Anda di halaman 1dari 11

Tahapan penelitian pengembangan dijabarkan secara lebih rinci sebagai berikut:

1. Analyze (Menganalisis)
Tahapan ini bertujuan untuk melihat kesenjangan antara kondisi yang diharapkan (ideal)
dengan kondisi sebenarnya (real) yang ada di kelas pada saat pembelajaran biologi
berlangsung. Hasil identifikasinya berupa hasil analisis kebutuhan. Tahapan dalam
kegiatan analyse sebagai berikut:
a. Validate the Performance Gap (Validasi Kesenjangan)
Identifikasi permasalahan dalam penelitian diperoleh melalui observasi dan
wawancara mengenai kegiatan pembelajaran bioteknologi di kelas. Wawancara
dilakukan dengan menggunakan angket analisis kebutuhan untuk dosen (Lampiran 1)
serta melalui angket analisis kebutuhan untuk mahasiswa (Lampiran 2). Hasil
observasi dan wawancara ini kemudian dibandingkan dengan melihat kondisi ideal
ketika proses pembelajaran di kelas berlangsung kemudian mengidentifikasi
penyebab utama terjadinya kesenjangan dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat
dijadikan acuan dalam menentukan tujuan penelitian pengembangan.

b. Determinate Instruction Goals (Menentukan Tujuan Pembelajaran)


Tahapan ini bertujuan untuk menentukan produk apa yang akan dikembangkan sesuai
dengan permasalahan yang ditemukan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan
hasil observasi dan wawancara penelitian pengembangan yang akan dilakukan ialah
pengembangan modul Teknik Analisis Molekuler; Isolasi Gen Alpha-amilase pada
bakteri Enterobacter agglomerans sebagai Kandidat Bioremediator Limbah Rumah
Sakit pada mahasiswa di matakuliah Bioteknologi di Universitas Negeri Malang.
Melalui modul diharapkan mahasiswa mampu;
1) Mengkaji Bioteknologi di bidang Lingkungan
2) Menganalisis teknik-teknik dasar biologi molekuler
3) Menganalisis DNA bakteri hasil isolasi
4) Menganalisis DNA bakteri hasil elektroforesis
c. Analize Learners (menganalisis peserta didik)
Subyek dalam penelitian pengembangan ini ialah mahasiswa semester VI yang
sedang mengikuti matakuliah Bioteknologi di Universitas Negeri Malang. Penentuan
kelas yang akan dijadikan sebagai sample penelitian dilakukan menggunakan metode
simple random sampling sehingga diperoleh satu kelas yang akan digunakan dalam
penelitian pengembangan.

d. Audit Available Resources (Mengevaluasi Sumber Daya yang dibutuhkan)


Sumber daya yang dibutuhkan dalam penelitian pengembangan ini yakni fasilitas
dalam kegiatan pembelajaran dan sumber daya manusia. Fasilitas pembelajaran yang
dibutuhkan berupa peralatan laboratorium yang menunjang kegiatan belajar.
Sedangkan sumber daya manusia yang dibutuhkan yakni ahli bahan ajar dan ahli
materi yang berperan sebagai validator modul yang akan dikembangkan serta dosen
matakuliah Bioteknologi yang berperan sebagai praktisi lapangan dan observer.
e. Recommended Potential Delivery System (Menentukan Cara Menyampaikan Produk)
Model pembelajaran yang akan digunakan dalam menyampaikan materi ialah model
Inquiry Learning. Sintaks dalam model pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 3.1
sebagai berikut:
No Sintak Keterangan
1 Menyajikan pertanyaan/masalah Menyajikan permasalahan yang
relevan dengan materi yang akan di
diskusikan dan pembentukan
kelompok
2 Menyusun Hipotesis Mengarahkan mahasiswa dalam
menentukan hipotesis yang relevan
dengan permasalahan
3 Merancang percobaan Membimbing mahasiswa dalam
mengurutkan langkah-langkah
percobaan
4 Melakukan percobaan untuk memperoleh informasi Membimbing mahasiswa dalam
mengumpulkan informasi melalui
percobaan yang dilakukan
5 Mengumpulkan dan menganalisis data Memberikan kesempatan pada
setiap kelompok untuk
menyampaikan hasil pengolahan
data yang telah terkumpul
6 Membuat Kesimpulan Mengarahkan mahasiswa dalam
membuat kesimpulan
f. Compose a Project Management Plan ( Menyusun Rencana Pengembangan Produk)
Rencana pengembangan modul berlangsung pada bulan Oktober-November 2018 di
Universitas Negeri Malang, tahap implementasi akan dilakukan pada bulan Maret-
April 2019 di Universitas Negeri Malang dan tahap Evaluasi akan dilakukan pada
bulan Mei 2019. Rincian jadwal kegiatan pengembangan produk terdapat dalam
Tabel 3.2 berikut.
Tahap 2018 2019
Desember Januari Februari Maret April Mei
Analyze 
Design 
Develop 
Implement  
Evaluate 

