate)
and Holocephali (kimera, kadang-kadang disebut hiu hantu, dan kadang dipisahkan
menjadi kelas tersendiri).
Kelas Chondrichthyes memiliki anggota yang tubuhnya ditutupi dengan sisik
kecil dan dilengkapi dengan kelenjar lendir. Mulut berada pada bagian ventral,
dilengkapi gigi yang kuat. Lubang hidung terdiri atas dua buah atau sebuah, tidak
behubungan dengan rongga mulut. Chondrichthyes dilengkapi dengan rahang yang
kokoh, Jantung terdiri atas satu ruang atrium dan satu ruang ventrikel. Jantung dilengkapi
dengan sinus venosus dan conus arteriosus yang berisi darah.
Rangkanya bertulang rawan. Notokorda, yang ada pada yang muda, lambat laun
digantikan oleh tulang rawan. Chondrichthyes juga tidak punya rusuk, maka jika mereka
keluar dari air, berat tubuh dari spesies besar dapat menghancurkan organ dalam mereka
sendiri lama sebelum mereka lemas.
Karena tidak memiliki sumsum tulang, sel darah merah diproduksi di limpa dan
jaringan khusus di kelaminnya. mereka juga menghasilkan organ yang disebut Organ
Leydig yang hanya ditemukan pada ikan bertulang rawan, meski beberapa tidak
memilikinya. Organ unik lain adalah organ epigonal yang mungkin berperan dalam
sistem kekebalan. Subkelas Holocephali, grup yang sangat terspesialisasi, tidak
mempunyai kedua organ ini.
Respirasi pada Chondrichthyes menggunakan 5 sampai 7 pasang insang.
Temperatur tubuh bersifat poikilothermal artinya temperatur sesuai dengan
lingkunganya. Hewan ini memiliki 10 pasang saraf kranial dan telinga dilengkapi tipa
saluran semisirkuler. Contoh hewan ini adalah Squalus acanthias (Ikan hiu).

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 3


a. Karakteristik Superkelas Chondrichthyes
Ciri-ciri Umum
Ciri-ciri umum dari Chondrichthyes diantaranya yaitu :
1) Rangka tulang rawan; Kerangka bertulang rawan pada ikan-ikan kelas ini adalah
karakteristik yang diperoleh, bukan karakteristik primitif. Hal itu disebabkan
leluhur Chondrichthyes ternyata memiliki kerangka bertulang keras dan
kerangka bertulang rawan yang merupakan karakteristik kelas itu berkembang
setelahnya. Selama perkembangan sebagian besar vertebrata, mula-mula
kerangka tersusun atas tulang rawan, kemudian menjadi tulang keras (mengeras)
seiring dengan mulai digantinya matrik tulang rawan yag lunak dengan matrik
kalsium fosfat yang keras (Neil A. Campbell, 2003)
2) Ada yang bersisik dan ada pula yang tidak;
3) Letak celah insang lateral dan ventral;
4) Mulut terletak pada sisi ventral;
5) Ada yang mempunyai spirakulum dan ada yang tidak;
6) Sirip berpasangan;
7) Lubang hidung sepasang; Lubang hidung pada kelas Chondrichtyes hanya
berfungsi untuk penciuman.
Ciri-ciri Khusus
1) Kulit keras, dengan sisik plakoid kecil dan banyak kelenjar mukosa, terdapat
sirip median dan sisrip berpasangan, semua ditopang oleh jejari sirip, sirip
pelvic dengan klasper pada jantan.
2) Mulut ventral, dengan banyak gigi yang terlapisi email, kantung olfaktori
berjumlah 2 (atau 1), tidak terhubung dengan rongga mulut, dengan rahang
bawah dan atas, usus dengan katup spiral.
3) Kerangka bertulang rawan, tidak ada tulang yang berpasangan, cranium
bergabung dengan kapsul indra yang berpasangan, notokorda bertahan, tulang
belakang banyak, lengkap, dan terpisah.
4) Jantung beruang dua (1 atrium, 1 ventrikal), dengan sinus venosus dan konus
arteriosus, hanya mengandung darah vena, beberapa pasang lengkung aorta, sel
darah merah berinti dan berbentuk oval.
5) Respirasi dengan menggunakan 5 atau 7 pasang insang, masing-masing terdapat
pada belahan yang terpisah ( 3 pasang pada chimaera ).

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 4


6) Sepuluh pasang sarap cranial, setiap organ auditori dengan tiga kanalis
semisirkularis.
7) Suhu tubuh bervariasi ( poikiloterm).
8) Jenis kelamin terpisah, gonad berpasangan secara khas, saluran reproduksi
melepaskan isinya ke kloaka, fertilisasi internal, ovipar atau ovovivipar, telur
besar, dengan banyak kuning telur, segmentasi meroblastik, tidak ada membran
embrionik, perkembangan langsung, tidak mengalami metamorphosis.Contoh
Pari, Hiu, Lumba-lumba

b. Struktur Tubuh Super Kelas Chondrichthyes


1) Gigi
Gigi ikan hiu berkembang baik yang membuatnya ditakuti organisme
lain. Gigi pada hiu yang berada di gusi tidak menempel di rahang secara
langsung dan gigi tersebut bisa diganti setiap waktu.Di beberapa baris gigi
pengganti tumbuh jalur di bagian dalam rahang dan terus bergerak maju seperti
ikat pinggang.Beberapa hiu dapat kehilangan sekitar 30.000 lebih gigi semasa
hidupnya.Tingkat pergantian gigi bervariasi dari sekali setiap 7-8 hari sampai
beberapa bulan.Pada sebagian besar spesies gigi yang diganti satu persatu,
kecuali hiu cookiecutter yang mengganti seluruh barisan gigi sekaligus.

