Anda di halaman 1dari 2

Efinda Putri Normasari Susanto [080913075]

GAYA VAN DER WAALS

Gaya Van Der Waals merupakan gaya tarik menarik listrik yang relatif lemah akibat
kepolaran molekul yang permanen atau terinduksi (tidak permanen). Kepolaran permanen terjadi
akibat kepolaran ikatan dalam molekulnya, sedangkan kepolaran tidak permanen terjadi akibat
molekulnya terinduksi oleh partikel lain yang bermuatan sehingga molekul bersifat polar sesaat
secara spontan. Gaya Van Der Waals dapat terjadi antara partikel yang sama atau berbeda.
Karena Ikatan Van Der Waals muncul akibat adanya kepolaran, maka semakin kecil kepolaran
molekulnya maka gaya Van Der Waalsnya juga akan makin kecil.

GAYA VAN DER WAALS dibagi berdasarkan jenis kepolaran partikelnya :


1. INTERAKSI ION – DIPOL (MOLEKUL POLAR)
Terjadi interaksi (berikatan) / tarik menarik antara ion dengan molekul polar (dipol).
Interaksi ini termasuk jenis interaksi yang relatif cukup kuat.
2. INTERAKSI DIPOL – DIPOL
Merupakan interaksi antara sesama molekul polar (dipol). Interaksi ini terjadi antara ekor
dan kepala dari molekul itu sendiri. Berlawanan kutub saling tarik menarik dan jika
kutubnya sama saling tolak – menolak. Partikel penginduksi dapat berupa ion atau dipol
lain
3. INTERAKSI ION – DIPOL TERINDUKSI
Merupakan antar aksi ion dengan dipol terinduksi. Dipol terinduksi merupakan molekul
netral, menjadi dipol akibat induksi partikel bermuatan yang berada didekatnya.
Kemampuan menginduksi ion lebih besar daripada dipol karena muatan ion >>> (lebih
besar)
Ikatan ini relatif lemah karena kepolaran molekul terinduksi relatif kecil dari dipol
permanen.
4. INTERAKSI DIPOL – DIPOL TERINDUKSI
Molekul dipol dapat membuat molekul netrallain bersifat dipol terinduksi sehingga
terjadi antar aksi dipol – dipol terinduksi.Ikatan ini cukup lemah sehingga prosesnya
berlangsung lambat
5. ANTAR AKSI DIPOL TERINDUKSI – DIPOL TERINDUKSI (GAYA LONDON)
MEKANISME :
a. Pasangan elektron suatu molekul, baik yang bebas maupun yang terikat selalu
bergerak mengelilingi inti.
b. Electron yang bergerak dapat mengimbas atau menginduksi sesaat pada tetangga
sehingga molekul tetangga menjadi polar terinduksi sesaat.
c. Molekul ini pula dapat menginduksi molekul tetangga lainnya sehingga terbentuk
molekul – molekul dipole sesaat.

Netral Netral
Efinda Putri Normasari Susanto [080913075]

Gaya London ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:


 Jumlah electron dalam atom atau molekul
Makin banyak electron yang dipunyai molekul makin besar gaya londonnya.
 Bentuk molekul
Molekul yang memanjang/tidak bulat, lebih mudah menjadi dipole dibandingkan
dengan molekul yang bulat sehingga gaya disperse londonnya akan semakin
besar.

Ikatan Van der Waals juga ditemukan pada polymer dan plastik. Senyawa ini dibangun
oleh satu rantai molekul yang memiliki atom karbon, berikatan secara kovalen dengan berbagai
atom seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, dan atom lainnya. Interaksi dari setiap untaian rantai
merupakan ikatan Van der Waals. Hal ini diketahui dari pengamatan terhadap polietilen,
polietilen memiliki pola yang sama dengan gas mulia, etilen berbentuk bentuk gas menjadi
cairan dan mengkristal atau memadat sesuai dengan pertambahan jumlah atom atau rantai
molekulnya. Dispersi muatan terjadi dari sebuah molekul etilen, C2H4, yang menyebabkan
terjadinya dipol temporer serta terjadi interaksi Van der Waals. Dalam kasus ini molekul
H2C=CH2, selanjutnya melepaskan satu pasangan elektronnya dan terjadi ikatan yang
membentuk rantai panjang atau polietilen. Pembentukan rantai yang panjang dari molekul
sederhana dikenal dengan istilah polimerisasi.