Anda di halaman 1dari 39

TUGAS KARYA TULIS ILMIAH

KAJIAN KEMIPAAN MENGENAI PEPAYA (Carica papaya)

Disusun oleh:

NAMA : FAZHA SEFIRA CAHYA RESTI

NIM : 15304241033

KELAS : PENDIDIKAN BIOLOGI A

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017
A. PENDAHULUAN

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropis. Pusat
penyebaran tanaman diduga berada di daerah Meksiko bagian selatan dan Nikaragua.
Bersama pelayar-pelayar bangsa Portugis di abad ke 16, tanaman ini turut menyebar ke
berbagai benua dan Negara, termasuk ke benua Afrika dan Asia serta negara India. Dari
India, tanaman ini menyebar ke berbagai Negara tropis lainnya, termasuk Indonesia dan
pulau-pulau di Lautan Pasifik di abad ke 17(Kalie, M.B, 2000).

Gambar peta persebaran asal tanaman pepaya

Carica papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa
Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari
nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan
dalam bahasa Sunda "gedang".

Meski semakin banyak jenis dan ragam buah impor, pepaya tetap populer di Indonesia.
Selain murah, zat gizi yang dikandungnya pun lengkap. Biji, daun, batang, dan akarnya
sangat bermanafaat sebagai obat. Pepaya juga dikenal sebagai buah yang murah harganya
dan enak rasanya. Varietas yang beragam dan ketersediaannya sepanjang tahun turut
memperkokoh posisi pepaya sebagai buah idola.

Tanaman papaya merupakan tanaman yang banyak diteliti saat ini karena hampir seluruh
bagian tanamannya dapat dimanfaatkan baik daun, getah, biji, akar, batang, dan
buahnya.Tanaman papaya merupakan tanaman suku Caricaceae marga Carica yang
merupakan herba berasal dari Amerika tropis dan cocok juga untuk ditanam di Indonesia.
Bentuk daunnya majemuk dan menjari, buahnya buni berwarna kuning sampai jingga dengan
daging buah lunak dan berair, jenis bunga pada tanaman papaya adalah bunga jantan saja,
betina saja, atau hemafrodit, memiliki saluran getah pada batang.

Senyawa aktif yang terdapat pada tanaman papaya yaitu enzim papain, karotenoid,
alkaloid, monoterpenoid, flavonoid, mineral, vitamin, glukosinolat, karposida. Tanaman
pepaya telah banyak digunakan oleh masyarakat sejak dulu. Secara empiris pepaya banyak
digunakan sebagai diuretic (akar & daun), anthelmintic (biji&daun), dan untuk
menyembuhkan penyakit akibat empedu (buah), serta dyspepsia dan kelainan pencernaan
lainnya. Berdasarkan hasil penelitian tanaman papaya diketahui memiliki manfaat sebagai
antikanker, antioksidan, antidiabetes, antifertilitas, antiinflamasi, anthelmintika, antibakteri,
antimalarial, antidengue, dan penyembuh luka.

B. RUMUSAN MASALAH
a) Bagaimana tanaman pepaya dilihat dari sudut pandang biologi
b) Bagaimana tanaman pepaya dilihat dari sudut pandang kimia
c) Bagaimana tanaman pepaya dilihat dari sudut pandang matematika

C. TUJUAN
a) Mengetahui tanaman pepaya bila dilihat dari sudut pandang biologi
b) Mengetahui tanaman pepaya bila dilihat dari sudut pandang kimia
c) Mengetahui tanaman pepaya bila dilihat dari sudut pandang matematika
D. PEMBAHASAN
1. Tanaman pepaya dilihat dari sudut pandang biologi
i. Klasifikasi Tanaman Pepaya
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caricales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya

ii. Morfologi Tanaman Pepaya


 Daun (folium)
Daun merupakan tumbuhan yang paling penting dan umumnya tiap
tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Daun pepaya merupakan
daun tunggal, berukuran besar, bercanggap menjari (palmatifidus),
bergerigi dan juga mempunyai bagian-bagian tangkai daun (petiolus)
dan helaian daun (lamina).

Daun pepaya dikatakan mempunyai bangun bulat atau bundar


(orbicularis), ujung daun yang meruncing, tangkai daun panjang dan
berongga. Permukaan daun licin (laevis) sedikit mengkilat (nitidus),
daging seperti perkamen (perkamenteus). Dilihat dari sususnan tulang
daunnya, daun pepaya termasuk daun-daun yang bertulang menjari
(palminervis). Daun yang muda terbentuk dibagian tengah tanaman.
Gambar Daun Pepaya

 Batang (caulis)
Batang (caulis) merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat
penting, dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh
tumbuhan. Bentuk batang pada tanaman pepaya yaitu berbentuk bulat,
dengan permukaan batang yang memperlihatkan berkas-berkas
daun dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang
pohon bagian atas, jenis batang basah. Arah tumbuh batang yaitu tegak
lurus yaitu arahnya lurus keatas. Permukaan batang tanaman pepaya
yaitu licin. Batangnya berongga, umumnya tidak bercabang atau
bercabang sedikit, dan tingginya dapat mencapai 5-10 m.
Gambar Batang Pepaya

 Akar (radix)
Akar adalah bagian pokok yang nomor tiga (disamping batang dan
daun) bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan komus. Akar
pepaya merupakan akar dengan system akar tunggang (radix primaria),
karena akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang
bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. bentuk akar
bulat, dan berwarna putih kekuningan.

Gambar Akar Pepaya


 Bunga (flos)
Pepaya termasuk golongan tumbuhan poligam (polygamus),
karena pada satu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina dan
bunga sempurna. Biasanya poligam dimaksud untuk menunjukan sifat
tumbuhan bertalian dengan sifat bunga tadi yang memperlihatkan
suatu kombinasi bukan berumah satu dan juga bukan berumah dua.
Bentuk terompet letak di ketiak daun. Tepi bertaju lima, bersimetri
banyak, warna bunga putih kekuningan.

Menurut Kalie (1996), bunga pepaya termasuk bunga majemuk


yang tersusun pada sebuah tangkai (pedunculus). Kelopak bunga
majemuk duduk pada tangkai daun. Tanaman pepaya memiliki 3 jenis
bunga yaitu :

1. Bunga jantan (masculus), adalah bunga yang hanya memiliki


benang sari saja (uniseksual)

2. Bunga betina (femiculus) adalah bunga yang hanya memiliki


putik saja.

3. Bunga sempurna (hermaprodit), adalah bunga yang memiliki


putik dan benang sari (biseksual).

