Anda di halaman 1dari 16

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Republik Rakyat China (RRC) merdeka di tahun 1949, kala itu China

berada di bawah kepemimpinan Mao Zedong seorang komunis Cina yang mampu

membawa China memainkan peran penting dalam dunia Internasional, bahkan

mempengaruhi dua kekuatan dunia Amerika Serikat dan Uni Soviet. Mao

mengubah sistem pemerintahan, cara pandang dunia terhadap China, dan cara

berpikir masyarakat China terhadap bangsanya sendiri sehingga hal tersebut

berdampak pada perubahan-perubahan yang terjadi di China.

Salah satu kebijakan Mao Zedong di bidang sosial politik yang

berpengaruh terhadap China adalah Revolusi Kebudayaan. Revolusi kebudayaan

yang dilakukan oleh Mao berlangsung pada tahun 1966-9691. Revolusi ini

merupakan kampanye yang paling besar dalam sejarah China. Apa yang terjadi

dalam revolusi kebudayaan yang diluncurkan Mao menimbulkan banyak

kerusakan dan korban. Aktivitas dan produksi di kota-kota besar berhenti. Banyak

gedung dan infrastruktur rusak.

Revolusi Kebudayaan merupakan gerakan politik yang diorganisir

sekelompok elit politik di bawah kendali Mao Zedong. Hal ini dilakukan untuk

memurnikan partai politik yang banyak didominasi kaum borjuis yang korup.

Gerakan revolusi kebudayaan mencerminkan gerakan anti kapitalis. Meletusnya

1
Z. Hidayat, “Politik Luar Negeri RRC Pada Masa Kepemimpinan Mao Tse Tung (1949 – 1976)”
diakses melalui:http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28838/4/Chapter%20I.pdf. Pada
4/11/2015
1
gerakan ini karena adanya ketidaksepahaman antara pemikiran dan program Mao

Zedong sebagai pimpinan Partai Komunis China yang berpengaruh dengan

Presiden Liu Shaoqi dan Deng Xio ping. Program-program Liu Shaoqi dan Deng

Xio ping dianggap Mao beraliran kanan (kapitalisme), dari mulai sistem

memperbolehkan rakyat melakukan pengerjaan tanah milik sendiri dan

menjualnya ke pasar bebas, hingga dibidang kesenian sastra yang diberi

kelonggaran dan mengarahkan kritik pada Mao Zedong atas kegagalan program

Lompatan Besar ke Depan yang gagal. Hal inilah yang memicu munculnya

gerakan revolusi kebudayaan2.

Beberapa hal yang dilakukan Mao adalah dengan memobilisasi massa

seperti militer, pelajar, dan kaum intelektual radikal, menguasai Koran utnuk

menyebarkan pengaruhnya. Mao membuat pasukan yang dinamai Pasukan

Pengawal Merah yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar, selain itu Mao juga

mendapat dukungan resmi dari Tentara Pembebasan Rakyat.

Dampak dari adanya upaya Mao adalah ditutupnya kegiatan sekolah-

sekolah, organisasi-organisasi Pengawal Merah berkembang biak, membawa

berjuta-juta pemuda turun ke jalan berdemonstrasi mendukung Mao Zedong,

mengalami keadaan kacau balau oleh tindakan Pengawal Merah yang secara

bebas menyerang apapun juga. Targetnya adalah pejabat-pejabat rendah dan

menengah serta kader-kader partai. Mereka mengecam siapapun yang berada

2
Jonathan Unger, “The Cultural Revolution at The Grass Roots,” The China Journal, No.57
(2007), hml 113. Diakses melalui:
<http://ips.cap.anu.edu.au/sites/default/files/IPS/PSC/CCC/publications/papers/JU_Cultural_Revol
ution.pdf pada > pada tanggal12/11/15
2
dalam posisi pimpinan. Kecaman-kecaman sering berubah menjadi sanksi atau

hukuman3.