2. Design (Merancang)
Pada tahap ini dilakukan verifikasi rancangan produk yang akan dibuat serta merumuskan
metode pengujian yang sesuai. Pada tahap ini pula akan di peroleh desain awal modul
isolasi gen Alpha-amilase untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap design antaralain;
a. Conduct a Task Inventory (Membuat Daftar Tugas)
Daftar tugas digunakan untuk membuat perencanaan kerja yang akan dilakukan
selama melakukan pengembangan produk, rencana kerja tersebut yakni: merancang
RPS (Lampiran ), merancang SAP (Lampiran), merancang modul (Lampiran) beserta
validasinya (Lampiran), merancang SAP (Lampiran), merancang soal tes berpikir
kritis beserta pedoman penskoran, merancang instrument evaluasi untuk modul dalam
bentuk lembar respon mahasiswa (Lampiran) dan lembar respon penggunaan (dosen)
(Lampiran)
b. Compose Performance Objectives (Menyusun Tujuan Kinerja)
Tujuan kinerja dalam penelitian pengembangan ini antara lain:
 Menghasilkan modul berbasis penelitian pada materi Genetic Engineering
matakuliah Bioteknologi.
 Meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa program studi
Pendidikan Biologi semester VI menggunakan modul.
c. Generating Testing Strategies (Menyusun Strategi Pembelajaran)
Tujuan dari menyusun strategi pengujian untuk menilai validitas dan kelayakan
modul serta merancang percobaan desain untuk uji lapangan yang akan diterapkan
pada tahap Implement. Komponen dalam menilai validitas dan kelayakan modul
yakni validasi produk dan validasi instrumen penilaian. Rincian mengenai strategi
penilaian yang dilakukan dijabarkan dalam Tabel 3.3

Tabel 3.3 Bentuk dan Tujuan Penilaian Pengembangan

No Bentuk Penilaian Tujuan


1 Validasi Modul Menguji kelayakan modul dari ahli materi, ahli
media dan praktisi
2 Kemampuan Berpikir Kritis Menguji validasi soal berpikir kritis

3. Develop (Mengembangkan)
Tujuan dari tahapan ini yaitu mengembangkan dan memvalidasu modul serta membuat
panduan penggunaan modul baik untuk dosen maupun mahasiswa. Pada tahap develop
akan dihasilkan modul yang telah tervalidasi dan siap untuk implementasi. Adapun
beberapa tahapan yang dilalui pada tahap develop sebagai berikut.

a. Generate Content (Menghasilkan Konten)


Konten yang terdapat di dalam modul dijabarkan dalam Tabel 3.4
No Struktur Modul Konten
1. Judul/identitas Modul Teknik Analisis Molekuler; Isolasi Gen Alpha-
amilase pada bakteri Enterobacter agglomerans sebagai
Kandidat Bioremediator Limbah Rumah Sakit
2. Petunjuk belajar Petunjuk penggunaan modul berisi tata cara penggunaan
modul, memahami materi melalui diskusi maupun
praktikum, mengerjakan latihan soal dan tugas serta
refleksi diri
3. Capaian Pembelajaran Mampu menguasai fenomena alam dengan pendekatan
Bioteknologi, biiologi molekuler, biomonitoring,
bioproses dalam bidang biologi untuk memprediksi dan
memberi solusi masalah bidang biologi
4. Materi pembelajaran Genetic Engineering
5. Kegiatan belajar Deskripsi kegiatan yang akan dilakukan mahasiswa
dalam pembelajaran
6. Rangkuman Berupa hal pokok/point penting yang telah dibahas
dalam modul
7. Latihan soal Berbentuk soal uraian/essay
8. Tugas Berupa penyelidikan ilmiah dalam kegiatan
pembelajaran dan praktikum
9. Refleksi Penilaian diri sendiri dalam penguasaan materi selama
kegiatan pembelajaran
10. Evaluasi akhir Tes penguasaan kompetensi akhir pembelajaran
11. Daftar pustaka Bahan rujukan yang digunakan dalam menyusun modul
12. Glossary Berupa definisi konsep penting dalam modul
13. Kunci Jawaban Berupa kunci jawaban latihan soal dan evaluasi akhir

b. Select or Develop Supporting Media (Memilih atau Mengembangkan Media


Pendukung)
Media pendukung yang akan dikembangkan yakni laporan penelitian. Laporan
penelitian ini disusun berdasarkan kegiatan praktikum di Laboratorium pada
matakuliah Bioteknologi.

