Anda di halaman 1dari 12

1.

Berikut yang termasuk dalam klasifikasi virus berdasarkan tropisme adalah


a. Virus enteric, respirasi, onkogenik, hepatitis, arbovirus
b. Onkogenik, RNA, DNA, hepatitis, arbovirus
c. Hepatitis, onkogenik , RNA
d. Berselubung, dan non selubung
e. Enteric, onkogenik, hepatitis, respirasi, RNA
2. Menurut morfologinya virus dibedakan berdasarkan jenis asam nukleat dan proteinmembran
terluar dibagi menjadi 4 kelompok yaitu
a. Virus respirasi, enteric, berselubung dan non selubug
b. RNA, DNA, hepatitis, enteric
c. Selubung, non selubung, RNA-DNA, ENTERIK
d. RNA, DNA, berselubung, dan non selubung
e. Onkogenik, hepatitis, berselubung dan non selubung
3. Berdasarkan alur fungsi genom yang lebih dikenal sebagai klasifikasi Baltimore , virus RNA
meliputi
a. Virus RNA untai ganda
b. Virus RNA untai tunggal ( + )
c. Virus RNA untai tunggal ( - )
d. Virus RNA untai tunggal ( + ) dengan DNA perantara
e. Semua jawaban benar
4. Berdasarkan alur fungsi genom yang lebih dikenal sebagai klasifikasi Baltimore , virus DNA
meliputi
a. Virus DNA untai tunggal
b. Virus DNA untai ganda
c. Virus DNA untai ganda dengan RNA perantara
d. Virus DNA untai ganda ( + )
e. Jawaban a,b,c benar
5. Karakteristik virus DNA adalah
a. Memiliki materi genetic DNA, pada klasifikasi Baltimore meliputi klas I , II, DAN VII
b. Memiliki materi genetic DNA, pada klasifikasi Baltimore meliputi klas III, IV , V , DAN VI
c. Memiliki materi genetic DNA, yang termasuk dalam family virus ini adalah herpesviridae,
poxviridae, dan parvoviridae
d. Memiliki materi genetic DNA, yang termasuk dalam family virus ini adalah picornaviridae,
orthomyxoviridae, dan paramyxoviridae
e. Jawaban a dan c benar
6. Yang benar mengenai herpesviridae adalah
a. Terdiri atas alfa herpesvirus, beta herpesvirus, gamma herpesvirus
b. Infeksi alpha herpesvirus bersifat laten persisten
c. Yang termasuk dalam golongan alpha herpesvirus adalah herpes simpleks tipe 1 dan 2
varicella zoster virus
d. Yang termasuk dalam beta herpesvirus adalah cytomegalovirus
e. Semua jawaban diatas benar
7. Epstein- barr virus adalah salah satu virus dan family
a. Poxyviridae
b. Parvoviridae
c. Orthomyxoviridae
d. Piconaviridae
e. Herpesviridae
8. Epstein- barr virus merupakan penyakit dengan cirri
a. Limphopoliferatif
b. Epidermopoliferatif
c. Dermopoliferatif
d. Adenopoliferatif
e. Myopoliferatif
9. Virus B-19 adalah salah satu penyebab penyakit kecacatan dan gugurnya janin pada ibu hamil ,
virus ini termasuk pada family
a. Parvoviridae
b. Poxyviridae
c. Herpesviridae
d. Orthomyxoviridae
e. Paramyxoviridae
10. Small pox virus salah satu penyebab penyakit cacar berupa ruam kulit diikuti terbentuknya
makulopapular , virus berada dibawah pembuluh darah kulit, mulut, bahkan tenggorok, virus
termasuk dalam family
a. Parvoviridae
b. Poxyviridae
c. Herpesviridae
d. Orthomyxoviridae
e. Paramyxoviridae
11. Tahap urutan replikasi virus yang benar
a. Perlekatan, pelepasan selubung, penetrasi, replikasi genom, pematangan, perakitan,
pelepasan
b. Perlekatan , pelepasan selubung, penetrasi , replikasi genom, ekspresi en , perakitan ,
pematangan , pelepasan.