Dampak lain seperti seni tradisional Cina dihancurkan, terbunuhnya rakyat

Cina dan korba hingga hingga 729.511 jiwa, kerusakan-kerusakan infrastruktur

Cina, dan nilai-nilai revolusioner mulai dihidupkan. Dalam revolusi kebudayaan

Cina Mao juga berupaya membuat gerakan Pemindahan ke Daerah pedalaman,

sebanyak 20 juta orang dipindah paksakan dari kota ke desa, hal ini ditujukan

Mao untuk program reedukasi atau pendidikan ulang. Jutaan anak muda

berpendidikan tinggi dikirm ke desa, perguruan tinggi banyak yang ditutup semua

buku dilarang kecuali buku karangan Mao. Hal yang tak kalah penting menandai

revolusi kebudayaan ala Mao adalah dimana Mao Zedong dengan segala

pemikiran kediktatorannya menempatkan kaum buruh di dalam tugas-tugas

administrasi, dan para kader politiknya ditempatkan dalam pekerjaan buruh4.

Pengaruh adanya revolusi kebudayaan ini sangatlah signifikan dalam

perekonomian Cina. Sektor industri dan pertanian merosot dan rugi, pabrik-pabrik

mengalami kebangkrutan, lowongan kerja diisi tenaga tidak ahli, 10 tahun

kekacauan Cina berlangsung. dari segi pendidikan 100 juta anak muda buta huruf,

dari segi budaya seni dan peradaban Cina mengalami kehancuran5.

Dari adanya fakta-fakta tentang revolusi kebudayaan di atas dapat

disimpulkan bahwa Mao Zedong merupakan sosok pemimpin Cina yang diktator,

dan sangat dipengaruhi ideologi komunisme. Apa yang dilakukan Mao Zedong

3
Ririn Darini, “Garis Besar Sejarah China Era Mao”
< http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Garis%20Besar%20Sej%20Cina%20Era%20Mao.pdf.>,
diakses 4 November 2015
4
“Cultural Revolution”
http://news.bbc.co.uk/hi/english/static/special_report/1999/09/99/china_50/cult.htm diakses
12/11/2015
5
Ibid.
3
tidak terlepas dari faktor-faktor kepribadian, lingkungan, dan kondisi Cina pada

waktu itu.

Dalam kajian ilmu Psikologi sifat dasar manusia tidak terlepas dari

pengaruh intelegensi, faktor pembawaan, lingkungan dan kebudayaan, serta

kepribadian. Sementara sikap manusia dibentuk dapat melalui proses adopsi,

diferensiasi, integrasi, trauma, faktor internal dan faktor eksternal yang terdapat

dalam diri orang itu sendiri6.

Dalam teori Psikodinamika juga dijelaskan mengenai pembentukan sikap

dan watak seseorang yang didasari oleh pengalaman masa lalu. Sehingga dapat

dikatakan pengalaman yang dialami seseorang sangat penting karena mampu

menjadi faktor pendukung untuk menjelaskan mengapa seseorang melakukan

tindak kejahatan. Perilaku kejahatan yang dilakukan seseorang juga bisa jadi

karena adanya akibat dari suatu sebab7. Fenomena revolusi kebudayaan China

akibat watak dan perilaku Mao Zedong merupakan salah satu contoh nyata yang

telah terjadi bertahun-tahun lalu tidak terlepas dari pengaruh pengalaman-

pengalaman Mao Zedong dan kondisi China pada masa itu.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai

berikut:

1. Bagaimana Pengalaman Hidup Mao Zedong ?

2. Bagaimana pemikiran dan perilaku Mao Zedong dalam revolusi

kebudayaan China ?

6
Sarlito W. Sarwono, Pengantar Psikologi Umum (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hlm 153-203.
7
Pak Tri Cahyo Utomo: Dalam materi mata kuliah Psikologi Kejahatan pada tanggal 2/10/15
4
3. Bagaimana analisis terhadap pemikiran dan perilaku Mao Zedong dalam

revolusi kebudayaan China ditinjau dari aspek psikologi kejahatan?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui Pengalaman Hidup Mao Zedong dalam mempengaruhi

pecah revolusi kebudayaan China.

2. Untuk mengetahui pemikiran dan perilaku Mao Zedong dalam revolusi

kebudayaan China.

