Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH ISPA

(INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT)

Oleh

Silvia Mutiara Istimur

492014010

Program Studi Teknologi Pangan

Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Kristen Satya Wacana

2015
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) adalah infeksi saluran pernafasan yang dapat
berlangsung sampai 14 hari. Secara klinis ISPA ditandai dengan gejala akut akibat infeksi
yang terjadi di setiap bagian saluran pernafasan dengan berlangsung tidak lebih dari 14 hari.
Infeksi saluran pernafasan akut merupakan kelompok penyakit yang komplek dan heterogen,
yang disebabkan oleh 300 lebih jenis virus, bakteri, serta jamur. Virus penyebab ISPA antara
lain golongan miksovirus yang meliputi virus influensa, virus pra-influensa dan virus
campak. Survei mortalitas yang dilakukan oleh Subdit ISPA tahun 2005 menempatkan ISPA
sebagai penyebab kematian terbesar di Indonesia dengan persentase 22,30% dari seluruh
kematian. Bukti bahwa ISPA merupakan penyebab utama kematian adalah banyaknya
penderita ISPA yang terus meningkat. Menurut WHO, ISPA merupakan peringkat keempat
dari 15 juta penyebab pada setiap tahunnya. Jumlah tiap tahun kejadian ISPA di Indonesia
150.000 kasus atau dapat dikatakan seorang meninggal tiap 5 menitnya, bahkan 20-30%
kematian disebabkan oleh ISPA. Faktor penting yang mempengaruhi ISPA adalah
pencemaran udara. Adanya pencemaran udara di lingkungan rumah akan merusak mekanisme
pertahanan paru-paru sehingga mempermudah timbulnya gangguan pernapasan. Tingginya
tingkat pencemaran udara menyebabkan ISPA memiliki angka yang paling banyak diderita
oleh masyarakat dibandingkan penyakit lainnya. Selain faktor tersebut, peningkatan
penyebaran penyakit ISPA juga dikarenakan oleh perubahan iklim serta rendahnya kesadaran
perilaku hidup bersih dan sehat dalam masyarakat. Dalam rangka memahami lebih jauh
tentang ISPA maka di dalam makalah ini akan dijabarkan secara lengkap semua hal yang
berkaitan dengan ISPA.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian ISPA itu ?


2. Apa sajakah gejala dan tanda penyakit ISPA ?
3. Bagaimana cara mengatasi penyakit ISPA ?

C. Tujuan

Untuk mengetahui penyakit ISPA, gejala dan tanda penyakit ISPA, serta cara
mengatasi penyakit ISPA.

II. PEMBAHASAN
2.1. Pengertian ISPA

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah infeksi akut saluran pernapasan
bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah beserta adenaksanya. ISPA adalah penyakit
Infeksi Saluran Pernafasan Akut yang berlangsung sampai 14 hari lamanya. Saluran
pernafasan adalah organ yang bermula dari hidung hingga alveoli beserta segenap
adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Sedangkan yang dimaksud
dengan infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisma ke dalam tubuh dan
berkembang biak sehingga menimbulkan penyakit. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
adalah penyakit saluran pernafasan akut yang meliputi saluran pernafasan bagian atas seperti
rhinitis, fharingitis, dan otitis serta saluran pernafasan bagian bawah seperti laryngitis,
bronchitis, bronchiolitis dan pneumonia, yang dapat berlangsung selama 14 hari. Batas waktu
14 hari diambil untuk menentukan batas akut dari penyakit tersebut. Saluran pernafasan
adalah organ mulai dari hidung sampai alveoli beserta organ seperti sinus, ruang telinga
tengah dan pleura. Pada umumnya suatu penyakit saluran pernafasan dimulai dengan
keluhan-keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit mungkin gejala-
gejala menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat jatuh dalam keadaan kegagalan
pernafasan dan mungkin meninggal. Bila sudah dalam kegagalan pernafasan maka
dibutuhkan penatalaksanaan yang lebih rumit, meskipun demikian mortalitas masih tinggi,
maka perlu diusahakan agar yang ringan tidak menjadi lebih berat dan yang sudah berat
cepat-cepat ditolong dengan tepat agar tidak jatuh dalam kegagalan pernafasan. ISPA (Infeksi
Saluran Pernapasan Akut) adalah suatu penyakit yang terbanyak di diderita oleh anak-anak,
baik di negara berkembang maupun di negara maju dan sudah mampu dan banyak dari
mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran
pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa
dewasa. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah proses inflamasi yang disebabkan
oleh virus, bakteri, atipikal (mikroplasma), atau aspirasi substansi asing yang melibatkan
suatu atau semua bagian saluran pernapasan. Infeksi saluran pernapasan akut adalah infeksi
yang terutama mengenai struktur saluran pernapasan diatas laring, tetapi kebanyakan,
penyakit ini mengenai bagian saluran atas dan bawah secara simultan atau berurutan.
Gambaran patofisioliginya meliputi infiltrat peradangan dan edema mukosa, kongesti
vaskuler, bertambahnya sekresi mukus, dan perubahan dan struktur fungsi siliare.

