Anda di halaman 1dari 2

Skenario klinik

Ibu siti usia 65 tahun datang ke departemen bedah mulut dan maksilofasial fkg universitas jember
dengan keluhan rasa sakit dan bengkak pada rahang atas kiri sejak 2 bulan yang lalu. Terdapat
riwayat komplikasi pencabutan 4 bulan sebelumnya. Pasien masih merasa sakit setelah pencabutan,
diikuti keluarnya pus dan darah dari luka bekas pencabutan. Pasien kadang-kadang tersedak/keselek
ketika minum dan cairan keluar melalui lubang hidung. Sebelumnya pasien sudah diberi antibiotik
clindamycin 300 mg 3x1 hari dari klinik sebelumnya. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik.
Pasien menunjukkan kondisi umum yang baik dan tanda-tanda vital yang normal. Pemeriksaan
ekstraoral ditemukan pembengkakan difuse tanpa hiperemi pada regio maksila kiri yang halus dan
tidak sakit. Pada pemeriksaan intra oral didapatkan defek post ekstraksi pada regio molar 1 kiri,
ukuran 1,5 cm dengan tampak tulang kekuningan tertutup debris dan terdapat massa 1 cm yang
halus dan sakit saat palpasi dan kemerahan disekitar tulang yang terbuka. Tidak terdapat pus pada
palpasi.

1. Verbalkan diagnosa pada kasus tersebut?


2. Verbalkan prosedur pemeriksaan untuk kasus tersebut?
3. Interpretasikan gambaran radiografi pada kasus tersebut?
4. Verbalkan rencana perawatan untuk kasus tersebut?

No. Prosedur

1 Memverbalkan diagnosa kasus


Fistula oroantral
2 Memverbalkan prosedur pemeriksaan :
Tes tiup (nose blowing test)
Pasien meniup dengan hidung tertutup dan mulut terbuka. Pada keadaan
telah terjadi fistula oroantral akan terdengar hembusan udara melalui
daerah yang mengalami kerusakan, dan pada soket gigi akan terlihat
gelembung seperti busa
3 Menginterpretasikan gambaran radiografi :
- Defek alveolar pada regio molar atas kiri dengan tepi radiopak
- Tampak sisa akar pada sisi mesial dan distal defek tersebut
4 Memverbalkan rencana perawatan kasus tersebut :
Kunjungan pertama :
- Irigasi saline pada daerah fistula hingga bersih
- Pemberian antibiotik oral clindamycin 300 mg 3x1 sehari
- (Rujuk ke sp.bm)
- Pemberian obturator (akrilik surgical splint) untuk menutup fistula
dan meminimalkan terjadinya kontaminasi luka dan antral serta
mengurangi inflamasi
Kunjungan kedua :
- Nekrotomi dan ekstraksi sisa akar
Kunjungan ketiga :
- Penutupan fistula oroantral dengan teknik pembedahan
a. Teknik flap bukal
b. Teknik flap palatal
c. Teknik kombinasi bukal dan palatal