3. Untuk menganalisis pemikiran dan perilaku Mao Zedong dalam revolusi

kebudayaan China ditinjau dari aspek psikologi kejahatan.

5
BAB II

PEMBAHASAN

1. Sekilas Kehidupan Mao Zedong

Kekuatan seorang pemimpin dapat memberikan dampak kepada kondisi

suatu negara. Negara yang kuat biasanya diiringi dengan posisi rakyat yang

memang lemah. Lemahnya rakyat dapat disebabkan karena lahirnya para

penguasa negara yang mempunyai kekuatan dan menggunakan cara-cara

kekerasan untuk mencapai tujuan. Mao Zedong merupakan salah satu contoh

seorang pemimpin China yang memimpin dengan cara-cara otoriter. Mao juga

disebut sebagai tokoh revolusioner China yang diketahui selalu melakukan segala

cara untuk mencapai tujuannya8.

Mao Zedong lahir pada tanggal 26 Desember 1893 dari sebuah keluarga

petani di daerah Shaosan, Provinsi Hunan, Cina Tengah. Ia terlahir dari keluarga

petani miskin sehingga sejak kecil Mao harus bekerja keras dan hidup prihatin.

Ketika berusia 10 tahun ayahnya sudah menjadi seorang petani menengah dan

lebih lanjut menambah penghasilannya dengan perdagangan kecil. Ketika kecil

Mao dikirim untuk belajar di sekolah dasar tradisional dan banyak mempelajari

ajaran Klasik Konfusianisme. Pada usia 13 tahun Mao memberontak karena

ayahnya menyuruhnya berhenti bersekolah dan menyuruhnya bekerja di ladang.

8
Yani puspandari. Gambaran Watak Melalui Analisis Mata dalam Xiangmian (Studi Kasus: Mao
Zedong), Skripsi S.Hum, Universitas Indonesia, 2008, diakses melalui
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/124449-RB06P439g-Gambaran%20watak-Analisis.pdf pada
tanggal 12/11/15
6
Namun Ia bertekad ingin menyelesaikan pendidikannya dan pergi dari rumah

melanjutkan pendidikannya di tempat lain9.

Pada tahun 1905 Mao mengikuti ujian negara. Pada saat itu ajaran

konfusianisme mulai dihapuskan dan digantikan oleh pendidikan gaya Barat. Di

usia 19 tahun, Mao sebagai seorang mahasiswa dan lulus 1918 pada usia 27 tahun

dari Akademi Pelatihan Guru. Kehidupan mao pada waktu itu diwarnai dengan

situsi politik yang buruk. Terjadi revolusi China 1911 dan jatuhnya Dinasti Ching,

1919 demonstrasi jalanan terbesar terjadi di Peking. Para demonstran mengecam

pemerintah karena telah “menjual negeri‟ dan menentang kekuasaan Jepang atas

wilayah China. Kemudian China terjadi perang Saudara hingga tahun 1949 karena

pemimpin-pemimpin revolusi tidak mampu mendirikan suatu pemerintahan yang

kompak dan stabil10.

Selanjutnya Mao aktif terlibat dalam perkumpulan mahasiswa, pada usia

27 tahun menjadi seorang komunis dan menjadi anggota Partai Komunis China

yang berkoalisi dengan Partai Kuomintang Nasionalis. Pada tahun 1927 terjadi

permusuhan antara PKC dan Kuomintang yang berujung pada peristiwa Shanghai

Massacre, yaitu pembunuhan massal atau pembersihan terhadap kaum komunis

yang dilakukan oleh Kuomintang. PKC mengasingkan diri dan mengadakan

perjalanan panjang yang dikenal dengan peristiwa Long March pada tahun 1934

ke wilayah Yan’an. Adanya peristiwa ini mengantarkan Mao menjadi pemimpin

PKC11.