c. Perlekatan, penetrasi, pelepasan selbung, replikasi genom , ekspresi gen , perakitan ,
pematangan, pelepasan
d. `perlekatan , penetrasi, pelepasan selubung, replikasi genom , ekspresi gen , pelepasan,
perakitan , pematangan
e. Penetrasi , perlekatan , pelepasan selubung, perakitan , ekspresi gen , pematangan ,
perlepasan
12. Virus yang sulit dimusnahkan dengan eter , antara lain
a. Polivirus
b. Ifuenza virus’
c. Small poxyvirus
d. Ebola virus
e. Cytomegalovirus
13. Virus yang mudah dimusnahka dengan eter antara lain
a. Rotavirus
b. Callcivirus
c. Astrovirus
d. Rhinovirus
e. Hepatitis C virus
14. Family virus yang mudah diinaktivasi oleh eter adalah
a. Hepadnaviridae
b. Herpesviridae
c. Poxviridae
d. Orthomyxoviridae
e. Semua jawaban diatas benar
15. Family virus yang sulit diinaktivasi oleh eter adalah
a. Picornaviridae
b. Reoviridae
c. Parvoviridae
d. Papovaviridae
e. Semua jawaban diatas benar
16. Diagnostic virus penyebab penyakit dapat dilakukan secara spesifik dengan pemeriksaan
a. Deteksi virus
b. Deteksi antigen virus
c. Deteksi genom virus
d. Deteksi serologi virus
e. Semua jawaban benar
17. Diagnostic virus untuk menentukan penyakit non spesifik dapat dilihat dengan adanya
a. Leukositosis
b. Limfositosis
c. Monositosis
d. Retikulositosis
e. Granulositosis
18. Jika ditinjau dari kecepatan metode diagnosis yang cepat dan spesifitas yang tinggi
a. Metode deteksi virus secara mikroskopis, deteksi antigen virus secara elisa , dan
imunofluoresensi
b. Metode deteksi virus secara biakan virus, deteksi antigen virus secara aglutinasi partikel
lateks
c. Metode deteksi virus secara histology ( inakulasi ), deteksi antigen virus secara
Radioimunoassay
d. Metode deteksi virus secara mikroskopis deteksi antigen virus secara RNA
e. Metode deteksi virus secara histology , deteksi antigen virus secara ELISA
19. Metode deteksi virus dengan menggunakan mikroskop electron biasanya digunakan untuk
mendeteksi virus penyebab penyakit
a. Meningitis
b. Diare
c. Infeksi saluran nafas
d. Hepatitis
e. Jawaban b, dan c benar
20. Deteksi virus influenza dengan cara biakan dilakukan dengan menanam material suspek pada
bagian telur
a. Membrane korio alantosis
b. Embrio ayam
c. Rongga amnion
d. Rongga korio alantosis
e. Kantong kuning telur
21. Setelah virus ditanam pada sel biakan tertentu , kemudian dilihat dengan mikroskop inverse,
antara lain yang dicari adalah gambaran
a. Efek sitopastik
b. Menyerupai sel epitel
c. Fibroblastic
d. Hemadsorbsi eritrosit
e. Semua jawaban diatas benar
22. Pada hapusan giemsa dengan menggunakan mikroskop cahaya, penderita terinfeksi virus CMV
yang dicari adalah inkluasi atau partikel virus dibawah
a. Intrasitoplasmik
b. Intragolgi
c. Intranukleus
d. Intramitokondria
e. Intra membrane
23. Inklusi dengan karakteristik “ owl eyes” merupakan khas infeksi yang disebabkan
a. Polio virus
b. Influenza virus
c. Cytomegalovirus
d. St. Louis enchepatilis virus
e. Ebstein- barr virus
24. Gambar disamping ini merupakan kerokan epitel sel servik , yang sudah diberi antisera antivirus
dan tampak inklusi warna biru . gambaran ini merupakan khas pada infeksi
a. CMV
b. POLIO
c. HPV
d. INFLUENZA
e. SMALL POX VIRUS
25. Uji fiksasi komplemen pada serum seronegatif penderita terduga infeksi CMV akan tampak
sebagai berikut
a. Kpmlek antigen-antibodi mengikat seluruh komplemen , tidak ada komplemen bebas, tidak
terjadi hemolisis
b. Tidak terjadi komplek antigen- antibody , terdapat komplemen yang tidak terikat, sel darah
merah mengalami hemolisis
c. Komplek antigen-antibodi mengikat seluruh komplemen, terdapat komplemen yang tidak
