Anda di halaman 1dari 14

PROSES PEMISAHAN SECARA MEKANIS/FISIKA

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas
mata kuliah Mekanika Fluida yang dibina oleh Ibu Nilna Minah, ST, MT.

Oleh:
AYU PRABHANDARI PUTRI (1314026)
DHIYA RANA H.S.P. (1314028)
MUHAMMAD AFIF PRASETIO (1314052)
SYAMATA PUTRI (1314061)
HARDI ASRIANSYAH (1314069)
HAZLAN (1314971)

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG


FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK KIMIA
Mei 2015
BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Pemisahan bahan dalam suatu proses industri pengolahan bahan merupakan metode yang
umum digunakan. Pemisahan bahan ini dimanfaatkan untuk memperoleh bahan dengan fraksi
atau bentuk dan ukuran yang diinginkan. Adapun metode umum pemisahan bahan yaitu
pemisahan dengan cara mekanis dan pemisahan baha dengan cara kontak keseimbangan bahan.
Perbedaan keduanya adalah pada ada tidaknya perubahan fasa bahan setelah dipisahkan.
Pemisahan dengan metode mekanis merupakan pemisahan bahan dengan tetap mempertahankan
fasa bahan atau tidak mengalami perubahan fasa bahan, sedangkan pemisahan bahan dengan
kontak keseimbangan bahan dapat mengubah fasa bahan yang dipisahkan dari fasa awalnya.
Separasi atau pemisahan dapat dibagi menjadi dua yaitu separasi mekanis dan separasi
kimia. Separasi mekanis meliputi ukuran, bentuk, berat jenis, sifat listrik, sifat magnet.
Pemisahan mekanis ini contohnya adalah pengendapan, filtrasi, ekstraksi, dan sentrifugasi.
Sedangkan untuk separasi kimia meliputi kelarutan dan lainnya. Contoh metode untuk separasi
kimia ini adalah ekstraksi kimia, destilasi, kristalisasi, ekstraksi gas/desorpsi.
Salah satu teknik separasi adalah separasi secara mekanik. Separasi mekanik atau
pemisahan mekanik (mechanical separation), digunakan untuk memisahkan partikel antar dua
komponen atau lebih yang dilakukan dengan cara mekanis. Separasi mekanik hanya dapat
dipakai untuk campuran heterogen, sedangkan untuk larutan homogen teknik separasi mekanik
ini tidak dapat dilakukan. Ukuran partikel yang biasa digunakan adalah lebih besar dari 0,1 µm.
Teknik-teknik separasi ini didasarkan atas perbedaan fisik antara partikel-partikel itu, seperti
ukuran, bentuk, atau densitas. Teknik ini dapat digunakan untuk memisahkan zat padat dari gas,
tetesan zat cair dari gas, zat padat dari zat padat, atau zat padat dari zat cair. Dalam praktek
pemisahan tersebut dapat dilakukan dengan sedimentasi (pengendapan), sentrifugasi
(pemusingan), filtrasi (penyaringan) dan pengempaan.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan separasi atau pemisahan secara mekanik?
2. Apa yang dimaksud dengan sedimentasi, sentrifugasi, filtrasi, dan pengempaan?
3. Bagaimana prinsip kerja alat pemisahan sedimentasi, sentrifugasi, filtrasi, dan pengempaan?
TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui pengertian dari separasi atau pemisahan secara mekanik
2. Mengetahui pengertian dari sedimentasi, sentrifugasi, filtrasi dan pengempaan
3. Mengetahui prinsip kerja alat pemisahan sedimentasi, sentrifugasi, filtrasi, dan pengempaan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Definisi Separasi/Pemisahan Secara Mekanis