9
“Sekilas kehidupan Mao Zedong”.
<http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/12/131221_profil_mao> diakses pada 12/11/2015
10
Ririn Darini, “Garis Besar Sejarah China Era Mao”
< http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Garis%20Besar%20Sej%20Cina%20Era%20Mao.pdf.>,
diakses 4 November 2015
11
Ibid.
7
Semenjak menjadi ketua PKC Mao memiliki rumusan strategi dasar

bahwa kaum petani yang menduduki jumlah terbesar dari rakyat China dijadikan

sebagai kekuatan pokok revolusi tanpa mengurangi peran buruh sebagai ujung

tombaknya. Mao juga menerapkan strategi perang gerilya, hanya menyerang bila

pihaknya memiliki keunggulan dari lawan, bila lawan menyerang maka pihaknya

mundur, bila pihak lawan mundur maka pihaknya melakukan pengejaran, bila

pihak lawan berhenti maka diadakan serangan gangguan terhadapnya, bila lawan

menghimpun kekuatan maka pihaknya melakukan gerakan berpencar12. Strategi

Mao kemudian juga dituangkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan seperti

kebijakan Lompatan jauh ke depan (the Great Leap Forward) dan Revolusi

kebudayaan yang mana telah diketahui banyak menimbulkan rakyat China sebagai

korban hingga jutaan jiwa.

2. Pemikiran dan Perilaku Mao Zedong dalam Revolusi Kebudayaan

China

Gagasan Mao banyak dipengaruhi oleh pemikir-pemikir sosialisme seperti

Karl Marx, Friederich Engels, Lenin dan Stalin. Pemikiran ahli-ahli sosialisme

tersebut menurut Mao sesuai dengan situasi objektif China. Kemunculan gagasan

Mao hasil dari perpaduan pengetahuan intelektual dan pengalaman-pengalaman

perjuangan revolusinya sehingga menjadi suatu konsep pemikiran yang sangat

pragmatis dan berlaku luwes di China. Pemikiran Mao inilah yang selanjutnya

disebut sebagai Maoisme13.

Pemikiran Mao yang terisnpirasi dari tokoh Karl Mark yang pertama

adalah mengenai Konflik. Prinsip konflik menurut Karl Mark di mana adanya -

12
Ibid.
13
Ibid.
8
kelas yang menindas dan kelas yang tertindas. Menurut Mao semua konflik

merupakan konflik kelas antar kelompok sosial. Pada masa sosialis konflik

tersebut adalah konflik antara kaum petani dengan tuan tanah, selanjutnya konflik

antara kaum proletar dengan borjuis. Gagasan bahwa konflik dan perubahan

merupakan hal yang biasa dalam suatu revolusi dijadikan bahan pertimbangan inti

dari pemikiran Mao Zedong tentang kontradiksi. Konsep Mao kedua yang juga

berangkat dari teori Marx adalah konsep tentang pengetahuan. Menurut Mao

pengetahuan didapatkan karena seseorang telah memiliki sebuah pengalaman.

Setelah seseorang mendapatkan pengalaman, maka orang tersebut baru bisa

melangkah lebih jauh ke depan. Setelah itu pengetahuan dipraktekkan kembali

yang membuat seseorang mendapatkan pengalaman lagi dan seterusnya.

Sementara itu pengalaman muncul karena ada kontradiksi (perbedaan pandangan

antar individu/kelompok) di dalamnya14.

Kedua konsep tentang konflik dan pengetahuan yang terinspirasi dari

Mark tersebut tercermin dalam pemikiran politik Mao yang tertuang dalam

revolusi kebudayaan China. Menurut pemikiran Mao, revolusi adalah bagian yang

tak terpisahkan dari perubahan sosial yang berlangsung secara kontinyu. Revolusi

Mao adalah salah satu dari sekian tahap perubahan masyarakat yang

direncanakan, dan akan terus berlangsung hingga tercapainya sosialisme sebagai

cita-cita akhir masyarakat. Apa yang dilakukan Mao dalam revolusi kebudayaan

diantaranya adalah penghapusan 4 hal yaitu: kebudayaan, gagasan pemikiran,

tradisi dan kebiasaan kuno. Dalam menjalankan aksinya Mao dibantu oleh

14
Ibid
9
Pasukan Tentara Merah, mereka berhak menghancurkan segala sesuatu yang

berhubungan dengan peninggalan Barat15.

