Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN PAYUDARA PADA MASA NIFAS

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Stase Maternitas

Disusun Oleh :
Aceng Muhamad Fashihudin Pepi Kris Oktaviani
Dais Lukman Perdi Nugraha
Fuji Sukarsah Rahmawati
Irma Apriliani Nurhidayah Rifki Mohammad Fauzan
Mega Tri Putri Hidayat

PRODI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KARSA HUSADA - GARUT
Jl. Nusa indah no.24 Garut – Jawa Barat
Tlp. 0262-4704803, 0262-235860 Garut
Fax. 0262-235946 Garut
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Judul Penyuluhan : Perawatan Payudara Pada Masa Nifas


Sasaran Umum : Pasien Ruang Kalimaya Bawah RSUD dr.
Slamet Garut
Sasaran : Ibu Post Partum dan Post SC
Tempat : Ruang Kalimaya Bawah RSUD dr. Slamet
Garut
Hari/ Tanggal : Kamis, 27 Desember 2018
Waktu : 09.00 s/d 09.30

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan Perawatan Payudara Pada Masa Nifas
selama ± 30 menit, diharapkan para Ibu Post Partum dan Post SC dapat
memahami betapa pentingnya Perawatan Payudara Pada Masa Nifas
secara mandiri. Sehingga akan terjadi perubahan prilaku kesehatan di
masyarakat kearah yang lebih positif.
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Perawatan Payudara Pada Masa
Nifas selama 30 menit, diharapkan Ibu Post Partum mampu:
a. Menjelaskan pengertian dari perawatan payudara.
b. Dapat menyebutkan manfaat perawatan payudara.
c. Dapat menyebutkan beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam
perawatan payudara.
d. Dapat menyebutkan akibat dari tidak dilakukannya perawatan
payudara.
B. Sasaran
Ibu post partum di ruang kalimaya bawah di RSUD dr. Slamet Garut.
C. Strategi Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Kamis, 27 Desember 2018
Waktu : 09.00 s.d selesai
Tempat : Ruang Kalimaya Bawah RSUD dr. Slamet Garut
D. Kegiatan Penyuluhan
Waktu Kegiatan Keterangan
09.00 Pendahuluan : 1. Pasien menjawab salam
WIB 1. Mengucapkan salam 2. Pasien mendengarkan dan
2. Perkenalan diri memperhatikan
3. Menjelaskan maksud dan 3. Pasien mengerti maksud dan
tujuan tujuan
4. Menyebutkan topik-topik
yang akan disampaikan.
09.05 1 Kegiatan inti :
WIB 1. Menjelaskan apa yang Pasien menyimak mengajukan
dimaksud dengan perawatan pertanyaan mendengarkan
payudara
2. Menjelaskan manfaat/tujuan
dari perawatan payudara
3. Menjelaskan cara
pelaksanaan perawatan
payudara
4. Menjelaskan akibat yang
timbul dari tidak
dilakukannya perawatan
payudara
09.20 Penutup :
WIB 1. Memberikan pertanyaan 1. Pasien menjawab pertanyaan
kepada sasaran tentang materi yang diajukan penyuluh
yang sudah disampaikan
penyuluh
2. Menyimpulkan materi 2. Pasien mendengankan
penyuluhan yang telah penyampaian kesimpulan
disampaikan sasaran
3. Memberikan kesempatan 3. Pasien mampu memaparkan
kepada salah satu klien untuk kembali tentang perawatan
Memaparkan kembali tentang payudara.
perawatan payudara.
4. Menutup acara dan 4. Mendengarkan penyuluh
mengucapkan salam menutup acara dan menjawab
salam

E. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi
F. Pengorganisasian
1. Tim Penyuluhan
Penyaji : Pepi
Moderator :
Observer :
Fasilitator :
- Irma Apriliani N
- Mega Tri Putri Hidayat
-
2. Tugas dari Tim Penyuluhan
a. Leader Tugasnya :
- Membuat kontrak waktu dengan peserta
- Merencanaan , mengontrol dan mengatur jalanya penyuluhan
- Membuka acara
- Memimpin jalannya penyuluhan
- Menjelasan tujuan penyuluhan
- Memperkenalkan TIM
- Menyampaikan materi sesuai dengan tujuan penyuluhan
- Memotivasai anggota untuk terlibat aktif
- Dapat mengambil keputusan dengan tepat dan menyimpulkan hasil
diskusi pada penyuluhan tersebut
- Menutup jalannya acara penyuluhan
b. Co Leader Tugasnya :
- Menjelaskan tata tertib
- Mendampingi leader
- Membantu leader menjalankan tugasnya
- Mengambil alih posisi leader jika leader mengalami blocking
- Mengingatkan leader jika diskusi menyimpang
- Mengarahkan kembali posisi sesudah tidak mengalami blocking
c. Fasilitator Tugasnya :
- Mendampingi peserta penyuluhan
- Memotivasi peserta untuk aktif
- Mengarahkan peserta dalam melaksanakan pada saat penyuluhan
- Memfasilitasi peserta saat kegiatan berlangsung
d. Observer Tugasnya :
- Mengobservasi jalannya penyuluhan dari awal sampai akhir sebagai
acuan dalam evaluasi
Mencatat dan mengamati :
- Jumlah anggota yang hadir
- Siapa yang terlambat
- Daftar hadir
- Siapa yang memberi idea atau pendapat
- Topic diskusi
- Mengidentifikasi isu penting dalam kelompok
- Mengidentifikasi strategi teoritis yang digunakan leader
- Mencatat dan memodifikasi strategi untuk kelompok yang akan
datang
- Mengobservasi perilaku peserta, baik verbal maupun non verbal
selama penyuluhan
- Mencatat hasil dari penyuluhan
G. Media
1. Liflet
H. Materi
(terlampir)
I. EVALUASI
1. Dapat menjelaskan pengertian dari perawatan payudara!
2. Dapat menyebutkan manfaat perawatan payudara!
3. Dapat menyebutkan beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam
perawatan payudara!
4. Dapat menyebutkan akibat dari tidak dilakukannya perawatan payudara!
5. Dapat mendemonstrasikan ulang langkah dalam perawatan payudara!
J. SUMBER
1. Bobak, dkk. 2004. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC
2. Mellyna, H. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta :
Puspa Swara
3. Saleha, sitti. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta:
Salemba Medika
4. Saryono, Dyah. (2009). Perawatan payudara. Jogjakarta: Mitra
Cendikia.
Perawatan Payudara Pada Ibu Nifas

A. Pengertian
Post natal breast care pada ibu nifas merupakan perawatan payudara
yang dilakukan pada ibu pasca melahirkan/nifas untuk melancarkan
sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga
memperlancar pengeluaran ASI. Pelaksanaan perawatan payudara dimulai
sedini mungkin, yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan 2 kali
sehari. Perawatan payudara untuk ibu nifas yang menyusui merupakan
salah satu upaya dukungan terhadap pemberian ASI bagi buah hati.