Bentuk gigi hiu dipengaruhi pada pola makan. Misalnya hiu yang
memakan moluska dan crustasea memiliki gigi yang rata dan padat yang
berguna untuk menghancurkan, hiu yang memakan ikan-ikan memiliki gigi
yang seperti jarum yang berguna untuk mencengkeram, dan mereka yang
memakan mangsa yang lebih besar seperti mamalia memiliki gigi yang lebih
rendah untuk mencengkeram dengan gigi atas berbentuk segitiga dengan tepi

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 5


bergerigi untuk memotong. Gigi pemakan plankton seperti Hiu basking lebih
kecil dan non-fungsional.

2) Kerangka
Hiu dan pari memiliki kerangka yang berbeda dengan ikan dan
vertebrata daratan.Hiu dan pari memiliki kerangka yg terbuat dari tulang rawan
dan jaringan konektif, karena itu keduanya memang tergolong pada kelas
Chondrichthyes atau ikan bertulang rawan. Ikan memiliki kerangka tulang sejati,
sama dengan tulang yang dimiliki semua vertebrata daratan. Tulang rawan atau
cartilago merupakan kerangka yang lentur yang memiliki kepadatan setengah
dari tulang. Hal ini dapat mengurangi bobot kerangka, sehingga dapat
menghemat energy
Chondrichthyes juga tidak punya rusuk, maka jika mereka keluar dari
air, berat tubuh dari spesies besar dapat menghancurkan organ dalam mereka
sendiri lama sebelum mereka lemas.

3) Rahang
Rahang hiu tidak melekat pada kranium.Permukaan rahang hiu dan
lengkungan tulang insangnya membutuhkan penopangan ekstra karena paparan
yang berat untuk fisik hiu serta butuh kekuatan yang besar. Bagian ini
mengandung lapisan heksagonal piring kecil yang disebut “tesserae”, yang
merupakan blok Kristal garam kalsium yang diatur menjadi mosaik. Hal ini
memberikan banyak kekuatan pada daerah-daerah tertentu, yang juga sama
seperti hewan lain.
Umumnya hiu hanya memiliki satu lapisan tesserae, tapi untuk spesies
yang besar seperti hiu banteng,hiu harimau, dan hiu putih besar, terdapat dua
sampai tiga lapisan bahkan lebih, tergantung ukuran tubuhnya. Khusus hiu putih
besar, rahangnya dapat mencapai lima lapisan. Pada moncongnya, tulang
rawannya memiliki kemampuan spons dan fleksibel untuk menyerap kekuatan
tekanan.

4) Ekor
Bentuk ekor hiu dipengaruhi lingkungan sehingga bentuknya bervariasi
dari satu jenis dengan jenis lainnya.Ekor berguna dalam memberi dorongan,
Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 6
memberi kecepatan dan percepatan tergantung bentuk ekornya.Hiu memiliki
sirip ekor heterocercal di mana bagian punggungnya biasanya terasa lebih besar
dibandingkan bagian ventral.Hal ini disebabkan ruas tulang belakang hiu meluas
ke bagian dalam punggung sehingga memberikan area permukaan yang lebih
besar untuk lampiran otot.Hal ini memungkinkan gerak yang lebih efisien pada
ikan bertulang rawan apung negatif.Sebaliknya, ikan memiliki tulang yang
paling menyerupai sirip caudal homocercal.
Ekor hiu harimau memiliki lobus atas yang besar yang memberikan daya
maksimum untuk penjelajahan lambat atau ledakan kecepatan mendadak. Hiu
harimau mampu memutar dan mengubah arah di dalam air dengan mudah ketika
berburu untuk mendukungnya mendapat makanan, sedangkan porbeagle, yang
berburu ikan bergerombolan seperti makarel dan herring memiliki lobus yang
lebih besar dan rendah untuk membantu mengimbangi kecepatan renang
mangsanya.

5) Kepala
Terdapat reseptor medan elektromagnetik (disebut ampullae of
Lorenzini) dan gerak mendeteksi kanal di kepala hiu. Mereka berjumlah ratusan
hingga ribuan. Hiu menggunakan disebut ampullae of Lorenzini untuk
mendeteksi medan elektromagnetik dimana semua makhluk hidup
menghasilkan. Ini membantu hiu (terutama hiu martil) mencari mangsa.Hiu ini
memiliki sensitivitas listrik terbesar binatang. Hiu mencari mangsa tersembunyi
di pasir dengan mendeteksi medan listrik yang mereka hasilkan. Arus laut
bergerak dalam medan magnet Bumi juga menghasilkan medan listrik yang
digunakan oleh ikan hiu untuk orientasi dan navigasi.

Gambar. Sel-Sel Ampulle Lorenzini Terdapat Di Sekitar Mulut Hiu

Hiu memiliki indra penciuman yang tajam, yang terletak di saluran


pendek (yang tidak menyatu, tidak seperti ikan bertulang) antara bukaan hidung
anterior dan posterior, dengan beberapa spesies mampu mendeteksi sesedikit
satu bagian per juta dari darah dalam air laut.

6) Sistem Muskular
Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 7
Otot tubuh dan ekor merupakan karakter segmental dan berfungsi untuk
menghasilkan undulasi lateral batang tubuh dan ekor yang dibutuhkan untuk
berenang. Otot yang lebih terspesialisasi melayani sirip yang berpasangan,
daerah insang, dan struktur kepala.

