Anda di halaman 1dari 23

Tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas III

MAKALAH “Aplikasi Penerapan 5 Meja Posyandu Balita”

DosenPembimbing:

Ns. Yoga Kertapati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom

Kelompok 03:

1. Brahmayda Wiji Lestari (151.0006)

2. Herda Mentary Sitorus (151.0019)

3. Ignatius Erino (151.0020)

4. Imelda Sandy (151.0023)

5. Selvia Kumala Dewi (151.0049)

6. Tiara Noviyanti U. (151.0052)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA

2018-2019
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini yang berkenaan dengan Keperawatan Komunitas III
tentang“Aplikasi Penerapan 5 Meja Posyandu dan Posbindu”.
Penyusunan makalah ini merupakan salah satu metode pembelajaran pada
Mata Kuliah Keperawatan Komunitas III di Program Studi Ilmu Keperawatan
Stikes Hang Tuah Surabaya.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang telah memberikan masukan, dorongan dan bimbingan kepada penulis
dalam menyusun makalah ini baik dari segi moril dan materil. Ucapan terimakasih
tersebut ditujukan kepada:
1. Yoga Kertapati, M.Kep., Ns, Sp.Kep.Kom.Selaku penanggung jawab dan
dosen Mata Kuliah Keperawatan Komunitas III di STIKES Hang Tuah
Surabaya.
2. Rekan-Rekan Angkatan 21 Prodi S1 Ilmu Keperawatan STIKES Hang Tuah
Surabaya.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari masih jauh dari


kesempurnaan, untuk itu sangat diharapkan saran dan kritik yang sifatnya
konstruktif dari semua pihak untuk perbaikan makalah ini. Akhirnya penulis
berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi yang membaca dan bagi
pengembangan ilmu keperawatan.

Surabaya, 30 September 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

COVER ................................................................................................................................ i
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii
BAB 1 ................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 2
1.3 Tujuan ................................................................................................................. 2
1.3.1 Tujuan Umum ............................................................................................. 2
1.3.2 Tujuan Khusus ............................................................................................ 2
1.3 Manfaat ............................................................................................................... 3
BAB 2 ................................................................................................................................. 4
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 4
2.1 Pengertian Posyandu ........................................................................................... 4
2.2 Manfaat Posyandu ............................................................................................... 5
2.3 Tujuan Posyandu ................................................................................................. 6
2.4 Jenis Posyandu .................................................................................................... 6
2.5 Kegiatan Utama Posyandu .................................................................................. 7
2.6 Pengelola dan Sasaran Posyandu ........................................................................ 8
2.7 Dasar Pelaksanaan Posyandu .............................................................................. 9
2.8 Kegiatan Posyandu.............................................................................................. 9
2.9 Keberhasilan Posyandu ..................................................................................... 11
2.10 Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Kedatangan Ibu di Posyandu ................... 11
2.11 Sistem Informasi Posyandu (SIP) ..................................................................... 11
2.12 Pembiayaan Posyandu....................................................................................... 12
2.13 Standar Operasional Prosedur (SPO) 5 Meja Posyandu Balita ......................... 13
BAB 3 ............................................................................................................................... 17
PENUTUP ........................................................................................................................ 17
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 17
3.2 Saran ................................................................................................................. 17

