Anda di halaman 1dari 8

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Sdr. E DENGAN GASTROENTERITIS AKUT DI


RUANG MAWAR

A. Pengkajian

1. Identitas Pasien
Nama : Sdr. E
Jenis kelamin : Laki – laki
Umur : 25 Tahun
Agama : Islam
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Gol. Darah :-
Alamat :
Tgl. Pengkajian : 23 April 2018
Diagnosa Medis : GEA

2. Identitas Penanggung jawab


Nama : Ny.A
Jenis kelamian : Laki-laki
Umur : 70 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Petani
Alamat :
Hub. Dgn pasien : Ibu

3. Keluhan Utama
Pasien mengatakan BAB cair lebih dari 5 x/hari

4. Riwayat Kesehatan Sekarang


Pada tanggal 23 April 2018 pasien datang ke Puskesmas Pundong dengan keluarga.
mengatakan pasien panas, lemah, BAB berlebihan 5 x/hari, kemudian pasien diberikan
obat oleh pihak puskesmas: paracetamol, attapulgit, dan ranitidin.
5. Riwayat Kesahatan Lalu
Keluarga pasien mengatakan belum pernah mengalami yang dialami sekarang.
6. Riwayat Kesehatan Keluarga
Dalam keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit menular dan penyakit yang
dialami pasien saat ini.
7. Keadaan Umum
a. Tingkat kesadaran : composmentis
 Eye (mata) membuka tidak sepontan :5
 Verbal :4
 Motorik :6
15

b. Tanda – tanda vital :


 Suhu : 37,5oC
 Nadi : 90
 Respirasi : 30Xmnt
 TD : 130/90 mmHg
c. Penampilan umum : Pasien tampak lemah

8. Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan umum
1) Kepala : Bentuk simetris, rambut Beruban.
2) Mata : Bentuk simetris, cekung, tidak ikterik, funsi penglihatan baik.
3) Hidung : Bentuk simetris, tidak ada lesi, mukosa merah, fungsi penciuman
baik ditandai dengan dapat membedakan bau terasi dengan balsem.
4) Mulut : Bibir merah, bentuk simetris, mukosa lembab.
5) Telinga : Bentuk simetris, tidak ada benjolan, fungsi pendengaran baik
ditandai pasien masih dapat merespon pertanyaan perawat dengan baik.
6) Leher : Bentuk simetris, tidak ada benjolan, tidak ada pembesaran
KGB.
7) Dada : Tidak sesak, paru sonor, vesikuler, tidak terdengan ronci, bunyi
jantung I dan II normal, tidak terdengar bising
8) Abdomen : Bentuk simetris, tidak ada lessi, hepar tidak teraba.
9) Ektremitas :
 Ekstremitas atas : tidak ada keluhan
 Ektremitas bawah : tidak ada keluhan
10) Integumen :Warna kulit putih, turgor kulit baik.

9. Aspek Sosial, Psiko Dan Spiritual


a. Konsep Diri
1) Body image
Keluarga pasien mengatakan menyukai semua anggota pasiennya.
2) Ideal diri
Keluarga pasien mengatakan mempunyai keinginan agar pasien cepat sembuh.
3) Harga diri Pasien
4) Peran diri
Selama di rawat di rumah sakit keluarga pasien mengatakan kurang nyaman.
5) Identitas diri
Selama dikaji pasien mampu menjawab pertanyaan dari perawat.
6) Perasaan
Pasien tampak lemah, cemas dan takut pada saat perawat mengkaji
7) Mekanisme pertahanan diri
Setiap pasien merasa sakit pasien istirahat
8) Aspek Sosial
a) Hubungan Sosial
Pasien mengatakan bahwa orang yang terdekat dengan pasien adalah
suaminya
b) Intraksi selama pengkajian
Pasien sangat kooperatif dengan perawat pada saat pengkajian
b. Aspek Spiritual
1) Nilai keyakinan
Pasien memandang penyakit yang diderita pasien adalah cobaan dan kurang
potensi dari keluarga pasien terutama dalam mengatur pola makan.
2) Kegiatan ibadah
Pasien tidak bisa beribadah, selama pasien sakit.

