Anda di halaman 1dari 106

Universitas Sumatera Utara

Repositori Institusi USU http://repositori.usu.ac.id


Departemen Manajemen Skripsi Sarjana

2017

Pengaruh Harga, Promosi dan Kualitas


Produk Terhadap Keputusan Pembelian
produk Exclusive Matte Lip Cream pada
Wardah Beauty House Medan

Lina, Rizky Fajar

http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/1172
Downloaded from Repositori Institusi USU, Univsersitas Sumatera Utara
SKRIPSI

PENGARUH HARGA, PROMOSI DAN KUALITAS PRODUK


TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK
EXCLUSIVE MATTE LIP CREAM PADA
WARDAH BEAUTY HOUSE MEDAN

OLEH

RIZKY FAJAR LINA


150521055

PROGRAM STUDI STRATA 1 MANAJEMEN EKSTENSI


DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2017

Universitas Sumatera Utara


ABSTRAK

PENGARUH HARGA, PROMOSI DAN KUALITAS PRODUK


TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK
EXCLUSIVE MATTE LIP CREAM PADA
WARDAH BEAUTY HOUSE MEDAN

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penurunan pembelian produk Exclusive


Matte Lip Cream Medan dalam kurun waktu Januari 2017 – Juni 2017. Penurunan
ini dapat dirumuskan bahwa bagimana konsumen mengambil keputusan
penggunaan ditengah fenomena persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga, promosi dan
kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream
pada Wardah Beauty House Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
pelanggan yang melakukan pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream selama
6 bulan sebesar 1.176 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 92 responden.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling
Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diukur
dengan skala Likert. Data sekunder diperoleh dari buku-buku yang berkaitan
dengan penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear
berganda. Hasil penelitian data menunjukkan bahwa, harga, promosi dan kualitas
pelayanan secara serentak berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap
keputusan pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty
House Medan. Melalui pengujian koefisien determinasi (R 2) diperoleh nilai
R=0,545 yang artinya terdapat hubungan yang cukup erat antara harga, promosi dan
kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream
pada Wardah Beauty House Medan yaitu sebesar 54,5%. Hasil uji signifikasi secara
parsial menyatakan bahwa variabel harga, promosi dan kualitas produk
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Exclusive
Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan.

Kata Kunci : Keputusan Pembelian, Harga, Promosi, Kualitas Produk.

Universitas Sumatera Utara


ABSTRACT

EFFECT OF PRICE, PROMOTION AND QUALITY PRODUCTS ON


DECISION OF PURCHASE OF PRODUCT EXCLUSIVE MATTE LIP
CREAM ON WARDAH BEAUTY HOUSE MEDAN

This research is motivated by the decrease of purchase of Exclusive Matte Lip


Cream Medan products in the period of January 2017 - June 2017. This decline can
be formulated that how consumers take the decision to use amid the increasingly
fierce competition phenomenon. This study aims to determine and analyze the
influence of price, promotion and product quality on the purchase decision of
Exclusive Matte Lip Cream product at Wardah Beauty House Medan. The
population in this study were all customers who made the purchase of Exclusive
Matte Lip Cream for 6 months for 1,176 people. The sample in this research is 92
respondents. Sampling technique used is Purposive Sampling Primary data
collection is done by using a questionnaire measured by Likert scale. Secondary
data were obtained from research-related books. The analysis technique used is
multiple linear regression analysis. The results showed that the price, promotion
and service quality simultaneously had a positive and significant effect on the
decision of the purchase of Exclusive Matte Lip Cream product at Wardah Beauty
House Medan. By testing the coefficient of determination (R2) obtained value R =
0,545 which means there is a fairly close relationship between price, promotion and
product quality to purchase decision of product Exclusive Matte Lip Cream at
Wardah Beauty House Medan that is equal to 54,5%. Partial Significance test
results stated that the variable of price, promotion and product quality have a
positive and significant effect to purchase decision of Exclusive Matte Lip Cream
product at Wardah Beauty House Medan.

Keywords: Decision of Service User, Price, Promotion and Quality Products.

ii

Universitas Sumatera Utara


KATA PENGANTAR

Alhamdullilah puji dan syukur Peneliti panjatkan kehadirat Allah

Subhanahu wa Ta’ala atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada

Peneliti sehingga dapat menyelesaikan perkuliahan dan penelitian skripsi ini,

dengan judul “Pengaruh Harga, Promosi dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan

Pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan”

guna memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua

orang tua Peneliti, yakni Bapak M. Jafar Yahya dan Ibu Nila Wati yang telah

membesarkan Peneliti dengan segala kekuatan luar biasa serta bimbingan dan

nasihat yang tak dapat terbalaskan. Peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada

Saudara-saudari Peneliti, yakni Abang Alfian Fajri, Kakak Afni Devina Sari

Siregar, dan Abang Arief Setiadi, serta seluruh keluarga yang selama ini

mendukung perkuliahan hingga penelitian skripsi ini selesai. Pada kesempatan ini

Peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Dr. Amlys Syahputra Silalahi, SE, M.Si, selaku Sekretaris Program

Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera

Utara.

3. Bapak Liasta Ginting, SE, M.Si, selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak

meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan dan saran dalam

iii

Universitas Sumatera Utara


penulisan skripsi ini.

4. Ibu Dra. Marhayanie, M.Si, dan Ibu Dr. Beby Karina Fawzeea S, SE, MM,

selaku Dosen Penguji yang telah membantu dan memberikan saran untuk

kesempurnaan dalam skripsi ini.

5. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Sumatera Utara untuk segala jasa-jasanya selama perkuliahan.

6. Pihak Wardah Beauty House Medan baik Pimpinan dan para karyawan, yang

telah bersedia membantu Peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini.

7. Sahabat-sahabat Peneliti, yakni Meliza, Tiwi, Iffa, Delvira, Arief, Alfifto untuk

bantuan baik tenaga, waktu, semangat, dukungan, dan doa yang diberikan

kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Teman-teman Manajemen Ekstensi Angkatan 2015 atas dukungannya selama ini.

9. Rekan-rekan di PEMA FEB USU Kabinet Keluarga, yakni Surya, Teguh,

Bayu, Addini, Yudia, Ayudia, Mayang, Fahreza, Najib, Ari, Diah, Anis, Robi,

Deni, dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Terima kasih atas

segala dukungan dan semangatnya.

10. Teman-teman di Keluarga Wardah Beauty Agent Medan, Terimakasih yang

selalu senantiasa memberi doa, dukungan, dan semangat selama ini.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat memberikan balasan atas

kebaikan-kebaikan yang telah diberikan kepada Peneliti baik di dunia maupun di

akhirat kelak. Sebuah kebahagian bagi Peneliti karena telah menyelesaikan skripsi

ini, kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Peneliti mohon ampun atas segala

kekhilafan yang dilakukan selama proses penyusunan skripsi ini. Peneliti

iv

Universitas Sumatera Utara


menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu Peneliti

mengharapkan saran dan kritikan yang membangun dari pembaca untuk perbaikan-

perbaikan di masa yang akan datang. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi

siapa saja yang membutuhkan.

Medan, November 2017


Peneliti,

Rizky Fajar Lina


150521055

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK ............................................................................................... i
ABSTRACT ............................................................................................ ii
KATA PENGANTAR ............................................................................ iii
DAFTAR ISI ........................................................................................... vi
DAFTAR TABEL.................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN ................................................................. 1
1.1 Latar Belakang .............................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah ...................................................... 10
1.3 Tujuan Penelitian .......................................................... 10
1.4 Manfaat penelitian ....................................................... 11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ....................................................... 12
2.1 Pemasaran .................................................................... 12
2.1.1 Pengertian Pemasaran ....................................... 12
2.2 Harga ........................................................................... 14
2.2.1 Pengertian Harga ............................................... 14
2.2.2 Tujuan Penetapan Harga ................................... 14
2.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga ........ 16
2.2.4 Indikator Harga ................................................. 19
2.3 Promosi ........................................................................ 20
2.3.1 Pengertian Promosi ........................................... 20
2.3.2 Tujuan Promosi ................................................. 21
2.3.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi Promosi ..... 22
2.3.4 Elemen-elemen Promosi ................................... 23
2.4 Kualitas Produk ........................................................... 24
2.4.1 Pengertian Kualitas Produk............................... 24
2.4.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas
Produk ............................................................... 25
2.4.3 Indikator Kualitas Produk ................................. 26
2.5 Keputusan Pembelian ................................................... 27
2.5.1 Pengertian Keputusan Pembelian ..................... 27
2.5.2 Tahap-tahap Pengambilan Keputusan
Pembelian.......................................................... 28
2.6 Penelitian Terdahulu ..................................................... 30
2.7 Kerangka Konseptual .................................................... 31
2.8 Hipotesis ....................................................................... 33
BAB III METODE PENELITIAN .................................................... 35
3.1 Jenis Penelitian ............................................................. 35
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ....................................... 35
3.3 Batasan Operasional ..................................................... 35

vi

Universitas Sumatera Utara


3.4 Operasional Variabel .................................................... 36
3.5 Skala Pengukuran Variabel ........................................... 37
3.6 Populasi dan Sampel ..................................................... 37
3.6.1 Populasi ............................................................ 37
3.6.2 Sampel............................................................... 38
3.7 Jenis Data Penelitian ..................................................... 39
3.8 Metode Pengumpulan Data........................................... 40
3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................ 40
3.9.1 Uji Validitas ...................................................... 40
3.9.2 Uji Reliabilitas .................................................. 42
3.10 Metode Analisis .......................................................... 43
3.10.1 Metode Analisis Deskriptif ............................... 43
3.10.2 Analisis Regresi Linear Berganda .................... 43
3.10.3 Uji Asumsi Klasik ............................................. 44
3.10.4 Pengujian Hipotesis .......................................... 45
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................. 48
4.1 Gambaran Umum Perusahaan ...................................... 48
4.1.1 Sejarah Singkat Wardah Beauty House ............ 48
4.2 Hasil Analisis Statistik Deskriptif................................. 50
4.2.1 Analisis Statistik Deskriptif Responden ........... 50
4.2.2 Analisis Statistik Deskriptif Variabel ............... 53
4.3 Uji Asumsi Klasik ......................................................... 60
4.3.1 Uji Normalitas................................................... 60
4.3.2 Uji Heteroskedastisitas...................................... 63
4.3.3 Uji Multikolinearitas ......................................... 64
4.4 Analisis Regresi Linear Berganda ................................ 65
4.4.1 Uji F (Uji Serempak) ........................................ 67
4.4.2 Uji t (Uji Parsial)............................................... 69
4.4.3 Koefisien Determinan (R2) ............................... 71
4.5 Pembahasan .................................................................. 72
4.5.1 Pengaruh Harga Terhadap Keputusan
Pembelian.......................................................... 73
4.5.2 Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan
Pembelian.......................................................... 75
4.5.3 Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan
Penggunaan ....................................................... 77
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................ 80
5.1 Kesimpulan ................................................................... 80
5.2 Saran ............................................................................. 81
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 83
LAMPIRAN ............................................................................................. 85

vii

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman


1.1 Perkembangan Pasar Industri Kosmetik di Indonesia
Tahun 2010-2015 .......................................................................... 2
1.2 Top Brand Index Katagori Lipstick 2017...................................... 7
1.3 Perbandingan Harga dan isi Kemasan ........................................... 8
2.1 Marketing Mix............................................................................... 14
2.2 Penelitian Terdahulu ..................................................................... 30
3.1 Operasionalisasi Variabel .............................................................. 36
3.2 Instrumen Skala Likert .................................................................. 37
3.3 Daftar Pengunjung pada Wardah Beauty House Medan
Januari-Juni 2017 .......................................................................... 38
3.4 Hasil Uji Validitas ......................................................................... 41
3.5 Hasil Reliabilitas ........................................................................... 42
4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia .................................. 51
4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan ......................... 51
4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Bulanan ........ 52
4.4 Tanggapan Responden terhadap Variabel Harga .......................... 53
4.5 Tanggapan Responden terhadap Variabel Promosi....................... 55
4.6 Tanggapan Responden terhadap Variabel Kualitas Produk .......... 57
4.7 Tanggapan Responden terhadap Variabel Keputusan
Pembelian ...................................................................................... 59
4.8 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov ................................. 62
4.9 Hasil Uji Glejser ............................................................................ 64
4.10 Hasil Uji Multikolinearitas ............................................................ 65
4.11 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda ....................................... 66
4.12 Hasil Uji F ..................................................................................... 68
4.13 Hasil Uji t ...................................................................................... 71
4.14 Hasil Uji Koefisien Determinasi ................................................... 71
4.15 Hubungan Antar Variabel ............................................................. 72

viii

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman


2.1 Kerangka Konseptual .................................................................... 33
4.1 Grafik Histogram Uji Normalitas .................................................. 61
4.2 Scatter Plot Uji Normalitas ........................................................... 62
4.3 Scatter Plot Heteroskedastisitas .................................................... 63

ix

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Halaman


1 Kuesioner Penelitian ..................................................................... 85
2 Data Kuesioner Uji Validitas dan Reliabilitas .............................. 88
3 Hasil Uji Validitas ......................................................................... 89
4 Hasil Uji Reliabilitas ..................................................................... 99
5 Tanggapan Responden terhadap Variabel Harga .......................... 89
6. Tanggapan Responden Mengenai Variabel Promosi .................... 90
7. Tanggapan Responden terhadap Variabel Kualitas Produk .......... 90
8. Tanggapan Responden Terhadap Variabel Keputusan Pembelian 90
9. Grafik Histogram Uji Normalitas .................................................. 91
10. Scatter Plot Uji Normalitas ........................................................... 91
11. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov ................................. 92
12. Scatter Plot Uji Heteroskedastisitas .............................................. 92
13. Hasil Uji Glejser ............................................................................ 92
14. Hasil Uji Multikolinearitas ............................................................ 93
15. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda ....................................... 93
16. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda ....................................... 93
17. Hasil Uji t ...................................................................................... 94
18. Hasil Koefisien Determinasi ......................................................... 94

Universitas Sumatera Utara


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan ekonomi dewasa ini semakin mengarah pada persaingan

ketat, khususnya untuk perusahaan sejenis dalam memasarkan produknya.

Menghadapi persaingan yang ketat, perusahaan berlomba-lomba untuk

memasarkan produk yang dihasilkan dengan cara terus berusaha mengembangkan

kreativitas, dan inovasi-inovasi terbaru dari produk yang dihasilkan agar lebih

unggul dari produk pesaing. Salah satu industri yang cukup pesat saat ini ialah

industri produk kecantikan. Produk kecantikan atau kosmetik termasuk ke dalam

produk perawatan diri yang dapat meningkatkan kepercayaan diri pemakainya

terutama konsumen wanita.

Meskipun industri kosmetik telah tumbuh pesat di dalam negeri namun

upaya untuk menembus pasar ekspor nampaknya sulit dilakukan. Berdasarkan

informasi Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetik (PPAK), ekspor produk

kosmetik Indonesia terbilang cukup kecil yaitu hanya sebesar 1% dari total

penerimaan pasar kosmetik yang mencapai Rp. 80 triliun. Kondisi ini memberikan

gambaran bahwa industri kosmetik di Indonesia belum mengggarap pasar ekspor

secara maksimal.

Selain itu, adanya pasar bebas di negara ASEAN seperti Masyarakat

Ekonomi ASEAN (MEA) dan harmonisasi bidang kosmetik membuat semakin sulit

produk Indonesia untuk masuk ke negara ASEAN lainnya. Hal ini dikarenakan

negara lain tersebut merasa harus melindungi produknya sehingga dibuat saringan-

1
Universitas Sumatera Utara
2

saringan produk asing yang akan masuk.

Meskipun permintaan kosmetik nasional pada tahun 2015 ini sedikit

mengalami kelesuan karena turunnya daya beli masyarakat akibat kondisi

perekonomian yang belum stabil, namun diyakini pasar kosmetik nasional masih

berpotensi untuk tumbuh. Salah satu pendorong kenaikan pasar industri kosmetik

adalah pertumbuhan masyarakat Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 250

juta jiwa yang merupakan pasar potensial bagi produk-produk kosmetik nasional.

Tabel 1.1
Perkembangan Pasar Industri Kosmetik Di Indonesia, 2010 – 2015
Tahun Market Kenaikan
2010 8,900 -
2011 8,500 -4.49
2012 9,760 14.82
2013 11,200 14.75
2014 12,874 14.95
2015 13,943 8.30
Kenaikan Rata-rata,%/tahun 9.67
Sumber: Survey Bizteka-CCI

Berdasarkan pengamatan Bizteka, pada tahun 2015 pasar kosmetik nasional

diperkirakan tumbuh 8,3% dengan nilai mencapai Rp. 13,9 triliun, meningkat

dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2014) yang sebesar Rp. 12,8 triliun.

Sepanjang periode 2010-2015 pasar industri kosmetik nasional meningkat rata-rata

mencapai 9,67% per tahunnya. Untuk lebih jelasnya mengenai perkembangan pasar

industri kosmetik di Indonesia sepanjang tahun 2010 hinggga 2015.

Kosmetik berasal dari Bahasa Yunani yakni “kosmetikos” yang berarti

keahlian dalam menghias dan kosmos berarti hiasan, sedangkan kosmetik

berdasarkan pasal 1 angka 4 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

disebutkan bahwa kosmetik termasuk dalam sediaan farmasi. Sediaan farmasi

sendiri adalah obat, bahan obat, obat tradisional, dan kosmetika.

Universitas Sumatera Utara


3

Dengan persaingan yang ketat dalam bidang kosmetik membuat konsumen

memiliki peluang yang luas untuk mendapatkan produk kosmetik yang sesuai

dengan kebutuhan dan keinginannya. Sehingga konsentrasi pemasaran tidak lagi

hanya bagaimana produk itu dapat sampai ke tangan konsumen tetapi lebih fokus

apakah produk itu telah dapat memenuhi permintaan yang sesuai dengan kebutuhan

dan keinginan konsumen.

Namun besarnya populasi Muslim di Indonesia turut menumbuhkan

peluang bisnis kosmetik halal. Kesadaran masyarakat mengenai kehalalalan dan

kesehatan suatu produk kini menjadi pertimbangan penting bagi para konsumen

muslim. Orang- orang semakin aware dengan hal-hal yang berbau halal, karena

kosmetik yang menawarkan dapat mempercantik diri saja tidaklah cukup.

Masyarakat semakin sadar bahwa kosmetik yang membuat wajah sehat dan nyaman

untuk dipakai adalah yang paling utama dan tidak menimbulkan efek yang buruk

apabila dipakai dalam waktu jangka panjang. Maka kosmetik halal muncul

mengambil peluang ini bahkan menuntut kosmetik merek biasa yang akhirnya

mencantumkan label halal pada produknya.

Konsumen Muslim adalah segmen dengan pertumbuhan tercepat. Industri

halal, terutama kosmetik akan semakin berkembang. Bagi umat Islam, halal bukan

hanya elemen merek. Sebaliknya, itu adalah bagian dari sistem kepercayaan dan

filosofi dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan produk halal, membuat kita

merasa tenang dan nyaman.

