Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL PELAKSANAAN TIMBANG TIMBANG TERIMA DI RUANG

DAHLIA GARING TRANSPARAN BRSU TABANAN

Oleh :
Agik Cintya Dewi (15C11412)
Putu Ayu Sintayani (15C11524)
IGA Agung Mas Apsari (15C11440)
Ni Putu Mega Wulandari (15C11506)
Ni Wayan Nita Yunita (15C11512)
Gst Ayu Putu Indah Wijayanti (15C11498)
Kadek Wulan Ary Damayanthi (15C11597)
Putu Julyani Puspita Chandra (15C11566)
Desak Ayu Putu Intan Pratiwi (15C11562)
Ni Nyoman Sri Padmawati (15C11590)
Ni Putu Amelia Suarta Dewi (15C11415)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI
DENPASAR
2018
DAFTAR ISI
Halaman
A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Tujuan
1. Tujuan Umum................................................................................ 1
2. Tujuan Khusus............................................................................... 1
C. Manfaat
1. Bagi Perawat.................................................................................. 2
2. Bagi Pasien.................................................................................... 2
D. Prosedur Timbang Terima.................................................................... 2
E. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat timbang terima...................... 5
F. Alur Timbang Terima........................................................................... 6
G. Pelaksanaan Timbang Terima.............................................................. 6
H. Metode .................................................................................................6
I. Media .................................................................................................6
J. Pengorganisasian................................................................................... 7
K. Uraian Kegiatan.................................................................................... 7
L. Naskah Role Play ............................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA
Lampiran
PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA
DI RUANG DAHLIA GARING TRANSPARAN BRSUD TABANAN
TAHUN 2018

A. Latar Belakang
Profesionalisme dalam pelayanan keperawatan dapat dicapai dengan
mengoptimalkan peran dan fungsi perawat, terutama peran dan fungsi
mandiri perawat. Hal ini dapat diwujutkan dengan baik melalui komunikasi
yang efektif antar perawat, maupun dengan tim kesehatan yang lain. Salah
satu bentuk komunikasi yang harus ditingkatkan keefektivitassannya adalah
sat pergantian sift, yaitu saat timbang terima pasien.
Timbang terima pasien (operan) merupakan teknik atau cara untuk
menyampaikan dan menerima sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan
keadaan pasien. Timbang terima pasien harus dilakukan seefektif mungkin
dengan menjelaskan secara singkat jelas dan komplit tentang tindakan
mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang sudah dilakukan / belum dan
perkembangan pasien saat itu. Informasi yang disampaikan harus akurat
sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat berjalan dengan
sempurna. Timbang terima dilakukan oleh perawat primer keperawat
penanggung jawab dinas sore atau dinas malam secara tulusan dan lisan.
Oleh karena itu, pada kesempatan praktik manajemen ini kami
mahasiswa STIKES BALI Kelompok VII akan mencoba melaksanakan
timbang terima pasien berdasarkan konsep asuhan keperawatan di ruang
Dahlia Garing Transparan BRSU Tabanan.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Mengkomunikasikan keadaan pasien dan menyampaikan informasi yang
penting.
2. Tujuan khusus

1
a. Menyampaikan kondisi dan keadaan penderita (data fokus).
b. Menyampaikan hal-hal yang sudah/ belum dilakukan dalam askep
pada penderita.
c. Menyampaikan hal-hal yang penting yang harus ditindak lanjuti oleh
dinas berikutnya.
d. Menyusun rencana kerja untuk dinas berikutnya.
e. Menyampaikan kondisi atau keadaan klien secara umum.

C. Manfaat
1. Bagi Perawat
a. Meningkatkan kemampuan komunikasi antara perawat.
b. Menjalin hubungan suatu kerjasama dan bertanggung jawab antara
perawat.
c. Pelaksanaan askep terhadap penderita yang berkesinambungan
d. Perawat dapat mengikutu perkembangan penderita secara paripurna.
2. Bagi Pasien
Klien dapat menyampaikan masalah secara langsung bila ada yang belum
terungkap.

