Anda di halaman 1dari 36

[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

LAPORAN PRAKTIKUM
PENGOLAH SINYAL DIGITAL
“WATER LEVEL SENSOR”

NAMA : JOHAN ABDI BUANA


NIM : 1505042004
KELAS : EK-4B
DOSEN PENGAMPU : Herri Trisna Frianto, ST.MT.

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2017
1 WATER LEVEL SENSOR
[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

LEMBAR PENGESAHAN

No Percobaan : 01 (Satu)

Judul Praktikum : Praktikum Pengolah Sinyal Digital

Nama : Johan Abdi Buana

NIM : 1505042004

Kelas : EK-4B

Tangggal Percobaan : 06-06-2017

Tanggal Penyerahan : 26-07-2017

Instruktur : Herri Trisna Frianto, ST, MT.

Nilai :

Keterangan :

2 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana Allah SWT atas
rahmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan laporan tugas rancang ini. Laporan tugas
rancang ini membahas “WATER LEVEL SENSOR“. Laporan ini dibuat setelah kami
menyelesaikan proyek sebagai syarat nilai Mata Kuliah Praktikum Pengolah Sinyal Digital,
Program Studi Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Medan.

Dalam penyusunan laporan ini saya telah banyak mendapat bantuan ,dorongan, dari
teman satu team sensor level air yang sangat membantu dalam kelancaran penyusunan tugas
rancang ini. Oleh karena itu melalui kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih
yang sebesar-besarnya, ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada Bapak Herri Trisna
Frianto ST. MT, selaku Dosen pengampu mata kuliah Pengolah Sinyal Digital, yang mana
telah banyak memberikan arahan kepada kami sehingga alat dan laporan telah selesai sesuai
dengan waktu yang ditentukan.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih banyak terdapat kekurangan, karena
keterbatasan pengetahuan yang saya miliki. Oleh sebab itu kritik dan saran akan saya terima
sebagai perbaikan untuk dikemudian hari. Semoga laporan ini dapat berguna baik bagi
penulis sendiri maupun bagi para pembaca sebagai tambahan wawasan .

Medan, 26 Juli 2017

Praktikan

Johan Abdi Buana

(1505042004)

3 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

DAFTAR ISI
COVER LAPORAN ........................................................................... 1
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................ 2
KATA PENGANTAR ........................................................................3
DAFTAR ISI ....................................................................................... 4

BAB I PENDAHULUAN.................................................................... 5
1.1 Latar Belakang Melakukan Praktikum .................................. 5
1.2 Perumusan Masalah Praktikum ............................................. 6
1.3 Batasan Masalah Praktikum .................................................. 6
1.4 Tujuan Melakukan Praktikum ............................................... 6

BAB II TEORI DASAR..................................................................... 7


2.1 Prinsip Kerja Rangkaian ........................................................ 7
2.2 Transformasi Fourier ............................................................. 7
2.3 Transistor BC547................................................................... 9
2.4 Resistor ................................................................................ 11
2.5 Buzzer .................................................................................. 13
2.6 LED ...................................................................................... 14

BAB III METODE PERCOBAAN ................................................. 17


3.1 Tempat dan Waktu Percobaan ............................................. 17
3.2 Alat dan Bahan .................................................................... 17
3.2.1 Alat ................................................................................ 17
3.2.2 Bahan ............................................................................ 17
3.3 Perancangan Alat ................................................................. 18
3.3.1 Deskripsi Alat ............................................................... 18
3.3.2 Diagram Blog ................................................................ 18
3.4 Pembuatan Alat .................................................................... 19
3.4.1 Pembuatan layout PCB ................................................. 19
3.4.2 Pemasangan Komponen ................................................ 22
3.4.3 Tahap Pengujian Alat .................................................... 22
3.4.4 Analisa Data .................................................................. 31

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................... 32


4.1 Hasil Rancangan Alat ........................................................... 32
4.2 Hasil Percobaan .................................................................... 32
4.2.1 Hasil Percoban Praktikum............................................ 32
4.2.2 Hasil Percobaan Pada Matlab ...................................... 34

