Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PENDAHULUAN

A. Pengertian
Kehamilan (Graviditas) dimulai dengan konsepsi (pertumbuhan) dan
berakhir dengan proses permulaan persalinan. Lamanya kehamilan dimulai
dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari
300 hari (43 minggu). Ditinjau dari tuanya kehamilan, dibagi menjadi 3 bagian:
 Kehamilan Triwulan I (antara 0-12 minggu)
 Kehamilan Triwulan II (antara 12-28 minggu)
 Kehamilan Triwulan III (antara 28-40 minggu)
Awal kehamilan ditandai berdasarkan menstruasi terakhir pada wanita.
Banyak perubahan fisik yang akan wanita alami selama trimester pertama
(3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan periode tumbuh
kembang yang cepat bagi bayi. Kehamilan biasanya berlangsung selama 40
minggu, mulai dari hari pertama periode terakhir menstruasi wanita yang
berarti bahwa itu mencakup dua minggu sebelum ovulasi dan konsepsi
terjadi. Hal ini sering disebut dalam tiga bagian yang disebut trimester.
Trimester pertama berlangsung selama 12 minggu, yang kedua dari 13
sampai akhir 27 minggu, dan ketiga 28-40 minggu. Wanita mungkin
menemukan versi yang sedikit berbeda dari periode waktu selama
kehamilannya. Sebagai contoh, tes khusus dilakukan selama trimester
pertama. Pembagian trimester membantu anda dan dokter dalam perencanaan
dan pengelolaan kehamilan. Trimester pertama merupakan saat perubahan
besar dalam tubuh seorang wanita, dan akan mengalami perubahan dengan
cara yang unik. Beberapa wanita langsung tahu bahwa mereka telah hamil,
sedangkan orang lain mungkin tidak yakin mereka sedang hamil bahkan
setelah tes kehamilan positif dan dokter telah mengkonfirmasi.
B. Proses Kehamilan
Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung dan terdiri
dari ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot,
nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasentadan tumbuh kembang
hasil sampai aterm. (Manuaba, 2010).
 Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem
hormonal yang kompleks. Selama masa subur yang berlangsung 20 sampai
35 tahun, hanya 420 buah ovum yang dapat mengikuti proses pematangan
dan terjadi ovulasi.
 Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
Spermatogonium berasal dari sel primitif tubulus menjadi spermatosit
pertama, menjadi spermatosit kedua, menjadi spermatid akhirnya
spermatozoa.
 Konsepsi
Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau
fertilisasi dan membentuk zigot.
 Proses Nidasi atau Implantasi
Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma, ‘vitelus”
membangktkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan
“metafase”. Proses pemecahan dan pematangan mengikuti bentuk anafase
dan telofase sehingga pronukleusnya menjadi “haploid”.
 Pembentukan plasenta
Pada minggu kedua sampai ketiga terbentuk bakal jantung dengan
pembuluh darahnya yang menuju body stalk (bakal tali pusat).

C. Patofisiologi
Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan seorang
laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil (Terjadinya
kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim
seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. Pada saat ovulasi,
lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga
sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina
sampai ke ujung tuba falopi yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel
yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan
pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi). Jika perempuan tersebut
berada dalam masa subur, atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang,
maka terjadilah pembuahan.

D. Penatalaksanaan Kehamilan Normal


Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu mak
perlu penanganan yang sesuai dengan keadaan perubahan yang terjadi. Ibu
hamil harus lebih sering dikunjungi jika terdapat masalah dan ia hendaknya
disarankan untuk menemui petugas kesehatan jika ia merasakan tanda-tanda
bahaya atau jika ia merasa khawatir untuk mendapatkan semua informasi yang
diperlukan sehubungan dengan hal-hal diatas petugas kesehatan akan
memberikan asuhan antenatal yang lebih baik dengan tujuan :
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan
tumbuh kembang bayi.
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, social ibu,
dan bayi.
3. Mengenali secara dini ketidaknormalan atau komplikasi yang miungkin
terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum kebidanan
dan pembedahan.
4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu
maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI
eksklusif.
6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi
agar dapat tmbuh kembang secara normal.
DAFTAR PUSTAKA

Bagian Obstetri & Ginekologi,FK.Unpad. (1993). Obstetri. Elstar. Bandung.

Mochtar, R. (1998). Sinopsis Obstetri. Edisi 2. Jakarta: EGC.


Prawirohardjo. (2006). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal
dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.
Taylor, C.M. (2010). Diagnosis Keperawatan Dengan Rencana Asuhan, Edisi
10, Jakarta: EGC.