Sebagai negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar, Indonesia siap

menjadi pusat halal dunia serta pelopor sertifikasi halal. Hal ini ditegaskan oleh

Universitas Sumatera Utara


4

Kementerian Agama Indonesia dalam The 2nd International Seminar on Halalness

and Safety of Food and Pharmaceutical Product .

Sedemikian besarnya perhatian pemerintah pada perkembangan industri

halal dalam negeri akan semakin mendorong produsen industri untuk terus

berkarya. Sehingga bisa dibayangkan, dengan potensi penduduk Muslim terbesar

dan juga pertumbuhan pasar halal dunia. Jika digarap dengan maksimal, industri

halal bisa menjadi salah satu kontributor terbesar dalam perekonomian Indonesian.

Keinginan menggunakan produk kecantikan, menimbulkan persaingan di dunia

industri perawatan pribadi dan kosmetik juga semakin kompetitif. Hal ini dapat

dilihat dari banyaknya jenis kosmetik yang beredar di pasar, baik yang diproduksi

dalam negeri maupun luar negeri. Keberagaman produk kecantikan yang ada di

pasar, ternyata mempengaruhi sikap seseorang dalam memilih produk kecantikan

yang sesuai dengan kulitnya dan tidak memiliki resiko atau efek yang berbahaya

bagi kesehatan kulit.

Kini produk kecantikan dan kosmetika, telah mengalami banyak perubahan

dengan dikeluarkannya inovasi-inovasi mutakhir yang sesuai dengan kebutuhan

dan keinginan konsumen, salah satunya adalah produk kecantikan Wardah.

Ditunjang dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang. Wardah

yang diproduksi oleh PT. Paragon Technology and Innovation berdiri pada tanggal

28 Februari 1985 dengan nama awal PT. Pusaka Tradisi Ibu. Perusahaan ini baru

berganti nama menjadi PT. Paragon Technology and Innovation pada tahun 2011.

Demi memenuhi kebutuhan pelanggannya, Wardah selalu melakukan pembaharuan

produk dengan memunculkan produk-produk baru serta selalu memperbaiki

Universitas Sumatera Utara


5

kualitasnya kearah yang lebih baik, sehingga dapat menjadi merek kosmetik yang

terfavorit dan berkualitas.

Wardah merupakan merek produk kosmetik pertama di Indonesia yang

mencantumkan label halal pada kemasan produknya dan merupakan salah satu

brand kosmetik yang sasarannya pada konsumen wanita khususnya muslimah. Oleh

karena itu, kosmetik Wardah dibuat dengan menggunakan bahan alami, berkualitas

dan aman, menghindari efek samping yang berbahaya bagi kulit dan tubuh. Menjadi

satu keunggulan bahwa bahan kosmetik Wardah terbukti halal dan diakui oleh

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Lembaga Pengkajian Pangan

Obat dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Sehingga logo halal

MUI senantiasa tercantum pada semua kemasan di setiap rangkaian produknya

yang menandakan kehalalan produk.

Dalam penelitian ini peneliti memilih tempat penelitian di Wardah Beauty

House Medan karena Wardah Beauty House Medan sering membuat acara Beauty

demo make up dan beauty class (kelas kecantikan) yang rangkaian acaranya adalah

belajar cara bermake-up dengan menggunakan produk-produk Wardah make up

series. Selain itu, Wardah Beauty House Medan juga selalu membuat event Wardah

goes to campus dengan rangkaian acara seminar karir, talk show menarik yang

memberikan motivasi kepada mahasiswi-mahasiswi dikampus tersebut. Wardah

Beauty House Medan tidak hanya menawarkan produk-produk Wardah, tetapi juga

menawarkan face treatment (facial dan totok wajah), body care (spa), hair

treatment (creambath) dan make up yang tidak ditemukan di store atau gerai merek

kosmetik lain. Dengan Hal ini mungkin yang membuat para wanita selalu

Universitas Sumatera Utara


6

mengingat produk Wardah.

Pada saat ini produk kosmetik semakin beragam, baik itu jenisnya maupun

beragam merek yang telah beredar. Kebutuhan akan kosmetik saaat ini menjadi

bagian penting untuk masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kosmetik menjadi

penunjang seseorang dalam membantu penampilannya untuk mempercantik diri.

Hal ini mengakibatkan terus berkembang formulasi kosmetik seiring dengan

perubahan definisi dan konsep cantik serta tata rias wajah. Mereka senantiasa ingin

tampil indah dan cantik dengan berbagai brand kosmetik. Termasuk di dalamnya

lipstick yang merupakan bagian dari kosmetik. Lipstick merupakan suatu produk

kosmetik untuk perona bibir yang sangat di butuhkan oleh wanita pada zaman

sekarang. Kalangan wanita pada saat ini hampir selalu memakai maupun membawa

lipstick kemanapun untuk menunjang penampilannya. Karena lipstick menambah

kepercayaan diri wanita ketika menggunakannya.

Semakin banyak di butuhkan maka semakin banyak juga lipstick yang beredar

di pasaran saat ini baik jenis matte maupun glossy. Sehingga konsumen lebih mudah

untuk memilih apa yang mereka inginkan untuk penampilan mereka. Berbagai merek

lipstick juga sangat banyak beredar di pasaran dengan kualitas dan harga yang

berbeda pula. Di Indonesia ada berbagai macam merek kosmetik dari berbagai

produsen seperti Maybelline, Nyx, Silky Girl, Purbasari, Wardah dan lain-lain. Dari

merek-merek tersebut memiliki perbedaan untuk setiap mereknya, ada dari jenis

lipstick-nya maupun berdasarkan warnanya yang berbeda. Salah satunya adalah

lipstick Wardah di mana merupakan market leader dalam pasar Indonesia. Berikut

adalah tabel yang menjelaskan Top Brand Index Katagori Lipstick tahun 2017.

Universitas Sumatera Utara


7

Table 1.2
Top Brand Index katagori Lipstick
MEREK TBI TOP
Wardah 25.0% TOP
Revlon 12.7% TOP
Pixy 9.6%
Viva 8.8%
Sariayu 7.5%
Oriflame 5.7%
La Tulipe 5.1%
Sumber : topbrand-award.com (2017)

Dari Tabel 1.2 dapat di ketahui bahwa lipstick Wardah berada pada urutan

teratas pada Top Brand Index tahun 2017 dengan persentase 25.0%. Dalam hal ini

lipstick Wardah mendapat kepercayaan dalam benak konsumen dalam memenuhi

kebutuhan lipstick konsumen. Maka dalam proses pemasaran produk tersebut PT

Paragon Technology and Innovation dalam memperbesar pasar yang di kuasainya

harus menciptakan keunggulan kompetitif atas pesaingnya seperti Revlon yang

merupakan pesaing utama dalam industry PT Paragon Technology and Innovation

harus mampu bersaing melawan berbagai macam ancaman yang timbul karena

munculnya berbagai pesaing baru ataupun pesaing yang lama yang dapat

mengancam pangsa pasar produknya yaitu lipstick Wardah. Bisa di lihat menurut

Top Brand Index tahun 2017 lipstick Wardah di urutan teratas dan di susul oleh

merek lainnya.

Secara umun konsumen mendapatkan informasi mengenai suatu produk

biasanya berasal dari sumber komersial, seperti iklan dalam bentuk-bentuk

promosi lainnya yang di keluarkan oleh perusahaan. Sehubungan dengan

keberadaan konsumen dan beraneka ragam perilakunya maka produsen harus

benar-benar tanggap untuk melakukan pengamatan terhadap apa yang menjadi

Universitas Sumatera Utara


8

keinginannya. Menurut Kotler dan Keller (2012:240), keputusan pembelian

adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen

benar-benar akan membeli. Dalam proses pengambilan keputusan, konsumen

memiliki sasaran atau perilaku yang ingin di capai.

Harga adalah jumlah uang yang di perlukan sebagai penukar berbagai

kombinasi produk dan jasa, dengan demikian maka suatu harga haruslah di

hubungkan dengan bermacam-macam barang atau pelayanan yang akhirnya akan

sama dengan sesuatu yaitu produk dan jasa, Laksana (2008:105). Banyak hal yang

berkaitan dengan harga yang melatarbelakangi mengapa wanita memilih suatu

produk untuk di milikinya. Wanita memilih suatu produk tersebut karena benar-

benar ingin merasakan nilai dan manfaat dari produk tersebut, karena melihat

kesempatan memiliki produk tersebut dengan harga yang lebih murah dari

biasanya sehingga lebih ekonomis. Di bawah ini terlampir daftar tabel

perbandingan beberapa harga Lip Cream.

Tabel 1.3
Perbandingan Harga dan Isi Kemasan
No Nama Harga Isi
1. Wardah Rp.59.000 4g
2. Revlon Rp.109.000 4.5 g
3. Pixy Rp.45.000 4.5 g
4. Sariayu Rp.99.000 4g
5. Purbasari Rp.49.000 6.5 g
Sumber : Data Prapenelitian

Pada tabel 1.3 terlihat bahwa harga Lip Cream cukup bersaing di mana

harga berada pada kisaran Rp 45.000 sampai Rp 109.000. Indikasi yang terjadi

pada harga adalah harga produk Wardah lebih tinggi dan isinya lebih sedikit

dibandingkan harga produk Purbasari dan isinya lebih banyak, terdapat perbedaan

Universitas Sumatera Utara


9

yang cukup signifikan dimana Wardah memiliki isi lebih sedkit dibanding dengan

pesaing lainnya.

Menurut Laksana (2008:133), promosi adalah suatu komunikasi dari

penjual dan pembeli yang berasal dari informasi yang tepat yang bertujuan untuk

merubah sikap dan tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak mengenal menjadi

mengenal sehingga menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut. Indikasi

yang terjadi pada promosi adalah kurangnya warna contoh produk yang di

tawarkan sehingga konsumen tidak bisa memilih warna sesuai keinginannya.

Kualitas produk mempunyai nilai jual lebih yang tidak di miliki oleh produk

pesaing. Kualitas harus di ukur melalui sudut pandang konsumen terhadap kualitas

produk itu sendiri, sehingga selera konsumen disini sangat menentukan. Jadi dalam

mengelola kualitas suatu produk harus sesuai dengan kegunaan yang di inginkan

oleh konsumen. Kualitas produk yang baik dapat membantu wanita dalam membuat

keputusan pembelian, sehingga wanita tertarik terhadap suatu produk yang di

produksi suatu perusahaan dan akan mendorong wanita untuk melakukan

pembelian terhadap produk tersebut dengan kualitas yang di tawarkan. Indikasi

yang terjadi pada kualitas produk adalah tekstur lipstick yang padat dan mudah

kering membuat penggunaan lipstick kebibir menjadi sulit.

Berdasarkan fenoma di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

dengan judul: “Pengaruh Harga, Promosi dan Kualitas Produk Terhadap

Keputusan Pembelian Produk Exclusive Matte Lip Cream Pada Wardah

Beauty House Medan.”

Universitas Sumatera Utara


10

1.2 Perumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah

dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah Harga, Promosi dan Kualitas Produk secara bersama-sama

berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Produk Exclusive Matte Lip

Cream di Wardah Beauty House Medan?

2. Apakah Harga berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Produk Exclusive

Matte Lip Cream di Wardah Beauty House Medan?

3. Apakah Promosi berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Produk

Exclusive Matte Lip Cream di Wardah Beauty House Medan?

4. Apakah Kualitas Produk Berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Produk

Exlusive Matte Lip Cream di Wardah Beauty House Medan?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga, promosi dan kualitas

produk terhadap keputusan pembelian produk Exlusive Matte Lip Cream di

Wardah Beauty House Medan.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga terhadap keputusan

pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream di Wardah Beauty House

Medan.

3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh promosi terhadap keputusan

pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream di Wardah Beauty House

Medan.

Universitas Sumatera Utara


11

4. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas produk terhadap

keputusan pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream di Wardah Beauty

House Medan.

1.4 Manfaat Penelitian

Dengan dilakukannya penelitian ini di harapkan akan memberikan manfaat

dan kegunaanya sebagai berikut:

1. Bagi perusahaan, sebagai bahan masukan dan evaluasi bagi pihak manajemen

PT Paragon Technology and Innovation, untuk mengetahui pengaruh variable

harga, promosi dan kualitas produk dalam menciptakan keputusan pembelian

tersebut yang pada akhirnya berguna bagi tujuan jangka panjang perusahaan,

serta sebagai informasi yang dapat dijadikan dasar didalam strategi untuk

mempengaruhi keputusan pembelian.

2. Bagi Penelitian, sebagai sarana untuk menambah pengetahuan teoritis dan

menambah wawasan tentang harga, promosi, kualitas produk dan keputusan

pembelian.

3. Bagi pihak lain, sebagai referensi yang dapat dijadikan bahan perbandingan

bagi peneliti lain yang melakukan penelitian berkaitan dengan harga, promosi,

kualitas produk dan keputusan pembelian.

Universitas Sumatera Utara


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pemasaran

2.1.1 Pengertian Pemasaran

Menurut Kotler dan Amstrong (2012:12), pemasaran adalah suatu proses

sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang

mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan perutukaran timbal balik produk

dan nilai dengan orang lain. Sedangkan menurut Tjiptono (2015:7), pemasaran

merupakan proses manajemen yang berupaya memaksimumkan laba (returns) bagi

pemegang saham, dengan jalan menjalin relasi dengan jalan menjalin relasi dengan

pelanggan utama (valued customers) dan menciptakan keunggulan kompetitif.

Dari pendapat ahli diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran

merupakan suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok

memenuhi kebutuhan dan keinginannya, melalui penciptaan, penawaran, serta

pertukaran produk dan nilai dengan pihak lain.

Menurut Hermawan (2012:35), marketing mix/bauran pemasaran adalah

suatu strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang dapat meliputi penerapan

master plan dan mengetahui serta menghasilkan pelayanan (penyajian) produk yang

memuaskan pada suatu segmen pasar tertentu dimana segmen pasar tersebut telah

dijadikan pasar sasaran untuk produk yang telah diluncurkan guna menarik

konsumen melakukan pembelian.

Menurut Elliot et. al (2012:5) bahwa Marketing Mix adalah “A set of variables

that a marketer can exercise control over in creating an offering for exchange” .

12

Universitas Sumatera Utara


13

Dari pernyataan diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa Marketing

Mix/Bauran Pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan

perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target pasarnya.

Mengacu pada Elliot et.al dalam buku Marketing (2012:23), Marketing Mix/

Bauran pemasaran meliputi 7P yaitu:

1. Product (Produk)

Barang, jasa, atau ide yang ditawarkan ke pasar untuk terjadi sebuah

pertukaran.

2. Price (harga)

Jumlah uang yang di minta dalam bisnis untuk terjadi pertukaran sesuai dengan

yang ditawarkan.

3. Place (tempat)

Membuat peluang untuk para konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.

4. People (Orang)

Orang-orang yang merujuk kepada setiap orang yang datang dan berinteraksi

dengan pelanggan yang dapat mempengaruhi nilai bagi pelanggan.

5. Process (Proses)

Sistem yang digunakan untuk menciptakan, berkomunikasi, memberikan dan

pertukaran.

6. Physical Evidence ( Bukti Fisik)

Isyarat nyata yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mengevaluasi kualitas

pelayanan sebelum membeli.

7. Promotion (Promosi)

Universitas Sumatera Utara


14

Kegiatan Pemasaran yang membentuk konsumen yang potensial, rekan kerja,

dan kesadaran dan ketertarikan masyarakat pada bisnis yang ditawarkan.

Tabel 2.1
Marketing Mix
Produk Keragaman produk, Kualitas, Desain, Ciri, Nama Merek,
(Product) Kemasan, Ukuran, Pelayana, Garansi, Imbalan
Harga Daftar Harga, Rabat/diskon, Potongan harga khusus, periode
(Price) pembayaran,Syarat kredit
Promosi Promosi penjualan, pengiklanan, tenaga penjualan,
(Promotion) kehumasan, pemasaran langsung
Tempat Saluran pemasaran, Cakupan pasar, pengelompokan,
(Place) Lokasi, Persediaan, Transportasi
Orang Pendiri, karyawan, Budaya, Pelayanan pelanggan
(People)
Bukti Fisik Pengguna cerita, rekomendasi,penempatan kantor,
(Physicalevidence dengungan
Proses Pelayanan Pengiriman, keluhan, waktu tangkap
(Process)
Sumber : Kotler dan Keller (2012)

2.2 Harga

2.2.1 Pengertian Harga

Menurut Laksana (2008:105), harga adalah jumlah uang yang diperlukan

sebagai penukar berbagai kombinasi produk dan jasa, dengan demikian maka suatu

harga haruslah dihubungkan dengan bermacam-macam barang dan pelayanan yang

akhirnya akan sama dengan sesuatu yaitu produk dan jasa. Berdasarkan definisi

tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa harga merupakan jumlah uang yang

diperlukan sebagai penukar berbagai kombinasi produk dan jasa, karena suatu harga

haruslah dihubungkan dengan bermacam-macam barang atau pelayanan, yang

akhirnya akan sama dengan sesuatu yaitu produk dan jasa.

2.2.2 Tujuan Penetapan Harga

Dalam mendirikan suatu perusahaan haruslah terlebih dahulu menentukan

apa yang ingin dicapainya. Bila telah menetapkan tujuannya pada suatu target

Universitas Sumatera Utara


15

tertentu maka akan semakin mudah bagi perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Menurut Tjiptono (2015:291), tujuan dari ditetapkannya harga adalah:

1. Berorientasi pada Laba

Dirancang untuk memaksimalkan harga dibandingkan harga-harga para

pesaing, persepsi terhadap nilai produk, struktur biaya perusahaan, dan

efesiensi produksi. Tujuan laba biasanya didasarkan pada target return, dan

bukan sekadar memaksimalkan laba.

2. Berorientasi pada Volume

Menetapkan harga untuk memaksimumkan volume penjualan (dalam rupiah

maupun dalam unit). Tujuan ini mengorbankan margin laba demi perputaran

produk (product turnover) yang tinggi.

3. Berorientasi pada Citra

Citra (image) sebuah perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan

harga. Perusahaan dapat menetapkan harga mahal untuk membentuk atau

mempertahankan citra prestisius. Sementara itu, harga murah dapat digunakan

untuk membentuk citra nilai tertentu (image of value). Pada hakikatnya , baik

penetapan harga mahal maupun murah bertujuan untuk meningkatkan persepsi

konsumen terhadap keseluruhan bauran produk yang di tawarkan perusahaan.

4. Stabilitas Harga

Tujuan stabilitas harga dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk

mempertahankan hubungan yang stabil antara harga sebuah perusahaan dan

harga pemimpin industri (industry leader).