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................ 35


5.1 Kesimpulan ........................................................................... 35
5.2 Saran ..................................................................................... 35
5.3 Lampiran ............................................................................... 36

4 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Melakukan Praktikum


Dizaman yang modern ini air merupakan sumber daya yang sangat diperlukan
makhluk hidup baik untuk memenuhi kehidupan maupun untuk menopang hidupnya secara
alami, kegunaan air yang bersifat universal atau menyeluruh dari setiap aspek kehidupan
menjadi semakin berharganya air tersebut baik jika dilihat dari segi kuantitas maupun
kualitas. Berkat perkembangan teknologi saai ini kami melakukan percobaan pengukuran
level ketinggian air menggunakan water level sensor.
Banyaknya ditemui kelalaian dalam mematikan pompa air ketika air yang ada dalam
tampungan atau wadah telah penuh. Maka kami berfikiran membuat sebuah alat yang
menggunakan alat ini untuk mengetahui keadaan air di dalam tampungan, wadah, bak mandi,
tandom tersebut dengan tiga lampu LED dan satu buah Buzzer sebagai indikator untuk
mengetahui ketinggian atau kedalaman air tersebut.
Lampu LED indikator pertama berwarna hijau, yang mana jika lampu LED hijau
dalam keadaan ON (hidup) maka itu menandakan bahwa posisi air berada pada keadaan low
pada dasar permukaan tampungan atau wadah.
Lampu LED indikator kedua berwarna biru, jika lampu LED warna biru dalam
keadaan menyala ini menandakan bahwa posisi air berada pada keadaan setengah dari
tampungan atau wadah.
Lampu LED indikator ketiga berwarna merah, apabila lampu LED warna merah
menyala ini mengisyaratkan bahwa posisi air berada pada keadaan air hampir penuh dari
tampungan atau wadah.
Dan indikator Buzzer menandakan bahawa posisi air dalam keadaan penuh pada
tampungan atau wadah, Sehingga alat ini dapat memudahkan manusia untuk lebih
menghemat air.

Jika dipersentasekan isi air dalam wadah penampungan :


Led pertama : hijau menandakan bahwa kedalam air 25%
Led kedua : biru menandakan bahwa kedalam air 50%
Led ketiga : merah menandakan bahwa kedalaman air 75%
Buzzer : ON 100% (full)

5 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

1.2 Perumusan Masalah Praktikum

Dari latar belakang yang disajikan maka rumusan masalahnya ialah :


1.Bagaimana cara kerja alat tersebut?
2.Apa faktor-faktor yang menyebabkan alat tersebut dibuat?

1.3 Batasan Masalah Praktikum


Dengan menganalisis sebuah rangkaian water level sensor dengan kesungguhan,
kami mencoba untuk meneliti tentang water level sensor dan menjelaskan fungsi komponen-
komponen dalam sebuah rangkaian tersebut. Dan bereksperimen dengan menggunakan tiga
buah lampu LED dan 1 buah buzzer sebagai indikator peringatan.

1.4 Tujuan Melakukan Praktikum


Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan ini adalah:
Tujuan dari rancangan water level sensor adalah untuk mengontrol level air dalam
tampungan, wadah, bak mandi, tandom yang banyak dijumpai di rumah-rumah atau bahkan
disebuah industri di mana pada level tertentu lampu LED indikator akan beroperasi dan pada
level tertentu juga Buzzer akan memberi peringatan. Untuk mengontrol level air dalam tangki
penampungan dapat menggunakan sensor untuk menentukan batas atas dan batas rendah dari
level air.

6 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

BAB II
TEORI DASAR

2.1 Prinsip Kerja Rangkaian

Dari rangkaian water level sensor yakni rangkaian pendeteksi banjir, pendeteksi
pengisian air bak mandi, tandom adalah ketika bak mandi sedang dalam proses pengisian air
maka papan rangkaian PCB akan terkena air, dimana air disini sebagai konduktor yang baik
untuk menghantarkan arus, sehingga bisa mengaktifkan transistor sebagai saklar otomatis dan
kemudian transistor akan mengaktifkan lampu LED dan buzzer/alarm akan berbunyi untuk
memberitahukan kapada kita bahwa bak mandi sudah terisi penuh.