iii
iv
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peningkatan mutu sumber daya manusia sebagai potensi pembangunan
bangsa yang dapat membangun dan menolong dirinya sendiri merupakan
tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, maka dengan ini
posyandu cukup strategis dalam pengembangan kualitas sumber daya
manusia sejak dini perlu ditingkatkan pembinaannya. Pelayanan kesehatan
terpadu (yandu) adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan yang
dilaksanakan di suatu wilayah kerja Puskesmas “A.A. Gde Muninjaya
(2002:169)”. Tempat pelaksanaan pelayanan program terpadu di balai dusun,
balai kelurahan, RW, dan sebagainya disebut dengan Pos pelayanan terpadu
(Posyandu). Konsep Posyandu berkaitan erat dengan keterpaduan.
Keterpaduan yang dimaksud meliputi keterpaduan dalam aspek sasaran,
aspek lokasi kegiatan, aspek petugas penyelenggara, aspek dana dan lain
sebagainya ( Departemen Kesehatan, 1987 : 10 ). Posyandu merupakan
salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM)
yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna
memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Cakupan Pelayanan Anak Balita Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016
mencapai 82,60%, dan ada 16 kabupaten/kota belum mencapai target yang
ditentukan (83%). Kabupaten/kota tersebut adalah Kabupaten Kediri,
Sidoarjo, Tulungagung, Gresik, Ngawi, Ponorogo, Banyuwangi, Pasuruan,
Blitar. Bangkalan, Nganjuk serta Kota Surabaya, Probolinggo, Pasuruan,
Blitar dn Kota Malang. Angka cakupan kunjugan bayi tertinggi pada tahun
2016 terdapat pada Kota Madiun dengan angka 97,87% dan yang terendah
terdapat pada Kabupaten Nganjuk dengan angka 64,60%. Bagi
kabupaten/kota yang belum mencapai target perlu dilakukan upaya
peningkatan pelayanan yang berkualitas pada Anak Balita paripurna.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana definisi posyandu?
2. Bagaimana manfaat posyandu?
3. Apa tujuan dari posyandu?
4. Apa saja jenis-jenis posyandu?
5. Apa kegiatan-kegiatan yang dilakukan posyandu?
6. Bagaimana pengelola dan sasaran posyandu?
7. Bagaimana dasar pelaksanaan posyandu?
8. Bagaimana faktor-faktor keberhasilan posyandu?
9. Bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi kedatangan ibu di
posyandu?
10. Bagaimana Sistem Informasi Posyandu (SIP)?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum


Mahasiswa mampu memahami tentang konsep dasar posyandu

1.3.2 Tujuan Khusus


1. Mahasiswa mampu memahami definisi dari posyandu.
2. Mahasiswa mampu memahami manfaaat dari posyandu.
3. Mahasiswa mampu memahami tujuan dari posyandu.
4. Mahasiswa mampu memahami jenis-jenis posyandu.
5. Mahasiswa mampu memahami kegiatan-kegiatan di dalam posyandu.
6. Mahasiswa mampu memahami pengelola dan sasaran posyandu.
7. Mahasiswa mampu memahami dasar pelaksanaan posyandu.
8. Mahasiswa mampu memahami faktor keberhasilan posyandu.
9. Mahasiswa mampu memahami faktor yang mempengaruhi kedatangan
ibu di posyandu.
10. Mahasiswa mampu memahami sistem informasi posyandu (SIP).

2
1.3 Manfaat
Mahasiswa mampu memahami meteri tentang Standar Prosedur
Operasional (SOP) 5 meja posyandu sehingga mahasiswa dapat mengerti dan
mengaplikasikannya dalam tindakan keperawatan.

3
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Posyandu


Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh
dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan (Cessnasari.
2005). Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis
Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan
bersama masyarakat dalam penyelanggraan pembangunan kesehatan guna
memberdayakan masyarakat dan memberikan kemmudahan kepada
masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/social dasar untuk
mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi ( Departemen
Kesehatan RI. 2006 ). Posyandu adalah sistem pelayanan yang dipadukan
antara satu program dengan program lainnya yang merupakan forum
komunikasi pelayanan terpadu dan dinamis seperti halnya program KB
dengan kesehatan atau berbagai program lainnya yang berkaitan dengan
kegiatan masyarakat (BKKBN, 1989).
Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan
kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh
masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta
pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga. berencana yang
mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak
dini. Yang dimaksud dengan nilai strategis untuk pengembangan sumber daya
manusia sejak dini yaitu dalam peningkat mutu manusia di masa yang akan
datang dan akibat dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia ada 3
intervensi yaitu :
1. Pembinaan kelangsungan hidup anak (Child Survival) yang ditujukan
untuk menjaga kelangsungan hidup anak sejak janin dalam kandungan ibu
sampai usia balita.
2. Pembinaan perkembangan anak (Child Development) yang ditujukan
untuk membina tumbuh/kembang anak secara sempurna, baik fisik
maupun mental sehingga siap menjadi tenaga kerja tangguh.