Dalam kimia dan teknik kimia, proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau
lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia.
Separasi sendiri adalah pemisahan komponen-komponen dari suatu campuran sehingga
menjadi fraksi-fraksi individual. Fraksi-fraksi itu mungkin berbeda satu sama lain dalam ukuran
partikel, fase, atau komposisi kimianya. Prinsip pada proses separasi ini adalah berdasarkan
perbedaan densitas ataupun adanya gaya gravitasi.
Secara mendasar, proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses perpindahan massa.
Proses pemisahan sendiri dapat diklasifikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis atau
kimiawi. Pemilihan jenis proses pemisahan yang digunakan bergantung pada kondisi yang
dihadapi. Pemisahan secara mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya
operasinya lebih murah dari pemisahan secara kimiawi. Untuk campuran yang tidak dapat
dipisahkan melalui proses pemisahan mekanis (seperti pemisahan minyak bumi), proses
pemisahan kimiawi harus dilakukan.
Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode. Metode
pemisahan yang dipilih bergantung pada fase komponen penyusun campuran. Suatu campuran
dapat berupa campuran homogen (satu fase) atau campuran heterogen (lebih dari satu fase).
Suatu campuran heterogen dapat mengandung dua atau lebih fase: padat-padat, padat-cair, padat-
gas, cair-cair, cair-gas, gas-gas, campuran padat-cair-gas, dan sebagainya. Pada berbagai kasus,
dua atau lebih proses pemisahan harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil pemisahan yang
diinginkan.
Klasifikasi proses pemisahan secara mekanis adalah sebagai berikut:
a. Proses pemisahan secara filtrasi.
b. Proses pemisahan secara sedimentasi dan settling.
c. Proses pemisahan secara sentrifugal.
d. Proses pemisahan dengan size reduction.
2.2. Proses Pemisahan Secara Filtrasi
Filtrasi (penyaringan) adalah cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan ukuran dari
partikel-partikel komponen campuran dengan menggunakan penyaring. Partikel yang
mempunyai ukuran lebih kecil akan lolos saringan dan partikel yang lebih besar akan tertinggal
pada saringan. Cara pemisahan dengan cara penyaringan ini dapat dilakukan untuk memisahkan
padatan yang mempunyai ukuran berbeda dan untuk memisahkan padatan dengan cairan.
Pemilihan ukuran penyaring disesuaikan dengan ukuran zat-zat yang akan dipisahkan.
Saringan untuk memisahkan pasir dan kerikil akan berbeda dengan saringan untuk memisahkan
santan dengan ampasnya.
Hal yang paling utama dalam filtrasi adalah mengalirkan fluida melalui media berpori.
Filtrasi dapat terjadi karena adanya gaya dorong, misalnya; gravitasi, tekanan
dan gaya sentrifugal. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang lolos dari
saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya. Seringkali umpan dimodifikasi melalui
beberapa pengolahan awal untuk meningkatkan laju filtrasi, misal dengan pemanasan,
kristalisasi, atau memasang peralatan tambahan pada penyaring seperti selulosa atau tanah
diatomae.
Contoh: penyaringan kerikil dari pasir. Pemisahan zat-zat yang mempunyai perbedaan
kelarutan juga dapat dilakukan dengan penyaringan. Misalnya memisahkan garam yang
bercampur pasir, dimana garam mudah larut dalam air sedangkan pasir tidak larut. Campuran
tersebut dimasukkan dalam air, garam akan larut sedangkan pasir tidak. Setelah disaring pasir
akan tertinggal di kertas saring, dan air garam lolos menembus kertas saring. Zat yang tertahan di
kertas saring dinamakan residu dan cairan yang dapat menembus kertas saring dinamakan filtrat.
Fluida mengalir melalui media penyaring karena perbedaan tekanan yang melalui media
tersebut. Penyaring dapat beroperasi pada:
- Tekanan di atas atmosfer pada bagian atas media penyaring.
- Tekanan operasi pada bagian atas media penyaring.
- Vakum pada bagian bawah.
Penyaring gravitasi dibatasi penggunaannya dalam industri untuk suatu aliran cairan kristal
kasar, penjernihan air minum, dan pengolahan limbah cair.
Kebanyakan penyaring industri adalah penyaring tekan, penyaring vakum, atau pemisah
sentrifugal. Penyaring tersebut beroperasi secara kontinyu atau diskontinyu, tergantung apakah
buangan dari padatan tersaring tunak (steady) atau sebentar-sebentar. Sebagian besar siklus
operasi dari penyaring diskontinyu, aliran fluida melalui peralatan secara kontinu, tetapi harus
dihentikan secara periodik untuk membuang padatan terakumulasi. Dalam saringan kontinyu
buangan padat atau fluida tidak dihentikan selama peralatan beroperasi.
Penyaring dibagi ke dalam tiga golongan utama, yaitu penyaring kue (cake), penyaring
penjernihan (clarifying), dan penyaring aliran silang (crossflow). Penyaring kue memisahkan
padatan dengan jumlah relatif besar sebagai suatu kue kristal atau lumpur. Seringkali penyaring
ini dilengkapi peralatan untuk membersihkan kue dan untuk membersihkan cairan dari padatan
sebelum dibuang. Penyaring penjernihan membersihkan sejumlah kecil padatan dari suatu gas
atau percikan cairan jernih semisal minuman.Partikel padat terperangkap di dalam medium
penyaring atau di atas permukaan luarnya. Penyaring penjernihan berbeda dengan saringan biasa,
yaitu memiliki diameter pori medium penyaring lebih besar dari partikel yang akan disingkirkan.
Di dalam penyaring aliran silang, umpan suspensi mengalir dengan tekanan tertentu di atas
medium penyaring. Lapisan tipis dari padatan dapat terbentuk di atas medium permukaan, tetapi
kecepatan cairan yang tinggi mencegah terbentuknya lapisan. Medium penyaring adalah
membran keramik, logam, atau polimer dengan pori yang cukup kecil untuk menahan sebagian
besar partikel tersuspensi. Sebagian cairan mengalir melalui medium sebagai filtrat yang jernih,
meninggalkan suspensi pekatnya.
Plate and frame filter
Alat ini akan bekerja berdasarkan driving force, yaitu perbedaan tekan. Alat ini dilengkapi
dengan kain penyaring yang disebut filter cloth, yang terletak pada tiap sisi platenya. Plate and
frame filter digunakan untuk memisahkan padatan cairan dengan media berpori yang
meneruskan cairannya dan menahan padatannya. Secara umum filtrasi, dilakukan bila jumlah
padatan dalam suspense relatif kecil dibandingkan zat cairnya.
Rotary disk vacuum filter
Rotary disk vacum filter ini digunakan operasi dalam skala besar serta proses kontinu. Media
filter dapat berupa kain (cloth), kertas, media poros dan lain-lain. Pemiliham media filter ini
didasarkan atas kemampuan untuk memisahkan padatan, memiliki kekuatan, inert terhadap
bahan kimia dan juga dari segi ekonominya.