2.2 Transformasi Fourier

Transformasi Fourier dinamakan atas Joseph Fourier, adalah sebuah transformasi


integral yang menyatakan-kembali sebuah fungsi dalam fungsi basis sinusoidal, yaitu sebuah
fungsi sinusoidal penjumlahan atau integral dikalikan oleh beberapa koefisien ("amplitudo").
Ada banyak variasi yang berhubungan-dekat dari transformasi ini tergantung jenis fungsi
yang ditransformasikan.

Transformasi fourier adalah transformasi yang dapat merubah suatu sinyal dari
domain waktu s(t) kedalam domain frekuensi S(f).

Fungsi dilakukanya transformasi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi apakah


suatu sinyal memiliki frekuensi tertentu atau tidak.

Transformasi Fourier menggabungkan sinyal ke bentuk fungsi eksponensial dari


frekuensi yang berbeda-beda.
Caranya adalah dengan didefinisikan ke dalam persamaan berikut:

7 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Dapat kita katakan dari dua persamaan diatas bahwa X(f) adalah transformasi Fourier
dari x(t) yang mengubah x(t) dari domain waktu ke domain frekuensi,dan untuk persamaan
ke2 adalah kebalikan dari persamaan ke1 atau bisa di sebut dengan invers transformasi

faurier.

Dibawah ini contoh dari transformasi fourier,dari domain waktu ke domain frekuensi.

Pada gambar di atas,di bagian kiri merupakan sinyal asli dari domain waktu.dan Sisi
sebelah kanan merupakan hasil transformasi fourier .
Kelebihan Transformasi fourier

8 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Definisi transformasi fourier sebagai tool/alat untuk mengubah suatu sinyal dari
kawasan waktu ke kawasan frekuensi,menjelaskan kepada kita bahwa transformasi ini
memiliki kelebihan:
1. Mampu menunjukkan kandungan frekuensi yang terkandung di dalam sinyal.
2. Mampu menunjukan beberapa banyak komponen frekuensi yang ada di dalam sinyal.

Kekurangan Transformasi Fourier

Dibalik kelebihan yang ada, ternyata transformasi ini memiliki keterbatasan.


Keterbatasan ini menjadi kekurangan yang cukup fatal untuk transformasi fourier.
Kekuranganya adalah : Transformasi Fourier hanya dapat menangkap informasi apakah suatu
sinyal memiliki frekuensi tertentu atau tidak, tapi tidak dapat menangkap dimana frekuensi
itu terjadi.

2.3 Transistor BC547

Transistor BC547 Sebagai Saklar, Transistor adalah sebuah komponen semikonduktor


elektronika yang mempunyai banyak fungsi dalam penggunaannya. Misalanya penggunaan
transistor sebagai saklar atau sebagai penstabil tegangan. Transistor seperti kita ketahui
mempunyai 3 kaki elektroda yaitu Basis, Kolektor, dan Emitor. Dikarenakan karakteristiknya
atau sifatnya, transistor ini juga bisa dengan baik digunakan sebagai saklar dalam suatu
rangkaian tertentu.

Dalam alat ini, kami menggunakan transistor BC547 bertipe NPN. Sedikit mengenai
cara kerja transistor untuk NPN, arus yang berada dikaki Kolektor pada transistor akan
mengalir menuju Emitor “hanya” apabila diberikan sedikit saja arus atau tegangan pada kaki
basis. Besar penguatan arus tersebut tergantung pada karakteristik transistor itu sendiri.

9 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Bentuk fisik komponen transistor BC547

Saklar adalah suatu komponen yang memiliki dua kali dan dua keadaan yaitu on dan
off. Pada kondisi off arus tidak bisa mengalir karena terputus aliran arusnya. Sedangkan pada
kondisi on tentunya tidak ada hambatan (udara) yang menghalangi sehingga arus mengalir
dengan bebas.
+5V

1kΩ

B
A
BC 546
S 10kΩ

Dari perumpamaan transistor sebagai saklar, diketahui bahwa komponen transistor


memiliki sifat/karakteristik saklar. Ketika kaki basis transistor tidak diberikan arus, tidak ada
arus emitor, berarti transistor terbuka (saklar off) biasa disebut cutoff.