c. Develop Guidance for the Student (Mengembangkan Panduan bagi Mahasiswa)


Panduan penggunaan modul ini diletakkan pada bagian awal modul.
Panduan penggunaaan modul pada mahasiswa berfungsi untuk memudahkan
mahasiswa dalam menggunakan modul. Panduan penggunaan modul berisi petunjuk
tentang persiapan yang dilakukan sebelum menggunakan modul, kegiatan
pembelajaran yang terdapat didalam modul, cara penggunaan modul, cara melakukan
evaluasi dan refleksi setelah menggunakan modul.

d. Develop Guidance for the Teacher (Mengembangkan Panduan bagi Pendidik)


Panduan penggunaan modul untuk pendidik/dosen diletakkan pada bagian awal
modul. Panduan penggunaaan modul pada pendidik/dosen berfungsi untuk
memudahkan dosen dalam menggunakan modul berisi petunjuk tentang persiapan
yang dilakukan sebelum mengajar, kegiatan pembelajaran, cara penggunaan modul,
cara melakukan evaluasi dan refleksi setelah menggunakan modul.

e. Conduct Formative Revisions (Melakukan Revisi Formatif)


Terdapat dua jenis evaluasi dalam model pengembangan ADDIE yang digunakan
untuk merevisi produk yang telah dibuat yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.
Evaluasi formatif dilakukan sebelum implementasi yakni dengan validasi ahli materi,
ahli media dan praktisi lapangan. Evaluasi sumatif dilakukan setelah implementasi.
Validasi dilakukan berdasarkan indikator dalam Tabel 3.5 sebagai berikut.
Table 3.5 Indikator Pengukuran Validasi
Validasi Indikator Bentuk Penskoran
Materi  Cakupan materi Skor 4: sangat baik/sangat
 Akurasi materi menarik/sangat setuju/sangat sesuai
 Kemuktakhiran Skor 3: baik/menarik/setuju/sesuai
 Format Modul Skor 2: cukup/cukup
 Penyajian Materi menarik/cukup setuju/cukup sesuai
 Kemenarikan tampilan Skor 1: kurang/kurang
menarik/kurang setuju/kurang
sesuai
Media  Format modul Skor 4: sangat baik/sangat
 Kebahasaan menarik/sangat setuju/sangat sesuai
 Penyajian Skor 3: baik/menarik/setuju/sesuai
 Kegrafisan Skor 2: cukup/cukup
menarik/cukup setuju/cukup sesuai
Skor 1: kurang/kurang
menarik/kurang setuju/kurang
sesuai
Praktisi Kesesuaian materi Skor 4: sangat baik/sangat
Penyajian media menarik/sangat setuju/sangat sesuai
Fungsi dalam pembelajaran Skor 3: baik/menarik/setuju/sesuai
Skor 2: cukup/cukup
menarik/cukup setuju/cukup sesuai
Skor 1: kurang/kurang
menarik/kurang setuju/kurang
sesuai
Sumber: Modifikasi Akbar (2013)

Hasil validasi berupa total skor dan persentase serta saran dan komentar untuk
perbaikan modul lalu evaluasi formatif melalui 3 tahap berikut ini.
1) One-to-One Trial (Uji Coba Perorangan)
Uji coba perorangan dilakukan pada mahasiswa dengan tingkat kemampuan
akademis yang berbeda untuk mendapatkan umpan balik kualitatif berupa respon
mahasiswa terhadap tugas yang ada dalam modul, batas waktu pengerjaan yang
ditentukan, serta sikap dan persepsi mahasiswa mengenai evaluasi dan penilaian
di dalam modul. Hasil uji coba ini digunakan dalam merivisi modul sebelum
dilakukan uji coba pada kelompok kecil.
2) Small Group Trial (Uji Coba Kelompok Kecil)
Uji coba kelompok kecil bertujuan untuk menentukan keefektifan modul
sesudah revisi dan untuk mendapatkan umpan balik proses pembelajaran berupa
pretest, posttest, serta kuisioner pada 8-20 mahasiswa. Hasil uji coba ini
digunakan dalam merevisi modul sebelum dilakukan uji coba lapangan.
3) Field Trial (Uji Coba Lapangan)
Uji coba lapangan merupakan tahap penentuan apakah modul yang
dikembangkan sudah layak untuk masuk pada tahap implementasi ataukah perlu
direvisi kembali.

