Anda di halaman 1dari 11

ISSN 2088-5555

Expert
Jurnal Manajemen Sistem Informasi Dan Teknologi
Volume 05, Nomor 01, Juni 2015

Judul Hal

PEMANFAATAN ANIMASI DUA DIMENSI UNTUK 1–5


PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG TINGKAT DASAR

IMPLEMENTASI STEGANOGRAFI PADA BERKAS AUDIO 6 - 11


WAV UNTUK PENYISIPAN PESAN GAMBAR
MENGGUNAKAN METODE LOW BIT CODING

APLIKASI INTERNAL AUDIT BERBASIS ISO 9001:2008 12 – 18


DAN ISO 19011:2002 UNTUK MENUNJANG
EFEKTIFITAS PENGENDALIAN MUTU AKADEMIK

ANALISIS PERBANDINGAN METODE TRANSFORMASI 19 – 22


WAVELET DAN METODE EIGENFANCE PADA
PENGENALAN CITRA WAJAH DENGAN ANALISIS SWOT

ANALISIS PATTERN & MINUTIAE BASED MATCHING 23 – 27


FINGERPRINT JM 250 U MENGGUNAKAN METODE
BIOMETRIK

ANALISIS MANAJEMEN RESIKO UNTUK EVALUASI ASET 28 - 30


MENGGUNAKAN METODE OCTAVE ALLEGRO

Fakultas Ilmu Komputer


Universitas Bandar Lampung
Lampung ISSN
JMSIT Volume 05 Nomor 01
Juni 2015 2088-5555
TIM PENYUNTING

Ketua Tim Redaksi:


Taqwan Thamrin,ST,M.Sc

Penyunting Ahli
Mustofa Usman, Ph.D
Dr.Iing Lukman,M.Sc.
Usman Rizal, ST.,MMSI

Penyunting:
Fenty Ariani,S.Kom,M.Kom
Wiwin Susanty,S.Kom,M.Kom
Ayu Kartika Puspa,S.Kom,M.TI
Erlangga,S.Kom,M.Kom
Iwan Purwanto,S.Kom.,MTI

Pelaksana Teknis:
Zulkaisar, S.Kom

Alamat Penerbit/Redaksi:
Pusat Studi Teknologi Informasi
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Bandar Lampung
Gedung Business Center Lt.2
Jl,Zainal Abidin Pagar Alam No.26
Bandar Lampung
Telp.0721 – 774626
Email: Journal.expert@ubl.ac.id
Expert-Jurnal Manajemen Sistem Informasi Dan Teknologi

APLIKASI INTERNAL AUDIT BERBASIS ISO 9001:2008


DAN ISO 19011:2002 UNTUK MENUNJANG
EFEKTIFITAS PENGENDALIAN MUTU AKADEMIK
Erlangga
Program Studi Sistem Informasi,
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bandar Lampung
Jl. Zainal Abidin PA No. 26 Bandar Lampung 35142, Lampung, Indonesia
erlangga@ubl.ac.id

Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi terhadap sulitnya pemonitoringan terhadap hasil temuan dan
koreksi audit serta belum adanya aplikasi interface yang memudahkan proses pengauditan internal di FIK UBL.
Sudah suatu keharusan sebuah institusi melaksanakan internal audit sebagaimana yang telah tertuang dalam
Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 klausul 8.2.2 tentang Internal audit yang diperjelas dalam
ISO 19011:2002. Penelitian ini akan membangun sebuah aplikasi web internal audit Berbasis ISO 9001:2008
dan ISO 19011:2002. Dalam pelaksanaannya aplikasi ini akan dibangun dengan bahasa pemprograman PHP
dan dimodelkan dengan diagram UML. Dengan adanya web internal audit Berbasis ISO 9001:2008 dan ISO
19011:2002 diharapkan akan lebih mempermudah proses pelaksanaan internal audit dan pemonitoringan hasil
temuan dan koreksi auidit itu sendiri.

Kata Kunci : ISO 9001:2008, Klausul 8.2.2, ISO 19011:2002, Internal Audit.

