Anda di halaman 1dari 1
feu merusak bakteri . Enzim tersebut sangat mirip dengan immunoglobulin A (Ig A) , ditambah beberapa zat imunologik berasal dari sekresi sel. Imunoglobulin G (IgG) dan Interferon dapat juga ditemukan pada sekret hhidung sewaktu serangan akut infeksi virus." Respons Umum Imunologi Mukosa Sistem imunitasmukosa merupakan bagian dari sistem imunitas yang penting dan berlawanan sifatny dari sistem imunitas yang lain, Antigen-antigen tersebut sedapat mungkin icegah agar tidak menempel mukosa dengan pengikatan olch IgA, barier fisik dan kimiawi dengan enzim-enzim mukosa.” Jaringan mukosa ditemukan di saluran napas bagian atas, saluran cera, saluran genital dan Kelenjar_mammae. Mekanisme proteksi terhadap antigen pada mukosa, tenii dar: membran mukosa yang menutupi mukosa dan eazim adalah perlindungan mekanik dan kimiawi yang sangat kuat, sistem imun mukosa innate berupa eliminasi antigen dengan cara fagositosis dan lisis. Sistem imun mukosa adaptif yaitu selain melindungi _permukaan mukosa juga melindungi bagian dalam badan dari masuknya antigen lingkungan. Sistem imun okal ini merupakan 80% dari semua imunosit tubuh pada orang sehat, Sel-sel ini terakumulasi di dalam atau transit antara berbagai MALT, bersama-sama membentuk sistem organ limfoid terbesar pada mamalia,** Sistem imun mukosa mempunyai_ tiga fungsi utama yaitu; (1) melindungi membran mukosa dari invasi dan kolonisasi_mikroba berbahaya yang mungkin menembus masuk, (2) melindungi pengambilan (uptake) antigen- antigen terdegradasi meliputi protein-protein asing dari makanan yang tercemna, material di ‘udara yang terhirup dan bakteri komensal, (3) melindungi berkembangnya respons imun yang berpotensi merugikan terhadap antigen-antigen tersebut bila antigen tersebut mencapai dalam tubuh, Sehingga disini MALT menyeleksi Jurnal Kedokteran dan Kesehatan WADI HUSADA Vol. 1 No.3, Juli~Sept. 2014 mekanisme efektor yang sesuai dan_mengatur intensitasnya untuk menghindari kerusakan jaringan dan proses imun berlebib.** Antigen yang berada di lumen diambil oleh sel epitelial abortif dan sel epielial spesfik sel membran atau sel mikrofold atau sel M) di rmukosa induktif, dibawa atau langsung itangkap oleh APC professional (APC terdiri dari sel dendrtik (DC), sel limfosit B-dan rmakrofag) dan dipresentasikan kepada sel-sel T konvensional afi CD4* dan CD8+, semuanya berada pada tempat induktif. Beberapa antigen juga bisa langsung diproses dan dipresentasikan oleh sel epitelial kepada sel T intraepitelial tetangga meliputi sel T dengan limited resevoire diversity (sel T 8 dan sel NK). Respons imun ‘mukosa dipengaruhi oleh antigen alamiah, jenis APC yang terlibat dan lingkungan mikro Lokal Antigen, meliputi_kebanyakan patogen, mempunyai motif disensitisasi oleh APC ‘mukosa sebagai pertanda bahaya (contoh; ligand toll-like reseptor (TLR)) disatu sisi dan kondisi proinflamasi pada umumnya, menghasilkan respons imun yang lebih kuat dan tuas, baik sekresi hormonal maupun sisi efektor imunitaas seluler dan tidak menghasitkan toleransi oral. Ini diasumsikan bahwa pengenalan patogen oleh TLR APC mukosa membedakan dari respons pada flora komensal. Tetapi terakhir ditemukan bahwa pada kondisi normal, bakteri komensal dapat dikenali oleh TER, interaksi ini tampaknya suatu yang penting untuk menjaga homeostasis epitel di usus.** Sel B maupun sel T yang tersensitsasi, meninggalkan tempat asal dimana berhubungan dengan antigen (contohnya plak payeri) transit rmelewati kelenjar limfe, masuk ke sirkulasi, dan kemudian menempatkan diri pada mukosa terseleksi, umumaya pada mukosa asal dimana mereka kemudian berdeferensiasi menjadi sel plasma dan sel _memori, membentuk IgA. sekretori . Afinitas sel-sel ini kelihatannya ipengaruhi secara kuat oleh integrin pada tempat spesifik (homing reseptors) pada