D. Prosedur Timbang Terima

2
TAHAP KEGIATAN WAKTU TEMPAT PELAKS
ANA
Persiapan 1. Timb 5 MENIT NURSE PP, PA
ang terima STATION
dilaksanakan
setiap pergantian
shift/ operan.
2. Prinsi
p timbang terima,
semua pasien
dilakukan
timbang terima
khususnya
penderita yang
memiliki
permasalahan
yang belum /
dapat teratasi
serta yang
membutuhkan
observasi lebih
lanjut.
3. Pera
wat yang
melaksanakan
timbang terima
mengkaji secara
penuh terhadap
masalah
keperawatan,
kebutuhan dan
tindakan yang
telah/ belum
dilaksanakan
serta hal-hal
penting lainnya
selama masa
perawatan.
4. Hal- 3
hal yang sifatnya
khusus dan
E. Hal – hal Yang Perlu Diperhatikan
1. Dilaksanakan tepat pada waktu, setiap pergantian shift
2. Dipimpin oleh kepala ruangan atau penanggung jawab penderita (PP).
3. Diikuti oleh semua perawat yang telah dan yang akan dinas.
4. Adanya unsur bimbingan, pengarahan serta tanggung jawab.
5. Informasi yang disampaikan harus akurat, singkat, sistematis dan
menggambarkan kondisi penderita saat ini serta menjaga kerahasiaan
penderita.
6. Timbang terima harus berorientasi pada permasalahan penderita.
7. Saat timbang terima di kamar pasien, menggunakan volume suara yang
cukup sehingga pasien di sebelahnya tidak mendengar sesuatu yang
privacy bagi klien. Sesuatu yang dianggap rahasia sebaiknya tidak
dibicarakan secara langsung didikat klien.
8. Sesuatu yang mungkin membuat klien terkejut sebaiknya dibicarakan di
nurse station.

F. Alur Timbang Terima.


PASIEN

DIAGNOSA MEDIS MASALAH DIAGNOSA


KOLABORATIF KEPERAWATAN

RENCANA TINDAKAN

YANG TELAH DILAKUKAN YANG AKAN DILAKUKAN

PERKEMBANGAN /KEADAAN
PASIEN

MASALAH :

1. TERATASI
2. BELUM TERATASI
3. TERATASI SEBAGIAN
4. MUNCUL MASALAH BARU

4
G. Pelaksanaan Timbang Terima
Hari / tanggal : Jumat, 21 Desember 2018
Pukul : 08.00 WITA.
Topik : Aplikasi peran, pelaksanaan timbang terima.
Tempat : Ruang Dahlia Garing BRSU Tabanan.

H. Metode
1. Diskusi
2. Tanya jawab

I. Media
1. Status Klien

2. Buku timbang terima

3. Alat tulis

4. Sarana dan Prasarana perawatan

J. Pengorganisasian
Kepala Ruangan : Agik Cintya Dewi
1. Perawat Primer (pagi) : PP1 : Putu Ayu Sintayani
: PP2 : IGA Agung Mas Apsari
: PP3 : Ni Putu Mega Wulandari
: PP4 : Ni Wayan Nita Yunita
2. Perawat Associate (pagi) : PA1 : Gst Ayu Putu Indah Wijayanti
: PA2 : Kadek Wulan Ary Darmayanthi
: PA3 : Putu Julyani Puspita Chandra
: PA4 : Desak Ayu Putu Intan Pratiwi

5
3. Peawat Associate (malam) : PA1 : Ni Nyoman Sri Padmawati
: PA2 : Ni Putu Amelia Suarta Dewi
: PA3 : Ni Kadek Ayu Dwi Astari
4. Pembimbing Ruangan : Ni Nyoman Kesumawati, A.Md.Kep
5. Pembing Akademik : Ns. Ni Luh Putu Kartiningsih SW, S.Kep.