2.2. Gejala dan Tanda Penyakit serta Cara Diagnosis ISPA


 Gejala dan Tanda Penyakit ISPA

Penyakit ISPA meliputi hidung, telinga, tenggorokan (pharinx), trachea,


bronchioli dan paru. Tanda dan gejala penyakit ISPA pada anak bermacam-macam
seperti batuk, kesulitan bernapas, sakit tenggorokan, pilek, demam dan sakit telinga.
Sebagian besar dari gejala saluran pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk
dan pilek tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Namun sebagian anak
akan menderita radang paru (pneumonia) bila infeksi paru ini tidak diobati dengan
anti biotik akan menyebabkan kematian.

Tanda dan gejala ISPA dibagi menjadi dua yaitu golongan umur 2 bulan
sampai 5 tahun dan golongan umur kurang dari 2 bulan :

1. Tanda dan gejala ISPA untuk golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun

Pneumonia berat, bila disertai napas sesak yaitu ada tarikan dinding
dada bagian bawah kedalam pada waktu anak menarik napas (pada saat diperiksa
anak harus dalam keadaan tenang, tidak menangis/meronta).

Pneumonia, bila disertai napas cepat, batas napas cepat adalah untuk
umur 2 bulan sampai < 12 bulan sama dengan 50 kali permenit atau lebih, untuk
umur 1-5 tahun sama dengan 40 kali permenit atau lebih.

Bukan pneumonia (batuk pilek biasa), bila tidak ditemukan tarikan


dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas cepat.

2. Tanda dan gejala ISPA untuk golongan umur kurang dari 2 bulan

Pneumonia berat, bila disertai tanda tarikan kuat dinding dada bagian
bawah atau napas cepat. Atas napas cepat untuk golongan umur kurang dari 2
bulan yaitu 60 kali permenit atau lebih.

Bukan pneumonia (batuk pilek biasa), bila tidak ditemukan tanda


tarikan kuat dinding dada bagia bawah atau napas cepat.

Tanda dan gejala ISPA berdasarkan tingkat keparahan :

1. Gejala dari ISPA ringan


Seseorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan jika ditemukan satu
atau lebih gejala-gejala seperti, batuk, serak, pilek, panas atau demam serta suhu
badan lebih dari 37⁰C.

2. Gejala dari ISPA sedang

Seseorang anak dinyatakan menderita ISPA sedang jika dijumpai


gejala dari ISPA ringan disertai satu atau lebih gejala-gejala seperti, pernafasan
cepat (fast breating), suhu lebih dari 39⁰C (diukur dengan termometer),
tenggorokan berwarna merah, timbul bercak-bercak merah pada kulit menyerupai
bercak campak, telinga sakit atau mengeluarkan nanah dari lubang telinga dan
pernafasan berbunyi seperti mengorok (mendengkur).

3. Gejala dari ISPA berat

Seseorang anak dinyatakan menderita ISPA berat jika dijumpai gejal-


gejala ISPA ringan atau ISPA sedang disertai satu atau lebih gejala-gejala seperti,
bibir atau kulit membiru, anak tidak sadar atau kesadaran menurun, pernafasan
berbunyi seperti mengorok dan anak tampak gelisah, sela iga tertarik kedalam
pada waktu bernafas, nadi cepat lebih dari 160 kali per menit atau tidak teraba
serta tenggorokan berwarna merah.

 Cara Diagnosis

Diagnosis ISPA oleh karena virus dapat ditegakkan dengan pemeriksaan


laboratorium terhadap jasad renik itu sendiri. Pemeriksaan yang dilakukan adalah
biakan virus, serologis, diagnostik virus secara langsung. Sedangkan diagnosis ISPA
oleh karena bakteri dilakukan dengan pemeriksaan sputum, biakan darah, biakan
cairan pleura.