A. Identifikasi Masalah
1. Pendahuluan Berdasarkan latar belakang masalah tersebut
diatas, maka permasalahan yang diteliti dan
Salah satu aktivitas penjaminan mutu identifikasi adalah sebagai berikut:
akademik perguruan tinggi adalah dengan a. Standar Mutu Manajemen ISO 9001:2008
dilakukannya internal audit di setiap unit maupun Klausul 8.2.2 mengharuskan pelaksanaan
jurusan. Pada pelaksanaan audit sendiri seringkali internal audit yang diperjelas dalam ISO
banyak nemui kendala, mulai dari proses audit 19011:2002.
yang memakan waktu cukup lama, membutuhkan b. Sulitnya memonitoring hasil temuan dan
biaya yang cukup banyak untuk proses cetak koreksi audit secara manual.
hingga sulitnya memonitoring hasil temuan dan c. Belum adanya aplikasi interface yang
koreksi audit itu sendiri. mempermudah proses internal audit di FIK
Pelaksanaan audit tidak dapat dilakukan tanpa UBL.
standar. ISO 9001:2008 adalah sebuah standar
internasional yang memfokuskan diri pada B. Rumusan Masalah
manajemen mutu, khusus pada klausul 8.2.2 Rumusan masalah pada penelitian ini adalah:
mengharuskan dilaksanakannya internal audit “Bagaimana membangun aplikasi untuk menunjang
untuk menetapkan apakah sistem manajemen mutu efektifitas pengendalian mutu internal akademik
itu sesuai dengan rencana yang telah disusun, pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bandar
dengan persyaratan standar internasional dan Lampung dengan menggunakan Standard ISO
dengan persyaratan sistem manajemen mutu yang 9001:2008 dan ISO 19011:2002?”
telah ditetapkan oleh instansi itu sendiri.
Sedangkan ISO 19011:2002 adalah rincian dari 2. Landasan Teori
internal audit yang berisi serangkaian rekomendasi
atau proses-proses praktikal dalam internal audit. A. Manajemen Mutu
Dengan adanya aplikasi internal audit berbasis Manajemen mutu adalah aspek dari seluruh
ISO 9001:2008 dan ISO 19011:2002 diharapkan fungsi manajemen yang menetapkan dan
akan mempermudah dalam pengendalian dan melaksanakan kebijakan mutu. Pencapaian mutu
pengelolaan terhadap sistem informasi. Sehingga yang diinginkan memerlukan kesepakatan dan
informasi yang dihasilkan konsisten dan partisipasi seluruh anggota organisasi, sedangkan
bermanfaat bagi kelangsungan organisasi. tanggung jawab manajemen mutu ada pada
pimpinan puncak. Untuk melaksanakan manajemen
mutu dengan baik dan menuju keberhasilan,
diperlukan prinsip-prinsip dasar yang kuat. Prinsip

