Anda di halaman 1dari 9

Perkembangan kendaraan listrik

Kelemahan: umur baterai terbatas(2 tahun), laju rendah(28-40km/jam), jarak tempuh sekali cas
baterai (40-60km), waktu pengisian baterai yang cukup lama (sekitar 6-8 jam).

Kelebihan: lebih murah dibandikan sepeda motor berbahan bakar, perawatan lebih mudah, tidak
menyebabkan polusi, biaya operasional murah.

Syahrul Ramadhan(UNY)

Cara pemanfaatan perputaran roda menjadi energi listrik yaitu dengan menyiapkan motor listrik
pada sepeda listrik. Kemudian hubungkan dynamo pada tromol dan aki menggunakan kabel
penghubung. Tromol(Rem tromol adalah rem yang bekerja atas dasar gesekan antara kampas rem
dengan tromol (drum) yang ikut berputar dengan putaran roda kendaraan, sehingga diharapkan
dapat mengurangi laju motor secara perlahan). Menghubungkan aki denganrangkaian inverter untuk
sistem charger. Lalu menghubungkan rangkaian inverter dengan stabilizer(Stabilizer adalah alat
untuk menjaga agar tegangan arus listrik pada instalasi listrik tetap normal atau tetap stabil, aliran
listrik yang tidak stabil akibat pencurian daya listrik, perubahan cuaca atau terkena hambatan secara
mendadak saat melewati kebel, dapat menyebabkab perubahan voltase atau tegangan yang tidak
stabil) dengan menggunakan kabel penghubung kemudian stabilizer dihubungkn ke sistem
pengecasan pada motor listrik. Besar energi yang dihasilkan dengan kecepatan 20km/jam dengan
perbandingan puli 1:2,8 selama 1 jam adalah 30Wh, untuk kecepatan 50km/jam adalah 78,1264Wh.
Prinsipnya memanfaatkan energi listrik yang dihasilkan dari energi gerak pada putaran roda
kendaraan motor tersebut.

Hukum Faraday

Makin cepat terjadinya perubahan fluks magnetic(ukuran atau jumlah medan magnet B yang
melewati luas penampang tertentu, misalnya kumparan kawat (hal ini sering pula disebut
"kerapatan medan magnet"). Satuan fluks magnetik dalam Satuan Internasional adalah weber (Wb)
(Weber merupakan satuan turunan dari volt-detik) makin besar GGL induksi yang ditimbulkan (beda
potensial yang terjadi pada ujung-ujung kumparan karena pengaruh induksi elektromagnetik).

Bunyi hukum faraday

 Jika sepotong kawat penghantar listrik berada dalam medan magnet yang berubah-ubah,
mka didlm kawat tsb akn trbntuk GGL induksi.
 Jika sepotong kawat penghantar listrik digerak-gerakkan dlm medan magnet, maka dlm
kawat penghantar tsb akan trbntuk GGL induksi.

Generator

Prinsip kerja nya berdasarkan induksi elektromagnetik(Induksi elektromagnetik adalah peristiwa


timbulnya arus listrik akibat adanya perubahan fluks magnetic. Fluks magnetic adalah banyaknya
garis gaya magnet yang menembus suatu bidang).

 Kumparan pembangkit yang terdapat pada alternator diam sedangkan untuk generator
berputar.
 Kumparan medan pada alternator dan generator terbalik dengan kumparan pembangkit.
Untuk alternator berputar dan generator diam.
 Produksi arus pada alternator tidak memerlukan regulasi sedangkan untuk generator perlu
untuk diregulasi.
 Keuntungan yang didapat dari alternator adalah pada putaran rendah sudah dalam tegangan
yang cukup sedangkan pada generator pada putaran rendah tegangan yang dimiliki kecil.
 Kerugian atau yang lebih baik disebut dalam kekurangan adalah generator memerlukan
tempat yang lebih luas dibandingkan alternator.