No Jenis aktivitas Saat sehat/di rumah Saat sakit/di RS


1. Nutrisi
Frekuensi 3 x sehari 3 x sehari
Jenis makanan Nasi, Lauk, Pauk Bubur, Lauk, Pauk
Pola makanan
2. Minuman
Jenis minum Air putih, teh manis Air putih, teh manis
Jumlah 5-6 gelas sehari 7-9 gelas sehari
Kesulitan Tidak ada Tidak ada
3. Eliminasi
Eliminasi Faal
Frekuensi 1 x/hari >5x/hari
Warna Kuning kuning, cair
Konsistensi Lunak cair
4. Personal hygiene
Mandi 3 x/hari 3 x/hari
Oral hygin 3 x/hari 1 x/hari
Cuci rambut - -
Potong kuku - -
Ganti baju 3 x/hari 4 x/hari
5. Istirahat/tidur
Waktu tidur 6-8 jam sehari 4-5 jam sehari
Bangun malam hari - Sering
Kualitas tidur Normal Tidak normal
Gangguan tidur - ada, keluarnya cairan / diare

10. Pemeriksaan penunjang


a. Pemeriksaan diagnostik
1) Tes darah:
 HB : 9,5 g/dl
 Leukosit : 10,300/ dl
 Trombosit : 38,6000/ l
 Limfosit : 32 %
 Monosit : 0%
 Haemotokrit : 28,3
2) Tes urin
 Warna : Kuning
 BD : I,036
 pH : 6,0
 Keton : 1 mg
 Albumin : +
 Reduksi : -
11. Pemberian Terapi
 Oralit 6 bungkus perhari
 Parasetamol 500 mg/8 jam
 Infus Rl 16 tetes per menit

Analisa Data

Data Fokus Kemungkinan Penyebab Masalah Keperawatan


DS: Bakteri masuk ke dalam Gangguan kese-
Keluarga kelien intestinal imbangan cairan &
mengatakan pasien BAB elektrolit
Iritasi usus
mencret 5 x/hari
DO: Paristaltik usus meningkat
Konsistensi feces cair
Konsistensi Kulit jelek Sari makan sulit diserapi
Mata cekung
Sehingga air & garam mineral
terbawa ke dalam usus

Cairan & elektrolit terbuang


melalui feces
DS: Masuknya bakteri dalam Gangguan pemenuhan
Keluarga mengatakan, intestinal nutrisi
Pasien susah makan
Keluarga pasien Fungsi intestinal terganggu
mengatakan pasien
badanya lemas Terjadi p paristaltik usus
DO:
Pasien tampak lemah Sari makanan banyak terbuang
Pasien muntah karena teransit time absorbsi
Bising usus > BAB berkurang
menurun
Sari-sari makanan terbuang
melalui feces

Kebutuhan nutrisi terganggu

Diagnosa Keperawatan
c. Gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit b.d dehidrasi dan diare
d. Gangguan perubahan nutrisi b.d kurang dari kebutuhan tubuh

J. Rencana Tindakan
DX.
No Tujuan Intervensi Rasional
Keperawatan
1. Gangguan Tupan: Observasi TTV Untuk menge-
keseimbangan Kesiembangan tahui keadaan
cairan dan cairan dan elektrolit umum
elektrolit ditandai dapat dipertahankan Kaji kebutuhan Untuk menge-
dengan: dalam batas normal cairan tahui tanda-tanda
DS: Tupen: dehidrasi
Keluarga kelien Mencret dapat Pemberian oralit 3x Untuk meng-ganti
mengatakan pasien berkurang dalam sehari cairan
BAB mencret 5 jangka waktu 1x 24 Anjurkan banyak Agar mencret
x/hari jam minum berkurang
Konsistensi
BAB lunak
DO:
Konsistensi Konsistensi bab lunak
feces cair Turgor kulit baik
Konsistensi
Kulit jelek
Mata cekung
2. Gangguan Tupan: Pemberian ASI Untuk meme-nuhi
pemenuhan nutrisi Memperbaiki nutrisi
ditandai dengan: kebutuhan nutrisi Pemberian susu Untuk memberi
DS: dalam keadaan normal tenaga pada pasien
Keluarga Tupen: Untuk
mengatakan, Nafsu makan pasien Observasi TTV mengetahui
Pasien susah kembali normal keadaan umum
makan Kebutuhan nutrisi
Keluarga pasien terpenuhi dalam waktu
mengatakan pasien 4 hari
badanya lemas
DO:
Pasien tampak
lemah
Pasien muntah

