Anda di halaman 1dari 6

NAMA : DIAN SAFIRA

NIM : 13404318117
KELAS : TINGKAT 1 C
MK : PSIKOLOGI

CULAS

A. Pengertian Culas

CulasKecurangan merupakan suatu tidakan tidak jujur, culas, tidak lurus hati dan
tidak adil. Kecurangan juga bisa diartikan sebagai suatu ketidakberesan, atau
penipuan secara sengaja dengan tujuan tertentu sehingga merugikan satu pihak dan
menguntungkan pihak yang lainnya, baik di dalam suatu organisasi maupun di luar
organisasi.

B. Ciri-Ciri Culas

 Tidak suka melihat orang lain bahagia seperti hatinya sedih da gelisah ketika
melihat orang lain bahagia

 Bahagia melihat orang lain menderita jika ada teman atau saudara yang
mederita dia akan sangat senang

 Berpikir Untuk mencelakan orang lain dia mempunyai rencana-rencana


negatif dan menghalang-halangin agar orang lain gagal dan menghalalkan
segala cara untuk membuat lain menderita

 Ingin serba jalan pintas dia menginginkan sesuatu tidak mau melalui jalan
prosesnya

 padai menipu dia suka menipu dan berbohong


C. Penyebab Culas

Perbuatan culas atau curang memang biasanya tidak muncul begitu saja. Ada
banyak faktor dan pemicu seseorang melakukan perbuatan tersebut. Diantaranya:

1. Lemahnya iman, sedikitnya rasa takut kepada Allah dan kurangnya


kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi dan menyaksikan setiap
perbuatannya sekecil apa pun.

2. Kebodohan sebagian orang tentang haramnya perbuatan curang, khususnya


dalam bentuk-bentuk tertentu dan saat perbuatan tersebut sudah menjadi
sistem ilegal dalam sebuah lembaga atau organisasi.

3. Ketiadaan ikhlas (niat karena Allah) dalam melakukan aktifitas, baik dalam
menuntut ilmu, berniaga dan yang lainnya.

4. Ambisi mengumpulkan pundi-pundi harta kekayaan dengan berbagai macam


cara. Yang penting untung besar, walaupun dengan menumpuk dosa-dosa
yang kelak menuntut balas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana
seseorang tidak lagi mempedulikan apa yang didapatkannya, dari yang halal
atau dari yang haram.” (HR Bukhari)

5. Lemahnya pengawasan orang-orang yang berwenang untuk melakukan


pengawasan terhadap orang-orang yang berada di bawah tanggungjawabnya.

6. Tidak adanya kesungguhan. Sebagian orang bermalas-malasan


menyelesaikan tugas dan apa yang menjadi kewajibannya, saat semua itu
harus ia pertanggungjawabkan, maka ia pun menutupinya dengan perbuatan
curang. Seperti seorang murid yang malas belajar, saat datang masa ujian, ia
pun berusaha berbuat curang agar bisa lulus ujian.

7. Berteman dengan orang-orang yang suka berbuat curang dan selalu menuruti
ajakan setan untuk berbuat curang.

8. Lemahnya pendidikan yang ditanamkan sejak kecil di rumah atau di sekolah.


Sering kali orang tua atau guru tidak memberi tindakan yang tegas saat anak
atau muridnya berbuat curang, atau malah justru memberi contoh dengan
melakukan kecurangan dihadapan anak atau murid di sekolah.

9. Kurang percaya diri. Saat seseorang merasa dirinya tidak mampu bersaing
dengan orang lain, maka tidak jarang ia akan melakukan kecurangan untuk
menutupi kekurangannya.

D. Kasusu

Pedagang Curang Curi Timbangan, Sudah Biasa

(beritajatim.com) - Sebagian konsumen mengeluhkan ulah pedagang di Pasar


Srimangunan Kabupaten Sampang, Madura, keluhan itu lantaran timbangan yang
dipakai pedagang tidak seperti biasanya, alias ada culas. Sayangnya, dugaan adanya
kecurangan tersebut, Dinas Perindustrian Perdagangan Dan Pertambangan
(Disperindagtam) Sampang pasif.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, kecurangan yang dilakukan oleh


pedagang terlihat dari berat barang yang dibeli tidak sama dengan hasil penimbangan
ulang yang dilakukan oleh konsumen. Sementara pedagang yang curang biasanya,
menjual barang dagangannya lebih murah, jika dibandingkan dengan pedagang lain.