terikat , terjadi hemolisis
d. Tidak terjadi komplek antigen-antibodi , tidak ada komplemen bebas, tidak terjadi hemolisis
e. Komplek antigen-antibodi mengikat seluruh komplemen , terjadi hemolisis
26. Deteksi antigen virus lebih senstiv dibandingkan dengan deteksi virus dengan hapusan negative
yang dilihat dengan mikroskop electron , pernyataan berikut yang mendukung keunggulan
pemeriksaan deteksi antigen virus adalah
a. Dapat melihat partikel antigen virus
b. Dapat melihat bentuk utuh virus
c. Dapat terdeteksi dengan hapusan negative mikroskop electron
d. Tidak dapat terdeteksi dengan hapusan mikroskop electron
e. Jawaban a dan c benar
27. Berikut termasuk dalam antigen virus
a. Uji antisera
b. Sangat sensitive karena dapat mendeteksi partikel virus yang rusak
c. Partikel virus yang rusak dapat terdeteksi yang jika pada uji deteksi virus hapusan negative
kemudian dilihat dengan microscop electron , partikel virus tidak terlihat
d. Material sampel didapat dari cairan tubuh , sel terkelupas, dan sel darah putih
e. Semua jawaban diatas benar
28. Berikut termasuk dalam uji serologi virus positif dengan prinsip ELISA secara langsung
a. Antigen melekat pada sumur periksa- antibody spesifik penderita berikatan dengan antigen
sumur periksa-antibody yang terikat enzim berikatan dengan antibody spesifik penderita-
ditambahkan substrat, enzim yang ada akan merubah substrat menjadi produk perubah
warna
b. Antigen melekat pada sumur periksa – antibody spesifik penderita tidak berikatan dengan
antigen pada sumur periksa- antibody yang terikat enzim tidak berikatan dengan antibody
spesifik penderita – pada penambahan substrat , enzim yang tidak menjadi produk
perubahan warna
c. Antibody melekat pada sumur periksa- antigen spesifik penderita berikatan dengan antibody
pada sumur periksa – antigen yang terikat enzim berikatan dengan antigen spesifik
penderita- pada penambahan substrat, enzim yang ada tidak merubah substrat menjadi
produk perubah warna
d. Antigen ada akan menghasilkan produk perubahan warna melekat pada sumur periksa-
antibody spesifik penderita tidak berikatan dengan antigen pada sumur periksa antibody-
yang terikat enzim berikatan dengan antigen spesifik penderita – pada penambahan
substrat , enzim yang ada akan menghasilkan produk perubahan warna
e. Antigen melekat pada sumur periksa – antibody spesifik penderita akan berikatan dengan
antigen pada sumur periksa- antibody yang terikat enzim berikatan dengan antigen spesifik
penderita- pada penambahan substrat enzim
29. Berikut termasuk dalam uji serologi virus positif dengan prinsip ELISA secara sandwich
a. Monoclonal antibody melekat pada sumur periksa – antigen penderita berikatan dengan
antibody monoclonal – antibody monoclonal yang kedua yang terikat enzim berikatan
dengan antibody monoclonal yang melekat pada sumur periksa – pada penambahan
substrat akan merubah enzim menghasilkan produk perubahan warna
b. Monoclonal antibody melekat pada sumur periksa – antigen penderita tidak berikatan
dengan antibody monoclonal – antibody monoclonal yang kedua yang terikat enzim,
berikatan dengan anibody monoclonal yang melekat pada sumur periksa – pada
penambahan substrat tidak akan merubah enzim menghasilkan produk warna
c. Antibody melekat pada sumur periksa – antigen spesifik penderita berikatan dengan
antibody pada sumur periksa – antigen yang terikat enzim berikatan dengan antigen spesifik
penderita- pada penambahan substrat , enzim yang ada tidak merubah subtract menjadi
produk penghasil warna