Generator listrik

Generator listrik merupakan alat yang dipakai untuk menghasilkan tenaga listrik. Generator listrik
juga merupakan salah satu alat konversi energi yaitu merubah energi gerak menjadi energi listrik.
Tenaga gerak yang digunakan pada generator listrik ini bermacam-macam, misalnya dari turbin air,
kincir angin, motor bakar dan lain sebagainya. Kerja generator listrik adalah untuk menghasilkan
tegangan induksi listrik yang di dapatkan dari sebuah konduktor (penghantar) yang memotong
medan magnet. Sebuah kumparan yang diletakkan di antara dua buah medan megnet yang memiliki
kutub selatan dan kutub utara kemudian kumparan tersebut diputar maka akan terjadi perpotongan
medan magnet yang menyebabkan terjadinya perubahan jumlah garis gaya magnet. Perubahan
jumlah garis gaya magnet ini akan menimbulkan gaya gerak listrik (GGL) diujung-ujung kumparan.
Hal tersebutlah yang menyebabkan timbulnya energi listrik pada generator listrik.

Motor listrik

Motor listrik juga merupakan salah satu alat konversi energi. Berbeda dengan generator listrik, bila
generator listrik merubah energi gerak menjadi energi listrik namun pada motor listrik ini merubah
energi listrik menjadi energi gerak. Pemanfaatan motor listrik ini dapat kita temukan disekitar kita,
contohnya pada alat blender, motor starter, kipas angin, pompa air dan lain sebagainya. Kerja dari
motor listrik ini adalah dengan memanfaatkan energi listrik untuk membuat medan magnet atau
elektromagnet. Seperti yang sudah kita ketahui bila kutub-kutub magnet yang sama (senama) saling
didekatkan maka akan menghasilkan gaya tolak menolak sedangkan apabila kutub-kutub magnet
yang tidak sama didekatkan maka akan menghasilkan gaya tarik menarik.

Dinamo adalah system penggerak yang membutuhkan listrik untuk memfungsikannya. Generator
adalah sumber daya listrik yang sudah dilengkapi mesin penggerak untuk menghasilkan listrik Jadi
perbedaannya kalo Dinamo itu system penggerak atau alatnya sedangkan kalo Generator itu Sumber
dayanya

Generator DC

Arah arus induksinya tidak berubah karena cincin yang digunkan pd generator DC berupa cincin
belah (komutator),

Transformator

Merupakan komponen electromagnet yang dapat mengubah besar kecilnya tegangan AC. Trafo step
down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit dr pd lilitan primer sehingga berfungsi untuk
menurunkan tegangan. Trafo jenis ini d temui pada adaptor AC-DC.

Hukum Ohm
berfungsi bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus
dgn beda potensial yg diterapkan kepadanya. Bunyi hukum Ohm,” jika suatu arus listrik melalui
suatu penghantar, maka kekuatan arus tersebut adalah sebanding dengan tegangan listrik yg trdpt
diantara kedua ujung penghntar tadi”.

Hukum Kirchoff
HK Kirchoff I

Jumlah kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yg keluar dari
titik percabangan.

HK Kirchoff II

Pada rangkaian tertutup jumlah aljabar GGL (ε) dan jumlah penurunan potensial (IR) sama dengan
nol. Jumlah tegangan dalam satu rangkaian tertutup sama dengan nol.

Gaya Lorenz

Gaya yang dialami kawat berarus listrik di dalam medan magnet.

F=BIL

B:kuat medan magnet

I:kuat arus listrik

L:Panjang penghantar

Pengukuran besaran listrik

Instrument adalah piranti yg digunakan dlm pengukuran utk memperoleh data. Alat ukur listrik
adalah alat ukur yang digunkan utk mengukur esran-besaran listrik beserta turunan-turunannya
seperti tegangan, arus, daya, frekuensi dan hambatan.