Merupakan bunga hermaprodit, aktinomorf, tetrasiklis


pentamer. Kelopak berada dalam satu lingkaran dengan 5 sepala yang
saling berlekatan. Mahkota dalam satu lingkaran dengan 5 petala yang
saling berlepasan. Gynaecium dengan 5 pistillum saling berlekatan dan
saling menumpang. Tandan bunga majemuk, pentasiklis primer dan
simetri aktinomorf. Androecium berada dalam dua lingkaran yang
saling berlepasan. Corolla dan androecium saling berlekatan dengan
gynaecium yang tidak terbentuk (Rubatzky et.al., 1998). Pepaya
tergolong dalam tanaman polygamus yang pada satu tanaman terdapat
satu daun bunga jantan, bunga betina, dan bunga banci bersama-sama.
Bunga papaya memiliki bakal buah yang berruang satu (unilocularis)
dari satu daun buah saja (Tjitrosoepomo, 1995).

Gambar Bunga Pepaya

 Buah (fructus)

Pepaya termasuk dalam golongan buah sungguh (buah sejati)


tunggal. Buah sejati tunggal yaitu buah sejati yang terdiri dari bunga
dengan satu bakal buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih,
dapat pula tersusun dari satu atau banyak daun buah dengan satu atau
banyak naungan. Dalam buah pepaya terjadi dari beberapa daun buah
dengan satu ruang dan banyak biji.

Pepaya juga termasuk buah buni (bacca). Yang disebut dengan


buah buni adalah buah yang dagingnya mempunyai dua lapisan, ialah
lapisan luar yang tipis agak menjangat atau kaku seperti kulit
(belulang) dan lapisan dalam yang tebal, lunak dan berair, sering kali
dapat dimakan. Biji-biji terdapat bebas dalam bagian yang lunak itu.
Buah buni dapat terjadi dari satu atau beberapa ruang. Pepaya
termasuk buah buni yang berdiding tebal dan dapat dimakan. Buah
pepaya juga bentuknya bulat sampai lonjong.

Gambar Buah Pepaya

 Biji (semen)
Yang dimaksud dengan biji yaitu penyerbukan yang diikuti dengan
pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi buah, dan bakal biji tumbuh
menjadi biji.

Melihat asal jaringan yang menjadi tempat penimbunan zat


makanan cadangan biji pepaya termasuk putih lembaga dalam
(endospermium). Maksud dari putih lembaga dalam yaitu jika jaringan
penimbun makanan itu terdiri atas sel-sel yang berasal dari inti
kandung lembaga sekunder yang kemudian setelah dibuahi oleh salah
satu inti sperma lalu membelah-belah menjadi jaringan penimbun
makanan ini. Melihat asalnya putih lembaga dalam ini, maka biji
dengan bagian ini hanya dapat biji tumbuhan tertutup (angiospermae).
Bentuk biji bulat atau bulat panjang, kecil, bagian luar dibungkus
selaput yang berisi cairan, masih muda berwarna putih setelah tua
berwarna hitam.

Gambar Biji Pepaya

iii. Varietas Tanaman Pepaya


a. Pepaya Bangkok
Pepaya bangkok bukan hanya tanaman asli indonesia. Jenis pepaya
ini didatangkan dari thailand lebih kurang tahun 70-an. pepaya
bangkok diunggulkan dikarenakan ukurannya sangat besar di banding
jenis pepaya yang lain. Beratnya bisa mencapai 3, 5 kg per buahnya.
Keunggulan yang lain adalah rasa serta ketahanan buah. Daging
buahnya berwarna jingga kemerahan, terasa manis dan segar.
Teksturnya yang kuat keras membuat jenis pepaya ini tahan dalam
pengangkutan.
Gambar Pepaya Bangkok

b. PepayaCibinong
Pepaya Cibinong mempunyai ciri tersendiri, yakni buah yang
masak terlihat pada warna kulit buahnya. Warna kulit buah bagian
ujung umumnya kuning, namun bagian yang lain terus hijau. Bentuk
buahnya panjang dengan ukuran besar. Bobot tiap-tiap buah rata-rata
2, 5 kg. Pangkal buah kecil lalu membesar dibagian Tengah serta
melancip dibagian ujungnya. - permukaan kulit buah agak halus
namun tidak rata. Daging buah berwarna merah kekuningan.
Kelebihan yang lain adalah terasa manis dan segar, teksturnya keras.

Gambar Pepaya Cibinong


c. Pepaya Hawai
Pepaya yang datang dari Kepulauan Hawaii ini masuk dalam
kategori pepaya solo. Pepaya solo berarti pepaya yang habis dimakan
cuma untuk satu orang. Oleh dikarenakan itu, bisa dipastikan
kelebihan pepaya ini adalah ukurannya yang kecil. Bobot buahnya
cuma lebih kurang 0, 5 kg. Memiliki bentuk agak bulat atau bulat
panjang. Kulit buah yang sudah masak berwarna kuning cerah. daging
buahnya agak Tebal, berwarna kuning, serta terasa manis segar.

Gambar Pepaya Hawai

d. Pepaya California
Pepaya california juga termasuk komoditi laris diantara jenis
pepaya lain di pasaran. Pepaya yang mempunyai wujud buah lebih
kecil serta lebih lonjong ini berasal dari Amerika serta Karibia. Jenis
ini bisa tumbuh subur sepanjang tahun di indonesia. Pohon pepaya
california lebih pendek di banding jenis pepaya lain, biasanya hanya
tumbuh kurang lebih 2 meter. Daunnya berjari banyak serta
mempunyai kuncung di permukaan pangkalnya. Buahnya berkulit
Tebal serta permukaannya rata, dagingnya kenyal, tebal, serta manis.
Bobotnya berkisar antara 600 gram hingga 2 kg.

Gambar Pepaya California

e. Pepaya Gunung
Pepaya Gunung dikenal dari daerah Wonosobo. Jenis pepaya ini
kemudian populer di masyarakat dengan sebutan carica. Sebenarnya
jenis ini mulanya didatangkan dari dataran tinggi andes, Amerika
Selatan. Buah masak berupa telur sungsang dengan ukuran 6-15 cm
kali 3-8 cm, dagingnya keras, berwarna kuning-jingga, terasa agak
asam namun harum, di sekitar rongganya ada banyak sekali biji yang
terbungkus oleh sarkotesta yang putih serta berair. Penjualannya
biasanya sudah dikemas dalam wadah dan buahnya sudah dibuat
manisan.
Gambar Pepaya Carica

iv. Manfaat Pepaya dari sudut pandang biologi


1) Sebagai antikanker
Penelitian Otsuki tahun 2011 menyatakan bahwa ekstrak daun
pepaya memiliki aktivitas immunomodulator dan dapat menghambat
perkembangan sel line tumor seperti kanker serviks (sel hela), kanker
payudara (sel MCF 7), kanker hati (sel HepG20), kanker paru-paru (sel
PC14), kanker pancreas (sel Panc-1) dan kanker mesothelioma (sel
H2452) dan sel line hemopoetik seperti kanker limfoma sel T (sel
Jurkat), leukeumia plasma (se ARH77), Limfoma burkitt (sel raji),
limfoma sel besar anaplastik (sel Karpas-299) dengan menginduksi
kematian sel termasuk apoptosis.