Diagnosis etiologi pnemonia pada balita sulit untuk ditegakkan karena dahak
biasanya sukar diperoleh. Sedangkan prosedur pemeriksaan imunologi belum
memberikan hasil yang memuaskan untuk menentukan adanya bakteri sebagai
penyebab pnemonia, hanya biakan spesimen fungsi atau aspirasi paru serta
pemeriksaan spesimen darah yang dapat diandalkan untuk membantu menegakkan
diagnosis etiologi pnemonia. Pemeriksaan cara ini sangat efektif untuk mendapatkan
dan menentukan jenis bakteri penyebab pnemonia pada balita, namun disisi lain
dianggap prosedur yang berbahaya dan bertentangan dengan etika (terutama jika
semata untuk tujuan penelitian). Dengan pertimbangan tersebut, diagnosa bakteri
penyebab pnemonia bagi balita di Indonesia mendasarkan pada hasil penelitian asing
(melalui publikasi WHO), bahwa Streptococcus, Pnemonia dan Hemophylus
influenzae merupakan bakteri yang selalu ditemukan pada penelitian etiologi di
negara berkembang. Di negara maju pnemonia pada balita disebabkan oleh virus.
Diagnosis pnemonia pada balita didasarkan pada adanya batuk dan atau kesukaran
bernafas disertai peningkatan frekuensi nafas (nafas cepat) sesuai umur. Rujukan
penderita pnemonia berat dilakukan dengan gejala batuk atau kesukaran bernafas yang
disertai adanya gejala tidak sadar dan tidak dapat minum. Pada klasifikasi bukan
pneumonia maka diagnosisnya adalah batuk pilek biasa (common cold), pharyngitis,
tonsilitis, otitis atau penyakit non-pnemonia lainnya.

2.3. Cara Mengobati ISPA

Untuk mendiagnosis pasien dengan klasifikasi ISPA yang tepat memerlukan


pemeriksaan penunjang, maka dari itu hubungi tim medis yang ahli untuk melakukannya. Hal
ini sangat penting berkaitan dengan pengobatan ISPA, karena berbeda diagnosis akan berbeda
pula pengobatannya. Pengobatan ISPA yang masih sangat ringan biasanya tanpa dilakukan
perhatian khusus akan sembuh sendiri, namun kita tetap perlu waspada terhadap penyakit ini.

Kewaspadaan terhadap pengobatan ISPA ini dilakukan karena dapat berakibat fatal
terutama bagi anak. Jika penyakit ISPA berlangsung tanpa upaya preventif maka dapat
menyebabkan penyakit yang semakin memberat kita ambil contoh pneumonia (sebagai
penyakit yang cukup banyak kasusnya). Pada pneumonia perlu diberi obat antibiotik seperti
kotrimoksasol, jika terjadi alergi / tidak cocok dapat diberikan Amoksilin, Penisilin,
Ampisilin. Sedangkan pada pneumonia berat diperlukan rawat inap di rumah sakit. Jika
seorang anak telah diketahui terserang, pengobatan ISPA sesegara mungkin perlu dilakukan.
Selain itu juga perlu diperhatikan untuk mencegah penyakit semakin memberat seperti
memberi makanan yang gurih, dll.

III. PENUTUP
Kesimpulan
Seperti yang sudah diuraikan diatas, ISPA merupakan terjadinya infeksi yang parah
pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara atau paru-paru. Gejala yang muncul akibat
ISPA adalah hidung tersumbat atau berair, paru-paru terasa terhambat, batuk-batuk dan
tenggorokan terasa sakit, kerap merasa kelelahan dan tubuh terasa sakit. Seseorang dapat
tertular ISPA ketika orang tersebut menghirup udara yang mengandung virus atau
bakteri.Virus atau bakteri ini dikeluarkan oleh penderita infeksi saluran pernapasan melalui
bersin atau ketika batuk.

Sejauh ini belum ada obat yang efektif untuk membunuh kebanyakan virus yang
menyerang manusia. Pengobatan yang dilakukan biasanya hanya untuk meredakan gejala
yang muncul akibat infeksi virus.

DAFTAR PUSTAKA

Rahmawati, H.D. 2002. ISPA Gangguan Pernafasan pada Anak.Bandung. Nuha Medika.