Teknik Pengukuran dengan Alat Ukur

Satuan-satuan dalam pengukuran besaran listrik

 Arus Listrik (I) = Ampere (A)


banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron, mengalir
melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu.
 Tegangan (V) = Volt (V)
perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam
satuan volt
 Tahanan (R) = Ohm(Ω)
sesuatu yang dapat mengurangi arus listrik.
 Daya Semu (S) = Voltampere(VA)
Daya semu atau daya total (S), ataupun juga dikenal dalam Bahasa Inggris Apparent Power,
adalah hasil perkalian antara tegangan efektif (root-mean-square) dengan arus efektif (root-
mean-square).
S = VRMS x IRMS
Tegangan RMS (VRMS) adalah nilai tegangan listrik AC yang akan menghasilkan daya yang
sama dengan daya listrik DC ekuivalen pada suatu beban resistif yang sama. Pengertian
tersebut juga berlaku pada arus RMS. 220 volt tegangan listrik rumah kita adalah tegangan
RMS (tegangan efektif). Secara sederhana, 220 volt tersebut adalah 0,707 bagian dari
tegangan maksimum sinusoidal AC. Berikut adalah rumus sederhana perhitungan tegangan
RMS:
V_{RMS}=\dfrac {V_{max}}{\sqrt {2}}
Demikian pula dengan rumus perhitungan arus RMS:
I_{RMS}=\dfrac {I_{max}}{\sqrt {2}}
Dimana Vmax dan Imax adalah nilai tegangan maupun arus listrik pada titik tertinggi di grafik
gelombang sinusoidal listrik AC.
Nilai Tegangan RMS pada Grafik Sinusoidal Tegangan Listrik AC
(Sumber)
 Daya Nyata (P) = Watt (W)
daya nyata adalah daya yang dibutuhkan oleh beban resistif. Daya nyata menunjukkan
adanya aliran energi listrik dari pembangkit listrik ke jaringan beban untuk dapat
dikonversikan menjadi energi lain. Sebagai contoh, daya nyata yang digunakan untuk
menyalakan kompor listrik. Energi listrik yang mengalir dari jaringan dan masuk ke kompor
listrik, dikonversikan menjadi energi panas oleh elemen pemanas kompor tersebut.
Daya listrik pada arus listrik DC, dirumuskan sebagai perkalian arus listrik dengan tegangan.
P=IxV
 Daya Reaktif (Q) = Voltampere Reaktif (VAR)
daya reaktif adalah daya yang dibutuhkan untuk membangkitkan medan magnet di
kumparan-kumparan beban induktif. Seperti pada motor listrik induksi misalnya, medan
magnet yang dibangkitkan oleh daya reaktif di kumparan stator berfungsi untuk
menginduksi rotor sehingga tercipta medan magnet induksi pada komponen rotor. Pada
trafo, daya reaktif berfungsi untuk membangkitkan medan magnet pada kumparan primer,
sehingga medan magnet primer tersebut menginduksi kumparan sekunder.
 Induktansi (L) = Henry (H)
sifat dari rangkaian elektronika yang menyebabkan timbulnya potensial listrik secara
proporsional terhadap arus yang mengalir pada rangkaian tersebut, sifat ini disebut sebagai
induktansi sendiri, sedangkan apabila potensial listrik dalam suatu rangkaian ditimbulkan
oleh perubahan arus dari rangkaian lain disebut sebagai induktansi bersama.
 Kapasitansi (C) = Farad (F)
ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan (atau dipisahkan) untuk sebuah potensial listrik
yang telah ditentukan.
 Muatan Listrik (Q) = Coulomb (C)
muatan dasar yang dimiliki suatu benda, yang membuatnya mengalami gaya pada benda lain
yang berdekatan dan juga memiliki muatan listrik. Simbol Q sering digunakan untuk
menggambarkan muatan
 Luas = m2
 Volume = m3
 Kecepatan = m/s
 Gaya = newton
 Energi = joule

Penggunaan Amperemeter

Cara pemasangan amperemeter dengan beban harus dihubung secara seri

Besaran Arus Searah

Jika arus yang diukur melebihi batas ukur maka dipasang tahanan parallel R-shunt dengan
amperemeter
Besaran Arus Bolak-balik

Jika arus yang diukur melebihi batas ukur maka dipsang impedansi parallel Z-shunt dengan
amperemeter.