Universitas Sumatera Utara


16

2.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga

Menurut Tjiptono (2015:294), keputusan-keputusan penetapan harga oleh

perusahaan dipengaruhi faktor-faktor internal dan eksternal.

1. Faktor-faktor internal mencakup tujuan pemasaran, strategi bauran pemasaran,

biaya dan pertimbangkan keorganisasian suatu perusahaan.

a. Tujuan pemasaran

Faktor utama yang menentukan dalam penetapan harga adalah tujuan

pemasaran perusahaan. Tujuan tersebut bisa berupa maksimalisasi laba,

mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar

yang besar, menciptakan kepemimpinan dalam hal kualitas, mengatasi

persaingan, melaksanakan tanggung jawab sosial, dan lain-lain.

b. Strategi bauran pemasaran

Harga hanyalah salah satu komponen dari bauran pemasaran. Oleh karena

itu, harga perlu dikoordinasikan dan saling mendukung dengan bauran

pemasaran lainnya, yaitu produk, distribusi, dan promosi.

c. Biaya

Biaya merupakan faktor yang menentukan harga minimal yang harus

ditetapkan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Oleh karena itu,

setiap perusahaan pasti menaruh perhatian besar pada aspek struktur biaya

(tetap dan variabel), serta jenis-jenis biaya lainnya, seperti out-of-pocket

cost, incremental cost, opportunity cost, controllable cost, dan

replacement.

Universitas Sumatera Utara


17

d. Organisasi

Manajemen perlu memutuskan siapa didalam organisasi yang harus

menetapkan harga. Setiap perusahaan menangani masalah penetapan

harga menurut caranya masing-masing. Pada perusahaan kecil, umumnya

harga ditetapkan oleh manajemen puncak. Pada perusahaan besar,

seringkali masalah harga ditangani oleh divisi atau manajer suatu lini

produk. Dalam pasar industri, para wiraniaga diperkenankan untuk

berorganisasi dengan pelanggannya guna menetapkan rentang harga

tertentu. Dalam industri dimana penetapan harga merupakan faktor kunci

(misalnya perusahaan inyak, penerbangan luar angkasa), biasanya setiap

perusahaan memiliki departemen pemasaran atau manajemen puncak.

Pihak-pihak lain yang memiliki pengaruh terhadap penetapan harga adalah

manajer penjualan, manajer produksi, manajer keuangan, dan akuntan.

2. Faktor-faktor eksternal mencakup pada sifat pasar dan permintaan, persaingan,

unsur-unsur lingkungan eksternal lainnya.

a. Sifat pasar dan permintaan

Setiap perusahaan perlu memahami sifat pasar dan permintaan yang

dihadapinya, apakah termasuk pasar persaingan sempurna, persaingan

monopolotik, oligopoly, atau monopoli. Faktor lain yang tidak kalah

pentingnya adalah elastisitas permintaan.

b. Persaingan

Porter dalam Tjiptono (2015:156), ada lima kekuatan pokok yang

berpengaruh dalam persaingan atau industri, yaitu persaingan dalam

Universitas Sumatera Utara


18

industri yang bersangkutan, produk substitusi, pemasok, pelanggan, dan

ancaman pendatang baru. Informasi-informasi yang dibutuhkan untuk

menganalisis karakteristik untuk menganalisis karakteristik persaingan

yang dihadapi anatara lain meliputi:

1) Jumlah perusahaan dalam industri

Bila hanya ada satu perusahaan dalam industri, maka secara teoritis

perusahaan yang bersangkutan bebas menetapkan harganya

seberapapun. Akan tetapi sebaliknya, bila industri terdiri atas banyak

perusahaan , maka persaingan harga terjadi. Bila produk yang

dihasilkan tidak terdiferensiasi, maka hanya pemimpin industri yang

leluasa menentukan perubahan harga.

2) Ukuran relatif setiap anggota dalam industri

Bila perusahaan memiliki pangsa pasar yang besar, maka perusahaan

yang bersangkutan dapat memegang inisiatif perubahan harga. Bila

pangsa pasarnya kecil, maka hanya jadi pengikut.

3) Diferensiasi produk

Bila perusahaan berpeluang melakukan diferensiasi dalam

industrinya, maka perusahaan tersebut dapat menegndalikan aspek

penetapan harganya, bahkan sekalipun perusahaan itu kecil dan

banyak pesaing dalam industry.

c. Kemudahan untuk memasuki industri yang bersangkutan

Bila suatu undustri mudah untuk dimasuki, maka perusahaan yang ada

sulit mempengaruhi atau mengendalikan harga. Sedangkan bila ada

Universitas Sumatera Utara


19

hambatan masuk kepasar (barrier to market entry), maka perusahaan-

perusahaan yang sudah ada dalam industry tersebut dapat mengendalikan

harga. Hambatan masuk ke pasar dapat berupa:

1) Persyaratan teknologi

2) Investasi modal yang besar

3) Ketidaktersediaan modal yang besar

4) Skala ekonomis yang sudah dicapai perusahaan-perusahaan yang

telah ada dan sulit diraih oleh para pendatang baru.

5) Kendali atas sumber daya alam oleh perusahaan yang sudah ada

6) Keahlian dalam pemasaran.

d. Unsur-unsur lingkungan eksternal lainnya

Setelah faktor-faktor di atas, perusahaan juga perlu mempertimbangkan

faktor kondisi ekonomi (inflasi, boom atau resesi, tingkat bunga),

kebijakan dan peraturan pemerintah, dan aspek sosial (kepedulian terhadap

lingkungan).

2.2.4 Indikator Harga

Menurut Kotler dan Armstrong (2012:52), indikator-indikator harga adalah:

1. Harga sesuai dengan manfaat.

2. Harga harus terjangkau oleh daya beli atau kemampuan konsumen.

3. Harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas produk.

4. Harga harus memiliki daya saing harga dengan produk sejenis

Universitas Sumatera Utara


20

2.3 Promosi

2.3.1 Pengertian Promosi

Dalam mengelola suatu sistem komunikasi pemasaran memerlukan suatu

rancangan strategi dan program-program penjualan yang efektif dan efisien.

Promosi penjualan merupakan unsur kunci dalam kampanye perusahaan dan

promosi yang paling baik adalah promosi yang dilakukan oleh pelanggan yang

puas. Dengan demikian, promosi perlu ditangani secara cermat karena masalahnya

bukan hanya menyangkut pada bagaimana berkomunikasi dengan pelanggan akan

tetapi juga menyangkut seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk biaya ini yang

tentunya harus disesuaikan pada kondisi dan kemampuan perusahan.

Promosi merupakan salah satu variabel di dalam marketing mix yang sangat

penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam pemasaran produk atau jasanya.

Menurut Martin L. Bell (2008:349), promosi adalah semua jenis kegiatan

pemasaran yang ditujukan untuk mendorong permintaan. Promosi adalah arus

informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau

organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.

Promosi adalah suatu komunikasi dari penjual dan pembeli yang berasal dari

informasi yang tepat yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli,

yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan

tetap mengingat produk tersebut, Laksana (2008:133).

Promosi merupakan alat komunikasi dan penyampaian pesan bersifat

memberitahukan, membujuk, mengingatkan kembali kepada konsumen, para

perantara atau kombinasi keduanya. Dalam promosi terdapat beberapa unsur yang

Universitas Sumatera Utara


21

mendukung jalannya sebuah promosi tersebut yang biasa disebut bauran promosi.

2.3.2 Tujuan Promosi

Tujuan dari kegiatan promosi menurut Tjiptono (2015:181), adalah

sebagai berikut:

1. Menginformasikan

a. Menginformasikan pasar mengenai keberadaan suatu produk.

b. Memperkenalkan cara pemakaian yang baru dari suatu produk.

c. Menyampaikan perubahan harga kepada pasar.

d. Menjelaskan cara kerja suatu produk

e. Menginformasikan jasa-jasa yang di sediakan oleh perusahaan.

f. Meluruskan kesan yang keliru.

2. Membujuk

a. Membentuk pilihan merk

b. Mengalihkan pilihan ke merk tertentu.

c. Mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk.

d. Mendorong pembeli untuk belanja saat itu juga.

e. Mendorong pembeli untuk menerima kunjungan wiraniaga.

3. Mengingatkan

a. Mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan di butuhkan

dalam waktu dekat.

b. Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk

perusahaan.

c. Mengingatkan pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye iklan.

Universitas Sumatera Utara


22

d. Menjaga agar ingatan pembeli tetap pada produk perusahaan.

2.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bauran Promosi

Menurut Kotler (2012:13), mengungkapkan faktor-faktor yang

mempengaruhi bauran promosi, ialah:

1. Pemasar

Dalam ha ini digunakan push strategy dan pull strategy. Kegiatan push adalah

mendorong penjualan yang dapat terjadi karena produsen mendorong

pedagang besar kemudian pedagang besar mendorong konsumen agar mau

membeli suatu produk. Dalam hal ini produsen langsung mengarahkan promosi

kekonsumen akhir. Nanti konsumenlah yang meminta produk tersebut.

2. Target pasar

Penentuan target pasar mengenai lokasi, usia, jenis kelamin, status ekonomi,

status pendidikan dan lokasi pasar sebagai target yang akan di tuju karena akan

mempengaruhi bauran pemasaran yang akan di gunakan sehingga bauran

pemasaran akan berjalan efektif dan efesien.

3. Produk

Maksudnya melihat posisi produk dalam tingkat siklus kehidupan, pada tahap

introduksi produk, promosi di arahkan untuk memperkenal produk dengan cara

member sampel gratis. Pada tahap growth promosi di arahkan untuk

memantapkan kepercayaan masyarakat.

4. Situasi

Ini tergantung pada berbagai situasi lingkungan perusahaan, seperti persaingan,

ekonomi, politik, dan sebagainya.

Universitas Sumatera Utara


23

2.3.4 Elemen-elemen Promosi

Menurut Kotler et.al (2012:54), dijelaskan bahwa bauran promosi terdiri

dari 5 elemen yaitu :

1. Advertising : Any paid form of nonpersonal presentation and promotion of

idea,goods, or service by an identifies sponsor.

Setiap bentuk presentasi nonpersonal atau promosi baik berupa ide, barang,

maupun jasa yang dibayar oleh seorang sponsor yang teridentifikasi

2. Sales Promotion : Short-term incentives to encourage the purchase or sale of

product or service.

Insentif jangka pendek yang mendorong proses pembelian atau penjualan suatu

barang atau jasa.

3. Personal Selling : Personal presentation by the firm’s sales force for the

purpose of making sales and building customer relationships.

Presentasi pribadi oleh wiraniaga perusahaan untuk tujuan menghasilkan

penjualan dan membangun hubungan pelanggan.

4. Public Relations : Building good relations with the company’s various

publics by obtaining favorable publicity, building up a good corpoate image,

and handling or heading off unfavorable rumors,stories, and events.

Membangun hubungan baik dengan berbagai kalangan untuk mendapatkan

publisitas yang diinginkan, membangun citra perusahaan yang baik, dan

menangani atau menghadapi rumor, berita, dan kejadian tidak menyenangkan.

5. Direct Marketing : Direct connection with carefully targeted individual

consumers to both obtain an immediate response and cultivate lasting

Universitas Sumatera Utara


24

customers relationships.

Hubungan langsung dengan konsumen individual yang ditargetkan secara

cermat untuk memperoleh respon segera dan membangun hubungan pelanggan

yang bersifat jangka panjang.

2.4 Kualitas Produk

2.4.1 Pengertian Kualitas Produk

Menurut Kotler dan Armstrong (2012:207), Kualitas merupakan keadaan

produk yang berhubungan dengan barang maupun jasa yang meliputi kinerja,

keandalan, keistimewaan, keawetan, dan keindahan yang memenuhi bahkan

melebihi harapan seseorang. Secara umum kualitas produk merupakan salah satu

cara bagi perusahaan untuk menguasai pasar. Sedangkan bagi masyarakat kualitas

adalah alat ukur sekaligus cara seseorang dalam mencapai kepuasan.

Sedangkan produk merupakan merupakan salah satu dari empat variabel

bauran pemasaran, disamping harga, distribusi, dan promosi yang keberadaannya

sangat penting, karena produk merupakan sesuatu atau obyek yang ditawarkan

kepasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Tidak akan ada

harga yang dapat ditawarkan, distribusi yang menjadi perantara, dan promosi

sebagai media komunikasi tanpa adanya suatu produk.

Menurut Kotler & Keller (2012 : 54), “Kualitas Produk adalah sesuatu yang

dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau

dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.”

Produk yang dihasilkan perusahaan tersebut agar laku dijual, maka harus

ditawarkan ke pasar. Di pasar produk akan diperhatikan ,dibeli dipakai atau

Universitas Sumatera Utara


25

dikonsumsi oleh konsumen. Produk yang dibeli oleh konsumen adalah tentu produk

yang menarik selera konsumen, terutama untuk memenuhi kebutuhan dan

keinginan konsumen. Produk yang dihasilkan suatu perusahaan dapat terdiri dari

tiga komponen, yaitu barang (goods), jasa (services) dan ide (ideas).

Dalam usaha menarik minat beli pelanggan potensial, maka produk harus

dibuat berkualitas, terutama dalam memenuhi harapan konsumen agar menjadi puas

dan loyal pada perusahaan. Menurut Kotler (2012:65), kualitas produk merupakan

keseluruhan ciri atau sifat barang dan jasa yang berpengaruh pada kemampuannya

dalam memenuhi kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat.

2.4.2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Produk

Menurut Assauri (2008:203), faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas

produk adalah sebagai berikut:

1. Fungsi suatu produk

Suatu produk yang dihasilkan hendaknya memperhatikan fungsi untuk apa

produk tersebut digunakan sehingga produk yang dihasilkan harus dapat benar-

benar memenuhi fungsi tersebut. Oleh karena pemenuhan fungsi tersebut

mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Sedangkan tingkat

keputusan tertinggi tidak selamanya terpenuhi atau tercapai, maka tingkat

kualitas suatu produk tergantung pada tingkat pemenuhan fungsi keputusan

pengguna yang dapat dicapai.

2. Wujud luar produk

Salah satu faktor yang penting dan sering dipergunakan oleh konsumen dalam

melihat produk pertama kalinya untuk menentukan kualitas produk tersebut

Universitas Sumatera Utara


26

adalah wujud luar produk. Walaupun produk yang dihasilkan secara teknis atau

mekanis telah maju tetapi tidak bila wujud luarnya kurang menarik akan sulit

diterima, maka hal ini dapat menyebabkan produk tersebut tidak disenangi

konsumen.

3. Biaya produk tersebut.

Umumnya biaya dan harga suatu produk akan dapat menentukan kualitas

produk tersebut. Hal ini terlihat dari produk yang mempunyai biaya atau harga

yang mahal menunjukkan bahwa kualitas produk tersebut relatif lebih

baik.Demikian sebaliknya produk yang mempunyai harga yang murah dapat

menunjukkan bahwa kualitas produk tersebut relatif lebih murah.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas produk merupakan

elemen yang terpenting dari sebuah pemasaran dengan upaya untuk

memuaskan para konsumen atas keinginan dan kebutuhannya.

2.4.3 Indikator Kualitas Produk

Menurut Tjiptono (2015:37), dalam mengevaluasi kepuasan terhadap

produk, jasa, atau perusahaan tertentu, konsumen umumnya mengacu pada

berbagai faktor atau dimensi. Faktor yang sering digunakan dalam mengevaluasi

kepuasan terhadap suatu produk manufaktur.

1. Kinerja (performance), yaitu berhubungan dengan karakteristik operasi dasar

dari sebuah produk.

2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik produk

yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah

ketertarikan konsumen terhadap produk

Universitas Sumatera Utara


27

3. Kehandalan (reliability), yaitu probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan

memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil

kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.

4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specification), yaitu sejauh

mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah

ditetapkan sebelumnya.

5. Daya tahan (durability), yaitu berkaitan dengan berapa lama produk tersebut

dapat terus digunakan

6. Serviceability, meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah

direparasi, penanganan keluhan yang memuaskan.

7. Estetika, yaitu berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.

2.5 Keputusan Pembelian

2.5.1 Pengertian Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh perilaku konsumen.

Perusahaan harus mengenali perilaku konsumen untuk mengetahui apa yang

dibutuhkan oleh konsumen, sehingga perusahaan diharapkan dapat selalu

memenuhi kebutuhan konsumen yang akan berdampak pada loyalitas. Menurut

Kotler dan Keller (2012:240), keputusan pembelian adalah tahap dalam proses

pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar akan membeli.

Berdasarkan tujuan pembelian, konsumen dapat di klasifikasikan menjadi

dua kelompok, yaitu konsumen akhir (individu) dan konsumen organisasional.

Konsumen akhir terdiri atas individu dan rumah tangga yang tujuan akhirnya adalah

untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau untuk dikonsumsi. Sedangkan konsumen

Universitas Sumatera Utara


28

organisasional terdiri atas organisasi, pemakai industri, pedagang, dan lembaga non

profit yang tujuan pembelinya adalah untuk keperluan bisnis (memperoleh laba)

atau meninggalkan kesejahteraan anggotanya.

Kotler dan Keller (2012:262), mengungkapkan bahwa seseorang mungkin

dapat memiliki peranan yang berbeda-beda dalam setiap keputusan pembelian.

Berbagai peranan yang mungkin terjadi antara lain:Pemrakarsa (initiator), yaitu

orang yang pertama kali menyadari adanya keinginan atau kebutuhan yang belum

terpenuhi dan mengusulkan ide untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.

1. Pemberi pengaruh (influencer), yaitu orang yang pandangan, nasihat, atau

pendapatnya mempengaruhi keputusan pembelian.

2. Pengambil keputusan (decider), yaitu orang yang menentukan keputusan

pembelian, misalnya apakah jadi membeli, apa yang di beli, bagaimana cara

membeli atau dimana membelinya.

3. Pembeli (buyer), yakni orang yang melakukan pembelian aktual.

4. Pemakai (user), yaitu orang yang mengkonsumsi atau menggunakan barang

atau jasa yang dibeli.

2.5.2 Tahap-tahap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian

Pengambilan keputusan konsumen adalah proses pengintegrasian yang

mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku

alternatif dan memilih salah satu diantaranya.

Menurut Kotler dan Keller (2012:234), proses pengambilan keputusan

pembelian ada lima tahap, yaitu sebagai berikut:

Universitas Sumatera Utara


29

1. Pengenalan Masalah

Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali sebuah masalah atau

kebutuhan. Kebutuhan tersebut terbagi dua, yaitu kebutuhan internal dan

eksternal. Dalam kebutuhan internal adalah kebutuhan umum seseorang seperti

lapar, haus dan sebagainya. Sedangkan kebutuhan eksternal adalah kebutuhan

sekunder seperti mobil, televisi dan sebagainya.

2. Pencarian Informasi

Pencarian informasi dimulai ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan

bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk.

