Anda di halaman 1dari 1

SELF-ESTEEM (Rosenberg)

Larasati WP. 2012. Meningkatkan Self-Esteem Melalui Metode Self-Instruction.[Tesis]. Jakarta


(ID) : Universitas Indonesia.

 Self-esteem merupakan penilaian seseorang terhadap gambaran dirinya dalam berbagai


aspek kehidupan (Pintrich dalam Larasati 2012).
 Lui Kaplan dalam Larasati (2012) berpendapat bahwa self esteem memiliki hubungan
timbal balik dengan pencapaian seseorang. Self-esteem berperan dalam keberhasilan
dan kegagalan yang dialami seseorang, baik yang berhubungan dengan akademik,
pekerjaan, dll.
 Penggunaan skala self-esteem menggunakan 4 alternatif jawaban : (1) sangat tidak setuju,
(2) tidak setuju, 3 (setuju), dan 4 (Sangat setuju).
 Pada skala 1-5, angka tengah (3) netral atau cukup PERLU DIHINDARI untuk
meminimalisir kemungkinan jawaban netral pada tiap-tiap point pertanyaan.
 Penentuan skor disetiap jenjang disesuaikan dengan pernyataan bersifat negatif atau
positif.

Aturan pembuatan pertanyaan Likert oleh Rensis Likert (1932) :


1. Item pernyataan harus singkat dan padat. Tidak >20 kata dalam sebuah pernyataan.
2. Hindari pernyataan makna ganda
3. Satu pernyataan hanya terdiri dari satu ide tunggal
4. Hindari double negative dalam satu pernyataan
5. Hindari penggunaan kata yang sulit dipahami responden yang dituju.