12
Expert-Jurnal Manajemen Sistem Informasi Dan Teknologi

dasar manajemen mutu terdiri dari 8 butir, sebagai menjamin bahwa tindakan koreksi dan tindakan
berikut: [Sulipan, 2010] pencegahan yang dilakukan untuk menghilangkan
a. Setiap orang memiliki pelanggan temuan ketidaksesuaian dan penyebabnya
b. Setiap orang bekerja dalam sebuah sistem dilakukan dengan segera. Kegiatan tindaklanjut
c. Semua sistem menunjukkan variasi harus mencakup verifikasi tindakan perbaikan dan
d. Mutu bukan pengeluaran biaya tetapi investasi pelaporan hasil verifikasi. [Anonym, 2008]
e. Peningkatan mutu harus dilakukan sesuai
perencanaan C. ISO 19011:2002
f. Peningkatan mutu harus menjadi pandangan Jurnal yang ditulis oleh Suzari bin Saaid
hidup (Fakulti Sains Komputer dan Sistem Maklumat
g. Manajemen berdasarkan fakta dan data Universiti Teknologi Malaysia) yang berjudul
h. Fokus pengendalian pada proses, bukan hanya Internal Audit Information System (IAIS) For
pada hasil output. Internal Audit Department of Golden Hope
Plantation Berhad menerangkan bahwa internal
B. ISO 9001:2008 audit sistem informasi adalah sistem yang cocok
ISO 9001:2008 merupakan standar dikembangkan untuk mengambil alih sistem
international yang mengatur tentang Sistem manual untuk mempercepat waktu dan menghemat
Management Mutu/SMM (Quality Management tenaga dan biaya. [Suzari, 2005]
System). Dengan tuntutan untuk menunjukkan Jurnal yang ditulis oleh Alwin Fauzan yang
secara sungguh-sungguh bahwa suatu organisasi berjudul Peranan Internal audit dalam Menunjang
telah mengimplementasikan SMM ISO 9001:2008 Proses Pengendalian Internal Persediaan Barang
dibutuhkan berbagai dokumen. Dokumen-dokumen Jadi, Studi Kasus pada PT. PINDAD Bandung;
tersebut itulah yang akan dijadikan dasar dalam menyatakan bahwa pengendalian internal yang
berbagai kegiatan. Namun demikian, SMM ISO efektif dapat diwujudkan apabila internal auditnya
tidak menuntut semua proses pekerjaan dinyatakan memadai, pelaksanaan internal audit yang memadai
dalam dokumen, sehingga proses menjadi lebih berperan dalam meningkatkan efektifitas
rumit, namun hanya beberapa proses saja yang pengendalian mutu internal. (Alwin Fauzan, ---) [5]
harus dinyatakan dalam dokumen. Proses-proses Dalam ISO 19011:2002 dijelaskan bahwa
tersebut meliputi: [Sugeng Prabowo, 2010] Audit didefinisikan sebagai proses yang sistematis,
a. Pengendalian dokumen (klausul 4.2.3), independen dan terdokumentasi untuk
b. Pengendalian Rekaman (klausul 4.2.4), mendapatkan bukti audit dan mengevaluasinya
c. Internal audit (klausul 8.2.2), secara obyektif untuk menetapkan sejauh mana
d. Pengendalian produk yang tidak sesuai kriteria audit telah terpenuhi. Audit dapat juga
(klausul 8.3), diterjemahkan sebagai suatu positive reinforcement
e. Tindakan Perbaikan (klausul 8.5.2), dan (kritik yang membangun) terhadap Auditee untuk
f. Tindakan Pencegahan (klausul 8.5.3). selalu melakukan perbaikan yang terus menerus
(continues improvement).
ISO 9001:2008 menyatakan bahwa, organisasi
Ditinjau dari sisi orang yang melakukan audit
harus melaksanakan internal audit pada jangka
(auditor), audit dikategorikan menjadi tiga:
waktu yang terencana untuk menetapkan apakah
a. Audit oleh pihak pertama; audit jenis ini lebih
system manajemen mutu sesuai dengan rencana
dikenal dengan istilah Internal Audit. Audit ini
yang telah disusun, dengan persyaratan standar
dilakukan oleh orang-orang yang berasal dari
internasional dan dengan persyaratan Sistem
ruang lingkup organisasi itu sendiri.
Manajemen Mutu yang telah ditetapkan oleh
b. Audit oleh pihak kedua; audit jenis ini lebih
organisasi, dan diterapkan dan dipelihara secara
dikenal dengan istilah External Audit. Audit
efektif.
ini dilakukan oleh pihak-pihak yang
Program audit harus direncanakan, dengan
mempunyai kepentingan terhadap organisasi,
pertimbangan status dan pentingnya proses dan
misalnya: Audit yang dilakukan oleh suatu
bidang yang akan diaudit serta hasil dari audit yang
customer terhadap para suppliernya.
sebelumnya. Kriteria audit, lingkup, frekuensi dan
c. Audit oleh pihak ketiga; audit jenis ini
metodenya harus ditetapkan. Pemilihan auditor dan
dilakukan oleh badan atau organisasi yang
pelaksanaan dari audit harus menjamin objektivitas
berada diluar dari kepentingan pihak pertama
dan sikap netral dari proses audit. Auditor tidak
dan pihak kedua sehingga lebih independen.
boleh mengaudit pekerjaannya sendiri.
Sebuah prosedur terdokumentasi harus Dalam ISO 19011 terdapat beberapa definisi yang
ditetapkan untuk mendefinisikan tanggung jawab perlu diketahui:
dan persyaratan untuk perencanaan, pelaksanaan, a) Kriteria audit, yakni kumpulan kebijakan,
pelaporan, dan perekaman. Rekaman audit dan prosedure atau persyaratan yang dipakai
hasil-hasilnya harus dipelihara. Manajemen yang sebagai acuan.
bertanggungjawab atas bidang yang diaudit harus
13
Expert-Jurnal Manajemen Sistem Informasi Dan Teknologi