Jika arus basis mendapat arus yang cukup, maka arus kolektor akan mengalir ke
emitor transistor. Jika arus pada basis transistor diberikan lebih besar dari yang diperlukan
oleh transistor untuk mencapai saturasi, maka transistor berada dalam keadaan over
saturation, tegangan kolektor emitor kecil (sekitar 0,.2 – 0.3 V) dan itu berarti transistor
berada dalam keadaan sakar tertutup.

10 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

2.4 Resistor

Resistor merupakan komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk
mengatur tegangan listrik dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (tahanan) dapat
memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin, nilai tegangan terhadap resistansi
berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Ohm.

Resistor digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronik dan sirkuit elektronik,
dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari
bermacam-macam komponen dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari
paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).

Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat
dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik (noise),
dan induktansi.Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak,
bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya
resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.

Simbol Resistor

11 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Resistor dalam suatu teori dan penulisan formula yang berhubungan dengan resistor
disimbolkan dengan huruf “R”. Kemudian pada desain skema elektronika resistor tetap
disimbolkan dengan huruf “R”, resistor variabel disimbolkan dengan huruf “VR” dan untuk
resistorjenis potensiometer ada yang disimbolkan dengan huruf “VR” dan “POT”.

Kapasitas daya pada resistor merupakan nilai daya maksimum yang mampu
dilewatkan oleh resistor tersebut. Nilai kapasitas daya resistor ini dapat dikenali dari ukuran
fisik resistor dan tulisan kapasitas daya dalamsatuan Watt untuk resistor dengan kemasan
fisik besar. Menentukan kapasitas daya resistor ini penting dilakukan untuk menghindari
resistor rusak karena terjadi kelebihan daya yang mengalir sehingga resistor terbakar dan
sebagai bentuk efisiensi biaya dan tempat dalam pembuatan rangkaian elektronika.

Nilai Toleransi resistor merupakan perubahan nilai resistansi dari nilai yang
tercantum pada badan resistor yang masih diperbolehkan dan dinyatakan resistor dalam
kondisi baik. Toleransi resistor merupakan salah satu perubahan karakteristik resistor yang
terjadi akibat operasional resistor tersebut. Nilai toleransi ini ada beberapa macam yaitu
resistor dengan toleransi kerusakan 1% (resistor 1%), resistor dengan toleransi kesalahan 2%
(resistor2%), resistor dengan toleransi kesalahan 5% (resistor 5%) dan resistor dengan
toleransi 10% (resistor 10%).

Nilai toleransi resistor ini selalu dicantumkan di kemasan resistor dengan kode
warna maupun kode huruf. Sebagai contoh resistor dengan toleransi 5% maka dituliskan
dengan kode warna pada cincin ke 4 warna emas atau dengan kode huruf J pada resistor
dengan fisik kemasan besar. Resistor yang banyak dijual dipasaran pada umumnya resistor
5% dan resistor 1%.

12 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Bentuk fisik komponen resistor

2.5 Buzzer

Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah


getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan
loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan
kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi
akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena
kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan
diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan
suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu
kesalahan pada sebuah alat (alarm).

13 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Bentuk fisik komponen buzzer

2.6 LED (Light Emitting Diode)

Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen
elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju.
LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna
Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang
dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh
mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control
perangkat elektronik lainnya.

Bentuk LED mirip dengan sebuah bohlam (bola lampu) yang kecil dan dapat
dipasangkan dengan mudah ke dalam berbagai perangkat elektronika. Berbeda dengan
Lampu Pijar, LED tidak memerlukan pembakaran filamen sehingga tidak menimbulkan
panas dalam menghasilkan cahaya. Oleh karena itu, saat ini LED (Light Emitting Diode)
yang bentuknya kecil telah banyak digunakan sebagai lampu penerang dalam LCD TV yang
mengganti lampu tube.