d. Antigen melekat pada sumur periksa – antibody monoclonal spesifik penderita tidak
berikatan dengan antigen pada sumur periksa – antibody yang terikat enzim tidak berikatan
dengan antibody spesifik penderita- pada penambahan substrat , enzim yang ada tidak
menjadi produk perubah warna
e. Monoclonal antibody melekat pada sumur periksa – antigen penderita tidak berikatan
dengan antibody monoclonal – antibody monoclonal yang kedua yang terikat enzim,
berikatan dengan antibody monoclonal yang melekat pada sumur periksa- pada perubahan
substrat , enzim tidak menghasilkan produk perubahan warna
30. Berikut termasuk dalam uji serologi virus positif dengan prinsip ELISA secara sandwich
a. Monoclonal antibody melekat pada sumur pada sumur periksa – tidak ada antigen penderita
berikatan dengan antibody monoclonal pada sumur periksa – antibody monoclonal yang
kedua yang terikat enzim. Berikatan dengan antibody monoclonal yang melekat pada sumur
periksa – pada penambahan substrat, enzim tidak merubah substrat menjadi produk
perubahan warna
b. Monoclonal antibody melekat pada sumur periksa –tidak ada antigen penderita berikatan
dengan antibody monoclonal pada sumur periksa - antibody monoclonal kedua yang
terikat enzim, berikatan dengan antibody monoclonal yang melekat pada sumur periksa –
pada perubahan substrat, enzim akan merubah substrat menjadi produk perubah warna
c. Monoclonal antigen melekat pada sumur periksa – tidak ada antibody penderita berikatan
berikatan dengan antigen monoclonal pada sumur periksa – antigen monoclonal yang kedua
yang terikat enzim- berikatan dengan antibody monoclonal yang melekat pada sumur
periksa – pada penambahan substrat , enzim tidak akan merubah substrat menjadi produk
perubahan warna
d. Monoclonal antibody melekat pada sumur periksa – tidak ada antigen berikatan dengan
antibody monoclonal pada sumur periksa – antibody monoclonal kedua yang terikat enzim ,
berikatan dengan antibody monoclonal yang melekat pada sumur periksa, pada
penambahan substrat , enzim merubah substrat menjadi produk perubahan warna
e. Monoclonal antibody melekat pada sumur periksa – antigen penderita berikatan dengan
antibody monoclonal pada sumur periksa – antibody monoclonal kedua yang terikat enzim,
berikatan dengan antibody monoclonal yang melekat pada sumur periksa , pada
penambahan substrat , enzim tidak merubah substrat menjadi produk perubahan warna
31. Penyakit yellow fever dan Japanese enchepalitis oleh virus family flaviviridae , pencegahan
penyakit tersebut secara paripura dengan cara
a. Vaksinasi hidup , menghindari giitan vector, pengendalian vector
b. Vaksinasi mati, menghindari gigitan vector, pengendalian vector
c. Hanya menghindari gigitan vector , pengendalian dan pembasmian vector
d. Hanya dengan melakukan vaksinasi hidup
e. Hanya dengan melakukan vaksinasi mati
32. Dengue fever adalah penyakit zoonosis disebabkan oleh
a. Aedes albopictus
b. Aedes aegepty
c. Aedes africanus
d. Aedes simpsoni
e. Haemagogus equinii
33. Genus yang secara kesuluruhan berikut termasuk dalam family retroviridae
a. Alpharetrovirus dan betaretrovirus
b. Betaretrovirus dan gammaretrovirus
c. Gammaretrovirus dan deltaretrovirus
d. Deltaretrovirus dan epsilonvirus
e. Alpha, beta , gamma, delta, epsilon virus ,lentivirus, dan spumavirus
34. Transmisi penyebaran infeksi retrovirus
a. Intravena
b. Airborne
c. Droplet nuclei
d. Fecal-oral
e. Sexual- intimed
35. Salah satu cara mendiagnosis laboratorium infeksi retroviris dan sampel yang diperiksa adalah
a. Metode ELISA dengan sampel feses penderita