K. Uraian Kegiatan.
1. Prolog
Pada hari jumat 21 Desember 2018 seluruh perawat (PP dan PA) shift
malam dan pagi serta kepala ruangan berkumpul di nurse station untuk
melakukan timbang terima.
2. Session I di Nurse Station
Kepala ruangan memimpin dan membuka acara yang didahului dengan
doa dan kemudian mempersilakan Penanggung Jawab dinas malam untuk
melaporkan keadaan dan perkembangan pasien selama bertugas kepada PP
yang akan berdinas selanjutnya (pagi). Penanggung jawab malam
memberikan klarifikasi keluhan, Intervensi keperawatan yang sudah dan
belum dilaksanakan (secara umum), Intervensi kolaboratif dan dependent,
Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan (persiapan operasi,
pemeriksaan penunjang dll), hal yang belum jelas atas laporan yang telah
disampaikan. Setelah melakukan timbang terima di nurse station berupa
laporan tertulis dan lisan, kemudian diteruskan di tempat pasien.
3. Session II di tempat pasien
Seluruh perawat dan kepala ruangan bersama-sama melihat ke tampat
pasien. Penanggung jawab dinas malam selanjutnya mengklarifikasi dan
memvalidasi data langsung kepada pasien yang mengalami masalah
khusus. Untuk pasien yang tidak mengalami masalah khusus, kunjungan
tetap dilaksanakan. Lama kunjungan tidak lebih 5 menit per pasien. Bila
terdapat hal-hal yang bersifat rahasia bagi pasien dan keluarga perlu
diklarifikasi, maka dapat dilakukan di nurse station setelah kunjungan ke
pasien berakhir.

6
4. Epilog
Kembali ke Ners Station. Diskusi tentang keadaan pasien yang bersifat
rahasia. Setelah proses timbang terima selesai dilakukan, maka
Penanggung jawab dan PP menandatangani laporan timbang terima
dengan diketahui oleh Karu.

L. Naskah Role Play


Diruang Dahlia Garing rumah sakit BRSU Tabanan, pagi pukul 08.00 WITA,
pada saat operan berlangsung antara karu, perawat primer dan perawat
associate.
Karu : Om Swastiastu, selamat pagi rekan-rekan, salam sejahtera untuk
kita semua, hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya sesuai
dengan kegiatan awal shift pagi akan didahului oleh operan antara
perawat yang berjaga malam kemarin dengan perawat yang shift
pagi hari ini. Silahkan kepada perawat yang sift malam melaporkan
kondisi pasien
PA1 : Terima kasih atas waktu yang telah diberikan, selamat pagi rekan-
rekan, saya hari ini akan melaporkan kondisi pasien Ank. M dengan
penyakit jantung rematik. Seperti yang kita tahu pasien masuk ke
ruang Dahlia Garing pada hari jumat tanggal 21 Desember 2018.
Observasi terakhir kami yang berjaga kemarin malam, sama seperti
pada saat kami operan malam, pasien masih mengaku dadanya
berdebar-debar, namun keluhan sebelumnya yakni merasakan
denyutan di arteri karotis sudah tidak di rasakan pasien lagi. Secara
umum kondisi pasien baik, pasien hanya sedikit terlihat cemas,
namun dari segi asupan nutrisi dan istirahat baik.
PP1 : apakah PA 1 sempat melakukan pengkajian kardio pada pasien?
PA1 : Iya, pada saat pasien mengeluh dadanya berdebar-debar, saya
melihat iktus kordis terlihat, saya palpasi dada pasien dan teraba
thrill, dan ketika saya auskultasi terdengar bunyi gallop.
PP1 : Lalu intervensi apa yang telah anda lakukan?