b) Bukti audit, yakni catatan-catatan, pernyataan g. Sebagai media untuk melakukan penilaian
suatu fakta atau informasi lain yang relevan sendiri (Self Audit) sehingga akan
dengan kriteria audit dan dapat diverifikasi. menimbulkan corretive action dari Auditee.
Bukti Audit dapat bersifat kualitatif dan
kuantitatif. Ada beberapa prinsip yang senantiasa harus
c) Temuan audit, yakni hasil dari evaluasi bukti dijunjung tinggi dalam audit yaitu:
audit yang terkumpul terhadap kriteria audit. a. Ethical conduct (Etika pelaksanaan) yang
d) Konklusi audit, yakni hasil audit yang merupakan dasar dari jiwa profesionalisme.
disediakan oleh tim Audit setelah b. Fair presentation (Penyampain yang adil),
mempertimbangkan bukti Audit dan semua merupakan suatu kewajiban untuk melaporkan
temuan Audit. secara benar dan akurat.
e) Program audit, yakni kumpulan satu audit atau c. Due professional care (Memperhatikan cara
lebih yang direncanakan pada waktu tertentu kerja yang profesional), hal ini merupakan
dan untuk tujuan tertentu. penerapan dari kepintaran dan keputusan.
f) Rencana audit, yakni penjelasan dari kegiatan d. Independence and objective (Tidak memihak).
dan pengaturan Audit di Lapangan. e. Evidence (Bukti), Auditor senantiasa berpikir
g) Lingkup audit, yakni jangkauan dan batasan rasional untuk konklusi Audit.
Audit. Dengan melakukan audit berdasarkan ISO
h) Catatan, yakni mencakup penjelasan lokasi, 19011:2002, audit bukan dilaksanakan untuk
bagian organisasi, kegiatan dan proses serta menangkap penyimpangan terhadap kebijakan
lama waktu. yang sudah didokumentasikan, tetapi untuk
meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu
D. Tipe-tipe Audit: yang ada. [Okasatria Novyanto, 2010]