Selain itu, demi melancarkan aksinya Mao juga didukung oleh Lin Biao

dimana Lin berperan dalam menerbitkan buku saku yang berisi pidato – pidato

Mao yang disebut Little Red Book16. Semboyan yang selalu diserukan dalam

revolusi kebudayaan adalah seluruh masyarakat pro Mao harus didasarkan atas

argument yang kuat dan bukan atas kekuatan fisik. Namun pada kenyataannya hal

tersebut dilanggar oleh Pasukan Tentara Merah suruhan Mao di mana wewenang

untuk menentukan benar atau salah ditangan mereka. Sehingga mereka cenderung

melakukan kekerasan fisik dan terjadi pelanggaran hak-hak saat itu.

3. Analisis terhadap pemikiran dan perilaku Mao Zedong dalam

revolusi kebudayaan China ditinjau dari aspek psikologi kejahatan

Psikologi kejahatan mampu menjelaskan pemikiran dan perilaku seseorang

kaitannya dengan tindak kejahatan yang ia lakukan. Ditinjau dari aspek psikologi

kejahatan, pemikiran dan perilaku Mao Zedong dalam revolusi kebudayan China

dapat dijelaskan dengan beberapa pendekatan. Diantaranya sebagai berikut:

a. Pendekatan evolusioner yang berfokus pada pelaku tindak

kejahatan17

Teori evolusioner mempunyai dua cara yang dapat menjelaskan

perbedaan-perbedaan yang ada pada individu dalam melakukan tindak kejahatan.

15
Sri Harmini dan Nusyirwa, “Konsep Revolusi Kebudayaan Menurut Mao Zedong,”Jurnal
Filsafat, Vol. 36 No.1 (2004), hlm 64. Diakses melalui http://documents.mx/documents/jurnal-
filasafat.html pada tanggal 12/11/15
16
“The Little Red Book”, <https://www.marxists.org/reference/archive/mao/works/download/red-
book.pdf.> diakses pada 12/11/15
17
Drs.Tri Cahyo Utomo, M.A: Dalam materi mata kuliah Psikologi Kejahatan pada 9/10/15
10
Yang pertama adalah adanya faktor demografi/lingkungan, yang kedua yaitu

perilaku kejahatan merupakan strategi alternatif . Faktor demografi membedakan

tindak kejahatan yang dilakukan oleh seseorang berdasarkan tiga kategori, yaitu:

jenis kelamin, usia dan status sosial ekonomi.

Untuk menganalisis perilaku Mao Zedong dalam revolusi kebudayaan

China faktor demografi kategori jenis kelamin lebih cocok digunakan. Mao

Zedong dalam hal ini adalah sosok laki-laki yang mempunyai sikap yang tegas

ketika melakukan pengambilan keputusan dan membuat kebijakan. Kebijakan

Mao tercermin dalam revolusi kebudayaan China yang berupaya merubah tatanan

China untuk mencapai tujuan-tujuan sosialisme. Perilaku Mao tercermin dari

langkah-langkah otoriter dibawah dukungan orang-orang yang melakukan aksi-

aksi kekerasan dan pelanggaran hak terhadap rakyat China yang anti Mao.

b. Teori Sebab Kejahatan18

Dalam teori sebab kejahatan dapat menjelaskan mengenai tindak kejahatan

yang dilakukan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor kondisi biologis atau

bawaan (Nature) dan faktor lingkungan seseorang diasuh (Nuture). Untuk

menjelaskan perilaku dan pemikiran Mao Zedong dalam revolusi kebudayaan

China, faktor lingkungan (Nuture) lebih cocok digunakan. Dalam Nuture terdapat

teori Psikodinamika yang mengemukakan sikap seseorang dapat dianalisis

berdasarkan pengalaman sewaktu lalu. Dan teori Conditioning yang menjelaskan

perilaku individu dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang membentuk individu

tersebut.