Sholeha (34) warga Jalan Syamsul Arifin mengatakan, kecurangan yang


dilakukan oleh pedagang diketahui sekitar empat bulan terakhir. Sebab, dirinya
menyadari ketika berbelanja di pasar Srimangunan, barang belanjanya terlihat lebih
sedikit. Padahal, harga dan pesanan sudah sesuai. "Misalnya seperti beras. Saya sudah
biasa beli satu karung yang ukuran 25 kilogram untuk satu bulan. Tapi, kalau beras
sudah hampir habis saya belinya kiloan kalau tidak ada uang," terangnya, Rabu
(4/5/2016).
Perempuan yang dikaruniai tiga orang anak itu penasaran, karena tempat beras
miliknya yang biasa untuk ukuran beras lima kilogram tidak penuh alias berkurang.
Untuk memastikan, dirinya membeli ditempat yang sama dan menimbang ulang.
"Ternyata dugaan saya benar. Beras yang saya beli kurang dan tidak sampai lima
kilogram," tandasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Nur Hasanah (29) warga jalan Pahlawan.
Kecurangan tersebut diketahui dilakukan oleh pedagang gula. Sebab, gula yang di
jual lebih murah jika dibandingkan dengan yang lain. Padahal, mahal tidaknya gula
dilihat dari putih tidaknya gula itu sendiri. "Ada gula warna putih yang sudah
dibungkus kiloan. Ketika ditimbang sudah pas satu kilo. Tapi barangya lebih sedikit.
Dari situ saya curiga, jika timbangan yang digunakan penjual dimodifikasi," tuturnya.
Sementara itu, Kepala kantor Disperindagtam Sampang Misdi belum bisa
memberikan penjelasan terkait hal ini. Didatangi ke kantornya yang bersangkutan
tidak ada. Ketika dihubungi ke nomor yang baisa dipakai juga tidak mendapat
respon.
Terpisah, Staf Perdagangan Disperindagtam Priadi Nur Abdillah mengatakan,
pihaknya merencanakan melakukan pengawasan setiap triwulan sekali. Akan tetapi
akan action tiap sebulan sekali. "Dengan adanya keluhan konsumen, Kita akan
melakukan penyisiran baik nanti pasar tradisioanl atau pasar rakyat, pasar modern
dan juga mini market," janjinya. [sar/but]

E. Cara Mengatasi Culas

1. Tetap Santai
Salah satu kemampuan dari orang licik adalah dengan memainkan emosi kita.
Orang licik mampu memancing emosi kita, bahkan mampu menciptakan isu- isu yang
dapat merusak nama kita. Akan tetapi, dengan kita tetap bersikap santai, maka kita
tidak akan terganggu dengan berbagai isu- isu atau bahkan tingkah laku menyebalkan
yang dilakukan oleh orang licik. Tetap santai, dan tidak memperdulikan

2. Fokus Pada Prestasi


Orang licik akan suka melakukan apapun untuk mendapatkan yang dia butuhkan.
Jangan sampai karena si licik ini, kita jadi terpengaruh, dan terlalu memperdulikan
apa yang dia lakukan. Jangan biarkan apa yang di lakukan oleh si licik ini,
mempengaruhi kita, terutama pada prestasi

3. Tetap Percaya Diri


Terkadang, orang licik mampu membuat kita menjadi kehilangan kepercayaan diri,
dengan memainkan perasaan kita. Oleh karena itu, kita harus tetap fokus pada tujuan,
dan tetap mempertahankan kepercayaan diri kita. Menjaga kepercayaan diri kita,
maka kita akan dapat fokus dengan pencapaian prestasi dan tidak terpengaruh dengan
apapun yang dilakukan oleh si licik. Cara agar percaya diri dapat membuat kita lebih
optimis dalam menghadapi isu- isu yang ada

4. Pandai Membaca Situasi


Yang dimaksud dengan pandai membaca situasi adalah dengan menjadi lebih peka.
Menjadi peka, berarti kita akan lebih waspada, terutama tentang apa yang dilakukan
oleh si licik. Peka, bukan berarti kita terlalu memikirkan dan ikut campur terhadap
apa yang dilakukan oleh si licik. Hanya saja, menjadi peka, membuat kita lebih
waspada dan lebih berhati- hati dalam bertindak.