a. Adequacy Audit, yakni Menentukan sejauh 3. Hasil dan Pembahasan


mana suatu sistem manajemen yang telah A. Hasil
terdokumentasi dapat cukup memenuhi Sistem yang diajukan terdiri dari entity: User,
persyaratan standard. Dalam hal ini perlu sistem internal audit berbasis ISO, dan Auditor.
diperhatikan adanya identifikasi dan mencatat Auditor melakukan login ke sistem untuk
area-area mana yang tidak memenuhi standard mempersiapkan segala hal yang berhubungan
berdasarkan analisa dokumentasi sehingga dengan pelaksanaan audit antara lain data auditi,
perlu adanya pengetahuan yang mendalam membuat schedule audit, data kategori, data
terhadap standar. checklist, data kriteria audit dll. Auditor melakukan
b. Compliance Audit, yakni Menentukan sejauh audit kepada auditi jika terdapat temuan auditor
mana suatu sistem manajemen yang telah akan menginput data temuan, data rekomendasi
terdokumentasi diterapkan secara perbaikan yang harus dilakukan oleh auditi.
berkesinambungan. Dalam hal ini perlu dicatat Selanjutnya user melakukan login kemudian
adanya perbedaan-perbedaan antara penerapan pilih audit, lakukan perbaikan dan submit
dengan dokumen berdasarkan sample dari perbaikan terhadap temuan audit. Auditor
kegiatan dan bukti yang objektif. selanjutnya akan melakukan verifikasi terhadap
Beberapa fungsi dasar dari Internal Audit yang perbaikan temuan audit yang dilakukan oleh auditi,
harus diketahui oleh seorang Internal Auditor, jika sudah belum sesuai maka auditi akan
antara lain: menerima pemberitahuan tersebut melalui login
a. Sebagai langkah persiapan (suveillance Audit). auditi.
b. Untuk mengevaluasi supplier (internal
supplier-red).
c. Untuk memastikan kesesuaian antara sistem
manajemen dengan pengaturan yang telah
direncanakan dalam realisasi produk.
d. Untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen
Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan
sesuai dengan tuntutan standard dan persyaratn
yang dikembangkan oleh organisasi.
e. Untuk menentukan dan menilai keefektifan
pelaksanaan atas penerapan Sistem
Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen
Lingkungan.
f. Sebagai suatu media untuk melakukan
perbaikan (improvement).
14
Expert-Jurnal Manajemen Sistem Informasi Dan Teknologi

B. Pembahasan LoginForm
MenuUmum
-Username
a. Kerangka Pemikiran -Password
-Nama Lengkap
-Audit
-Login
-Email -FreeContent

+cek_login()

Koneksi
-$server = "localhost"; Schedulle
-$username = "root";
-$password = ""; -tanggal
RunAudit +$database = "dbarsip"; -nama_auditor
-nama_auditi
+RunAuditForm -yang diaudit

+submit() MenuForm +submit()


+edit()
+tambah()
+include("koneksi.php")
+hapus()

ManajemenAudit AuditForm TemuanForm


-kategori +nama_auditi ManajemenTemuan
+edit() +subkategori +nama_auditor
+tambah() +checklist +limit_perbaikan +edit()
+hapus() +temuan +tambah()
+rekomendasi +hapus()
+status
AuditEntity
TemuanEntity
+kategori
+subkategori -temuan
+checklist -rekomendasi

Gambar 1. Kerangka Pemikiran


Gambar 2 .Relasi Antar Tabel
b. Kebutuhan Sistem
Gambar berikut ini menggambarkan relasi
Pengimplementasian audit mutu internal yang antar tabel yang terdapat pada database yang terdiri
semula manual ke sebuah aplikasi lunak audit dari tabel user, tabel schedule, tabel kategori, tabel
mutu internal berbasis ISO 9001:2008 dan ISO kriteria, tabel checklist dan tabel temuan.
19011:2002 merupakan sebuah alternatif yang
dapat membantu mempermudah proses e. Prosedur Internal audit
pelaksanaan internal audit yang notebene-nya
dapat dibilang rumit, memakan banyak waktu, MULAI

tenaga dan biaya. Dengan adanya aplikasi ini Kaprodi Kaprodi

diharapkan semua dapat teratasi sehingga Menetapkan tim audit dan


menyusun jadwal audit
Menerima laporan hasil audit

Daftar Auditor, Jadwal Audit Form Laporan Temuan


menjadi lebih efektif dan efesien. Untuk
Kaprodi Kaprodi
menggunakan aplikasi internal audit ini Mengajukan jadwal pelaksanaan
audit internal
Mendistribusikan laporan temuan
kepada Administrasi

diperlukan beberapa kebutuhan sistem. Schedulle Form Laporan Temuan

Adapun kebutuhan minimum sistem tersebut Dekan Tidak

Menerima usulan tim dan jadwal

adalah sebagai berikut: audit internal

Schedulle

Butuh
Tabel 1 Kebutuhan Minimum Sistem Setuju?
perbaikan?