Ket

Zi = Ri + jwL

Zsh = Rsh + jwLsh

Penggunaan Voltmeter

Untuk mengukur tegangan pada terminal atau ujung dr rangkain digunakan voltmeter yg
dihubungkan parallel terhadap beban yang hendak diketahui tegangannya.

Memperbesar batas ukur

Besaran searah

Voltmeter dipasang seri dengan tahanan Rshunt


Besaran arus bolak balik

Penggunaan Ohmmeter

Ohm meter digunakan untuk memeriksa nilai reista listrik. Cara menggunakan ohm meter

 Pastikan tegangan listrik sudah tdk terhubung


 Pasangkan kedua probe pada kedua soket
 Putar selector ke skala angka yang paling besar ( ohm )
 Verifikasi dengan mengecek nilai ohm (kalibrasi)
 Pengukuran

Penggunaan Multimeter

Mengukur tegangan AC

 Selektor pada posisi DCV


 Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan tegangan yang akan diukur
 Tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan di cek sesuai + dan – probe

Mengukur tegangan AC

 Selector pada posisi ACV


 Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan tegangan yang akan diukur
 Tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan di cek

Mengukur kuat arus DC

 Selector pada posisi DCA


 Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan arus yang akan diukur
 Perhatikan batas maksimal kuat arus yang dapat dukur oleh multimeter agar fuse tdk putus
 Pemasangan probe dengan memutus salah satu cau daya ke beban yang akan dicek arusnya
 Hubungkan probe + dan – sesuai

Mengecek Koneksi

 Selktor pada posisi ohmmeter


 Pilih batas ukur X1
 Hubungkan kedua probe multimeter ke kedua ujung/ terminal yang akan dicek koneksinya
 Semakin kecil angka yang ditujukkan semakin baik konektifitasnya
 Jika tidk ada angka yg ditunjukkan maka kemungkinan kabel/terminal putus

Cara kerja dan Sumber Tenaga Sepeda Motor

 Voltase
Perbedaan potensial listrik antara duakutub dalam rangkaian listrik. Merangkain baterai
secara seri dapat menambah voltase jika dirangkai dengan parallel maka voltase harus sama
jika tdk maka akan trjdi short sebesar volt. Jika spesifikasi 12 v maka semua komponen harus
kompatibel dengan 12 V. voltmeter dipasang parallel dengan beban.
 Amperehour
Banyak nya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Arus mengalir sesuai kebutuhan
beban. Arus yang dibawah 5A dapat menggunakan kabel 3mm, untuk 10-20A menggunakan
5mm, 50-100A kabel sebesar jari kelingking, 100-250A kabel sebesar ibu jari. Amperehour
adalah satuan kapasitas aki/baterai atau amper yang dapat dialirkan dalam waktu satu jam.
 Daya Listrik
Adalah laju hantaran enegi listrik dlm rangkaian listrik. Output tenaga horse power yang
dihasilkan 1HP=736W. alat ukurnya Watthourmeter dengan skala 1 jam, sedngkan wattage
meter berdasarkan hitungan V dan I saat itu.

Cara Kerja Sepeda Motor Listrik


Dengan menggunakan aki untuk menyuplai sumber energi listrik untuk menggerakkan motor. Motor
dipasang pada bagian belakang roda dengan tambahan rantai dan spocket sebab motor DC brush.
Tenaga yang dihasilkan sepda listrik tergantung jenis aki/baterai yang digunakan.