Kottler dan Keller (2012:235), berpendapat bahwa sumber informasi

konsumen digolongkan dalam empat kelompok, yaitu:

a. Sumber pribadi : Keluarga, teman, tetangga, kenalan.

b. Sumber komersial : Iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan

ditoko.

c. Sumber pabrik : Media massa, organisasi penentu peringkat konsumen.

d. Sumber pengalaman: Penanganan, pengkajian dan pemakaian produk.

3. Evaluasi Alternatif

Yaitu proses mengevaluasi pilihan produk dan merek serta memilih sesuai

dengan apa yang diinginkan konsumen. Dalam proses evaluasi alternatif

konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan

masalah yang dihadapinya.

4. Keputusan Pembelian

Dalam niat pembelian,konsumen dapat membuat suatu keputusan pembelian

Universitas Sumatera Utara


30

yaitu: keputusam merek, pemasok, kuantitas, waktu dan metode pembayaran.

5. Perilaku Pasca Pembelian

Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami level kepuasan atau

ketidakpuasan tertentu. Dan para pemasar harus memantau kepuasan pasca

pembelian, tindakan pasca pembelian dan pemakaian produk pasca pembelian.

2.6 Penelitian Terdahulu

Penggalian dari wacana penelitian terdahulu di lakukan sebagai upaya

memperjelas tentang variabel-variabel dalam penelitian in, sekaligus untuk

membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya. Umumnya kajian yag di

lakukan oleh peneliti-peneliti dari kalangan akademis dan telah di publikasi.

Adapun penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini dapat di

lihat pada Tabel 2.1 berikut:

Tabel 2.2
Penelitian Terdahhulu
Metode
No Peneliti Judul Penelitian Variabel Hasil
Analisis
1. Septi Analisis pengaruh bauran Independen Analisis Bauran pemasaran
Mariana pemasaran terhadap 1. Product Regresi (product, price, promotion,
Kuntari 2015 keputusan pembelian 2. Price Berganda place) secara simultan
bedak wardah pada 3. Promotion berpengaruh signifikan
Mahasiswa Program 4. Place terhadap keputusan
Studi Manajemen pembelian bedak wardah
Universitas Nusantara Dependen: pada Mahasiswa Program
PGRI Kediri 1. Keputusan Studi Manajemen
Pembelian Universitas Nusantara
PGRI Kediri.
2. Wahyu Pengaruh Kualitas Independen Analisis Pengaruh Kualitas Produk
Erdalina, Produk, Harga dan Iklan 1. Kualitas Regresi ,Harga dan iklan televisi
Susi Evanita TelevisiTerhadap Produk Berganda secara Simultan
2015 Keputusan Pembelian 2. Harga berpengaruh signifikan
Produk Kosmetik Merek 3. Iklan terhadap Keputusan
Citra Hand and Body Televisi Pembelian Produk
Lotion Di Pariaman kosmetik Merek Citra
Dependen: Hand and Body Lotion Di
1. Keputusan Pariaman
Pembelian
3. Angelina The Effect of the Independen Multiple The Research result show
Raresdkk Price,Promotion,Location, 1. Price regression simultaneously
(2015) Brand Image and Quality 2. Promotion Method price,promotion,
Products Two Ards the 3. Location location,brand image, and
Purchase Decision of 4. Brand quality products significant
Consumers at Bengkel Image

Universitas Sumatera Utara


31

Lanjutan Tabel 2.1


Metode
No Peneliti Judul Penelitian Variabel Hasil
Analisis
5. Quality
Products

Dependen:
1. The Purchase
Decision
4 Christa Pengaruh Bauran Independen Analisis Bauran pemasaran
Liliana Pemasaran Terhadap 1. Product Regresi (product, price,
Sihotang, Keputusan Pembelian 2. Price Berganda promotion, place)
Gatot Konsumen pada 3. Promotion secara simultan
Wijayanto, Produk Kosmetik The 4. Place berpengaruh
Tengku Firli Body Shop signifikan terhadap
Musfar 2013 Pekanbaru Dependen: keputusan
1. Keputusan pembelian pada
Pembelian produk Kosmetik
The Body Shop
Pekanbaru
5 Ikanita Analisis Pengaruh Citra Independen: Analisis Pengaruh Citra
Novirina Merek, Kualitas Produk 1. Citra Merek Regresi Merek, Kualitas
Sulistyari, dan Harga terhadap 2. Kualitas Produk Berganda Produk dan Harga
Yoestini Minat Beli Produk 3. Harga secara Simultan
2012 Oriflame berpengaruh
(Studi Kasus Mahasiswi Dependen signifikan terhadap
Fakultas Ekonomika dan 1. Minat Beli Minat Beli Produk
Bisnis Jurusan Oriflame
Manajemen Universitas
Diponegoro Semarang)

2.7 Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel

yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Sugiyono (2013:89).

Penelitian ini menggunakan tiga variabel independen, yaitu kualitas produk, harga

dan Promosi serta satu variabel dependen yaitu keputusan pembelian. Adapun

uraian variabel independen dan dependen:

1. Hubungan harga terhadap keputusan pembelian

Penetapan harga merupakan salah satu keputusan penting dalam pemasaran.

Harga memainkan peran strategi dalam pemasaran. Bila harga yang ditetapkan

terlalu mahal, maka produk yang bersangkutan tidak akan terjangkau oleh pasar

sasaran dan minat beli konsumen terhadap produk tersebut akan rendah. Harga yang

dipilih akan berpengaruh langsung terhadap tingkat permintaan dan menentukan

Universitas Sumatera Utara


32

tingkat aktivitas pembelian serta harga juga akan mampu mendorong penjualan dan

pangsa pasar (Tjiptono, 2015:291).

2. Hubungan promosi terhadap keputusan pembelian

Strategi pemasaran banyak berkaitan dengan komunikasi. Promosi

merupakan salah satu bentuk khusus komunikasi untuk memenuhi fungsi pemasaran.

Promosi harus mampu membujuk khalayak ramai agar mampu tertarik terhadap suatu

produk yang dipromosikan dan berprilaku sedemikian rupa sesaui dengan strategi

pemasaran untuk mencetak penjaulan dan keuntungan. Melalui kegiatan promosi

mampu menarik perhatian konsumen agar tertarik untuk membeli produk, serta

mampu memberi respon pembeli yang kuat, mendramatisasi penawaran produk dan

mendongkrak penjualan dalam jangka pendek (Tjiptono, 2015:393). Dengan

kegiatan promosi masyarakat dapat melakukan keputusan pembelian suatu produk

dalam hal ini adalah produk Exclusive Matte Lip Cream Wardah.

3. Hubungan kualitas produk terhadap keputusan pembelian

Semakin tinggi tingkat kualitas produk menyebabkan semakin tingginya

tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut. Dengan tingkat

kepercayaan yang tinggi akan kualitas produk tersebut kemungkinan konsumen

akan memilih dan melakukan keputusan pembelian pada produk tersebut, karena

kualitas produk yang tinggi akan memberikan tingkat kepuasan kepada konsumen.

Kepuasan atau ketidakpuasan dengan produk mempengaruhi perilaku konsumen

selanjutnya. Apabila konsumen merasa puas dengan kinerja produk yang telah

dibelinya maka akan menunjukkan kemungkinan lebih tinggi konsumen akan

membeli kembali produk atau jasa tersebut (Kotler, 2012:228).

Universitas Sumatera Utara


33

Berdasarkan pada rumusan masalah dan tinjauan pustaka yang telah diuraikan oleh

Kotler dan Amstrong (2012:181), mengenai variabel harga, promosi dan kualitas

produk serta pengaruhnya terhadap keputusan pembelian, maka kerangka

konseptual yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Harga

Promosi Keputusan Pembelian

Kualitas Produk

Gambar 2.2
Kerangka Konseptual

2.8 Hipotesis

Hipotesis menurut Sugiyono (2013:93), adalah jawaban sementara terhadap

rumusan masalah penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya

di susun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Berdasarkan kerangka konseptual yang

telah di uraikan dapat di rumuskan hipotesis sementara sebagai berikut:

1. Harga,Promosi, dan Kualitas Produk secara bersama-sama berpengaruh positif

dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian produk Excusive Matte Lip

Cream pada Wardah Beauty House Medan.

2. Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian

produk Excusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan.

3. Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian

produk Excusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan.

4. Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan

Universitas Sumatera Utara


34

Pembelian produk Excusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House

Medan.

Universitas Sumatera Utara


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian asosiatif, yaitu

penelitian yang menghubungkan dua variable atau lebih (Situmorang, 2017:17).

Penelitian asosiatif merupakan suatu jenis penelitian yang memiliki variabel ganda,

objek tunggal, dan pola hubungan atau pengaruh. Dalam penelitian ini terdiri atas

empat variabel yaitu: harga (X1), promosi (X2) dan kualitas produk (X3) serta

keputusan pembelian (Y); sedangkan untuk objek penelitian yaitu Pelanggan di

Wardah Beauty House Medan dan untuk pola yang digunakan dalam penelitian ini

yaitu pola pengaruh antar variabel.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian merupakan tempat dimana peneliti akan memperoleh

data-data yang berasal dari responden yang diteliti. Dalam hal ini Peneliti akan

melakukan di Wardah Beauty House Medan. Penelitian ini akan dilakukan pada

bulan September 2017 hingga Desember 2017.

3.3 Batasan Operasional

Batasan operasional dalam penelitian ini adalah:

1. Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel ini adalah variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam

variabel dependent dan mempunyai hubungan yang positif ataupun yang

negative bagi variabel dependent nantinya (Situmorang, 2017:36). Dalam

35
Universitas Sumatera Utara
36

penelitian ini yang menjadi bebas adalah Bauran Pemasaran yang meliputi:

a. Harga (X1),

b. Promosi (X2) dan

c. Kualitas Produk (X3).

2. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel ini adalah variabel yang menjadi perhatian utama dalam sebuah

pengamatan (Situmorang, 2017:36). Dalam penelitian ini yang menjadi

variabel terikat adalah Keputusan pembelian (Y1).

3.4 Operasional Variabel

Operasionalisasi variabel bertujuan untuk menilai sejauh mana variabel-

variabel suatu faktor berkaitan dengan faktor lainnya. Definisi variabel memberikan

dan menuntun arah peneliti bagaimana cara mengukur suatu variabel.

Adapun operasional varibel dari masing-masing variabel dalam penelitian

ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1
Operasionalisasi variabel
Skala
Variabel Definisi Indikator
Pengukuran
Harga Sejumlah uang yang dibebankan 1. Harga sesuai dengan manfaat. Likert
(X1) atas suatu produk atau jasa atau 2. Harga harus terjangkau oleh daya
jumlah dari nilai yang ditukar beli atau kemampuan konsumen.
konsumen agar menjadi manfaat 3. Harga yang ditawarkan sesuai
karena memiliki atau dengan kualitas produk.
menggunakan produk Exclusive 4. Harga harus memiliki daya saing
Matte Lip Cream harga dengan produk sejenis
Promosi Suatu komunikasi dari penjual 1. Iklan Likert
(X2) dan pembeli yang berasal dari 2. Promosi Penjualan
informasi yang tepat yang 3. Personal selling
bertujuan untuk merubah sikap 4. Publisitas
dan tingkah laku pembeli, yang
tadinya tidak mengena lmenjadi
mengenal sehingga menjadi
pembeli dan tetap mengingat
produk Exlusive Matte Lip
Cream.
Kualitas Kemampuan produk Exclusive 1. Kinerja Likert
Produk Matte Lip Cream untuk 2. Keistimewaan
(X3) melaksanakan fungsinya, 3. Keandalan

Universitas Sumatera Utara


37

Lanjutan Tabel 3.1


Skala
Variabel Definisi Indikator
Pengukuran
meliputi daya tahan, keandalan, 4. Daya Tahan
ketepatan, kemudahaan 5. Estetika
operasi dan perbaikan, serta
atribut bernilai lainnya dari
Exclusive Matte Lip Cream.
Keputusan Tahap dalam proses 1. Pengenalan Produk Likert
Penggunaan pengambilan keputusan 2. Pencarian informasi
(Y) pembeli dimana konsumen 3. Evaluasi Alternatif
benar-benar membeli produk 4. Pengambilan Keputusan
Exclusive Matte Lip Cream.
Sumber : Kotler dan Armstrong, 2012

3.5 Skala Pengukuran Variabel

Sistem pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan

menggunakan Skala Likert, yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap,

pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.

(Situmorang, 2017:82).

Pada penelitian ini responden memilih salah satu dari jawaban yang tersedia,

kemudian masing-masing jawaban diberi skor tertentu. Total skor inilah yang

ditafsir sebagai posisi responden dalam Skala Likert. Kriteria pengukuran untuk

variabel X dan Y sebagai berikut:

Tabel 3.2
Instumen Skala Likert
No Skala Likert Skor
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Kurang Setuju (KS) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
5 Sangat Tidak Setuju (TST) 1
Sumber : Situmorang dan Lufti (2014:6)

3.6 Populasi dan Sampel

3.6.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang

Universitas Sumatera Utara


38

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan, sedangkan sampel adalah bagian dari

jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono,

2013:115). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang telah

melakukan pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream di Wardah Beauty House

Medan yang berjumlah 1176 orang periode Januari-Juni 2017

Tabel 3.3
Daftar Pengunjung Wardah Beauty House Medan
Januari-Juni 2017
Bulan Populasi
Januari 184 orang
Februari 175 orang
Maret 229 orang
April 198 orang
Mei 202 orang
Juni 187 orang
Jumlah 1176 orang
Sumber: Data Prapenelitian 2017

3.6.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut (Sugiyono, 2013 : 118). Jumlah sampel penelitian ditentukan

dengan menggunakan rumus Slovin yaitu :

N
n=
1 + N(ɛ)2

Keterangan:

n = Ukuran Sampel

N = Ukuran Populasi

ɛ = Kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampek yang

dapat ditolerir,peneliti menetapkan 10% = 0,1

Universitas Sumatera Utara


39

1176
n=
1 + 1176(0,1)2

n = 91.1 = 92 (dibulatkan)

Maka jumlah konsumen yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini

adalah 92 orang pelanggan dengan taraf kesalaham 10%.

Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling, yaitu

teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang

sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel

(Sugiyono, 2012:120). Jenis non probability sampling yang digunakan adalah jenis

purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

Adapun kriteria yang ditentukan adalah :

1. Pelanggan Wardah Beauty House Medan yang berusia 18-50 tahun.

2. Pelanggan Wardah Beauty House Medan yang berpenghasilan Rp 1.000.000 –

Rp 5.000.000,-.

3.7 Jenis Data Penelitian

Menurut Situmorang dan Lufti (2015), jenis data yang dilakukan

penelitian adalah :

1. Data Primer (primary data) yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh

perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk

kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi.

2. Data sekunder (secondary data) yaitu data yang diperoleh/ dikumpulkan dan

disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai

Universitas Sumatera Utara


40

instansi lain.

Data sekunder dalam penelitian ini adalah teori-teori dan data yang

bersumber dari buku-buku dan majalah-majalah.

3.8 Metode Pengumpulan Data

Dalam rangka penelitian ini, data dan informasi di kumpulkan dengan

menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu:

1. Wawancara (Interview)

Wawancara dilakukan kepada Pengunjung yang memenuhi kriteria untuk

memberikan informasi dan keterangan yang dibutuhkan oleh penelitian ini.

2. Angket (Kuesioner)

Angket adalah pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirim daftar

pertanyaan untuk di isi oleh responden. Dalam penelitian ini, angket ataupun

kuesioner diberikan kepada Pengunjung Wardah Beauty House di Medan.

3. Studi Dokumentasi

Metode pengumpulan data melalui buku,jurnal, majalah, situs internet yang

berkaitan dengan penelitian yang dilakukan dan menjadi bahan referensi

pendukung bagi peneliti.

3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas

3.9.1 Uji Validitas

Menurut Situmorang (2017:108), validitas menunjukkan sejauh mana suatu

alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Suatu pengukuran instrumen

pengukuran dikatakan valid jika instrumen tersebut dapat mengukur construct

Universitas Sumatera Utara


41

sesuai dengan tujuan dan harapan peneliti. Uji validitas dilakukan dengan

membandingkan nilai corrected item – total correlation atau disebut dengan rhitung

pada setiap butir pertanyaan terhadap nilai rtabel.

Pengujian validitas dilakukan pada 30 orang pengunjung diluar sampel

dengan tingkat signifikansi sebesar 5%, maka nilai r tabel adalah 0,361 yaitu

pada pelanggan yang pernah melakukan pembelian produk Exclusive Matte Lip

Cream pada Wardah Beauty House Medan. Hasil uji validitas dapat dilihat

pada Tabel 3.4 :

Tabel 3.4
Hasil Uji Validitas
Item-Total Statistics
Corrected Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance
Item-Total Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted
Correlation Deleted
X1.1 67.7667 51.426 .593 .906
X1.2 67.9000 51.266 .536 .907
X1.3 67.8333 51.730 .460 .909
X1.4 67.7333 50.754 .547 .907
X2.1 67.6667 52.230 .542 .907
X2.2 67.7333 52.547 .508 .908
X2.3 68.1667 49.661 .412 .915
X2.4 68.0000 52.345 .459 .909
X3.1 67.9333 50.133 .690 .903
X3.2 67.9000 53.197 .410 .910
X3.3 68.5000 45.293 .867 .895
X3.4 68.1333 45.430 .760 .900
X3.5 68.0000 45.034 .713 .903
Y1.1 67.6333 52.171 .549 .907
Y1.2 67.7000 50.976 .727 .903
Y1.3 67.7000 50.976 .727 .903
Y1.4 67.8333 49.868 .742 .902
Sumber : Lampiran 3

Kriteria dalam menentukan validitas suatu kuesioner adalah sebagai berikut:

1. Jika rhitung ≥ rtabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid

2. Jika rhitung < rtabel,maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid

Universitas Sumatera Utara


42

3. rhitung dapat dilihaat pada kolom corrected item-total correlation.

Berdasarkan Tabel 3.4 di atas, dapat dilihat pada kolom Corrected Item-

Total Correlation bahwa nilai rhitung lebih besar daripada r tabel (0,361). Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa semua item pada keseluruhan pernyataan

dalam indikator, Harga, Promosi dan Kualitas Produk Keputusan Penggunaan

adalah valid.

3.9.2 Uji Reliabilitas

Realibilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat

pengukur dapat di percaya atau dapat di andalkan (Situmorang 2017:112). Uji

reabilitas akan dapat menunjukkan konsistensi dari jawaban-jawaban responden

yang terdapat pada kuesioner. Uji ini dilakukan setelah uji validitas dan yang di uji

merupakan pertanyaan yang sudah valid.

Ketentuan untuk pengambilan keputusan:

1. Menurut Ghozali (2013) jika nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,60 maka pertanyaan

reliabel.

2. Menurut Ghozali (2013) jika nilai Cronbach’s Alpha < 0,60 maka pertanyaan

tidak reliabel.