Ya Ya

Dekan Administrasi

Mengesahkan jadwal audit


Menetapkan tindakan perbaikan
internal

Schedulle Form Laporan Temuan

Dekan Administrasi
Memberikan pengarahan kepada
kepada tim auditor sebelum audit Melaksanakan tindakan perbaikan
dilaksanakan
Schedulle Form Laporan Temuan

Auditor Kaprodi dan Auditor Tidak

Memverifikasi hasil tindakan


Membuat checklist audit
perbaikan temuan audit

Checklist Audit Internal Form Laporan Temuan


Tidak

Auditor

Melaksanakan audit

Checklist Audit Internal


Efektif?

Auditor

Mencatat hasil audit


Ya
Form Laporan Temuan

Auditor Kaprodi, Auditor dan Dekan

Melaporkan penemuan Menandatangani form laporan


ketidaksesuaian temuan

Form Laporan Temuan Laporan Audit Mutu Internal

SELESAI

c. Class Diagram Gambar 3 Prosedur Audit Mutu Internal

Class diagram berikut ini menggambarkan


struktur dan deskripsi class, package dan objek
beserta hubungan satu sama lain.
d. Relasi Antar Tabel
15
Expert-Jurnal Manajemen Sistem Informasi Dan Teknologi

f. Flowchart Sistem g. Graphical User Interface

Berikut adalah flowchart sistem auditor dan Welcome page merupakan halaman pertama
user. Flowchart-flowchart berikut menggambarkan sekali yang akan tampil jika user melakukan akses
alur proses yang terjadi pada saat sistem tersebut terhadap aplikasi ini. Form ini memiliki konten
dijalankan. login yang diperuntukkan untuk orang-orang
tertentu saja, yaitu orang-orang yang akan terlibat
langsung dengan proses audit mutu internal
diantaranya adalah Dekan, Kaprodi dan Staf.

Gambar 6 Welcome page

Berikut adalah tampilan halaman login, dalam


hal ini yang dapat melakukan pengaksesan lebih
lanjut terhadap aplikasi ini adalah Admin, Auditor,
Dekan, Kaprodi dan orang-orang yang terlibat
dalam proses audit, yang telah didaftarkan terlebih
dahulu ke dalam database kemudian diberikan User
ID dan Password.

Gambar 7 Halaman Login

Berikut ini adalah halaman pertama kali jika


user login dengan ID sebagai Admin.

Gambar 4 Flowchart login admin

Dan berikut ini adalah gambaran alir proses


yang terdapat pada login user yang dalam hal ini
adalah auditi atau pihak-pihak yang akan di audit
oleh auditor.
Gambar 8 Halaman akun admin

Pada Halaman Manajemen User, admin dapat


menambah, merubah maupun menghapus data
pengguna yang terdiri dari username, nama
lengkap, email, dan level.

Gambar 5 Flowchart login user


Gambar 9 Manajemen User
16
Expert-Jurnal Manajemen Sistem Informasi Dan Teknologi

Menu Kategori adalah menu untuk membuat


kategori yang akan diaudit beserta penanggung
jawab bagian yang akan diaudit.

Gambar 13 Menu Manajemen Temuan


Gambar 10 Tampilan Menu Kategori
Berikut adalah form audit:
Halaman ini adalah halaman untuk membuat
perencanaan audit mutu internal yang akan
dilakukan, mulai dari penentuan jadwal dan tim
audit. Pada halaman ini admin dapat menambah
schedule, merubah atau menghapus schedule
tersebut.

Gambar 11 Menu Manajemen Schedule

Halaman ini adalah halaman daftar checklist


yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan audit.