4
3. Pembinaan kemampuan kerja (Employment) yang dimaksud untuk
memberikan kesempatan berkarya dan berkreasi dalam pembangunan
bangsa dan negara.
Intervensi 1 dan 2 dapat dilaksanakan sendiri oleh masyarakat dengan sedikit
bantuan dan pengarahan dari petugas penyelenggara dan pengembangan
Posyandu merupakan strategi yang tepat untuk intervensi ini. Intervensi ke 3
perlu dipersiapkan dengan memperhatikan aspek-aspek Poleksosbud.

2.2 Manfaat Posyandu


A. Bagi Masyarakat :
1. Mendukung perbaikan perilaku, keadaan gizi dan kesehatan keluarga
sehingga:
- Keluarga menimbang balitanya setiap bulan agar terpantau
pertumbuhannya.
- Bayi umur 0-11 bulan memperoleh imunisasi Hepatitis B 4 kali,
BCG 1 kali, Polio 4 kali, DPT 3 kali dan campak 1 kali.
- Bayi 6-11 bulan memperoleh 1 kapsul vitamin A warna biru
(100.000 SI)
- Anak 12-59 bulan memperoleh kapsul vitamin A warna merah
(200.000 SI) setiap 6 bulan (Februari dan Agustus)
2. Mendukung perilaku hidup bersih dan sehat
3. Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan
dasar.
4. Mendukung pencegahan penyakit yang berbasis lingkungan dan
penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
5. Mendukung pelayanan KB.
6. Memperoleh bantuan dalam pemecahan masalah kesehatan.
7. Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu.
B. Bagi Kader, pengurus Posyandu dan tokoh Masyarakat
1. Mendapatkan informasi tentang upaya kesehatan.
2. Dapat membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan.
C. Bagi Puskesmas

5
1. Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan
kesehatan S1.
2. Membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan.
3. Meningkatkan efisiensi waktu, tenaga dan dana dengan pemberian
pelayanan secara terpadu.
D. Bagi Sektor Lain
1. Lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah.
2. Meningkatkan efiseiansi pemberian pelayanan sesuai tupoksi masing-
masing.

2.3 Tujuan Posyandu


Tujuan didirikannya Posyandu Yaitu :
1. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu ( ibu
Hamil, melahirkan dan nifas).
2. Membudayakan NKKBS.
3. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk
mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang
menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
4. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera,
Gerakan Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera.

2.4 Jenis Posyandu


Dilihat dari indikator-indikator yang ditetapkan oleh Depkes RI 2006,
Posyandu secara umum dapat dibedakan menjadi 4 (empat) tingkat yaitu :
1. Posyandu Pratama
Posyandu Pratama adalah Posyandu yang belum mantap, yang ditandai
oleh kegiatan bulanan Posyandu belum terlaksana secara rutin serta jumlah
kader terbatas yakni kurang dari 5 (lima) orang. Penyebab tidak
terlaksananya kegiatan rutin bulanan Posyandu, disamping jumlah kader
yang terbatas, dapat pula karena belum siapnya masyarakat. Intervensi
yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat adalah memotivasi
masyarakat serta menambah jumlah kader.