14 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Simbol dan Bentuk LED (Light Emitting Diode)

Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)

Seperti dikatakan sebelumnya, LED merupakan keluarga dari Dioda yang terbuat
dari Semikonduktor. Cara kerjanya pun hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua kutub
yaitu kutub Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya apabila
dialiri tegangan maju (bias forward) dari Anoda menuju ke Katoda.

LED terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga menciptakan
junction P dan N. Yang dimaksud dengan proses doping dalam semikonduktor adalah proses
untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity) pada semikonduktor yang murni sehingga
menghasilkan karakteristik kelistrikan yang diinginkan. Ketika LED dialiri tegangan maju
atau bias forward yaitu dari Anoda (P) menuju ke Katoda (K), Kelebihan Elektron pada N-
Type material akan berpindah ke wilayah yang kelebihan Hole (lubang) yaitu wilayah yang
bermuatan positif (P-Type material). Saat Elektron berjumpa dengan Hole akan melepaskan
photon dan memancarkan cahaya monokromatik (satu warna).

15 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Gambar perbedaan LED tipe P dan LED tipe N

LED atau Light Emitting Diode yang memancarkan cahaya ketika dialiri tegangan
maju ini juga dapat digolongkan sebagai Transduser yang dapat mengubah Energi Listrik
menjadi Energi Cahaya.

Untuk mengetahui polaritas terminal Anoda (+) dan Katoda (-) pada LED. Kita
dapat melihatnya secara fisik berdasarkan gambar diatas. Ciri-ciri Terminal Anoda pada LED
adalah kaki yang lebih panjang dan juga Lead Frame yang lebih kecil. Sedangkan ciri-ciri
Terminal Katoda adalah Kaki yang lebih pendek dengan Lead Frame yang besar serta terletak
di sisi yang Flat.

16 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

BAB III

METODE PERCOBAAN

3.1 Tempat dan Waktu Percobaan

Percobaan alat ini saya lakukan tepatnya digedung C Lt.2, RC 206 kelas EK-4B,
kampus Politeknik Negeri Medan pada tanggal 06 juni 2017, percobaan yang sudah saya
lakukan ini untuk mengetahui materi praktek pengolah sinyal lebih jelas berdasarkan apa
yang sudah saya lakukan.

3.2 Alat dan Bahan


3.2.1 Alat
1. Komputer
2. Solder
3. Pispot
4. Timah
5. Bor
6. Pisau
7. Setrika
8. Multimeter Analog

3.2.2 Bahan
1. Papan PCB : Disesuaikan rangkaian
2. Resistor 220k : 7 Buah
3. Transistor BC547 : 4 Buah
4. Buzzer : 1 Buah
5. LED : 3 Buah
6. Batteray 9 Volt : 1 Buah
7. Konektor Batteray : 1 Buah
8. Kabel Jumper : 4 Buah
9. Pelarut : Secukupnya

17 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

3.3 Perancangan Alat


3.3.1 Deskripsi Alat
Alat yang saya buat ini merupakan Water Level Sensor (Sensor Level Air) yang
memiliki fungsi untuk mendeteksi kedalam air, alat ini bekerja jika air mengenai papan PCB
maka secara otomatis indikator lampu LED dan buzzer akan hidup (ON) berdasarkan
levelnya masing-masing.

3.3.2 Diagram Blog

INPUT
Batterai 9 Volt

PROSES
Rangkaian Sensor

OUTPUT OUTPUT
LED BUZZER

Apabila saat rangkaian diberi sumber 9 volt DC (ON), maka indikator lampu LED ataupun
Buzzer akan menyala apabila air tersentuh papan rangkaian PCB berdasarkan levelnya
masing-masing.

