Anda di halaman 1dari 14

SINDROM BOLITAS PADA BENUR

SUPRAPTO
Technical Advisor

Innovation Towards Sustainability


SINDROM BOLITAS

– Penyebab : Vibrio
– Gejala :
• Luminescens meningkat,
• Nafsu makan turun dan pertumbuhan lambat,
• Berenang lamban,
• Terjadi kerusakan pada jaringan hepatopancreas
akibat kematian jaringan.
• Terjadi Peluruhan sel ephitel HP / usus dan
• Meningkatkan angka kematian.
CIRI KHAS SINDROM BOLITAS

• Jaringan hepatopancreas
berubah membentuk bola bola
• Bola-bola berpindah ke usus
usus
• kehilangan nafsu makan
• tidak mampu mencerna
makanan
• usus kosong tanpa makanan
• Akhirnya terjadi kematian

Foto : Herman Tabrany (2018)


BOLITAS vs LIPID DROPLET

Foto : Herman Tabrany (2018)


BOLITAS

Foto : Herman Tabrany (2018)


BOLITAS

Foto : Herman Tabrany (2018)


Bolitas pada usus PL
Bolitas pada usus PL
TERDAPAT HUBUNGAN POSITIF ANTARA
SINDROM BOLITAS DENGAN SINTASAN (SR)
SAAT PANEN

(Pengamatan di tambak Madura)


TERDAPAT HUBUNGAN POSITIF ANTARA
SINDROM BOLITAS DENGAN MUNCULNYA
PENYAKIT KOTORAN PUTIH (WFD)

(kasus di salah satu tambak Sumbawa, benur memiliki


bolitas rata-rata 70% terserang WFD menjelang 1 bulan
100%)
PENGENDALIAN PENYAKIT
• APLIKASI ESSENSIAL OIL (ALPHAGUARD) DAN ACIDIFIER
(ALPHAGRO) SECARA BERGANTIAN ATAU TERPADU BILA
DIANGGAP PERLU.

• PEMBERIAN DILAKUKAN SEAWAL MUNGKIN (SAAT BENUR


SUDAH MAKAN PELET).

• DOSIS PENCEGAHAN : ALPHAGUARD 2-3 ML PER KG PAKAN,


ALPHAGRO 5 – 7 GR PER KG PAKAN. 2 KALI PER HARI.

• DOSIS PENGOBATAN : ALPHAGUARD 5 ML PER KG PAKAN,


ALPHAGRO 10 GR PER KG PAKAN (SECARA BERGANTIAN).
DIBERIKAN UNTUK SEMUA PAKAN.
MANAJEMEN PAKAN
• Jangan menggunakan blind feeding fast
growth. Gunakan yg standar (230 – 250
kg pada bulan pertama) atau paket
hemat 160 – 200 kg) per 100.000 PL.

• Berikan feed additif tsb diatas sesegera


mungkin setelah udang makan pelet.

• Kontrol pakan secara ketat dan pantau


terus kondisi usus udang.

• Jangan menggunakan indeks terlalu


tinggi.
PENCAMPURAN PAKAN DENGAN
OBAT (FEED ADDITIF)

• PENCAMPURAN DI PABRIK SESUAI PESANAN :


– Tidak ada masalah

• PENCAMPURAN OBAT DI TAMBAK :


– Timbang / takar obat sesuai dengan dosis.
– Encerkan dengan air bersih (bebas vibrio). Takaran air per kg kira-
kira 100 ml per kg. aduk rata.
– Campurkan ke pakan secara merata. (lebih bagus bila
menggunakan molen pencampur dan obat disemprotkan).

SERTAKAN DO’A MOHON KESEMBUHAN SAAT MENCAMPUR OBAT