c. Anatomi Internal
Anatomi internal tubuh hiu berbeda dengan ikan yang memiliki tulang sejati
(tulang keras).Salah satu perbedaan utama adalah bahwa semua hiu memiliki
kerangka kartilago.Penyayatan perut dari panggul sirip ke sirip dada organ pertama
ditemui adalah hati.Hati menempati sebagian besar rongga tubuh hiu.Hati hiu
berukuran besar, lembut dan berminyak. Organ ini terdiri dari hingga 25% dari total
berat badan.
Hati hiu memiliki dua fungsi.Yang pertama adalah sebagai penyimpan
energi karena semua cadangan lemak disimpan di sini.Fungsi kedua hati adalah
untuk organ hidrostatik.Pelumas yang lebih ringan dari air disimpan dalam hati.Hal
ini mengurangi kepadatan sehingga memberikan daya apung tubuh untuk mencegah
tenggelamnya hiu.Selain hati, lambung dapat dilihat di dalam rongga tubuh.Di
dalam perut hiu sering ditemukan isi makanan terakhir.
Perut hiu sendiri berakhir pada penyempitan yang disebut pilorus, yang
mengarah pada duodenum dan kemudian ke katup spiral usus. Katup spiral usus
adalah organ yang digulung secara internal berfungsi meningkatkan luas bidang
permukaan untuk membantu penyerapan nutrisi. Katup spiral usus bermuara di
rektum dan anus yang pada gilirannya akan bermuara di kloaka. Kloaka adalah
ruang tempat saluran pencernaan, saluran kemih dan saluran kelamin yang terbuka
ke luar. Lambung, usus, dan organ dalam yang lain terdapat pada rongga tubuh yang
besar (selom). Selom dilapisi oleh membrane halus yang mengkilat yang disebut
peritoneum, yang juga melapisi organ-organ.organ0organ yang ditopang dari
dinding middorsal selom oleh mesenterium tipis, juga salah satui bentuk
peritoneum.Septum transversal memisahkan selom dari rongga yang mengandung
jantung.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 8


Gambar. Anatomi Ikan Hiu

Di dalam rongga tubuh juga terdapat pankreas yang merupakan kelenjar


pencernaan dengan dua lobus merah muda. Selan itu terdapat dua organ lain yang
tidak termasuk dalam sistem pencernaan. Yang pertama adalah limpa, yang
merupakan organ gelap di dekat perut yang dimiliki oleh sistem limfatik.Yang
kedua adalah kelenjar dubur, organ kecil yang terbuka oleh saluran ke dalam
anus.Karena berfungsi sebagai kelenjar garam, membuang kelebihan natrium
klorida (garam) dari darah.

1) Sistem Rangka
Hiu serta anggota kelas chondrichthyes lainnya memiliki tulang kartilago
cranium sempurna, organ pembau dan kapsul otak bergabung menjadi satu.
Eksoskeleton hiu merupakan mantel keras seperti email pada gigi vertebrata. Di
bawah lapisan tersebut terdapat beberapa lapisan tulang sponge dan di
bawahnya lagi terdapat tulang padat. Kartilago palate-quadrat dan kartilago
Meckel adalah tulang rawan yang akan membentuk rahang atas dan rahang
bawah. Rahang hiu bersendi pada tulang ke posterior atau pada elemen
hiomandibula dari lengkung insang kedua

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 9


.
Umumnya struktur (alat gerak) hiu bagian depan lebih rumit daripada
belakang. Alat gerak hiu berupa sirip. Tulang di bagian ventral dari pusat sirip
ikan hiu disebut korakoid, sedangkan yang memanjang ke arah dorsal di bagian
tepi sirip disebut skapula. Selanjutnya untuk kelompok ikan ini, tulang gigi
berasal dari dermal. Tulang-tulang panggul hiu lebih sederhana daripada bagian
gelang bahu dan hampir melekat pada columna vertebralis.

2) Sistem Peredaran Darah Hiu

Sistem peredaran darah/sirkulasi pada ikan hiu merupakan sistem


sirkulasi tunggal. Jantung hiu terdiri atas atrium, ventrikel, sinus venosus, conus
arteriosus yang keluar dari ventrikel. Jantung ikan hiu hanya terisi darah yang
yang tidak mengandung oksigen. Darah dari jantung hiu dipompa menuju ke
insang untuk di isi oksigen kemudian diedarkan keseluruh tubuh.

Jantung ikan hiu hanya memiliki dua bilik yaitu atrium dan ventrikel.
Dengan konus atau bulbus arteriosus. Sebelum memasuki atrium terlebih dahulu
melewati sinus venosus, dari atrium darah kemudian di salurkan ke ventrikel.
Kemudian di pompa kearah konus arteriosus menuju ke aorta ventral. Dari aorta
ventral darah disalurkan ke insang. Melewati arteri brankia aferentia,
selanjutnya dari arteri brankia eferen darah mengumpul pada aorta (arcus
aortikus)yang akan menjadi aorta ventral dan dorsal.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 10


Pada saat perkembangan embio, hiu memiliki 6 buah lengkung aorta,
meskipun pada perkembangan selanjutnya tereduksi atau mengalami modifikasi.
Sinus venosus menerima darah dari vena hepatika dan vena kardinalis yang
merupakan gabungan pembuluh vena kardial anterior dan posterior.

Darah dari kepala hiu dikumpulkan oleh vena kardial anterior dan darah
dari ginjal dikumpulkan oleh vena jardinal posterior. Pembuluh cuvier adalah
pembuluh vena latero abdominalis yang menerima darah dari dinding tubuh dan
alat gerak. Sistem portalrenalis terdiri dari vena kaudal dan dua pembuluh portal
ginjal. Sistem portal hepatic mengalirkan darah dari lambung dan usus
kemudian kembali ke hati sesudah itu masuk ke sinus venosus melalui vena
katup untuk mencegah darah kembali ke jantung.

3) Sistem Respirasi Hiu


Insang merupakan ciri pernafasan pada ikanpada umunya, termasuk hiu.
Secara embriologis celah insang hiu tumbuh sebagai hasil dari serentetan
evaginasi faring yang tumbuh ke luar dan bertemu dengan envaginasi dari luar.
Setiap kali mulut hiu dibuka maka air dari luar akan masuk ke faring kemudian
keluar lagi melalui celah insang. Peristiwa keluar masuknya air ini melibatkan
kartilago sebagai penyokong filament insang. Ikan hiu memiliki 5-7 pasang
celah insang ditambah pasangan celah anterior non respirasi yang disebut
dengan spirakel.

