Anda di halaman 1dari 5

Di dalam proses perdagangan internasional, Bea Cukai memiliki

peranan umum yang sangat penting dan strategis. Dianggap penting karena

pemerintah mempercayakan kepada institusi Bea Cukai tidak saja untuk

melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang yang berbahaya, tetapi

juga untuk melaksanakan berbagai aturan-aturan formal yang dititipkan oleh

berbagai institusi pemerintah lainnya, untuk melindungi industri dalam negeri

dari persaingan masuknya barang-barang impor yang sejenis, dan untuk

memberantas penyeludupan. Serta dianggap strategis karena totalitas tugas-

tugas tersebut sebagian besar dilaksanakan di perbatasan-perbatasan negara

dan yang mempunyai relevansi langsung dengan aspek-aspek ekonomi,

sosial, politik dan keamanan.

Setiap transaksi perdagangan internasional selalu melibatkan paling

tidak dua pihak, yaitu pihak eksportir dan pihak importir. Ketika pihak importir

melakukan kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean, importir

wajib melakukan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang merupakan

laporan wajib yang dilakukan oleh importir ketika melakukan kegiatan impor

barang ke dalam daerah pabean.

Pemberitahuan ini menggunakan prinsip self-assessment, artinya prinsip

yang melimpahkan kepercayaan sepenuhnya kepada masyarakat pengguna

jasa kepabeanan, keaktifan pelaksanaan administrasi usahanya yang

berkaitan dengan kepabeanan terletak pada bea.1 Prinsip ini mengganggap

importir sebagai badan usaha yang mampu bertanggung jawab secara hukum

untuk menghitung, melaporkan dan membayar sendiri bea masuk yang

1
Eddhi Sutarto, Rekonstruksi Sistem Hukum Pabean Indonesia, (Jakarta : Erlangga, 2010), halaman 28
terutang. Setelah importir melakukan self-assessment, selanjutnya pejabat

Bea dan Cukai akan meneliti kebenaran pemberitahuan dari importir dengan

melakukan proses pemeriksaan fisik dan pemeriksaan dokumen pendukung.


Gambar 1.1

Alur Pemeriksaan PIB

Selanjutnya dalam menetapkan nilai pabean untuk penghitungan bea

masuk, pejabat Bea dan Cukai mengacu pada Pasal 15 Undang-undang

Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan yaitu bahwa nilai pabean untuk

penghitungan bea masuk adalah nilai transaksi dari barang yang

bersangkutan. Namun dalam pelaksanaannya, pejabat Bea dan Cukai

seringkali menetapkan nilai pabean tidak sesuai dengan penetapan nilai

pabean dari pihak importir, sehingga pejabat Bea dan Cukai menerbitkan

Surat Penetapan Nilai Pabean (SPTNP) bagi importir agar pihak importir

membayar kekurangan bea masuknya serta membayar sanksi administrasi.


Implikasi dari terjadinya perbedaan antara nilai pabean yang

diberitahukan oleh importir dengan nilai pabean yang ditetapkan oleh pejabat

Bea dan Cukai yaitu terjadi sengketa atas penetapan nilai pabean, yang

mengakibatkan pihak importir harus melakukan upaya administrasi dan upaya

hukum. Upaya ini dilakukan karena harga yang diberitahukan oleh importir

adalah nilai transaksi yang sebenarnya. Aspek keadilan juga dirasakan

importir berat sebelah, karena mengenai tanggungjawab dan pemenuhan

kewajiban kepabeanan jika terdapat kesalahan maka kepada importir akan

ditindak secara administratif maupun pidana. Sedangkan terhadap kesalahan

yang dilakukan oleh pejabat Bea dan Cukai tidak diatur dalam Undang-

undang Kepabeanan, dan atas keputusannya hanya dapat diajukan tersendiri.


PENETAPAN NILAI PABEAN OLEH PEJABAT BEA DAN CUKAI TANJUNG
EMAS SEMARANG ATAS PEMBERITAHUAN IMPOR BARANG
BERDASARKAN UNDANG-UNDANG KEPABEANAN

1. Bagaimana Penetapan Nilai Pabean oleh pejabat Bea dan Cukai Tanjung Emas
Semarang atas Pemberitahuan Impor Barang berdasarkan Undang-undang No. 17
Tahun 2006 Tentang Kepabeanan?
2. Bagaimana problematika yang dihadapi dan solusi dalam Penetapan Nilai Pabean oleh
pejabat Bea dan Cukai Tanjung Emas Semarang atas Pemberitahuan Impor Barang
berdasarkan Undang-undang No. 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan?

1. Teori Kepastian Hukum


2. Teori Keadilan

Manfaat Teoritis : Manfaat Praktis :


Dapat memberikan Metode Penelitian Dapat memberikan
bahan evaluasi Yuridis Sosiologis bahan rujukan
hukum ke depannya

Kesimpulan

Saran