Anda di halaman 1dari 10

1.

JUDUL PENELITIAN
IDENTIFIKASI ZAT PEWARNA BERBAHAYA (RHODAMIN B)
PADA BUAH KOLANG-KALING DI PASAR KECAMATAN
MEJOBO KABUPATEN KUDUS

2. LATAR BELAKANG MASALAH

Warna dari suatu produk makanan atau minuman merupakan salah satu
ciri yang penting. Warna merupakan salah satu kriteria dasar untuk menentukan
kualitas makanan, antara lain warna dapat memberi petunjuk mengenai perubahan
kimia dalam makanan, seperti pencoklatan
Zat warna alami mengandung pigmen yang secara umum berasal dari
tumbuh-tumbuhan, tetapi beberapa zat warna alami tidak menguntungkan, tidak
stabil selama proses dan penyimpanan. Kestabilan zat warna alami tergantung
pada beberapa faktor antara lain cahaya, oksigen, logam berat, oksidasi,
temperatur, keadaan air, dan pH, sehingga penggunaan zat warna sintetik pun
semakin meluas. Keunggulan zat warna sintetik antara lain lebih murah, lebih
mudah untuk digunakan, lebih stabil, lebih tahan terhadap berbagai kondisi
lingkungan, daya mewarnainya lebih kuat, dan memiliki rentang warna yang lebih
luas.
Beberapa zat warna sintetis ada yang membahayakan kesehatan sehingga
tidak diijinkan penggunaannya. Beberapa produsen makanan dan minuman masih
menggunakan zat warna sintetis yang dilarang tersebut untuk produknya dengan
alasan zat warna tersebut memiliki warna yang cerah, praktis digunakan,
harganya relatif murah, serta tersedia dalam kemasan kecil di pasaran sehingga
memungkinkan masyarakat tingkat bawah untuk membelinya.
Penambahan zat warna (rhodamin B) dalam makanan, minuma seperti
buah kolang-kaling sebagai pelengkap minuman es buah mempunyai pengaruh
yang sangat besar terhadap selera dan daya tarik konsumen.
Rhodamin B merupakan zat warna sintetik yang umum digunakan sebagai
pewarna tekstil. Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 28,Tahun 2004, rhodamin
B merupakan zat warna tambahan yang dilarang penggunaannya dalam produk-
produk pangan
Rhodamin B dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan, iritasi kulit,
iritasi pada mata, iritasi pada saluran pencernaan, keracunan, dan gangguan hati.
Zat warna rhodamin B walaupun telah dilarang penggunaanya ternyata masih ada
produsen yang sengaja menambahkan zat warna rhodamin B untuk buah kolang-
kaling sebagai pewarna merah dengan alasan warnanya sangat bagus, mudah
didapat, dan murah harganya.
Sampel diambil dari pedagang buah kolang-kaling yang beredar di pasar
Kecamatan Mejobo kabupaten kudus. Pasar yang merupakan tempat masyarakat
laweyan berjual beli sebanyak 6 pasar, yaitu Pasar Brayung, Pasar Mrapat,
PasarJepang, Pasar Ndoro, Pasar Wergu, Pasar bareng,. Penetapan lokasi ini
karena di pasar Kecamatan Mejobo Kabupaten kudus penjualan buah kolang-
kaling relatif besar. Dalam sehari pedagang mampu menjual rata-rata 20kg buah
kolang-kaling setiap hari,
Hal ini membuktikan bahwa kolang-kaling banyak dikonsumsi
masyarakat sebagai minuman eh buah. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk
mengetahui apakah zat warna rhodamin B masih digunakan sebagai pewarna pada
buah kolang-kaling yang beredar di pasar Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus .

3. RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan yaitu:


a. Apakah zat warna rhodamin B masih digunakan sebagai pewarna pada buah
kolang-kaling yang beredar di pasar Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus?

4. TUJUAN

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :


a. Membuktikan ada tidaknya penggunaan zat warna rhodamin B sebagai
pewarna pada buah kolang-kaling yang beredar di pasar Kecamatan Mejobo
Kabupaten Kudus.

5. LUARAN PENELITIAN
Luaran dari penelitian ini adalah wawasan masyarakat semakin bertambah
mengenai pewarna berbahaya bagi kesehatan.

6. KONTRIBUSI PENELITIAN
Kegunaan dari program ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai
pihak, diantaranya yaitu :
a. Bagi Masyarakat
Hasil program penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam menambah
pengetahuan masyarakat tentang pewarna berbahaya terutama Rhodamin B.
b. Bagi peneliti lain
Hasil program penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti lain
sebagai bahan rujukan dalam pengembangan penelitian lebih lanjut.
c. Bagi Kesehatan Sosial
Hasil program penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk mencegah terkena
penyakit akibat pewarna berbahaya pada makanan dan minuman.