18
Drs.Pak Tri Cahyo Utomo, M.A: Dalam materi mata kuliah Psikologi Kejahatan pada 9/10/15
11
Pengalaman dan kondisi lingkungan Mao Zedong dari sewaktu kecil

hingga dewasa membentuk pemikiran dan perilaku Mao akan sosialisme-

komunisme. Di mana pada waktu kecil Mao hidup di tengah kondisi politik China

yang buruk diwarnai perang, ketika ia remaja dan bersekolah banyak membaca

buku-buku tentang marxisme-leninisme, Mao ikut perkumpulan mahasiswa, dan

menjadi anggota Partia Komunis China pada umur 27 tahun. Pengalaman yang

didapatkan mengantarkan Mao menjadi ketua PKC dengan segala cara. Dan

model kepemimpinan Mao yang cenderung otoriter banyak dipengaruhi oleh

kondisi kegemarannya dengan ajaran marxisme dan lingkungan politik China

yang buruk pada waktu itu sehingga membentu karakter Mao yang dikenal banyak

menggunakan cara-cara kekerasan dalam kepemimpinan dan membuat kebijakan.

Revolusi Kebudayaan China adalah kebijakan Mao yang didapatkan dari

pemikiran-pemikiran Mao yang banyak dipengaruhi ajaran Karl Mark.

Dalam karya George Boeree Dasar – Dasar Psikologi juga disebutkan

mengenai proses pembelajaran sosial di mana seseorang melakukan imitasi

terhadap perilaku orang lain. Selain itu proses pembelajaran sosial yang berasal

dari budaya di mana budaya berperan penting dalam menentukan eksistensi suatu

nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat. Proses pembelajaran juga terdapat pada

hal-hal yang dianggap menarik oleh individu yang dapat menentukan sikap dan

perilaku individu tersebut19. Proses pembelajaran sosial ini relevan untuk

menjelaskan pemikiran dan perilaku Mao Zedong yang banyak terinspirasi oleh

tokoh Karl Mark dan teori-teorinya yang diwujudkan mao dalam kebijakan

revolusi kebudayaan 1966-1969.

19
George Boeree, Dasar – Dasar Psikologi, terj.Ivan Taniputera (Yogyakarta:Prismasophie,
2006), hlm. 205-210
12
Freud dalam buku Daniel Cervone 20 juga menekankan tentang pentingnya

pengalaman di awal yang mana menjelaskan tentang peran dari kejadian awal

kehidupan merupakan perkembangan kepribadian selanjutnya. Terjadinya revolusi

kebudayaan China tidak lain di latar belakangi oleh kegagalan Mao dalam

kebijakan sebelumnya yang pernah ia buat yaitu Lompatan Besar ke Depan yang

membuat China semakin buruk dalam berbagai bidang. Atas kegagalannya

tersebut Mao menjadi mendapat banyka kritikan dan merasa di asingkan. Namun

atas pengaruh yang ia miliki sebagi pimpinan PKC dan konflik ketidaksepahaman

yang terjadi dengan Liu Shaoqi, Mao mencetuskan Revolusi Kebudayaan yang

dianggapnya dapat memperbaiki China dan mengantarkan pada tercapainya

tujuan-tujuan sosialisme. Revolusi kebudayaan dapat dikatakan sebagai program

kebijakan Mao yang baru atas kegagalan kebijakan sebelumnya yang pernah

gagal.

20
Daniel Cervone dan Lawrence A. Pervin, Kepribadian Teori dan Penelitian,terj. Aliya Tusyani,
dkk (Jakarta:Salemba Humanika, 2011), hlm. 129.

13
BAB III

PENUTUP

Simpulan

Revolusi kebudayaan merupakan kebijakan Mao Zedong yang mempunyai

tujuan untuk memurnikan partai komunis China yang menurut Mao banyak

didominasi borjuis dan Korup. Dalam melancarkan kebijakanya tersebut Mao

banyak menggunakan aksi-aksi kekerasan dengan didukunga para pengikutnya

yang bersal dari kalangan kaum intelektual radikalis, para pemuda, dan tentara

merah. Dampak dari adanya revolusi kebudayaan yang dicanangkan Mao di

antaranya kerusakan berbagi infrastruktur China, sekolah-sekolah ditutup, angka

buta huruf naik, ekonomi China merosot, korban jiwa mencapa 729.511 jiwa.