6
2. Posyandu Madya
Posyandu Madya adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan
kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader
sebanyak 5 orang atau lebih, tetapi cakupan kelima kegiatan utamanya
masih rendah yaitu < 50%. Intervensi yang dapat dilakukan untuk
perbaikan peringkat adalah meningkat cakupan dengan mengikut sertakan
tokoh masyarakat sebagai motivator serta lebih menggiatkan kader dalam
mengelola kegiatan Posyandu
3. Posyandu Purnama
Posyandu Purnama adalah Posyandu yang sudah melaksanakan kegiatan
lebih dari 8 kali per tahun dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 (lima)
orang atau lebih. Cakupan utamanya > 50% serta mampu
menyelenggarakan program tambahan seta telah memperoleh sumber
pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat yang
pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50% KK di wilayah kerja
Posyandu.
4. Posyandu Mandiri
Posyandu Mandiri adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan
kegiatan lebih dari 8 kali per tahun dengan rata-rata kader sebanyak 5
(lima) orang atau lebih. Cakupan dari kegiatan utamanya > 50%, mampu
menyelenggarakan program tambahan serta telah memperoleh sumber
pembiayaan dari dana sehat yang dikelola masyarakat yang pesertanya
lebih dari 50% KK yang bertempat tinggal di wilayah kerja Posyandu
Intervensi yang dilakukan bersifat pembinaan termasuk pembinaan dana
sehat, sehingga terjamin kesinambungannya.

2.5 Kegiatan Utama Posyandu


Kegiatan utama di posyandu meliputi kegiatan pemantauan tumbuh kembang
balita, pelayanan kesehatan ibu dan anak seperti imunisasi untuk mencegah
penyakit, penanggulangan diare, pelayanan KB penyuluhan dan
konseling/rujukan konseling bila diperlukan.

7
2.6 Pengelola dan Sasaran Posyandu
Sasaran posyandu adalah seluruh masyarakat/ keluarga, utamanya adalah bayi
baru lahir, bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, PUS.
1. Tingkat desa dan kelurahan
Sesuai Inmendagri Nomor 9 Tahun 1990 tentang Peningkatan Pembinaan
mutu Posyandu ditingkat desa dan kelurahan sebagai berikut :
a) Penanggungjawab umum : Ketua Umum LKMD (Kades/Lurah).
b) Penggungjawab operasional: Ketua I LKMD (Tokoh Masyarakat)
c) Ketua Pelaksana : Ketua II LKMD/Ketua Seksi 10 LKMD ( Ketua Tim
Penggerak PKK).
d) Sekretaris : Ketua Seksi 7 LKMD
e) Pelaksana: Kader PKK, yang dibantu Petugas KB-Kes.
2. Pokjanal Posyandu
Pokjanal Posyandu yang dibentuk disemua tingkatan pemerintahan terdiri
dari unsur Instansi dan Lembaga terkait secara langsung dalam pembinaan
Posyandu yaitu :
a) Tingkat Propinsi : BKKBN, BKKBN tingkat provinsi terdiri dari PMD
(Pembinaan Masyarakat Desa), Bappeda, dan Tim Penggerak PKK.
b) Tingkat Kab/Kodya : Kantor Depkes/Kantor Dinkes, BKKBN, PMD,
Bappeda
c) Tingkat Kecamatan : Tingkat Pembina LKMD Kec ( puskesmas,
Pembina petugas Lapangan, KB, Kaur Bang (Kepala Urusan
Pembangunan), dan KPD (Kader Pembangunan Desa)

Selain itu, tugas Pokjanal Posyandu adalah:

a) Menyiapkan data dan kelompok sasaran serta cakupan program.


b) Menyiapkan kader.
c) Menganalisis masalah dan menetapkan alternatif pemecahan masalah.
d) Menyusunan rencana.
e) Melakukan pemantauan dan bimbingan.
f) Menginformasikan masalah kepada instansi/lembaga terkait.
g) Melaporkan kegiatan kepada Ketua Harian Tim Pembina LKMD.