4) Sistem Pencernaan Hiu


Sistem pencernaan hiu terdiri dari mulut. Farink, oesofagus yang pendek,
Lambung, usus dan bermuara ke anus ;

Mulut trasversal diperkuat oleh gigi yang sama dengan sisik placoid. Gigi
setiap kali tanggal diganti dengan gigi yang baru.Mulut merupakan tempat
masuknya makanan.hiu memiliki gigi yang berkembang dengan baik
yangmembuatnya ditakut oleh organism lain.Farink terdapat celah insang dan
spirakel.Kerongkongan, Ikan hiu memiliki kerongkongan yang  yang
pendek dan lebar hampir tidak terlihat dari lambung.Lambung, Merupakan

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 11


tempat pancernaan secara kimia dan mekanik.Usus memiliki klep spiral yang
berfungsi memperluas bidang penyerapan dan memperrpanjang proses digesti.
Rectum, dari usus makanan kemudian disalurkan ke rectum dan kloaka.
Dari kloaka sisa sisa makanan nantinya disalurkan keluar tubuh. Selain
berfungsi sebagai tempat pengeluaran sisa makanan kloaka juga berfungsi
sebagai tempat pengeluaran kencing dan sebagai saluran reproduksi.
Sistem Eksresi Hiu

5) Sistem ekskresi
Sistem eksresi pada ikan hiu terdiri dari sepasangan ginjal. Urine
dikumpulkan dalam tubulus segmental lalu menuju ke ureter dikeluarkan
kepapila urogenitalis dan bermuara di kloaka bagian dorsal.

6) Sistem Reproduksi Hiu ( perkembangan )


Hiu secara seksual dimorfik dimana ada perbedaan visual antara jantan
dan betina. Hiu jantan memiliki panggul yang dimodifikasi menjadi claspers
sirip pelvis yang digunakan untuk pengiriman sperma. Hiu jantan juga telah
memiliki testis. Testis internal terletak di ujung anterior tubuh di dalam rongga
organ epigonal. Kantung kemih dan saluran reproduksi bergabung bersama
untuk membentuk sinus urogenital. Dari sinus urogenitak ini akhirnya sperma
dilepaskan ke dalam alur dari claspers dan kemudian disampaikan ke betina
selama kopulasi.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 12


Pada hiu betina memiliki ovarium internal yang ditemukan di anterior
dalam rongga tubuh dan berpasangan. Selama sanggama hiu jantan dan betina
berhadapan. Hiu jantan memasukkan salah satu claspers ke dalam kloaka betina.
Sperma terkandung dalam paket sperma yang disebut spermatophores. Sperma
ini kemudian disalurkan ke hiu betina melalui saluran clasper. Perbedaan lain
antara hiu jantan dan betina dari beberapa spesies ikan hiu adalah ketebalan kulit
mereka. Kulit hiu biru betina hampir dua kali lebih tebal dibandingkan hiu
jantan. Hal ini diyakini karena kekejaman perkawinan. Jantan akan sering
menggigit betina selama kopulasi sehingga meninggalkan hiu betina dengan
keadaan luka. Tanpa ketebalan ekstra betina kulit bisa terluka parah.

Super Kelas chondrichthyes mencakup 2 sub kelas yaitu (Simatupang, H., 2010) :
a. Sub kelas Elasmobranchii, yang dibedakan atas :
1) Ordo Squaliformes, mencakup semua jenis ikan hiu
2) Ordo Rajiformes, mencakup jenis-jenis ikan pari.
Terdapat beberapa perbedaan antara ikan hiu dan ikan pari yaitu dalam hal
letak celah insang, perlekatan sirip dada dan wujud dari ekornya (Anonim, 2010).
Ikan hiu hidup di samudera dan lautan di seluruh dunia dan beberapa tumbuh
dalam air tawar.Mereka tinggal di sebagian besar semua dan suhu kedalaman

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 13


laut.Ikan hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi
kulit mereka dari kerusakan, dari parasit dan untuk menambah dinamika air (Nelson,
JS. 1994).

Ikan pari jarang menyerang manusia, walaupun sekiranya ia terinjak, ikan pari
akan menggunakan tajinya sebagai satu bentuk untuk mempertahankan diri. Terdapat
kira-kira 200 spesies ikan pari.Biasanya terdapat di air tawar dan di
lautan.Kebanyakan tidak mempunyai keupayaan untuk menyengat (Nelson, JS. 1994).

b. Sub kelas Holecephali


Mencakup jenis ikan langka yang disebut ikan tikus.Ikan ini tidak mirip
dengan ikan hiu ataupun ikan pari dalam hal bentuk tubuh dan jumlah celah
insangnya.

Contohnya yaitu Chimaera monstrosa (Simatupang, H., 2010).

Kelas Chondricthyes terbagi atas dua super ordo (Jasin, M., 1991) :
1. Super Ordo Selachii
a) Ordo Heterodontida (ikan hiu berkepala bison)

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 14


Satu famili ditemukan dalam ordo ini yaitu family
heterodontidae.Mereka sering disebut sebagai macan, atau hiu tanduk.Mereka
memiliki berbagai gigi yang memungkinkan mereka untuk memahami dan
kemudian menghancurkan shellfishes.Hiu macan Heterodontus
portusjacksoni adalah salah satu spesies darii ordo heterodontifores (Froese,
dkk, 2006).