Gambar 14 Tampilan Form Audit

h. Pengujian Aplikasi
Pengujian pada sistem ini dilakukan dengan
Pengujian Blackbox dan pengujian Whitebox.
Pengujian Blackbox dilakukan untuk memastikan
Gambar 12 Menu Manajemn Checklist bahwa suatu event atau masukan akan menjalankan
proses yang tepat dan menghasilkan output sesuai
Halaman ini adalah halaman pencatatan hasil dengan rancangan. Dan dari hasil pengujian dapat
temuan dari audit mutu internal yang dilakukan disimpulkan untuk pengujian blackbox yang
beserta rekomendasi yang harus dilakukan oleh meliputi pengujian beberapa input, proses, dan
auditi serta status dari temuan itu apakah sudah output dengan acuan rancangan perangkat lunak
dilakukan atau masih dalam prosess. telah terpenuhi dengan hasil sesuai dengan
rancangan.
Pengujian selanjutnya yaitu pengujian
Whitebox. Pengujian whitebox digunakan untuk
menguji hal-hal yang berkaitan dengan logika
17
Expert-Jurnal Manajemen Sistem Informasi Dan Teknologi

internal dan struktur kode. Pengujian ini digunakan A. Dengan dirancang dan diimplementasikannya
untuk memastikan bahwa setiap komponen sudah hasil rancangan tersebut kedalam bentuk
berjalan sesuai dengan fungsinya. Dan hasilnya perangkat lunak audit maka proses audit
semua terhadap mutu akademik akan lebih mudah
i. Pengukuran dilakukan.
B. Aplikasi ini adalah sebuah alat bantu, jadi
Untuk mengukur hasil kesesuaian dengan
dengan adanya aplikasi tersebut maka internal
yang diharapkan maka penelitian ini dilakukan
audit dapat dilakukan secara
komparasi yaitu membandingkan kesesuaian antara
berkesinambungan.
Program Audit Mutu Internal (AMI) ini dengan
C. Pengembangan sistem audit ini diharapkan
Standar ISO 9001:2008 Klausul 8.2.2 dan ISO
dapat digunakan untuk melakukan audit mutu
19011:2002 dan Prosedur Pelaksanaan Audit Mutu
akademik secara internal tanpa harus
Internal (AMI).
mengeluarkan biaya yang besar tetapi sudah
Pengukuran ini menggunakan empat
memenuhi pedoman atau standar manajemen
pernyataan sebagimana telah dinyatakan pada ISO
mutu internasional yaitu ISO 9001:2008 dan
9001:2008. Dan hasil komparasi dari dua ISO,
ISO 19011:2002.
Prosedur Internal Audit dan Program Internal Audit
yang dibangun tersebut sebagai berikut:
5. Daftar Pustaka
Tabel 2 Pengukuran Kesesuaian [1] Sulipan. 2010. Konsep Dasar Manajemen
Mutu Terpadu.
http://sekolah.8k.com/blank.html, 26 Oktober
2010.
[2] Sugeng Prabowo. 2010. Sistem Manajemen
Mutu ISO 9001:2008. http://blog.uin-
malang.ac.id/sugenglprabowo/2010/09/22/siste
m-manajemen-mutu-iso-90012008/, 2 Oktober
2010.
[3] Anonym. 2008. Standar Sistem Manajemen
Mutu ISO 9001:2008. Matrix Consultans.
[4] Suzari Bin Saaid. 2005. Internal Audit
Information System (IAIS) for Internal Audit
Department of Golden Hope Plantation
Berhad (Jurnal). Malaysia: Fakulti Sains
Komputer dan Sistem Maklumat Universitas
Teknologi Malaysia.
[5] Alwin Fauzan, ---. Peranan Internal audit
dalam Menunjang Efektifitas Pengendalian
Internal Persediaan Barang Jadi Studi Kasus
4. Kesimpulan PT. PINDAD (Jurnal). Bandung.
[6] Okasatria Novyanto. 2010. Pengenalan
Dari hasil penelitian yang dilakukan mulai
Internal Audit Berdasarkan ISO 19011:2002.
dari tahap perancangan hingga pengujian terhadap
http://okasatria.blogspot.com/2007/12/pengena
aplikasi internal audit berbasis Sistem Manajemen
lan-internal-audit-berdasarkan.html, 2 Oktober
Mutu ISO 9001:2008 Klausul 8.2.2 dan ISO
2010.
19011:2002 maka disimpulkan bahwa:

18