7. TINJAUAN PUSTAKA

Bahan pewarna makanan terdiri dari dua jenis yaitu yang alami dan
sintetik berikut disamping hanya yang sintetik saja. Bahan pewarna sintetik yang
telah dihasilkan para ahli kimia berasal dari Coal Tar, yang jumlahnya ratusan.
Pewarna sintetik yang juga disebut pewarna buatan, banyak disenangi oleh
industri pangan maupun non pangan (tekstil, kulit dan kertas).

Dari ratusan pewarna sintetik tersebut terdapat beberapa bahan pewarna


yang bersifat toksik atau racun, bahkan ada yang bersifat karsinogenik (dapat
menstimulir timbulnya kanker), Rhodamin B yang berwarna merah adalah salah
satunya. Disamping Rhodamin B yang telah dilarang digunakan dalam makanan
adalah Amarath (merah) dan Methanil Yellow (kuning).

Ada segi istimewanya zat pewarna tersebut karena murah harganya,


mudah larut dan menyebar serta memberi warna cerah yang merata, membuat
warna makin lebih menarik, dan menyebabkan warna asli produk yang luntur
atau hilang atau berubah selama proses pengolahan.

Sosialisasi dari pemerintah ke para industri UKM, tidak segampang yang


diperkirakan orang. Tetapi kalau penggunaan Rhodamin B masih juga digunakan
oleh suatu industri besar yang kerjanya sehari-hari melakukan eksport terasa agak
janggal.

Rhodamin B (D&C Red No. 19; C.I.Basic Violet 10; C.I.45170)


Rhodamin B adalah zat warna sintetis berbentuk serbuk kristal berwarna
kehijauan, berwarna merah keunguan dalam bentuk terlarut pada konsentrasi
tinggi dan berwarna merah terang pada konsentrasi rendah. Rhodamin B sangat
larut dalam air dan alcohol.
Rumus kimia Rhodamin B seperti terlihat pada gambar (a) di bawah ini
dan absorpsi serta Flourescene Imission Spektra seperti tertera dalam gambar (b).

Toksisitasnya : Termasuk bahan kimia berbahaya (harmful).


Berbahaya bila tertelan, terhisap pernapasan atau terserap melalui kulit.
Toksisitasnya adalah ORL - RAT LDLO 500 mg Kg-1.
Tabel 1. Data Rhodamin B
NoPewarna Sintetis Warna Mudah larut di air
1 Rhodamin B Merah Tidak
2 Methanil Yellow Kuning Tidak
3 Malachite Green Hijau Tidak
4 Sunset Yelow Kuning Ya
5 Tatrazine Kuning Ya
6 Brilliant Blue Biru Ya
7 Carmoisine Merah Ya
8 Erythrosine Merah Ya
9 Fast Red E Merah Ya
10 Amaranth Merah Ya
11 Indigo Carmine Biru Ya
12 Ponceau 4R Merah Ya

Tabel 2. Data Rhodamin B


No Keterangan Penjelasan
1 Nomor CAS Sangat larut dalam air dan alkohol; sedikit larut
2 Nomor IMIS dalam asam klorida dan natrium hidroksida
3 Titik lebur N-[9-(2-karboksifenil)-6-(dietilamino)-3H
4 Kelarutan anthene-3- ylidine]-N-etiletanaminium klorida.
5 Tetraetilrhodamin; D & C Red No 19; Rhodamin
6 Nama kimia B Klorida; C.I basic violet 10: C.I. 45170
Kristal hijau atau serbuk merah violet
7 Sinonim

8 Deskripsi

9 479,02
C28 H31N203Cl
Berat 81-88-9
molekul 0848
Rumus 1650C
molekul
8. METODE PENELITIAN

a) TEKNIK ANALISIS SEDERHANA

Teknik Analisa Sederhana adalah mendeteksi zat pewarna sintetik


dapat dilakukan secara sederhana dengan menggunakan peralatan yang
sederhana, seperti gelas, air dan kertas saring. Sehingga tidak diperlukan
adanya pelarut ataupun memerlukan tersedianya peralatan khusus. Metoda ini
dapat dikerjakan di rumah maupun di lapangan. Keistimewaan atau
keuntungan penting dari metoda tersebut adalah karena cara analisisnya tidak
membutuhkan ketersediaan zat pewarna-pewarna standar apapun.

Ide dari metoda sederhana ini didasarkan pada kemampuan zat


pewarna tekstil yang berbeda dengan zat pewarna makanan sintetis, di
antaranya karena daya kelarutannya dalam air yang berbeda. Zat pewarna
tekstil seperti misalnya Rhodamin B (merah), Methanil Yellow (kuning), dan
Malachite Green (hijau), bersifat tidak mudah larut dalam air. Pada Tabel 1,
dapat dilihat daftar beberapa pewarna sintetik yang mudah larut dan tidak
mudah larut dalam air.