b) Ordo Hexanchida
Dua famili ditemukan dalam ordo ini.Spesies pada ordo hexanchida
dibedakan dari hiu lainnya dengan memiliki celah insang tambahan (baik
enam atau tujuh).Contoh dari kelompok ini termasuk hiu sapi, hiu yang
berjumbai dan bahkan hiu yang terlihat pada pemeriksaan pertama menjadi
ular laut (Sepkoski, Jack, 2002).
Ordo Hexanchida terdiri dari 2 famili yaitu (Sepkoski, Jack, 2002) :
 Famili Chlamydoselachidae, contohnya Chlamydoselachus anguineus,
danChlamydoselachus Africana
 Famili Hexanchidae ( hiu sapi ) contohnya Heptranchias perlo,
dan Cepedianus notorynchus
c) Ordo Lamnida
Lamnida adalah kelompok hiu yang umumnya dikenal sebagai hiu
tenggiri.Tujuh famili ditemukan dalam ordo ini.Mereka umumnya disebut
sebagai hiu makarel.Mereka termasuk hiu goblin, berjemur hiu, megamouth,
perontok, hiu mako dan hiu putih yang besar. Mereka dibedakan oleh rahang
besar dan reproduksi ovoviviparous. Para Lamnida berisi Megalodon
punah Carcharodon megalodon, yang seperti kebanyakan hiu punah ini hanya
diketahui oleh gigi (tulang hanya ditemukan dalam ikan bertulang rawan, dan
oleh karena itu sering hanya fosil diproduksi) (Froese, dkk, 2009).
Anggota ordo ini dibedakan dengan memiliki dua sirip punggung,
sebuah sirip dubur, lima celah insang, mata tanpa selaput nictitating, dan
mulut memperluas belakang mata (Froese, dkk, 2009).
Famili dari Ordo lamnida terdiri dari (Froese, dkk, 2009) :
1) Famili Alopiidae (hiu thresher). Spesies, Alopias pelagicus, Superciliosus
alopias, Vulpinus alopias

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 15


Alopias pelagicus
2) Famili Cetorhinidae

Spesies, Cetorhinus maximus

3) Famili Lamnidae

Spesies, Hiu putih besar Carcharodon carcharias, Carcharodon


Megalodon,

4) Famili Megachasmidae
Genus Megachasma, Spesies Megamouth hiu Pelagios megachasma

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 16


5) Famili Mitsukurinidae
Genus Mitsukurina, Spesies Goblin hiu , Mitsukurina owstoni

6) Famili Odontaspididae (Raggedtooths)


Genus Carcharias, Spesies Harimau hiu pasir , Carcharias taurus

7) Famili Pseudocarchariidae
Genus Pseudocarcharias, spesies Buaya hiu , Pseudocarcharias
kamoharai

d) Ordo Squalida
Ordo ini memiliki satu famili yaitu squatinidae.Ciri yang dimiliki oleh
ordo squalida yaitu celah insang di sepanjang sisi kepala seperti semua hiu
lainnya, memiliki sirip ekor (ekor) dengan bagian bawah yang lebih lama
panjang dari atas, dan sering disebut sebagai hiu malaikat Squatina
squatina (Bourdon, J., 2009).

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 17


2. Super Ordo Hypotrematica
Ordo Rajida
Rajida adalah salah satu ordo dari super ordo Hypotrematica.Rajida
dibedakan dengan adanya sirip dada yang besar, yang mencapai besarnya sisi
kepala, dengan rata tubuh secara umum.Mata dan spirakel terletak di atas
permukaan tubuh, dan celah insang di bagian bawah. Sebagian besar
reproduksinya dengan cara ovipar maupun vivipar (Froese, dkk, 2006).
Famili dari ordo ini terdiri dari :
1) Famili Rajidae, spesies Pari sepatu luncur Dipturus laevis

2) Famili Rhinidae (guitarfishes bowmouth)


3) Famili Rhinobatidae (guitarfishes)
4) Famili Rhynchobatidae (wedgefishes)
Ordo Holocehhaliformes, (ikan yang tubuh dan kepala sama besar, ekor
kecil). Contohnya Chimaera montrosa.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 18