f. Conduct a Pilot Test (Melakukan Uji Coba)


Pada tahap uji coba ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam rencana uji coba
seperti jumlah mahasiswa, deskripsi mahasiswa, tempat dan waktu pelaksanaan,
lingkungan belajar yang dibutuhkan, kualifikasi fasilitator dalam pelaksanaan,
rencana pengukuran dan instrumennya serta menentukan tim yang akan melakukan
evaluasi.
Pada akhir tahap ini Develop sudah terlaksana dengan hasil sebagai berikut: rencana
pelaksanaan pembelajaran, sumber konten tambahan, strategi pelaksanaan, media
yang digunakan dalam memfasilitasi pembelajaran serta hasil uji coba yang telah
dilakukan.

4. Implement (Menerapkan)
Pada tahap ini dilakukan pembelajaran menggunakan modul yang telah direvisi. Hasil
dari tahap ini adalah strategi implementasi dalam kegiatan pembelajaran menggunakan
modul dengan melakukan quasi eksperiment menggunakan desain the one group pretest-
postest design. Tahap implement terdiri dari 2 bagian yaitu:
a. Prepare the Teacher (Mempersiapkan Pendidik/dosen)
Kegiatan pembelajaran dibimbing oleh peneliti sendiri sebagai dosen dengan
menggunakan modul dan instrument yang telah dikembangkan. Selain itu peneliti
akan dibantu dengan dosen pengampu matakuliah bioteknologi sebagai observer.
Dosen pengampu sebagai observer bertugas mengamati proses pembelajaran sesuai
dengan sintaks yang ada serta memberikan laporan hasil observasi berkaitan dengan
keterlaksanaan sintaks pembelajaran dan aktivitas mahasiswa sebagai bahan evaluasi.
b. Prepare the Student (Mempersiapkan Mahasiswa)
Mahasiswa yang dijadikan sebagai subyek penelitian merupakan mahasiswa yang
sudah melalui uji kesetaraan pada tahap analyse. Persiapan mahasiswa meliputi
identifikasi dan observasi kelas, mengatur jadwal pelaksanaan, penyebaran modul dan
persiapan teknis yang diperlukan oleh mahasiswa. Pada awal kegiatan pembelajaran
mahasiswa diberikan pretest dan diberikan posttest diakhir pembelajaran untuk
mengukur keterampilan berpikir kritis mahasiswa.
Tahapan Prepare the Student merupakan rancangan quasy-eksperiment dengan
penjabaran sebagai berikut:
1) Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah the one group pretest-postest design. dengan
skema rancangan Tabel 3.6 sebagai berikut:
Tabel 3.6 Tabel desain implementasi modul
Kelas Pretest Perlakuan Posttest
Pembelajaran di kelas O1 X O2
dengan Modul
Keterangan:
a. O1 = Pretest pada kelas dengan modul
b. O2 = Posttest pada kelas dengan modul
c. X = Perlakuan yang diberikan

2) Waktu Pelaksanaan
Penelitian ini akan dilakukan selama 2 bulan yaitu pada bulan Maret-April 2019.
3) Populasi dan Sampel
Populasi penelitian yaitu mahasiswa semester VI Pendidikan Biologi sebanyak 4
kelas, sedangkan sampel penelitiannya ialah mahasiswa semester VI off yang sedang
menempuh matakuliah bioteknologi sebagai kelas ekperimen.
4) Instrumen Penelitian
Instrument dalam penelitian ini adalah lembar keterlaksanan sintaks pembelajaran
(Lampiran), soal tes kemampuan berpikir kritis mahasiswa, angket dan angket respon
mahasiswa.
5) Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data meggunakan lembar keterlaksanaan sintaks pembelajaran
yang dilakukan oleh dosen sebagai observer dengan memberikan check list pada
kolom keterlaksanaan dan memberikan catatan pada kolom bagian bawah lembar
tersebut. Pengumpulan data kemampuan berpikir kritis mahasiswa dilakukan dengan
memberikan pretest sebelum proses pembelajaran dilakukan dan memberikan
posttest sesudah proses pembelajaran selesai dilakukan. Pengambilan data angket
respon mahasiswa dilakukan akhir proses pembelajaran.
6) Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dilakukan dengan menghitung presentase langkah/fase
pembelajaran yang dilakukan peneliti, nilai pretest dan posttest dianalisis dengan
menggunakan uji t test berpasangan, sedangkan respon mahasiswa dianalisis secara
deskriptif kualitatif.