Hasil uji reliabilitas berdasarkan data yang diolah dengan bantuan aplikasi

software SPSS dapat dilihat pada Tabel 3.5:

Tabel 3.5
Hasil Uji Reliabilitas
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.911 17
Sumber : Lampiran 4

Universitas Sumatera Utara


43

Berdasarkan Tabel 3.5, dapat terlihat bahwa dari 17 pernyataan dengan

tingkat signifikansi 5% diketahui bahwa koefisien alpha (Cronbach’s Alpha) adalah

sebesar 0,911. Ini berarti 0,911 > 0,60 sehingga dapat dinyatakan bahwa kuesioner

tersebut telah reliabel dan dapat disebarkan kepada responden untuk dijadikan

sebagai instrument penelitian.

3.10 Metode Analisis Data

3.10.1 Analisis Statistik Deskriptif

Metode statistik yang di gunakan untuk menganalisis data dengan cara

mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimna

adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau

generalisasi (Sugiyono,2013:147).

3.10.2 Analisis Regresi Linier Berganda

Menurut Situmorang (2017:223), regresi linear berganda ditujukan untuk

menentukan hubungan linear antar beberapa variable bebas yang biasa disebut

X1,X2,X3 dan seterusnya dengan variabel terikat yang disebut Y. hubungan

fungsional antara variabel terikat dan variabel bebas di buat sebagai berikut:

Persamaan regresi linier berganda yang di gunakan adalah:

Y = β0+ β1 X1 + β2 X2 + β3X3 + ɛ

Keterangan:

Y = Keputusan Pembelian

β0 = Konstanta

β1, β2, β3 = Koefisien regresi berganda

Universitas Sumatera Utara


44

X1 = Harga

X2 = Promosi

X3 = Kualitas Produk

ɛ = Standart eror

Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak

dengan menggunakan F hitung. Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F

hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS. Dalam analisis

regresi linear berganda memerlukan pengujian asumsi klasik untuk mengetahui

apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya gejala

heterokedastisitas, gejala multikolinearitas, gejala autokorelasi.

3.10.3 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus di penuhi pada

analisis regresi linier berganda yang berbasis ordinary least square (LQS).

(Situmorang dan Lufti, 2014 : 114). Uji asumsi klasik di lakukan sebelum

melakukan analisis regresi, agar dapat di perkirakan yang tidak bisa dan efesiensi

maka di lakukan pengujian asumsi klasik yang harus di penuhi, yaitu:

1. Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi sebuah data

mengikuti atau medekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk

lonceng. Uji normalitas di lakukan dengan menggunakan pendekatan

Kolmogrov Smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% maka nilai

Asymp.Sig (2-tailed) di atas nilai signifikan 5% artinya variabel residual

berdistribusi normal.

Universitas Sumatera Utara


45

2. Uji heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model

regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan satu

ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residu atau dari satu pengamatan ke

pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas. Dan apabila

varians berbeda maka disebut heteroskedastisitas.

3. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan linier yang

sempurna diantara variabel-variabel bebas dalam model regresi. Untuk

mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya

nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS.

Nilai umum yang biasa dipakai adalah Tolerance value < 0,1 atau VIF > 10

maka terjadi terjadi multikolinearitas, jika nilai Tolerance value ≥ 0,1 atau VIF

≤ 10 maka tidak terjadi multikolinearitas.

3.10.4 Pengujian Hipotesis

1. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) merupakan koefisien yang digunakan untuk

mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap Y digunakan rumus

R2 dengan cara mengkuadratkan nilai koefisien relasi (R) yang telah dihitung.

Jika R2 semakin besar (mendekati angka 1) menunjukkan semakin baik

kemampuan X menerangkan Y. Dimana 0 < R2 < 1. Sebaliknya, jika R2

semakin kecil (mendekati angka 0) maka dapat dikatakan bahwa pengaruh

variabel bebas adalah kecil terhadap variabel terikat.

Universitas Sumatera Utara


46

2. Uji Signifikan Simultan (Uji-F)

Uji-F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang

dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh bersama-sama terhadap

variabel terikat. Uji-F digunakan untuk melihat secara bersama-sama variabel

bebas yaitu Harga, Promosi, dan Kualitas Produk mempunyai pengaruh

terhadap variabel terikat yaitu Keputusan Pembelian.

Adapun Uji-F menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :

a. H0 : β1, β2, β3, = 0, artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh

yang positif dan signifikan dari variabel bebas yaitu Harga, Promosi, dan

Kualitas Produk mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat yaitu

Keputusan Pembelian.

b. Ha : Minimal satu βi ≠ 0, artinya secara bersama-sama terdapat pengaruh

yang positif dan signifikan dari variabel bebas yaitu Harga, Promosi, dan

Kualitas Produk mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat yaitu

Keputusan Pembelian.

Kriteria pengambilan keputusan :

H0 diterima jika Fhitung ≤ Ftabel pada α = 5%

Ha ditolak jika Fhitung > Ftabel pada α = 5%

3. Uji Signifikan Individual / Uji Parsial (Uji-t)

Uji-t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara individual

terhadap variabel terikat. Adapun Uji-t menggunakan langkah-langkah

sebagai berikut :

a. H0 : βi ≤ 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan

Universitas Sumatera Utara


47

signifikan dari variabel bebas yaitu Harga, Promosi, dan Kualitas Produk

mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat yaitu Keputusan

Pembelian.

b. H1 : βi > 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan

signifikan dari variabel bebas yaitu Harga, Promosi, dan Kualitas Produk

mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat yaitu Keputusan

Pembelian.

Kriteria pengambilan keputusan :

H0 diterima jika thitung ≤ ttabel pada α = 5% atau sig.t ≥ α (0,05)

Ha ditolak jika thitung > ttabel pada α = 5% atau sig.t < α (0,05)

Universitas Sumatera Utara


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

4.1.1 Profil Singkat Wardah Beauty House

Wardah Beauty House merupakan unit bisnis yang dimiliki oleh produk

kosmetik Wardah. Konsep One Stop Beauty Center-lah yang mendasari rencana

pembentukan Wardah Beauty House sejak akhir tahun 2014 dimana tidak sekedar

menyediakan produk Wardah dengan lengkap, namun juga sebagai tempat

perawatan khusus wanita dan diharapkan akan menjadi pusat komunitas di daerah

masing-masing. Pertengahan tahun 2015 menjadi titik kebermunculan Wardah

Beauty House di beberapa kota besar. Sampai saat ini Wardah Beauty House sudah

terdapat di Kota Yogyakarta (2 cabang), Bogor, Bekasi, Medan, Makassar,

Semarang, dan Surabaya. PT Paragon Technology and Innovation (PTI) memiliki

tim store developmentkhusus yang merancang layout Wardah Beauty House

sehingga seluruh Wardah Beauty House di Indonesia memiliki kesatuan nuansa

yang sama.

Wardah Beauty House hadir di Medan untuk memberikan pelayanan lebih

kepada konsumen. Proses penyusunan business plan pun dilakukan agar unit bisnis

cabang Medan ini terarah. Pada 25 September 2014 Wardah Beauty House Medan

melakukan grand opening dan disusul pada bulan Oktober Wardah Beauty House

Medan siap melayani permintaan face treatment seperti facial dan totok wajah, serta

make up on the spot. Terdapat beberapa tipe perawatan yang belum tersedia di

Wardah Beauty House Medan, yakni body massage, dan spa.

48
Universitas Sumatera Utara
49

Wardah Beauty House Medan tidak memiliki visi dan misi secara khusus.

Rumah kecantikan bagi konsumen Wardah ini memiliki maksud didirikan untuk

memberikan konsumen pengalaman perawatan yang berkualitas dengan menggunakan

produk-produk Wardah. Oleh karena itu, konsumen merasa memiliki rasa familiaritas

dan aman terhadap produk yang digunakan dalam perawatan wajah mereka.

Sebelumnya, Wardah dikenal dengan produk lipstick dan lip palate yang

memang menjadi andalannya. Namun brand ini akhirnya mengeluarkan produk

matte lip cream yang berkualitas yang menarik banyak perhatian kaum hawa. Salah

satunya lipstick adalah Wardah Exclusive Matte Lip Cream.

Produk ini awalnya di bungkus dalam kardus kecil yang bewarna silver.

Tetapi wardah terus berinovasi merubah bungkusan dalam kardus kecil yang

bewarna sesuai dengan warna lip cream yang di tawarkan. Kemasan dari Wardah

Exclusive Matte Lip Cream memiliki bentuk tabung. Tabungnya yang transparent

akan membantu konsumen dengan mudah untuk melihat isi dan warna lip cream-

nya. Selain itu produk ini sangat mudah untuk dibawa kemana saja dan juga ideal

untuk disimpan ke dalam makeup pouch.

Wardah Exclusive Matte Lip Cream teksturnya creamy, tidak begitu kental,

dan tergolong cepat kering. Meskipun pada awalnya sedikit terasa creamy dan basah,

namun lip cream ini akan mongering sesaat kemudian setelah si aplikasikan. Wardah

Exclusive Matte Lip Cream hadir dengan 12 varian warna menarik.mulai dari 01 (Red

Dicted), 02 (Fuchsionately), 03 (See You Late), 04 (Pink Me), 05 (Speachless), 06

(Feeling Red), 07 (Hello Ruby), 08 (Pinkcredible), 09 (Mauve On), 10 (Berry Pretty),

11 (Oh So Nude), dan 12 (Plum it up). Setelah hadirnya 12 varian warna tersebut

Universitas Sumatera Utara


50

wardah terus berinovasi untuk mengeluarkan wana terbaru. Enam bulan kemudian

hadir kembali 3 varian warna yaitu 13 (Fruit Punch), 14 (My Honey Bee) dan 15

(Pinky Plumise). Dan tiga bulan terakhir wardah kembali hadir lagi dengan warna

baru yaitu 16 (Heatbeet), 17 ( Risy Cheek), dan 18 (Saturdate Night).

4.2 Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Penelitian

ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 92 orang responden, di mana

yang menjadi responden adalah pelanggan yang berkunjung dan menggunakan

produk Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan.

Analisa deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum

karakteristik responden yang meliputi usia, pekerjaan, dan penghasilan bulanan.

Selain itu juga menjelaskan gambaran responden terhadap pernyataan-pernyataan

yang diajukan dalan kuesioner. Jumlah pernyataan adalah 17 butir pernyataan yang

terdiri dari 4 butir pernyataan untuk variabel harga (X 1), 4 butir pernyataan untuk

variabel promosi (X2), 5 butir pernyataan untuk variabel kualitas produk (X3), dan

4 butir pernyataan untuk variabel keputusan pembelian (Y).

4.2.1 Analisis Statistik Deskriptif Responden

Data karekteristik responden mencakup distribusi menurut usia, pekerjaan,

penghasilan bulanan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka identitas

responden dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 4.1 :

Universitas Sumatera Utara


51

Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Frekuensi %
18-23 tahun 4 4,3
24-30 tahun 32 34,8
31-40 tahun 28 30,4
40-50 tahun 23 25,0
> 50 tahun 5 5,4
Total 92 100,0
Sumber : Hasil Pengolahan Data Kuesioner, 2017

Berdasarkan Tabel 4.1, maka dapat dilihat bahwa dari 92 orang responden

yang pernah berkunjung dan menggunakan produk Exclusive Matte Lip Cream pada

Wardah Beauty House Medan paling banyak adalah responden dengan range usia 24-

30 tahun sebanyak 32 orang (34.8%), usia 31–40 tahun sebanyak 28 orang (30.4%),

usia 40 – 50 tahun sebanyak 23 orang (25,0%) ,usia > 50 tahun sebanyak 5 orang

(5.4%), dan usia 18-23 tahun sebanyak 4 orang (4.3%). Dari data karakteristik

responden berdasarkan usia tersebut, dapat di lihat bawa responden yang berusia 24-

30 tahun adalah responden yang paling dominan dalam penelitian ini.

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada

Tabel 4.2 :

Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan Frekuensi %
Pengusaha 4 4,3
Pegawai Swasta 22 23,9
Pegawai Negeri 12 13,0
Mahasiswa/Pelajar 31 33,7
Pensiunan 3 3,3
Ibu Rumah Tangga 6 6,5
Profesional 5 5,4
Lainnya 9 9,8
Total 92 100,0
Sumber : Hasil Pengolahan Data Kuesioner, 2017

Berdasarkan Tabel 4.2, maka dapat dilihat bahwa dari 92 orang responden

Universitas Sumatera Utara


52

yang pernah berkunjung dan menggunakan produk Exclusive Matte Lip Cream

pada Wardah Beauty House Medan adalah Mahasiswa sebanyak 31 orang (33.7%),

Pegawai Swasta sebanyak 22 orang (23,9%), Pegawai Negeri sebanyak 12 orang

(13,0%), Lainnya sebanyak 9 orang (9,8%), Ibu Rumah Tangga sebanyak 6 orang

(6,5%) Profesional sebanyak 5 orang (5.4%), pengusaha 4 orang (4,3%), dan

Pensiunan sebanyak 3 orang (3.3%). Dari data karakteristik responden berdasarkan

pekerjaan tersebut, dapat di lihat bahwa responden pekerjaan mahasiswi/pelajar

adalah responden yang paling dominan dalam penelitian ini.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Bulanan

Karakteristik responden berdasarkan penghasilan bulanan dapat dilihat

pada Tabel 4.3 :

Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Bulanan
Penghasilan Frekuensi %
Rp. 1000.000- Rp. 1.999.999 39 42,4
Rp. 2.000.000 – Rp. 2.999.999 4 4,3
Rp. 3.000.000 – Rp. 3.999.999 11 12,0
Rp. 4.000.000 – Rp. 4.999.999 26 28,3
≥ Rp. 5.000.00 12 13,0
Total 92 100,0
Sumber : Hasil Pengolahan Data Kuesioner, 2017

Berdasarkan Tabel 4.3, maka dapat dilihat bahwa dari 92 orang

responden yang pernah berkunjung dan menggunakan produk Exclusive Matte

Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan sebanyak 39 orang (42,4%) dengan

penghasilan bulanan Rp. 1000.000- Rp. 1.999.999, 26 orang (28,3%) dengan

penghasilan bulanan Rp. 4.000.000 – Rp. 4.999., 12 orang (13,0%) dengan

penghasilan bulanan ≥ Rp. 5.000.00, 11 orang (12,0%) dengan penghasilan

bulanan Rp. 3.000.000 – Rp. 3.999.999, dan 4 orang (4,3%) dengan penghasilan

Universitas Sumatera Utara


53

bulanan999Rp. 2.000.000 – Rp. 2.999.999. Dari data karakteristik responden

berdasarkan penghasilan bulanan tersebut, dapat dilihat bahwa responden yang

berpenghasilan bulanan Rp. 1.000.000 – Rp. 1.999.999 adalah responden yang

paling dominan dalam penelitian ini.

4.2.2 Analisis Statistik Deskriptif Variabel

Dari pernyataan pada kuesioner yang telah dibagikan kepada 92 orang

responden diperoleh berbagai macam tanggapan terhadap variabel harga, promosi

dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Berbagai tanggapan dari

responden tersebut adalah sebagai berikut :

1. Tanggapan Responden Mengenai Variabel Harga (X1)

Berdasarkan data yang diperoleh dari konsumen melalui kuesioner yang telah

dibagikan, diperoleh deskripsi data mengenai variabel harga yang dijabarkan

sebagai berikut :

Tabel 4.4
Tanggapan Responden terhadap Variabel Harga
Indikator STS TS KS S SS Rata-rata
Penelitian
F % F % F % F % F % Skor
(Pernyataan)
Harga Sesuai
0,0 0,0 9 9,8 57 62,0 26 28,3 4,18
Manfaat
Harga Sesuai
0,0 0,0 10 10,9 67 72,8 15 16,3 4,05
Kualitas produk
Harga yang
0,0 0,0 12 13,0 50 54,3 30 32,6 4,20
terjangkau
Harga bersaing
dengan produk 0,0 0,0 10 10,9 57 62,0 25 27,2 4,16
lain
Sumber : Lampiran 5

Berdasarkan Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa:

a. Pada pernyataan pertama (Harga produk Exclusive Matte Lip Cream sesuai

dengan manfaat) dari 92 orang responden. Sebanyak 26 orang (28,3%)

Universitas Sumatera Utara


54

menyatakan sangat setuju, 57 orang (62.0%) menyatakan setuju, 9 orang

(9,8%) menyatakan kurang setuju dan tidak terdapat jawaban untuk

kondisi tidak setuju dan sangat tidak setuju. Dengan nilai rata-rata sebesar

4.18, jawaban yang paling rendah adalah kurang setuju dan yang paling

tinggi adalah setuju.

b. Pada pernyataan kedua (harga produk Exclusive Matte Lip Cream yang di

tawarkan sesuai dengan kualitas produk yang dimiliki) dari 92 orang

responden terdapat 15 orang (16.3%) menyatakan sangat setuju bahwa, 67

orang (72.8%) menyatakan setuju, 10 orang (10.9%) menyatakan kurang

setuju, dan tidak terdapat jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Dengan nilai rata-rata sebesar 4.05, jawaban yang paling rendah adalah

kurang setuju dan yang paling tinggi adalah setuju.

c. Pada pernyataan ketiga (harga produk Exclusive Matte Lip Cream yang di

tawarkan terjangkau oleh konsumen) dari 92 orang responden terdapat 30

orang (32.6%) menyatakan sangat setuju, 50 orang (54.3%) menyatakan

setuju, 12 orang (13.0%) kurang setuju, dan tidak terdapat jawaban tidak

setuju dan sangat tidak setuju. Dengan nilai rata-rata sebesar 4.20, jawaban

yang paling rendah adalah kurang setuju dan yang paling tinggi adalah setuju.

d. Pada pernyataan keempat (harga produk Exclusive Matte Lip Cream

bersaing dengan produk sejenis yang kualitasnya hampir sama ) dari 92

orang responden, terdapat 25 orang (27.2%) menyatakan sangat setuju, 57

orang (60.0%) menyatakan setuju, 10 orang (10.9%) kurang setuju, dan

tidak terdapat jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju. Dengan nilai

Universitas Sumatera Utara


55

rata-rata sebesar 4.16, jawaban yang paling rendah adalah kurang setuju

dan yang paling tinggi adalah setuju.