Ekstrak daun pepaya dengan variasi konsentrasi 0.625–20 mg/ml


memiliki efek biologis secara in vitro yang menunjukkan efek anti
proliferative terhadap sel tumor, meningkatkan produksi sitokin tipe
Th1, meningkatkan sitotoksisitas terhadap sel tumor, dan komponen
aktif ekstrak pepaya harus terkandung dalam fraksi dengan komponen
yang massa molekulernya kurang dari 1000.
Komponen daun pepaya yang potensial sebagai antitumor adalah
alfa tokoferol, likopene, flavonoid, dan benzylisothiosianat. Penelitian
Sukardiman tahun 2006 menyatakan bahwa fraksi kloroform daun
pepaya yang kandungan Farmaka Vol. 14 No. 1 2016 3 utamanya
alkaloid memiliki aktivitas antikanker dengan menginduksi apoptosis
terhadap kultur sel kanker myeloma dengan mekanisme penghambatan
enzim DNA topoisomerase II. Alkaloid yang terkandung dalam daun
pepaya adalah karpaina, pseudokarpaina (golongan piperidina) dan
senyawa golongan piperidina yang punya aktvitas antikanker dengan
menginduksi apoptosis adalah flavopiridol(hasil sintesa alkaloid
piperidina dan flavonoid).

2) Sebagai antioksidan
Aktivitas antioksidan ekstrak Carica papaya yang diuji
menggunakan metode DPPH dinyatakan berhubungan dengan kadar
fenolik dan flavonoidnya. Maisarah pada tahun 2013 menyatakan
bahwa aktivitas antioksidan ekstrak methanol Carica papaya terbaik
adalah pada ekstrak daun muda papaya lalu diikuti oleh ekstrak buah
mentah, ekstrak buah matang, dan ekstrak biji pepaya.

Fenolik merupakan senyawa utama yang memiliki aktivitas


antioksidan dengan cara menetralkan lipid dari radikal bebas dan
mencegah dekomposisi hidroperoksida menjadi radikal bebas
sedangkan flavonoid memiliki gugus hidroksil yang dapat
mendonasikan electron dan berperan sebagai penangkal radikal bebas.

Sadek pada tahun 2012 melakukan pengujian antioksidan dengan


memberikan ekstrak air buah pepaya mentah pada 60 tikus galur wistar
albino yang kandungan stress oksidatifnya tinggi akibat induksi
akrilamid sehingga sebabkan terjadinya peroksidasi lipid yang ditandai
dengan meningkatnya MDA, menurunnya enzim GSH, dan adanya
aktivitas SOD dan CAT pada lambung, hati, dan ginjal. Hasil yang
diperoleh yaitu ekstrak air buah papaya mampu menormalkan kembali
kadar MDA, enzim GSH, dan aktivitas SOD dan CAT serta memiliki
aktivitas imunostimulan yang signifikan karena mampu meningkatkan
igG dan igM saat akrilamid menurunkan kadar igG tikus.

Pepaya mengandung vitamin C, beta karoten, licopen, dan vitamin


E sebagai antioksidan yang dapat melawan stress oksidatif serta
mengandung flavonoid, alkaloid, atau kombinasi keduanya sebagai
hepatoprotektor yang berperan sebagai antioksidan. Ekstrak air biji
papaya juga ditemukan memiliki aktivitas antioksidan pada fibroblast
yang diinduksi dengan hydrogen peroksida (H2O2) apabila ekstrak
diberikan berbarengan dengan I mM H2O2bukan ditambahkan saat
proses penyembuhan. Mekasisme antioksidannya yaitu bukan melalui
modulasi aktivitas enzim katalase namun melalui pembentukkan
khelat dengan molekul oksidatif H2O2 dan menjaga proses
reduksi/oksidasi seimbang di dalam sel. Aktivitas antioksidan ekstrak
air biji papaya ini lebih efisien dalam melindungi fibroblast dari
Farmaka Vol. 14 No. 1 2016 4 stress oksidatif dibandingkan senyawa
antioksidan yang sudah diketahui yaitu asam askorbat, asam askorbat
lebih efektif dalam menghambat aktivitas stress oksidatif setelah stress
oksidatif ditambahkan terlebih dahulu. Minyak dalam biji pepaya juga
memiliki kemampuan sebagai antioksidan, terbukti dapat
meningkatkan reduksi enzim GSH pada tikus dalam konsentrasi tinggi
serta dapat menurunkan aktivitas peroksidase sehingga merupakan
sumber antioksidan yang baik untuk digunakan dalam melawan radikal
bebas pada eritrosit.

Okoko pada tahun 2012 menyatakan bahwa ekstrak daun papaya


dapat digunakan sebagai produk farmasi atau nutrasetikal karena telah
terbukti memiliki aktivitas antioksidan saat diuji secara in vitro
terhadap eritrosit yang diinduksi dengan hydrogen peroksida sebagai
prooksidan walaupun tidak lebih baik dibandingkan dengan asam
askorbat. Asam lemak tak jenuh pada membrane eritrosit akan
dioksidasi oleh hydrogen peroksida dan menyebabkan hemolysis,
ekstrak daun papaya dapat mereduksi hydrogen peroksida dan dapat
mengembalikan bentuk eritrosit yang teroksidasi menjadi normal
kembali. Pepaya dapat menjadi antioksidan karena kandungan kimia
pada daun pepaya terdiri atas antraquinon, alkaloid seperti karpain,
flavonol, vitamin C, dan vitamin E yang memiliki aktivitas biologis
yang luas.

3) Sebagai antidiabetes
Ekstrak tanaman pepaya terbukti memiliki efek mengurangi
kondisi hiperglikemik pada mencit yang diinduksi diabetes oleh
streptozocin melalui mekanisme pengaturan sel beta pancreas yaitu
secara signifikan memicu regenerasi sel beta sebagai bukti dari
penurunan kadar glukosa darah.