K. Pelaksanaan
CATATAN PERAWATAN
TTD &
No.
Hari/Tanggal Jam Tindakan Keperawatan respon Nama
DP
perawat
DX Sabtu 08.00T: Observasi TTV untuk mengetahui
I 23 April 2018 suhu normal pasien
R: Suhu normal 36,5oC
T: Memberi therapi, oralit
R: Mencret masih tetap
T: Memberi cairan RL
10.00R: Kebutuhan cairan belum terpenuhi
DX
II

DX Senin 08.00T: Observasi TTV untuk mengetahui


I 25 Juli 2006 suhu normal
R: Suhu normal 37,1oC
T: Memberi infus RL
R: Kebutuhan nutrisi belum terpenuhi
DX Selasa 14.00T: Mengobservasi TTV untuk
I 26 Juli 2006 mengetahui suhu normal pasien
R: Suhu normal 36,8oC
T: Memberi PASI
R: Kebutuhan nutrisi terpenuhi
sebagian

No. TTD & Nama


Hari/Tanggal Jam Evaluasi
DP perawat
DX 1 Sabtu 08.00S: Keluarga pasien mengatakan pasien
23 April 2018 masih mencret 4 x
O: Konsistensi masih cair
A: Masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
Berikan oralit 2 x/hari
Mengajurkan banyak minum
S: Keluarga pasien mengatakan pasien
DX II Sabtu 10.00 masih mencret 3-4 x/hari
O: Konsistensi BAB masih cair
A: Masalah Belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
Berikan oralit 2 x/hari
Mengajurkan banyak minum

DX I Senin 08.00S: Keluarga pasien mengatakan pasien


25 Juli 2006 masih lemah
O: Pasien tampak lemah
11.00A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
Observasi TTV
Anjurkan pemberian ASI
DX I Selasa 14.00S: Keluarga pasien mengatakan pasien
26 Juli 2006 masih mencret 2x/hari
O: Konsistensi BAB berkurang
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan oleh perawat
ruangan
BAB II
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam menyusun dan mempelajari serta menelaah materi keseimbangan cairan dan
elektrolit serta pengkajian keseimbangan cairan dan elektrolit secara teori ataupun pelaksanaan
ternyata cairan dan elektrolit tubuh perlu dijaga keseimbangan. Dari kasusu yang ada ternyata
berkurangnya cairan tubuh dapat memberikan dampak yang negatif misal; kematian,fisiologis
tubuh terganggu, turgor kulit jelek dan mata cekung, dan untuk menanggulangi itu pada dasarnya
kita perlu cepat mengganti cairan tubuh itu dengan oralit dan infusan.
Dalam makalah ini kami memfokuskan pada masalah berkurangnya cairan tubuh,
sedangkan masalah-masalah lain dalam makalah kami ini sifatnya hanya mendukung terhadap
permasalahan yang ada.
Adapun kritik yang membangun kami tambung.

B. Saran
Dengan dibuatnya study kasus ini diharapkan dapat membantu para mahasiswa-
mahasiswa untuk mengetahui dan memahamai proses Asuhan Keperawatan Diare serta dapat
bermanfaat dalam

DAFTAR PUSTAKA

Markum, A.H 1991. Buku Ajar Ilmu Kesehatan. Jilid I. FKMI: Jakarta
Mansjoer Arief. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid I. Media Ausculapius:Jakarta
Suriadi, S.Kp, dkk. 2001. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Edisi I. CV. Sagung Seto: Jakarta
Nursalim. 2001. Proses Dokumentasi Keperawatan Konsep dan Praktek. Salemba Medika: Jakarta