Sepeda Listrik Hybrid

Sistem pembangkit listrik yang trdiri dari 2 atau lebih sistem pembangkit dengan sumber energi yang
berbeda. Kelebihannya meningkatkan waktu layanan listrik secara ekeonomis. Contohnya, dynamo
dipasang pada poros2 roda seperti motor listrik, ketika sepeda motor listrik jalan maka roda akan
berputar sehingga akan menghasilkan listrik yg akan ditampung pada aki. Perlu tenaga pemancing
yaitu aki kering. Setelah jalan pada kecepatan tertentu sakelar diubah ke aliran dynamo. Caranya
putus rangkaian plus aki kering ke motor listrik dan hubungkan ke kabel plus dynamo yang sudah
diparalel 4 buah dengan sakelar pemindah arus. Hubungkan kabel minus dynamo ke minus aki
kering. Pasang dynamo pada roda kemudian dirangkai parallel dan dihubungkan ke mesin listrik atau
sakelar. Cara pemakaiannya , hidupkan motor dengan aki kering, setelah jlan pada kecepatan
trtentu, misalnya 20km/jam pindahkan sakelar ke dynamo.

Peningkatan Kapasitas Baterai/aki

Penambahan alternator dapat menambah jelajah sepeda listrik. Alternator dapat digunakan untuk
pengisian ulang pemasok daya listrik ketika sepeda sedang berjalan. Jika alternator dihubungkan
serantai ke motor listrik dan secara simultan mengaliri listrik molis dan mencas ulang aki.
Penggunaan kapasitor supercell molis Pwkincaid lbh banyak menyimpan energi dan cepat cas ulang
dan hidup lebih lama. Aki kering hanya direkomendasikan 30% DOD( tingkat pengeluaran energi
pada aki) agar life cycle nya lama.

Akumulator

12Ah/20Hr artinya: jika batrai tsb dipakai habis dalam 20 jam maka kapasitasnya adalah 12Ah.
Dengan kata lain 12V 12Ah 20hr artinya aki itu awet dipakai jika kapasitas dihabiskan minimal dalam
waktu 20 jam atau lebih.

Merangkai atau Membeli Sepeda Motor Listrik

Yang perlu dipersiapkan guna sepeda motor listrik adalah:

 Frame: tergantung kebutuhan dan gaya


 Motor: mesin utama penggerak yang akan tersinkronisasi dengan segala komponen lain
 Baterai: sumber energi
 Controller
 Charger
 Contactor: perangkat tombol yang menghubungkan ke perapian 12V dan menutup loop
sehingga mendapatkan kekuatan penuh ke controller
 DC/DC converter, sekering dan alat ukur

Motor AC Induksi

Tdk menggunakan magnet permanen melainkan menggunakan bahan induksi besi untuk
menyalurkan gaya induksi menjadi gerakan. Tidak mudah membuat pengontrol motor AC induksi.
Kelebihan: putaran maksimum yang tinggi, efisiensi tinggi.

Motor DC
Menggunakan magnet permanen.

Motor DC Brush

Motor ini hanya trdri dari kumparan yang berperan sebagai rotor lalu magnet permanen berperan
sebagai stator. Motor ini dapat dikontrol dengan mudah oleh variasi tegangan ataupun arus dengan
PWM. Kelebihan: desain sederhana dan harga murah, dapat digunakan pada tegangan rendah,
sistem kontroler yang tidak sulit dan murah, mudah dalam perawatan dan perbaikan. Kelemahan:
efisiensi rendah, tdk cocok pd tegangan kerja tinggi, top speed terbatas, brush butuh perawatan.

Motor BLDC

Magnet permanen berperan sebagai rotor. Membutuhkan hall sensor untuk mengetahui letak hall
sensor. Motor B:DC wajib menggunakan kontroler untuk dapat berputar karena hrus mengolah data
dari hall sensor. Kelebihan: torsi besar, efisiensi tinggi, pemakaian lama. Kelemahan: membutuhkan
controller yang rumit, tidak idel dalam daya tinggi dan tegangan tinggi.