Sejauh ini belum teridentifikasi zat aktif dalam tanaman pepaya


tersebut namun diduga alkaloid, saponin, dan tannin merupakan zat
bioaktif yang berperan dalam mekanisme ini. Ekstrak biji dan daun
pepaya juga terbukti memiliki efek antidiabetes pada tikus yang
diinduksi diabetes menggunakan streptozocin yang memicu penurunan
sekresi insulin oleh sel beta. Penurunan berat badan merupakan
indicator dari terjadinya diabetes namun mekanismenya belum jelas,
dapat karena kehilangan nafsu makan, kehilangan protein jaringan,
atau meningkatnya buangan otot.

Ekstrak biji pepaya ini terbukti meningkatkan berat badan,


menormalkan kembali kadar glukosa darah, kadar SGOT/SGPT pada
tikus diabetes secara signifikandengan mekanisme meningkatkan
sekresi insulin oleh sel beta pancreas atau meningkatkan uptake
glukosa ke jaringan. Adapun ekstrak daun pepaya memiliki efek
hiperglikemik melalui mekanisme stimulasi sel beta yang masih
berfungsi untuk terus Farmaka Vol. 14 No. 1 2016 5 mengeluarkan
insulin dan bukan dengan meregenerasi sel beta pancreas untuk
meningkatkan kadar insulin yang dihasilkan. Ekstrak daun pepaya juga
terbukti meningkatkan produksi insulin pada tikus non diabetes.
Berbeda dengan obat standar antidiabetes, ekstrak biji pepaya juga
mampu menormalkan kembali profil lemak dalam serum tikus diabetes
sehingga ini menjadi kelebihan bagi ekstrak biji pepaya untuk dapat
dijadikan pilihan terapi dalam manajemen penyakit diabetes.

4) Sebagai antifertilitas
Ekstrak biji pepaya ditemukan berpotensi untuk dijadikan bahan
kontrasepsi bagi pria karena memiliki kemampuan untuk menekan
proses spermatogenesis yang dimediasi oleh penekanan enzim esensial
untuk sintesis testosteron dan estradiol yang diperlukan dalam
produksi jumlah yang cukup dari spermatozoa untuk kebutuhan
fertilitas pria, enzim tersebut adalah cholesterol side chain cleavage
enzyme (P450scc) dan aromatase. Ekstrak biji pepaya mampu
menekan enzim p450scc secara signifikan namun tidak signifikan pada
aromatase tikus yang diberikan ekstrak selama 84 hari dan dilihat
aktivitas enzimnya melalui pewarnaan histokimia dan
imunohistokimia.

Pada penelitian serupa yang dilakukan oleh Lakshman (2012),


disimpulkan bahwa ekstrak alkohol biji pepaya memiliki efek
antispermatogenik dengan menurunkan steroidogenesis, ditandai
dengan penurunan aktivitas enzim 3β-HSD dan 17 β-HSD yang
disebabkan oleh penurunan kolesterol sebagai substrat steroidogenesis
pada testis tikus yang diuji. Kandungan aktif pada biji pepaya adalah
caricain, sebuah enzim carpasemin, inhibitor pertumbuhan tanaman,
glikosida oleanolat yang menyebabkan sterilitas pada tikus jantan.
Melalui metode lain yang dilakukan Hamman tahun 2011, ekstrak biji
pepaya terbukti memiliki kemampuan kontrasepsi bagi tikus jantan
secara reversible. Berbeda dengan tikus betina yang dipasangkan
dengan tikus kontrol yang hanya diberikan air, tikus betina yang
dipasangkan dengan tikus yang diberikan ekstrak etanol biji pepaya
100 dan 250 mg/kg BB tikus/hari selama 90 hari tidak mengalami
kehamilan, namun setelah 90 hari kemudian dilakukan penghentian
pemberian ekstrak pada tikus jantan maka ditemukan kehamilan baik
pada tikus betina yang dipasangkan dengan tikus kontrol maupun tikus
jantan yang diberi ekstrak yang mungkin terjadi akibat semakin
turunnya kadar ekstrak dalam darah dan adanya penyembuhan kembali
fertilitas tikus.

Fraksi kloroform biji pepaya juga dilaporkan memiliki aktivitas


antifertilitas namun ternyata ekstrak biji pepaya yang telah
difermentasi tidak bersifat androgenic. Hal tersebut dapat
dimungkinkan karena benzilisotiosianat (BITC) sebagai zat aktif
Farmaka Vol. 14 No. 1 2016 6 yang berperan dalam pepaya mungkin
terdegradasi atau tidak lagi berpotensi menimbulkan efek yang berarti
setelah fermentasi. Selain biji pepaya, daun pepaya dan akar tanaman
pepaya juga dilaporkan memiliki efek antifertilitas dengan mekanisme
yang sama yaitu merusak sel sperma.

5) Sebagai antiinflamasi
Biji dan daun pepaya dilaporkan memiliki aktivitas antiinflamasi
yang signifikan. Ekstrak methanol biji pepaya yang diujikan kepada
tikus edema yang diinduksi oleh karagenan terbukti memiliki efek
antiinflamasi lebih baik dibandingkan dengan pemberian indomethacin
apabila diberikan 2 jam setelah induksi karagenan dan hal ini
bergantung dosis yang diberikan. Apabila dibandingkan dengan aspirin
maka kemampuan antiinflamasi ekstrak methanol biji pepaya masih
lebih rendah yaitu 57,1-64,2% dan 85,7% untuk ekstrak methanol biji
pepaya dan aspirin secara berturut-turut.

Efek antiinflamasi ekstrak methanol biji pepaya diperoleh dengan


mekanisme penghambatan mediator inflamasi, efek hormon
adrenokortikoid, dan imunosupresi. Ekstrak berupa konsentrat daun
pepaya matang memiliki aktivitas antiinflamasi pada tikus yang edema
akibat induksi karagenan melalui mekanisme stabilisasi membran
sebaik efek inhibisi terhadap edema dan menurunkan permeabilitas
vascular yang menjadi penyebab inflamasi. Ekstrak air daun pepaya
dosis 100 dan 200 mg/kg BB dapat menurunkan pembentukan edema
yang diinduksi karagenan atau histaminekarena kandungan dalam
daun pepaya yaitu alkaloid, tannin, glikosida jantung, dan saponin.
Efek antiinflamasi yang ditimbulkan masih bersifat buruk yaitu 13,5-
22,3% karena daun tidak mengandung flavonoid, padahal flavonoid
terlibat dalam fase akhir inflamasi akut.