2. SUPER KELAS OSTEICHTHYES
Osteichthyes atau disebut juga ikan bertulang sejati adalah kelas dari anggota
hewan bertulang belakang yang merupakan subfilum dari pisces. osteichthyes berasal
dari bahasayunani, yaitu osteon yang berati tulang dan ichthyes yang berarti ikan. hidup di laut, rawa-
rawa, atau air tawar.semua jenis ikan yang termasuk dalam kelas osteichthyes memiliki
sebagian tulang keras,mulut dan lubang hidungnya ventral, celah-celah pharyngeal
tertutup (tidak terlihat dari luar)dan jantungnya hanya memiliki satu ventrikel. jantung beruang dua,
darah berwarna pucat,mengandung eritrosit yang berinti dan leukosit. ikan ini juga mempunyai sistem
limfa dansistem porta renalis. mempunyai hati yang berkantong empedu. lambung dipisahkan dariusus
oleh sebuah katup, mempunyai kloaka, tetapi tidak jelas adanya pankreas.
terdapatgelembung renang. mempunyai gurat sisi, indra mata, telinga dalam dengan tiga
saluran semisirkuler dan memiliki otolit untuk keseimbangan. bernapas dengan insang yang
memilikitutup insang (operkulum). sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah,
kulit licin karena sekresi mukus oleh kelenjar pada kulit, adanya gelembung renangsehingga tidak
tenggelam saat tidak bergerak. sistem gurat sisi terdapat pada sisi tubuh, usus panjang
dan ramping menggulung, fertilisasi terjadi di luar, mengeluarkan telurnya atau bersifat
ovipar.ikan bertulang sejati memiliki gelembung renang yaitu kantong udara yang dapat
digunakanuntuk mengubah daya apung dan sebagai alat bantu dalam bernafas.
beberapa anggotanya dapat berpindah dari perairan asin ke perairan tawar, misalnya ikan salmon dan
belut laut.pada saat berada di air tawar, ginjal mengeluarkan urin yang sangat encer dan
insangnya menyerap garam dari air dengan cara transfor aktif. ikan yang sering dijumpai
di air tawar seperti ikan nila dan ikan gabus.sistem digestoria (sitem pencernaan)sitem
pencernaan pada ikan merupakan serangkaian jalur yang melalui berbagai organ yaitudimulai dari
mulut, pharink, esophagus, lambung, usus (intestin)dan anus.sistem urogenitalsistem
urogenital dibagi menjadi dua yaitu organ genitalia dan organ uropoetica.organ genitalia terdiri dari
gonad (kelenjar kelamin) yang dibedakan menjadi jantan (testis), betina (ovarium) dan saluran keluar dari
gonad yang sangat pendek..
a. Ciri-ciri umum osteichthyes:
1) Mulut terdapat dibagian depan tubuh
2) Celah insang satu di masing-masing sisi kepala
3) Sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah
4) Kulit licin karena sekresi mucus oleh kelenjar pada kulit
5) adanya gelembung renang sehingga tidak tenggelam saat tidak begerak
6) Sistem gurat sisik terdapat pada sisi tubuh
Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 19
7) Usus panjang dan ramping menggulung
8) Fertilisasi terjadi di luar
9) Mengeluarkan telurnya atau bersifat ovipar
b. Ciri-ciri khusus osteichthyes:
1) Kulit banyak mengandung kelenjar mocusa, biasanya diliputi oleh
sisik(ganoid,cycloid atau ctenoid)beberapa spesies tidak bersisik, bersirip pada
mediana, baik dorsal maupun ventral dan pada sebelah tubuh dengan beberapa
pengecualian. sirip(pina) biasanya disokong oleh jari dari tulang rawan atau
tulang keras,tidak berkaki.
2) Mulut terletak diujung dan bergigi baik. rahang tumbuh dengan baik dan
bersendi pada tempurung tulang kepala,mempunyai dua sacci olfactoriusyang
umumnya berhubungan dengan rongga mulut,bermata besar dan tidak
berkelopak mata.
3) Skleton terutama tulang keras,kecuali beberapa jenis sebagian bertulang
rawan,bentuk vertebrata bermacam-macam,sirip anus/belakang
(pina caudalis) biasanya bersifat homocerca,sisa-sisanotochord(perkembangan
skleton masing-masing.
4) Pernapasan(respirasi) dilakukan dengan beberapa pasang insang yang
terletak pada archus branchius yang berada dalam ruangan celah insang pada
kedua tepi samping dari pharing, tertutup oleh operculum, biasannya memiliki
vesica pneumatica(gelembung udara) dan memiliki dustus pneumaticus.
beberapa jenis mempunyai bentuk seperti “paru-paru”,misalnnya pada dipnoi.
5) Terdapat sepuluh pasang nervi cranialis(saraf pusat).
6) Suhu tubuh bergantung dengan lingkungan sekitar.
7) Memiliki sepasang gonad, umumnya ovipar(beberapa ada yang ovovivipar dan
vivipar), fertilisasi atau pembuahan terjadi didalam tubuh, telur kecil berukuran
sampai 12 mm, kandungan kuning telurbermacam-macam, segmentasi biasanya
secara meroblastis, tidak mempunyai membrane embrio, hewan mudanya(post
larva) kadang-kadang tidak mirip dengan yang dewasa. Contohya ikan mas
(cyprinus carpio)

c. Morfologi
Ikan mas termasuk famili cyprinidae yang mempunyai ciri-ciri umum, badan
ikan mas berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (compresed) dan
Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 20
mulutnya terletak di ujung tengah (terminal), dan dapat di sembulka, di bagian mulut
di hiasi dua pasang sungut, yang kadang-kadang satu pasang di antaranya kurang
sempurna dan warna badan sangat beragam.
Dari pengamatan morfologi yang dilakukan dapat diamati bagian dari ikan mas
yaitu: premaxilla yaitu menjadi bagian rostal rahang sebagai tempat tumbuhnya gigi,
pinna analis yaitu sirip yang berada pada bagian ventral tubuh di daerah posterior
anal. fungsi sirip ini adalah membantu dalam stabilitas berenang ikan. hidung pada
ikan bukan di gunakan untuk bernapas melainkan digunakan sebagai alat
penciuman. pinna ventralis yaitu sirip yang berada pada bagian perut ikan dan
berfungsi dalam membantu menstabilkan ikan saat berenang. selain itu, juga
berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman.
pinna dorsalis yaitu yaitu sirip yang berada pada bagian dorsal, sirip ini tidak
terdapat pada semua jenis ikan. pinna pectoral yaitu sirip yang terletak di posterior
operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. fungsi sirip ini
adalah untuk pergerakan maju, ke samping dan diam (mengerem). sisik ctenoid
merupakan sisik yang memiliki stenii pada bagian posteriornya dan bentukan sisir
pada bagian anteriornya. katup insang yaitu katup yang mengatur pernapasan yang
dilakukan ikan untuk membuka atau menutup insang. pinna caudalis yaitu sirip ikan
yang berada di bagian posterior tubuh dan biasanya disebut sebagai ekor. pada
sebagian besar ikan, sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang
(maju) clan juga sebagai kemudi ketika bermanuver. maxilla yaitu tulang rahang atas
pada ikan. mandibula yaitu tulang rahang bagian bawah pada ikan. gurat sisi yaitu
merupakan salah satu bagian tubuh ikan yang dapat dilihat secara langsung sebagai
garis yang gelap di sepanjang kedua sisi tubuh ikan mulai dari posterior operculum
sampai pangkal ekor (peduncle). pada linea lateralis terdapat lubang-lubang yang
berfungsi untuk menghubungkan kondisi luar tubuh dengan sistem canal yang
menampung sel-sel sensori dan pembuluh syaraf.
d. Anatomi
Rongga mulut, di dalam rongga terdapat lidah yang melekat pada dasar mulut
dan tidak dapat di gerakan. kelenjar-kelenjar lendir, tetapi tidak terdapat kelenjar
ludah. rahang dengan gigi-gigi kecil berbentuk kerucut. faring, yaitu pangkal
tenggorokan yang tempatnya yang sesuai dengan tempat insang. kerongkongan yaitu
kelanjutan faring yang terletak di belakang insang. lambung yaitu kelanjutan
kerongkongan yang merupakan pembesaran dari usus. ususnya panjang dan berliku-
Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 21
liku pada saluran pencernaan terdapat beberapa kelenjar pencernaan, antara lain:
hati, terletak di bagian muka rongga badan meluas mengelilingi usus. pangkereas
terletak dibagian lambung dan usus. jantung, terletak di dalam rongga tubuh yang
dibatasi dekat daerah insang dan di bungkus oleh selaput. disamping alat-alat yang
terdapat dalam, rongga peritoneum dan pericardium, gelembung renang, ginjal, dan
alat reproduksi pada sistem pernapasan ikan umumnya berupa insang.

e. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan pada dimulai dari mulut dimana makanan akan masuk
pertama kali melalui mulut, kemudian dari mulut makanan akan melewati esophagus
yaitu saluran yang menghubungkan antara mulut dan lambung. lambung merupakan
organ yang berperan dalam pengolahan makanan dan penghancuran makanan,
bentuknya seperti huruf u. intestinum merupakan lanjutan dari lambung berfungsi
sebagai tempat penyerapan makanan. hati merupakan kelenjar pencernaan yang ikut
membantu proses pencernaan dengan menghasilkan empedu. pankreas merupakan
kelenjar yang mengandung eksokrin dan endokrin yang berperan dalam proses
pencernaan, muara dari pankreas yaitu ke duodenum. kandung empedu tempat
menyimpan empedu. kloaka saluran akhir dalam sistem pencernaan yang
mengeluarkan sisa metabolisme.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 22


f. Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi jantung memiliki sinus venosus yang berdinding tipis, yaitu
muara dari vena yang berada dipangkal atrium jantung. ventrikel yaitu tempat
menampung darah dari atrium lalu memompa ke seluruh tubuh lewat arteri. atrium
yaitu serambi jantung yang menerima darah dari seluruh tubuh. conus anteriosus
yaitu perbesaran dari ujung ventrikel yang berfungsi memompa darah ke insang.
arteria merupakan pembuluh nadi yang membawa darah keluar dari jantung. vena
merupakan pembuluh balik yang membawa darah dari seluruh tubuh ke jantung.
g. Sistem Reproduksi
Gonad merupakan alat kelamin utama yang menghasilkan gamet. ovarium
merupakan tempat pembentukan telur. oviduct yaitu saluran yang dilewati oleh sel
telur dari ovarium. saluran pelepasan telur yaitu saluran yang merupakan tempat
keluarnya sel telur atau sperma dari dalam tubuh.
h. Sistem Respirasi
Bagian dari sistem respirasi adalah archus brancialis atau lengkung insang yaitu
terdiri dari tulang rawan dan memiliki rigi-rigi sepasang untuk saringan air
pernapasan. hemibrancia atau lembaran insang bentuknya seperti sisir merupakan
jaringan lunak yang melekat pada archus brancialis. holobranchiae yaitu dua buah
hemibrancialis yang melekat pada tiap archus brancialis.
i. KlasifikasiOsteichthyes dan Contoh Pada Tingkat Ordo
Super Kelas Osteichthyes mempunyai tiga subkelas yaitu Sarcoptergii,
Branchiopterygii danActinoptergii.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 23


1) Subclassis Sarcpoterygii
Ciri-cirinya: :
 Sirip-sirip yang berpasangan mempunyai pangkal berdaging, bagian itu
didalamnya disokong oleh elemen-elemen tulang yang kuat.
 Fovea nasalis ada yang bermuara dalam mulut dan ada yang tidak.
 Subclassis Sarcopterygii terdiri atas dua ordo yaitu ordo
Coelacanthifoemes (Crassopterygii) dan Dipteriformes (Dipnoi).
Ordo dari Subclassis Sarcpoterygii:
 Ordo Coelacanthifoemes (Crassopterygii)
Memiliki Elemen-elemen tulang dalam pangkal sirip
mempunyai elemen-elemen tulang pada tangkai tetrapoda (ada
scapula, humerus, radius, ulna dan carpalia).Lubang hidung bermuara
dalam rongga mulut.Contoh spesies Latimera chalumae dan Latimera
menadoensis.
 Ordo Dipteriformes
Memiliki ciri-ciri sebagaiIkan berparu-paru.Sisik bermodifikasi
menjadi tulang-tulang dermal yang menutupkepala, rahang
danlengkung dada.Sisik bertipe sikloid.Mempunyai tutup
insang.Mempunyai gelembung udara.Mempunyai kloaka.Contohnya:
Neoceratodus, Lepidosiren dan protopterus.

2) Subclassis Branchiopterygii
Memiliki cirisisik tebal berbentuk rhomboid.Pangkal sirip menyempit,
tertutup oleh sisik.Sirip punggung tersusun atas delapan atau lebih lembaran
sirip yang diperkuat olehadanya satu spina.Subclassis Branchiopterygii hanya
terdiri satu ordo yaitu ordo Polyteriformes dengan ciri-ciri mempunyai sirip
yang banyak (sesuai dengan namanya). Contohnya Polyterus bichir.Subclassis
ActinopterygiiSubclassis ini merupakan kelompok ikan yang hidup pada zaman
sekarang. Berikut ciri-ciri subclassis Actinopterygii:
 Sirip yang berpasangan, tidak memiliki pangkal yang menonjol ditubuh,
sehingga lembar sirip yang ada diluar tubuh hanya disokong oleh jari-jari
sirip.
 Sisik-sisik umumnya tilakoid/ganoid.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 24


 Ekor bertipe homocercal/bicercal.

3) Subclassis Actinopterygii
Berikut akan disajikan ciri-ciri dari tiap ordodan contoh spesiesnya.
 Ordo Acipenseriformes
Tubuh tertutup oleh lima baris kepingan tulang.Moncong
panjang/memanjang.Ekor heterocercal.Contohnya Aciper oxyrhynchus
 Ordo Amiiformes
Sirip ekor termasuk dipehichercal pendek.Dalam pangkal sirip
terdapat tulang radius yang berlekatan dengan scapulacoracoid.Contohnya
Amia calva yang panjang tubuhnya sampai 1 meter.
 Ordo Lepidossteiformes
Sisik ganoid.Moncong yang panjang.Lubang hidung pada ujung
moncong.Sirip ekor diphicercal pendek.Contoh Lepidosteus ossens
memiliki panjang 1,5 m.
 Ordo Clupeiformes
Sisik sikloid.Sirip ekor homocercal.Sirip dubur dan sirip punggung
tanpa spina.Contohnya Clupea harengus.Ordo ScopeliformesSirip dorsal
dua buah. Mulut besar banyak mengandung gigi-gigi. Punya alat
penerangan karena hidup didasar laut.Contohnya Harpodon nehereu.