2. Tanggapan Responden Mengenai Variabel Promosi (X2)

Berdasarkan data yang diperoleh dari konsumen melalui kuesioner yang telah

dibagikan, diperoleh deskripsi data mengenai variabel promosi yang dijabarkan

sebagai berikut :

Tabel 4.5
Tanggapan Responden Mengenai Variabel Promosi
Indikator STS TS KS S SS Rata-
Penelitian rata
(Pernyataan) F % F % F % F % F % Skor
Pesan iklan
yang
0 0,0 0 0,0 8 8,7 70 76,1 14 15,2 3,74
disampaikan
menarik
Televisi dan
internet lebih
menarik 0 0,0 0 0,0 31 33,7 32 34,8 29 31,5 3,66
dibanding
catalog
Informasi
Beauty Advisor 0 0,0 0 0,0 15 16,3 56 60,9 21 22,8 3,74
secara langsung
Potongan harga
dalam waktu 0 0,0 14 15,2 20 21,7 57 62,0 1 1,1 3,21
tertentu
Sumber : Lampiran 6

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa:

a. Pada pernyataan kelima (pesan iklan pada produk Exclusive Matte Lip

Cream yang disampaikan menarik), dari 92 orang responden terdapat 14

orang (15.2%) menyatakan responden sangat setuju, 70 orang (76.1%)

menyatakan setuju, 8 orang (8.7%) menyatakan kurang setuju, dan tidak

terdapat jawaban untuk kondisi tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Dengan nilai rata-rata sebesar 3.74, jawaban yang paling rendah adalah

kurang setuju dan yang paling tinggi adalah setuju.

b. Pada pernyataan keenam (televisi dan internet lebih menarik digunakan

Universitas Sumatera Utara


56

untuk iklan produk Exclusive Matte Lip Cream di bandingkan catalog) dari

92 orang responden terdapat 29 orang (31.5%) menyatakan, 32 orang

(34.8%) menyatakan setuju, 31 orang (33.7%) menyatakan kurang setuju,

dan tidak terdapat jawaban untuk kondisi tidak setuju dan sangat tidak

setuju. Dengan nilai rata-rata sebesar 3.66, jawaban yang paling rendah

adalah kurang setuju dan yang paling tinggi adalah setuju.

c. Pada pernyataan ketujuh (Beauty Advisor memberikan informasi produk

Exclusive Matte Lip Cream secara langsung) dari 92 orang responden

terdapat 21 orang (22.8%) menyatakan, 56 orang (60.9%) menyatakan setuju,

15 orang (16.3%) menyatakan kurang setuju, dan tidak terdapat jawaban

untuk kondisi tidak setuju dan sangat tidak setuju. Dengan nilai rata-rata

sebesar 3.74, jawaban yang paling rendah adalah kurang setuju dan yang

paling tinggi adalah setuju.

d. Pada pernyataan kedelapan (Produk Exclusive Matte Lip Cream

menawarkan potongan harga setiap pembelian dalam jangka waktu

tertentu) dari 92 orang responden terdapat 1 orang (1.1%) menyatakan, 57

orang (62.0%) menyatakan setuju, 20 orang (21.7%) menyatakan kurang

setuju, 14 orang (15.2%) menyatakan tidak setuju. Dengan nilai rata-rata

sebesar 3.21, jawaban yang paling rendah adalah tidak setuju dan yang

paling tinggi adalah setuju.

3. Tanggapan Responden Mengenai Variabel Kualitas Produk (X3)

Berdasarkan data yang diperoleh dari konsumen melalui kuesioner yang telah

dibagikan, diperoleh deskripsi data mengenai variabel kualitas produk yang

Universitas Sumatera Utara


57

dijabarkan sebagai berikut :

Tabel 4.6
Tanggapan Responden terhadap Variabel Kualitas Produk
STS TS KS S SS Rata-
Indikator Penelitian
rata
(Pernyataan) F % F % F % F % F % Skor
Membuat tampilan
0 0,0 0 0,0 0 0,0 42 45,7 50 54,3 4,18
lebih menarik
Bahan-bahan yang
0 0,0 0 0,0 2 2,2 49 53,3 41 44,6 4,07
teruji kehalalannya
Manfaat yg
ditawarkan lebih
0 0,0 0 0,0 3 3,3 59 64,1 30 32,6 3,95
baik dari produk
lain
Ketahanan Produk
selama dua tahun 0 0,0 2 2,2 4 4,3 43 46,7 43 46,7 4,03
setelah digunakan
Memiliki kemasan
yg praktis dan 0 0,0 0 0,0 1 1,1 44 47,8 47 51,1 4,14
menarik
Sumber : Lampiran 7

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat dilihat bahwa:

a. Pada pernyataan kesembilan (produk Exclusive Matte Lip Cream membuat

tampilan lebih menarik), dari 92 orang responden terdapat 50 orang

(54.3%) menyatakan sangat setuju bahwa, 42 orang (45.7%) menyatakan

setuju, dan tidak terdapat jawaban untuk kondisi kurang setuju, tidak

setuju dan sangat tidak setuju. Dengan nilai rata-rata sebesar 4.18, jawaban

yang paling rendah adalah setuju dan yang paling tinggi adalah sangat

setuju.

b. Pada pernyataan kesepuluh (bahan-bahan yang terdapat pada produk

Exclusive Matte Lip Cream Wardah merupakan bahan-bahan yang teruji

kehalalannya) dari 92 orang responden, terdapat 41 orang (44.6%)

menyatakan sangat setuju, 49 orang (53.3%) menyatakan setuju, 2 orang

(2.2%) kurang setuju, dan tidak terdapat jawaban tidak setuju dan sangat

tidak setuju. Dengan nilai rata-rata sebesar 4.07, jawaban yang paling

Universitas Sumatera Utara


58

rendah adalah kurang setuju dan yang paling tinggi adalah setuju.

c. Pada pernyataan kesebelas (kualitas produk Exclusive Matte Lip Cream

yang ditawarkan lebih baik dari produk yang lain) dari 92 orang responden

terdapat 30 orang (32.6%) menyatakan sangat setuju, 59 orang (64.1%)

menyatakan setuju, 3 orang (3.3%) kurang setuju, dan tidak terdapat

jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju. Dengan nilai rata-rata sebesar

3.95, jawaban yang paling rendah adalah kurang setuju dan yang paling

tinggi adalah setuju.

d. Pada pernyataan kedua belas (produk Exclusive Matte Lip Cream memiliki

ketahanan produk selama dua tahun) dari 92 orang responden terdapat 43

orang (46.7%) menyatakan sangat setuju, 43 orang (46.7%) menyatakan

setuju, 4 orang (4.0%) kurang setuju, dan 2 orang (2.2%) menyatakan

kurang setuju. Dengan nilai rata-rata sebesar 4.40, jawaban yang paling

rendah adalah tidak setuju dan yang paling tinggi adalah sangat setuju.

e. Pada pernyataan ketiga belas (produk Exclusive Matte Lip Cream memiliki

kemasan yang lebih menarik) dari 92 orang responden terdapat 47 orang

(51.1%) menyatakan sangat setuju, 44 orang (47.8%) menyatakan setuju, 1

orang (1.1%) kurang setuju, dan tidak terdapat jawaban tidak setuju dan

sangat tidak setuju. Dengan nilai rata-rata sebesar 4.14, jawaban yang paling

rendah adalah kurang setuju dan yang paling tinggi adalah sangat setuju.

4. Tanggapan Responden Mengenai Variabel Keputusan Pembelian (Y)

Berdasarkan data yang diperoleh dari konsumen melalui kuesioner yang telah

dibagikan, diperoleh deskripsi data mengenai variabel keputusan pembelian

Universitas Sumatera Utara


59

yang dijabarkan sebagai berikut :

Tabel 4.7
Tanggapan Responden Terhadap Variabel Keputusan Pembelian
STS TS KS S SS Rata-
Indikator Penelitian
rata
(Pernyataan) F % F % F % F % F % Skor
Saya tertarik karena
0 0,0 6 6,5 21 22,8 51 55,4 14 15,2 3,79
sesuai kebutuhan
Saya mencari informasi
0 0,0 2 2,2 18 19,6 61 66,3 11 12,0 3,88
sebelum membeli
Saya lebih memilih
produk Wardah dibanding 0 0,0 0 0,0 5 5,4 84 91,3 3 3,3 3,98
produk lain
Tidak ada keraguan
0 0,0 15 16,3 20 21,7 57 62,0 0 0,0 3,46
ketika saya membeli
Sumber : Lampiran 8

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa:

a. Pada pernyataan keempat belas (saya tertarik dengan produk Exclusive

Matte Lip Cream karena sesuai kebutuhan), dari 92 orang responden

terdapat 14 orang (15.2%) menyatakan responden sangat setuju, 51 orang

(55.4%) menyatakan setuju, 21 orang (22.8%) menyatakan kurang setuju,

dan 6 orang (6.5%) menyatakan tidak setuju. Dengan nilai rata-rata sebesar

3.79, jawaban yang paling rendah adalah tidak setuju dan yang paling

tinggi adalah setuju.

b. Pada pernyataan kelima belas (saya mencari informasi sebelum membeli

produk Exclusive Matte Lip Cream), dari 92 orang responden terdapat 11

orang (12.0%) menyatakan responden sangat setuju, 61 orang (66.3%)

menyatakan setuju, 18 orang (19.6%) menyatakan kurang setuju, dan 2

orang (2.2%) menyatakan tidak setuju. Dengan nilai rata-rata sebesar 3.88,

jawaban yang paling rendah adalah tidak setuju dan yang paling tinggi

adalah setuju.

c. Pada pernyataan keenam belas (saya lebih memilih produk Exclusive

Universitas Sumatera Utara


60

Matte Lip Cream dibandingkan produk merek lain), dari 92 orang

responden terdapat 3 orang (3.3%) menyatakan responden sangat setuju,

84 orang (91.3%) menyatakan setuju, 5 orang (5.4%) menyatakan kurang

setuju, dan tidak terdapat jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju..

Dengan nilai rata-rata sebesar 3.98, jawaban yang paling rendah adalah

kurang setuju dan yang paling tinggi adalah setuju.

d. Pada pernyataan ketujuh belas (tidak ada keraguan lagi ketika saya

membeli produk Exclusive Matte Lip Cream), dari 92 orang responden

terdapat 57 orang (62.0%) menyatakan responden setuju, 20 orang

(21.7%) menyatakan kurang setuju, 15 orang (16.3%) menyatakan tidak

setuju, dan tidak terdapat jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju

Dengan nilai rata-rata sebesar 3.46, jawaban yang paling rendah adalah

kurang setuju dan yang paling tinggi adalah setuju.

4.3 Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan analisis regresi linear berganda perlu dilakukan uji

asumsi klasik agar dapat perkiraan yang tidak bias dan efisien. Ada beberapa syarat

yang harus dipenuhi yaitu Uji Normalitas, Uji Heteroskedastisitas dan Uji

Multikolinearitas.

4.3.1 Uji Normalitas

Uji Normallitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model

regresi variabel (pengganggu) dependen dan independen atau keduanya memiliki

distribusi normal (Ghozali, 2013 : 160). Model regresi yang baik adalah memiliki

Universitas Sumatera Utara


61

data distribusi normal atau mendekati normal. Uji normalitas juga dapat dilakukan

dengan menggunakan dengan pendekatan grafik dan pendekatan kolmogrov

smirnov, yakni jika Asymp.Sig (2-tailed) > α (0,05).

1. Pendekatan Histogram

Salah satu cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat grafik

histogram dan grafik normal plot yang membandingkan antara dua

observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal.

Histogram

Sumber : Lampiran 9
Gambar 4.1
Grafik Histogram Uji Normalitas

Berdasarkan Gambar 4.1 di atas terlihat bahwa variabel berdistribusi normal,

hal ini ditunjukkan oleh distribusi data yang berbentuk lonceng dan distribusi

data tersebut tidak melenceng ke kiri ataupun melenceng ke kanan.

2. Pendekatan Grafik

Pada Gambar 4.2, terlihat titik-titik yang mengikuti data di sepanjang garis

diagonal. Hal ini berarti data berdistribusi normal.

Universitas Sumatera Utara


62

Sumber : Lampiran 10
Gambar 4.2
Scatter Plot Uji Normalitas

3. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov

Berikut ini pengujian normalitas yang didasarkan dengan uji statistik non

parametik Kolmogorov-Smirnov :

Tabel 4.8
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 92
Normal Parametersa,,b Mean .0000000
Std. Deviation 1.48368722
Most Extreme Differences Absolute .105
Positive .062
Negative -.105
Kolmogorov-Smirnov Z 1.011
Asymp. Sig. (2-tailed) .258
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : Lampiran 11

Berdasarkan Tabel 4.8, terlihat bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) adalah 0.258,

ini berarti nilainya diatas nilai signifikan 5% (0.05). Dengan kata lain variabel

Universitas Sumatera Utara


63

tersebut berdistribusi normal.

4.3.2 Uji Heteroskedastisitas

Uji Heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah nilai dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan varians residual suatu pengamatan ke pengamatan

lain. Data yang baik adalah yang tidak terjadi heterokedastisitas. Jika hasilnya

membentuk pola tertentu, seperti titik-titik (poin-poin) yang ada membentuk suatu

pola tertentu yang teratur, maka terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang

jelas maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

1. Pendekatan Grafik

Dasar analisis adalah tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas

dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas,

sedangkan jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola

tertentu yang teratur, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

Sumber : Lampiran 12
Gambar 4.3
Scatter Plot Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan Gambar 4.3 dapat terlihat bahwa tidak ada pola yang jelas, serta titik-

Universitas Sumatera Utara


64

titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka berdasarkan

metode grafik tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.Uji Glejser.

Tabel 4.9
Hasil Uji Glejser
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.876 1.432 1.309 .194

Harga -.056 .053 -.112 -1.062 .291

Promosi .047 .064 .093 .739 .462

Kualitas Produk -.023 .059 -.049 -.389 .699


a. Dependent Variable: Abs_Res
Sumber : Lampiran 13

Berdasarkan Tabel 4.9 dapat diketahui bahwa tidak satupun variabel

independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel

dependen absolute Ut (absut). Hal ini terlihat dari probabilitas

signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5% jadi disimpulkan model

regresi tidak mengarah adanya heteroskedastisitas.

4.3.3 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi

ditemukan adanya korelasi yang kuat antar variabel independen . Model regresi

yang baik adalah tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Uji

multikolinieritas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan melihat:

1. Nilai Tolerance

2. VIF (Varlance Inflation Factors)

Jika tolerance < 0,1 atau sama dengan nilai VIF > 10 maka menunjukan

Universitas Sumatera Utara


65

adanya multikolinearitas, dan sebaliknya Ghozali (2013)

Tabel 4.10
Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Collinearity Statistics
Coefficients Coefficients
Model t Sig.
B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.067 2.357 .453 .652

Harga .250 .087 .257 2.872 .005 .999 1.001

Promosi .228 .105 .232 2.175 .032 .706 1.417

Kualitas Produk .286 .098 .312 2.932 .004 .705 1.418

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian


Sumber : Lampiran 14

Berdasarkan Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa :

1. Nilai VIF dari nilai, Harga, Promosi dan Kualitas Produk lebih kecil atau

dibawah 10 (VIF ≤ 10), ini berarti tidak terjadi multikolinieritas antara variabel

independen dalam model regresi.

2. Nilai Tolerance dari Harga, Promosi dan Kualitas Produk lebih besar dari 0.10

(Tolerance ≥ 0,10), ini berarti tidak terdapat multikolinieritas antar variabel

independen dalam model regresi.

4.4 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel

Harga (X1), Promosi (X2) dan Kualitas Produk (X3) terhadap Keputusan Pembelian (Y)

produk Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan.

Persamaan regresi berganda yang digunakan adalah:

Y = β0 + β1 X1 + β2 X2 + β3X3 + ɛ

Adapun hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel

Universitas Sumatera Utara


66

dibawah ini:

Tabel 4.11
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.067 2.357 .453 .652

Harga .250 .087 .257 2.872 .005


Promosi .228 .105 .232 2.175 .032
Kualitas Produk .286 .098 .312 2.932 .004
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber : Lampiran 15

Berdasarkan Tabel 4.11, maka persamaan regresi yang terbentuk pada uji

regresi ini adalah :

Y= 1,067 + 0,250X1 + 0,228X2 + 0,286X3

Berdasarkan persamaan diatas dapat diketahui bahwa :

1. Nilai 1,067 menunjukkan nilai konstanta, dimana jika variabel Harga (X1),

Promosi (X2) dan Kualitas Produk (X3) = 0, maka keputusan pembelian produk

Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan akan tetap

sebesar 1,067, dengan asumsi variabel lain tetap.

2. Nilai koefisien regresi Harga sebesar 0,250, ini berarti bahwa variabel Harga

(X1) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian, atau dengan kata lain

setiap terjadi peningkatan harga maka keputusan pembelian akan bertambah.

3. Nilai koefisien regresi Promosi sebesar 0,228, ini berarti bahwa variabel Promosi

(X2) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian, atau dengan kata lain

setiap terjadi peningkatan promosi maka keputusan pembelian akan bertambah.

4. Nilai koefisien regresi Kualitas Produk sebesar 0,286, ini berarti bahwa

Universitas Sumatera Utara


67

variabel Kualitas Produk (X3) berpengaruh positif terhadap Keputusan

Pembelian, atau dengan kata lain setiap terjadi peningkatan kualitas produk

maka keputusan pembelian akan bertambah.

4.4.1 Uji F (Uji Serempak)

Uji F digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan secara

serempak antara variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan derajat

kepercayaan 0.05 Ghozali (2013).

1. H0 diterima jika Fhitung ≤ Ftabel pada α = 5%

2. Ha ditolak jika Fhitung > Ftabel pada α = 5%

Dapat dilihat juga melalui besarnya probabilitas value (p value) di

bandingkan dengan 0.05, kriterianya:

1. Jika p value ≥ 0.05 maka Ho diterima.

2. Jika p value < 0.05 maka Ho ditolak.

Jika Fhitung ≥ Ftabel maka Ho di tolak, dapat di artikan secara statistik data

yang digunakan membuktikan bahwa semua variabel independen berpengaruh

terhadap nilai variabel dependen. Sedangkan Jika Fhitung < Ftabel maka Ho di terima,

dapat di artikan secara statistik data dapat digunakan untuk membuktikan bahwa

semua variabel independen tidak berpengaruh terhadap nilai variabel dependen.

Peneliti dalam menentukan nilai F, maka diperlukan adanya derajat bebas

pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:

df (pembilang) = k-1

df (penyebut) = n-k

Universitas Sumatera Utara


68

Keterangan:

n = jumlah sampel penelitian

k = jumlah variabel bebas dan terikat

Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) adalah 100 dan jumlah

keseluruhan variabel (k) adalah 4, sehingga diperoleh:

1. df1 (pembilang) = k-1 df (pembilang) = 4-1 = 3

2. df2 (penyebut) = n-k df (penyebut) = 92-4 = 88

Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan software SPSS,

kemudian akan dibandingkan dengan nilai Ftabel pada tingkat α = 5% (3:88) = 2,71.

Tabel 4.12
Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 84.592 3 28.197 12.387 .000a
Residual 200.321 88 2.276

Total 284.913 91

a. Predictors: (Constant), Kualitas Produk, Harga, Promosi


b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber : Lampiran 16

Pada Tabel 4.12 dapat dilihat bahwa hasil perolehan Fhitung pada kolom F

yakni sebesar 12.387 dengan tingkat signifikansi = 0.000 lebih besar dari nilai Ftabel

yakni 2.71, dengan tingkat kesalahan α = 5%, atau dengan kata lain

Fhitung ≥ Ftabel (12.387 ≥ 2.71).

Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis jika Fhitung ≥ Ftabel dan tingkat

signifikansinya (0.000) < 0.05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya

bahwa variabel, Harga, Promosi dan Kualitas Produk secara serempak berpengaruh

signifikan terhadap keputusan pembelian.

Universitas Sumatera Utara


69

4.4.2 Uji t (Uji Parsial)

Uji statistik t disebut juga sebagai uji signifikasi individual. Uji ini

menunjukkan seberapa jauh variabel independen secara parsial terhadap

variabel dependen.

Kriteria pengujian :

1. H0 diterima bila thitung ≤ ttabel pada α = 5% atau sig.t ≥ α (0,05)

2. Ha ditolak bila thitung > ttabel pada α = 5% atau sig.t < α (0,05)

Dapat dilihat juga melalui besarnya probabilitas value (p value) di

bandingkan dengan 0.05, kriterianya :

1. Jika p value ≥ 0.05 maka Ho diterima

2. Jika p value < 0.05 maka Ho ditolak.

Hasil pengujiannya adalah:

Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) =(n-k)

n = jumlah sampel, n = 92

k = variabel yang digunakan, k = 4

Maka: derajat bebas (df) = n-k = 92-4 = 88

Maka ttabel yang digunakan adalah t 0,05 (88) =1,662

Nilai t diperoleh dengan menggunakan bantuan aplikasi Software SPSS

seperti terlihat pada tabel berikut ini:

Berdasarkan Tabel 4.13 dapat dilihat bahwa:

1. Nilai thitung variabel Harga adalah 2.872 dan nilai t tabel 1,662 maka thitung ≥ ttabel

(2.872 > 1,662). Hipotesis Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa

variabel Harga memiliki pengaruh yang signifikan (0,005 < 0,05) secara parsial

Universitas Sumatera Utara


70

terhadap Keputusan Pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream pada

Wardah Beauty House Medan. Hal ini dapat disebabkan karena harga yang

ditawarkan produk Exclusive Matte Lip Cream sangat terjangkau dan cukup

murah. Penetapan harga yang dapat dijangkau oleh konsumen akan cenderung

membuat pelanggan melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Variabel

Harga mempunyai nilai terbesar dibandingkan dengan variabel lainnya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel harga merupakan variabel yang dapat

mempertahankan keputusaan pembelian pada produk Exclusive Matte Lip

Cream pada Wardah Beauty House Medan.

2. Nilai thitung variabel Promosi adalah 2.175 dan nilai ttabel 1,662 maka thitung ≥ttabel

(2.175 > 1.662). Hipotesis Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa

variabel Promosi memiliki pengaruh yang signifikan (0,032 < 0,05) secara

parsial terhadap Keputusan Pembelian pada produk Exclusive Matte Lip Cream

pada Wardah Beauty House Medan. Hal ini dapat disebabkan karena Promosi

yang dilakukan oleh Wardah Beauty House Medan sudah sampai kepada para

konsumen dan mampu menjelaskan informasi yang dibutuhkan oleh

konsumen.

3. Nilai thitung variabel Kualitas Produk adalah 2.932 dan nilai ttabel 1,662 maka

thitung ≥ ttabel (2.932 > 1,662). Hipotesis Ha diterima sehingga dapat disimpulkan

bahwa variable Promosi memiliki pengaruh yang signifikan (0,004 < 0,05)

secara parsial terhadap Keputusan Pembelian produk Exclusive Matte Lip

Cream pada Wardah Beauty House Medan. Hal ini dapat disebabkan karena

Kualitas Produk yang ditawarkan produk Exclusive Matte Lip Cream pada

Universitas Sumatera Utara


71

Wardah Beauty House Medan sudah sesuai dengan yang diinginkan pengguna.

Tabel 4.13
Hasil Uji t
Coefficientsa
Standardize
Unstandardized Coefficients d
Model Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta


1 (Constant) 1.067 2.357 .453 .652

Harga .250 .087 .257 2.872 .005


Promosi .228 .105 .232 2.175 .032
Kualitas Produk .286 .098 .312 2.932 .004
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber : Lampiran 17

4.4.3 Koefisien Determinan (R²)

Pengujian koefisien determinan digunakan untuk mengukur seberapa besar

kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Kofisien determinasi berkisar antara

nol sampai dengan satu (0 < R² < 1). Jika R² semakin besar (mendekati satu), maka

dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel

terikat (Y) Sebaliknya, jika R² semakin kecil (mendekati nol), maka dapat dikatakan

bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah kecil terhadap variabel terikat (Y).

Hasil pengujian koefisien determinasi menggunakan program SPSS dapat

terlihat pada tabel 4.14 sebagai berikut :

Tabel 4.14
Hasil Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Std. Error of the
Model R R Square Adjusted R Square
Estimate
1 .545a .297 .273 1.50877
a. Predictors: (Constant), Kualitas Produk, Harga, Promosi
b. Dependent Variable: Keputusan Penggunaan
Sumber : Lampiran 18

Universitas Sumatera Utara


72

Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa :

1. Nilai R sebesar 0,545 berarti hubungan antara, Harga, Promosi dan Kualitas

Produk terhadap Keputusan Pembelian sebesar 54.5%. Artinya, hubungan

antar variabel tergolong cukup erat. Untuk memastikan tipe hubungan antar

variabel dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.15
Hubungan Antar Variabel
Hubungan Antar Variabel Nilai Interpretasi
0,0 – 0,19 Sangat Tidak Erat
0,2 – 0,39 Tidak Erat
0,4 – 0,59 Cukup Erat
0,6 – 0,79 Erat
0,8 – 0,99 Sangat Erat
Sumber: Situmorang dan Lufti (2014:163)

2. Adjusted R Square sebesar 0,273 berarti 27.3% variabel Keputusan Pembelian

dapat dijelaskan oleh variabel , Harga, Promosi dan Kualitas Produk.

Sedangkan sisanya 72.7% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang

tidak diteliti dalam penelitian ini.

3. Standard Error of Estimated (Standar Deviasi) artinya mengukur variasi dari

nilai yang diprediksi. Dalam penelitian ini standar deviasinya sebesar 1.50877.

Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.

4.5 Pembahasan

Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh harga, promosi, dan

kualitas produk terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian. Hal ini dapat

dilihat dari hasil uji determinan (R2), Adjusted R Square sebesar 0.273 yang berarti

27,3% keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh harga, promosi dan kualitas

produk. Sedangkan sisanya 72,7% dapat di jelaskan oleh faktor-faktor lain yang

Universitas Sumatera Utara


73

tidak di teliti dalam penelitian ini.

Hasil uji-F memperhatikan nilai Fhitung adalah 12.387 dan tingkat

signifikansinya (0,000), dengan df1=3 dan df2 =88 maka nilai Ftabel adalah 2,71.

Dimana Fhitung > Ftabel (12.387 > 2,71). Dengan hasil tersebut berarti H0 di tolak dan

Ha di terima yang artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan

signifikan dari variabel-variabel independen yaitu terdiri dari harga, promosi dan

kualitas produk terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian produk

Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan.

4.5.1 Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan uji-t yang dilakukan, diperoleh hasil penelitian bahwa variabel

harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian produk

Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan. Hal ini dibuktikan

dengan hasil uji – t dengan nilai thitung sebesar 2.872 yang lebih besar dari nilai ttabel

(1,662) dengan tingkat signifikansi 0,005 lebih kecil dari 0,05. Harga adalah jumlah

uang yang di perlukan sebagai penukar berbagai kombinasi produk dan jasa, dengan

demikian maka suatu harga haruslah di hubungkan dengan bermacam-macam

barang atau pelayanan yang akhirnya akan sama dengan sesuatu yaitu produk dan

jasa, Laksana (2008:105).

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel harga menunjukkan

bahwa 26 orang (28.3%) menyatakan sangat setuju bahwa responden harga produk

Exclusive Matte Lip Cream sesuai dengan manfaat. Pertanyaan ini didukung oleh

57 orang (62.0%) menyatakan setuju, Artinya saat ini produk sesuai dengan

manfaat. Meskipun demikian Wardah Beauty House Medan harus terus

Universitas Sumatera Utara


74

memperhatikan variabel harga agar pengguna produk Exclusive Matte Lip Cream

sendiri semakin meningkat.

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel harga menunjukkan

bahwa terdapat 15 orang (16.3%) menyatakan sangat setuju bahwa responden

menilai harga produk Exclusive Matte Lip Cream yang di tawarkan sesuai dengan

kualitas produk yang dimiliki. Pernyataan ini didukung oleh 67 orang (72.8%)

menyatakan setuju. Artinya harga produk di tawarkan sesuai dengan kualitas

produk yang dimiliki. Meskipun demikian Wardah Beauty House Medan harus

terus memperhatikan kualitas yang dimiliki agar produk Exclusive Matte Lip

Cream sehingga semakin meningkat..

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel harga menunjukkan

bahwa terdapat 30 orang (32.6%) menyatakan sangat setuju bahwa responden

menilai harga produk Exclusive Matte Lip Cream yang di tawarkan terjangkau oleh

konsumen. Pernyataan ini didukung oleh 50 orang (54.3%) menyatakan setuju.

Artinya harga produk yang di tawarkan terjangkau oleh konsumen Meskipun

demikian Wardah Beauty House Medan harus terus memperhatikan harga yang di

tawarkan agar produk Exclusive Matte Lip Cream sendiri semakin meningkat.

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel harga menunjukkan

bahwa terdapat 25 orang (27.2%) menyatakan sangat setuju bahwa responden

menilai harga produk Exclusive Matte Lip Cream bersaing dengan produk sejenis

yang kualitasnya hampir sama. Pernyataan ini didukung oleh 57 orang (62.0%)

menyatakan setuju. Artinya saat ini harga bersaing dengan produk sejenis yang

kualitasnya hampir sama. Meskipun demikian Wardah Beauty House Medan

Universitas Sumatera Utara


75

harus terus memperhatikan kualitas yang lebih unggul sesuai kebutuhan konsumen

dari Wardah Beauty House Medan sendiri sehingga produk Exclusive Matte Lip

Cream semakin meningkat.

Hal ini dapat di sebabkan karena harga dari produk Exclusive Matte Lip

Cream secara umum baik. Harga tersebut berupa sesuai dengan manfaat, harga yang

ditawarkan terjangkau, harga yang di tawarkan sesuai dengan kualitas produk yang

dimiliki dan harga bersaing dengan produk sejenis yang kualitasnya hampir sama.

Hasil ini sesuai dengan penelitian terdahulu dari Septi Mariana Kuntari

(2015) “Analisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian bedak

wardah pada Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Nusantara PGRI

Kediri” Dalam penelitian ini menunjukan bahwa harga berpengaruh positif dan

signifikan terhadap keputusan pembelian.

4.5.2 Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Pembelian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel promosi memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian produk Exclusive Matte

Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan. Hal ini dibuktikan dengan hasil

uji – t dengan nilai t hitung sebesar 2.175 yang lebih besar dari nilai t tabel (1,662)

dengan tingkat signifikansi 0,010 lebih kecil dari 0,05. Artinya jika promosi

ditingkatkan maka keputusan pembelian juga akan mengalami peningkatan.

Menurut Laksana (2008:133), promosi adalah suatu komunikasi dari penjual dan

pembeli yang berasal dari informasi yang tepat yang bertujuan untuk merubah sikap

dan tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga

menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut.

Universitas Sumatera Utara


76

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel promosi menunjukkan

bahwa terdapat 14 orang (15.2%) menyatakan responden sangat setuju bahwa pesan

iklan pada produk Exclusive Matte Lip Cream yang disampaikan menarik, dan 70

orang (76.1%) menyatakan setuju. Artinya saat ini promosi yang dilakukan lewat

iklan oleh produk Exclusive Matte Lip Cream sudah dimengerti konsumen.

Meskipun iklan sudah dinilai baik oleh konsumen, namun Wardah Beauty House

Medan harus terus lebih gencar dalam melakukan promosi dengan iklan, karena iklan

dapat lebih mudah tersebar dan mempengaruhi minat penggunaan oleh konsumen.

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel promosi

menunjukkan bahwa terdapat 29 orang (31.5%) menyatakan responden sangat

setuju bahwa televisi dan internet lebih menarik digunakan untuk iklan produk

Exclusive Matte Lip Cream, 32 orang (34.8%) menyatakan setuju. Artinya saat

ini promosi yang dilakukan lewat televisi dan internet sudah dirasakan oleh

konsumen. Meskipun dengan cara media masa dilakukan sudah baik, namun

harus tetap memperhatikan promosi agar tetap dapat meningkatkan

penggunaan produk Exclusive Matte Lip Cream Wardah.

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel promosi menunjukkan

bahwa terdapat 21 orang (22.8%) menyatakan responden sangat setuju bahwa Beauty

Advisor memberikan informasi produk Exclusive Matte Lip Cream secara langsung,

dan 56 orang (60.9%) menyatakan setuju. Artinya saat ini konsumen sudah merasa

bahwa Beauty Advisor sudah memberikan penawaran produk secara langsung.

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel promosi menunjukkan bahwa

terdapat 1 orang (1.1%) menyatakan responden sangat setuju bahwa produk Exclusive

Universitas Sumatera Utara


77

Matte Lip Cream menawarkan potongan harga setiap pembelian dalam jangka waktu

tertentu, dan 57 orang (62.0%) menyatakan setuju. Artinya saat ini produk sudah

menawarkan potongan harga setiap pembelian dalam jangka waktu tertentu.

Hal ini dapat di sebabkan karena promosi dari produk Exclusive Matte Lip

Cream secara umum baik. Promosi tersebut berupa pesan iklan yang di sampaikan

menarik, televise dan internet lebih menarik digunakan dibandingkan katalog,

Beauty Advisor memberikan penawaran secara langsung, dan adanya potongan

harga setiap pembelian dalam jangka waktu tertentu.

Hasil ini sesuai dengan penelitian terdahulu dari Christa (2013) “Pengaruh

Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Produk

Kosmetik The Body Shop Pekanbaru” Dalam penelitian ini menunjukan bahwa

promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

4.5.3 Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian

Berdasarkan uji-t yang dilakukan, diperoleh hasil penelitian bahwa variabel

kualitas produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian

produk Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan.. Hal ini

dibuktikan dengan hasil uji – t dengan nilai thitung sebesar 2.932 yang lebih besar

dari nilai ttabel (1,662) dengan tingkat signifikansi 0,005 lebih kecil dari 0,05.

Menurut Kotler & Keller (2012), “Kualitas Produk ditawarkan ke dalam pasar

untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan

keinginan atau kebutuhan.”

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel kualitas produk

menunjukkan bahwa 50 orang (54.3%) menyatakan sangat setuju bahwa produk

Universitas Sumatera Utara


78

Exclusive Matte Lip Cream membuat tampilan lebih menarik. Pertanyaan ini

didukung oleh 42 orang (45.7%) menyatakan setuju, Artinya saat ini kondisi produk

membuat tampilan lebih menarik. Meskipun demikian produk Exclusive Matte Lip

Cream harus terus memperhatikan variabel kualitas produk agar pengguna produk

tersebut semakin meningkat.

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel kualitas produk

menunjukkan bahwa terdapat 41 orang (44.6%) menyatakan sangat setuju bahwa

bahan-bahan yang terdapat pada produk Exclusive Matte Lip Cream Wardah

merupakan bahan-bahan yang teruji kehalalannya. Pernyataan ini didukung oleh 49

orang (53.3%) menyatakan setuju. Artinya saat ini bahan-bahan produk sudah

bebas teruji kehalalannya. Meskipun demikian produk Exclusive Matte Lip Cream

harus terus menjaga kehalalan dari produk Exclusive Matte Lip Cream agar

pengguna produk tersebut semakin merasa nyaman menggunakan produk tersebut.

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel kualitas produk

menunjukkan bahwa terdapat 30 orang (32.6%) menyatakan sangat setuju

bahwa manfaat kualitas produk Exclusive Matte Lip Cream yang ditawarkan lebih

baik dari pada produk yang lain. Pernyataan ini didukung oleh 59 orang (64.1%)

menyatakan setuju. Artinya saat ini manfaat produk sudah sesuai yang di

inginkan konsumen. Meskipun demikian produk Exclusive Matte Lip Cream

harus terus memperhatikan manfaat produk sehingga konsumen tidak

berpindah ke produk lain.

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel kualitas produk

menunjukkan bahwa terdapat 43 orang (46.7%) menyatakan sangat setuju bahwa

Universitas Sumatera Utara


79

produk Exclusive Matte Lip Cream memiliki ketahanan produk selama dua tahun.

Pernyataan ini didukung oleh 43 orang (46.7%) menyatakan setuju. Artinya saat ini

produk sudah ketahanan produk selama dua tahun. Meskipun demikian produk

Exclusive Matte Lip Cream harus terus memperhatikan ketahan produk dalam

meningkatkan kualitas.

Dari distribusi jawaban responden untuk variabel kualitas prroduk

menunjukkan bahwa terdapat 47 orang (51.1%) menyatakan sangat setuju bahwa

produk Exclusive Matte Lip Cream memiliki kemasan yang lebih menarik, 44 orang

(47.8%) menyatakan setuju. Artinya saat ini produk sudah memiliki kualitas

kemasan yang menarik bagi konsumen.

Hal ini dapat di sebabkan karena kualitas produk Exclusive Matte Lip Cream

secara umum baik. Kualitas produk berupa membuat penampilan lebih menarik,

bahan-bahan yang di gunakan teruji kehalalannya, manfaat yang ditawarkan lebih

baik dari pada produk lain, memiliki ketahanan produk selama dua tahun setelah

pemakaian, dan memiliki kemasan yang lebih menarik.

Hasil ini sesuai dengan penelitian terdahulu dari Wahyu (2015) “Pengaruh

Kualitas Produk, Harga dan Iklan TelevisiTerhadap Keputusan Pembelian Produk

Kosmetik Merek Citra Hand and Body Lotion Di Pariaman”. Dalam penelitian ini

menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap

keputusan pembelian.

Universitas Sumatera Utara


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka peneliti dapat

menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

1. Berdasarkan hasil uji signifikansi serempak ( uji-F) maka diperoleh hasil

bahwa secara bersama-sama (serempak) variabel independen yang terdiri

harga, promosi dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan

pembelian.

2. Berdasarkan hasil uji signifikansi parsial (uji-t) maka diperoleh variabel harga

berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk

Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan.

Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian

produk Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan.

Dan Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan

pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House

Medan.

3. Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi (R 2), hubungan antara,

harga, promosi dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk

Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty House Medan adalah tidak

erat. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji, Adjusted R Square sebesar 0,273 berarti

27.3% Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh, Harga, Promosi dan

Kualitas Produk. Sedangkan sisanya 72.7% dapat dijelaskan oleh variabel-

80
Universitas Sumatera Utara
81

variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti variabel variabel

pada bauran pemasaran.