18 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

3.4 Pembuatan Alat

Sebelum saya mendesain rangkaian menggunakan aplikasi Eagle, saya desain


rangkaian skematik dahulu menggunakan aplikasi Proteus. Berikut gambar skematik
rangkaiannya bisa dilihat seperti gambar dibawah ini :

3.4.1 Pembuatan Layout PCB

Berikut saya jelaskan proses bagaimana caranya membuat layout PCB

Membuat Layout
Melarut PCB
Pada Aplikasi Eagle Print Layout

19 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Untuk desain rangkaian, saya menggunakan aplikasi Eagle.


Berikut hasil gambar rangkaian layout Water Level Sensor

Gambar rangkaian layout PCB menggunakan aplikasi Eagle

20 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Gambar rangkaian layout PCB setelah sudah diprint

Setelah file sudah diprint dalam bentuk kertas maka langkah selanjutnya yaitu
potong papan PCB sesuai dengan ukuran rangkaian yang sudah kita print, kemudian
menggosok kertas tersebut dengan menggunakan setrika pada papan PCB. Pastikan bahwa
rangkaian layoutnya terjipak dipapan PCB, Setelah rangkaian sudah terjiplak berikutnya
proses pelarutan komponen dengan larutan kimia, sampai papan PCB berbentuk seperti
gambar layout rangkaian yang kita buat diaplikasi eagle.

21 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

Proses selanjutnya pengeboran, sebelum melakukan pengeboran papan PCB, terlebih


dahulu kita harus tahu ukuran mata bor berapa yang harus kita gunakan dalam mengebor
PCB, untuk komponen resistor, led, transistor menggunakan mata bor 1,8, ini disesuaikan
dengan ukuran kaki komponen yang akan kita gunakan.

3.4.2 Pemasangan Komponen

Dalam peletakan komponen pada rangkaian water lever sensor lihat terlebih
datasheet dari setiap komponen yang akan kita gunakan, dikarenakan agar kita tidak salah
dalam peletakkan komponennya, seperti halnya polaritas komponen tersebut. Setelah sudah
diketahui dari datasheet komponen maka proses pemaasangan komponen tersebut
disesuaikan dengan gambar seperti pada gambar layout PCB menggunakan aplikasi Eagle
diatas.

3.4.3 Tahap Pengujian Alat

Pengujian water level sensor saya ini dengan menggunakan 3 jenis air, yaitu :
1. Air (murni)

2. Sprite (minuman rasa)

3. Pertalite

Pada percobaan pertama yaitu tanpa menggunakan air dengan sumber tegangan
sebesar 9 Volt, dan percobaan kedua dengan menggunakan ketiga jenis air tersebut. Juga
dengan sumber tegangan 9 Volt. Dipercobaan ini saya bengukur berapa tegangan output dari
ketiga lampu LED dan satu buzzer dengan ketiga jenis air tersebut.

22 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

1. Percobaaan Tanpa Menggunakan Air


Dengan diberi supply tegangan pada rangkaian sebesar 9 Volt.
- Led warna hijau meyala dengan nilai tegangan sebesar 7,8 Volt.