8
2.7 Dasar Pelaksanaan Posyandu
Surat keputusan bersama Mendagri/Menkes/BKKBN. Masing-masing No.23
tahun 1985. 21/Men.Kes/Inst.B./IV 1985, 1I2/HK-011/ A/1985 tentang
penyelenggaraan Posyandu yaitu:
1. Meningkatkan kerja sama lintas sektoral untuk menyelenggarakan
Posyandu dalam lingkup LKMD dan PKK.
2. Mengembangkan peran serta masyarakat dalarn meningkatkan fungsi
Posyandu serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam program-
program pembangunan masyarakat desa.
3. Meningkatkan fungsi dan peranan LKMD PKK dan mengutamakan
peranan kader pembangunan.
4. Melaksanakan pembentukan Posyandu di wilayah/ di daerah masing-
masing dari melaksanakan pelayanan paripurna sesuai petunjuk Depkes
dan BKKBN.
5. Undang-undang no. 23 tahun 1992 pasal 66 , dana sehat sebagai cara
penyelenggaraan dan pengelolaan pemeliharaan kesehatan secara
paripurna.

2.8 Kegiatan Posyandu


Beberapa kegiatan di Posyandu diantaranya terdiri dari lima kegiatan
Posyandu (Panca Krida Posyandu), antara lain:
1. Kesehatan Ibu dan Anak
a. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, melahirkan dan menyusui, serta
bayi, anak balita dan anak prasekolah.
b. Memberikan nasehat tentang makanan guna mancegah gizi buruk
karena kekurangan protein dan kalori, serta bila ada pemberian
makanan tambahan vitamin dan mineral
c. Pemberian nasehat tentang perkembangan anak dan cara stimulasinya
d. Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan
program KIA.
2. Keluarga Berencana

9
a. Pelayanan keluarga berencana kepada pasangan usia subur dengan
perhatian khusus kepada mereka yang dalam keadaan bahaya karena
melahirkan anak berkali-kali dan golongan ibu beresiko tinggi
b. Cara-cara penggunaan pil, kondom dan sebagainya
c. Immunisasi
- Imunisasi Tetanus Toksoid 2 kali pada ibu hamil.
- Pada bayi umur 0-11 bulan memperoleh imunisasi Hepatitis B 4 kali,
BCG 1 kali, Polio 4 kali, DPT 3 kali dan campak 1 kali.
- Bayi 6-11 bulan memperoleh 1 kapsul vitamin A warna biru
(100.000 SI).
- Anak 12-59 bulan memperoleh kapsul vitamin A warna merah
(200.000 SI) setiap 6 bulan (Februari dan Agustus).
d. Peningkatan gizi
- Memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat.
- Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan
kalori cukup kepada anak-anak dibawah umur 5 tahun dan kepada
ibu yang menyusui.
- Memberikan kapsul vitamin A kepada anak-anak dibawah umur 5
tahun.
e. Penanggulangan Diare
Lima kegiatan Posyandu selanjutnya dikembangkan menjadi tujuh
kegiatan Posyandu (Sapta Krida Posyandu), yaitu:
- Kesehatan Ibu dan Anak
- Keluarga Berencana
- Immunisasi
- Peningkatan gizi
- Penanggulangan Diare
- Sanitasi dasar
Cara-cara pengadaan air bersih, pembuangan kotoran dan air limbah
yang benar, pengolahan makanan dan minuman.

10
2.9 Keberhasilan Posyandu
Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN.
S : Semua balita di wilayah kerja posyandu.
K : Semua balita yang memiliki KMS.
D : Balita yang ditimbang.
N : Balita yang Berat Badannya naik.