7
PA1 : Karena pasiennya sendiri terlihat cemas, saya sudah melakukan
intervensi teknik relaksasi untuk mereduksi emasnya, lalu saya
telah memberikan HE tentang pentingnya bagi pasien untuk
membatas aktivitasnya, karena pasien sendiri mengaku cepat
merasa lelah.
PP1 : Baik, selanjutnya untuk terapi dari dokter apakah semua lanjut?
PA1 : untuk terapi semuanya lanjut, pasien tetap diberikan terapi aspirin,
Ciprofloxacin, dan penicillin. Karena pasien sendiri mengalami
tirah baring, saya rasa perlu dievaluasi bagaimana BAB pasien dan
jika memang pasien tidak bisa BAB untuk beberapa hari kedepan,
saya rasa dapat diberikan intervensi pemberian huknah atau
dulcolax.
PP1 : Baik, itu akan menjadi pertimbangan kita bersama kelak. Lalu
untuk hari ini apakah ada jadwal pemeriksaan diagnostic atau lab?
PA1 : Ada Bu, sesuai dengan instruksi dokter untuk pemeriksaan darah
pasien memang dilakukan setiap 2 hari sekali mengingat evaluasi
dari WBC pasien perlu dilakukan. Lalu untuk hari ini juga
dijadwalkan untuk tindakan kolaborasi pemeriksaan diagnostic
echocardiography, dengan pertimbangan hasil rontgen kemarin
bahwa terdapat pembesaran pada atrium sinistra dan terjadi
penebalan katup bicuspid. Jadi untuk intervensi selanjutnya yang
akan dilakukan adalah selain tindakan mengambil sample darah,
pasien juga diberikan tindakan memantau TTV pasien dan
memantau adanya tanda-tanda yang mengarah pada sesak napas.
Lalu pasien pagi ini mengeluh dadanya terasa sedikit nyeri, jadi
tolong kaji nyeri pasien secara komprehensif, dan ajarkan teknik
penanganan nyeri non farmakologi.
Karu : Baik, untuk para PA dan PP yang berjaga pada pagi ini apakah ada
pertanyaan lain? Jika tidak mari kita lanjutkan untuk operan
selanjutnya.
Lalu mereka melanjutkan operan kepada pasien selanjutnya.

8
PA 2 : Ia, pasien Bapak X, kemarin sempat kumat sesaknya pada malam
hari bu, masih keringat malam dan batuk berdahak, dan kemarin
sudah diberi nebulizer jam 11 malam kemarin. Pasien juga masih
menggunakan oksigen dengan nasal kanul 2 lt/m. Untuk hasil
pengecekan TTV tadi pagi tensi dan nadinya normal. 100/70 dan
68x/m, namun suhunya agak tinggi 38” celcius. Masalah
keperawatan yang masih muncul pada pasien ada bersihan jalan
nafas tidak efektif dan hipertermi.
PP 2 : terus untuk medikasinya, ada tambahan atau diberhentikan?
PA 2 : untuk medikasinya, px lanjut menggunakan ceftazidine 3x1 gram,
metrodinazole 3x500 mg, ambroxol 3x1, dan paracetamol 3x500
mg per oral. Berdasarkan hasil cek DL sebelumnya, nilai
leukositnya masih tinggi, 14.000 uL. Untuk rencana tindakan hari
ini ada rotgen thorax dan cek darah lengkap, terutama untuk
mengecek kadar leukositnya mbok
Karu : ada rencana pemberian tindakan keperawatan tidak? Untuk
kebutuhan dasarnya bapak X apakah terpenuhi dengan baik ? apa
bapaknya ada tanda-tanda cemas dan gelisah?
PA 2 : saat saya kaji pasiennya, pasien tampak bersih dan bajunya tampak
kering bu. Untuk buang air pasien bisa mandiri, atau kadang
ditemani oleh istri dan anaknya. Saat dikaji ke pasiennya ,ia
mengatakan istrinya biasanya rutin mengelap dirinya dua kali
sehari, hanya saja pasien tampaknya tidak melakukan oral hygiene
selama beberapa hari karena giginya tampak kuning. Mungkin
nanti adik prakteknya bisa membantu dan meminta keluarga pasien
untuk membawa sikat gigi dan odol agar pasien bisa terfasilitasi.
Untuk ansietas, pasien sih tidak ada mengeluh atau gelisah karena
keluarganya selalu menemani, tapi kalau adik praktik mau
melakukan back massage, boleh juga kok.

9
PP 2 : jadi untuk hari ini, saya melanjutkan medikasi, mengantar untuk
pasien untuk rotgen thorax, mengambil darah untuk cek darah
lengkap, dan membantu oral hygienenya saja kan?
PA 2 : jangan lupa untuk memantau porsi makannya juga ya gek.
PP 2 : ya mbok.
Karu : kalau tidak ada pertanyaan lagi mengenai bapak x, kita lanjutkan ke
pasien yang lain. (lalu mereka pun melanjutkan operan ke pasien
lain)
PA 3 : Baik, pasien baru atas nama Bapak M di kamar no.9, pindahan dari
UGD, pasien mengeluh disuria, badan lemas. Untuk vital signs
trerakhir TD 150/120mmHg, nadi 80x/menit, suhu 37,5°C, RR
20x/menit. Pasien tidak terpasang DC dan tidak mendapat terapi
oksigen. Nilai Laboratorium terakhir:
Natrium 153,0 mEq/L
Kalium 5,5 mEq/L

Hemoglobin 11,4 g/dL

Bun 35 mg/dL

Creatinin 4,0 mg/dL

Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu ketidakseimbangan


cairan dan elektrolit, kemarin saat shift malam intervensi yang
sudah diberikan yaitu menghitung balance cairan dan KIE keluarga
mengenai pembatasan intake cairan per oral.