- Led warna biru meyala dengan nilai tegangan sebesar 7,8 Volt

23 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

- Led warna merah meyala dengan nilai tegangan sebesar 7,8 Volt

- Buzzer meyala dengan nilai tegangan sebesar 7,8 Volt

24 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

2. Percobaan Dengan Menggunakan Air


- Led warna hijau menyala dengan nilai tegangan sebesar 7,2 Volt

- Led warna biru menyala dengan nilai tegangan sebesar 7,0 Volt

25 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

- Led warna merah menyaladengan nilai tegangan sebesar 6,8 Volt

- Buzzer meyala dengan nilai tegangan sebesar 6,4 Volt

26 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

2. Air sprite

- Led warna hijau meyala dengan nilai tegangan sebesar 7,0 Volt

27 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

- Led warna biru meyala dengan nilai tegangan sebesar 6,8 Volt

- Led warna merah meyala dengan nilai tegangan sebesar 6,6 Volt

28 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

- Buzzer meyala dengan nilai tegangan sebesar 6,2 Volt

3. Pertalite
- Led warna hijau tidak hidup (OFF) dengan nilai tegangan sebesar 7,2 Volt

29 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

- Led warna biru tidak hidup (OFF) dengan nilai tegangan sebesar 7,2 Volt

- Led warna merah tidak hidup (OFF) dengan nilai tegangan sebesar 7,0 Volt

30 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

- Buzzer tidak hidup (OFF) dengan nilai tegangan sebesar 6,8 Volt

3.4.5 Analisa
Berdasarkan dari hasil pengukuran yang sudah saya lakukan dapat diambil analisa
bahwa nilai tegeangan terbesar dari 3 jenis air tersebut ialah air Pertalite. Sedangkan air yang
tegangangannya paling rendah ialah air sprite. Pada pengujian menggunakan cairan pertalite
indikator lampu LED dan buzzer tidak menyala, sementara pada jenis air murni dan air sprite
lampu LED dan buzzer menyala.

31 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Rancangan Alat

Gambar alat water level sensor

4.2 Hasil Percobaan


4.2.1 Hasil Percoban Praktikum

Percobaan praktikum pertama yaitu tanpa menggunakan cairan, berikut tabel hasil percobaan
pengukuran yang saya ukur menggunakan multimeter analog.

Indikator Tegangan (V)


1 Led Hijau 7,8
2 Led Biru 7,8
3 Led Merah 7,8
4 Buzzer 7,8

32 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

- Data hasil percobaan kedua dengan menggunakan Air.

Indikator Tegangan (V)


1 Led Hijau 7,2
2 Led Biru 7,0
3 Led Merah 6,8
4 Buzzer 6,4

- Data hasil percobaan dengan menggunakan air Sprite.

Indikator Tegangan (V)


1 Led Hijau 7,0
2 Led Biru 6,8
3 Led Merah 6,6
4 Buzzer 6,2

- Data hasil percobaan dengan menggunakan pertalite.

Indikator Tegangan (V)


1 Led Hijau 7,4
2 Led Biru 7,2
3 Led Merah 7,0
4 Buzzer 6,8

33 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

4.2.2 Hasil Percobaan Pada Matlab

Berikut gambar percobaan simulasi program menggunakan aplikasi Matlab, Simulink.

Gambar sinyal output yang dihasilkan dari program simulink matlab

34 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan

Dari hasil praktikum yang sudah saya lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa :
Water level sensor adalah sensor yang mendeteksi ketinggian atau kedalaman air, alat ini
saya gunakan untuk mendeteksi kedalaman air pada suatu wadah penampungan, alat ini juga
bisa sebagai pemberi pringatan atau informasi pada saat terjadinya banjir. Yang mana
indikator lampu LED dan buzzer yang akan memberikan isyarat kepada kita tentang kondisi
kedalaman air tersebut.

Water Level Sensor ini sangat bermanfaat bagi kita dalam kehidupan sehari-hari
yang bisa kita aplikasikan dirumah, Sehingga alat ini dapat memudahkan kita sebagai
manusia untuk lebih menghemat air.

5.2 Saran

Dari hasil yang telah didapatkan dalam pembuatan proyek water level sensor, penulis

menemukan beberapa hal untuk perbaikan mutu kinerja alat yang lebih baik untuk

kedepannya. Oleh karena itu, penulis memberikan beberapa saran untuk kemajuan sistem ini :

1. Sebaiknya kabel yang didhubungkan dengan papan PCB yang bertindak sebagai

sensor ukuran panjangya lebih ditambahkan lagi, sehingga memudahkan dalam

pengukuran tegangan.

2. Dalam mendesain rangkain sebaiknya jarak antar komponen tidak terlalu jauh,

sehingga alat lebih simpel.

3. Sebaiknya menggunakan buzzer atau sirine yang bertindak sebagai peringatan

dengan suara nada “AIR SUDAH TERISI PENUH” Sehingga memiliki kesan yang

lebih baik.

35 WATER LEVEL SENSOR


[JOHAN ABDI BUANA] Praktikum PSD

5.3 Lampiran

Medan, 26 Juli 2017

Praktikan

Johan Abdi Buana

(1505042004)

36 WATER LEVEL SENSOR