2.10 Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Kedatangan Ibu di Posyandu


Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Kedatangan Ibu di Posyandu adalah
sebagai berikut:
1. Pengetahuan ibu tentang manfaat posyandu.
2. Motivasi ibu untuk membawa anaknya ke posyandu
3. Pekerjaan ibu
4. Dukungan dan motivasi dari kader posyandu dan tokoh masyarakat
5. Sarana dan prasarana di posyandu
6. Jarak dari posyandu tersebut

2.11 Sistem Informasi Posyandu (SIP)


Sistem informasi Posyandu (SIP) adalah rangkaian kegiatan untuk
menghasilkan data dan informasi tentang pelayanan terhadap proses tumbuh
kembang anak dan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak yang meliputi
cakupan program, pencapaian program, kontinuitas penimbangan, hasil
penimbangan dan partisipasi masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan
secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola Posyandu. Adapun manfaat
System Informasi Posyandu (SIP) yaitu sebagai bahan kader Posyandu untuk
memahami permasalahan sehingga dapat mengembangkan kegiatan yang
tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan sasaran dan sebagai bahan informasi
yang tepat guna dan tepat waktu mengenai pengelolaan posyandu, agar
berbagai pihak yang berperan dalam pengelolaan Posyandu dapat
menggunakannya untuk membina posyandu demi kepentingan masyarakat.
Macam-macam format System Informasi Posyandu (SIP), seperti:

11
1. Catatan ibu hamil, kelahiran, kematian bayi dan kematian ibu hamil,
melahirkan nifas.
Berisi catatan dasar mengenai sasaran posyandu.
2. Registrasi bayi dan balita di wilayah kerja posyandu.
Berisi catatan pemberian tablet besi, vitamin A, pemberian oralit, tanggal
imunisasi, dan apabila bayi meninggal, maka perlu dicatat tanggal bayi
meninggal diwilayah kerja posyandu tersebut.
3. Register WUS dan PUS diwilayah kerja posyandu.
Berisi daftar ibu hamil, catatan umur kehamilan, pemberian tablet tambah
darah, imunisasi, pemeriksaan kehamilan, tanggal dan penolong kelahiran,
data bayi yang hidup dan meninggal, serta data ibu meninggalndi wilayah
kerja posyandu.
4. Register ibu hamil dan nifas di wilayah kerja posyandu.
Berisi daftar wanita dan suami istri usia produktif yang memiliki
kemungkinan mempunyai anak ( hamil ).
5. Data posyandu.
Berisi catatn jumlah pengunjung (bayi, balita, WUS, PUS, ibu hamil,
menyusui, bayi lahir dan meninggal), jumlah petugas yang hadir (kader
posyandu, kader PKK, PKB/PLKB, paramedic dan sebagainya).
6. Data hasil kegiatan posyandu.
Berisi catatan jumlah ibu hamil yang diperiksa dan mendapat tablet
tambah darah, jumlah ibu menyusui, peserta KB ulang yang dilayani,
penimbangan balita, semua balita yang mempunyai KMS, balita yang
timbangannya naik dan di Bawah Garis Merah (BGM), balita yang
mendapatkan vitamin A, KMS yang dikeluarkan (dibagikan), balita yang
mendapat sirup besi, dan imunisasi (DPT, Polio, campak, hepatitis B) serta
balita yang menderita diare.

2.12 Pembiayaan Posyandu


Adapun beberapa pembiayaan yang didapatkan untuk melakukan posyandu
didapatkan dari:
A. Sumber Daya Masyarakat

12
- Iuran Pengguna Posyandu
- Iuran masyarakat umum dalam bentuk dana sehat
- Sumbangan dari perorangan atau kelompok masyarakat
- Dana social keagamaa, misalnya zakat, infak dsb
B. Swasta/ Dunia Usaha
Misalnya dengan menjadikan Posyandu sebagai anak angkat perusahaan
dan bantuannya dapat berupa dana, prasarana atau tenaga sukarelawan.
C. Hasil Usaha
Pengurus dan kader Posyandu dapat melakukan usaha dimana hasilnya
dapat disumbangkab untuk pengelolaan Posyandu, contohnya Kelompok
Usaha Bersama (KUB) dan Taman Obat Keluarga (TOGA).
D. Pemerintah
Bantuannya berupa dana stimulant atau dalam bentuk sarana dan prasarana
Posyandu.