2.3. Proses Pemisahan Secara Sedimentasi dan Settling


Sedimentasi adalah teknik pemisahan berdasarkan gaya gravitasi dimana partikel-partikel
padatan atau cairan yang mempunyai densitas relatif lebih tinggi akan mengendap. Teknik
pemisahan ini adalah teknik yang paling sering digunakan dalam industri pangan karena
operasinya sangat sederhana, tidak memerlukan banyak energi dan murah biaya operasionalnya.
Sedangkan kekurangan dari metode ini adalah membutuhkan waktu yang lama, kurang akurat
serta terkadang slurry masih mengandung partikel terlarut. Contoh-contoh proses pengolahan
pangan yang menggunakan prinsip sedimentasi antara lain : proses pembuatan tepung tapioka
dan pengolahan limbah industri pangan.
Proses sedimentasi ini terjadi berdasarkan perbedaan densitasnya melalui medium alir, oleh
pengaruh gaya gravitasi. Oleh karena itu, biasanya pemisahan tersebut berlangsung lama,
terutama bila perbedaan densitas antar komponen tersebut tidak berbeda jauh. Secara visual,
dapat juga dikatakan bahwa sedimentasi merupakan pemisahan suspensi menjadi dua fraksi yaitu
fraksi supernatan (fraksi yang jernih) dan fraksi slurry (fraksi yang keruh), suatu pekatan yang
berisi fraksi padat pada konsentrasi yang lebih tinggi. Dalam praktek sedimentasi dapat
dilakukan secara batch (terputus-putus untuk setiap satuan volume atau berat bahan yang akan
dipisahkan per satuan waktu) atau secara kontinyu (terus-menerus).
Di industri aplikasi sedimentasi banyak digunakan, antara lain:
1. Pada unit pemisahan, misalnya untuk mengambil senyawa magnesium dari air laut
2. Untuk memisahkan bahan buangan dari bahan yang akan diolah, misalnya pada pabrik gula
3. Pengolahan air sungai menjadi boiler feed water
4. Proses pemisahan padatan berdasarkan ukurannya dalam clarifier dengan prinsip perbedaan
terminal velocity.
Proses sedimentasi dapat dilakukan dengan tiga macam cara, yaitu:
1. Cara batch
Cara ini cocok dilakukan untuk skala laboratorium, karena sedimentasi batch paling
mudah dilakukan, pengamatan penurunan ketinggian mudah. Mekanisme sedimentasi batch
pada suatu silinder/tabung bisa dilihat pada gambar berikut:

Keterangan:
A = cairan bening
B = zona konsentrasi seragam
C = zona ukuran butir tidak seragam
D = zona partikel padat terendapkan
Gambar di atas menunjukkan slurry awal yang memiliki konsentrasi seragam dengan
partikel padatan yang seragam di dalam tabung (zona B). Partikel mulai mengendap dan
diasumsikan mencapai kecepatan maksimum dengan cepat. Zona D yang terbentuk terdiri dari
partikel lebih berat sehingga lebih cepat mengendap. Pada zona transisi, fluida mengalir ke
atas karena tekanan dari zona D. Zona C adalah daerah dengan distribusi ukuran yang
berbeda-beda dan konsentrasi tidak seragam. Zona B adalah daerah konsentrasi seragam,
dengan komsentrasi dan distribusi sama dengan keadaan awal. Di atas zona B, adalah zona A
yang merupakan cairan bening. Selama sedimentasi berlangsung, tinggi masing-masing zona
berubah (gambar 9 b, c, d). Zona A dan D bertambah, sedang zona B berkurang. Akhirnya
zona B, C dan transisi hilang, semua padatan berada di zona D. Saat ini disebut critical
settling point, yaitu saat terbentuknya batas tunggal antara cairan bening dan endapan.
2. Cara Semi-Batch
Pada sedimentasi semi-batch , hanya ada cairan keluar saja, atau cairan masuk saja.
Jadi, kemungkinan yang ada bisa berupa slurry yang masuk atau beningan yang keluar.
Mekanisme sedimentasi semi-batch bisa dilihat pada gambar berikut:

Keterangan :
A = cairan bening
B = zona konsentrasi seragam
C = zona ukuran butir tidak seragam
D = zona partikel padat terendapkan

3. Cara Kontinyu
Pada cara ini, ada cairan slurry yang masuk dan beningan yang dikeluarkan secara
kontinyu. Saat steady state, ketinggian tiap zona akan konstan. Mekanisme sedimentasi
kontinyu bisa dilihat pada gambar berikut:

Keterangan:
A = cairan bening
B = zona konsentrasi seragam
C = zona ukuran butir tidak seragam
D = zona partikel padat terendapkan
Kecepatan sedimentasi didefinisikan sebagai laju pengurangan atau penurunan
ketinggian daerah batas antara slurry (endapan) dan supernatant (beningan) pada suhu
seragam untuk mencegah pergeseran fluida karena konveksi.
Semakin banyak partikel yang mengendap, konsentrasi menjadi tidak seragam dengan
bagian bawah slurry menjadi lebih pekat. Konsentrasi pada bagian batas bertambah, gerak
partikel semakin sukar dan kecepatan turunnya partikel berkurang. Kondisi ini disebut
hindered settling.
Pada umumnya proses Sedimentasi dilakukan setelah proses Koagulasi dan Flokulasi
dimana tujuannya adalah untuk memperbesar partikel padatan sehingga menjadi lebih berat
dan dapat tenggelam dalam waktu lebih singkat. Setelah melewati proses destabilisasi partikel
koloid melalui unit koagulasi dan unit flokulasi, selanjutnya perjalanan air akan masuk ke
dalam unit sedimentasi. Unit ini berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang
sudah didestabilisasi oleh unit sebelumnya. Unit ini menggunakan prinsip berat jenis. Berat
jenis partikel koloid (biasanya berupa lumpur) akan lebih besar daripada berat jenis air.
Dalam bak sedimentasi, akan terpisah antara air dan lumpur. Gabungan unit koagulasi,
flokulasi, dan sedimentasi disebut unit aselator.
2.4. Proses Pemisahan Secara Sentrifugasi
Sentrifugasi adalah suatu teknik pemisahan yang digunakan untuk menisahkan suspensi
yang jumlahnya sedikit. Sentrifugasi adalah pemisahan dengan menggunakan gaya putaran atau
gaya sentrifugal. Partikel dipisahkan dari liquid dengan adanya gaya sentrifugal pada berbagai
variasi ukuran dan densitas campuran larutan. Gaya sentrifugal ini bekerja menuju pusat dari
rotasi. Gaya sentrifugal digunakan untuk mendapatkan perbedaan tekanan sehingga slurry dalam
filter akan mengalir ke penyaring. Dalam metode sentrifugasi ini partikel dipisahkan dari fluida
oleh gaya sentrifugasi yang dikenakan pada partikel. Partikel tersebut dapat berupa solid, gas
atau liquid dan fluida. Pemisahan dari gravitasi memakan waktu yang lama karena kedekatan
densitas dari partikel dan fluida atau karena kesatuan gaya pada komponen yang bekerja
bersamaan seperti emulsi.
Metode sentrifugasi memiliki banyak manfaat dalam penelitian terutama dalam praktikum
di dalam laboratorium. Diantarannya adalah seagai cara pengisolasi mikroba, cara untuk
mengekstrak TSV dan YHV dalam bidang pertanian, cara pemisahan virgin coconut oil (VCO)
dari zat pengotornya, pengekstrak senyawa papain dari getah papaya dan lainnya. Keuntungan
lain dari metode sentrifugasi ini adalah lebih efektif bila partikel padatan lebih kecil dan
sulit/tidak mungkin disaring. Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah harganya mahal
dibandingkan dengan metode-metode lain.
Peralatan sentrifugasi terdiri dari:
a. Pengendapan sentrifugal/centrifugal settling
- Tubular : pemisahan liquid-liquid emulsi
- Disk bowl : pemisahan liquid-liquid
b. Filtrasi sentrifugal
Gaya sentrifugal digunakan untuk mendapatkan perbedaan tekanan sehingga slurry
dalam filter akan mengalir ke penyaring. Pada operasi sentrifugasi dengan cara pengendapan,
kecepatan pengendapan dipengaruhi oleh : kecepatan sudut (ω) disamping faktor-faktor lain
seperti pada perhitungan kecepatan sedimentasi. laju alir volumetrik umpan dipengaruhi oleh
kecepatan sudut (ω), diameter partikel (Dp), densiti partikel dan cairan, viskositas dan
diameter tabung centrifuge.
Pemisahan padatan dari air dengan menggunakan pengendapan sentrifuga prinsipnya
sama dengan proses pengendapan secara gravitasi, bedanya pengendapan ini menghasilkan
gaya dorong yang lebih besar yang disebabkan oleh putaran air. Dengan memutar air,