Berbeda dengan ekstrak air daun pepaya, ekstrak etanol daun


pepaya yang diteliti oleh Owoyele (2008) menunjukkan terdapat
aktivitas antiinflamasi pada tikus yang diinduksi karagenan. Perbedaan
ini dikarenakan adanya kandungan flavonoid pada ekstrak etanol daun
pepaya. Indomethacin sebagai obat standar memiliki persen inhibisi
inflamasi sebesar 70,7%, dengan persen inhibisi inflamasi ekstrak
etanol daun pepaya yaitu 62,1- 65,5% untuk dosis 25-200 mg/kg
secara oral.

6) Sebagai anthelmintika
Tanaman pepaya merupakan sumber untuk anthelmintic terbaru
karena ditemukannya resistensi nematode terhadap obat anthelmintic
sintetis. Enzim papain, chymopapain, dan ekstrak crude getah papaya
yang mengandung protein sistein dalam tanaman pepaya memiliki
efektifitas tinggi sebagai anthelmintika dengan EC50 yaitu 7,5; 7,5;
12,5 secara berturut-turut Farmaka Vol. 14 No. 1 2016 7. Enzim ini
memiliki situs aktif yang mengandung residu sistein dan histidin yang
penting untuk menguraikan polipetida target. Keterbatasan getah
pepaya yaitu tidak menimbulkan efek pada nematode tahap parasit
yang hidup di mukosa.

Namun pada penelitian Shaziya tahun 2012 disebutkan bahwa


ekstrak tanaman pepaya caninum yang diberikan 14 dan 7 hari
sebelum mencit uji diberikan infeksi nematode Ancylostoma caninum,
mampu menurunkan larva nematode tersebut hanya dalam 6-96 jam
saja bergantung imunitas inang. Biji pepaya dilaporkan memiliki
aktivitas anthelmintika. Pada penelitian Okeniyi tahun 2007, eliksir
yang terdiri atas biji pepaya yang telah dikeringkan dan madu
diberikan kepada anak yang yang memiliki parasite dalam ususnya,
setelah 7 hari feses diamati kembali secara mikroskopis untuk melihat
perkembangan parasitnya. Secara signifikan eliksir ini memiliki efikasi
yang tinggi terhadap A. lumbricoides (84.6%) dan S. stercoralis
(100%)[27] .

Biji pepaya mengandung enzim papain yang dapat mengurai sel


bakteri dan parasite sehingga dapat dijadikan anthelmintika. Getah
pepaya terbukti sebagai anthelmintika pada penelitian yang dilakukan
oleh Buttle (2011), suspense getah pepaya yang diberikan secara oral
selama 4 hari terhadap domba memiliki aktivitas anthelmintika
terhadap nematode Haemonchus contortus tetapi tidak memiliki efek
pada nematode Trichostrongylus colubriformis. Mekanisme sistein
proteinase getah pepaya yaitu enzim menjadikan protein pada kutikel
sebagai target lalu melemahkan kutikel dan sebabkan ruptur sehingga
terjadi pelepasan jaringan internal yang memicu kematian cacing atau
dengan menyebabkan paralisis flasid pada cacing.
7) Sebagai obat malaria
Aktivitas antimalarial dari tanaman pepaya berhubungan dengan
aktivitas antioksidan yang dimilikinya. Aktivitas antioksidan
memperbaiki gejala yang timbul pada malaria. Plasmodium penyebab
malaria menyebabkan teruraikannya hemoglobin sehingga
menghasilkan spesi oksigen reaktif yang menyebabkan apoptosis dan
anemia. Ekstrak etil asetat daun pepaya terbukti memiliki aktivitas
antiplasmodial tertinggi dengan IC50 2,6 μg/mL sedangkan tidak ada
aktivitas antiplasmodial yang ditunjukan oleh ekstrak air daun pepaya,
hal ini disebabkan asam linolenat dan asam linoleat yang bersifat
lipofilik ditemukan pada ekstrak etil asetat dan tidak ditemukan pada
ekstrak air daun pepaya. Pada fraksi etil asetat daun pepaya diperoleh
senyawa asam linoleat dan asam linolenat yang memiliki IC50 6.88
μg/ml and 3.58 μg/ml secara berturutturut.

8) Sebagai penyembuh luka


Tanaman pepaya berperan dalam proses penyembuhan luka.
Dalam pengujian yang dilakukan oleh Tiwari (2011) ekstrak getah
akar pepaya dinyatakan memiliki aktivitas penyembuhan luka pada
dosis 200 mg/kg pada model luka eksisi dan insisi pada tikus albino,
pengurangan area luka lebih tinggi 9,2% dan waktu epitelisasi lebih
cepat apabila dibandingkan dengan control yaitu krim framycetin
sulfat 1%.

Hal tersebut juga teramati pada ekstrak air daun pepaya dalam
Vaseline yang diberikan secara topical kepada tikus jantan Sprague
Dawley dan tikus yang diinduksi diabetes menggunakan streptozocin.
Pada tikus yang diinduksi diabetes setelah diberikan ekstrak daun
pepaya ditemukan kadar hidroksiprolin yang meningkat yang
mengindikasikan cepatnya akumulasi dan pergantian kolagen yang
menjelaskan meningkatnya laju kontraksi luka karena hidroksiprolin
merupakan penanda spesifik kolagen dan merupakan komponen
penting dalam matriks jaringan granulasi ekstraseluler.

Selain adanya vitamin C yang berperan dalam perubahan prolin


menjadi hidroksiprolin, kandungan enzim papain dan chymopapain
sangat berperan dalam penyembuhan luka karena merupakan enzim
proteolitik dan memiliki aktivitas antimikrobial. Peningkatan proses
penyembuhan luka dari berbagai herbal disebabkan karena adanya
aktivitas antioksidan dan antimicrobial dari zat aktif dalam ekstrak.
Adapun untuk luka bakar bubur buah pepaya dapat diberikan secara
topikal pada luka bakar karena efektif dalam pengelupasan jaringan
nekrosis dan pencegahan infeksi luka bakar.

9) Sebagai antibakteri
Kandungan papain, flavonoid, alkaloid, saponin, glikosida, dan
senyawa fenol dalam tanaman pepaya menyebabkan pepaya memiliki
aktivitas antibakteri. Ekstrak tanaman pepaya baik bagian daun, akar,
maupun batangnya memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik pada
ekstrak organic dibandingkan dengan ekstrak air dan lebih efektif
terhadap bakteri gram negative dibandingkan gram positif.

Namun pada penelitian Anibijuwon tahun 2009, ditemukan bahwa


ekstrak akar pepayalebih efektif aktivitas antibakterinya terhadap
bakteri gram positif daripada negative. Aktivitas antibakteri tanaman
pepaya meningkat pada suhu yang tinggi dan pH yang asam. Ekstrak
daun pepaya terbukti menunjukkan penghambatan 100% terhadap S.
aureus dan mengurangi jumlah E. coli dari 65 menjadi 24 cfu/ml.

