Anda di halaman 1dari 10

RESENSI NOVEL SEPERTI HUJAN YANG JATUH KE BUMI

A. Identitas buku

judul : Seperti hujan yang jatuh ke bumi


penulis : Boy candra
penerbit : Mediakita
tahun terbit : 2016
tebal buku : 2,5 cm
halaman : 284

B. Sinopsis

Kevin, mahasiswa jurusan Fisika yang mmiliki wajah tampan namun


dingin dan pendiam, ia aktif diberbagai forum dan komunitas pecinta alam
dikampusnya. Meskipun dingin terhadap perempuan tetapi tidak dengan
gadis spesialnya. Gadis yang sudah bersahabat sedari kecil Nara, Nara
senja lebih tepatnya mahasiswi jurusan Seni Tari dan Musik di universitas
yang sama dengan Kevin. Gadis dengan dagu yang terlihat runcing, rambut
alis yang lentik, dan bibir tipis merah muda, persahabatannya yang hingga
kini masih berlanjut membuat banyak kisah yang telah mereka lalui baik
suka maupun duka. Hingga tanpa Nara sadari bahwa Kevin sudah
memendam rasa terdahap dirinya sejak lama. Nara mudah sekali untuk
jatuh cinta dan seringkali gagal dalam hal percintaan,dengan sabar Kevin
selalu ada saat Nara mencurahkan isi hatinya.

Juned, lelaki yang singgah di hati Nara, setelah pengkhianatan yang


dilakukan oleh kekasih dan sahabat juned. Nara mampu mengobati dan
menutup luka yang menganga secara perlahan. Juned memiliki hobi
memanjat tebing, yang ia jadikan untuk pelarian. Tak butuh lama untuk
saling megenal mereka pun berpacaran. Kevin yang mengetahui pun hanya
bisa mengukir senyum dan mendukungnya walapun ia merasa sakit, dan
mencoba untuk membuka hati untuk tiara, salah satu temannya di
komunitas pecinta alam. sudah sejak lama Tiara menyimpan rasa untuk
kevin, sehingga ia tak menyiakan kesempatan untuk menjalin hubungan
dengan Kevin. Hingga disaat kebahagiaan dan rasa yang membuncah
diantara Juned dan Nara, Juned meninggal saat panjat tebing, selesai suda
kisah mereka. Disaat Nara berduka Kevin pun menemani untuk
menguatkan Nara dan perlahan melupakan Tiara. Tiara pun menyerah
terhadap Kevin yang hatinya sudah ditetapkan untuk Nara. Seiring
berjalannya waktu saat hujan turun di sore hari yang menumbuhkan
keberanan kevin untuk menyatakan perasannya kepada Nara.

C. Unsur intrinsik

 Tema : Persahabatan dan Percintaan


 Latar tempat : Kampus, tebing likunggavali, perpustakaan, air terjun
nyarai, lembah harau, taman
 Sudut pandang : Orang ketiga serba tahu
 Alur : Maju mundur
 Tokoh : Kevin, Juned, Tiara, Adik dan Ibu juned, Boni, Farid, Ely
rahma

D. Unsur ekstensik

 Biodata penulis
Nama : Boy Candra
Tanggal lahir : 21 November 1989
Asal : Padang, Sumatra Barat

 Nilai moral

Mengajarkan kepada kita tentang persahabatan dan kisah percintaan


dengan keteguhan hati.

 Nilai religius

Tidak ada

 Nilai Politik

Tidak ada

 Nilai pendidikan

Tokoh Kevin aktif di berbagai forum dan komunis pecinta alam


dikampusnya

E. Kelebihan buku

Buku ini sangat bagus dan direkomendasikan untuk para remaja


karena kita dapat memahami makna persahabatan yang tentunya
berkaitan tentang hubungn percintaaan yang rumit

F. Kekurangan buku

Warna cover buku berwarna putih, sehingga cepat kotor dan identitas
penulis tidak lengkap

G. Kesimpulan

Dengan cover dan isi cerita yang sangat menarik, tentunya dapat
membuat pembaca merasa nyaman serta penggambaran latar yang nyata
dapat membuat pembaca bisa merasakan saat membaca
RESENSI NOVEL SEPERTI HUJAN YANG JATUH KE BUMI

A. Identitas buku

Judul : Seperti Hujan Yang Jatuh ke Bumi


Penulis : Boy Candra
Penerbit : Media Kita
Tebal : 284 Halaman

SINOPSIS

Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi


dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang
untukku. Sebab, kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak
bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi
ruang bagi orang asing yang mendekatimu.

Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti


sediakala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru
yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang
lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu
ternyata tidak pernah semudah itu.
PEMBAHASAN

Pada halaman awal, novel ini mengisahkan tentang seorang pria


bernama Juned yang berusaha untuk melupakan segala bentuk kenangan
bersama mantan kekasihnya yang bernama Elya. Dari seorang pria yang
suka bermain gitar, berubah menjadi pria yang gemar melakukan Rock
Climbing. Itu merupakan upaya yang dilakukan Juned agar dia lupa dengan
Elya. Tapi, Juned keliru. Selama setahun ini Juned telah berkelana mencari
tebing untuk ia taklukan, namun tetap saja rasa sakit dari kehilangan Elya
tetap ia rasakan.
Oke, jadi setelah menceritakan Juned novel ini pindah halaman dan
menceritakan kisah yang lain lagi. Jujur, awalnya saya mengira novel ini
merupakan kumpulan cerita pendek, tapi ternyata setelah baca halaman
berikutnya itu ada kaitannya. Yuk lanjut lagi.

Kevin adalah seorang pria yang jatuh hati kepada sahabatnya sendiri,
Nara. Alih-alih menyatakan cinta secara gamblang pada Nara, Kevin malah
memendam rasa itu selama bertahun-tahun lamanya. Sedangkan Nara
sendiri adalah seorang wanita yang mudah jatuh cinta kepada lawan
jenisnya. Cinta datang silih berganti memasuki hati Nara, pada akhirnya
gadis itu selalu tersakiti dan hanya bahu Kevin-lah yang selalu ada untuk
Nara. Semua itu menjadi hal biasa, saat memiliki pasangan Nara fokus
pada pasangannya. Namun, saat disakiti Nara selalu mencari Kevin dan itu
hal yang biasa menurut Kevin. Sampai suatu hari cinta sejati datang
Kepada Nara. Kevin pun belajar untuk melupakan Nara.

Menurut saya novel ini ceritanya sangat menarik. Novel ini dapat
mengaduk perasaan para pembacanya atau bisa dibilang yang baca
bakalan BAPER. Jangan lupa buat kalian yang gampang baper siapin tisu
aja ya hehehe. Saya juga cukup gregetan dengan tokoh Kevin, dia itu
digambarkan terlalu baik terhadap Nara namun nggak kunjung
menyatakan cinta huhhh dengan alasan takut persahabatannya hancur.
Nara juga nggak peka banget jadi cewe hehehe jadi kesel saya.
Tapi untuk keseluruhan, novel ini bagus banget dibaca buat kalian
para manusia yang susah menyatakan cinta. Oh ya nggak cuma dari segi
cerita, di dalam novel ini juga terselip kata-kata yang bisa membuat kita
terenyuh. Nah, berikut adalah lima kata-kata terbaik yang ada di novel ini
menurut saya.

LIMA QUOTES TERBAIK

1. Hidup tidak seharusnya disesali hanya karena kita patah hati. Tidak
seharusnya menghentikan langkah meski kita pernah kalah. Walau
pelan-pelan, kita tetap harus berjalan.

2. Hal paling sulit dari memendam perasaan pada sahabat sendiri


adalah saat dia bercerita tentang orang yang ia cintai, dan kita harus
menyediakan wajah bahwa kita menyukai ceritanya.

3. Kesepian orang tua selalu datang dengan kepergian satu per satu
anak-anak mereka dari rumah; pergi mencari kehidupan dan
mendirikan rumah sendiri.

4. Untuk melupakan seseorang yang pernah meninggalkan kesan begitu


dalam di hidup kita, maka jadikanah diri kita orang baru. Sebab
bertahan dengan diri yang pernah berharap, hanya akan membuat
harapan itu melukai lebih dalam lagi. Biarkan cinta jatuh pada sosok
baru yang ditemui, lalu bangunlah dari keterpurukan di masa alu,
pelan-pelan bangkit lagi. Pilihlah langkah baru untuk saling
melengkapi. Agar bisa saling menguatkan fondasi atas perasaan yang
dijalani hari ini.

5. Hujan selalu punya rahasia dan cerita yang tidak akan habis untuk
disampaikan. Ajaibnya, mampu menenangkan yang riuh,
mendamaikan yang musuh. Dan terkadang juga mencemaskan yang
jauh.
RESENSI NOVEL SEPERTI HUJAN YANG JATUH KE BUMI

A. Identitas buku

Judul : Seperti Hujan Yang Jatuh ke Bumi


Penulis : Boy Candra
Penerbit : Media Kita
Tebal : 284 Halaman

Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi


dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikim hilang
untukku. Sebab, kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak
bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi
ruang bagi orang asing yang mendekatimu.

Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti


sediakala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru
yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang
lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu
ternyata tidak pernah semudah itu.
Bagaimana kalau ternyata orang yang dengan sungguh kamu cintai,
kekasih yang dengan sepenuh hati kamu jaga, memilih seseorang yang lain
untuk dia cintai dengan diam-diam? (hal.1)

Lelaki itu pernah begitu dalam mencintai. Menyerahkan seluruh


perasaannya. Menanam harapan setinggi mungkin. Menciptakan rencana-
rencana baik untuk masa depan. Namun, tidak dengan kekasihnya.
Perempuan itu menyudahi sendiri. Mengatur rencana tanpa ia sadar, sudah
tertusuk saja dadanya. Tak berdarah, tetapi hampir menghilangkan waras.
Tak berbekas, namun menyesakkan napas. (hal.2)

Juned, ia ditinggal oleh kekasihnya Elya yang memilih sahabatnya


sendiri. Hal tersebut sangat menyakiti Juned, apalagi pria itu sudah
merencanakan dari jauh-jauh hari untuk melamar Elya ketika lulus kuliah.

Harapannya sirna. Elya memadamkannya.

Panjat tebing menjadi pengalih perhatiannya meski hanya sekejap,


karena setiap ia menikmati sunyinya malam, Elya akan kembali merebut
warasnya.

Hal yang paling sulit dari memendam perasaan pada sahabat sendiri
adalah saat dia bercerita tentang orang yang ia cintai, dan kita harus
menyediakan wajah bahwa kita menyukai ceritanya. (hal.32)

Saat kita jatuh hati, apa pun bisa kita lakukan pada orang yang
membuatmu jatuh hati. Kita ingin selalu menjaga dan menemaninya.
Bagimu, kebahagiaan adalah saat bisa menghabiskan waktu bersamanya.
Mendampingi setiap apa yang ia perjuangkan. Menjadi orang pertama yang
akan selalu mengulurkan tangan saat matanya mulai lelah menghadapi
kerasnya kehidupan. Selalu ada bahu dan rangkul untuk membuatnya
merasa nyaman. Menikmati jeda dari lontang lantung kehidupan. (hal,49)

Kevin mungkin dingin pada wanita, tapi tidak pada Nara. Sahabat
kecilnya yang selalu menjadi prioritas hidupnya. Nara Senja bukan lagi
sahabat kecilnya di mata Kevin. Nara adalah hidupnya.

Tidak peduli seberapa sakit perasaan Kevin ketika Nara bercerita


mengenai pria-pria yang tengah ia sukai. Kevin hanya ingin Nara bahagia,
karena cinta tidak akan memaksakan.

Tidak ada yang tahu kapan cinta pastinya datang. Tetapi kita selalu
tahu kapan kita harus memulai. (hal.148)

Seperti benang-benang takdir membawa Juned dan Nara bertemu,


pertemuan pertama yang singkat namun berbekas di hati masing-masing.

Kian hari mereka berdua semakin dekat, hingga akhirnya Juned


memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Nara.

Nara tidak bisa menolak Juned, karena ia pun mencintai lelaki itu.

Andai kamu paham bagaimana rasanya mencintai seseorang yang terus


memintamu mencintai orang lain. (hal.161)

Kevin patah hati, itu sudah jelas. Nara kembali mendapatkan pelabuhan
hatinya, sedangkan Kevin kembali harus mampu berpura-pura ia baik-baik
saja.

Nara terus mendesak Kevin agar menerima Tiara, wanita yang selalu
menanti Kevin tidak peduli seberapa dinginnya sikap lelaki itu kepadanya.
Namun Kevin tidak siap untuk menitipkan hatinya pada yang lain. Ia hanya
ingin Nara.

Rasa bahagia datang ketika perasaan terbalas. Cinta yang kamu


ucapkan dibalas dengan pengucapan yang sama, dia juga mencintaimu. Ia
dengan sepenuh jiwa berada di sampingmu. Mewujudkan rencana-rencana
baik denganmu. Tidak ada orang lain di hatinya. Tidak ada cinta lain yang
memancar di matanya. Kamu bisa memenuhi segala ruang hampa di
dadanya. Kamu juga orang yang bisa menenangkan gundahnya. (hal.259)

Mungkin Nara dan Juned saling mencintai.

Kevin yang berusaha mencintai Tiara meskipun sulit.

Tapi lagi-lagi tidak ada yang tahu kemana benang-benang takdir berujung.

Kevin menyerah mencoba mencintai Tiara, ia tidak ingin menyakiti


wanita itu lebih banyak lagi dan dilain sisi Nara harus merelakan Juned
dipanggil Yang Maha Kuasa.

Dan disaat itulah, Kevin menemukan keberaniannya, membuatnya


ingin mengikat Nara untuknya, menjaganya dengan sepenuh hati.

Ah ... nyoba bikin review mode begini ternyata rumit heuheu. Novel
ini kovernya simpel tapi lucu. Banyak quote-quote di novelnya juga, selain
itu kisahnya ringan banget tapi bikin baper.

Anda mungkin juga menyukai