Apa yang dilakukan Mao Zedong dalam revolusi kebudayaan China

ditinjau dari aspek psikologi kejahatan dapat dijelaskan dengan beberapa teori.

Teori pendekatan evolusioner yang berfokus pada pelaku tindak kejahatan

terdapat faktor demografi/lingkungan yaitu jenis kelamin yang cocok untuk

menjelaskan pemikiran dan perilaku Mao Zedong dalam revolusi kebudayaan

China. Dalam hal ini Mao Zedong adalah sosok laki-laki yang tegas dalam

mengambil keputusan dan membuat kebijakan. Kebijakan Mao tercermin dalam

revolusi kebudayaan China, perilaku Mao tercermin dari langkah-langkah otoriter

dibawah dukungan orang-orang yang melakukan aksi-aksi kekerasan dan

pelanggaran hak terhadap rakyat China yang anti Mao.

14
Analisis kedua adalah menggunakan teori sebab kejahatan, Nuture atau

faktor lingkungan yang didalamnya terdapat teori psikodinamik dan Conditioning

mampu menjelaskan pemikiran dan perilaku Mao Zedong dalam revolusi

kebudayaan China, selain itu konsep proses pembelajaran dan pengalaman di awal

juga relevan untuk menjelasakan langkah-langkah Mao ketika menjalankan

upayanya dalam melancarkan revolusi kebudayaan China.

15
DAFTAR PUSTAKA

Buku:

 Sarwono, Sarlito W.. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali


Pers.
 Boeree, George.2006. Dasar – Dasar Psikologi. terj.Ivan Taniputera.
Yogyakarta:Prismasophie, 2006
 Daniel Cervone dan Lawrence A. Pervin. 2011.Kepribadian Teori dan
Penelitian. terj. Aliya Tusyani, dkk. Jakarta:Salemba Humanika.
Jurnal:

 Jonathan Unger.“The Cultural Revolution at The Grass Roots,” The China


Journal, No.57 (2007), hml 113. diakses melalui:
http://ips.cap.anu.edu.au/sites/default/files/IPS/PSC/CCC/publications/pap
ers/JU_Cultural_Revolution.pdf pada 12/11/15
 Sri Harmini dan Nusyirwa, “Konsep Revolusi Kebudayaan Menurut Mao
Zedong,”Jurnal Filsafat, Vol. 36 No.1 (2004), hlm 64. Diakses melalui
http://documents.mx/documents/jurnal-filasafat.html pada tanggal
12/11/15
Bahan Kuliah:
 Drs.Tri Cahyo Utomo, M.A dalam mata kuliah Psikologi Kejahatan
Makalah, skripsi, dan Website:

 Yani puspandari. Gambaran Watak Melalui Analisis Mata dalam


Xiangmian (Studi Kasus: Mao Zedong), Skripsi S.Hum, Universitas
Indonesia, 2008, diakses melalui
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/124449RB06P439gGambaran%20watak-
Analisis.pdf pada tanggal 12/11/15
 Z. Hidayat. 2011.“Politik Luar Negeri RRC Pada Masa Kepemimpinan
Mao Tse Tung (1949 – 1976)” diakses
melalui:http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28838/4/Chapter
%20I.pdf. Pada 4/11/2015
 Ririn Darini, “Garis Besar Sejarah China Era Mao”
< http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Garis%20Besar%20Sej%20Cina
%20Era%20Mao.pdf.>, diakses 4 November 2015
 “Cultural Revolution”
http://news.bbc.co.uk/hi/english/static/special_report/1999/09/99/china_50
/cult.htm diakses 12/11/2015
 “Sekilas kehidupan Mao Zedong”.
<http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/12/131221_profil_mao>
diakses pada 12/11/2015
 “The Little Red Book”,
<https://www.marxists.org/reference/archive/mao/works/download/red-
book.pdf.> diakses pada 12/11/15

16