5.2 Saran

1. Mengingat ketiga variabel bebas dari penelitian ini yaitu, Harga, Promosi dan

Kualitas Produk secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap keputusan pembelian produk Exclusive Matte Lip Cream pada

Wardah Beauty House Medan, maka perusahaan perlu untuk mempertahankan

dan juga meningkatkan ketiga variabel tersebut. Dari segi harga produk

Exclusive Matte Lip Cream yang ditawarkan tidak terjangkau untuk konsumen,

dengan adanya penurunan harga maka jumlah pelanggannya akan meningkat

untuk kedepannya.

2. Dari segi promosi, produk Exclusive Matte Lip Cream pada Wardah Beauty

House Medan diharapkan lebih giat lagi dalam menginformasikan adanya

potongan harga setiap pembelian agar penjualan produk Exclusive Matte Lip

Cream meningkat.

3. Dan dari segi kualitas produk, Exclusive Matte Lip Cream juga harus mampu

menjaga kualitas produk baik dari segi daya tahan yang membuat produk

Exclusive Matte Lip Cream lebih tahan lama setelah setelah pemakaian,

sehingga konsumen tidak berpaling dengan produk lain.

4. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat terus mengembangkan

penelitian ini. Penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel yaitu, harga

promosi dan kualitas produk untuk mengukur keputusan pembelian, sehingga

bagi peneliti selanjutnya agar dapat menambah variabel bebasnya seperti brand

Universitas Sumatera Utara


82

ambassador, citra merek, label halal sehingga dapat mengukur keputusan

pembelian secara lebih mendalam. Selain itu peneliti juga dapat menggunakan

perusahaan ekspedisi lain sebagai pembanding.

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR PUSTAKA

Assauri, S. (2008). Manajemen Pemasaran, (Edisi Pertama, Cetakan Kedelapan)


Jakarta: Raja Grafindo.
Bell, M. L. (2008). Manajemen Pemasaran Modern, (Edisi Kedua, Cetakan Tiga
Belas). Yogyakarta: liberty Offset.
CCI. (2016, June). Reference Analysis of Business in Indonesia. Retrieved from
http://cci-indonesia.com/2016/06/17/perkembangan-pasar-industri-
kosmetik-di-indonesia-2010-2015/).
Erdalina, W., & Evanita, S. (2015)” Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Iklan
Televisi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Merek Citra
Hand and Body Lotion Di Pariaman.” Jurnal Riset Manajemen Bisnis dan
Publik, 3(1).
Greg, E., Thiele, S. R., & Waller, D. (2012). Marketing, (Edisi Kedua). Australia:
John Wiiley & Sons.
Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Yogyakarta: Badan Penerbit BPFE.
Hermawan, A. (2012). Komunikasi Pemasaran, Jakarta: Erlangga
Kartajaya, & Asmara. (2014). Riset Pemasaran dan Konsumen, Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Kotler, P., Bowen, J. T., & Makens, J. C. (2012). Marketing For Hospitality and
Tourism. Pearson Education Inc.
Kotler, P. & Armstrong, G. (2012). Prinsip–Prinsip Pemasaran, (Edisi Ketiga
Belas, Jilid Satu). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2012). Marketing Manajement, (Edisi Ketiga Belas).
New Jersey: Pearson Prentice Hall, Inc.
Kotler, P. (2009). Manajemen Pemasaran, (Edisi Ketiga Belas). Jakarta: Erlangga.
Kuntari, S. M., (2015)” Analisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan
pembelian bedak wardah pada Mahasiswa Program Studi Manajemen
Universitas Nusantara PGRI Kediri.” Diponegoto Journal of Management.
Laksana, F. (2008). Manajemen Pemasaran: Pendekatan Praktis. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Rares, A., & Jore, R. J. (2015), ”The Effect of the Price,Promotion,Location, Brand
Image and Quality Products Two Ards the Purchase Decision of Consumers
at Bengkel Gaoel Store Manado Square.” International Business Research,
3(2), 592-604.
Situmorang, S. H. (2014). Analisis Data : Untuk Riset Manajemen dan Bisnis.
Medan: USU Press.

83
Universitas Sumatera Utara
84

Situmorang, S. H., & Lutfi, M. (2015). Analisis Data Untuk Riset Manajemen dan
Bisnis, Medan: USU Press.
Situmorang, S. H. (2017). Riset Pemasaran. Medan: USU Press.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung:
Alfabeta.
Sulistyari, I. N., & Yoestini. (2012). “Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualitas
Produk dan Harga terhadap Minat Beli Produk Oriflame (Studi Kasus
Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas
Diponegoro Semarang).” 1(1), 1.
Sihotang, C. L., Wijayanto, G., & Musfar, T. F. (2013). "Pengaruh Bauran
Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Produk
Kosmetik The Body Shop Pekanbaru,"
Tjiptono, F. (2015). Strategi Pemasaran, (Edisi Keempat). Yogyakarta: ANDI.
Tjiptono, F. (2016). Pemasaran Esensi & Aplikasi, (Edisi Kesatu). Yogyakarta:
ANDI.
TOP BRAND. (2017, July). Top Brand Award. Retrieved from
http://www.topbrand-award.com/top-brand-survey/survey-
result/top_brand_index_2017_fase_1
Umar, H. (2008). Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta:Raja
Grafindo Persada.

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN 1

Kuesioner Penelitian

PENGARUH HARGA, PROMOSI DAN KUALITAS PRODUK


TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK
EXCLUSIVE MATTE LIP CREAM PADA
WARDAH BEAUTY HOUSE MEDAN

Kuesioner ini digunakan untuk menyusun penelitian skripsi yang dilakukan


oleh Peneliti selaku Mahasiswa Program Studi S1 Ekstensi Manajemen Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Maka saya mengharapkan
kesediaan Saudara/i untuk dapat mengisi kuesioner yang disediakan.

I. Identitas Responden

1. Nama :

2. Usia : 18-23 tahun 40-50 tahun

24-30 tahun >50 tahun

31-40 tahun

4. Apakah pekerjaan anda ?

a. Pengusaha e. Pensiunan

b. Pegawai Swasta f. Ibu rumah tangga

c. Pegawai Negri g. Profesional (ex:pengacara,dokter)

d. Mahasiswa/ Pelajar h…………………………..

5. Berapa penghasilan anda per bulan ?

a. Rp. 1000.000- Rp. 1.999.999 d. Rp. 4.000.000 – Rp. 4.999.999

b. Rp. 2.000.000 – Rp. 2.999.999 e. ≥ Rp. 5.000.00

c. Rp. 3.000.000 – Rp. 3.999.999

85
Universitas Sumatera Utara
86

II. Petunjuk Pengisian


Terimakasih atas perhatian saudara/i mengisi kuesioner ini. Berilah tanda
check list (√) pada salah satu jawaban yang paling sesuai dengan pendapat
Saudara/i. Kriteria penilaian :
Sangat Setuju (SS) : diberi skor 5

Setuju (S) : diberi skor 4

Kurang Setuju (KS) : diberi skor 3

Tidak Setuju (TS) : diberi skor 2

Sangat Tidak Setuju (STS) : diberi skor 1

II. DAFTAR PERNYATAAN

A. Variabel Harga
No Pernyataan SS S KS TS STS
1 Harga produk Exclusive Matte Lip
Cream Wardah sesuai dengan
manfaat
2 Harga produk Exclusive Matte Lip
Cream Wardah yang di tawarkan
sesuai dengan kualitas produk yang
dimiliki.
3 Harga produk Exclusive Matte Lip
Cream Wardah yang di tawarkan
terjangkau oleh konsumen
4 Harga produk Exclusive Matte Lip
Cream Wardah bersaing dengan
produk sejenis yang kualitasnya
hampir sama

B. Variabel Promosi
No Pernyataan SS S KS TS STS
1 Pesan Iklan pada produk Exclusive
Matte Lip Cream Wardah yang
disampaikan menarik
2 Televisi dan internet lebih menarik
digunakan untuk iklan produk
Exclusive Matte Lip Cream Wardah
di bandingkan katalog.

Universitas Sumatera Utara


87

3 Beauty Advisor memberikan


informasi produk Exclusive Matte Lip
Cream Wardah secara langsung
4 Produk Exclusive Matte Lip Cream
Wardah menawarkan potongan harga
setiap pembelian dalam jangka waktu
tertentu

C. Variabel Kualitas Produk


No Pernyataan SS S KS TS STS
1 Produk Exclusive Matte Lip Cream
Wardah membuat tampilan saya lebih
menarik
2 Bahan-bahan yang terdapat pada
produk Exclusive Matte Lip Cream
Wardah merupakan bahan-bahan
yang teruji kehalalannya
3 Manfaat Produk Exclusive Matte Lip
Cream Wardah yang ditawarkan lebih
baik dari pada produk yang lain
4 Exclusive Matte Lip Cream Wardah
memiliki ketahanan produk selama
dua tahun setelah digunakan
5 Produk Exclusive Matte Lip Cream
Wardah memiliki kemasan yang lebih
praktis dan menarik

D. Variabel Keputusan Pembelian


No Pernyataan SS S KS TS STS
1 Saya tertarik dengan produk
Exclusive Matte Lip Cream Wardah
karena sesuai kebutuhan
2 Saya mencari informasi sebelum
membeli produk Exclusive Matte Lip
Cream Wardah
3 Saya lebih memilih produk Exclusive
Matte Lip Cream Wardah
dibandingkan produk merek lain
4 Tidak ada keraguan lagi ketika saya
membeli produk Exclusive Matte Lip
Cream Wardah

Universitas Sumatera Utara


88

LAMPIRAN 2
DATA KUESIONER UJI VALIDITAS DAN REABILITAS
X1 X2 X3 Y
NO
1 2 3 4 Total 1 2 3 4 Total 1 2 3 4 5 Total 1 2 3 4 Total

1 5 5 5 5 20 4 4 4 3 15 4 5 3 4 5 21 5 4 4 4 17
2 5 5 5 5 20 4 4 4 4 16 4 4 5 4 4 21 5 5 5 5 20
3 5 5 5 5 20 5 5 4 5 19 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 20
4 5 5 5 5 20 5 5 4 5 19 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 20
5 5 5 5 5 20 5 5 4 5 19 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 20
6 5 5 5 5 20 5 4 4 4 17 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 16
7 5 5 5 5 20 4 4 4 4 16 4 4 4 5 5 22 4 4 4 4 16
8 5 5 5 5 20 4 4 4 4 16 4 4 4 5 5 22 4 4 4 4 16
9 5 5 5 5 20 4 4 4 4 16 4 4 4 5 5 22 4 4 4 4 16
10 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16 4 4 3 4 4 19 4 4 4 4 16
11 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16 2 4 2 2 2 12 4 4 4 4 16
12 5 4 5 4 18 5 5 5 5 20 5 4 4 5 5 23 5 5 5 5 20
13 4 5 4 5 18 5 5 5 4 19 4 4 4 4 4 20 5 5 5 5 20
14 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16 4 4 3 4 4 19 4 4 4 4 16
15 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16 4 4 3 4 4 19 4 4 4 4 16
16 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16 4 4 3 4 4 19 4 4 4 4 16
17 4 4 4 5 17 5 5 5 5 20 5 4 4 5 5 23 5 5 5 5 20
18 4 4 3 4 15 5 5 5 5 20 5 4 4 5 5 23 5 5 5 5 20
19 3 3 3 3 12 5 5 5 4 19 4 4 3 3 3 17 5 4 4 3 16
20 4 3 4 3 14 4 4 2 4 14 4 4 2 2 2 14 4 4 4 4 16
21 4 3 4 3 14 5 5 5 4 19 4 4 3 3 3 17 5 4 4 3 16
22 4 4 4 4 16 4 4 2 4 14 4 4 2 2 2 14 4 4 4 4 16
23 5 4 5 5 19 5 5 5 4 19 5 5 4 4 5 23 5 5 5 5 20
24 4 4 4 4 16 4 4 2 3 13 4 5 4 4 5 22 5 5 5 4 19
25 4 4 4 4 16 5 5 5 4 19 5 5 4 4 5 23 5 5 5 5 20
26 4 4 4 5 17 4 4 2 3 13 4 5 4 4 5 22 5 5 5 4 19
27 5 4 5 5 19 5 4 5 5 19 4 4 4 4 3 19 4 5 5 5 19
28 4 4 4 4 16 5 5 4 4 18 4 3 4 4 4 19 4 4 4 4 16
29 4 4 4 5 17 4 4 2 4 14 4 4 2 2 2 14 4 4 4 4 16
30 4 4 3 4 15 4 4 4 4 16 4 4 4 5 5 22 4 4 4 4 16

Universitas Sumatera Utara


89

LAMPIRAN 3
Hasil Uji Validitas
Item-Total Statistics
Corrected Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance
Item-Total Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted
Correlation Deleted
X1.1 67.7667 51.426 .593 .906
X1.2 67.9000 51.266 .536 .907
X1.3 67.8333 51.730 .460 .909
X1.4 67.7333 50.754 .547 .907
X2.1 67.6667 52.230 .542 .907
X2.2 67.7333 52.547 .508 .908
X2.3 68.1667 49.661 .412 .915
X2.4 68.0000 52.345 .459 .909
X3.1 67.9333 50.133 .690 .903
X3.2 67.9000 53.197 .410 .910
X3.3 68.5000 45.293 .867 .895
X3.4 68.1333 45.430 .760 .900
X3.5 68.0000 45.034 .713 .903
Y1.1 67.6333 52.171 .549 .907
Y1.2 67.7000 50.976 .727 .903
Y1.3 67.7000 50.976 .727 .903
Y1.4 67.8333 49.868 .742 .902

LAMPIRAN 4
Hasil Uji Reliabilitas
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.911 17

LAMPIRAN 5
Tanggapan Responden terhadap Variabel Harga
Indikator STS TS KS S SS Rata-rata
Penelitian
F % F % F % F % F % Skor
(Pernyataan)
Harga Sesuai
0,0 0,0 9 9,8 57 62,0 26 28,3 4,18
Manfaat
Harga Sesuai
0,0 0,0 10 10,9 67 72,8 15 16,3 4,05
Kualitas produk
Harga yang
0,0 0,0 12 13,0 50 54,3 30 32,6 4,20
terjangkau
Harga bersaing
dengan produk 0,0 0,0 10 10,9 57 62,0 25 27,2 4,16
lain

Universitas Sumatera Utara


90

LAMPIRAN 6
Tanggapan Responden Mengenai Variabel Promosi
Indikator STS TS KS S SS Rata-
Penelitian rata
(Pernyataan) F % F % F % F % F % Skor
Pesan iklan
yang
0 0,0 0 0,0 8 8,7 70 76,1 14 15,2 3,74
disampaikan
menarik
Televisi dan
internet lebih
menarik 0 0,0 0 0,0 31 33,7 32 34,8 29 31,5 3,66
dibanding
catalog
Informasi
Beauty Advisor 0 0,0 0 0,0 15 16,3 56 60,9 21 22,8 3,74
secara langsung
Potongan harga
dalam waktu 0 0,0 14 15,2 20 21,7 57 62,0 1 1,1 3,21
tertentu

LAMPIRAN 7
Tanggapan Responden terhadap Variabel Kualitas Produk
STS TS KS S SS Rata-
Indikator Penelitian
rata
(Pernyataan) F % F % F % F % F % Skor
Membuat tampilan
0 0,0 0 0,0 0 0,0 42 45,7 50 54,3 4,18
lebih menarik
Bahan-bahan yang
0 0,0 0 0,0 2 2,2 49 53,3 41 44,6 4,07
teruji kehalalannya
Manfaat yg
ditawarkan lebih
0 0,0 0 0,0 3 3,3 59 64,1 30 32,6 3,95
baik dari produk
lain
Ketahanan Produk
selama dua tahun 0 0,0 2 2,2 4 4,3 43 46,7 43 46,7 4,03
setelah digunakan
Memiliki kemasan
yg praktis dan 0 0,0 0 0,0 1 1,1 44 47,8 47 51,1 4,14
menarik

LAMPIRAN 8
Tanggapan Responden Terhadap Variabel Keputusan Pembelian
STS TS KS S SS Rata-
Indikator Penelitian
rata
(Pernyataan) F % F % F % F % F % Skor
Saya tertarik karena
0 0,0 6 6,5 21 22,8 51 55,4 14 15,2 3,79
sesuai kebutuhan
Saya mencari informasi
0 0,0 2 2,2 18 19,6 61 66,3 11 12,0 3,88
sebelum membeli
Saya lebih memilih
produk Wardah dibanding 0 0,0 0 0,0 5 5,4 84 91,3 3 3,3 3,98
produk lain
Tidak ada keraguan
0 0,0 15 16,3 20 21,7 57 62,0 0 0,0 3,46
ketika saya membeli

Universitas Sumatera Utara


91

LAMPIRAN 9

Gambar 4.1
Grafik Histogram Uji Normalitas

LAMPIRAN 10

Gambar 4.2
Scatter Plot Uji Normalitas

Universitas Sumatera Utara


92

LAMPIRAN 11
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 92
Normal Parametersa,,b Mean .0000000
Std. Deviation 1.48368722
Most Extreme Differences Absolute .105
Positive .062
Negative -.105
Kolmogorov-Smirnov Z 1.011
Asymp. Sig. (2-tailed) .258
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

LAMPIRAN 12

Gambar 4.3
Scatter Plot Uji Heteroskedastisitas

LAMPIRAN 13
Hasil Uji Glejser
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.876 1.432 1.309 .194

Harga -.056 .053 -.112 -1.062 .291

Promosi .047 .064 .093 .739 .462

Kualitas Produk -.023 .059 -.049 -.389 .699


a. Dependent Variable: Abs_Res

Universitas Sumatera Utara


93

LAMPIRAN 14
Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Collinearity Statistics
Coefficients Coefficients
Model t Sig.
B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.067 2.357 .453 .652

Harga .250 .087 .257 2.872 .005 .999 1.001

Promosi .228 .105 .232 2.175 .032 .706 1.417

Kualitas Produk .286 .098 .312 2.932 .004 .705 1.418

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

LAMPIRAN 15
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.067 2.357 .453 .652

Harga .250 .087 .257 2.872 .005


Promosi .228 .105 .232 2.175 .032
Kualitas Produk .286 .098 .312 2.932 .004
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

LAMPIRAN 16
Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 84.592 3 28.197 12.387 .000a
Residual 200.321 88 2.276

Total 284.913 91

a. Predictors: (Constant), Kualitas Produk, Harga, Promosi


b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Universitas Sumatera Utara


94

LAMPIRAN 17
Hasil Uji t
Coefficientsa
Standardize
Unstandardized Coefficients d
Model Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta


1 (Constant) 1.067 2.357 .453 .652

Harga .250 .087 .257 2.872 .005


Promosi .228 .105 .232 2.175 .032
Kualitas Produk .286 .098 .312 2.932 .004
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

LAMPIRAN 18
Hasil Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Std. Error of the
Model R R Square Adjusted R Square
Estimate
1 .545a .297 .273 1.50877
a. Predictors: (Constant), Kualitas Produk, Harga, Promosi
b. Dependent Variable: Keputusan Penggunaan

Universitas Sumatera Utara