b. Metode hemaglutinasi inhibisi dengan sampel darah
c. Metode fiksasi komplemen dengan sampel urin
d. Metode netralisasi dengan sampel sputum
e. Metode ELISA dengan sampel jaringan
36. Manifestasi klinis infeksi calicivirus pada manusia adalah
a. Gastroenteritis atau diare
b. Batuk
c. Pilek
d. Mata merah
e. Keluar cairan dari telinga
37. Transmisi penularan infeksi hepatitis virus A melalui
a. Fekal- oral
b. Intravena
c. Airborne
d. Droplet nuclei
e. Sexual intimed
38. Manifestasi klinis infeksi flavivirus yang berupa demam dan ruam disebut
a. Virus yellow viver
b. Virus kyasanur forest
c. Virus dengue
d. Virus st. Louis encephalitis
e. Virus japenese encephalitis
39. Pola neuromorfik adalah suatu spectra manifestasi klinis yang disebabkan flaviviridae khususnya
oleh virus
a. Yellow fiver
b. Kyasanur forest
c. Dengue
d. St.louis dan japenese encephalitis
e. Edge hill
40. Penyakit yang disebabkan oleh family togaviridae
a. Virus hepatitis A dan virus japenese encephalitis
b. Virus AIDS dan virus spuma
c. Virus dengue dan virus rubella
d. Virus reovirus dan calicivirus
e. Virus influenza dan virus herpes simpleks
41. Karakteristik khas retrovirus adalah
a. Virus RNA-2 untai, memiliki DNA intermediet dengan bantuan enzim reverse transkriptase
b. Virus RNA-2 untai, memiliki DNA intermediet dengan bantuan enzim integrase
c. Virus RNA-2 untai, memiliki DNA intermediet dengan bantuan enzim protease
d. Virus RNA-1 untai memiliki DNA intermediet dengan bantuan enzim reserve transkriptase
e. Virus RNA – 1 untai memiliki DNA itermediet dengan bantuan enzim integrase
42. DNA copy dari genom retrovirus akan bergabung dengan kromosom host melakukan proses
transkripsi protein dan replikasi genom dengan bantuan
a. Reserve transcriptase
b. Integrase
c. Protease
d. RNA- dependent DNA polymerase
e. Promoter dan enhancer element
43. Berikut yang termasuk dalam subfamily retrovirus adalah
a. Oncovirinae
b. Lentivirinae
c. Spumavirinae
d. Endogenus viruses
e. Semua jawaban diatas benar
44. HIV 1 DAN HIV 2 adalah contoh virus yang termasuk dalam sub family
a. Oncovirinae
b. Spumavirinae
c. Lentivirinae
d. Endogenus viruses
e. HIV 1 DAN HIV 2
45. Terapi utama gastroentrits rotavirus adalah
a. Rehidrasi
b. Antivirus
c. Antibiotic
d. Antifungal
e. Antiseptic
46. Material specimen untuk pemeriksaan infeksi hepatitis A adalah
a. Serum
b. Feses
c. Urin
d. Sputum
e. Cairan otak
47. Material specimen yang tepat sehingga dapat digunakan untuk mendiagnosa virus polio
a. Feses , cairan otak
b. Sputum , urin
c. Bone marrow
d. Feses, urin
e. Sputum , feses
48. Genus yang termasuk family picornavridae
a. Enterovirus, rhinovirus, hepatovirus, apthovirus, cardiovirus
b. Reovirus, influenza virus, parainfluenza virus , mumps virus
c. Respiratory syncitial virua, rhinovirus, influenza virus, parainfluenza virus
d. Enterovirus, calicivirus, norwalkvirus, rotavirus
e. Reovirus, respiratory syncitial virus , rhinovirus, influenza virus
49. Transmisi polio virus pada manusia melalui jalur
a. Fekal – oral
b. Transfuse darah
c. Udara
d. Hubungan seksual
e. Gigitan serangga
50. Berikut adalah tahapan replikasi yang dapat dihambat oleh obat-obatan HIV adalah
a. Binding and entry , reserve transcription , integration , assembly
b. Binding and entry , reserve transcription , integration, relase and protease
c. Binding and entry , transcription, integration , relase and protease
d. Binding and entry, reserve transcription, transcription , release and protease
e. Binding and entry, transcription , release and protease