Ekstrak methanol tanaman pepaya menunjukkan efek bakterisidal


paling Farmaka Vol. 14 No. 1 2016 8 tinggi dengan konsentrasi paling
rendah pada Salmonella typhi yaitu dengan MIC 4,5 mg/ml. Nilai MIC
yang rendah ini menunjukkan bahwa ekstrak tanaman pepaya memiliki
efikasi yang baik terhadap bakteri tersebut.Pada penelitian Akujobi
tahun 2010, ekstrak biji, epicarp, dan endocarp pepaya memiliki efek
bakteriostatik pada Eschericia coli dan efek bakterisidal terhadap
Staphylococcus aureus tetapi tidak menimbulkan efek pada E. faecalis.
Dinyatakan pula bahwa ekstrak alkoholnya menimbulkan zona hambat
yang lebih baik, dikarenakan tingginya konsentrasi etanol
menghasilkan ekstrak bakterisidal yang lebih poten baik bagi gram
positif maupun negatif.

2. Tanaman pepaya dilihat dari sudut pandang kimia


i. Kandungan Tanaman Pepaya
 Kandungan Nutrisi
Disamping gizinya yang tinggi, pepaya adalah buah yang memiliki
kandungan tinggi antioksidan. Ini termasuk vitamin C, flavonoid, folat,
vitamin A, mineral, magnesium, vitamin E, kalium, serat dan vitamin
B. Antioksidan memerangi radikal bebas dalam tubuh dan menjaga
kesehatan sistem kardiovaskular dan memberikan perlindungan
terhadap kanker usus besar (Superkunam,2010).

Karena pepaya merupakan sumber antioksidan yang sangat baik,


buah pepaya membantu mencegah oksidasi kolesterol dalam hati.
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Ini
dapat dicegah dengan mengkonsumsi buah pepaya secara teratur. Selain
itu pepaya juga sarat akan serat yang kemudian dapat membantu
menurunkan kadar kolesterol dalam hati. Asam folat yang ditemukan
dalam pepaya menghilangkan zat-zat berbahaya yang dapat merusak
dinding pembuluh darah dan menyebabkan serangan jantung. Salah satu
manfaat buah pepaya lainnya yaitu sebagai pencegahan penyakit jantung,
dan diabetes.
Tabel nutrisi pada pepaya per 100 gram

 Kandungan Zat Warna


Zat warna yang termasuk golongan ini terdapat secara alamiah di
dalam tumbuhtumbuhan. Zat warna tersebut terdiri dari α dan β
karoten, xantofil, klorofil dan anthosyanin. Zat warna tersebut
menyebabkan tumbuhan masing-masing berwarna merah jingga atau
kuning, kuning kecoklatan, kehijau-hijauan dan kemerah-merahan.
Pigmen berwarna merah jingga disebabkan oleh karotenoid yang
bersifat larut dalam minyak. Karotein bersifat tidak stabil pada suhu
tinggi dan jika minyak dialiri uap panas, maka warna merah jingga itu
akan hilang. Karoten tersebut tidak dapat dihilangkan dengan proses
oksidasi (Sudarmadji. 1989).

Zat warna β karoten mempunyai rumus kimia C40H56, dimana


mempunyai persenyawaan yang simetris. Bagian tengahnya adalah
suatu rantai atom C yang panjang dengan ikatan-ikatan rangkap yang
dapat ditukar dengan ikatan tunggal. Pada kedua ujung rantai ini
terdapat cincin segi enam (6) (Allen, 1998). Struktur betakaroten dapat
dilihat pada gambar di bawah ini:

Struktur Betakaroten (Allen, 1998)

Disamping itu senyawa karoten mempunyai sifat-sifat sebagai


berikut : 1. Larut dalam minyak dan tidak larut dalam air 2. Sedikit
larut dalam alkohol dam metil alkohol 3. Larut dalam kloroform,
benzene, dan petroleum eter 4. Tidak stabil pada suhu tinggi atau
stereo isomer yang telah berubah 5. Sensitif terhadap oksidasi, auto-
oksidasi dan cahaya 6. Mempunyai karakteristik adsorbsi cahaya 7.
Mudah dioksidasi oleh enzim lipoksidase (Sudarmadji. 1989).

Beta karoten merupakan komponen yang paling penting dalam


makanan yang berwarna jingga. Beta karoten yang kita konsumsi
terdiri atas 2 grup retinil, yang di dalam usus kecil akan dipecah oleh
enzim betakaroten dioksigenase menjadi retinol, yaitu sebuah bentuk
aktif dari vitamin A. Karoten dapat disimpan di hati dalam bentuk
provitamin A dan akan diubah menjadi vitamin A sesuai dengan
kebutuhan tubuh (Astawan, 2008).

 Manfaat Tanaman Pepaya dan Senyawa Aktif yang diduga


Berperan

n
No Manfaat Senyawa Aktif

Antikanker Alfa tokoferol, likopene, flavonoid, dan


1
benzylisothiosianat, alkaloid (daun)

Antioksidan Flavonol, vitamin C, dan vitamin E,


2
antraquinon, alkaloid seperti karpain
(daun) vitamin C, beta karoten, licopen,
dan vitamin E, flavonoid, alkaloid (buah)
Antidiabetes Alkaloid, saponin, dan tannin
3
Antifertilitas Caricain,glikosida oleanolat (biji, papain,
4
chymopapain (daun)

Antiinflamasi Alkaloid, tannin, glikosida jantung, dan


5
saponin (daun)

Anthelmintika Papain, chymopapain (biji dan getah)


6
Antibakteri Papain, flavonoid, alkaloid, saponin,
7
glikosida, dan fenol

Antimalaria Flavonol, vitamin C, dan vitamin E,


8
antraquinon, alkaloid seperti karpain
(daun)
Antidengue Alkaloid termasuk karpain,
9
pseudocarpain, dan dehidrokarpain I dan
II (daun)

Penyembuh Vitamin C, papain, chymopapain (daun)


10
luka

3. Tanaman pepaya dilihat dari sudut pandang matematika


 Media tanam pepaya
Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan iklim yang sesuai
untuk pertumbuhan pepaya:

1. Angin diperlukan untuk penyerbukan bunga. Angin yang


tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan
tanaman.
2. Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki
curah hujan 1000 - 2000 mm/tahun.
3. Suhu udara optimum 22 - 26 derajat C.
4. Kelembaban udara sekitar 40%.