kecepatan pengendapan dapat meningkat jika dibandingkan dengan pengendapan secara
gravitasi pada umumnya. Pengendapan sentrifuga sudah banyak digunakan untuk pemisahan
partikel dan cairan atau air dalam proses pengolahan mineral seperti pada proses pengeringan
materi dengan ukuran partikel yang berbeda, penyisihan partikel yang sangat kecil dalam
pencucian, atau dalam menyisihkan kontaminan yang terlarut dalam larutan.
Namun, penggunaan pengendapan sentrifuga untuk penyisihan partikel atau senyawa
lain di dalam proses pengolahan air masih jarang dilakukan dikarenakan tingginya biaya
operasional yang dibutuhkan. Maka dari itu, pengembangan pengendapan dengan
memanfaatkan gaya senrifuga diarahkan pada pengendapan dengan memanfaatkan aliran air
melalui dinding pengendap seperti prinsip kerja hydrocyclone.
Cara pemisahan ini berdasarkan adanya gaya sentrifugal yang diberikan pada partikel –
partikel yang melayang sehingga partikel tersebut dapat dipaksa untuk bergerak ke dasar
bejana dan mengendap, sehingga terjadi pemisahan antara partikel padat dan pelarutnya.
Selanjutnya pada campuran yang telah memisah tersebut dapat dipisahkan lebih lanjut dengan
cara dekantasi atau memipet cairan yang berada diatas padatannya lalu ipindahkan ke tempat
lain. Cara ini sangat cocok untuk untuk memisahkan campuran yang ukuran partikeln ya
sangat kecil dan masa jenis partikelnya juga sangat kecil sehingga partikelnya melayang
dalam cairannya, misalnya koloid. Gaya sentrifugal diperoleh dengan cara memutar campuran
yang akan dipisahkan dengan suatu alat khusus yang disebut centrifuge.
Ada 2 jenis alat Centrifuge, Centrifuge biasa yang mempunyai kecepatan putar rendah
antara 0 – 3000 rpm, alat ini biasa digunakan untuk memisahkan campuran yang ukurann
partikelnya relatif besar. Ultra Centrifuge mempunyai kemampuan putar tinggi dari 0 –
20.000 rpm, bahkan ada yang dapat mencapai 120.000 rpm. Centrifuge jenis ini banyak
digunakan untuk keperluan biokimia misalnya memisahkan plasma dan serum pada darah.
2.5. Pemisahan dengan Cara Size Reduction
Pengecilan ukuran dapat dilakukan pada bahan pangan dengan cara tradisional maupun
dengan menggunakan alat (mesin), hasil dari pengecilan ukuran tersebut akan bergantung dari
karakteristik dari bahan pangan yang direduksi. Pemilihan alat dan bahan yang sesuai akan
berpengaruh terhadap hasil pengecilan.
Pengecilan ukuran dapat dilakukan secara basah dan kering, keuntungan dari pengecilan
ukuran basah adalah bahan yang dihasilkan lembut dan berlangsung pada suhu yang tidak tinggi
dan sedikit kemungkinan terjadi oksidasi atau ledakan.
Metode pengecilan ukuran di atas akan dipengaruhi oleh alat yang digunakan, setiap alat
size reductor akan menghasilkan partikel dan bentuk yang berbeda. Salah satu indikator dari
perbedaan bentuk partikel adalah ukuran diameter dari masing-masing produk yang reduksi, cara
mennganalisis ukuran diameter bahan yang direduksi dapat diketahui dengan analisis ayakan.
Klasifikasi peralatan size reduction :
a) Crusher
b) Grinder
c) Milling (penggilingan)
BAB III
PENUTUP

Pemisahan bahan merupakan metode umum dan penting dalam suatu industri. Pemisahan
ini digunakan untuk memperoleh bahan dengan bentuk, ukuran, atau fraksi tertentu yang
diinginkan. Metode pemisahan secara umum dibagi menjadi dua, yaitu pemisahan mekanis dan
pemisahan bahan dengan kontak keseimbangan bahan. Yang dibahas pada makalah ini adalah
pemisahan mekanis yang meliputi pengendapan, filtrasi, sentrifugasi, dan size reduction. Setiap
metode tersebut memiliki spesifikasi untuk memisahkan bahan tertentu. Misalnya saja vibrating
screen yang merupakan alat untuk memisahkan bahan padat berdasarkan ukurannya dengan
suatu screen, yang satuannya mesh. Settling tank yang merupakan alat yang digunakan untuk
mengendapkan bahan seperti pati, penanganan limbah, dan lain-lain.