 Ordo Cypriniformes
Mempunyai gelembung udara yang berhubungan dengan esophagus,
sehingga ikan ini bersifat sebagai physostomi. Jika gelembung udara tidak
berhubungan dengan esophagusmaka sifatnya adalah physoclysti.Sirip-sirip
tanpa spina atau jika ada hanya satu buah, baik pada punggung maupun
dada.
Sirip perut terletak didaerah abdomen. Kelompok ini memiliki dua
subordo yaitu Cyprinoidea dan Siluroidea.
 Subordo Cyprinoidea
Bersisik, Sekitar mulut ada tentakel atau tidak.Vertebrata ketiga
dan keempat tidak berlekatan.Contohnya Cyprinus carpio (ikan mas).
 Subordo Siluroidea
Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 25
Tidak bersisik.Sekitar mulut ada sungut atau tentakel dalam
jumlah yang banyak.Vertebrata ke-2,3 dan 4 bersatu.
 Ordo Anguiliformes
Tubuh memanjang dan silindris dengan ekor pipih bilateral.Sirip
punggung, sirip dubur panjang dan sempit, bertemu dibagian
belakang.Mempunyai satu pasang (lebih) sirip dada.Semua sirip yang ada
tanpa spina.Contohnya Anguila bicolor (ikan sidat) dan Anguilla rosrata
yang panjangnya mencapai 120 cm.Ordo BeloniformesTubuh agak
memnjang dan pipih.Sisik sikloid.Sirip tanpa spina.Sirip perut juga terletak
abdominal.Diantara anggota yang ada yang dapat digunakan untuk terbang
diatas permukaan air seperti ikan terbang (Exocoetus pecilopterus).
 Ordo Syngnathiformes
Rahang atas dan rahang bawah bersatu membentuk bangunan
seperti buluh.Sisik berupa cincin tulang.Mulut terletak diujung moncong
yang seperti buluh itu.Contohnya adalah Hippocampus sp. (kuda laut).
 Ordo Oppicephaliformes
Kepala pipih dorsoventral.Sisik sikloid dan relatif besar.Gelembung
renang sangat panjang.Insang mempunyai bangunan tambahan yang
mampu mengambil oksigen dari udara seperti ikan gabus (Ophicephalus
striatus) yang sering muncul dipermukaan air untukmenyerap udara.
 Ordo Synbranchiformes
Celah insang tunggal dan terletak di sisi ventral.Tubuh memnjang,
silindris dan makin kearah kaudal makin kecil.Tidak memiliki sirip dada.
Hal ini merupakan ciri sekunder dan bukan kemunduran, karenahidup
dalam lumpur tidak memerlukan sirip dada. Bila sirip dada ada maka akan
mengganggu. Tidak mempunyai sisik.Sirip dorsal, ekor dan dubur
bersatu.Contohnya pada belut (Monopterus albus).
 Ordo Perciformes
Memiliki sirip punggung dua buah.Sirip mempunyai spinae.Sirip
perut didaerah dada (pectoral).Contohnya Perca flavesceus.
 Ordo Pleuronectiformes
Bentuk tubuh pipih dorsoventral.Mata terletak pada sisi
dorsal.Mulut pada salah satu tempat bagian samping.Contohnya adalah
Cynoglossus lingua dan Hippoglossoides platessoides (ikan plat).
Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 26
 Ordo Echeneiformes
Termasuk ikan kecil, Sirip punggung dua buah, sirip depan
mengalami modifikasi menjadi alat pelekat untuk melekat pada ikan lain
(terbentuk simbiosis komensalisme).Contohnya Echeneis nanocrates dan
ikan Remora.
 Ordo Tetraodontiformes
Sisik mengalami modifikasi menjadi bangunan seperti
spina.Dinding tubuh berupa lempeng tulang.Celah insang kecil, Contohnya
Tetrodon sp.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 27


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
 Pisces (ikan) adalah hewan yang hidup didalam air, mereka dapat bernafas didalam air
karena insang yang mereka miliki. Pisces dapat ditemukan di air tawar (danau dan
sungai) maupun air asin (laut dan samudra).
 Super kelas Pisces dibagi 2 yaitu Super kelas Chondrichthyes dan super kelas
Osteichthyes.
 Ciri khusus yang paling membedakan 2 superkelas tersebut adalah pada susunan
tulangnya, sebagaimana namanya, super kelas Chondrichthyes memiliki susunan
tulang rawan, sedangkan super kelas Osteichthyes memiliki susunan tulang sejati.
 Superkelas Chondrichthyes memiliki 2 super ordo yaitu Super ordo Selachii dengan 4
ordo, dan Super ordo Hypotrematica dengan 1 ordo. Sedangkan pada Superkelas
Osteichthyes sendiri mempunyai 3 sub kelas, yaitu sub kelas Sarcoptergii dengan 2
ordo, sub kelas Branchiopterygii, dan sub kelas Actinopterygii dengan 13 ordo.

B. Saran
Sebagai calon guru Biologi, kita wajib mempelajari hal-hal tentang kehidupan, dalam
hal ini khususnya tentang superkelas pisces, dalam rangka memperkaya intelektual dan
menjadi bekal kita sebgai pengajar kedepannya. Karena detailnya materi yang seharusnya
dimuat dalam makalah ini, akan lebih baik jika pembaca maupun penyusun dapat membaca
lebih banyak literatur.

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 28


Daftar Pustaka

Super Kelas Pisces : Chondrichthyes & Osteichthyes | 29