Media Tanam:
1. Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah yang
subur dan banyak mengandung humus. Tanah itu harus banyak
menahan air dan gembur.
2. Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah
netral dengan pH 6 - 7.
3. Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting
dalam kehidupan tanaman ini. Air menggenang dapat
mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman
layu (mati). Apabila kekeringan air, nama tamanan akan
kurus, daun, bunga dan buah rontok. Tinggi air yang ideal
tidak lebih dalam daripada 50 - 150 cm dari permukaan tanah.
4. Ketinggian lahan: Pepaya dapat ditanam di dataran rendah
sampai ketinggian 700 m - 1000 m dpl.

 Cara penanaman pepaya


1. Pembibitan
Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman).
Benih direndam dalam larutan POC NASA 2 cc/liter selama 1-2
jam, ditiriskan dan ditebari Natural GLIO kemudian disemai dalam
polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan
campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk
kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP
dihaluskan ditambah 30 gram Natural GLIO.

Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup


dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul
setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60
hari bibit siap ditanam lalu biji-biji tersebut bisa langsung
ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3
bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun.

Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan


(barisan) dengan jarak 5 - 10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-
dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan yang
baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Semprotkan
POC NASA seminggu sekali dosis 2 tutup/tangki. Bibit-bibit yang
sudah dewasa, sekitar umur 2 - 3 bulan dapat dipindahkan pada
permulaan musim hujan.
2. Pengolahan Media Tanam

a. Persiapan

Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain,


kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.

b. Pembentukan Bedengan

Bentuk bedengan berukuran lebar 200 - 250 cm, tinggi 20 - 30 cm,


panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.

c. Buat lubang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan,


dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.

d. Pengapuran

Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam


(pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu
ditambah ± 1 kg Dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

4. Pemupukan

Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya


harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah
campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang.
 Teknik Penanaman

1. Pembuatan Lubang Tanam

a. Lubang tanam berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digali secara


berbaris. Biarkan lubang-lubang kosong agar memperoleh cukup
sinar matahari. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang
telah dicampuri dengan pupuk kandang 2 - 3 blek. Jika pupuk
kandang tidak tersedia dapat dipakai SUPERNASA dengan cara
disiramkan kelubang tanam dosis 1 sendok makan/10 lt air
sebelum tanam. Lubang - lubang yang ditutupi gundukan tanah
yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah
itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut
diatas dibuat 1-2 bulan penanaman.

b. Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang -


lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang
pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim
hujan.

2. Cara Penanaman

Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan


kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau
berkelamin dua.
 Panen dan Pasca Panen

1. Ciri dan Umur Panen

Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Buah


pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda
kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak
petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.

2. Cara Panen

Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen


atau pemetikan dilakukan dengan menggunakan "songgo" (berupa
bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna
untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).

3. Periode Panen

Panen dilakukan setiap 10 hari sekali.

 Peluang Bisnis
1. Keripik Pepaya

Keripik adalah irisan buah atau umbi yang digoreng sampai kering
dan garing. Keripik mempunyai kadar air rendah sehingga dapat
disimpan lama. Meskipun cara pembuatannya sederhana dan cukup
mudah, namaun keripik pepaya belum dikenal oleh masyarakat dan tidak
tersedia di pasaran.
BAHAN

Buah pepaya. Buah pepaya yang digunakan adalah yang telah


matang petik, masih keras, sudah terasa manis, dan bila digores tidak
banyak mengeluarkan getah. Jumlah 10 kg.

PERALATAN

Pisau dan landasannya. Alat ini digunakan untuk mengupas dan


mengiris buah pepaya. Disarankan menggunakan dua pisau yang berbeda.
Untuk pengupasan digunakan pisau yang biasa digunakan di rumah
tangga. Sedangkan untuk mengiris digunakan pisau besar yang biasa
digunakan untuk pemotongan dan pencincangan daging.

Kompor. Kompor bersumbu digunakan untuk menggoreng keripik


pepaya dalam jumlah kecil. Kompor bertekanan udara digunakan untuk
menggoreng keripik pepaya dalam jumlah besar.

Penggoreng vakum. Penggoreng vakum merupakan alternatif


pengganti kompor. Alat ini menghasilkan panas, sekaligus menurunkan
tekanan udara pada saat penggorengan. Dengan alat ini, suhu
penggorengan lebih rendah dan stabil serta waktu penggorengan yang
lebih singkat.

Wajan. Wajan digunakan untuk menggoreng keripik pepaya.


Wajan yang terbuat dari besi tebal yang berat lebih baik digunakan
karena panas lebih merata danbahan yang digoreng tidak mudah gosong.

Kemasan. Kemasan adalah wadah untuk mengemas keripik


pepaya.
Berbagai kemasan dapat digunakan, yaitu:

 Kantong plastik polietilen


 Kantong aluminium foil berlapis plastik
 Kotak plastik semi kaku
 Kotak kaleng

Pengemasan dengan kantong plastik dan aluminium foil kurang


melindungi bahan dari kerusakan mekanis (retak dan pecah). Untuk
mengurangi kerusakan tersebut, juga untuk menambah daya simpan, ke
dalam kantong biasanya ditambahkan gas karbondioksida (CO2) atau
nitrogen (N2). Dengan adanya gas tersebut kantong akan
menggelembung sehingga keripik tidak akan tergencet bila kantong
ditumpuk, atau tertindih. Gas tersebut juga tidak bereaksi dengan bahan
sehingga meniadakan terjadinya oksidasi terhadap minyak yang
terkandung pada bahan.

Produk yang dikemas dengan kantong plastik atau kaleng, perlu


dikemas terlebih dahulu dengan kantong plastik yang tipis, kemudian
baru dimasukkan ke dalam kotak tersebut.

 Sealer. Alat ini digunakan untuk menutup kantong plastik dengan


menggunakan panas. Bila kedua sisi bagian dalam mulut kantong ditekan
dengan elemen pemanas, maka kedua sisi tersebut akan melunak, saling
menempel, dan tidak dapat tepisah setelah dingin.
 Alat pengering. Alat ini digunakan untuk mengeringkan irisan pepaya
sampai kadar air di bawah 9%.
 Baskom. Baskom digunakan untuk wadah irisan pepaya basah dan
kering, serta keripik pepaya.
 Rak peniris. Rak peniris digunakan untuk meniriskan keripik yang baru
selesai digoreng. Rak ini terdiri dari penyangga berlobang-lobang yang
terbuat dari kawat tahan karat (aluminium atau stainless steel).
CARA PEMBUATAN

1. Pengirisan dan blanching

a. Buah pepaya dikupas, dibelah dan dibuang bijinya. Setelah itu buah dicuci
sampai bersih.

b. Buah diiris-iris dengan ketebalan 5 mm. Setelah itu, irisan pepaya di-
blanching, yaitu dengan mencelupkan buah ke dalam air panas (95-98 0 C)
selama 3 menit smbil diaduk-aduk dengan pelan. Untuk blanching ini, setiap
1 kg irisan buah diperlukan 2 liter air panas.