Sedangkan prinsip kerjanya adalah kromatograph kertas dengan


pelarut air (PAM, destilata, atau air sumur). Setelah zat pewarna diteteskan di
ujung kertas rembesan (elusi), air dari bawah akan mampu menyeret zat-zat
pewrna yang larut dalam air (zat pewarn makanan) lebih jauh dibandingkan
dengan zat pewarna tekstil.

Cara kerja analisa ini adalah melarutkan suatu zat pewarna yang
dicurigai ke dalam air destilata, sehingga didapat konsentrasi 1,0 mg/ml atau 1
g/l, kemudian larutan tersebut diteteskan (spot) pada +2 cm dari ujung kertas
saring yang berukuran 20x20 cm. Selanjutnya kertas saring tersebut
dimasukkan ke dalam gelas yang telah diisi air secukupnya (diletakkan 1-1,5
cm dari basar gelas). Air akan terhisap secara kapiler atau merembes ke atas,
dan air dibirkan merembes sampai 3/4 tinggi gelas. Kertas saring diangkat dan
dikeringkan di udara. Setelah kering, kertas dilipat dua dan dilipat lagi
menjadi tiga seperti telihat pada Gambar 1, sehingga terdapat 8 bagian antara
spot asli dan batas pelarut. Seluruh analisis ini dapat selesai kurang dari 1,5
jam. Hasilnya zat pewarna tekstil praktis tidak bergerak pada tempatnya.
9. JADWAL KEGIATAN PENELITIAN

Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5


No Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Tahap
Persiapan
2. Tahap
penduhulua
n
3. Tahap
persiapan
bahan
4. Tahap
Analisis
5. Penyusunan
Laporan
6. Penyerahan
Laporan
Akhir
10. NAMA DAN BIODATA KETUA DAN ANGGOTA
a. Ketua Pelaksana Kegiatan
Nama Lengkap : Hermawan Agung P
NIM : 430140864
Fakultas/ Program Studi : FMIPA/ Pend. Kimia
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang
Waktu untuk kegiatan : 16 jam/ minggu
b. Anggota Pelaksana I
Nama Lengkap :
NIM :
Fakultas/ Program Studi : FMIPA/ Pend. Kimia
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang
Waktu untuk kegiatan : 16 jam/ minggu

c. Anggota Pelaksana II
Nama Lengkap :
NIM :
Fakultas/ Program Studi :
Perguruan Tinggi :
Waktu untuk kegiatan : 16 jam/ minggu

11. NAMA DAN BIODATA DOSEN PEMBIMBING


Nama Lengkap dan Gelar : Dra.Sri Mantini Rahayu , M.Si
NIP : IV c, 19501017 197603 2 001
Jabatan Fungsional : Lektor Kepala
Jabatan Struktural : Dosen Pembimbing karya ilmiah
Fakultas/Program Studi : FMIPA/Kimia
Bidang Keahlian : Kimia Anorganik
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang (UNNES)
Waktu untuk kegiatan : 16 jam/ minggu

12. Rincian Anggaran Kegiatan Penelitian


1) Bahan Habis Pakai
a. Kertas A4 2 rim @ Rp. 30.000,00 Rp. 60.000,00
b. Kolang-kaling 6@5Kg @ Rp. 15.000,00 Rp. 450.000,00
c. Alcohol 96% 6 liter @ Rp. 50.000,00 Rp. 240.000,00

Jumlah Rp. 750.000,00

2) Peralatan penunjang
a. Glass Beker 6 @ Rp. 50.000,00 Rp. 300.000,00
b. Kertas Saring Rp. 300.000,00 Rp. 300.000,00

Jumlah Rp. 600.000,00


3) Perjalanan Rp. 200.000,00

4) Lain-lain
a. Pengurusan perijinan Rp. 250.000,00
b. Dokumentasi Rp. 100.000,00
c. Penyusunan laporan akhir dan artikel ilmiah Rp. 100.000,00
Jumlah Rp. 450.000,00

Jumlah Total Rp. 2.000.000,00

13. LAMPIRAN

a. Daftar Pustaka

b. Daftar Riwayat Hidup

1. Ketua Pelaksana Kegiatan


Nama Lengkap : Hermawan Agung P
NIM : 430140864
Fakultas/ Program Studi : FMIPA/ Pend. Kimia
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang
Waktu untuk kegiatan : 16 jam/ minggu
No Hp : 085641109553
Riwayat Pendidikan : SDN 1 Mejobo
SMPN 1 Mejobo
SMAN 1 Bae Kudus

c. Foto Kopi Kartu Mahasiswa