2.13 Standar Operasional Prosedur (SPO) 5 Meja Posyandu Balita

SOP 5 MEJA POSYANDU BALITA

Pengertian Kegiatan keterpaduan di tingkat desa atau RW diwujudkan


dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu atau lebih dikenal dengan
nama Posyandu
Tujuan 1. mempercepat penurunan AKB, anak balita dan angka kelahiran
peningkatan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR
mempercepat penerimaan NKKBS
2. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan
kegiatan kesehatan dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang
kemampuan hidup sehat
Alat & ALAT :
Bahan 1. Buku Regester
2. Buku bantu Posyandu Media penyuluhan
3. Tensimeter, Stetoskop, Metilen dan pengukur LILA
BAHAN :

13
Vaksin, Oralit, Vit A, Tablet FE dan KB

Instruksi 1. Petugas Promkes mempersiapkan tanggal pelaksanaan kegiatan


Kerja sebagaimana yang telah terjadwal
2. Kader melakukan koordinasi dengan Bidan Desa apabila ada
perubahan jadwal
3. Kader mempersiapkan pelaksanaan Posyandu
4. Petugas Pembina Posyandu (Bidan Desa) mempersiapkan
pelaksanaan
5. Sasaran datang langsung ke Pendaftaran (Meja I)
a. Balita didaftar dalam formulir pencatatan balita oleh Kader
Posyandu, sasaran dicatat nama, umur dan nama Orang
tuanya.
b. Bila anak sudah memiliki KMS, berarti bulan lalu anak
sudah ditimbang. Minta KMSnya, namanya dicatat pada
secarik kertas. Kertas ini diselipkan di KMS, kemudian ibu
balita diminta membawa anaknya menuju tempat
penimbangan.
c. Bila anak belum punya KMS, berarti baru bulan ini ikut
penimbangan atau KMS lamanya hilang. Ambil KMS baru,
kolomnya diisi secara lengkap, nama anak dicatat pada
secarik kertas. Secarik kertas ini diselipkan di KMS,
kemudian ibu balita diminta membawa anaknya ke tempat
penimbanga
6. Bagian Penimbangan (Meja II)
a. Penimbangan anak dan balita, hasil penimbangan berat anak
dicatat pada secarik kertas (kitir) yang terselip di KMS.
Selipkan kertas ini kembali ke dalam KMS.
b. Selesai ditimbang, ibu dan anaknya dipersilakan menu meja

14
3, meja pencatatan.
7. Di bagian pencatatan (Meja III)
a. Sasaran menyerahkan KMS dan kertas (kitir) yang berisi
hasil penimbangan kepada Kader
b. Buka KMS balita yang bersangkutan.
c. Pindahkan hasil penimbangan anak dari secarik kertas ke
KMSnya.
d. Pada penimbangan pertama, isilah semua kolom yang
tersedia pada KMS.
e. Bila ada Kartu Kelahiran, catatlah bulan lahir anak dari
kartu tersebut.
f. Bila tidak ada Kartu Kelahiran tetapi ibu ingat, catatlah
bulan lahir anak sesuai ingatan ibunya.
g. Bila ibu tidak ingat dan hanya tahu umur anaknya yang
sekarang, perkirakan bulan lahir anak dan catat.
8. Bagian penyuluhan (Meja IV)
a. Kader memberikan penyuluhan sesuai masalah.
b. Penyuluhan untuk semua orang tua balita. Mintalah KMS
anak, perhatikan umur dan hasil penimbangan pada bulan
ini. Kemudian ibu balita diberi penyuluhan.
c. Penyuluhan untuk semua ibu hamil. Anjurkan juga agar ibu
memeriksakan kehamilannya sebanyak minimal 5 kali
selama kehamilan pada petugas kesehatan atau bidan
d. Penyuluhan untuk semua ibu menyusui mengenai
pentingnya ASI, kapsul iodium/garam iodium dan vitamin
A.
9. Bagian pelayanan (Meja V)
a. Petugas pembina Posyandu memberikan pelayanan
kesehatan sesuai dengan kebutuhan balita/ bumil/ buteki.
b. Kesehatan ibu dan anak :
- Pemberian pil tambah darah (ibu hamil)
- Pemberian vitamin A dosis tinggi ( bulan vitamin A pada