2. Pengeringan

a. Irisan buah dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air


kurang dari 9% dengan tanda bahan tampak kering dan mudah dipatahkan.
Untuk pengendalian mutu, sebaiknya kadar air ditentukan analisa kimia.
Sedangkan untuk industri kecil, cukup dengan mengamati tanda-tanda
tersebut.

b. Setelah kering, irisan buah dapat langsung digoreng, atau disimpan.


Jika disimpan terlebih dahulu, harus digunakan wadah yang tidak dapat
dilewati udara dan uap air, serta tertutup rapat.

3. Penggorengan
Penggorengan dilakukan dengan banyak minyak panas yang
bersuhu 165 0 C selama 13-17 detik. Untuk mendapatkan mutu keripik yang
lebih baik, penggorengan dilakukan dengan menggunakan penggorengan
vakum pada suhu 120 0 C, dengan tekanan 60-80 mmHg selama 58-62
menit.Setelah selesai digoreng, keripik ditiriskan sampai dingin.

4. Pengemasan
Keripik pepaya dikemas di dalam kantong plastik, aluminium foil
berlapis plastik, kotak plastik semi kaku, atau kotak kaleng.
Gambar keripik pepaya

2. Sabun Pepaya

Bahan yang perlu disiapkan, antara lain

 Lye (NaOH),

 Minyak biji pepaya,

 Minyak kelapa (coconut oil),

 Minyak zaitun (olive oil),

 Air murni (distilled water).

Peralatan pendukung.

 Goggle (kaca mata pelindung),


 Kaos tangan karet,

 Sendok kayu/bambu untuk mengaduk bahan,

 Wadah plastik (baskom/ember),

 Wadah tahan panas (sekelas Pyrex),

 Microwave,

 Wadah sebagai cetakan sabun.

Langkah-langkah pembuatan

Peringatan: seperti halnya membuat sabun-sabun lainnya, bahan utama


yang diperlukan adalah lye atau NaOH. Senyawa NaOH ini sangat berbahaya
apabila tersentuh langsung di kulit ataupun mata, untuk itu harus menggunakan
peralatan pelindung (kaca mata dan kaos tangan) selama mengolah bahan. Juga
harus diperhatikan agar campuran tidak terkena bahan logam dan cat, karena
dapat merusak lapisan bahan tersebut.

1. Gunakan kalkulator sabun (soap calculator) untuk menentukan takaran bahan


yang pas, sesuai dengan jumlah sabun yang ingin Anda buat.

2. Setelah bahan disiapkan sesuai takaran yang telah didapatkan, Anda dapat mulai
membuat campuran sabun.

3. Tambahkan NaOH secara perlahan ke dalam air. Aduk pelan hingga campuran
kedua bahan merata. Ketika mencampur air dan NaOH ini akan terjadi reaksi
kimia yang menyebabkan suhu bahan menjadi lebih tinggi. Diamkan setelah
bahan tercampur, hingga suhunya turun.
4. Pada wadah yang lain, campurkan minyak zaitun dan minyak kelapa, aduk
hingga kedua bahan tercampur, lalu tambahkan minyak biji pepaya. Anda juga
dapat menambahkan minyak aroma pepaya untuk memperkuat aroma sabun.
Campur perlahan hingga rata, lalu masukkan ke dalam microwave hingga
campuran minyak lebih encer. Gunakan wadah tahan panas untuk melakukan
langkah ini.

5. Campurkan minyak yang sudah diencerkan dengan campuran sebelumnya (air


dan NaOH), lalu aduk perlahan hingga bahan benar-benar tercampur secara
merata.

6. Tuang bahan yang sudah tercampur pada cetakan yang sudah disiapkan, lalu
biarkan hingga dingin dan mengeras (sekitar 4 – 5 jam).

7. Setelah sabun dingin dan mengeras, keluarkan dari cetakan lalu didiamkan lagi
hingga sekitar 4 minggu agar level pH normal sabun bisa tercapai.

8. Setelah 4 minggu, biasanya sabun sudah bisa digunakan. Anda juga dapat
memberikan label dan memasukkan dalam kemasan.

Gambar sabun pepaya


E. KESIMPULAN
Tanaman pepaya terbukti memiliki manfaat yang beragam baik secara empiris
maupun yang teruji melalui penelitian. Tanaman pepaya banyak diteliti karena
keragaman manfaatnya dalam pengobatan yang diduga diperantarai oleh senyawa aktif
yang terkandung didalamnya seperti enzim papain, caricain, benzylisothiosianat,
alkaloida, flavonoida, antraquinol, saponin, glikosida, fenol, tannin, alfa tokoferol,
likopen, vitamin C, dan vitamin E. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat
memastikan efikasi dan Farmaka Vol. 14 No. 1 2016 11 keamanan tanaman pepaya agar
dapat dijadikan obat herbal terstandar dan fitofarmaka.

F. DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo Gembong. 2005. Taksonomi Tumbuhan Obat-Obatan. Gajah Mada
University Press. Yogyakarta.
Otsuki Noriko, Nam H. Dang, Emi Kunagai, Akira Kondo, Satoshi Iwata, Chikao
Morimoto. 2010. Aqueous extract of Carica papaya Leaves Exhibits Anti-Tumor
Activity and Immunomodulatory Effects. Journal of Ethnopharmacology 127:
760-767.
Sukardiman, Wiwied Ekasari, Pharmasinta Putri Hapsari. 2006. Aktivitas Antikanker dan
Induksi Apoptosis Fraksi Kloroform Daun Pepaya (Carica papaya L) terhadap
Kultur Sel Kanker Mieloma. Media Kedokteran Hewan Vol. 22 (2), Mei 2006.
Maisarah, A.M., Nurul Amira, B., Asmah R., and Fauziah O. 2013. Antioxidant analysis
of different parts of Carica papaya. International Food Research Journal 20(3):
1043-1048.
Tiwari Prashant, Kuldeep Kumar, Rajnikant Panik, Alok Pandey, Ashish Pandey, Pratap
Kumar Sahu. 2011. Evaluation of Aquoeus Extract of Roots of Carica papaya on
Wound Healing Activity in Albino Rats. J. Chem. Pharm. Res., 3 (4): 291-295.