5. Evaluate (Mengevaluasi)
Tahap ini bertujuan untuk menilai kualitas produk serta proses instruksionalnya baik
sebelum dan sesudah implementasi. Hasil dari tahap ini adalah rencana evaluasi untuk
penyempurnaan modul. Kegiatan tahap Evaluate dilakukan dengan urutan sebagai
berikut:
a. Determine Evaluation Criteria (Menentukan Kriteria Evaluasi)
Kriteria evaluasi dilakukan dengan menyusun kriteria ketercapaian validasi modul,
keterlaksanaan sintaks pembelajaran, respon mahasiswa, hasil pretest-posttest kemampuan
berpikir kritis dengan rincian sebagai berikut:
1. Validasi Modul Pembelajaran
Validasi modul pembelajaran dilakukan dengan rubrik tingkat kevalidan kriteria seperti
pada Tabel 3.7 dan Tabel 3.8 berikut:
Tabel 3.7 Rubrik Tingkat Validitas Modul
Skor Tingkat validitas
1 tingkat sesuai
2 kurang sesuai
3 sesuai
4 sangat sesuai
Tabel 3.8 Kriteria Validitas Modul
No Kriteria Validitas (Pencapaian skor/skor Tingkat Validitas
rata-rata)
1 126-152 sangat valid, atau dapat digunakan dengan sedikit
revisi
2 95-124 valid, atau dapat digunakan namun perlu sedikit revisi
3 68-94 kurang valid, disarankan tidak dipergunakan karena
perlu revisi besar
4 39-67 tidak valid, atau tidak boleh dipergunakan, perlu revisi
besar-besaran
5 0-38 sangat tidak valid, tidak boleh dipergunakan
Sumber: Akbar (2013)

2. Keterlaksanaan Sintaks Pembelajaran


Keterlaksanaan sintaks pembelajaran dihitung berdasarkan presentase langkah
pembelajaran yang terlaksana berdasarkan lembar observasi keterlaksanaan sintaks
pembelajaran. Kriteria keterlaksanaan sintaks dianggap baik jika lebih dari 85%.
3. Respons Mahasiswa
Penelitian persepsi dan pembelajaran dihitung berdasarkan reaksi dan respon/tanggapan
mahasiswa terhadap modul dan pelaksanaan proses pembelajaran dari lembar observasi
respon mahasiswa.
4. Hasil Pretest dan posttest Kemampuan Berpikir Kritis
Hasil pretest dan posttest dihitung dengan menggunkan rubrik keterampilan berpikir
mahasiswa berupa soal essay dengan skor maksimal 4 dan jumlah soal 5.

b. Select Evaluation Tools (Memilih Alat Evaluasi)


Pemilihan alat evaluasi dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis data
kuantitatif dan kualitatif yang dijabarkan sebagai berikut.
1. Validasi modul pembelajaran
Data hasil validasi modul pembelajaran dianalisis dengan perhitungan sebagai berikut.

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑎𝑝𝑒𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖


Rerata skor = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟

2. Keterlaksanaan Sintaks Pembelajaran


𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖
Persentase keterlaksanaan = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟
3. Respon Mahasiswa
Penilaian respon/tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan modul dan pelaksanaan
proses pembelajaran dari lembar observasi respon mahasiswa dianalisis dengan
perhitungan sebagai berikut.

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖


Penilaian respons= 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟

4. Hasil Pretest dan Posttest Kemmpuan Berpikir Kritis


Hasil pretest-posttest kemampuan berpikir kritis dianalisis dengan menggunakan uji t
berpasangan untuk mengetahui perbedaan hasil berpikir kritis mahasiswa sebelum dan
setelah pemberian modul.

c. Conduct Evaluations (Melakukan Revisi)


Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan setelah seluruh
proses pembelajaran berakhir dengan bantuan tim pelaksana kegiatan pembelajaran untuk
mengetahui ketercapaian tujuan penelitian dan tindak lanjut yang diperlukan.

Anda mungkin juga menyukai