PP 3 : Kemudian untuk medikasi yang diterima pasien bagaimana?

PA 3 : untuk medikasinya, px mendapat terapi:

captopril 3x1 gram p.o, erythromycin 3x1 gram p.o., metronidazole


3x500 mg flash IV, ranitidine 2x1 gram IV, asam folat 2x50 mg
p.o., furosemide 3x 50 mg IV. Untuk rencana tindakan hari ini
pasien planning renal biopsy pukul 10.00 WITA, cek elektrolit dan
DL rutin dan observasi nilai Kalium jika ≥6,5 mEq/L segera konsul
ke bagian interna.

10
Karu : Untuk intervensi keperawatan Bapak M bagaimana? apa saja
intervensi yang perlu dilanjutkan? Apa pasien memiliki keluhan
lain?

PA 3 : intervensi keperawatan lanjutannya monitor balance cairan, KIE


pasien dan keluarga untuk membatasi intake cairan dan batasi
konsumsi garam dan kalium. Tadi pagi dari diet yang diterima
pasien adalah nasi putih tinggi kalori, rendah protein dan rendah
garam. Iya, saya hampir lupa, pagi tadi pasien kembali mengeluh
disuria, nanti mohon yang shift pagi mengkaji nyeri pasien dengan
PQRST dan segera kolaborasi dengan tim medis jika skala nyeri
pasien >7.

PP 3 : baik, pagi ini tindakan pada Bapak M meliputi monitoring balance


cairan, pengecekan elektrolit serum dan DL, persiapan renal biopsy
dan pengkajian nyeri pasien. Untuk form persetujuan tindakan
biopsy dan surat pengantarnya sudah dipersiapkan?

PA 3 : Form persetujuan tindakan sudah saya lengkapi di RM pasien, surat


pengantarnya masih di-acc karena menunggu lembar konsultasi
dokter intena.

PP 3 : iya saya mengerti, nanti setelah operan saya akan segera


menghubungi bagian interna.

Karu : bagi rekan-rekan PP dan PA yang tugas pagi ada pertanyaan lagi
mengenai kondisi Bapak M?

PP & PA: tidak Ners. (menggeleng dan mencatat kondisi serta planning
tindakan Bapak M)

Karu : Karena semua operan pasien sudah selesai, shift pagi silakan
bertugas, dan shift malam silakan pulang. Hati-hati untuk rekan-
rekan yang shift malam, jangan sampai tertidur di jalan. Selamat
pagi.

Selanjutnya semua tim melakukan operan di masing – masing ruangan.


Dimulai dari ruangan dari PP1 kemudian PP2 dan terakhir PP3

PP 1 : Selamat pagi dik…dengan adik siapa?

An. M : Pagi bu, saya anak M

11
PP 1 : Oh adik M, saya PP1, perawat jaga pagi ini yang akan merawat
adik. Bagaimana kondisinya pagi ini? Dadanya masih berdebar –
debar?

An. M : Sudah sedikit berkurang sus…sedikit nyeri pada bagian dadanya

PA 1 : Ibu nanti perawat jaga pagi akan mengkaji kembali penyebab nyeri
dan akan memberikan pengobatan sesuai jadwal pemberian obat.
Tadi sudah bisa BAB?

An. M : Sudah, dari kemaren baru tadi bisa BAB sus.

PP 1 : Oh bagus dik ya, nanti adik akan dilakukan pemeriksaan jantung,


nanti saya akan bantu persiapannya. Mungkin ada yang adik dan
keluarga tanyakan?

Keluarga dan An. M : Tidak sus

Dilain sisi, PA 2 bersama PP 2 melakukan operan di pasien yang


berbeda.