15
bulan Februarii dan Agustus)
- PMT
- lmunisasi.
- Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau
kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap
bulan. Keberhasilan program terlihat melalui grafik pada
kartu KMS setiap bulan.
c. Pemberian Oralit dan pengobatan.
d. Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi
sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui
meja IV dengan materi dasar dari KMS alita dan ibu hamil.
Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN
S : Semua baita diwilayah kerja Posyandu.
K : Semua balita yang memiliki KMS.
D : Balita yang ditimbang.
N : Balita yang naik berat badannya.
10. Selesai pelaksanaan Posyandu, diadakan pertemuan pasca
posyandu Bidan Desa mencatat hasil kegiatan program
Posyandu dalam buku bantu posyandu
11. Kader Posyandu merekap hasil kegiatan posyandu di
masukan pada blangko F1, dan dikirim ke petugas Gizi
Puskesmas, untuk di rekap dan di analisa paling lambat waktu
pertemuan kader posyandu tingkat kecamatan tiap akhir bulan.
Unit Terkait 1. KIA
2. Promkes
3. Kesling
4. Imunisasi
5. Laboratorium
6. Farmasi
7. BPU

16
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dalam kesimpulan ini dapat disimpulkan bahwa program atau penerapan 5
meja ini sudah digunakan oleh puskesmas yang ada untuk memudahkan
semua pelayanan di posyandu terutama bagi posyandu balita dan penerapan
ini sudah berjalan sangat cukup baik.

3.2 Saran
Dalam makalah ini disarankan hanya beberapa faktor saja yaitu format atau
sop yang digunakan dalam penerapan 5 meja posyandu ini sudah sangat
baik, namun kurangnya pengetahuan orang tua biasa masih mempengaruhi
hal ini. Sehingga penerapan 5 meja posyandu masih cenderung lambat dalam
prosesnya karena ketidaktahuan orang tua. Sebaiknya puskesmas lebih sering
mengadakan penyuluhan akan tata cara 5 meja ini sehingga banyak orang tua
yang dapat dan benar-benar mengetahui hal ini.

17
DAFTAR PUSTAKA

Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta : Rineka Cipta.

Dinkes. Prov. Jatim. (2005). Buku Pegangan Kader Posyandu.

Dinkes. Prov. Jatim. (2006). Dipa Program Perbaikan Gizi Masyarakat.

Dirjen PPM dan PL Depkes RI. (2005). Modul Pelatihan Pengelola Rantai Vaksin

Program Imunisasi. Surabaya : Dinkes Prov. Jatim.

Direktorat Jenderal PP dan PL dan Pusdiklat SDM Kesehatan Dep.Kes. RI. 2006.

Modul Materi Dasar I Kebijakan Program Imunisasi Pelatihan Tenaga

Pelaksana Puskesmas. Surabaya : Dinkes Prov. Jatim.

Mardiati. (2006). Promosi Polio dan AFI. http://www.indomedia.com. Acessed on

September 29th 2018.

Solita Sarwono. (2004). Sosiologi Kesehatan. Yogyakarta : Gadjah Mada

University Press

Yupi Supartini. (2004). Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta :

EGC.

Van. (2005). Indonesia Bebas Polio tapi Masih Harus Imunisasi.

http://www.sinarharapan.co.id. Acessed on September 29th 2018.

Zulkifli. (2003). Posyandu dan Kader Kesehatan. USU : FKM (Fakultas

Kesehatan Masyarakat).

18
Profil Kesehatan Jatim. (2016).

http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI

_2016/15_Jatim_2016.pdf. Acessed on September 29th 2018.

19

Anda mungkin juga menyukai