B. Tujuan
Perawatan Payudara pasca persalinan merupakan kelanjutan perawatan
payudara semasa hamil, yang mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi
2. Untuk mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet
3. Untuk menonjolkan puting susu
4. Menjaga bentuk buah dada tetap bagus
5. Untuk mencegah terjadinya penyumbatan
6. Untuk memperbanyak produksi ASI
7. Untuk mengetahui adanya kelainan
C. Cara Perawatan Payudara
1. Persiapan alat untuk perawatan payudara
a. Handuk/Washlap
b. Kapas
c. Waskom berisi air dingin 1 buah
d. Waskom berisi air hangat 1 buah
e. Minyak kelapa/baby oil
2. Pelaksanaan
a. Lepaskan pakain
b. Ambil kapas dan basahi dengan minyak dan kemudian
tempelkan/kompreakan pada areola mamae selama 5 menit
kemudian bersihkan dengan diputar.
c. Putting di pegang dengan ibu jari dan jari telunjuk diputar 5-10 kali
ke dalam dan ke luar
d. Jika putting susu tenggekam, tarik putting susu sebanyak 10x/
merangsang putting dengan ujung waslap
e. Licinkan kedua telapak tangan dengan baby oil/minyak kelapa, lalu
tempatkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara
menghadap ke bawah. Lalu lingkari payudara dari bagian atas
sampai bawah, lakukan sebanyak 20x.
f. Tangan kiri menyokong dan tangan kanan melakukan pengurutan
mulai pangkal payudara ke arah putting secara menyeluruh,
lakukan sebanyak 20x.
g. Tangan kiri menyokong dan tangan kanan menggenggam
melakukan pengurutan mulai pangkal payudara ke arah putting
secara menyeluruh, lakukan sebanyak 20x.
h. Merangsang payudara dengan kompres air hangat lalu air dingin
secara bergantian.
i. Keringkan dan bersihkan payudara

D. Akibat Jika Tidak Dilakukan Perawatan Payudara


Berbagai dampak negatif dapat timbul jika tidak dilakukan perawatan
payudara sedini mungkin. Dampak tersebut meliputi :
1. Puting susu kedalam
2. Anak susah menyusui
3. ASI lama keluar
4. Produksi ASI terbatas
5. Pembengkakan pada payudara
6. Payudara meradang
7. Payudara kotor
8. Ibu belum siap menyusui
9. Kulit payudara terutama puting akan mudah lecet

E. Penatalaksanaan
1. Cara Mengatasi Bila Putting Tenggelam
Lakukan gerakan menggunakan kedua ibu jari dengan menekan kedua
sisi puting dan setelah puting tampak menonjol keluar lakukan tarikan
pada puting menggunakan ibu jari dan telunjuk lalu lanjutkan dengan
gerakan memutar puting ke satu arah. Ulangi sampai beberapa kali dan
dilakukan secara rutin.
2. Jika Asi Belum Keluar
Walaupun asi belum keluar ibu harus tetap menyusui. Mulailah segera
menyusui sejak bayi baru lahir, yakni dengan inisiasi menyusui dini,
Dengan teratur menyusui bayi maka hisapan bayi pada saat menyusu
ke ibu akan merangsang produksi hormon oksitosin dan prolaktin yang
akan membantu kelancaran ASI. Jadi biarkan bayi terus menghisap
maka akan keluar ASI. Jangan berpikir sebaliknya yakni menunggu
ASI keluar baru menyusui.

3. Penanganan puting susu lecet


Bagi ibu yang mengalami lecet pada puting susu, ibu bisa
mengistirahatkan 24 jam pada payudara yang lece dan memerah ASI
secara manual dan di tampung pada botol steril lalu di suapkan
menggunakan sendok kecil . Olesi dengan krim untuk payudara yang
lecet. Bila ada madu, cukup di olesi madu pada puting yang lecet.
4. Penanganan Pada Payudara Yang Terasa Keras Sekali Dan Nyeri, Asi
Menetes Pelan Dan Badan Terasa Demam.
Pada hari ke empat masa nifas kadang payudara terasa penuh dan
keras, juga sedikit nyeri. Justru ini pertanda baik. Berarti kelenjar air
susu ibu mulai berproduksi. Tak jarang diikuti pembesaran kelenjar di
ketiak, jangan cemas ini bukan penyakit dan masih dalam batas wajar.
Dengan adanya reaksi alamiah tubuh seorang ibu dalam masa
menyusui untuk meningkatkan produksi ASI, maka tubuh memerlukan
cairan lebih banyak. Inilah pentingnya minum air putih 8 sampai
dengan 10 gelas sehari.