PA 2 : selamat pagi pak… dengan bapak siapa?

Bapak X: selamat pagi sus, saya bapak X.

PA 2 : iya pak X, saya PA 2, bapak sudah kenal kan. Sekarang saya sudah
selesai jaga ya Pak dan akan digantikan oleh PP 2. Ini suster risma.
Nanti jika bapak membutuhkan sesuatu bisa berhubungan dengan
suster Risma nggih.

Bapak X: iya sus. Terimakasih..

PP 2 : Bagaimana kondisi hari ini pak? Masih sesak Pak?

Bapak X : Sudah sedikit berkurang bu..

PP 2 : kalau badannya masih panas Pak?

Bapak X: kalau dibandingkan dengan kemarin masih sama bu.

PP 2 : oh ya Pak. Nanti terapi oksigennya masih tetap dilakukan untuk


mengurangi sesak yang bapak rasakan dan Bapak juga akan
mendapatkan obat penurun panas seperti sebelumnya.

Bapak X: oh iya sus.. Untuk hari ini, apakah ada pemeriksaan yang akan
dilakukan kepada saya?

12
PP 2 : baik Bapak, untuk hari ini bapak rencananya akan dilakukan
pengecekan rontgen dan pengambilan darah untuk dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut. Nanti saya akan bantu persiapannya. Baik
sebelum saya tinggalkan mungkin ada yang Bapak ingin tanyakan?
(tersenyum kepada pasien)

Bapak X: tidak sus, terimakasih.. (sambil tersenyum)

Operan oleh tim 3 antara PA 3 dan PP 3

PA 3 : Selamat pagi pak, dengan bapak siapa ya?

Tn. M : Pagi sus, saya pak M

PA 3 : Oh ya pak M, bagaimana kondisi bapak pagi ini?, oh ya pagi ini


saya akan digantikan dengan perawat jaga pagi, kenalkan ini
perawat PP 1, nanti perawatan bapak akan dibantu oleh perawat
PP1, kalau ada apa – apa silakan hubungin perawat pagi.

Tn. M : Oh ya sus…tubuh saya masih terasa lemas?

PP 1 : Oh ya pak, saya perawat PP 1, perawat jaga pagi ini yang akan


merawat bapak, jadi sekarang, kami selaku tim keperawatan akan
selalu memantau keseimbangan cairan tubuh pasien dengan
pengobatan yang sama dengan terapi yang kemaren – kemarin.
Nanti bapak akan dilakukan pemeriksaan pada ginjal, menunggu
konsultasi dokter interna, setelah itu nanti kami bantu
mempersiapkan pemeriksaanya.

Tn. M : Oh ya sus, terimakasih

PP1 : Selain lemas, ada lagi keluhan lainnya?

Tn. M : Tidak sus, cuman badan terasa lemas saja.

PP 1 : Baik nanti kalau begitu semoga terapi yang kami berikan bisa
membantu tingkat kesehatan bapak. Saya permisi dulu pak

Tn. M : ya terimakasih sus

Perawat kembali ke nurse station untuk mendiskusikan tentang hasil


validasi data

13
Karu : Baik, karena timbang terima di ruang perawatan sudah selesai
dilaksanakan, mungkin ada yang ingin dilaporkan dari hasil
validasi data yang disampaikan oleh perawat jaga malam?

PP 1 : Saya rasa semua yang dilaporkan sudah sesuai dengan kondisi


terakhir pasien beserta tindak lanjut yang akan diberikan.

Karu : Oh ya Ns PP1, dari PP lain mungkin ada yang data yang tidak
sesuai dengan kondisi pasien?

PP2 & PP3 : Tidak ada Ns.

Karu : karena semua sudah selesai, sekarang silakan PP dan PA


menandatangani laporan timbang terima yang sudah dibuat.
Terimakasih kepada kelompok dinas shift malam yang sudah
menjalankan tugasnya dengan baik. Silakan sekarang beristirahat
kembali. Untuk perawat jaga pagi silakan melanjutkan intervensi
keperawatan yang belum dilaksanakan. Timbang terima saya tutup
doa.

Timbang terima sudah selesai dilaksanakan, perawat jaga pagi mulai


melanjutkan intervensi yang belum dilaksanakan.

14