Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

Analisis Sintesis Tindakan Pemberian Oksigen Pada Ny. y


Di Ruang PONEK RSUD Kota Salatiga

Hari : Sabtu
Tanggal : 22 Desember 2018
Jam : 21. 30 WIB

A. Keluhan Utama
Pasien mengatakan merasa lemas
B. Diagnosa Medis
G1P0A0 dengan Anemia
C. Diagnosa Keperawatan
Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan kadar
Hemoglobin
D. Data yang mendukung Diagnosa Keperawatan
DS : pasien mengeluh badan terasa lemas
DO :
- SpO2 97% dengan O2 kanul 3lpm
- Frekuensi pernapasan 22x/menit, Nadi 98xmenit
- Tampak pucat, lemah, dan gelisah
- Hb 8.8 g/dl

E. Dasar Pemikiran
Anemia adalah suatu kondisi dimana terjadi penurunan kadar hemoglobin (hb) atau
sel darah merah (eritrosit) sehingga menyebabkan penurunan kapasitas sel darah
merah dalam membawa oksigen (BPOM, 2011). Secara fisiologis anemia terjadi
apabila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke
jaringan.

F. Prinsip tindakan keperawatan ( berisi SPO Yang dilakukan )


Pelaksanaan
1. Persiapan alat :
a. Sentral oksigen, tabung O2, manometer set, flow meter,
b. humidifier.
c. Catheter nasal/kanul nasal/sungkup muka sederhana/ sungkup muka dengan
kantong udara/sungkup muka dengan parsial rebreathing.
2. Persiapan pasien
a. Jelaskan tujuan dan langkah prosedur kepada pasien/keluarga.
b. Posisi kan pasien semi fowler.
3. Tahap Tindakan : Kateter nasal /Kanul nasal :
a. Cuci tangan
b. Memberi tahu pasien.
c. Isi tabung humufider dengan water foririgation batas yang tertera.
d. Menghubungkan flowmeter dengan tabung oksigen/sentral oksigen.
e. Cek fungsi flowmeter dan humufider dengan memutar pangatur konsentrasi
O2 dan amati ada tidaknya gelembung udara dalam tabung flowmeter.
f. Menghubungkan kateter nasal/kanul nasal dengan flowmeter.
g. Alirkan oksigen ke: Kanul nasal dengan aliran antar 4 lpm.
h. Cek aliran kateter nasal / kanul nasal dengan menggunakan punggung
tangan untuk mengetahui ada tidaknya aliran oksigen.
i. Pasang alat kateter nasal/ kanul nasal pada klien.
j. Tanyakan pada klien apakah oksigen telah mengalir sesuai yang di
inginkan/sesuai kebutuhan.
k. Cuci tangan.
l. Rapikan peralatan kembali.
m. Dokumentasikan padastatus klien.

Hal-hal yang harus diperhatikan :


− kulit dan membrane mukosa klien.
− Cek kepatenan alat
− Observasi adanya keluhan terutama mual dan muntah.
− Tanyakan kenyamanan terhadap terapi O2.
− Bandingkan hasil PaO2, SaO2, SpO2 klien sebelum dan sesudah pemberian
O2.
− Kaji dan bandingkan status pernapasan sebelum dan sesudah pemberian O2.
4. Evaluasi
a. Evaluasi pasien
1) pasien tamoak lebih tenang
2) saturasi 98%
b. Evaluasi tindakan
1) sudah terpasang oksigen nasal kanul 3LPM

G. Analisis Tindakan ( beisi ttg dasar pemberian terapi da manfaat pemberian tindakan )
Terapi oksigen merupakan salah satu terapi pernafasan dalam
mempertahankan oksigenasi yang ditandai dengan peningkatan saturasi oksigen
dengan tujuan dapat mengatasi keadaan hipoksemia, menurunkan kerja pernafasan
dan menurunkan beban kerja otot jantung (miokard) (Saryoni, 2011).

H. Bahaya dilakukannya tindakan ( berisi ttg efek yg muncul apabila dosis tidak sesuai
atau kesalahan pemberian tindakan )
1. Hidung kering
2. Keracunan oksigen

I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan ( sesuai dengan NIC )


1. Berikan posisi semi fowler atau fowler
2. Anjurkan untuk napas dalam
3. Kolaborasikan pemberian transfuse darah PRC

J. Hasil yang di harapkan setelah dilakukan tindakan


S : pasien mengatakan sesak berkurang
O : frekuensi napas teratur 24x/menit dan Saturasi oksigen 98%
A : masalah ketidakefektifan pola napas teratasi
P : monitoring pemberian oksigen berkelanjutan

K. Evaluasi diri ( kesenjangan langkah prosedur yg telah dilakukan dengan SPO nya )
SOP dilakukan sesuai prusedur
L. Daftar pustaka / Referensi
Anatriwijaya. 2013. saturasi dan terapi oksigen. (Diakses dari jurnal :
http://digilib.unimus.ac.id pada hari selasa, 22 Desember 2018)

Departemen Kesehtan Republik Indonesia. 2010. Pedoman Nasional Penanggulangan


Tuberculosis. Depkes RI: Jakarta

Fairus, M. & Patria, N.Y. 2012. Terapi Oksigen Aplikasi Klinis. Jakarta : Kedokteran
EGC

Saryoni. 2011. Pemberian Terapi Oksigen. (Diakses dari : http://fk.unsoed.ac.id pada


hari selasa, 22 Desember 2018)

Nilai :

Mengetahui,

Mahasiswa Praktik Pembimbing Klinik / CI

( ) ( )